Ma’ruf Amin Ngobrol Santai dan Makan Siang Bareng Jelang Debat

Jakarta – Jelang debat cawapres Pilpres 2019, Ma’ruf Amin terlihat santai dan makan siang bersama istri, Nyai Wury Estu Handayani. Mereka terlihat santai dan berbicara berbagai hal.

Pantauan siang ini di kediaman Ma’ruf, Jalan Situbondo, Menteng Jakarta Pusat, Minggu (17/3/2019) tampak Ma’ruf Amin sedang makan siang bersama tim KMA dan TKN.

Hidangan yang tersedia dengan menu utama ikan bawal, sayuran, jus pepaya dan air putih. Ma’ruf Amin tidak membahas isu terkait debat dalam perbincangan itu, namun hanya membicarakan hal-hal santai saja.
Setelah itu, Ma’ruf Amin menonton televisi yang saat itu sedang menyiarkan berita banjir bandang di Sentani. Ma’ruf merasa prihatin dengan bencana tersebut dan berharap pemerintahan daerah segera mengevakuasi korban.

“Korban sampai 50 orang. Kita sampaikan keprihatinan. Semoga Pemda dan Tim SAR memberikan bantuan tanggap darurat yang terbaik untuk para korban,” ucap Ma’ruf saat menonton televisi seperti yang disampaikan tim.

Ma’ruf tidak memiliki aktivitas khusus jelang debat. Namun dijadwalkan pukul 16.00 WIB, mantan Rais Aam PBNU itu akan menerima tamu dari sejumlah kiai.

Debat ketiga ini nantinya akan membahas pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, sosial dan kebudayaan. Debat ini akan disiarkan secara langsung di Trans TV, Trans 7, CNN TV Indonesia, dan detikcom.
(gbr/gbr)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Anggota FBR Pose 2 Jari di Deklarasi Pro-Jokowi, TKN Tanggapi Santai

Jakarta – Video anggota Forum Betawi Rempug (FBR) berpose 2 jari saat deklarasi mendukung Jokowi di lapangan Puri Mansion, Jakarta Barat viral. Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin menanggapi santai hal itu.

“Menurutku susup-menyusup, atau indisipliner dalam kelompok ini banyak terjadi. Karena cair dan kerumunan, maka santai saja,” ujar Influencer TKN Jokowi-Ma’ruf, Eva Sundari, kepada wartawan, Kamis (14/2/2019).

Eva pun mengapresiasi gerak cepat Ketua Umum FBR Lutfi Hakim yang telah mengambil tindakan. Menurutnya, hal itu memang harus dilakukan untuk memberikan pemahaman terkait sikap organisasi.
“Jika yang bersangkutan keberatan tidak usah diundang di kegiatan FBR terkait kampanye Jokowi. Tunggu sampai coblosan kelar, baru gabung lagi toh pemilu 5 tahun sekali doang,” katanya.

Sebelumnya, Viral video anggota FBR berpose 2 jari saat deklarasi mendukung Jokowi di lapangan Puri Mansion, Jakarta Barat. Dalam video tersebut, dua anggota FBR terlihat berpose gestur 2 jari khas pemenangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Ketua Umum FBR Lutfi Hakim buka suara soal anggotanya yang berpose 2 jari. Dia mengatakan sudah mengambil tindakan terhadap anggotanya yang menunjukkan pose 2 jari.

Lutfi juga mengatakan, tiga anggota FBR tersebut sudah meminta maaf. Dia mengatakan FBR solid mendukung pasangan 01 Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin.

“Kemarin itu yang hadir 36 ribu orang, dan itu cuma segelintir orang, ulah 3 orang, nggak mungkin merusak yang 36 ribu. Itu kita sudah ambil tindakan. Kalau dia masih melakukan hal yang sama, kita keluarkan. Selagi kita bisa bina, kita akan bina karena suara mereka 3, kan lumayan, sama anak istrinya. Kita perlu pendekatan ke masyarakat, jadi nggak perlu tindakan tegas. Selagi bisa kita bina, kita bina dan kasih pengertian kepada mereka, karena kita tak anggap sebagai hambatan. Harus dijadikan peluang kepemimpinan FBR di masing-masing wilayah harus bisa dibuktikan,” kata Lutfi saat dimintai konfirmasi, Rabu (13/3).
(mae/abw)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Jokowi Bertemu Ma’ruf Amin di Istana, Ngobrol Santai

Jakarta – Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) bertemu calon wakil presiden nomor urut 01 KH Ma’ruf Amin. Pertemuan berlangsung tertutup di Istana Kepresidenan Jakarta.

Informasi yang dihimpun, pertemuan berlangsung sejak pukul 19.00 WIB, Selasa (12/3/2019) di salah satu ruang di Istana Kepresidenan Jakarta. Hingga pukul 20.00 WIB, pertemuan masih berlangsung.

Belum diketahui apa saja yang dibahas dalam pertemuan itu. Dari foto yang didapat detikcom, Jokowi dan Ma’ruf Amin tampak berbincang santai.
Jokowi tampak mengenakan kemeja batik lengan panjang warna cokelat. Sementara Ma’ruf Amin tampak mengenakan jas warna hitam, dengan kain sarung di bagian bawah. Ma’ruf juga mengenakan kain sorban yang melingkar di pundak dan peci warna hitam.

