Nilai Liverpool Pantas Menang, Sarri Juga Kritik Wasit

LiverpoolChelsea takluk dari Liverpool saat melawat ke Anfield di lanjutan Liga Inggris. Maurizio Sarri mengaku salah, tapi juga mengkritik wasit.

Dalam pertandingan lanjutan Liga Inggris yang selesai, Senin (15/4/2019) dinihari WIB, Chelsea kalah 0-2 dari Liverpool. Gawang yang dikawal oleh Kepa Arrizabalaga dibobol oleh Sadio Mane dan Mohamed Salah.

Sarri menilai bahwa sudah ada pelanggaran lebih dulu sebelum gol pertama Liverpool. Salah membuat Emerson terjatuh saat melakukan penjagaan, hingga keputusan wasit pun dikritik.

“Saya pikir ada pelanggaran pada Emerson, Premier League mempunyai level paling bagus di dunia, tapi tidak wasitnya. Saya pikir level dari para wasit tak sejalan dengan kejuaraannya,” kata Sarri di BBC.

“Mungkin wasit benar, saya tak ingin mengatakan apapun mengenai itu. Tapi dilihat dari bangku cadangan saya kira itu pelanggaran. Tapi jelas, Liverpool pantas untuk menang,” dia menambahkan.

Bukan kali ini saja Sarri mengeluhkan kinerja wasit Premier League. Saat Chelsea kalah dari Tottenham Hotspur, Italiano itu juga menyoroti kinerja wasit.

(cas/din)

Hengkang dari Chelsea, Fabregas Salahkan Sarri dan Jorginho

Liputan6.com, London – Cesc Fabregas akhirnya buka suara soal alasannya meninggalkan Chelsea Januari lalu. Ternyata ia kesal dengan dua rekrutan terbaru The Blues, manajer Maurizio Sarri dan gelandang Jorginho.

Fabregas bergabung ke Chelsea dari Barcelona sejak 2014. Pemain asal Spanyol itu tak tergantikan di lini tengah The Blues.

Namun sejak Sarri menjadi manajer peruntungannya berubah. Ia hanya menjadi pemain pelapis dan membuat Fabregas akhirnya pindah AS Monaco.

“Saya bisa saja memperpanjang kontrak di Chelsea saat itu. Namun Sarri datang dan membawa pemain yang dianggap seperti anaknya sendiri,” kata Fabregas seperti dilansir Mirror.

“Untuk beberapa alasan sangat sulit sekali bermain rutin saat itu. Meskipun saya atau beberapa pemain lain lebih baik darinya,” katanya menambahkan.

Liverpool vs Chelsea: 3 Pemain The Reds Idaman Maurizio Sarri

Salah satu pemain yang paling banyak dikritik dalam susunan pemain baru Chelsea musim ini adalah bek kiri Spanyol Marcos Alonso. Alonso tampil luar biasa sebagai bek sayap kiri Chelsea di bawah sistem 3-4-3 yang diterapkan manajer sebelumnya Antonio Conte.

Pergantian pelatih ke Maurizio Sarri dengan pola 4-3-3 telah menjadikannya sangat terbatas dalam hal permainan pertahanannya. Sarri telah mencoba menggunakan Emerson di posisi itu sebagai gantinya, tetapi bek sayap asal Brasil itu juga tidak bisa menunjukkan permainan terbaiknya.

Liverpool di sisi lain mampu menemukan bek kiri terbaik di negara ini, yakni Andrew Robertson dari Skotlandia.

Sederhananya, Robertson terlihat lebih unggul dari Alonso dalam segala hal musim ini; dia tidak hanya telah memberikan opsi pertahanan yang lebih kuat bagi The Reds – yang memiliki lebih sedikit gol daripada Chelsea dan selalu terlihat lebih kokoh di belakang.

