Saran Bos Indosat Jika Jokowi Mau Buyback Saham

Jakarta – Direktur Utama PT Indosat Tbk Chris Kanter bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi), Kamis (29/11/2018). Ada beberapa hal yang dibicarakan, salah satunya terkait rencana pembelian kembali (buyback) saham Indosat yang telah dijual ke investor Qatar.

Dalam pertemuan itu Chris menjelaskan kepada Jokowi saat ini bukanlah waktu yang tepat jika pemerintah ingin buyback. Dia menjelaskan saat investor Qatar membeli saham Indosat dari pemerintah nilai kapitalisasi pasar perusahan sekitar US$ 3,3 miliar, sementara saat ini turun menjadi kurang dari US$ 1 miliar, sehingga tidak mungkin investor tersebut mau menjual dalam posisi rugi.

“Dia itu uangnya banyak dan tujuannya mau jadi operator dunia. Tidak mungkin mau jual rugi apalagi dia banyak duit. Saya jelaskan tentu kalau mau lakukan buyback harus waktu yang tepat. Kalau sekarang si pemegang mayoritas tidak mau melepas sahamnya,” terang Chris kepada detikFinance, Kamis (29/11/2018).Ooredoo juga berambisi menjadi operator terbesar di dunia. Perusahaan Qatar itu ingin mengembangkan Indosat lantaran sekitar 40% pelanggannya berasal dari Indosat.
“Pelanggan Indosat itu 40% dari seluruh grup yang tersebar di 11 negara. Jadi logikanya dia tidak dalam appetite jual, apalagi jual dalam kondisi rugi,” ujar Chris.

Kalaupun Ooredoo mau memberikan diskon 50% atas harga saham yang mau dijual ke pemerintah, menurut Chris negara malah justru dirugikan.

“Katakanlah belinya dengan hitungan nilai kapitalisasi pasar US$ 1,5 miliar, ya buat pemerintah merugikan kan barangnya sebenarnya US$ 1 miliar. Itu malah jadi isu besar,” tambahnya.

Menurut Chris kalaupun pemerintah punya uang untuk melakukannya juga lebih baik digunakan untuk membiayai proyek-proyek penting lainnya. Dia juga menyarankan agar pemerintah fokus untuk mendorong perkembangan industri telekomunikasi tanah air.

“Lebih baik didorong untuk maju, malah secara komersial itu si telco-telco pasti akan berkonsolidasi, ke depan pasti itu. Justru saat itu timing yang bagus untuk pemerintah untuk melihat peluang-peluang yang ada,” terangnya.

Chris menambahkan sebenarnya pemerintah melalui Menteri BUMN Rini Soemarno beberapa waktu lalu sudah pernah difasilitasi bertemu dengan investor Qatar untuk menyampaikan niat membeli kembali Indosat Ooredoo, namun Qatar memang tidak memiliki rencana untuk menjual.

Bahkan sebaliknya saat ini mereka justru menyetujui perusahaan untuk meningkatkan nilai capex secara masif untuk bisa berkembang lebih cepat ke depan yakni sebesar US$ 2 miliar untuk 3 tahun.

Seperti diketahui saham Indosat dibeli oleh Singapore Technologies Telemedia Pte. Ltd. (STT) sebanyak 41,94% pada 2002 silam. Selanjutnya pada 2008 saham Indosat secara tidak langsung diakuisisi oleh Qatar Telecom (Qtel) Q.S.C. (Qtel) melalui Indonesia Communications Limited (ICLM) dan Indonesia Communication Pte. Ltd. (ICLS) sejumlah 40,81%.

Kemudian Qtel membeli saham seri B sebanyak 24,19% dari publik sehingga menjadi pemegang saham mayoritas Indosat dengan kepemilikan sebesar 65% pada 2009. Dengan demikian Qtel atas nama Ooredoo Asia Pte. Ltd. (dahulu Qtel Asia Pte. Ltd.) sampai saat ini menguasai 65% saham Indosat. (das/hns)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *