Kubu Jokowi-Ma’ruf Kumpulkan Bukti Dugaan Kampanye di Munajat 212

Liputan6.com, Jakarta – Direktur Hukum dan Advokasi Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Ade Irfan Pulungan sedang mengumpulkan bukti-bukti adanya dugaan pelanggaran pemilu dalam acara Munajat 212 di Monas, Jakarta, kemarin, 21 Februari 2019.

Irfan menduga acara tersebut bermuatan politis dan sarat dengan dukungan kepada pasangan calon tertentu. Pihaknya akan mengumpulkan bukti-bukti guna dijadikan dasar melaporkan Bawaslu. 

“Kami lagi menghimpun data secara detail agar kami bisa melaporkan ini kepada pihak Bawaslu,” kata Irfan Pulungan saat jumpa pers di Posko Cemara, Jakarta Pusat, Jumat (22/2/2019).

Irfan mengimbau Bawaslu supaya mengumpulkan fakta-fakta di lapangan sebagai temuan dugaan pelanggaran di acara Munajat 212. Apalagi, TKN mengantongi informasi bahwa personel Bawaslu dikerahkan ke lokasi acara untuk memantau.

“Saya juga minta dan mengimbau kepada pihak Bawaslu kalau mereka memang berada di tempat tersebut, yang katanya mereka kan berada dalam acara tersebut ingin memantau acara pelaksanaan ini, ini menjadi temuan dari pihak Bawaslu setelah diproses,” imbuh dia.   

 

2 dari 2 halaman

Tokoh Pendukung Prabowo Datang

Irfan melihat banyak terjadi dugaan pelanggaran pemilu dalam acara Munajat 212. Dia merujuk kepada tokoh-tokoh Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi seperti Neno Warisman, Fadli Zon dan Zulkifli Hasan. 

“Karena beberapa potongan video yang viral yang kita dapati bersama, itu sangat jelas sekali ada semacam ajakan, semacam simbol simbol jari, simbol tangan yang menunjukkan kepada pasangan calon 02, kemudian ada nyanyian lagu Ijtima ulama yang dikumandangkan dalam acara tersebut,” terangnya.

Reporter: Muhammad Genantan Saputra

 

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: 

 

 

Timses: Debat Cawapres, Sandiaga Tak Akan Tampil Menyerang, Tapi…

Liputan6.com, Jakarta – Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Eddy Soeparno menegaskan, cawapres Sandiaga Uno tidak akan tampil menyerang saat debat dengan cawapres Ma’ruf Amin pada 17 Maret 2019. Sandiaga bakal tampil dengan argumentatif.

“Kita tidak pernah mengenal kata menyerang tetapi kita argumentatif, apapun yang kita sampaikan itu adalah pandangan kita dan kalau ada pandangan pihak seberang yang kita tidak setujui pasti akan kita argumentasikan,” ujar Eddy saat ditemui di Jalan Daksa I, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (20/2/2019).

Eddy menambahkan, argumentasi Sandiaga akan dibalut dengan etika sopan santun dalam penyampaiannya. Lantaran, hal tersebut tak terlepas dari status Ma’ruf Amin yang menyandang sebagai ulama.

“Jadi PAN sangat menghormati ulama begitu juga partai partai pengusung Prabowo-Sandi, jadi itu akan kita sangat perhatikan tetapi bukan berarti kita tidak argumentatif terhadap masukan-masukan yang kita terima,” ucap Sekjen PAN itu.

2 dari 3 halaman

Persiapan Debat Ketiga

Eddy juga membeberkan bahwa Selasa malam 19 Februari 2019, pihaknya menggelar pertemuan dengan para jajaran petinggi BPN Prabowo-Sandi untuk membahas persiapan debat ketiga yang mempertemukan masing-masing cawapres.

Pertemuan ini dihadiri Capres Prabowo Subianto dan Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais.

“Kita juga membahas mengenai debat cawapres. Cawapres kita akan kita siapkan sebaik baiknya, dalam artian begini, satu secara modal dasar, dia memiliki kompetensi dan kapasitas yang sangat mumpuni,” kata Eddy.

“Tapi kita akan berikan pembekalan mengenai isu isu yang akan dibahas nanti, supaya yang bersangkutan tidak hanya bicara umum secara strategi, tetapi teknis dan aplikatif,” tandasnya.


Reporter: Muhammad Genantan Saputra

Sumber: Merdeka

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Moeldoko: Timses Prabowo Tak Cerdas Memahami Fakta Kebakaran Hutan

Liputan6.com, Jakarta – Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf, Moeldoko, mengatakan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, tidak cerdas dalam memahami pernyataan capres nomor urut 01 dalam debat kedua, 17 Februari 2019 malam kemarin.

Hal ini menyikapi soal anggapan BPN yang menyebut Jokowi salah menyampaikan data terkait masalah kebakaran hutan di masa pemerintahannya.

“Contoh lagi, menurut saya nggak cerdas juga timnya (Prabowo-Sandiaga) itu, tentang apa itu kebakaran hutan,” ujar Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (19/2/2019).

Dia menjelaskan, maksud pernyataan Jokowi itu adalah pemerintahan sekarang tidak mendapatkan komplain dari tetangga soal masalah asap akibat kebakaran hutan dan lahan. Selain itu, masyarakat Riau juga tak lagi menggunakan masker saat beraktivitas.

“Tetapi dari pihak mereka mengatakan tahun 2015 ini buktinya, telah terjadi asap, miss lagi,” kata Moeldoko.

Untuk masalah kepemilikan lahan, masih kata dia, menurutnya Jokowi hanya memberikan contoh program redistribusi aset atau tanah kepada rakyat kecil.

“Nah Pak Jokowi kan mengatakan saya ingin membagikan kepada masyarakat kecil-kecil. Saya tidak ingin membagikan yang besar-besar. Sebagai contoh seperti yang Pak Prabowo miliki, yang luasnya sekian-sekian. Itu konteksnya. Itu dalam konteks memberi contoh,” jelas Moeldoko.

Dia menjelaskan bahwa Jokowi mengatakan hal tersebut saat debat kedua Pilpres, karena sedang membahas reforma agraria. Namun, lantaran waktunya terbatas, penjelasan Jokowi menjadi tak lengkap.

Menurut Moeldoko, Jokowi memiliki program tersebut agar lahan yang ditelantarkan oleh pemegang Hak Guna Usaha (HGU) bisa dimanfaatkan oleh masyarakat luas. Program tersebut salah satunya lewat perhutanan sosial.

Mantan Panglima TNI menyebut masyarakat akan mendapat lahan seluas 1 sampai 2 hektare dengan batas penguasaan sampai 35 tahun.

“Sekarang negara sedang mengambil HGU-HGU, eks HGU yang (tak produktif) itu dikumpulkan, setelah itu dibagi kepada masyarakat, ada yang luasnya dua hektare, satu hektare, dan sekarang itu sudah ada 37 ribu bidang,” ungkap Moeldoko.


2 dari 3 halaman

Sentil Jejak Rekam

Di tempat berbeda, di Posko Cemara, Wakil Ketua TKN Johnny G Plate, menerangkan ada pemahaman yang berbeda dalam melihat apa yang disampaikan Jokowi, terlebih untuk kepemilikan tanahnya Prabowo.

Sekjen Partai NasDem ini melihat, ucapan Jokowi soal lahan juga menyangkut rekam jejak profesi seorang calon presiden. Menurutnya, masyarakat memang perlu tahu rekam jejak calon yang akan dipilihnya, sehingga informasi tersebut tidak sebaiknya ditutupi.

“Saat pensiun, (Prabowo) lalu mengambil posisi sebagai businessman, usahawan, maka rekam jejak usahawannya yang akan dilihat, apa saja di situ. Termasuk perusahaan terkait dengan lahan,” jelas Johnny.

Dia pun menyinggung saat Prabowo mengatakan lahannya dikelola sendiri daripada diberikan kepada pihak asing. Menurutnya, itu cerminan capres nomor urut 02 tak memiliki keberpihakan kepada rakyat. “Di saat yang sama, Pak Prabowo memiliki konsesi lahan yang besar. Pak Prabowo tidak menggambarkan keberpihakkannya kepada rakyat,” sindirnya.

Sementara, politikus Partai Amanat Nasional (PAN) Dedi S Gumelar, mengingatkan, memilih pemimpin itu harus yang jujur dan amanah.

“Dalam Islam, kalau memilih pemimpin itu syarat yang pertama adalah syidiq, dia harus jujur tidak boleh berbohong. Kemudian juga harus amanah dan terakhir baru yang cerdas,” kata Dedi dalam diskusi ‘Salah Data yang Bikin Sesat’ di Jalan Sriwijaya I No 35, Jakarta Selatan.

Menurut dia, di era digitalisasi ini, masyarakat sudah semakin cerdas. Sehingga klaim seperti apapun akan mudah dilihat.

“Dan klaim keberhasilan Jokowi yang telah menjadi jejak digital akan melekat secara permanen di ingatan publik,” jelas Dedi. 

3 dari 3 halaman

Serahkan Bawaslu

Aksi Jokowi di dalam debat, ternyata membuat pendukung Prabowo yang tergabung dalam Tim Advokat Indonesia Bergerak (TAIB), melaporkannya ke Bawaslu. Khusus soal pertanyaan capres nomor urut 01 tentang kepemilikan tanah.

Meski demikian, Ketua Dewan Pengarah TKN, Jusuf Kalla atau JK, menyerahkan semuanya ke Bawaslu. Biar semuanya berproses di sana.

“Itu urusan Bawaslu lah dan KPU, dan masing-masing pihak. Ya saya tidak ingin campuri. Tapi itu biar berjalan, biar Bawaslu yang menilai,” kata JK.

Dia menilai, dalam debat kemarin, Jokowi lebih banyak memberikan jawaban yang benar, lantaran lebih menguasai tema debat. “Saya juga selalu sampaikan ke beliau bahwa gampang bapak jawab sesuai pengalaman,” jelas JK.



Reporter: Intan Umbari Prihatin & Muhammad Genantan Saputra

Sumber : Merdeka.com

Liburan ke Jepang dengan Pesawat dari Negeri Matahari Terbit

Liputan6.com, Jakarta – Jepang menjadi salah satu destinasi wisata favorit masyarakat Indonesia. Setiap musim di negara tersebut memiliki daya tersendiri, tak terkecuali musim dingin.

Tempat yang bisa disambangi ketika musim dingin di Jepang adalah Prefektur Hiroshima. Selain wisata sejarah di Taman Monumen Perdamaian Hiroshima, prefektur ini menawarkan berbagai wisata menarik saat musim dingin, seperti kuil Itsukushima, bermain ski, hingga menyantap tiram.

Anda bisa menggunakan berbagai maskapai penerbangan untuk menuju destinasi favorit tersebut. Salah satu maskapai penerbangan yang bisa digunakan adalah Japan Airlines. Ada tiga kelas yang ditawarkan yaitu, ekonomi, bisnis, hingga premium ekonomi.

“Dalam sehari, ada dua penerbangan ke Bandara Narita (Tokyo), pagi dan malam,” kata Passenger Sales Team Japan Airlines cabang Indonesia Muhammad Agil Saputra, dalam sebuah perbicangan pada 10 Februari 2019.

Kursi di kelas bisnis Japan Airlines. (Liputan6.com/ Mevi Linawati)

Liputan6.com menjajal kelas bisnis yang ditawarkan Japan Airlines. Berangkat dari Bandara International Soekarno Hatta pada Minggu 10 Februari 2019 pukul 21.25 WIB. Waktu tempuh hingga ke Bandara Narita, Tokyo mencapai 7 jam 30 menit.

Dengan kursi yang bisa dijadikan tempat tidur dan layar televisi yang lebar, perjalanan tidak akan terasa melelahkan. Selama perjalanan, penumpang kelas ini mendapat mendapat makanan ringan tidak lama selepas pesawat lepas landas.

Makanan selanjutnya berupa sarapan, yang diberikan dua jam sebelum pesawat mendarat. Menu sarapan, ada dua pilihan yaitu ala Jepang dan Amerika.

Makanan sarapan di kelas bisnis Japan Airlines dari Bandara Soekarno-Hatta menuju Bandara Narita, Tokyo. (Liputan6.com/ Mevi Linawati)

Sebelumnya, bagi penumpang kelas bisnis, bisa menikmati makanan di lounge JAL yang tempatnya bergabung dengan lounge maskapai Garuda Indonesia.

Setibanya di Bandara Narita pada 11 Februari 2019 pagi, disambut hujan salju. Pohon, kendaraan roda empat, hingga tanaman mulai ditutupi salju.

Menurut tur guide Fumio Ito, hujan salju turun sejak pagi pukul 06.00. Warga Tokyo sendiri, kata dia, senang adanya salju ini, terutama anak anak. Namun, turunnya salju bisa merepotkan bila tak kunjung.

“Kalau tebal hingga 5 cm tentu mengganggu,” kata pria yang 10 tahun lebih tinggal di Indonesia ini.

Perjalanan ke Hiroshima akhirnya dilanjutkan melalui Bandara Haneda dengan bus dari bandara. 

Sakura Lounge Japan Airlines di Bandara Narita (Liputan6.com/ Mevi Linawati)

Sementara itu, untuk penerbangan kembali ke Jakarta pada 15 Februari 2019, Liputan6.com menjajal kelas ekonomi Japan Airlines. Jarak antara kursi penumpang luas sehingga kaki nyaman menempuh jarak.

Sebelum terbang dari Bandara Narita, calon penumpang Japan Airlines bisa menyambangi Sakura Lounge.

Ada dua lantai, lantai pertama menyediakan minuman hingga tempat pijat. Sedangkan lantai atasnya khusus untuk makanan dan minuman. Calon penumpang bisa melihat pesawat JAL yang tengah berhenti.

2 dari 3 halaman

Japan Airlines Sky Museum

Sementara itu, di kawasan area Bandara Haneda, terdapat Japan Airlines (JAL) Sky Museum. Di dalam museum, terdapat informasi mengenai sejarah maskapai penerbangan yang berdiri sejak 1951 tersebut.

Selain itu dipamerkan pula benda benda yang pernah digunakan pesawat selama mengudara.

Di museum ini, ada sejumlah manekin yang mengenakan seragam pramugari JAL mulai dari awal 1970-an hingga saat ini. Selain itu, ada berbagai miniatur pesawat yang pernah digunakan maskapai tersebut dan replika kokpit pesawat.

Pengunjung bisa mencoba untuk duduk di kursi pilot, bahkan mencoba seragam pramugari dan pilot.

Pengunjung JAL Sky Museum bisa mencoba seragam pramugari dan pilot. (Liputan6.com/ Mevi Linawati)

Ada pula berbagai tampilan interaktif mirip permainan di mana nantinya pengunjung bisa menjadi pekerja bandara yang mengarahkan kedatangan pesawat, pramugari, hingga pilot.

Selain itu, di museum ini, pengunjung bisa ke hanggar perawatan pesawat yang dipandu petugas, tentunya dengan helm keselamatan.

Di tempat ini, pesawat Japan Airlines dijadwalkan setiap 2 tahun sekali menjalani maintenance selama 10 hari. Pesawat yang tengah menjalani perawatan di antaranya adalah Boeing 767 dan Boeing 787.

Di hanggar berikutnya, selain ruang perawatan, pengunjung bisa melihat secara langsung pesawat dari sejumlah daerah mendarat di Bandara Haneda. Bandara ini sendiri mempunyai empat runway. Traffic di Bandara Haneda diklaim menjadi empat tersibuk di dunia pada 2017.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Profil Didit Hediprasetyo, Anak Prabowo dan Titiek Soeharto yang Pilih Jadi Desainer

Liputan6.com, Jakarta Sejak Pilpres 2014, nama Prabowo Subianto sudah sangat akrab dan kerap muncul di berbagai media. Ya, Prabowo juga sempat mencalonkan diri sebagai presiden di pilpres periode lalu. Kini namanya selalu ada di mana-mana karena kembali bertarung di pemilihan presiden 2019 ini.

Tak cuma soal sepak terjangnya di dunia politik, kehidupan pribadi Prabowo pun turut menjadi perhatian. Termasuk soal kehidupan Didit Hediprasetyo yang tak lain anak tunggalnya hasil pernikahan dengan Titiek, putri Presiden Soeharto.

Beda dari kedua orangtuanya, nama Didit Hediprasetyo memang tak begitu ramai dibicarakan publik. Kalau kedua orangtuanya berkiprah di dunia politik, Didit ternyata tak mengikuti jejak mereka.

Diketahui Didit Hediprasetyo lebih memilih berkecimpung di dunia fashion. Bukan desainer sembarangan, Didit Hediprasetyo sudah menorehkan prestasi di bidang desain dan fashion.

2 dari 3 halaman

Didit Hediprasetyo Berprestasi di Bidang Desain dan Fashion

Didit Hediprasetyo tinggal di Paris, Prancis dan mengenyam pendidikan di Parsons School of Design New York and Paris. Ilmu yang didapatkannya ini membuat bakatnya dalam desain busana semakin terasah.

Pada tahun 2006, Didit Hediprasetyo mendapatkan Silver Thimble Award dan gelar Bachelor of Fine Arts di Fashion Design pada tahun 2007.

Pria kelahiran 22 Maret 1984 ini sudah mendunia berkat karya luar biasa yang sudah diciptakannya. Karya-karya Didit Hediprasetyo di dunia fashion sudah dikenal di kancah internasional, bahkan sempat dipublikasikan majalah mode ternama Vogue.

Busana rancangan Didit Hediprasetyo sudah beberapa kali muncul di pertunjukan fashion tingkat dunia, Paris Fashion Week salah satunya. Tidak hanya itu, Didit Hediprasetyo juga menjadi salah satu desainer interior mobil BMW Individual Series 7 edisi khusus lima unit di seluruh dunia pada tahun 2015.

Beberapa selebriti Tanah Air juga suka dengan rancangannya. Seperti Anggun C Sasmi, Bunga Citra Lestari adalah beberapa nama yang senang mengenakan busana karya Didit Hediprasetyo. Bahkan baru-baru ini, karya Didit Hediprasetyo juga dipakai oleh pemeran Ada Apa Dengan Cinta yaitu Nicholas Saputra dan Dian Sastrowardoyo pada September 2019 lalu.

3 dari 3 halaman

Didit Hediprasetyo Dekat dengan Seleb Dunia

Sebagai seorang desainer ternama, Didit Hediprasetyo juga dekat dengan banyak seleb dunia. Baru-baru ini, Didit Hediprasetyo ikut menghadiri pesta ulang tahun selebriti Hollywood, Paris Hilton. Kehadiran Didit Hediprasetyo ini terungkap dari unggahan Instastory-nya pada Kamis 14 Februari 2019 lalu.