Keduanya juga tampak tertawa saat berbincang.
(jor/gbr)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Rossi Tak Cukup Kencang di Tes MotoGP Qatar, Yamaha Santai Saja

JakartaValentino Rossi belum sekencang Maverick Vinales pada tes pramusim MotoGP di Qatar. Yamaha santai saja sebab tahu itu tak mencerminkan kondisi Rossi sebenarnya.

Rossi ‘cuma’ berada di posisi lima klasemen gabungan dari tiga hari tes MotoGP Qatar. Dia mencatatkan waktu terbaik satu menit 54,651 detik, yang dibukukan di hari ketiga.

Catatan waktu itu berjarak 0,443 detik dari rekan setimnya, Vinales, yang menjadi rider tercepat dari total tiga hari tes. Di antara dua rider ini, ada Fabio Quartararo (Petronas Yamaha), Alex Rins (Suzuki), dan Marc Marquez (Repsol Honda).

Yamaha menyebut catatan waktu itu belum menunjukkan potensi sesungguhnya dari Rossi, kendati sang rider masih punya keluhan soal rendahnya top speed. Manajer tim Yamaha Massimo Meregalli berani bertaruh Rossi akan berada di barisan terdepan kalau balapan digelar hari ini juga.

“Dia memang belum secepat itu dan belum mencatatkan waktu putaran yang sangat baik, tapi saya tak khawatir. Karena mempertimbangkan pengalaman sebelumnya, kami tahu bahwa di hari Minggu pada waktu balapan, dia ada di depan,” ujar Meregalli dikutip Autosport.

“Biar bagaimanapun masukan Maverick soal motor sama kok dengan Vale, meski si pebalap dari Italia komplain soal kurangnya kecepatan puncak dari motor. Itulah titik negatif motor kami.”

“Yamaha selalu mencoba mengikuti instruksi para ridernya. Kalau Maverick senang dengan paket ini dan Valentino memilih menempuh jalur lain, Yamaha akan mencoba menemukan solusi untuk membuat Rossi merasa nyaman.”

“Umpan balik Valentino sudah selalu konstruktif. Kalau kami harus balapan hari ini, saya akan bertaruh dia berada di depan,” imbuhnya.

(raw/ran)

Tangan Jokowi Luka Saat Jalan Santai di Kendari

Jakarta – Capres Joko Widodo (Jokowi) mengikuti jalan sehat bersama warga Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). Saat sedang berjalan Jokowi sempat berhenti karena mengalami luka di punggung tangannya.

Jalan santai dimulai dari Tugu Religi Sultra, Sabtu (2/3/2019). Jokowi sempat terhenti di tengah kerumunan warga. Dengan penjagaan paspampres, Jokowi tampak menempelkan plester tangan sebelah kanannya.

Namun, tak lama berselang Jokowi kembali melanjutkan jalan sehat dan melambaikan tanggannya untuk menyapa warga. Terlihat sesekali Jokowi tampak membenarkan plester pada tangannya.

Dalam jalan santai ini Jokowi tampak didampingi oleh Ibu Negara Iriana. Saat acara berlangsung beberapa warga tampak terlihat berebut untuk bersalaman dan berfoto bersama.

Usai mengikuti jalan santai Jokowi diagendakan menuju Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Sodohoa di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Nantinya Jokowi akan menyapa para pedagang dan nelayan.
(dwia/zak)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

La Nyalla Serang Prabowo, BPN: Kami Paham Kekecewaannya

Jakarta – La Nyalla Mattalitti memandang perilaku Prabowo Subianto di salah satu Ponpes di Sumenep, Madura, membuatnya tak layak dipilih pada Pilpres 2019. Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menanggapi santai serangan La Nyalla itu.

Juru debat BPN, Ahmad Riza Patria menyebut Prabowo bukan tipikal pemarah, tak seperti deskripsi dalam video yang beredar yang menyebut Prabowo marah-marah di depan ulama. Narasi Prabowo marah di depan kiai sudah dibantah BPN maupun Kiai Yazid yang berasal dari Ponpes Assadad, Ambunten Timur, Pamekasan, Madura yang hadir dalam acara itu. Bagi Riza, serangan La Nyalla lebih ke faktor sakit hati.

“Terkait La Nyalla, kita memahamilah, memahami kekecewaan La Nyalla sampai saat ini kan belum selesai, kekecewaan tidak mendapat rekomendasi sebagai cagub. Padahal semua orang tahu, La Nyalla tahu, Gerindra sudah memberikan rekomendasi kepada La Nyalla untuk mencari teman koalisi cagub, bahkan, tapi kan praktiknya La Nyalla yang menjanjikan bisa dapat rekom dari Demokrat, menghadirkan Pakde Karwo, menjanjikan bisa menghadirkan Kiai sendiri, bisa menjanjikan dapat rekom dari PAN, kan nggak dapet,” kata Riza, Jumat (1/3/2019).

La Nyalla Serang Prabowo, BPN: Kami Paham KekecewaannyaFoto: Ahmad Riza Patria (Lamhot Aritonang)

Riza mengatakan Gerindra dan Prabowo sudah siap memberi rekomendasi cagub Jawa Timur ke La Nyalla dengan memintanya mencari dukungan dari Partai Demokrat dan PAN. Namun, Riza menyebut La Nyalla gagal mendapatkannya.

Karena itu, dia mengaku heran mengapa La Nyalla masih terus menyerang Prabowo.

“Kalau tidak bisa mendapatkan partai lain, kenapa harus Partai Gerindra atau Pak Prabowo yang jadi sasaran terus?” sebut Riza.