Menurut statistik, Robertson juga membuat operan kunci lebih banyak per pertandingan, membuat dribel lebih sukses per pertandingan dan kehilangan bola lebih sedikit dari Alonso juga. Maka tidak menutup kemungkinan Sarri mungkin akan senang memiliki Robertson di timnya – dan dia hampir pasti berada di starting line-up.

Fans Chelsea Kesal Sarri Kritik Kante

Sarri ngotot mempertahankan filosofi sepak bolanya. Dia mengaku sangat memerlukan pemain kreatif di lini tengah untuk melakukan itu. Artinya, Sarri meminta Kante bermain lebih ke kanan atau ke kiri supaya memberi ruang bagi Jorginho.

“Menurut saya, Kante bisa bermain dengan dua gelandang dan tiga gelandang dalam sepak bola saya, dia sebaiknya bermain di kanan atau di kiri sebab di tengah saya ingin memainkan pemain dengan teknik tinggi,” kata Sarri di Express.

“Melawan Brighton, Jorginho mencatatkan 161 umpan. Jadi, dalam sepak bola kami, sangatlah penting memiliki gelandang tengah dengan teknik tinggi dan cara berpikir yang cepat supaya dia bisa bermain dengan satu sentuhan.”

Tentang Hazard dan Prioritas Sarri Jelang Liverpool vs Chelsea

London – Laga sengit tersaji di pekan ke-34 Liga Inggris, saat Liverpool jumpa Chelsea. Ada sorotan soal Eden Hazard dan prioritas manajer The Blues, Maurizio Sarri.

Liverpool akan menjamu Chelsea di Stadion Anfield, Minggu (14/4/2019). Kedua tim diyakini membawa misi berbeda.

Liverpool saat ini sedang bersaing memperebutkan gelar juara Liga Inggris dengan Manchester City. Karena itu, The Reds akan menjadikan kemenangan target utama untuk mengamankan peluangnya mengangkat trofi.

Sementara Chelsea, yang sedianya sedang berusaha lolos ke Liga Champions, dinilai akan menganggap biasa laga nanti. The Blues dinilai lebih fokus menjuarai Liga Europa.

Liga Europa diincar Chelsea karena Sarri dinilai lebih ingin mendapatkan trofi. Selain itu, kemenangan di Liga Europa bisa sekaligus membawa Si Biru ke Liga Champions musim depan. Saat ini, Chelsea sudah menjejak perempatfinal dan baru saja mengalahkan Slavia Praha 1-0 pada leg pertama, Jumat (12/4/2019) dini hari WIB.

Untuk memuluskannya, Sarri pun diyakini akan mengistiratkan Hazard saat melawan Liverpool. Pemain Belgia itu sudah bikin 19 gol untuk Chelsea musim ini, mengulangi capaian terbaiknya pada musim 2014/2015.

Hal diatas diutarakan pundit sekaligus mantan pemain Arsenal, Paul Merson. Dengan analisisnya, ia memprediksi Liverpool bisa memanfaatkan situasi Chelsea. Merson pun penasaran pada dua hal, apakah Hazard dimainkan dan bagaimana prioritas Sarri untuk Chelsea.

“Saya tak yakin Eden Hazard akan bermain, mengingat Liga Europa adalah kompetisi besar untuk Chelsea saat ini. Bagi manajer, memenangi kompetisi tersebut lebih penting ketimbang lolos empat besar. Apalagi untuk manajer yang tak pernah memenangi apapun sebelumnya,” kata Merson kepada Sky Sports, seperti dilansir Express.

“Ini [Liga Europa] akan menjadi kesempatan besar bagi Maurizio Sarri. Sehingga akan muncul pertanyaan, tim seperti apa yang akan mereka turunkan di laga nanti [melawan Liverpool.”

“Jika Chelsea bermain full team, dan tak khawatir pada pertandingan Kamis [melawan Slavia Praha], laga bisa saja menarik. Tak perlu diragukan lagi. Tapi, saya masih mengunggulkan Liverpool,” ujarnya.

(yna/mrp)

Chelsea Vs West Ham: Sarri Bicara Peran Abramovich

Liputan6.com, London – Chelsea bakal menjamu West Ham United dalam lanjutan Liga Inggris, Selasa (9/4/2019) dinihari WIB di Stamford Bridge. Jelang pertandingan, Pelatih Chelsea, Maurizio Sarri buka suara soal peran pemilik klub, Roman Abramovich.

Sarri menegaskan, Abramovich tetap punya peran penting kendati mulai jarang menonton langsung pertandingan Chelsea di Stamford Bridge.

“Dia sedang punya masalah. Tetapi dia tetap terlibat di klub dan dengan tim,” kata Sarri seperti dilansir Skysports.

Abramovich diketahu sedang bermasalah dengan visanya. Miliarder asal Rusia itu baru saja mengambil kewarganegaraan Israel, yang berdampak kepada visanya.

Menurut hukum yang berlaku di Inggris, pemegang kewarganegaraan Israel bisa bebas masuk tanpa visa selama enam bulan. Namun mereka tidak diperkenankan untuk bekerja.

Masalah inilah yang membuat Abramovich jarang menghadiri pertandingan Chelsea. Rumornya, masalah visa juga memicu keinginan Abramovich menjual klub yang dibelinya pada 2003 tersebut.

Berita video tentang beberapa pelatih yang berpeluang menggantikan Maurizio Sarri di Chelsea.

Sarri: Pemilik Chelsea Lebih Suka Berbicara dengan Zola

“Berapa banyak saya sering berkomunikasi dengan Abramovich? Jujur saja dia lebih sering bicara dengan asisten saya, Gianfranco Zola,” kata Sarri seperti dilansir Evening Standard.

“Dia pemilik klub ini dan punya kebebasan berbicara dengan siapapun, pemain, staf. Lagipula Zola memang lebih fasih berbahasa Inggris ketimbang saya,” kata Sarri menambahkan.

“Situasi ini juga pernah saya alami di Napoli. Pemilik klub hanya datang ke markas latihan sebulan sekali, jadi tidak masalah.”

Bela Higuain yang Belum Tajam, Sarri Sebut-sebut Suarez

LondonGonzalo Higuain belum produktif bersama Chelsea. Manajer The Blues, Maurizio Sarri, membela dia, dengan menyebut-nyebut Luis Suarez saat di Liverpool.

Higuain dipinjam Chelsea dari Juventus pada bursa transfer musim dingin lalu. Pemain asal Argentina itu diharapkan bisa menjadi alternatif striker tengah dengan tak tajamnya Alvaro Morata dan Olivier Giroud.

Sudah tampil 10 kali sebagai starter di semua ajang, Higuain baru mencetak tiga gol. Catatan itu jelas masih jauh dari harapan publik Stamford Bridge.

Higuain pernah disebut Sarri kesulitan beradaptasi dengan Liga Inggris. Italiano mengungkapkan keyakinannya pada Pipita.

“Dia harus meningkatkan fisik dan mentalitasnya, sehingga bisa berguna bagi kami pada bagian terakhir musim,” ujarnya pada konferensi pers dilansir Sportskeeda.

“Tidak mudah bermain di Premier League pada bulan-bulan pertama. Itu juga menjadi masalah bagi Suarez pada musim pertamanya di Liverpool. Tapi, pada musim kedua dia membuat 23 gol.”

“Sulit bagi seorang striker untuk langsung bermain bagus. Saya rasa dia membutuhkan waktu untuk memperbaiki kondisi sampai akhirnya cocok bermain di Premier League. Saya pikir dia mampu melakukannya,” tutur Sarri.

Sarri juga berkomentar soal potensi Higuain dipermanenkan oleh Chelsea. Ia menginginkan itu, tapi keputusan ada pada pihak klub.

“Ya. Tapi, ini tergantung klub (Chelsea) dan Juventus. Situasi belum jelas saat ini,” tuturnya.

(cas/cas)

Kritik Pedas Hampiri Sarri karena Istirahatkan Hazard

Liputan6.com, Jakarta Chelsea cukup beruntung mengalahkan Cardiff City 2-1 pada lanjutan Premier League 2018/19, Minggu (31/3) malam WIB kemarin. Kemenangan The Blues, tidak lepas dari gol kontroversial Cesar Azpilicueta yang sebenarnya berada dalam posisi offside.

Kemenangan itu memang diwarnai keberuntungan. Maurizio Sarri kembali dikecam oleh suporter The Blues nyaris sepanjang laga. Mereka masih tidak puas dengan Sarriball yang belum juga membuahkan hasil.

Tak hanya itu, Sarri juga dikecam karena keputusannya mencadangkan Eden Hazard. Bintang Chelsea itu baru bermain di menit ke-53 untuk menggantikan Pedro. Sarri berdalih Hazard sedikit kelelahan pasca kembali dari jeda internasional dan butuh waktu untuk beristirahat.

Keputusan Sarri ini dikecam langsung oleh Steve Nicol, analis ESPN FC. Di satu sisi, Chelsea ingin menembus empat besar, tetapi pada momen krusial seperti ini Sarri justru mencadangkan Hazard. Entah karena kelelahan atau alasan apa pun, Sarri tidak bisa mengambil risiko seperti itu.

“Jadi saya berasumsi Chelsea ingin menembus empat besar. Mereka harus menghadapi beberapa pertandingan. Baik, 10 atau 11 laga [termasuk Liga Europa], lalu bagaimana?” tanya Nicol.

“Anda seharusnya bisa memainkan 10 atau 11 laga sisa. Saya tidak peduli siapa anda. Saya tidak peduli berapa banyak laga yang telah anda lalui musim ini. Inilah tahap terpenting dalam semusim, anda harus memainkan 11 pemain terbaik anda mulai saat ini sampai akhir musim.”

Sarri Terbiasa Dapat Cacian dari Suporter Chelsea

Liputan6.com, London – Manajer Chelsea, Maurizio Sarri mengaku siap melakukan segalanya untuk memenangkan kembali hati dan dukungan fans The Blues. Dia percaya pada akhirnya dia akan mendapatkan dukungan penuh dari suporter setia Chelsea.

Posisi Sarri tidak terlalu aman sejak pertengahan musim ini. Dia belum benar-benar mampu meyakinkan fans terhadap gaya sepak bola yang dia hadirkan. Kondisi ini memunculkan rumor negatif soal masa depan Sarri bersama Chelsea.

Sarri datang dengan gaya sepak bola khas yang disebut dengan Sarriball. Dia mengandalkan Jorginho sebagai motor permainan tim dari lini tengah. Taktik itu bagus, sayangnya permainan tersebut mudah dibaca lawan.

Terakhir, Chelsea meraih kemenangan beruntung 2-1 atas Cardiff City di laga lanjutan Premier League, Minggu (31/3) malam kemarin. Permainan Chelsea buruk sepanjang laga, gol kemenangan mereka di ujung laga juga cukup kontroversial.

Sebab itu, Sarri yakin hanya waktu yang bisa menjawab keraguan fans. Sarri mengaku tidak ada yang salah dengan reaksi fans, dia paham alasan di balik reaksi mereka.

Juga, Sarri percaya para pemain Chelsea telah memberikan segalanya. Dia ingin fans terus mendukung pemain, bukan dirinya.

“Saya sudah berada di lapangan selama 45 tahun terakhir jadi saya sangat tahu reaksi fans. Saya sangat memahami itu karena saya juga sangat kecewa terhadap para pemain sebab mereka terus berjuang,” kata Sarri di Chelsea FC.