Dalam video tersebut, Didit memperlihatkan suasana pesta dengan warna gemerlap warna pink dengan balon berbentuk hati. Iringan musik cukup kencang terdengar dari video tersebut. Tak lupa, Didit Hediprasetyo menuliskan ucapan selamat ulang tahun dengan menyebut akun milik Paris Hilton.

Didit memperlihatkan kedekatan dirinya bersama Paris Hilton dan adiknya Nicky Rothschild tengah berpose di depan fotografer di pesta tersebut. Tidak hanya itu, ternyata dahulu dikabarkan Didit Hediprasetyo pernah menjalin kisah asmara dengan artis cantik Velove Vexia.

Hasil Piala Indonesia: TIRA-Persikabo Vs Persija Imbang 2-2

CibinongPersija Jakarta bertandang ke markas TIRA-Persikabo dalam leg pertama Piala Indonesia. Dua kali tertinggal, Macan Kemayoran berhasil memaksakan skor imbang 2-2.

Bertanding di Stadion Pakansari, Cibinong, Minggu (17/2/2019) sore WIB, Persija mendominasi jalannya pertandingan atas TIRA-Persikabo di 30 menit pertama.

Alih-alih mendapat gol lebih dulu, Macan Kemayoran malah harus kebobolan duluan. TIRA-Persikabo melesakkan go di menit ke-37 lewat tendangan Loris Arnaud.

Persija tak menunggu waktu lama untuk mengubah skor menjadi 1-1. Sundulan Bruno Matos merobek gawang TIRA-Persikabo di menit ke-38.
TIRA-Persikabo kembali unggul jelang turun minum. Kali ini giliran Ciro Henrique yang mencatatkan namanya di papan skor. Gol itu membawa tim tuan rumah memimpin 2-1 di babak pertama.

Persija dibuat kerepotan oleh TIRA-Persikabo di awal-awal babak kedua. Macan Kemayoran bahkan hampir kebobolan lagi lewat Ahmad Nufiandani, namun bola tembakannya masih melambung di atas gawang.

Persija mulai meningkatkan serangan setelah laga berjalan satu jam. Peluang emas didapat pada menit ke-75 lewat tembakan Heri Susanto yang membentur tiang.

Kerja keras Persija membuahkan hasil di menit ke-78. Bruno Matos menyamkan skor menjadi 2-2 lewat eksekusi penalti, setelah pemain lawan melakukan handball.

Tak ada gol tambahan di sisa waktu. Kedua tim harus puas bermain imbang 2-2.

Susunan Pemain:

TIRA-Persikabo: Angga Saputro; Herwin Tri Saputra, Khurshed Beknazarov, Vava Mario Yagalo; Ahmad Nufiandani, Ciro Henrique, Izmy Yaman, Manahati Lestusen, Muhammad Guntur, Rezky Ikhwan; Loris Arnaud.

Persija Jakarta: Daryono; Tony Sucipto, Neguete Lopes, Maman Abdurahman, Ismed Sofyan; Jahongir Abdumuminov, Bruno Matos, Fitra Ridwan; Novri Setiawan, Bambang Pamungkas, Riko Simanjuntak.

(ran/raw)


Tira Persikabo Vs Persija Berakhir Tanpa Pemenang

Liputan6.com, Jakarta – Persija Jakarta bermain imbang 2-2 dengan tuan rumah Tira-Persikabo pada leg pertama babak 16 besar Piala Indonesia 2019 di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor, Minggu (17/2) sore WIB.

Tuan rumah unggul lebih dulu lewat gol yang dicetak Loris Arnaud pada menit ke-37. Usai menerima umpan terobosan di dalam kotak penalti, Arnaud sukses menaklukkan kiper Daryono.

Persija hanya butuh waktu dua menit untuk menyamakan kedudukan menjadi 1-1 lewat sundulan Bruno Matos. Ia berhasil menanduk umpan silang dari Riko Simanjuntak.

Jelang babak pertama berakhir, Ciro Henrique mengembalikan keunggulan Tira-Persikabo lewat golnya pada menit ke-45. Skor 2-1 untuk tuan rumah bertahan hingga babak pertama usai.

Di babak kedua, Persija bermain ngotot untuk menyamakan kedudukan. Serangan serangan dibangun Bambang Pamungkas dan kawan-kawan.

Hasilnya, Bruno Matos berhasil menyamakan skor lewat titik penalti pada menit 77. Wasit menunjuk titik putih setelah salah seorang pemain tuan rumah melakukan handball.

Skor jadi imbang 2-2 dan kedudukan ini bertahan hingga laga usai.