Sementara itu, juru bicara BPN Jansen Sitindaon mengatakan Prabowo sama sekali tidak marah-marah ke ulama seperti yang dituduhkan. Bagi Jansen, tuduhan tersebut tak sesuai fakta.

“Pertama, tidak benar itu tuduhan La Nyalla kalau Pak Prabowo marah ke kiai. La Nyalla harus mencabut ucapannya itu karena tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya,” kata Jansen.

Jansen menyebut banyak warga di Madura yang mengagumi Prabowo. Jansen mengatakan mungkin La Nyalla sedang tertekan melihat fenomena itu.

“Walau kami menyadari, melihat ramai dan padatnya orang yang menyambut dan mengelu-elukan Pak Prabowo kemarin di Madura, mungkin La Nyalla sekarang sedang stres berat. Karena tanda-tanda La Nyalla akan potong leher sesuai janjinya jika Prabowo menang di Madura semakin dekat. Jadi baiknya La Nyalla baiknya fokus aja memenuhi janjinya itu jika nanti terbukti Prabowo menang di Madura,” imbuh dia.

La Nyalla Serang Prabowo, BPN: Kami Paham KekecewaannyaFoto: Jansen Sitindaon (Dok Pribadi)

Soal kejadian di Sumenep, Madura yang disinggung La Nyalla, Jansen menyebut Prabowo sama sekali tidak marah. Prabowo hanya memperingatkan dan itu menurutnya masih dalam batas normal.

“Jelas di video itu Pak Prabowo bukan marah tapi menegur. Itu pun tegurannya masih dalam batas normal. Karena ada relawan yang jadi audiens bicara dengan keras ketika Pak Prabowo pidato. Itu hal yang wajarlah,” katanya.

Sebelumnya, La Nyalla melihat perilaku Prabowo di Madura cukup mencederai para ulama dan juga santri. Tetapi, lanjut La Nyalla, Prabowo memang memiliki watak yang terkadang melukai orang lain.

“Memang begitulah Pak Prabowo kalau marah-marah, nggak usah kaget biasa saja. Dan tidak perlu dipilih kalau gitu,” kata La Nyalla usai bertatap muka dengan buruh rokok di PR Gandum Jalan Raya Bandulan, Sukun, Kota Malang, Kamis (28/2).
(gbr/tsa)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

HEADLINE: Negosiasi Kim Jong-un dan Donald Trump Gagal Total, Sinyal Bahaya?

Liputan6.com, Hanoi – Pada Kamis pagi, 28 Februari 2019, untuk kali pertamanya, Kim Jong-un menjawab langsung pertanyaan yang dilontarkan wartawan asing.

“Ketua Kim, apakah Anda yakin (akan ada kesepakatan)?,” itu pertanyaan yang dilontarkan seorang jurnalis. 

Pemimpin muda Utara Korea itu sempat terdiam. Namun tak lama kemudian bibirnya bergerak.

“Terlalu dini untuk mengatakannya. Namun, saya tidak bilang bahwa saya pesimistis,” kata Kim Jong-un yang kemudian diterjemahkan dalam Bahasa Inggris. “Berdasarkan apa yang saya rasakan saat ini, saya yakin akan ada hasil yang baik.” 

Delapan bulan setelah bersua di Singapura, Kim Jong-un dan Donald Trump menggelar pertemuan kedua di Hanoi, Vietnam. Usai basa-basi, pamer kemesraan, dan makan malam bersama, kedua pemimpin membahas pokok permasalahan: perwujudan denuklirisasi Korut dengan ganjaran pencabutan sanksi atas Pyongyang.

Tapi, sejarah damai gagal tercipta hari itu.

Awalnya, pertemuan diharapkan bisa berujung pada pernyataan berakhirnya Perang Korea yang secara de facto masih berlangsung hingga saat ini. AS dan Korut juga digadang-gadang akan bersepakat untuk mendirikan kantor penghubung di ibu kota masing-masing. Kalaupun sanksi tak dicabut sepenuhnya, setidaknya bakal ada pelonggaran. 

Namun, pertemuan keduanya diakhiri secara tiba-tiba. Lebih cepat dari jadwal. Tanpa hasil. Gagal total. 

Seorang pria berdiri di dekat layar TV yang memperlihatkan siaran pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un di Vietnam, di sebuah toko elektronik di Seoul, Korea Selatan (28/2). (AP Photo/Lee Jin-man)

Kedua pemimpin hengkang dari lokasi pertemuan di Sofitel Legend Metropole Hanoi sekitar pukul 13.30 waktu setempat, hanya 4,5 jam setelah pembicaraan dimulai.

Kim dan Trump juga batal makan siang bersama, meski meja-meja telah ditata, hidangan sudah disiapkan. Agenda penandatanganan kesepakatan tak jadi dilakukan. 

“Tak ada kesepakatan yang dihasilkan kali ini,” demikian isi pernyataan tertulis Juru Bicara Gedung Putih, Sarah Sanders, seperti dikutip dari CNN News. “Namun, tim masing-masing berharap untuk menggelar pertemuan kembali pada masa yang akan datang.”

Tak lama kemudian, Donald Trump menggelar konferensi pers. Miliarder nyentrik itu bersikukuh, pertemuannya dengan Kim berlangsung produktif.

“Kami memiliki waktu yang sangat, sangat produktif,” kata Trump. Namun, ia menambahkan, dirinya dan Menlu AS Mike Pompeo merasa, itu bukan saat yang tepat untuk menandatangani kesepakatan apapun.

