Pecat Mourinho, MU Bayar Kompensasi Rp 357 Miliar

Liputan6.com, Manchester – Langkah MU yang memecat Jose Mourinho akhir tahun lalu ternyata membuat kerugian yang cukup besar. Tercatat Setan Merah merogoh kocek hingga 19,6 juta pound sterling (Rp 357 miliar) untuk membayar kompensasinya.

Mourinho dipecat pada pertengahan musim karena performa tim yang tak konsisten. Selain itu ia juga dikabarkan berkonflik dengan pemain MU seperti Paul Pogba, Alexis Sanchez, hingga Antonio Valencia.

Padahal Mourinho sendiri belum lama memperpanjang kontraknya di MU. Ia sebenarnya masih terikat di Old Trafford hingga 2020 mendatang.

Namun MU memilih untuk memecatnya lebih cepat agar performa tim tak merosot. Manajemen juga kesal karena Mourinho terus menuntut untuk belanja pemain setiap bursa transfer dibuka.

Prestasi Mou di MU sebenarnya cukup lumayan. Dalam tiga tahun ia membawa MU meraih tiga gelar.


2 dari 3 halaman

Pernyataan MU

“Pengeluaran luar biasa untuk kuarter pertama tahun ini adalah 19,6 juta pound. Biaya itu untuk kompensasi pada eks manajer dan stafnya,” bunyi pernyataan resmi MU.

Dari jumlah itu, Mourinho dikabarkan menerima 15 juta pound. Sementara staf lain yang dipecat mendapat 4,6 juta pound.

MU sendiri kini ditangani oleh Ole Gunnar Solskjaer hingga akhir musim.

3 dari 3 halaman

Hasil

Berikut hasil Piala FA tadi malam:

QPR 0-1 Watford

Brighton 2-1 Derby County

Wimbledon 0-1 Milwall

Newport County 1-4 Manchester City

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Ma’ruf Amin Terima Dukungan dari Pewaris Kesultanan Banten

Jakarta – Cawapres Ma’ruf Amin menerima dukungan dari Kesultanan Banten di Pilpres 2019. Ma’ruf juga didoakan agar lancar dan selalu diberikan kesehatan dalam mengikuti gelaran pesta demokrasi tersebut.

Dukungan itu disampaikan langsung oleh Sultan Banten, Ratu Bagus Hendra Bambang Wisanggeni, saat berkunjung ke rumah Ma’ruf Amin di Jalan Situbondo, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (17/2/2019). Sultan Banten dan Ma’ruf Amin menggelar pertemuan pertutup selama kurang lebih satu jam.

“Yang saya hormati KH Ma’ruf Amin. Terimakasih atas penerimaannya kedatangan kami dari Kesultanan Banten. Saya selaku pewaris Kesultanan Banten, Ratu Bagus Hendra Bambang Wisanggeni. Kedatangan kami ke sini sebetulnya selain bersilaturahmi dengan saudara sendiri. Juga mendoakan niat pak kiai Ma’ruf Amin yang insya Allah ke depan ikut berpartisipasi terhadap kelangsungan Indonesia ini. Semoga selalu diberikan kesehatan oleh Allah,” kata Bagus Hendra usai pertemuan.

Dukungan ini disampaikan sebab menurut Bagus Hendra seorang umara memerlukan pendamping ulama. Sosok Ma’ruf Ami dinilai cocok untuk mengisi peran tersebut.

“Kami dukung dari kesultanan. Karena umarah ini harus ada pendampingnya ulama. Seperti halnya dulu Kesultanan Banten, ada ulama, umaro dan Kesultanan Banten. Nah inilah sosok KMA perlu kita dukung,” ujarnya.

Dia berharap Ma’ruf Amin bisa menjadikan Indonesia semakin maju. Jika Ma’ruf terpilih, dia juga berharap pemerintah bisa mengakui total keberadaan Kesultanan Banten.

“Alhamdulillah beliau ini juga seorang ulama, ketua MUI. Kita tahu kadarnya, beliau tidak mungkin mau artinya disalahgunakan dan sebagianya oleh pihak lain. Beliau punya jati diri saya pahami itu. Oleh karenanya saya dukung dari Kesultanan Banten. Semoga nanti bisa menselaraskan posisinya sebagai wakil presiden bisa membawa bangsa ini tidak terperosok, tetap mengangkat akidah sesuai dengan al-quran dan sunah rasul. Semoga pemerintahan Indonesia ini nanti bisa total mengakui Kesultanan Banten sebagaimana dahulu kalanya,” paparnya.