Tira Persikabo Vs Persija Jakarta (Twitter Persija)

2 dari 2 halaman

Susunan Pemain

Tira-Persikabo: Angga Saputro; Herwin Tri Saputra, Khurshed Beknazarov, Vava Mario Yagalo; Ahmad Nufiandani, Ciro Henrique, Izmy Yaman, Manahati Lestusen, Muhammad Guntur, Rezky Ikhwan; Loris Arnaud

Persija Jakarta: Daryono; Ismed Sofyan, Maman Abdurrahman, Neguete Lopes, Tony Sucipto; Jahongkir, Abduminov, Bruno Matos, Fitra Ridwan; Riko Simanjuntak, Novri Setiawan, Bambang Pamungkas

Saksikan video pilihan di bawah ini: 

Kocak, Gara-Gara Parkir Sembarangan Ban Sepeda Motor Diganti Donat

Liputan6.com, Jakarta – Banyak pemilik sepeda motor memarkir kendaraannya dengan sembarangan. Biasanya, dengan seenaknya si empunya roda dua meninggalkan kuda besi kesayangan di pinggir jalan dengan waktu yang cukup lama.

Nah, bagi yang masih sering parkir sembarangan, sebaiknya mulai mengurangi kebiasaannya jika tidak ingin bernasib apes.

Dari sebuah postingan di twitter @ndrandrii yang viral, kejadian ini berawal ketika seorang pemilik motor meninggalkan motornya di sebuah warung selama satu malam.

Betapa terkejutnya si pemilik motor saat dia mendapati ban motor bagian depannya hilang, dan digantikan donat pada keesokan harinya. Pelakunya adalah si pemilik warung yang kesal dengan ulah pemilik motor, yang seenaknya memarkir motornya hingga satu malam.

“Kancaku yo tau kang, diparkir sedino suwengi nang warung. Seng nduwe warung mangkel, ban-e diganti donat. (Temanku juga pernah, parkir sehari semalam di warung. Yang punya warung kesal, bannya diganti donat),” tulis pemilik akun dalam postingannya tersebut.


2 dari 3 halaman

Komentar Warganet

Tentu saja unggahan tersebut menjadi sorotan warganet dan membuat mereka tertawa melihatnya. Tak sedikit yang bertanya-tanya mengapa pemilik warung melakukan hal tersebut dan memilih donat untuk mengganti ban.

“Mon maap tp ini lucu :(((,” ujar akun @talangindulu.

Sementara akun @galihyogaw menulis, “Ngopo kudu diganti donat”.

“Astaga. Mau dosa takut ketawa,” kata pemilik akun @nfirmansyah_.

“Demi allah gue ngakak malem2 gini kak!” tambah @akukhanza.

3 dari 3 halaman

Simak Video Pilihan Berikut Ini:

Lika-liku Bocah Putra, Ditinggal Mati Orang Tua, Mengamen hingga Jualan Cilok

JakartaMuhammad Saputra atau Putra harus merasakan kerasnya hidup di usianya yang baru menginjak 12 tahun. Bocah kelas 3 Sekolah Dasar itu harus bekerja banting tulang untuk memenuhi keperluan sehari-hari dirinya dan 3 saudara kandungnya.

Putra terlahir dari keluarga yang sangat sederhana. Mendiang ayahnya dulu hanya pekerja serabutan yang memulung rongsokan. Sedangkan almarhumah ibunya menjadi pengemis.

Kesedihan Bertubi-tubi

Kedua orang tuanya sudah meninggal sejak beberapa bulan lalu. Ibunya meninggal 10 bulan lalu setelah melahirkan si bungsu Arsyad Al-Fatih Setiawan. Kesedihan bertubi-tubi dialami Putra dan saudara-saudaranya. 40 Hari setelah ibunya meninggal, ayahanda juga tutup usia karena sakit.

Kini, tinggal Putra bersama kakaknya Siti Zuleha atau Leha (17) dan adiknya Renaldi Setiawan(7) serta si bontot Arsyad. Mereka berempat tinggal di rumah semi permanen berukuran sekitar 3×7 meter di kawasan Jurangmangu Barat, Pondok Aren, Tangerang Selatan. Siti sendiri sudah menikah dan suaminya juga tinggal di situ.

detikcom menemui Putra dan ketiga saudaranya di rumahnya pada Jumat 15 Februari 2019. Di rumah itu, sang kakak sedang memberi susu adik bungsunya. Tidak lama, si bungsu pun terlelap tidur di atas kasur busa yang terletak di ruang tamu.

“Bapak dulu mulung,” Leha sambil berbaring di atas kasur setelah menidurkan adiknya.

Leha kelelahan sore itu. Dia kedatangan tamu dari sejumlah aktivis, pejabat Pemkot Tangsel hingga sejumlah wartawan. Kehidupan Putra dan ketiga saudaranya menjadi sorotan publik setelah seorang netizen memposting foto Putra yang berjualan cilok untuk mencukupi kebutuhan keluarga.