Presiden AS itu menambahkan, pembicaraannya dengan Kim Jong-un berakhir karena diktator Korut itu meminta penghapusan semua sanksi AS dan internasional atas negaranya sebagai imbalan atas penutupan sebagian — bukan keseluruhan — fasilitas nuklir milik rezim Pyongyang.

“Pada dasarnya mereka ingin sanksi dicabut seluruhnya dan kami tak bisa melakukannya,” kata Trump dalam konferensi pers di Hanoi. “Mereka mengaku rela melakukan denuklirisasi atas sejumlah besar area yang kita inginkan, namun tak mungkin menghapus semua sanksi untuk itu,” kata suami Melania Trump tersebut seperti dikutip dari The New York Times.

Penghapusan sanksi internasional, yang membatasi kemampuan Korea Utara mengimpor minyak dan mengekspor barang-barang menguntungkan termasuk batubara dan hasil laut, adalah tujuan utama Pyongyang dalam semua negosiasi. Di sisi lain, bagi AS, sanksi-sanksi tersebut adalah alat tawar menawar yang signifikan.

Trump mengatakan, ia dan Kim mendiskusikan soal penutupan kompleks nuklir utama Korut di Yongbyon, di mana proses pengayaan plutonium, tritium, dan uranium untuk bahan bakar bom nuklir dilakukan. 

Meskipun Yongbyon adalah fasilitas nuklir terbesar Korut, tapi itu bukan satu-satunya. Dalam konferensi pers, Trump mengakui bahwa negara itu punya fasilitas pengayaan nuklir lain, yang kemampuannya mungkin lebih besar.

Belum lagi rudal balistik, hulu ledak nuklir, dan sistem senjata pemusnah massal yang belum terungkap sepenuhnya. Diduga disembunyikan rapat-rapat rezim Pyongyang.

Yongbyon Nuclear Research Centre, Korea Utara (GeoEye Satellite Image/AFP PHOTO via ABC Australia)

Trump juga mengaku bahwa ia dan Kim Jong-un mendiskusikan soal kasus Otto Warmbier, mahasiswa AS yang tewas setelah jadi tahanan di Korut.

Warmbier, mahasiswa University of Virginia, ditangkap saat bepergian di Korea Utara karena mencuri poster propaganda. Pada 2016 dia dijatuhi hukuman 15 tahun kerja paksa.

Lebih dari setahun kemudian dia dibebaskan dan kembali ke Amerika Serikat dalam keadaan sakit parah. Dokter menyebut, dia menderita cedera otak serius. Warmbier meninggal pada Juni 2017.

Donald Trump mendapat pujian atas kembalinya Warmbier dan segelintir orang Amerika lainnya yang ditahan di Korea Utara.

Jika presiden pendahulu menyebut kasus Warmbier sebagai contoh kebrutalan rezim Kim Jong-un, Trump menolak untuk menyalahkan sang pemimpin Korut.

Otto Warmbier, mahasiswa Amerika yang menghabiskan 17 bulan di tahanan Korea Utara (AP Photo/Jon Chol Jin)

“Saya tidak percaya bahwa dia akan membiarkan itu terjadi, itu tidak menguntungkannya,” kata Trump.

“Penjara itu kasar, tempat yang brutal, di mana hal-hal buruk terjadi. Tapi saya tak yakin, ia (Kim Jong-un) tahu soal itu.” Belakangan, pembelaannya itu dikecam ramai publik AS.

Kegagalan negosiasi membuat normalisasi hubungan antar-dua negara beringsut dari hasil yang diinginkan. Kim Jong-un gagal menghasilkan pencabutan sanksi terhadap Korut, di sisi lain Trump gagal memaksa Pyongyang ambil langkah konkret untuk mengakhiri program nuklirnya — sebuah keberhasilan yang sangat ia butuhkan untuk mengimbangi sejumlah gejolak domestik di AS.

Ketika Trump berniat berbincang santai di pinggir kolam renang bersama Kim Jong-un, mantan pengacaranya, Michael Cohen bersaksi menyudutkannya di depan Kongres. Agenda kedua pemimpin tersebut kemudian dibatalkan. 

Michael Cohen pada Rabu 27 Februari 2019 mengatakan kepada panel penyidik Kongres bahwa eks kliennya itu adalah sosok yang “rasis, penipu dan tukang bohong”. Dan jika Trump kalah pada Pilpres 2020, ia menyebut, transisi kekuasaan tak akan berjalan damai.

Eks pengacara Donald Trump, Michael Cohen (AP/Pablo Martinez Monsivais)

Dalam konferensi pers, Trump sempat bereaksi atas kesaksian Cohen. Menyebutnya berisi 95 persen kebohongan, nyaris 100 persen — kecuali soal bahwa ia tak berkolusi dengan Rusia dalam Pilpres 2016. 

Seperti biasanya, ia juga menyerang mantan pengacaranya dalam cuitan di Twitter. 

Tak seperti tanggapannya atas kesaksian Cohen, Trump berupaya keras menahan diri soal Kim Jong-un. Bicaranya tak berapi-api dan tanpa retorika. Tak ketinggalan, ia juga membela diri.

“Aku bisa saja menandatangani kesepakatan hari ini, lalu kalian akan mengatakan, ‘Ah, itu transaksi yang buruk’…Aku lebih baik melakukan dengan benar daripada buru-buru.” 