Menerima dukungan tersebut, Ma’ruf Amin mengaku terkesan. Dia menyebut rombongan dari Kesultanan Banten merupakan kerabat dan keluarganya sendiri.

“Sore ini saya menerima Sultan Banten. Ratu Bagus Bambang Wisanggeni berkunjung ke tempat saya dan semua penggawanya. Setelah saya tadi pagi menghadiri harlah NU di Cipayung ke serang ada Banten bermunajat untuk keselamatan bangsa dan negara. Sore ini saya sudah di rumah, dan Alhamdulillah kemudian silaturahmi dengan Sultan Banten. Ini sebenarnya kita dalam kekerabatan ya, keluarga,” ujar dia.

Selain itu, pertemuan juga membahas terkait pengembangan ekonomi keumatan di bidang bambu. Ide itu disebut Ma’ruf sangat kreatif.

“Oleh karena itu saya sangat terkesan juga adanya ide kretif dari penggawa Banten dalam rangka menggembangkan ekonomi keumatan melalui bambu. Ini bambu, bukan kayu tapi diolah sedemikan rupa. Ini seperti kayu, jadi bambu ini bisa dibuat nanti… Bisa dijelaskan bisa dibuat apa saja, bisa digunakan untuk pembangunan rumah, nanti akan dijelaskan ahlinya,” imbuh dia.

(knv/fjp)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Jangan Ada Dendam di Antara Malaysia dan Indonesia…

Liputan6.com, Putra Jaya – Sudah jadi rahasia umum bahwa Malaysia kerap menjadi tujuan para tenaga kerja Indonesia (TKI), meski sejumlah kasus kekerasan melanda para penyumbang devisa besar untuk negara itu. Hal tersebut juga sempat membuat hubungan kedua negara tegang.

“Hubungan kita memang terkadang menjadi renggang, tapi kami tetap memerlukan TKI,” ujar Penasihat Eksekutif Editorial Sinar Harian, salah satu surat kabar terbesar di Malaysia, Abdul Jalil pada Kamis 14 Februari 2019 lalu di kantornya.

Abdul mengatakan bahwa TKI sudah banyak membantu Malaysia sejak dahulu kala. Para TKI banyak yang bekerja di bidang pertanian, perindustrian, tekstil dan juga menjadi asisten rumah tangga (ART).

Ia juga yakin pekerja WNI yang diperlakukan layak di Malaysia jumlahnya jauh lebih tinggi dari kasus kekerasan.

“Kami menentang sekali kekerasan. Kasus kekerasan terhadap TKI di sini selalu diusut ke jalur hukum. Kita tak akan melepaskan begitu saja. Tapi memang proses peradilan membutuhkan waktu,” sebut Abdul.

Salah satu kasus tersebut adalah yang menimpa Adelina Lisao, seorang TKI asal Kupang. Kasus tahun 2018 itu sempat menjadi sorotan global karena pahlawan devisa itu diketahui dipaksa majikannya untuk tidur di samping seekor anjing di area garasi rumah.

“Proses peradilan kasus kematian TKI yang di Penang (Adelina Lisao) masih berjalan di mahkamah hingga saat ini. Majikannya sudah diproses hukum, jangan bimbang,” tutur Abdul.

Menurut Abdul, saat ini ada sekitar dua juta buruh migran di Malaysia, yang mayoritasnya berasal dari Indonesia dan Kamboja. Ia meminta secara khusus kepada Indonesia sebagai tetangga dekat Malaysia untuk tetap berhubungan baik. “Kita ini serumpun. Jangan ada dendam di antara kita,” ucap Abdul.

Ia pun menceritakan bahwa telah memiliki asisten rumah tangga dari Semarang, Indonesia sejak 28 tahun terakhir.

“Mbak Sumi ini sudah menjadi bagian dari keluarga saya. Dia mendidik anak saya, mengajar anak saya mengaji, Bahkan saya dan keluarga pernah dua hingga tiga kali ke kampung dia di Semarang,” ungkap dia.

Abdul menuturkan bahwa hubungan Indonesia dan Malaysia akan terus berjalan baik meski terkendala gesekan kasus kekerasan terhadap sejumlah TKI di negaranya.

“Saya sudah lama berhubungan dengan Indonesia. Kita ada hubungan yang akrab, Ada hubungan akrab ada G2G (government to government), P2P (people to people), B2B (business to business). Malaysia dan Indonesia ini sebenarnya serumpun.”

“Dengan badan-badan seperti Iswami ini. Dia menjadikan hiubungan kita lebih akrab. Jangan ada dendam di antara kita,” tegas Abdul.


Simak video pilihan berikut: 

2 dari 2 halaman

Akses Pendidikan untuk Anak-Anak TKI

Sementara itu, pemerintah RI dan Malaysia telah menyepakati berbagai upaya peningkatan perlindungan dan hak tenaga kerja Indonesia (TKI) di Negeri Jiran.

Hal itu diutarakan oleh menteri luar negeri kedua negara, Menlu RI Retno Marsudi dan Menlu Malaysia Saifuddin Abdullah dalam pertemuan bilateral yang berlangsung di Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta, Senin 23 Juli 2018.

Salah satu aspek yang menjadi perhatian oleh kedua menteri adalah mengenai pentingnya akses pendidikan terhadap anak-anak TKI yang ikut merantau bersama orang tuanya yang bekerja di Negeri Jiran.

“Saya mengapresiasi atas perubahan kebijakan pemerintahan Malaysia saat ini yang menekankan pentingnya akses pendidikan kepada semua orang, termasuk anak-anak TKI di Malaysia,” kata Menlu Retno.

Pada gilirannya, Menlu Saifuddin menjelaskan bahwa Indonesia-Malaysia akan bekerja sama menambah fasilitas pendidikan dan komunitas pembelajaran baru di Sabah. Sebelumnya, kedua pemerintah telah bekerjasama membangun fasilitas serupa di Kuala Lumpur dan Johor.

“Kami akan menindaklanjuti permintaan Indonesia terkait pembangunan sekolah di Sabah,” kata Saifuddin.

Kedua menteri menegaskan bahwa tim teknis dari masing-masing negara akan bertemu untuk merealisasi rencana tersebut.

Prioritas

Pada kesempatan terpisah usai pertemuan bilateral, Menlu RI Retno Marsudi menjelaskan bahwa isu perlindungan WNI dan TKI merupakan agenda prioritas kebijakan luar negeri kedua negara. Sikap tersebut pun telah diejawantahkan melalui sejumlah tindakan positif dari pemerintah Malaysia belakangan terakhir.

“Kita sangat mengapresiasi bagaimana pemerintah Malaysia sekarang sangat kooperatif dalam memberikan notifikasi dan akses kekonsuleran bagi pemerintah RI untuk menangani WNI dan TKI yang terkendala secara hukum,” kata Retno.

“Prioritas terhadap perlindungan WNI dan TKI ini merupakan sebuah pergeseran kebijakan yang baik yang telah menjadi komitmen antara Tun Mahathir dan Presiden Jokowi saat keduanya bertemu di Bogor Juni lalu,” tambah Menlu RI.

Terus Main Buruk, Pique Khawatir Barcelona Dibungkam Lyon

Liputan6.com, Barcelona – Barcelona hanya menang tipis 1-0 atas Real Valladolid dalam lanjutan Liga Spanyol. Gol kemenangan Barcelona dicetak Lionel Messi dari eksekusi penalti.

Sepanjang pertandingan, Barcelona tampil di bawah standar mereka. Beruntung, Valladolid tidak dapat mencetak gol balasan.

Bek Barcelona Gerard Pique menyadari kekurangan timnya dan tidak segan mengkritik rekan-rekan setimnya. Menurut Pique, jika Barca tampil sama buruknya saat melawat ke markas Lyon pada leg pertama 16 besar Liga Champions, Rabu (20/2/2019) dini hari WIB, mereka bisa saja dikalahkan Lyon.

Karena itu, Pique meminta rekan-rekannya untuk menganalisis kekurangan mereka dan berusaha tidak mengulanginya lagi.

2 dari 3 halaman

Tidak Bermain Bagus

Menurut Pique, permainan Barca pada pertandingan tersebut tak bisa dikatakan bagus. Meski berhasil menang, dia yakin tidak ada pemain Barca yang puas dengan performa mereka. Pique khawatir Barca akan kesulitan melawan Lyon jika performa mereka masih sama.

“Kami tidak bermain bagus dan kami bukanlah tim yang kami inginkan. Namun, yang paling penting adalah kami memenangkan pertandingannya,” tutur Pique kepada Marca.

“Akan tetapi sensasi yang kami rasakan tidak bagus, dan kami harus berkembang serta menjadi lebih baik lagi, jika tidak kami akan mengalami masa-masa sulit Selasa nanti [Rabu dini hari WIB, melawan Lyon].”

3 dari 3 halaman

Tak Seperti Barca

Lebih lanjut, Pique merasa ada sesuatu yang salah pada permainan Barca. Mereka bermain di hadapan pendukung sendiri, yang berarti tidak ada tekanan, tapi permainan skuat Barca justru begitu buruk, jauh di bawah standar Barcelona.

“Permainan kami kurang mengalir dan kami tidak mengalirkan bola cukup cepat, tidak menguasai bola atau mendominasi pertandingan untuk menciptakan peluang,” tandasnya.

Penalti Barca sebenarnya cukup kontroversial, sebab pelanggaran terhadap Pique dinilai kurang meyakinkan. Meski demikian, dia menegaskan wasit telah membuat keputusan tepat.

Sumber: Bola.net

Saksikan video pilihan berikut ini:

Yovie Widianto Tak Menyangka Putranya Meneruskan Jejaknya

Liputan6.com, Jakarta – Arsy Widianto, putra dari musikus senior Yovie Widianto, saat ini semakin serius menggeluti bidang musik. Yang terbaru, ia dan Brisia Jodie merilis single duet berjudul “Dengan Caraku”.

Rupanya apa yang dicapai oleh Arsy Widianto saat ini tidak pernah terpikirkan sebelumnya oleh Yovie Widianto. Ia tak berharap anaknya bisa mengikuti jejaknya.

Namun justru putra Yovie Widianto ini menunjukkan hal positif di dunia musik Indonesia.

“Saya sendiri sebetulnya tidak pernah berpikir anak saya untuk mengikuti saya ke musik. Tapi tiba-tiba viewers-nya ada yang 50 juta, banyak viewers-nya menurut saya,” kata Yovie Widianto saat ditemui di konser Hedi Yunus di kawasan Semanggi, Jakarta Selatan, Jumat (15/2/2019).

2 dari 3 halaman

Warna Unik

Yovie Widianto berharap agar apa yang disajikan putranya itu bisa menjadi alternatif lain di dunia musik Tanah Air, dan terlepas dari nama besar Yovie Widianto.

“Moga-moga dia bisa memberikan warna yang unik dan juga bisa memeriahkan musik Indonesia dengan gayanya, enggak apa-apa enggak usah ikutin papanya,” katanya lagi.

3 dari 3 halaman

Membebaskan

Yovie Widianto sendiri sebenarnya membebaskan putranya untuk menjadi diri sendiri. Menjadi apa yang ia inginkan, tidak harus menjadi musisi seperti Yovie Widianto.

“Saya sih bebaskan dia mau jadi apa saja, dia menjadi pelaku ekonomi kreatif, dalam bidang apa saja, dia hobi musik, hobi musik, moga-moga musiknya baik, nyanyinya bagus yang keren, dan juga memberikan inspirasi untuk banyak orang,” tutur Yovie Widianto.

Menandingi Ginseng Korea dengan Purwoceng Dieng

Liputan6.com, Purwokerto – Sejak ratusan tahun lalu, purwoceng, tumbuhan endemik Dataran Tinggi Dieng (DTD) diyakini kaya beragam manfaat. Peningkatan stamina dan vitalitas membuat Purwoceng setingkat sebanding dengan Ginseng, Korea.

Berdasar penelitian, purwoceng mengandung saponin, alkaloid dan tonik. Zat ini berfungsi ini meningkatkan stamina. Yang menonjoldi tumbuhan khas Dieng ini adalah kandungan afrodisiak yang berguna untuk meningkatkan gairah seksual.

Afrodisiak berasal dari nama Aphrodite, dewi Yunani lambang kecantikan dan seksualitas. Maka, perlahan terbentuk perpespsi bahwa purwoceng identik dengan efek viagra, meningkatkan vitalitas pria.

Kandungan zat unik di dalam purwoceng membuatnya diburu. Pemanenan Purwoceng secara langsung dari habitatnya tanpa usaha peremajaan membuatnya langka (endangered species).

Alih-alih bisa mengurangi ketergantungan bahan impor tanaman sejenis, populasi purwoceng semakin menurun. Hal ini tak lepas dari kebutuhan yang semakin tinggi produksi obat-obatan tradisional.

Ahli Teknik Pertanian Unsoed, DR Eni Sumarni Farid mengatakan bahan utama tanaman purwoceng yang dipanen adalah akarnya, maka tindakan pemanenan secara otomatis merusak tanaman secara keseluruhan.

Upaya memproduksi purwoceng secara massal pun sebenarnya telah dilakukan oleh petani Dieng, Namun, mereka terkendala mahalnya harga bibit Purwoceng yang mencapai Rp 4.000-Rp 10 ribu per batang. Bahkan harga benih dapat mencapai jutaan rupiah per ons.

Budidaya purwoceng di lahan terbuka terkendala iklim yang fluktuatif akibat hujan dan angin. Kondisi ini juga menyebabkan hasil panen purwoceng tak seragam. Curah hujan tinggi di lahan terbuka juga dapat mengakibatkan sebagian atau seluruh tanaman rusak, dan memicu hama dan penyakit tanaman.

2 dari 3 halaman

Purwoceng Mampu Gantikan Ginseng Korea

Sebaliknya, setiap tahun sentra produksi purwoceng mengalami musim kemarau yang dapat menyebabkan cekaman lingkungan dan dapat berdampak negatif bagi tanaman Purwoceng.

Karenanya, perlu upaya untuk pengembangan tanaman purwoceng sekaligus mendukung pariwisata daerah Banjarnegara. upaya peningkatan produksi purwoceng di Sentra Banjarnegara dilakukan melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat Hi-Link (Kemenristekdikti) antara Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) dan Kelompok Tani Grend Potato.

Eni menerangkan, program Hi-Link ini mendorong produksi Purwoceng secara terencana, terkendali, bebas pestisida dan memperhatikan konservasi lahan. Produsen atau sentra-sentra produksi purwoceng akan tumbuh dengan adanya transfer teknologi Unsoed.

“Rancang bangun greenhouse terkendali untuk iklim tropika basah seperti Indonesia. Konservasi lahan akan mendorong kelestarian lingkungan dan keberlanjutan pengusahaan purwoceng dalam rangka mengurangi status kepunahan Purwoceng,” ucapnya, dalam keterangannya kepada Liputan6,com, dikutip Sabtu, 16 Februari 2019.

Eni mengungkapkan, Indonesia memiliki ketergantungan yang besar terhadap obat impor, sehingga perlu alternatif substitusi produk dalam negeri. Produk ekstrak herbal seperti ginseng memiliki pasar terbesar di dunia.

Klaim terhadap khasiat yang dimiliki, prospek pengembangan serta tren investasi ke depan, komoditas tanaman obat potensial yaitu purwoceng. Purwoceng dapat dikembangkan untuk komplemen dan substitusi ginseng impor.

“Saat ini purwoceng kurang lebih 90 persen digunakan untuk keperluan domestik, sedangkan penggunaan untuk industri farmasi masih terbatas. Industri jamu kekurangan bahan baku dan beralih ke ginseng impor,” ucap Eni.

Melalui skema pengabdian Hi Link, Kementrian Ristekdikti melakukan pengabdian kepada masyarakat dengan membina kelompok tani purwoceng serta bermitra dengan Dinas Pertanian, Perikanan dan Peternakan Kabupaten Banjarnegara untuk membantu peningkatan produksi purwoceng dan olahannya.

“Fluktuasi produksi tanaman obat purwoceng menjadi salah satu kendala pemenuhan permintaan,” kata Dosen Program Studi Ilmu Gizi, Jurusan Kesehatan Masyarakat, FIKES, Unsoed ini.

3 dari 3 halaman

Intensifikasi Budidaya Purwoceng di Greenhouse

Menurut dia, perlu penerapan teknik budidaya yang baik dan pengembangan sentra produksi purwoceng untuk mengurangi ketergantungan yang besar terhadap obat impor. Ini dapat dilakukan dengan penanaman yang terkontrol di dalam greenhouse.

Eni pun mengklaim, mulai 40 hari setelah tanam nampak perbedaan pertumbuhan antara tanaman yang dikontrol di dalam greenhouse dengan purwoceng yang ditanam di luar greenhouse. Teknik irigasi yang diberikan di dalam greenhouse menggunakan irigasi drip atau tetes.

Irigasi tetes adalah metode pemberian air pada tanaman secara langsung, baik pada areal perakaran tanaman maupun pada permukaan tanah melalui tetesan secara kontinyu dan perlahan. Efisiensi penggunaan air dengan sistem irigasi tetes dapat mencapai 80 persen.

Nutrient Film Tehnique (NFT) merupakan metode budidaya tanaman di mana akar tanaman tumbuh di dalam larutan nutrisi sangat dangkal yang membentuk lapisan tipis nutrisi (nutrient film) dan tersirkulasi. Dengan begitu, tanaman dapat memperoleh unsur hara, air, dan oksigen yang cukup.

“Keuntungan sistem aeroponik dan NFT yaitu kemudahan panen, akar dapat dipanen sesuai ukuran dan dapat dilihat melalui slab atau talang, kontrol nutrisi, efisien dalam penggunaan lahan sehingga menguntungkan,” ucapnya.

Eni pun mengklaim, teknologi greenhouse dan penanaman secara irigasi drip dan NFT menghasilkan sayuran yang bebas pestisida setelah diuji di Laboratorium Sucofindo (Sumarni, 2015) dan untuk purwoceng tahun 2017. Pengembangan sentra produksi purwoceng ini dapat mendukung ketersediaan obat unggulan daerah dan mencegah kepunahan di sentranya, Dieng.

Rencana ke depan adalah penyempurnaan olahan, kemasan dan diversifikasi produk purwoceng. Produk purwoceng berupa minuman, keripik daun purwoceng. Produk khas purwoceng dengan campuran sidat merupakan produk khusus untuk stamina dan vitalitas pria.

“Produk ini juga mendapatkan perhatian dalam program pengabdian ini, yaitu untuk label komposisi atau kandungan secara jelasnya dan selanjutnya perlu dilakukan pendaftaran sertifikasi halal dalam rangka persiapan pemasaran dan juga perbaikan kemasan agar berdaya saing,” Eni Menambahkan.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Sudah 6 Gol untuk Milan, Piatek: Ini di Luar Perkiraan

BergamoKrzysztof Piatek mencetak dua gol saat AC Milan menang atas Atalanta. Sudah bikin enam gol, penyerang Polandia itu mengaku performanya melampaui ekspektasinya.

Piatek encetak dua gol saat Milan mengalahkan Atalanta di Stadio Atleti Azzuri d’Italia, Minggu (17/2/2019) dini hari WIB di pekan ke-24 Liga Italia. Gol pertama dan ketiga ia lesakkan.

Dua gol itu membuat Piatek sudah mengoleksi enam gol untuk Milan, sejak diangkut dari Genoa di bursa transfer Januari. Rinciannya, empat ia lesakkan di Liga Italia dan dua di Coppa Italia. Total 17 laga sudah ia lesakkan di liga musim ini.

Bisa mencetak enam gol dari lima pertandingan bersama Milan diakui Piatek di luar ekspektasinya. Penyerang 23 tahun itu tak menyangka bisa semoncer ini.

“Saya selalu percaya diri dan yakin mampu membuat banyak gol. Tapi, saya harus mengakui enam gol dari lima laga benar-benar di luar perkiraan,” ujarnya kepada Milan TV.

Pada laga di Stadion Atleti Azzurri d’Italia kandang Atalanta, Minggu (17/2/2019) dini hari WIB, Piatek mencetak gol pertama dengan indah. Ia membuat tendangan voli dalam kondisi membelakangi gawang, memanfaatkan umpan melengkung Ricardo Rodriguez.

“Saya sebenarnya dijaga ketat, tapi tahu bola akan datang ke dalam kotak cepat atau lambat. Jadi saya membuat pergerakan untuk memastikan bisa mendapat bola,” sambungnya.

“Saya senang bisa mencetak dua gol hari ini dan ingin terus seperti ini. Saya adalah striker dan senang mencetak gol tiap laga,” tambah dia.

(yna/raw)

Bangun Proyek Infrastruktur, Gunakan APBN atau Ajak Swasta?

Liputan6.com, Jakarta – Jelang Debat Capres 2019 kedua, kubu Pasangan Calon (Paslon) nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) dan Paslon nomor urut 02 Prabowo Subianto ramai memperdebatkan isu infrastruktur yang bakal menjadi salah satu topik dalam sesi debat yang akan berlangsung pada Minggu 17 Februari 2019 mendatang.

Seperti yang diutarakan Sandiaga Salahuddin Uno, Calon Wakil Presiden nomor urut 02 yang menyatakan mau membangun infrastruktur tanpa utang dengan banyak melibatkan swasta lewat skema Public Private Partnership (PPP).

Sementara itu, Jokowi yang juga seorang petahana sebenarnya telah menggaet swasta dalam pembangunan di masa pemerintahannya, yakni menggunakan skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) maupun konsep perusahan patungan atau Joint Venture (JV).

Kendati demikian, Pengamat Infrastruktur dari Universitas Indonesia Wicaksono Adi beranggapan, informasi mengenai kejelasan suatu proyek masih sulit terlacak.

“Data belum terpublikasi secara luas. Informasi kepada masyarakat terhadap status proyek apakah digarap oleh BUMN, swasta, joint venture belum ter-publish secara luas. Barangkali masyarakat perlu diinformasikan lebih,” ungkap dia kepada Liputan6.com, seperti ditulis, Minggu (17/2/2019).

Lebih lanjut, ia memberikan pendapat, sebuah proyek infrastruktur idealnya dibangun lewat APBN. Namun, menyoroti situasi ekonomi saat ini, pemerintah disebutkannya akan turut menggandeng investor, baik dari dalam maupun luar negeri.

“Melihat situasi yang ada, maka kemungkinan besar proyek selanjutnya yang akan dibangun akan melibatkan investor, baik nasional atau internasional,” ujar dia.

2 dari 3 halaman

Anggaran Infrastruktur

Sebagai informasi, pemerintah pada 2019 ini bakal menggelontorkan anggaran infrastruktur Rp 415 triliun, meningkat dari prospek 2018 sebesar Rp 410,4 triliun.

Jumlah dana tersebut akan dipakai untuk berbagai kelanjutan proyek, seperti pembangunan jalan mencapai 1.834,7 km, pembangunan jalan tol sebanyak 16 proyek, hingga menyediakan 68,9 ribu unit rumah untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Bila kucuran dana APBN terhitung belum cukup memuluskan seluruh target tahun ini, Wicaksono Adi meneruskan, kabinet pemerintahan di era berikutnya perlu membuat klasifikasi proyek infrastruktur mana saja yang bernilai strategis dan harus diprioritaskan.

“Perlu dibuat klasifikasi, apakah proyek itu bersifat strategis. Jika iya, sebaiknya menggunakan dana APBN. Tapi kalau misalkan infrastrukturnya tidak bersifat strategis dan sensitif, itu bisa libatkan investor luar negeri,” tutur dia.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Mauro Icardi Diklaim Capai Kesepakatan dengan Juventus

Liputan6.com, Milan – Sejak awal musim, Mauro Icardi santer bakal meninggalkan Inter Milan. Hal ini diindikasikan dari alotnya proses pembicaraan kontran baru penyerang asal Argentina itu di Giuseppe Meazza.

Baru-baru ini, Inter Milan mengambil keputusan besar. Inter mencopot ban kapten dari tangan Mauro Icardi sehingga dia tak bersedia tampil saat menghadapi Rapid Vienna.

Mauro Icardi kabarnya menolak bermain untuk Inter karena sudah mencapai kesepakatan dengan Juventus untuk pindah ke Turin. “Saya rasa Inter tahu bahwa Icardi sudah mencapai kesepakatan dengan Juventus,” ujar Valer De Maggio kepada Radio Kiss Kiss.

2 dari 3 halaman

Sudah Terendus

Dalam pengamatan De Maggio, Inter Milan memutuskan untuk mencopot ban kapten Icardi dengan pertimbangan matang. Ia menilai bahwa kehadiran Giuseppe Marotta yang merupakan mantan Direktur Juventus di manajemen Inter membuat mereka memahami situasi Icardi sebenarnya.

“Inter adalah klub yang besar dan Marotta adalah seorang direktur yang hebat. Mereka tidak akan melakukan itu [mencopot ban kapten Icardi] tanpa alasan yang tidak masuk akal.”

3 dari 3 halaman

Sudah Sepakat

Menurut De Maggio, pencopotan bak kapten bukan satu-satunya alasan Icardi tak mau bermain melawan Rapid Vienna. Sang jurnalis percaya Icardi sudah sepakat bergabung dengan Juventus sehingga ia sudah enggan berkomitmen bersama Inter.

“Saya merasa Inter melakukan keputusan yang besar dengan mencopot status kaptenya. Bagi saya pribadi, saya percaya Icardi sudah mencapai kesepakatan dengan Juventus.” tandasnya.

Inter Milan kabarnya menuntut bayaran sebesar 110 juta Euro bagi Juventus jika mereka benar-benar meminati Icardi.

Sumber: Bola.net

Saksikan video pilihan berikut ini:

Putra Bocah Penjual Cilok di Mata Guru: Si Anak Ceria yang Tak Pernah Mengeluh

JakartaMuhammad Saputra atau Putra (12) sempat sering membolos sekolah karena berjualan cilok. Beruntung guru-guru memberikan dukungan sehingga Putra kini bisa bersekolah sambil berjualan.

detikcom menemui Pati Fitriani, wali kelas 3A SDN Jurangmangu Timur 01, Jalan H Sarmili, Jurangmangu Timur, Pondok Aren, Tangsel, Jumat (15/2). Kabar Putra berjualan diketahui para guru sejak mengetahui Putra sering tidak masuk sekolah.

“Ada yang bilang, ‘kayanya Putra jualan deh’ di grup sekolah, grup kelas kami, kalau Putra berjualan di sekitar,” kata Pati.

Selama berjualan di luar, Putra sering membolos bahkan hingga berhari-hari tidak masuk kelas. “Seminggu itu tiga kali aja masuknya, kadang dua kali,” imbuh Pati.

Kepala sekolah SDN Jurangmangu 01 juga akhirnya mengetahui hal ini setelah kisah Putra viral di media sosial. Akhirnya, pihak sekolah pun mengizinkan Putra untuk berjualan di sekolah.

“Setelah itu dia masuk dan saya tanya, ‘Putra kamu jualan?’, terus dia jawab, ‘Iya, harus membantu kakak untuk jualan’. Setelah viral seperti itu, kepala sekolah saya mendengar. Kemudian, ya sudah, memberikan keputusan untuk mengizinkan Putra berjualan di sekolah agar dia masuk setiap hari,” sambungnya.

Jualan di Sekolah

Pati mengetahui Putra sempat dibiayai oleh orang tua asuh. Namun dua bulan belakangan ini Putra tidak lagi dibantu oleh orang tua asuhnya itu, sehingga terpaksa harus berjualan cilok.

“Iya, awal masuk itu udah oleh seperti orang tua asuh begitu. Lalu saat berjalan pembelajaran, jarang masuk lagi. Mungkin sudah tidak diasuh sama orang tua asuh, makanya dia harus berjual. Tadinya jualannya pagi, mungkin karena capek atau apa jadinya dia tidak sekolah,” terangnya.

Pihak sekolah merasa prihatin dengan keadaan Putra. “Ya, saya miris melihatnya. Anak sekecil itu harus menanggung beban keluarganya. Memang sebenarnya, Putra itu tidak layak untuk berjualan. Karena kan tugasnya dia itu untuk belajar,” katanya.

“Sebagai pihak sekolah, ya, mengimbau agar orang tuanya atau orang yang mengasuh Putra itu lebih memperhatikan Putra lagi dalam masalah pendidikannya. Karena ini penting buat Putra. Karena Putra kan masih usia-usia belajar, usia sekolah. Sepatutnya tidak diberi pekerjaan yang berat seperti ini,” tambahnya

Selain para guru, Putra juga mendapat dukungan dari teman-temannya. Teman-temannya yang merasa kasihan dengan kondisi itu membantunya dengan membeli jajan cilok yang dijual Putra.

“Mereka antusias untuk membantu. Karena mereka melihat, mereka udah tahu kan Putra seperti apa, ‘Ya udah kita beli semua dagangannya’, ‘Jajannya di Putra aja’, gitu,” sambungnya.

Anak Ceria

Di kelasnya, Putra termasuk salah satu murid yang ceria. Meski kondisinya susah, Putra tidak pernah bersedih. Putra tidak segan-segan menceritakan yang dialaminya kepada gurunya.

“Dia yang anak sangat ceria ya. Dia tuh ga pernah menunjukkan sedih atau sedang menderita atau gimana gitu. Dia tuh sekolah dengan keceriaan-keceriaan yang dibawa. Jadi, suka cerita tentang apapun. ‘Bu, hari ini aku ketemu sama Mas Dika’, ‘Mas Dika itu siapa?’, ‘Itu orang yang bantu aku, di tokonya, aku dibantu’. Kemudian dibeliin ini dibeliin itu. Suka bercerita tentang semuanya gitu,” terangnya.

Putra juga sangat dekat dengan para guru. Putra sering diminta untuk mengambilkan pesanan bawang goreng ke tetangganya. Dia mendapat upah dari penjual bawang goreng Rp 20 ribu untuk sekali pesanan.

Kurang Berprestasi

Hanya saja, Putra mengalami sedikit masalah dalam sekolahnya. Di sekolah, Putra kurang berprestasi karena jarang masuk sekolah. Guru khawatir Putra semakin tertinggal karena sering meninggalkan sekolah.

“Jadi dia kan tidak begitu pandai, maksudnya, bukan begitu, bahkan tertinggal jauh. Karena dia kan jarang masuk. Jadi karena pengaruh tidak pernah masuk. Jadi dia ketinggalan pelajaran. Mungkin kita mau ubah lagi, biar dia rajin belajar,” sambungnya.

Apalagi, Putra saat ini sudah yatim piatu. Guru khawatir, Putra tidak ada yang mengingatkan dalam hal urusan pelajaran di sekolah.

“Ya, mungkin bukan hanya dagangnya ya. Mungkin di sana, anak sekecil itu kan perlu ditanya, ada PR tidak, ada yang bantu PR-nya tidak. Mungkin dari pihak keluarga hanya menyuruh-nyuruh Putra untuk berjualan tanpa memikirkan Putra-nya harus seperti apa gitu lho. Sebenarnya kalau kakaknya lebih perhatian atau memang ada orang yang mau membantu Putra, orang tua asuh yang lebih memperhatikan pendidikan Putra, itu lebih baik bagi Putra,” paparnya.
(mei/gbr)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>