Saat itu Putra pun tidak berjualan karena sang kakak tidak membuat cilok. Ya, Leha lah yang membuat cilok sementara Putra mendagangkannya. Sepeda yang biasa dipakai Putra untuk jualan pun ‘diistirahatkan’ di depan rumah.

“Kalau ibu dulu mengemis,” katanya.

Jualan Cilok

Setelah kedua orang tua meninggal, Leha dan ketiga saudaranya sempat mendapat bantuan dari orang tua asuh. Setiap bulan, Leha dan adik-adiknya dikirimi sembako, kadang sejumlah uang. Akan tetapi, sejak dua bulan belakangan orang dermawan itu tak lagi menderma. Leha dan Putra pun memutuskan untuk berjualan cilok.

Meski suami Leha bekerja sebagai sopir angkot, namun penghasilannya tak bisa mencukupi keperluan sehari-hari. Dengan modal Rp 150 ribu, Leha membuat cilok. Karena dia harus menjaga adik-adiknya yang masih kecil, maka urusan berjualan diserahkan kepada Putra. Beruntung Putra tidak merasa terbebani karena harus menjajakan cilok keliling di sekitar rumahnya.

Hampir setiap hari Leha terjaga pada pukul 03.00 WIB karena si bungsu sering terbangun. Leha pun terjaga hingga subuh dan mulai membuat adonan pada pukul 06.00 WIB.

“Sehari 250 tusuk cilok,” ucap Leha.

Cilok dijual Rp 2.000 per tusuk. Terkadang jualannya itu tidak habis terjual. Leha pun membagikan sisa cilok itu kepada tetangganya.

“Uang hasil jualan ya diputerin lagi, kadang dapatnya Rp 100 ribu,” imbuhnya.

Putra mulai berjualan pada pukul 10.00 WIB, sebelum masuk sekolah. Putra masuk sekolah siang pukul 13.00 WIB, sehingga dia masih bisa berjualan keliling sekitar rumah pada pagi harinya. Putra juga kadang membawa dagangannya ke sekolah.

“Iya sambil sekolah jualannya, dibawa (ke sekolah),” kata Putra.

Kalau jualannya belum habis, Putra tidak langsung pulang ke rumah sepulang sekolah. Dengan sepeda kayuhnya, dia menjajakan cilok hingga ke Bintaro Plaza dan Mal BXC. Putra pulang ke rumahnya terkadang sampai larut.

“Jam 01.00 malam pulangnya,” kata Putra.

Pulang berjualan, Putra sangat kelelahan. Dia bahkan tidak sempat belajar karena kelelahan. Putra kemudian bangun pada pukul 07.00 WIB atau pukul 08.00 WIB. Pukul 10.00 WIB, Putra baru memulai berjualan.

“Bangun bantuin kakak dulu nyuapin adik,” kata Putra.

Pernah Mengamen

Putra dan adik-adiknya sudah terbiasa hidup susah. Leha dan Putra bahkan pernah ikut mengamen untuk mencari sesuap nasi.

“Ngamen pernah sekali,” kata Putra.

Putra punya pengalaman buruk saat mengamen. Dia ditangkap Satpol PP karena mengamen. Untungnya, Putra tidak sampai dibawa ke Panti Sosial.

“Nggak dibawa. Saya bilang aja ‘Bapak cari makan kan? Saya juga cari makan, Pak’,” kata Putra. Hingga akhirnya Satpol PP melepasnya.

Tetapi setelah itu Putra berhenti mengamen. Dia memutuskan untuk menjual cilok daripada mengamen, meski cukup melelahkan.

“Capek sih, tapi nggak boleh mengeluh,” tuturnya.


(mei/gbr) <!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Putra Bocah Penjual Cilok di Mata Guru: Si Anak Ceria yang Tak Pernah Mengeluh

JakartaMuhammad Saputra atau Putra (12) sempat sering membolos sekolah karena berjualan cilok. Beruntung guru-guru memberikan dukungan sehingga Putra kini bisa bersekolah sambil berjualan.

detikcom menemui Pati Fitriani, wali kelas 3A SDN Jurangmangu Timur 01, Jalan H Sarmili, Jurangmangu Timur, Pondok Aren, Tangsel, Jumat (15/2). Kabar Putra berjualan diketahui para guru sejak mengetahui Putra sering tidak masuk sekolah.

“Ada yang bilang, ‘kayanya Putra jualan deh’ di grup sekolah, grup kelas kami, kalau Putra berjualan di sekitar,” kata Pati.

Selama berjualan di luar, Putra sering membolos bahkan hingga berhari-hari tidak masuk kelas. “Seminggu itu tiga kali aja masuknya, kadang dua kali,” imbuh Pati.