Donald Trump juga menyebut, meski negosiasi berlangsung tanpa hasil, hubungannya dengan Kim Jong-un tetap hangat. Pertemuan, kata dia, diakhiri dengan jabat tangan.

Di sisi lain, Trum tak berhasil mengurangi efek kejut kesaksian Michael Cohen dengan kegagalan negosiasinya dengan Kim Jong-un. Nobel Perdamaian yang ia harapkan pun kian jauh dari jangkauan.


Saksikan video menarik berikut ini: 

2 dari 3 halaman

Konsekuensi Mengkhawatirkan

“Welcome to Hanoi, city of peace” — kalimat itu terpampang di videotron yang berbaris di sisi jalan, dari bandara menuju pusat kota Hanoi. Bendera Amerika Serikat dan Korea Utara tersebar di sejumlah wilayah ibu kota Vietnam itu.

Sementara, gambar Kim Jong-un dan Donald Trump terpampang di kaos-kaos yang dijajakan untuk menyambut sebuah momentum penting: KTT AS-Korut yang memberi harapan damai di Semenanjung Korea.

Warga mencoba kaus bergambar wajah Presiden AS Donald Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un di sebuah toko di Hanoi, Jumat (22/2). Pembuatan kaus itu menyambut KTT kedua AS-Korea Utara di Vietnam pada 27 Februari mendatang. (Nhac NGUYEN/AFP)

Namun, harapan itu tak terwujud. Kim Jong-un dan Donald Trump balik kanan ke negara masing-masing dengan tangan hampa, tanpa kesepakatan. Negosiasi gagal.

Donald Trump bersikukuh bahwa hubungannya dengan Kim Jong-un tetap baik. Ia juga yakin pihak Korut tak akan lagi melakukan uji coba senjata nuklir atau mengancam akan mengirimkan rudal ke negara lain. 

Belakangan, ia juga mengucapkan terima kasih pada tuan rumah atas sambutan hangat dan kemurahan hati Pemerintah Vietnam. Ucapan itu ia sampaikan lewat Twitter.

Lantas, bagaimana dengan Kim Jong-un? Rezim Korut belum mengeluarkan pernyataan apapun. 

“Kontribusi utama KTT AS-Korut kali ini adalah memperkuat fakta Kim tak punya niat untuk melepaskan kemampuan nuklirnya,” kata Cheon Seong Whun, seorang pejabat keamanan nasional dalam pemerintahan mantan Presiden Korea Selatan Park Geun Hye, seperti dikutip dari www.theatlantic.com. Diplomasi denuklirisasi, dia menambahkan, sudah mati. 

“Saya khawatir tentang konsekuensinya,” kata Jean H. Lee, seorang ahli Korea di Wilson Center, sebuah lembaga penelitian di Washington.

Ia menambahkan, situasi kian pelik pasca kegagalan tersebut. “Apakah kedua pemimpin dan tim mereka membuat langkah yang cukup baik untuk menjaga jalur komunikasi tetap terbuka, atau apakah kita akan menuju periode negosiasi yang macet — atau lebih buruk lagi, ketegangan — yang akan memberi Korea Utara lebih banyak waktu dan insentif untuk terus membangun program senjata mereka?,” tambah Lee. 

Kebuntuan negosiasi disayangkan oleh pihak Korea Selatan. “Sangat disesalkan mereka tidak dapat mencapai kesepakatan yang utuh”, kata Kim Eui-kyeom, juru bicara Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in. 

Presiden Korea Selatan Moon Jae-in (dua kanan) dan sang istri Kim Jung-sook (kanan) foto bersama Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un (dua kiri) dan sang istri Ri Sol Ju (kiri) di Gunung Paektu, Korea Utara, Kamis (20/9). (Pyongyang Press Corps Pool via AP)

“Namun, tampak jelas bahwa kedua belah pihak telah membuat kemajuan yang lebih signifikan dari sebelumnya.”

Yang lebih jelas lagi, kegagalan diplomasi Kim dan Trump berdampak langsung pada Korsel. Mata uang won melemah, bursa saham pun anjlok. 

Hubungan kian tak pasti

Guru Besar Hukum Internasional di Universitas Indonesia, Hikmahanto Juwana menilai bahwa KTT yang berakhir tanpa hasil, membuat hubungan antara AS dan Korea Utara kembali tidak pasti.

Dia berpendapat bahwa meski masih ada optimisme tentang masa depan penyelesaian isu denuklirisasi, namun hasil KTT Vietnam tetap akan berdampak buruk bagi kedua belah pihak.

“Memang kedua pemimpin negara mengatakan hubungan mereka berjalan hangat, tapi kita tidak tahu apa yang dirasakan oleh para birokratnya. Apakah mereka akan tetap bersemangat untuk mengurusi hal ini?,” ujar Hikmahanto, menyayangkan gagal terwujudnya hitam di atas putih antara Donald Trump dan Kim Jong-un.

Hikmahanto juga berpendapat bahwa gagalnya pembicaraan di Hanoi akan turut memengaruhi kondisi ekonomi Korea Utara, yang telah berusaha untuk bangkit, melalui upaya meminta penghapusan sanksi internasional yang tegas dan keras.

“Salah satu yang masih menjadi tanda tanya besar adalah apakah benar pernyataan Donald Trump tentang potensi ekonomi Korea Utara, yang berkali-kali dia sebut di Hanoi. Jika memang begitu, apakah pemerintahannya mau berkompromi untuk mencabut sanksi, di mana Kim Jong-un menyatakan mau untuk mengusahakan denuklirisasi,” ujar Hikmahanto  saat dihubungi Liputan6.com pada Kamis (28/2/2019).

