Ma’ruf Amin Sebutkan Fakta, BPJS Kesehatan adalah Asuransi Terbesar di Dunia

Liputan6.com, Jakarta Di segmen awal Debat Cawapres 2019, Ma’ruf Amin mengungkapkan bahwa kepesertaan JKN-KIS yang diselenggarakan BPJS Kesehatan adalah asuransi terbesar di dunia.

“Melalui JKN-KIS ini kita telah melakukan upaya asuransi sosial yang besar bahkan mencapai 215 juta peserta asuransi BPJS. Dan ini merupakan asuransi terbesar di dunia,” kata Ma’aruf dalam Debat Cawapres 2019 di Hotel Sultan Jakarta, Minggu (17/3/2019).

Menilik data terbaru milik BPJS Kesehatan dengan ucapan Ma’ruf memang angkanya tidak sama persis. Namun, pernyataan Ma’ruf Amin yang mengatakan bahwa BPJS Kesehatan sebagai asuransi terbesar di dunia adalah fakta seperti disampaikan pihak BPJS Kesehatan.

“Betul. Dengan kepesertaan 218 juta, BPJS Kesehatan sebagai asuransi sosial terbesar ke dunia,” kata Humas BPJS Kesehatan Iqbal Anas Maruf lewat sambungan telepon pada Minggu (17/3/2019) malam.

Menilik laman BPJS Kesehatan, ada 218.132.478 peserta program JKN-KIS per 1 Maret 2019. Yang dibiayai oleh APBN ada sekitar 96 juta peserta. Sisanya adalah peserta yang kepesertaannya dibiayai APBD, mandiri, badan usaha.

Prabowo Sudah Siapkan Nama Menteri, Ma’ruf: Kalau Kami Menang Dulu

Cianjur – Cawapres Ma’ruf Amin menanggapi santai soal capres Prabowo Subianto yang disebut telah mengantongi sejumlah nama menteri jika terpilih sebagai Presiden RI 2019-2024. Menurutnya, hal tersebut merupakan hak Prabowo.

“Ya itu kan haknya dia. Mungkin dia berpikir menang, sehingga telah menyiapkan (nama-nama) menteri,” ujar Maruf di Lapangan Prawatasari, Jalan Surya Kencana, Sawah Gede, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur, Kamis (14/2/2019).

Ma’ruf menambahkan fokus dari paslon nomor urut 01 bukanlah menyiapkan nama-nama menteri, namun kemenangan terlebih dahulu.
“Kalau kita kan menangnya dulu bukan menterinya. Kalau sudah menang baru ngomong menteri,” katanya.
Partai Gerindra sebelumnya menyatakan Prabowo telah mengantongi referensi nama-nama yang akan mengisi jabatan menteri jika terpilih pada Pilpres 2019. Namun belum dipastikan Prabowo akan mengumumkan nama-nama tersebut atau tidak.

“Kita tunggu saja infonya sampai mana. Kita masih berjuang, kok. Memang benar Pak Prabowo sudah punya (nama menteri), pasti sudah punya ya, saya tidak tahu dan beliau tidak sebutkan nama-namanya,” kata Waketum Gerindra Edhy Prabowo di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (13/2).
(idh/idh)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

TKN Jokowi-Ma’ruf Amin Doakan Kesembuhan Ani Yudhoyono Dimudahkan

Liputan6.com, Jakarta – Istri Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhyono (SBY), Ani Yudhoyono tengah menjalani perawatan di rumah sakit Nation University, Singapura, sejak 2 Februari 2019. Mantan Ibu Negara itu menderita sakit kanker darah.

Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf, yang diwakili Ketuanya, Erick Thohir, mendoakan agar Ani Yudhoyono cepat sembuh. 

“TKN tentu ingin mengucapkan semoga Bu Ani Yudhoyono, semoga bisa diberikan kemudahan dan kesembuhan,” ucap Erick sebelum memimpin rapat pleno TKN di gedung High End, Jakarta, Rabu (14/2/2019).

Presiden Jokowi telah memerintahkan dokter kepresidenan untuk menangani sakit Ani Yudhoyono. 

Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko mengatakan dokter yang dikirim untuk menangani Ani Yudhoyono adalah Kepala RSPAD Gatot Soebroto, Mayjen TNI Terawan Agus Putranto. “Sudah, Kepala RSPAD,” kata Moeldoko di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (13/2/2019).

2 dari 3 halaman

Sakit Kanker Darah

SBY memberikan pernyataan resmi terkait sakit yang diderita Ani Yudhoyono. Ketua Umum Partai Demokrat itu menyatakan istrinya mengalami kanker darah.

“Dengan rasa prihatin, saya sampaikan kepada para sahabat di tanah air, Ibu Ani mengalami blood cancer atau kanker darah,” kata SBY dalam keterangan video yang diterima Liputan6.com, Rabu (13/2/2019).

SBY menyatakan, Ani dirawat Rumah Sakit National University Singapura sejak 2 Fenruari 2019. Ani menjalani medical treatment atas rekomendasi tim dokter kepresidenan Indonesia.

SBY mengucapkan terima kasih kepada Presiden Jokowi yang telah memberikan bantuan tim dokter kepresidenan dalam upaya perawatan Ani.

“Saya juga menyampaikan terima kasih atas ucapan dan doa kesembuhan kepada Ibu Ani, yang disampaikan oleh para sahabat di tanah air yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu. Termasuk yang melalui media sosial,” kata SBY.

Sebagai Ketua Umum Partai Demokrat, akan melewatkan sejumlah kegiatan termasuk rangkaian kampanye pilpres yang telah diagendakan demi menjaga sang istri.

“Saya dan Ibu Ani meminta maaf karena tidak dapat menghadiri sejumlah kegiatan yang direncanakan berbagai pihak yang sebelumnya saya niatkan untuk saya penuhi. Sebagai seorang suami, tentu saya harus mendampingi Ibu Ani dalam menghadapi ujian dan cobaan Tuhan ini,” kata SBY.

SBY memohon doa agar Istri tercinta dapat diberi kesembuhan.

“Atas nama Ibu Ani dan keluarga besar SBY, saya mohon doa dari para sahabat agar Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa dengan takdir dan kuasanya, memberikan kesembuhan kepada istri tercinta Ibu Ani, atau Kristiani Herawati binti Sarwo Edhie Wibowo, agar Ibu Ani dapat kembali menjalankan kegiatan sehari-harinya di tanah air,” jelasnya.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Doa Ma’ruf Amin untuk Kesembuhan Ani Yudhoyono

Liputan6.com, Jakarta – Calon wakil presiden nomor urut 01, Ma’ruf Amin mendoakan mantan ibu negara, Ani Yudhoyono lekas sembuh. Istri dari Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini tengah menjalani perawatan di National University, Singapura karena kanker darah yang dideritanya.

 “Kepengin nengok, tapi kita lihat waktunya. Yang penting saya berdoa untuk beliau mudah-mudahan diberi kesehatan ya, mudah-mudahan juga SBY diberi ketabahan, kesabaran dalam menerima musibah itu,” ucap Ma’ruf Amin di kediamannya, Jl. Situbondo, Menteng, Jakarta, Kamis (14/2/2019). 

Ia yakin pemerintah saat ini sudah turut membantu dan memperhatikan pengobatan untuk Ani Yudhoyono. Terlebih, Ani Yudhoyono merupakan mantan ibu negara yang dianggap Ma’ruf telah berjasa untuk Indonesia.

“Ya, mudah-mudahan sehat, segera kembali ke tanah air dalam keadaan sehat. Amin,” Ma’ruf memungkasi.

2 dari 3 halaman

Sakit Kanker Darah

SBY memberikan pernyataan resmi terkait sakit yang diderita Ani Yudhoyono. Ketua Umum Partai Demokrat itu menyatakan istrinya mengalami kanker darah.

“Dengan rasa prihatin, saya sampaikan kepada para sahabat di tanah air, Ibu Ani mengalami blood cancer atau kanker darah,” kata SBY dalam keterangan video yang diterima Liputan6.com, Rabu (13/2/2019).

SBY menyatakan, Ani dirawat Rumah Sakit National University Singapura sejak 2 Fenruari 2019. Ani menjalani medical treatment atas rekomendasi tim dokter kepresidenan Indonesia.

SBY mengucapkan terima kasih kepada Presiden Jokowi yang telah memberikan bantuan tim dokter kepresidenan dalam upaya perawatan Ani.

“Saya juga menyampaikan terima kasih atas ucapan dan doa kesembuhan kepada Ibu Ani, yang disampaikan oleh para sahabat di tanah air yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu. Termasuk yang melalui media sosial,” kata SBY.

Sebagai Ketua Umum Partai Demokrat, akan melewatkan sejumlah kegiatan termasuk rangkaian kampanye pilpres yang telah diagendakan demi menjaga sang istri.

“Saya dan Ibu Ani meminta maaf karena tidak dapat menghadiri sejumlah kegiatan yang direncanakan berbagai pihak yang sebelumnya saya niatkan untuk saya penuhi. Sebagai seorang suami, tentu saya harus mendampingi Ibu Ani dalam menghadapi ujian dan cobaan Tuhan ini,” kata SBY.

SBY memohon doa agar Istri tercinta dapat diberi kesembuhan.

“Atas nama Ibu Ani dan keluarga besar SBY, saya mohon doa dari para sahabat agar Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa dengan takdir dan kuasanya, memberikan kesembuhan kepada istri tercinta Ibu Ani, atau Kristiani Herawati binti Sarwo Edhie Wibowo, agar Ibu Ani dapat kembali menjalankan kegiatan sehari-harinya di tanah air,” jelasnya.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Ani Yudhoyono Sakit, Sandiaga Minta SBY Tak Perlu Pikirkan Kampanye Pilpres

Liputan6.com, Jakarta – Cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno masih menunggu kabar pihak keluarga Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk bisa menjenguk Ani Yudhoyono. Mantan ibu negara itu kini tengah dirawat di Singapura karena mengalami kanker darah.

“Saya sudah sampaikan melalui beberapa anggota keluarga keinginan untuk menjenguk seandainya ibu bisa dijenguk. Tapi sampai hari ini masih menunggu konfirmasi,” kata Sandiaga di kawasan Panglima Polim, Jakarta Selatan, Rabu (13/2/2019).

Sandiaga mengaku prihatin dengan keadaan Ani Yudhoyono. Dirinya mendoakan supaya Ani cepat sembuh.

“Kami sangat prihatin. Sangat betul-betul ikut mendoakan ibu Ani, ibu negara kita yang ke-6. Beliau menjadi sosok inspirasi bagi kita semua. Dan kita mendoakan segera kepulihan dari Ibu Ani dan tentunya kekuatan keluarga yang mendampinginya. Semoga Ibu Ani bisa segera pulih dan sehat kembali,” tuturnya.

Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu mengaku tak masalah bila kegiatan SBY mengkampanyekan Prabowo-Sandi menjadi tertunda. Dia ingin SBY serta keluarga fokus mendampingi Ani dan mengesampingkan urusan politik.

“Sekarang fokus dan perhatian Pak SBY harus ke Bu Ani. Dan kita harus betul-betul mendoakan kesembuhan beliau. Ini adalah satu yang kita doakan bersama. Jadi urusan kampanye, urusan pemilu itu udah ada yang ngurus lah. Pak SBY harus mendampingi Ibu Ani dan ini menjadi kekhawatiran kita juga. Saya dan Pak SBY memantau terus, jam ke jam keadaan Bu Ani,” tandasnya.

2 dari 3 halaman

Kanker Darah

SBY memberikan pernyataan resmi terkait sakit yang diderita Ani Yudhoyono. Ketua Umum Partai Demokrat itu menyatakan istrinya mengalami kanker darah.

“Dengan rasa prihatin, saya sampaikan kepada para sahabat di tanah air, Ibu Ani mengalami blood cancer atau kanker darah,” kata SBY dalam video yang diterima Liputan6.com, Rabu (13/2/2019).

SBY menyatakan, Ani dirawat Rumah Sakit National University Singapura sejak 2 Fenruari 2019. Ani menjalani medical treatment atas rekomendasi tim dokter kepresidenan Indonesia.

SBY mengucapkan terima kasih kepada Presiden Jokowi yang telah memberikan bantuan tim dokter kepresidenan dalam upaya perawatan Ani.

“Saya juga menyampaikan terima kasih atas ucapan dan doa kesembuhan kepada Ibu Ani, yang disampaikan oleh para sahabat di tanah air yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu. Termasuk yang melalui media sosial,” kata SBY.

Sebagai Ketua Umum Partai Demokrat, akan melewatkan sejumlah kegiatan termasuk rangkaian kampanye pilpres yang telah diagendakan demi menjaga sang istri.

“Saya dan Ibu Ani meminta maaf karena tidak dapat menghadiri sejumlah kegiatan yang direncanakan berbagai pihak yang sebelumnya saya niatkan untuk saya penuhi. Sebagai seorang suami, tentu saya harus mendampingi Ibu Ani dalam menghadapi ujian dan cobaan Tuhan ini,” kata SBY.

SBY memohon doa agar Istri tercinta dapat diberi kesembuhan.

“Atas nama Ibu Ani dan keluarga besar SBY, saya mohon doa dari para sahabat agar Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa dengan takdir dan kuasanya, memberikan kesembuhan kepada istri tercinta Ibu Ani, atau Kristiani Herawati binti Sarwo Edhie Wibowo, agar Ibu Ani dapat kembali menjalankan kegiatan sehari-harinya di tanah air,” jelasnya.


Reporter: Muhammad Genantan Saputra

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Sakit Ani Yudhoyono dan Doa-Doa Untuknya

Liputan6.com, Jakarta – Kabar kurang menggembirakan datang dari keluarga Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Kristiani Herawati atau Ani Yudhoyono tengah terbaring sakit. Mantan ibu negara itu, sejak 2 Februari 2019, menjadi pasien di Rumah Sakit National Universtiy Singapura.

Politikus Partai Demokrat Andi Arief dalam unggahan di akun Twitternya, memperlihatkan Ani Yudhoyono tengah terbaring sakit. Wajah Ani pucat dan sendu ketika menerima kedatangan mantan Menko Polhukam Djoko Suyanto dan istrinya.

SBY yang mengenakan batik cokelat terlihat sedih saat menatap wajah Ani Yudhoyono. Sang putra sulung, Agus Harimurti Yudhoyono turut mendampingi.

“Alloh akan menyembuhkan,” tulis Andi pada akun Twitternya, 11 Februari 2019. 

SBY pun akhirnya memberikan pernyataan resmi terkait sakit yang diderita Ani Yudhoyono. Ketua Umum Partai Demokrat itu menyatakan istrinya mengalami kanker darah.

“Dengan rasa prihatin, saya sampaikan kepada para sahabat di tanah air, Ibu Ani mengalami blood cancer atau kanker darah,” kata SBY dalam keterangan video yang diterima Liputan6.com, Rabu (13/2/2019).

SBY menyatakan, Ani dirawat Rumah Sakit National University Singapura sejak 2 Fenruari 2019. Ani menjalani medical treatment atas rekomendasi tim dokter kepresidenan Indonesia.

SBY mengucapkan terima kasih kepada Presiden Jokowi yang telah memberikan bantuan tim dokter kepresidenan dalam upaya perawatan Ani.

“Saya juga menyampaikan terima kasih atas ucapan dan doa kesembuhan kepada Ibu Ani, yang disampaikan oleh para sahabat di tanah air yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu. Termasuk yang melalui media sosial,” kata SBY.

Sebagai Ketua Umum Partai Demokrat, akan melewatkan sejumlah kegiatan termasuk rangkaian kampanye pilpres yang telah diagendakan demi menjaga sang istri.

“Saya dan Ibu Ani meminta maaf karena tidak dapat menghadiri sejumlah kegiatan yang direncanakan berbagai pihak yang sebelumnya saya niatkan untuk saya penuhi. Sebagai seorang suami, tentu saya harus mendampingi Ibu Ani dalam menghadapi ujian dan cobaan Tuhan ini,” kata SBY.

SBY memohon doa agar Istri tercinta dapat diberi kesembuhan.

“Atas nama Ibu Ani dan keluarga besar SBY, saya mohon doa dari para sahabat agar Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa dengan takdir dan kuasanya, memberikan kesembuhan kepada istri tercinta Ibu Ani, atau Kristiani Herawati binti Sarwo Edhie Wibowo, agar Ibu Ani dapat kembali menjalankan kegiatan sehari-harinya di tanah air,” jelasnya.

Sebelumnya, ucapan terima kasih kepada Presiden Jokowi dan sejumlah tokoh juga disampaikan Ani Yudhoyono melalui akun media sosialnya.

“Semoga Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa mengabulkan dan membalas kebaikan Bapak/Ibu sekalian.” tulis Ani di akun Facebook, 9 Februari 2019.



2 dari 4 halaman

Doa-Doa Kesembuhan

Sakitnya Ani Yudhoyono mendapat simpati dari banyak kalangan. Doa-doa untuk kesembuhan sosok penggemar fotografi tersebut, melangir dari sejumlah kalangan. Presiden Jokowi Jokowi mengaku telah menelepon SBY untuk mengetahui kabar Ani Yudhoyono. 

“Sudah, empat hari atau lima hari yang lalu saya udah telepon beliau. Pak Jusuf Kalla juga udah telepon beliau untuk mengabarkan mengenai Ibu Ani,” ujar Jokowi di Istana Negara Jakarta, Rabu (13/2/2019).

Jokowi mendoakan agar Ani Yudhoyono segera diberikan kesehatan dan kesembuhan dari penyakitnya. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga berharap agar Ani dapat segera kembali ke Indonesia dengan sehat.

“Jadi kami mendoakan, Saya, Bu Jokowi, Pak Wapres Jusuf Kalla, Ibu Mufidah Jusuf Kalla dan kita semuanya mendoakan agar Ibu Ani Yudhoyono cepat diberikan kesembuhan, cepat diberikan kesehatan,” kata Jokowi

Jokowi mengaku telah memerintahkan Menteri Sekretaris Negera Pratikno dan Kepala RSPAD Gatot Soebroto Mayjen TNI Terawan Agus Putranto untuk membantu pengobatan Ani Yudhoyono. 

Jokowi mengaku tengah mengatur waktu untuk menjenguknya ke Singapura.

“Mengatur waktu,” ucap Jokowi.

Doa kesembuhan juga disampaikan Prabowo Subianto. Anggota Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Fadli Zon menyatakan,  Prabowo sudah berkomunikasi dengan  keluarga SBY untuk sekadar mengetahui kondisi Ani.

Meski belum sempat menjenguk, dirinya dan Prabowo tetap memberikan doa guna kesembuhan ibu dari Agus Harimurti Yudhono tersebut.

“Saya kira kita ikut mendoakanlah supaya bu Ani Yudhoyono semoga lekas sembuh bisa lekas pulih dari penyakitnya,” tandasnya.

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berharap keluarga SBY diberikan ketabahan dalam memberikan pendampingan selama proses pengobatan di Singapura.

“Kita percaya tim medis kepresidenan yang mendampingi melakukan yang terbaik. Kita semua mendoakan Insyallah yang maha menyembuhkan akan memberikan kesembuhannya,” ucap Anies di Balaikota, Jakarta Pusat, Rabu (13/2/2019).

Doa kesembuhan juga dipanjatkan Sang putra bungsu, Edhie Baskoro Yudhoyono. Politikus yang akrab disapa Ibas itu mengungkapkan rasa pedihnya saat mendengar sang Ibunda divonis sakit mematikan itu.

Dalam akun instagramnya, @Ibasyudhoyono, suami Aliya Rajasa itu mengunggah foto Ani Yudhoyono yang tengah terbaring lemas di rumah sakit dan dikelilingi anak, cucu, dan menantunya.

“Mungkin foto/post ini adalah foto/post yang tidak begitu menyenangkan bagiku dan keluargaku. Disertai dengan senyuman rasa haru,” tulis Ibas dalam keterangan foto tersebut.

Namun, Ibas melanjutkan, dia percaya Tuhan akan mengabulkan segala doa dan benar-benar memberikan mujizat kepada sang Ibunda.

“Aku berdoa setiap saat dalam nafasku, tawakal dan ikhlas agar ada mukjizat dan kemurahan Allah SWT mengabulkan doa hambamu ini seorang anak yang sangat menyayangi ibunya agar dimudahkan, dilancarkan dan diberikan semangat untuk sembuh dari segala perawatan & pengobatannya. Amiiin Amiiin Amiiin Ya Allah Ya Rabb,” tulis Ibas lagi.

Ibas juga mengucapkan terima kasih kepada keluarga besar, dokter dan suster yang turut mendoakan dan merawat Ibu Ani Yudhoyono.

“InsyaAllah Tuhan mengabulkan doa-doa semua yang terindah termasuk memberikan kita semua panjang usia, kesehatan dan kekuatan dalam kehidupan ini. Salam hormatku untuk semua. Selamat, Sehat, Sukses dan Rahayu,” tandas Ibas.

3 dari 4 halaman

Penjelasan Lengkap SBY

Mantan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono SBY menyampaikan bahwa sang istri yang tak lain mantan Ibu Negara Ani Yudhoyono tengah menjalani pengobatan untuk penyakit kanker darah yang tengah dideritanya.

Hal itu disampaikan SBY dalam sebuah video yang berisi penjelasan panjang tentang keberadaan Ibu Ani di National Universtiy Hospital Singapura sejak 2 Februari 2019 lalu.

Berikut keterangan SBY yang disampaikan di Singapura, Rabu (13/2/2019) siang:

Assalamualaikum Wr Wb 

Salam sejahtera untuk kita semua. Bapak, Ibu, Saudara sekalian yang saya cintai.

Saat ini saya berada di Singapura mendampingi Ibu Ani dalam pengobatan dan perawatann kesehatan di negeri ini. Sejak tanggal 2 Februari 2019 yang lalu, Ibu Ani menjalani medical treatment di Singapura atas rekomendasi tim dokter kepresidenan Indonesia.

Dengan rasa prihatin, saya sampaikan kepada para sahabat di tanah air, Ibu Ani mengalami blood cancer atau kanker darah. Dan karenanya harus menjalani pengobatan dan perawatan yang intensif di National University Hospital Singapura.

Atas nama Ibu Ani dan keluarga besar SBY, saya mohon doa dari para sahabat agar Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa dengan takdir dan kuasanya, memberikan kesembuhan kepada istri tercinta Ibu Ani, atau Kristiani Herawati binti Sarwo Edhie Wibowo, agar Ibu Ani dapat kembali menjalankan kegiatan sehari-harinya di tanah air.

Pada kesempatan ini juga saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Presiden Jokowi dan pemerintah, utamanya tim dokter kepresidenan atas perhatian dan bantuan yang diberikan dalam pengobatan Ibu Ani.

Saya juga menyampaikan terima kasih atas ucapan dan doa kesembuhan kepada Ibu Ani, yang disampaikan oleh para sahabat di tanah air yang tidak bisa saya sebutkan satu per satu. Termasuk yang melalui media sosial. 

Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa membalas budi baik dan ketulusan Bapak Ibu Saudara sekalian.

Saya dan Ibu Ani meminta maaf karena tidak dapat menghadiri sejumlah kegiatan, yang direncanakan oleh berbagai pihak yang sebelumnya saya niatkan untuk saya penuhi. Sebagai seorang suami, tentu saya harus mendampingi Ibu Ani dalam menghadpai ujian dan cobaan Tuhan ini.

Meskipun saya amat mengetahui, Ibu Ani adalah sosok yang kuat, tabah, dan tegar dalam menghadapi tantangan kehidupan termasuk ketika kami bersatu dalam suka dan duka selama 10 tahun saya mengemban tugas memimpin Idonesia dulu.

Namun, bagaimanapun, saya, Ibu Ani dan keluarga harus bersatu dalam semangat keyakinan dan kekuatan agar semua ikhtiar untuk penyembuhan Ibu Ani dengan izin pertolongan Allah dapat berhasil dengan baik.

Demikianlah pernyataan saya hari ini, semoga Allah SWT Tuhan Yang Maha Kuasa melindungi kita semua. 

Wassalamualaikum.

4 dari 4 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Gerindra: Prabowo Sudah Kantongi Referensi Nama Menteri Kabinetnya

Jakarta – Partai Gerindra menyatakan capres Prabowo Subianto telah mengantongi referensi nama-nama yang akan mengisi jabatan menteri jika terpilih di Pilpres 2019. Namun, belum dipastikan Prabowo akan mengumumkan nama-nama tersebut atau tidak.

“Kita tunggu aja infonya sampai mana. Kita masih berjuang kok. Memang bener Pak Prabowo sudah punya (nama menteri), pasti sudah punya ya, saya tidak tahu dan beliau tidak sebutkan nama-namanya,” kata Waketum Gerindra Edhi Prabowo di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (13/2/2019).

Edhi yang telah mengenal Prabowo selama 26 tahun itu menegaskan sang ketum selalu punya rencana untuk setiap langkah yang ia ambil. Edhi menyebut sikap Prabowo itu telah ada sejak dirinya menjadi prajurit TNI.
“Karena saya mengenal beliau cukup lama ya, 26 tahun saya ikut beliau. Setiap langkah beliau itu sudah punya rencana-rencana dan punya antisipasi-antisipasi. Dan saya pikir beliau bukan baru dalam kontes ini,” ujarnya.

Edhi lalu mencontohkan sikap Prabowo selama menjadi prajurit TNI. Prajurit TNI harus memiliki rencana-rencana cadangan.

“Beliau selama di prajurit, sebagai prajurit TNI juga harus ada rencana cadangan dan sebagainya. Dan saya percaya di kepala beliau sudah ada nama-nama yang dicatat sebagai referensi manakala nanti beliau dipercaya oleh masyarakat Indonesia,” imbuhnya.

Edhi menegaskan Prabowo akan melibatkan anak bangsa yang terbaik untuk mengisi jabatan dalam pemerintahannya, termasuk dari kubu yang berseberangan. Menurutnya, Indonesia terlalu besar jika hanya diurus sendiri.

“Dalam pidato Indonesia Menang kan jelas, kan ada semua akan kita libatkan. Kita tidak akan bicara kepada terbatas kepada tim sukses aja, tim pemenangan saja, kita akan libatkan semua. Karena negeri ini terlalu besar kalau kita harus urus sendiri, nggak bisa,” ucapnya.

Edhi mengatakan perlu berkonsolidasi secara nasional untuk membangun Indonesia tanpa memandang latar belakang. Menurutnya, sikap tersebut telah ditunjukkan Gerindra dalam kiprahnya sebagai bagian dari anggota dewan.

“Kalau kita mau negara besar, kita harus konsolidasi secara nasional. Siapapun dia, tanpa memandang latar belakang, selama dia memikirkan terbaik untuk negeri, kita ajak. Itu yang saya tangkap selalu dari Pak Prabowo,” ujar Edhi.

“Nggak ada istilah koalisi. Anda lihat selama kita di luar pemerintahan, apa yang kami lakukan di DPR RI, di tempat-tempat lain juga, lihat, DPRD Kabupaten/Kota, (DPRD) Provinsi, selama kebijakan itu untuk kepentingan masyarakat, untuk kepentingan masyarakat banyak, kita akan jalani” pungkasnya.
(azr/idh)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Survei Caleg DKI-1: Imam Nahrawi-Eko Patrio-Habiburokhman Masuk DPR

Jakarta – Lembaga survei Charta Politika merilis hasil surveinya tentang tingkat pengenalan calon anggota DPR di daerah pemilihan DKI Jakarta 1. Hasilnya, Imam Nahrawi menjadi caleg yang paling banyak dikenal.

“Jadi di DKI 1 yang paling dikenal, yang paling tinggi tingkat pengenalannya, itu ada Imam Nahrawi 51,8 persen. Kemudian nomor 2 ada Habiburokhman (31,7 persen),” kata Direktur Riset Charta Politika, Muslimin, di Resto Es Teler 77, Jalan Adityawarman, Jakarta Pusat, Senin (11/2/2019).

Imam Nahrawi.Imam Nahrawi (Ari Saputra/detikcom)

Survei dilaksanakan pada 18-25 Januari 2019. Survei dilaksanakan dengan wawancara tatap muka kepada total 2.400 responden atau 800 responden di tiap dapil. Margin of error di tiap dapil kurang-lebih 3,4 persen. Survei dilakukan di DKI Jakarta karena dianggap sebagai barometer nasional.
Selain tingkat pengenalan caleg, Charta Politika melakukan survei elektabilitas calon anggota DPR RI dari dapil DKI 1. Responden diberi pertanyaan ‘di antara nama-nama tokoh di bawah ini, siapakah yang Bapak/Ibu/Saudara pilih jika pemilihan umum legislatif dari dapil DKI Jakarta 1 dilaksanakan hari ini?’. Hasilnya, Imam Nahrawi masih menduduki posisi puncak.

“Jadi, begitu kita sebutkan beberapa nama, terutama urutan 1-2, kita sebutkan nama-nama caleg di dapil DKI 1, 15,1 persen yang akan memilih Imam Nahrawi. Kemudian Mas Eko (Eko Hendro Purnomo atau Eko Patrio) 3,8 persen. Mas Eko memang tingkat pengenalan hanya 20,2 persen. Begitu diuji, elektabilitasnya sangat signifikan, yaitu langsung naik 3,8 persen,” ungkap Muslimin.

Eko Patrio.Eko Patrio (Noel/detikFoto)

Responden juga diberi simulasi kertas suara. Di dapil DKI 1, pengaruh partai politik disebut lebih kuat karena banyak responden yang mencoblos gambar partai dibanding nama caleg.

“Kalau kita lihat dari beberapa nama memang nama-nama yang populer itu pada akhirnya cukup banyak yang kemudian orang mencoblos. Kemudian yang kedua, untuk khususnya di Gerindra dan PDIP, kalau kita lihat jauh lebih banyak yang mencoblos gambar partainya dibanding calegnya. Artinya adalah dapil 1 ini partai politiknya jauh lebih kuat dibanding caleg-calegnya, terutama di Gerindra dan PDIP,” jelasnya.

Untuk perolehan kursi, hasil survei Charta Politika menunjukkan akan ada beberapa partai yang kehilangan kursi dari DKI 1. Namun, ada juga partai yang justru menambah jumlah kursinya.

“Kursi itu akan hilang di dapil 1, kemudian PPP dan Demokrat kalau menggunakan simulasi yang sekarang. Walaupun kemudian Gerindra yang cukup signifikan karena dari 1 kursi di 2014, sekarang dari simulasi kita, Gerindra akan mendapatkan 2 kursi untuk di dapil 1,” tuturnya.

“Sisanya ada PKB, karena tadi didongkrak oleh suara Imam Nahrawi, kemudian Golkar masih bertahan dengan 1 kursi dan PDIP 1 kursi. Kemudian PKS juga hilang ya, walaupun sebenarnya masih ada sekitar 30 persenan yang tidak mencoblos kertas suara,” imbuh Muslimin.

Fenomena PKB, yang mendapatkan dongkrak suara dari Imam Nahrawi, disebut Muslimin juga terjadi di beberapa dapil. Selain itu, PKB diuntungkan karena memiliki nomor urut 1.

“Jadi peningkatan PKB cukup signifikan di survei kita karena tadi di beberapa survei kita coattail effect ya dapat karena ada Ma’ruf Amin yang tetap diasosiasikan PKB. Ada juga keberuntungan di PKB itu karena mereka nomor 1. Angka 1 cukup berpengaruh di beberapa level. Karena kita uji terbuka beberapa pemilih, tapi pas tertutup pada memilih PKB. Jadi ketika nomor 1 PKB dan calegnya nomor 1, itu punya potensi ternyata walaupun tidak populer,” papar Muslimin.

“Terutama bagi pemilih yang sampai bilik suara hanya memilih paslon 01 atau 02 saja, ketika dia membuka kertas besar, sudah pilih nomor 1 saja. Ketika tingkat pengetahuan masyarakat rendah terhadap caleg-caleg, maka bisa diuntungkan di situ,” ucapnya.

Berikut ini 10 besar tingkat pengenalan calon anggota DPR RI dapil DKI Jakarta 1:
Imam Nahrawi 51,8 persen
Habiburokhman 31,7 persen
Putra Nababan 26,7 persen
Wanda Hamidah 26,3 persen
Asril Hamzah Tanjung 24,4 persen
Chica Koeswoyo 23,7 persen
Bambang Atmanto Wiyogo 23,5 persen
M Yusuf Mujenih 22,9 persen
Mardani Ali Sera 22,7 persen
Sb. Wiryanti Sukamdanu 21,3 persen

Berikut ini 10 besar elektabilitas calon anggota DPR RI dapil DKI Jakarta 1:
Imam Nahrawi 15,1 persen
Habiburokhman 6,8 persen
Eko Hendro Purnomo 3,8 persen
Putra Nababan 3,6 persen
Bambang Atmanto Wiyogo 3,5 persen
M Yusuf Mujenih 3,5 persen
Chica Koeswoyo 3,3 persen
Wanda Hamidah 2,3 persen
Mardani Ali Sera 2,1 persen
Asril Hamzah Tanjung 2,0 persen

Berikut ini perolehan kursi partai politik dapil DKI Jakarta 1:
PKB 1 kursi
Gerindra 2 kursi
PDIP 1 kursi
Golkar 1 kursi
NasDem 0 kursi
Garuda 0 kursi
Berkarya 0 kursi
PKS 0 kursi
Perindo 0 kursi
PPP 0 kursi
PSI 0 kursi
PAN 1 kursi
Hanura 0 kursi
Demokrat 0 kursi
PBB 0 kursi
PKPI 0 kursi
(azr/tor)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Median: Serangan Jokowi Demi Turunkan Elektabilitas Prabowo

Jakarta – Capres petahana Joko Widodo (Jokowi) kini tak tinggal diam menghadapi berbagai serangan yang dialamatkan kepada dirinya maupun timses. Jokowi balik ‘menyerang’ kubu penantang, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, lewat sindiran-sindiran tajam. Mengapa?

“Jokowi menyerang Prabowo karena ingin menurunkan elektabilitas Prabowo,” kata Direktur Eksekutif Median, Rico Marbun, kepada wartawan, Senin (4/2/2019).

Menurut Rico, perkara soal elektabilitas dan pemilih menjadi alasan serangan Jokowi ke Prabowo. Rico menyebut perbedaan elektabilitas Jokowi dan Prabowo kian hari kian tipis.
“Beda elektabilitas Prabowo dan Jokowi tidak sebesar yang diinginkan TKN dan cenderung menipis dari waktu ke waktu,”ujarnya.

Selain itu, dalam berbagai hasil survei, disebutkan masih banyak pemilih yang belum menentukan pilihan. Menurut Rico, kondisi ini membahayakan Jokowi.

“Andai saja undecided voters sebagian besarnya lari ke kubu oposisi, seperti yang terjadi di beberapa pilkada (kasus Jawa Barat dan Jawa Tengah misalnya) tentu ini berbahaya buat Jokowi,” tutur Rico.

“Makanya suka tidak suka, Jokowi harus menurunkan elektabilitas Prabowo. Caranya tentu dengan melakukan serangan balik. Kalau Prabowo dibiarkan saja, bisa-bisa elektabilitasnya nanti 50,5% versus 49,5%” imbuh dia.

Rico Marbun.Rico Marbun. Foto: Ari Saputra

Selain itu, kata Rico, serangan Jokowi ke Prabowo ini menjadi peringatan bagi siapapun yang hendak bergabung ke kubu Prabowo. Apa maksudnya?

“Serangan ini juga menjadi warning bagi siapapun yang ingin bergabubg dengan Prabowo berpotnsi mendapat serangn juga dari presiden,”ucap Rico.

Dua hari berturut-turut, Jokowi membuat sindiran-sindiran. Setelah tentang ‘propaganda Rusia’, terbit ‘konsultan asing’.

Jokowi berbicara hal itu saat berkampanye di Surabaya, Jawa Timur, dan Semarang, Jawa Tengah pada Sabtu (2/2) dan Minggu (3/2).

“Yang dipakai konsultan asing. Nggak mikir ini memecah belah rakyat atau tidak, nggak mikir mengganggu ketenangan rakyat atau tidak, ini membuat rakyat khawatir atau tidak, membuat rakyat takut, nggak peduli. Konsultannya konsultan asing. Terus yang antek asing siapa?” kata Jokowi Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Minggu (3/2).

Serangan-serangan Jokowi itu bikin kubu Prabowo terheran-heran. Menurut PKS, apa yang disampaikan Jokowi itu seolah-olah posisinya ada di kubu oposisi.

“Menurut kami aneh, Pak Jokowi berbicara seolah-olah dia yang oposisi, bukan penguasa. Dia lupa dia pemegang semua instrumen kekuasaan yang ada di republik ini. Yang bisa melakukan apa yang dia sebutkan itu ya pemilik kekuasaan,” kata elite PKS Suhud Alynuddin yang juga juru bicara BPN.
(tsa/tor)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Jokowi Rasa Oposisi

Jakarta – Akhir pekan calon presiden petahana Joko Widodo dihiasi dengan sindiran-sindiran tajam ke kubu penantangnya, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Jokowi lantas dianggap Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi bak seorang oposisi.

Serangan bertubi-tubi itu disampaikan Jokowi dalam kampanyenya pada Sabtu (2/2/2019). Jokowi berbicara saat berkampanye di Surabaya, Jawa Timur, dan Semarang, Jawa Tengah.

Saat bersilaturahmi dengan Paguyuban Pengusaha Jawa Tengah di MG Setos, Semarang, Jokowi menyebut, bila ada yang berbicara soal Indonesia bubar dan punah, jangan ajak-ajak rakyat Indonesia. Lalu, Jokowi juga menyinggung pernyataan Prabowo yang menyebut satu selang darah di RSCM dipakai 40 orang. Hal tersebut disampaikan Jokowi saat berbicara mengenai optimisme dalam Deklarasi Forum Alumni Jawa Timur untuk Jokowi di Tugu Pahlawan, Jl Pahlawan, Surabaya.


Di Surabaya, Jokowi juga berbicara mengenai kasus pemukulan eks Jurkamnas Prabowo-Sandiaga, Ratna Sarumpaet yang ternyata adalah kebohongan. Dia juga menyindir elite yang menyamakan Indonesia dengan Haiti. “Jangan ada ngomong lagi nanti selang darah dipakai 40 kali. Jangan sampai ada ngomong lagi tempe setipis ATM,” kata Jokowi.

Pada Minggu (3/2), Jokowi kembali ‘menyerang’. Jokowi menyindir elite yang menyebutnya antek asing, padahal menurutnya yang antek asing ialah yang memakai jasa konsultan asing. Jokowi tak menyebutkan nama atau pihak yang memakai jasa konsultan asing.

“Yang dipakai konsultan asing. Nggak mikir ini memecah belah rakyat atau tidak, nggak mikir mengganggu ketenangan rakyat atau tidak, ini membuat rakyat khawatir atau tidak, membuat rakyat takut, nggak peduli. Konsultannya konsultan asing. Terus yang antek asing siapa?” kata Jokowi di De Tjolomadoe, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Minggu (3/2).

Serangan-serangan Jokowi itu bikin kubu Prabowo terheran-heran. Menurut PKS, apa yang disampaikan Jokowi itu seolah-olah posisinya ada di kubu oposisi.

“Menurut kami aneh, Pak Jokowi berbicara seolah-olah dia yang oposisi, bukan penguasa. Dia lupa dia pemegang semua instrumen kekuasaan yang ada di republik ini. Yang bisa melakukan apa yang dia sebutkan itu ya pemilik kekuasaan,” kata elite PKS Suhud Aliyuddin yang juga juru bicara BPN .

Jokowi: Masa Saya Diam Terus

Jokowi punya alasan terkait pernyataan-pernyataannya itu. Jokowi mengaku tidak mau terus-terusan hanya diam. “Saya kan menyampaikan apa adanya kan, masak saya diam terus? Saya suruh diam terus, saya suruh sabar terus, nggak dong. Sekali-sekali dong,” kata Jokowi menghadiri Rakornas Jenggala Center di Hotel JS Luwansa, Minggu (3/1/2019).

Jokowi pun menepis anggapan dia melakukan serangan. “Menyerang, siapa sih menyerang?” ucapnya.

Pakar komunikasi politik Gun Gun Heryanto menilai ‘perubahan’ gaya Jokowi ini tak sekadar dimaknai sebagai bentuk kepanikan atau kekhawatiran, tapi juga percaya diri alias PD.

“Saya lihat keduanya ada, kenapa? Pertama sebagai incumbent Jokowi punya self confident, mungkin memiliki kekuatan riil politik, sekarang sebagai incumbent tak salah juga kalau punya kepercayaan diri. Dibanding 2014 iya, mungkin sebagai orang yang baru masuk gelanggang saat itu gaya bicaranya berbeda dengan saat ini sebagai petahana. Apakah ada kekhawatiran? Itu juga tak salah, pada situasi elektoral saat ini belum aman-aman banget, karena kan masih ada swing voters yang jumlahnya lebih besar,” kata Gun Gun.
(gbr/fjp)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>