Kepala sekolah SDN Jurangmangu 01 juga akhirnya mengetahui hal ini setelah kisah Putra viral di media sosial. Akhirnya, pihak sekolah pun mengizinkan Putra untuk berjualan di sekolah.

“Setelah itu dia masuk dan saya tanya, ‘Putra kamu jualan?’, terus dia jawab, ‘Iya, harus membantu kakak untuk jualan’. Setelah viral seperti itu, kepala sekolah saya mendengar. Kemudian, ya sudah, memberikan keputusan untuk mengizinkan Putra berjualan di sekolah agar dia masuk setiap hari,” sambungnya.

Jualan di Sekolah

Pati mengetahui Putra sempat dibiayai oleh orang tua asuh. Namun dua bulan belakangan ini Putra tidak lagi dibantu oleh orang tua asuhnya itu, sehingga terpaksa harus berjualan cilok.

“Iya, awal masuk itu udah oleh seperti orang tua asuh begitu. Lalu saat berjalan pembelajaran, jarang masuk lagi. Mungkin sudah tidak diasuh sama orang tua asuh, makanya dia harus berjual. Tadinya jualannya pagi, mungkin karena capek atau apa jadinya dia tidak sekolah,” terangnya.

Pihak sekolah merasa prihatin dengan keadaan Putra. “Ya, saya miris melihatnya. Anak sekecil itu harus menanggung beban keluarganya. Memang sebenarnya, Putra itu tidak layak untuk berjualan. Karena kan tugasnya dia itu untuk belajar,” katanya.

“Sebagai pihak sekolah, ya, mengimbau agar orang tuanya atau orang yang mengasuh Putra itu lebih memperhatikan Putra lagi dalam masalah pendidikannya. Karena ini penting buat Putra. Karena Putra kan masih usia-usia belajar, usia sekolah. Sepatutnya tidak diberi pekerjaan yang berat seperti ini,” tambahnya

Selain para guru, Putra juga mendapat dukungan dari teman-temannya. Teman-temannya yang merasa kasihan dengan kondisi itu membantunya dengan membeli jajan cilok yang dijual Putra.

“Mereka antusias untuk membantu. Karena mereka melihat, mereka udah tahu kan Putra seperti apa, ‘Ya udah kita beli semua dagangannya’, ‘Jajannya di Putra aja’, gitu,” sambungnya.

Anak Ceria

Di kelasnya, Putra termasuk salah satu murid yang ceria. Meski kondisinya susah, Putra tidak pernah bersedih. Putra tidak segan-segan menceritakan yang dialaminya kepada gurunya.

“Dia yang anak sangat ceria ya. Dia tuh ga pernah menunjukkan sedih atau sedang menderita atau gimana gitu. Dia tuh sekolah dengan keceriaan-keceriaan yang dibawa. Jadi, suka cerita tentang apapun. ‘Bu, hari ini aku ketemu sama Mas Dika’, ‘Mas Dika itu siapa?’, ‘Itu orang yang bantu aku, di tokonya, aku dibantu’. Kemudian dibeliin ini dibeliin itu. Suka bercerita tentang semuanya gitu,” terangnya.

Putra juga sangat dekat dengan para guru. Putra sering diminta untuk mengambilkan pesanan bawang goreng ke tetangganya. Dia mendapat upah dari penjual bawang goreng Rp 20 ribu untuk sekali pesanan.

Kurang Berprestasi

Hanya saja, Putra mengalami sedikit masalah dalam sekolahnya. Di sekolah, Putra kurang berprestasi karena jarang masuk sekolah. Guru khawatir Putra semakin tertinggal karena sering meninggalkan sekolah.

“Jadi dia kan tidak begitu pandai, maksudnya, bukan begitu, bahkan tertinggal jauh. Karena dia kan jarang masuk. Jadi karena pengaruh tidak pernah masuk. Jadi dia ketinggalan pelajaran. Mungkin kita mau ubah lagi, biar dia rajin belajar,” sambungnya.

Apalagi, Putra saat ini sudah yatim piatu. Guru khawatir, Putra tidak ada yang mengingatkan dalam hal urusan pelajaran di sekolah.

“Ya, mungkin bukan hanya dagangnya ya. Mungkin di sana, anak sekecil itu kan perlu ditanya, ada PR tidak, ada yang bantu PR-nya tidak. Mungkin dari pihak keluarga hanya menyuruh-nyuruh Putra untuk berjualan tanpa memikirkan Putra-nya harus seperti apa gitu lho. Sebenarnya kalau kakaknya lebih perhatian atau memang ada orang yang mau membantu Putra, orang tua asuh yang lebih memperhatikan pendidikan Putra, itu lebih baik bagi Putra,” paparnya.
(mei/gbr)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>