Sementara, Suzie Sudarman, pengamat kebijakan AS dari Universitas Indonesia menilai, KTT Vitenam dinilai tidak substantif, kaena cenderung bersifat lokal, antara Washington dan Pyongyang.

“Isu yang diangkat dalam pertemuan ini berdampak pada dunia internasional, yakni tentang denuklirisasi, sehingga pembahasan antara dua negara saja tidak cukup. Kalaupun misalnya (KTT Vietnam) berhasil, tentu dibutuhkan dukungan dari pihak ketiga yang berkompeten untuk mengawasinya, tidak bisa hanya oleh AS dan Korea Utara,” tambah dia. 

Suzie menambahkan bahwa tidak substantifnya pertemuan Trump-Kim, salah satunya, disebabkan oleh ketidakhadiran lembaga internasional yang berkompeten di tengah-tengahnya.

“Setidaknya diperlukan kehadiran IAEA (lembaga atom dunia) untuk mengawasi pembicaraan denuklirisasi, (sehingga) syukur-syukur bisa mencapai kesepakatan hitam di atas putih,” ujar Suzie.

Selain itu, masih menurut Suzie, apabila terjadi kesepakatan terkait denuklirisasi di Semenanjung Korea, diperlukan pula pembicaraan lanjutan dengan Rusia dan China, dua negara yang dikenal dengan Korea Utara.

Hal ini dimaksudkan agar tercipta keseimbangan dalam tindakan lanjut denuklirisasi. “Sehingga tidak semata-mata karena tuntutan AS, yang nyatanya sulit dipenuhi Korea Utara karena beberapa keterbatasan,” ujar Suzie.

3 dari 3 halaman

Kim Jong-un Wujudkan Ancaman?

Dua bulan sebelum KTT AS-Korut di Vietnam digelar, Kim Jong-un sejatinya sudah menyampaikan peringatan.

Dalam pidato Tahun Baru 2019, Kim Jong-un mengatakan tekadnya untuk denuklirisasi lengkap tetap tidak berubah, tetapi, dia mungkin harus mencari “cara baru” jika Amerika Serikat terus menuntut tindakan sepihak dari Korea Utara.

Duduk di kursi berlapis kulit, mengenakan jas hitam yang dipadu dasi abu-abu, Kim Jong-un mengatakan, bakal ada kemajuan yang lebih cepat dalam denuklirisasi jika Amerika Serikat mengambil tindakan yang sesuai –yakni dengan meringankan sanksi ekonomi yang dijatuhkan kepada Korut.

Kim Jong-un menegaskan, Korea Utara mungkin tak akan punya pilihan lain selain mengeksplorasi ‘cara baru’ untuk melindungi kedaulatan, kepentingan, serta untuk mencapai perdamaian dan stabilitas di Semenanjung Korea.

Tak jelas apa yang ia sebut sebagai ‘cara baru’ itu.

Kim Jong-un menambahkan, hal tersebut akan dilakukan, “jika Amerika Serikat salah membuat perhitungan atas kesabaran rakyat (Korut), memaksakan sesuatu kepada kita dan mengejar sanksi dan tekanan tanpa menepati janji yang dibuat di hadapan dunia,” kata dia seperti dikutip media pemerintah, Rodong Sinmun.

Seperti dikutip dari situs www.businessinsider.sg, ‘cara baru’ yang disebut Kim dalam pidato tahun barunya dikhawatirkan sebagai dimulainya kembali uji coba rudal nuklir — yang menurut Pyongyang telah berakhir April 2018 lalu. 

Pidato Kim bulan lalu juga bisa jadi mengisyaratkan perluasan 12 fasilitas senjata nuklir yang sudah ada di negara itu.

Sebelum KTT Vietnam, intelijen AS dan para ahli Korea Utara berulang kali memperingatkan bahwa Pyongyang tidak mungkin menyerahkan senjata nuklirnya secara utuh.

Sebuah laporan intelijen yang diterbitkan bulan lalu menegaskan kembali gagasan bahwa para pemimpin negara Korut memandang senjata nuklir sebagai hal penting bagi kelangsungan rezim.

Berbeda dengan Donald Trump yang langsung pulang ke Amerika Serikat naik Air Force One, Kim Jong-un dilaporkan tetap tinggal di Hanoi hingga Sabtu 2 Maret 2019. 

Ia akan menyempatkan diri berjalan-jalan dan bertemu dengan sejumlah pejabat Vietnam dalam apa yang ia sebut sebagai ‘kunjungan persahabatan’.

Dengan itu, Kim Jong-un mungkin berkesempatan untuk menunjukkan pada rakyatnya, juga pada dunia bahwa pertemuannya dengan Donald Trump adalah salah satu bagian dari kunjungannya. Bukan agenda tunggal.

Dan, dunia hanya bisa menanti apa yang akan dilakukan pemimpin muda Korut itu. Apakah ia akan bersabar atau mewujudkan ancamannya?

Cara Membuat Tas dari Tali Kur, Mudah bagi Pemula

Liputan6.com, Jakarta Siapa yang senang mengkoleksi tas? Mungkin jika kamu penggemar tas, ada beberapa tas yang kamu miliki dibuat dengan tali kur. Tas dengan bahan dasar tali kur ini memang sedang booming di Indonesia. Siapa pun bisa menggunakan tas dengan tali kur, dari mulai anak-anak, remaja, dewasa atau bahkan kalangan ibu-ibu.

Tas dari tali kur ini merupakan tas yang dirajut ataupun dirangkai sedemikian rupa hingga membentuk sebuah tas. Ada yang berpikir cara membuat tas dari tali kur ini susah. Namun jika kamu mengetahui tahapannya, maka cara membuat tas dari tali kur ini cukup mudah loh. Tas dari tali kur ini memang cenderung simpel, akan tetapi jika sudah ahli, kamu bisa membuat berbagai jenis model tas dengan tali kur.

Memiliki tas yang terbuat dari tali kur ini memiliki keuntungan sendiri. Tas dengan tali kur cocok dikenakan dalam berbagai acara, mulai dari acara formal ataupun santai. Selain itu, karena bahan tas dibuat dari tali kur yang dirangkai, maka tas ini tentu saja lebih awet digunakan.

Dilansir Liputan6.com dari berbagai sumber, Selasa (26/2/2019) tali kur sendiri telah ada sejak abad ke-13. Tali kur merupakan benang yang disebut dengan macrame pada saat itu.

2 dari 5 halaman

Mudah dipraktikkan

Cara membuat tas dari tali kur ini pun bisa kamu praktikan sendiri dirumah. Karena cara membuat tas dari tali kur ini mirip dengan merajut. Hanya saja ukuran benang yang berbeda. Tali kur sendiri merupakan sebuah tali sejenis dengan bahan wol tebal.

Selain itu, jenis tali kur pun berbeda-beda. Yang membedakan jenis tali ini ialah tingkat elastisitas tali. Karena semakin elastis atau lentur talinya, maka semakin mudah pula untuk merangkainya.

Tas dari tali kur sendiri merupakan tas yang dibuat menggunakan berbagai jenis simpul. Yang menarik jika kamu tahu cara membuat tas dari tali kur ialah, kamu bebas membentuk model tas sesuai dengan keinginan. Selain menjadikannya tas, tali kur juga bisa digunakan untuk membuat dompet ataupun ikat pinggang. Tentu saja kamu bisa membuatnya jika sudah terampil.

Jika kamu ingin mengetahui lebih lanjut bagaimana cara membuat tas dari tali kur, kamu bisa menyimak langkah-langkahnya dibawah ini.

3 dari 5 halaman

Siapkan Alat

Cara membuat tas dari tali kur yang pertama tentu saja kamu harus menyiapkan berbagai perlengkapannya. Jangan sampai ada yang tertinggal ya, karena jika ditengah proses cara membuat tas dari tali kur ini kamu hentikan, bisa jadi kamu lupa atau bahkan bingung. Jadi alat dan juga bahan yang harus disiapkan ialah:

1. Tali kur.

Berapa banyak ataupun panjang tali kur yang dibutuhkan sesuai dengna kebutuhan dan juga seberapa besar tas yang akan kamu buat. Karena semakin besar tasnya maka, tali kur yang kamu butuhkan pun semakin banyak. Akan tetapi jika terlalu banyak menggunakan tali kur, maka tas yang kamu buat pun akan terasa berat.

2.Gunting.

Kamu perlu penyiapkan gunting untuk memotong tali kur menjadi beberapa bagian.

3. Korek api.

Kenapa kamu memerlukan korek api? Karena korek api ini akan digunakan untuk menggabungkan ujung tali serta menutup ujung tali jika tas yang dibuat telah selesai.

4. Jarum dan benang.

Selain menggunakan korek api untuk menggabungkan tali kur, kamu juga bisa menggunakan jarum dan benang untuk menggabungkannya. Tentu saja tidak semua potongan dari tali kur ini digabungkan menggunakan jarum dan benang.

5. Resleting, manik-manik, dan kancing.

Ketiganya bisa kamu gunakan sebagai hiasan pada tas. Namun jika kamu tak menginginkan adanya hiasan, maka kamu tak perlu untuk menyiapkannya. Resleting jug bisa kamu gunakan, jika tas yang kamu buat ingin menggunakan resleting.

4 dari 5 halaman

Langkah-langkah cara membuat tas dari tali kur

Setelah kamu menyipkan segala peralatan dan juga bahan, kamu bisa mulai untuk merajut tali kur.

1. Pada langkah pertama cara membuat tas dari tali kur ini, kamu bisa mengambil dua heli tali dengan panjang tali sama. Kemudian lipat tali menjadi 2 bagian dan sejajarkan. Maka kamu akan memperoleh 4 ujung tali. Beri nomor pada tali agar memudahkan kamu, yaitu nomor 1, nomor 2, nomor 3 dan nomor 4 dari kiri ke kanan.

2. Ambil tali nomor 4 kemudian silangkan kebelakang tali lainnya menuju arah 1. Cara membuat tas dari tali kur selanjutnya ialah letakan tali nomor 1 pada bagian belakang tali 4. Sehingga urutannya menjadi nomor 4, 1, 2 dan 3.

3. Langkah dari cara membuat tas dari tali kur selanjutnya adalah ambil ujung tali nomor 1 kemudian kunci dengan cara memasukan pada lubang dari tali nomor 3 dan 4. Selanjutnya tarik tali nomor 1 dari arah kiri dengan tali nomor 4. Hal ini dilakukan untuk mengunci dan juga melipat untuk memasukannya ke lubang belakang.

4. Kemudian tarik kuat masing-masing tali untuk mengutakan dan juga mengunci. Ini merupakan langkah dasar cara membuat tas dari tali kur. Kamu perlu membuat dasar tas ini dengan jumlah yang genap. Hal ini agar lebar tas seimbang anatar kiri dan juga kanan. Jadi, semakin besar tas yang ingin kamu buat, maka semakin banyak pula pola dasar yang harus kamu buat.

5. Untuk menyambungkan 2 pola dasar tas ini, cara yang digunakan pun sama, hanya saja dua kepala yang dirangkau ini dijadikan satu dengan menjejerkan tali-tang ada. Kemudian dua utas tali pada bagian kanan dan dua utas tali pada bagian kiri atau ambil tengah tali untuk menyatukannya. Cara yang digunakan pun sama, karena untuk menyambungkannya kamu juga perlu menggunakan 4 tali.

6. Lakukan menbuat pola dasar ini untuk membentuknya menjadi tas. Jka telah mebentuk kotak ataupun persegi panjang, kamu hanya perlu menggabungaknnya untuk membentuknya menjadi tas menggunakan benang dan jarum ataupun korek api.

Namun apabila benang yang kamu gunakan sebelumnya telah habis namun rangkaian tas belum selesai, kamu bisa menambahkan ujung benang dengan benang lainnya menggunakan korek api. Yang perlu kamu lakukan adalah membakar sedikit ujung benangnya kemudian gabungkan. Disarankan untk tidak terlalu lama dari waktu membakar dan menggabungkannya.

5 dari 5 halaman

Jenis tas tali kur

Bagi kamu yang awam dengan tas tali kur, kamu perlu tahu jika jenis yang kamu bisa buat untuk tali kur ada beragam. Namun jenis yang cukup mudah digunakan ialah motif garis dua warna dan juga miring. Meski begitu masih banyak pula motif dari tas dengan tali kur yang bisa kamu jumpai. Jenis motif tas dari tali kur antara lain:

1. Tas tali kur motif garis 2 warna

2. Tas tali kur motif miring

3. Tas tali kur motif sisik

4. Tas tali kur motif bunga

5. Tas tali kur motof ketupat

6. Tas tali kur motif panah, dan

7. Tas tali kur motif kerang

Banyaknya model dan juga jenis tas tali kur ini pun menandakan bahwa tas ini cukup ramai peminatnya. Kamu bahkan bisa menemui tas dengan bahan tali kur ini di mall ataupun pemeran UMKM.

Persediaan AS Anjlok, Harga Minyak Menguat

Liputan6.com, New York – Harga minyak berjangka menguat dua persen usai persediaan minyak mentah Amerika Serikat (AS) secara tak terduga anjlok.

Selain itu, Arab Saudi menepis komentar dari Presiden AS Donald Trump yang berusaha menjaga harga minyak dari kenaikan.

Persediaan minyak mentah AS turun 8,6 juta barel pada pekan lalu. Hal ini berlawanan dengan harapan kenaikan 2,8 juta barel.

Penarikan yang memecah lima minggu berturut-turut dari persediaan seiring impor minyak mentah melambat ke rekor terendah 2,6 juta barel per hari. Hal ini terjadi usai penurunan produksi OPEC dan sanksi AS terhadap Venezuela.

Minyak mentah berjangka AS berada di posisi USD 56,94 per barel atau naik USD 1,44. Kenaikan ini mencapai 2,6 persen, dan termasuk persentase kenaikan harian terbesar dalam empat minggu. Harga minyak mentah Brent naik USD 1,18 atau 1,8 persen ke posisi USD 66,39 per barel.

“Secara keseluruhan ini adalah laporan yang sangat positif dengan permintaan lebih kuat. Saya pikir Anda sudah melihat dampak dari pemotongan produksi OPEC,” kata Phil Flynn, Analis Price Futures Group, seperti dikutip dari laman Reuters, Kamis (28/2/2019).

2 dari 2 halaman

Selanjutnya

Menteri Energi Arab Saudi, Khalid al-Falih menuturkan, Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan mitranya tidak terlalu menanggapi unggahan status Presiden AS Donald Trump di twitter. Trump menuturkan agar OPEC santai untuk kurangi produksi.

“25 negara mengambil pendekatan yang sangat lambat dan terukur. Seperti paruh kedua tahun lalu membuktikan, kami tertarik pada stabilisas pasar,” ujar Falih.

Adapun harga minyak telah naik lebih dari 20 persen sepanjang 2019 setelah OPEC dan sekutunya sepakat untuk memangkas produksi selama enam bulan mulai Januari.

Langkah ini dilakukan untuk hindari penumpukan surplus global terutama ketika booming produksi minyak mentah AS.

Falih mengatakan, OPEC mungkin perlu memperpanjang perjanjian untuk mengekang produksi hingga akhir 2019. Produksi minyak mentah AS telah mencapai rekor tertinggi selama dua minggu berturut-turut, mencapai 12,1 juta barel per hari pada pekan lalu.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal OPEC Mohammed Barkindo menuturkan, untuk mengelola pasokan dunia adalah sulit ketika dua anggota Iran dan Venezuela mendapat sanksi dari AS.

Menteri Energi Rusia, Alexander Novak juga mengatakan, pasar minyak lebih stabil atau kurang serta volatilitas tidak disukai baik produsen dan konsumen.


Saksikan video pilihan di bawah ini: