Kartika Affandi, Sang Maestro Lukis yang Menolak Bergaya Tua

Liputan6.com, Jakarta – Fesyen tidaklah memiliki batasan umur. Tua-muda bisa menjajal berbagai jenis fesyen sesuai dengan apa yang disukainya. Termasuk, pelukis Kartika Affandi yang ternyata memiliki gaya yang nyentrik.

Nenek berumur 85 tahun tersebut terlihat fashionable saat ditemui di acara Move Right, pada Rabu, 20 Maret 2018. Walaupun duduk di kursi roda, ia terlihat tetap bugar.

Kartika mengenakan baju panjang mirip daster berwarna-warni yang motifnya dicetak dari lukisan karyanya sendiri. Tak lupa, aksesoris syal berwarna merah dililit menjadi bandana. Yang paling menarik perhatian adalah anting- berbentuk flamingo yang desainnya sangat anak muda.

Ibu sembilan anak itu mengaku memilih sendiri gaya berbusananya, tergantung suasana dan tempat. Ia melakukannya sendiri tanpa bantuan orang lain. Ia mengaku menyukai baju dengan warna cerah. 

“Ya ini. Coklat, kuning, oranye. Yang cerah. Mungkin ada orang kepikiran warna nenek kan biasanya abu-abu, entah biru. Kalau mami sih soal warna apa saja,” ungkapnya.

Kebiasaan berbusana ini ia lakoni setiap hari. Sejak pagi, Kartika sudah berbusana lengkap dan berdandan. Setelah itu, barulah ia beraktivitas di dalam maupun luar rumah.

“Saya merasa harus bersolek supaya anak-anak, atau cucu, siapa pun yang datang kalau lihat neneknya kok genit, gitu. Itu mami seneng gitu. Nggak mau tua di hari tua,” katanya sembari tertawa. (Fairuz Fildzah)

Saksikan video pilihan di bawah ini:

25 Tahun Berkarya di Dunia Fesyen

Ternyata JK Lebih Suka Sang Pisang Dibanding Markobar

Liputan6.com, Jakarta – Wakil Presiden Jusuf Kalla menuturkan lebih suka Sang Pisang dibandingkan Markobar, nama usaha martabak milik anak sulung Presiden Joko Widodo atau Jokowi, Gibran Rakabuming. Hal itu dikatakan JK saat menjawab pertanyaan dalam acara Jokowi di Mata Sahabat yang digelar relawan #PejuangkerjaJokowi.

“Sang Pisang atau Markobar?” tanya pembawa acara di Kantor Hub 86, Jakarta Selatan, Kamis (21/3/2019) malam.

“Pisang. Karena saya tidak tahu apa itu Markobar, ha..ha..ha..,” jawab JK sambil berkelakar.

Tidak hanya suka pisang, JK pun lebih suka coto Makassar dibanding palu basa. Soal berwisata, Kalla juga memilih pergi ke gunung dibanding ke pantai.

“Karena saya tidak pintar berenang, jadi pilih gunung,” kata JK memberi alasan.

Dia juga memilih untuk menjadi politisi saat ini dibandingkan menjadi seorang pengusaha. Dan lebih memilih Istana Negara dibandingkan Istana Bogor, alasannya karena letak Bogor terlalu jauh.

Lalu, JK pun lebih memilih Jakarta daripada Makassar tempat kelahirannya. Lalu pertanyaan pun berlanjut, lebih memilih keluarga atau negara. Kalla pun lebih memilih negara.

“Negara. Karena keluarga juga bagian dari warga negara,” ungkap JK sambil tersenyum.

JK juga mengatakan telah memutuskan rencana setelah masa jabatannya berakhir. Dia mengaku ingin menghabiskan waktunya untuk menikmati hidup dengan berwisata bersama keluarga.

“Pensiun, ingin jalan-jalan nikmati hidup,” jawab JK sambil tertawa.

Reporter: Intan Umbari Prihatin

Tiru Jejak Sang Ayah, Maldini Jr Ingin Jadi Legenda AC Milan

Daniel Maldini mengaku selalu menerima bantuan dan saran dari ayahnya. Dia selalu mengatakan kepadanya untuk menjaga kakinya di tanah dan tetap rendah hati di dalam dan di luar lapangan.

“Posisi saya? Saya memainkan permainan menyerang, sebagai gelandang tengah atau pemain nomor 10 yang berpikir untuk mencetak gol,” katanya.

“Kekuatan saya bermain dengan hanya beberapa sentuhan, set-piece dan melihat sesuatu sebelum yang lain.”

Salmafina Sunan Dapat Hujatan, Sang Ayah Buka Suara

Walau Salmafina telah melakukan tindakan ceroboh, Sunan menegaskan takkan memarahi putrinya tersebut. Bagi Sunan, Alma tetap anaknya dan akan terus dibelanya.

“Bicara kecewa, saya enggak menghukum dia atau marahi dia atau musuhin dia atau usir dia, buat apa. Dia anak saya kok,” kata Sunan. (Nur Ulfa/Dream.co.id)

Misteri Uang di Laci Sang Menteri

Jakarta – Dari laci meja kerja Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin, tim penyidik KPK menemukan segepok uang kas dari dua pecahan mata uang. Jumlahnya telah dihitung KPK yaitu Rp 180 juta dan USD 30 ribu.

“Uang tersebut akan diklarifikasi juga tentunya,” ucap Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Selasa (19/3/2019).

KPK kemudian menyita uang itu. Penemuan itu berawal dari penggeledahan yang dilakukan KPK berkaitan dengan operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK pada mantan Ketua Umum PPP Romahurmuziy alias Rommy.

Perkara yang menjerat Rommy memang memiliki garis merah ke Kementeria Agama (Kemenag) sebab KPK menduga Rommy menerima suap berkaitan dengan indikasi jual-beli jabatan di Kemenag baik yang pusat maupun daerah. KPK sebelumnya menduga Rommy menerima suap dari Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi dan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur Haris Hasanuddin.

Terkait temuan duit itu Wakil Ketua DPR Fadli Zon sempat ikut angkat bicara. Dia menyebut temuan uang itu memprihatinkan.

“Kalau di luar negeri menterinya sudah mundur ya, lebih bagus begitu,” kata Fadli.

Namun Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengatakan bila uang ratusan juta di laci meja menteri adalah hal wajar. JK menyebut duit itu sebagai operasional.

“Lazim dong, selalu ada namanya kas kecil (di ruang kerja) iya kan. Dan menteri itu juga ada dana operasionalnya, dan itu kas dana operasionalnya (menteri),” ujar JK.

Selain itu, PPP juga turut berkomentar. Wakil Ketua Umum PPP Arwani Thomafi meyakini bila uang itu merupakan honor menteri, tidak terkait dengan perkara.

“Yakin (tidak berkaitan). Pak Menteri Lukman kan terkenal bersih ya,” kata Arwani.

Menurut Arwani, duit tersebut merupakan honor yang diterima Lukman sebagai Menag ketika datang ke sebuah acara. Dia mengatakan informasi tersebut disampaikan secara langsung ke DPP PPP.

“Memang kami diinfokan bahwa itu uang-uang honor, honor sebagai menteri. Menteri kunjungan ke mana kan ada honornya, ada sebagai pembicara narasumber, itu kan ada honornya semua,” ucap Arwani.

Meski demikian, KPK meyakini bila uang itu terkait perkara. Untuk itulah, KPK menyita uang itu.

“Silakan saja, yang pasti uang tersebut sudah kami sita karena seluruh barang bukti yang disita, kami duga terkait penanganan perkara nanti akan kami telusuri satu persatu bukti-buktinya, klarifikasi-klarifikasinya dan informasi-informasi lain yang relevan,” kata Febri kemudian.

Dia mengatakan KPK tak akan masuk ke penilaian publik terkait penanganan perkara ini. Febri menegaskan KPK fokus pada bukti-bukti terkait kasus hukum yang sedang berjalan.

“Kami tidak ingin masuk ke penilaian beberapa pihak, kami fokus pada penanganan perkara ini agar kasus ini tetap kita tempatkan sebagai kasus hukum saja,” ucapnya.
(dhn/rvk)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Kangnam Pacaran dengan Atlet Lee Sang Hwa

Liputan6.com, Seoul – Bintang Korea, Kangnam, membawa kabar bahagia. Pria asl Jepang itu dikabarkan tengan memiliki kekasih baru. Bukan cuma sekadar isapan jempol, Kangnam dipastikan tak lagi menjomblo.

Belum lama ini, ramai terdengar kabar soal Kangnam yang memiliki kekasih baru. Sebelumnya, bintang ganteng itu sempat menjalin hubungan dengan penyanyi dan aktris UEE.

Rumor Kangnam menjalin hubungan spesial dengan atlet bernama Lee Sang Hwa pun belakangan ini tengah menyita perhatian. Kini, agensi dari keduanya membenarkan kabar pacaran tersebut.

Pada hari Sabtu (16/03) kemarin, pemberitaan soal Kangnam yang menjalin hubungan dengan atlet speed skater bernama Lee Sang Hwa ramai bermunculan. Pihak agensi dari Kangnam pun membenarkan rumor tersebut.

“Memang benar keduanya sedang berpacaran. Mereka saling mengenal setelah tampil di variety show SBS ‘Law of the Jungle in Last Indian Ocean’,” ungkap mereka.

Mengenal Opa Sadam, Sang Pahlawan Jalanan

Liputan6.com, Bone Bolango – Hari menjelang malam, Husain Wadipulu atau yang biasa dipanggil Opa Sadam bergegas merapikan peralatan kerjanya. Ia baru saja selesai menambal jalan rusak di Desa Lopoto’o, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo.

Rutinitas menambal jalan rusak seorang diri yang dilakukan Opa Sadam kini menjadi viral di media sosial. Seorang pengendara yang melintas menyebar foto aksi lelaki berumur 69 tahun itu dan mengundang banyak simpati.

Berbekal pasir, batu kerikil, semen, dan sejumlah peralatan kerja, Opa Sadam sejak pagi hingga sore hari mencari jalan rusak di sekitar desanya untuk ditambal.

“Awalnya saya pakai uang sendiri untuk memperbaiki jalan yang rusak,” kata Opa Sadam.

Seingat Opa Sadam, kegiatan menambal itu sudah dilakukan sejak setahun terakhir. Tidak hanya Desa Lopoto’o, tetapi juga jalan di beberapa desa sekitar.

Ia menceritakan usahanya untuk menambal jalan rusak mendapat perhatian dari sejumlah pengendara yang melintas di desa tersebut. Ada pengendara yang tergerak hatinya kemudian memberikan sejumlah uang.

“Bahkan, ada polisi yang memberikan palang jalan. Biar ada pengamanan saat saya kerja,” ujarnya.

Opa Sadam menyebut niat menambal jalan rusak berawal pada tahun 2018 lalu. Saat itu, dirinya merasa iba ada pengendara motor yang sering terluka karena mengalami kecelakaan saat melintasi jalan yang rusak.

“Saya kasihan lihat ada orang kecelakaan, mahasiswa yang kecelakaan, kendaraan yang jatuh di lubang kecelakaan. Jadi saya mulai tambal jalan yang rusak itu,” jelas Opa Sadam.

Dari kejadian itu, Opa Sadam membulatkan tekad untuk mulai menambal jalan rusak. Ia pun berharap apa yang dilakukannya dapat bermanfaat bagi orang lain.

Simak video pilihan berikut ini:

Seorang tukang becak menjadi perhatian pengguna jalan ketika mengangkut triplek. Sekilas, becaknya seperti sedang berjalan sendiri. Tapi ternyata tidak. Ia mengayuh becaknya sambil tengkurap.

Cerita Sang Istri Kawal Ma’ruf Amin Bersafari Politik

Liputan6.com, Jakarta – Calon wakil presiden nomor urut 01, Ma’ruf Amin kerap ditemani sang istri tercinta, Wury Estu Handayani dalam setiap safari politiknya ke sejumlah wilayah Indonesia.

Wury Estu Handayani pun menceritakan pengalamannya, selama mendampingi suami berkampanye.

“Ya senang (menemani Kiai Ma’ruf),” kata Wury seraya tersenyum dan melirik ke Ma’ruf di Medan, Sumatera Utara, Sabtu (9/3/2019).

Wury mengaku bersyukur bisa terus mendampingi Ma’ruf dalam setiap kegiatan politik. Apalagi, kata dia, dalam setiap kunjungan ke daerah dapat bertemu dengan masyarakat.

Ia mengaku akan tetap mendukung Ma’ruf dalam setiap kegiatan, termasuk kampanye. “Dinikmati saja. Senang saja. Semangat terus karena pak Kiai juga semangat. Ibu juga harus semangat,” ungkap Wury.

Tata Altroz, Sang Penantang Honda Jazz dari Bollywood

Liputan6.com, Jakarta – Tata Altroz resmi melakoni debutnya di Geneva Motor Show 2019. Mobil hatchback asal India ini akan bersaing dengan Honda Jazz dan Suzuki Baleno.

Seperti sempat dikabarkan sebelumnya, Tata Altroz dibangun di atas platform ALFA. Dengan demikian, hatchback pabrikan asal India tersebut bisa mengusung mesin hybrid.

Tak hanya itu, Tata Motors juga memperkenalkan Tata Altroz EV. Meski demikian mobil listrik ini masih sebatas konsep. Namun, ada kemungkinan nantinya diproduksi massal.


Sayangnya belum ada informasi detail terkait mobil ini. Namun, diprediksi Tata Altroz akan menggunakan mesin bensin 1.2L turbocharged Revotron dengan transmisi manual 6-percepatan dan AMT 6-percepatan.

Mengutip dari Auto.ndtv.com Tata Altroz akan masuk ke pasar mobil India pada pertengahan 2019 mendatang. Kemungkinan harganya tak akan jauh dari pesaingnya, berkisar di angka INR600-800 ribu yang setara Rp120-160 jutaan (Kurs INR1 = Rp200).


2 dari 3 halaman

Tata Motors Punya 8 Model Baru, Apa Saja?

Tata Motors serius menatap tahun-tahun mendatang. Mengutip Auto.ndtv.com, pabrikan asal India itu berencana untuk merilis 7 sampai 8 mobil baru hingga 2020 mendatang.

Salah satunya adalah Harrier yang namanya sama persis dengan produk Toyota. Kesamaan nama inipun menjadi bahan pembicaraan di dunia otomotif.




Disebutkan, semua produk baru ini nantinya akan menggunakan dua (2) platform teranyar mereka, OMEGA dan ALFA. Keduanya mampu mebantu Tata untuk menjaga harga jual mobilnya tetap rendah.

Keputusan ini tentunya akan dimulai pada tahun 2019 mendatang. Yang pertama adalah mobil hatchback premium berkode Yaya 45X.

Selain itu, Tata Motors juga ingin memperbesar pasar mereka di India. Caranya adalah dengan membuka 17 dealer baru di negeri Bollywood tersebut.

Sampai saat ini, secara keseluruhan, Tata Motors telah memiliki 59 dealer dan 142 EMO (Emerging Market Operations) yang tersebar di 90 kota di India.

Sumber: Otosia.com


3 dari 3 halaman

Saksikan Juga Video Pilihan di Bawah Ini:

Terbakar Api Cemburu, Kakek Kalungi Sang Istri Pakai Celurit

Liputan6.com, Jember – Seorang kakek berinisial Gt (64) warga Purwoharjo, Banyuwangi, tega menganiaya istrinya sendiri SW (44) hanya karena cemburu dan curiga sang istri punya pria idaman lain. 

Kapolsek Kencong, AKP Saidi, saat dikonfirmasi Liputan6.com, Selasa malam (5/3/2019) membenarkan terjadinya tindak penganiayaan terhadap korban SW. 

“Benar kami telah menangkap Guntaro, karena diduga telah melakukan kekerasan dalam rumah tangga,” kata AKP Saidi.

Rasa cemburu tersangka Gt yang tak mampu dikontrol itu kerap menimbulkan percekcokan di antara keduanya. Puncaknya terjadi penganiayaan dan ancaman pembunuhan, pada Kamis 28 Februari 2019, sekitar pukul 19.00 WIB. 

“Pada saat korban selesai Salat Magrib, datang pelaku kemudian menyeret korban ke dalam kamarnya. Pelaku langsung mencekik leher korban, kemudian mendorong dan menginjak-injak tubuh korban,” kata AKP Saidi.

Belum puas dengan tindakan kasar tersebut, pelaku yang sudah dikuasai nafsu amarah, mengeluarkan sebilah celurit dan dikalungkan ke leher korban. Korban disuruh duduk dan diancam akan dibunuh kalau tidak mengakui tudingan perselingkuhan dengan lelaki lain. 

“Karena korban tetap bersikukuh tidak mengaku dan tidak menuruti permintaannya, maka pelaku menyulut pipi kiri korban dengan rokok,” jelas Saidi.    

Korban yang mengalami kekerasan tidak berani melawan, dan hanya bisa menangis. Karena merasa jiwanya terancam dan merasa kesakitan, begitu ada peluang kabur, korban langsung melarikan diri.

Korban meminta bantuan kepada ibunya, Siti Chofiyah (65). Namun suaminya tak peduli dan tetap mengejar korban. Korban yang lari, justru membuat pelaku bertambah emosi, yang kemudian menampar korban satu kali.     

Tidak terima dengan perlakuan suaminya, korban SW melaporkan kasus penganiayaan tersebut ke Mapolsek Kencong. Berdasarkan laporan korban, unit Reskrim Polsek Kencong langsung menindaklanjutinya.

Berdasarkan alat bukti yang cukup, polisi akhirnya menetapkan Gt sebagai tersangka. Beberapa hari kemudian, polisi berhasil menangkap tersangka dan langsung dibawa ke Polsek Kencong untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. 

Akibat peristiwa itu, korban masih mengalami trauma. Tersangka dan korban sendiri baru beberapa tahun menikah. Tersangka seorang duda asal Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Sedangkan korban, juga seorang janda, warga Desa Kencong Kecamatan Kencong. Dari pernikahan itu, keduanya belum dikaruniai keturunan.     

Saat diinterogasi di Mapolsek Kencong, tersangka mengakui perbuatannya. Motif KDRT tersebut, karena tersangka cemburu, korban memiliki kekasih pria idaman lain.   

Hingga Selasa malam (5/3/2019), tersangka masih menjalani penyidikan dan ditahan di Mapolsek Kencong. Dari tangan tersangka, polisi menyita barang bukti sebilah celurit dengan sarung kulit warna cokelat.   

Tersangka dijerat dengan Pasal 44 ayat (1) UU RI No 23 Tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga Sub Pasal 335 ayat (1) ke 1e KUHP. Yakni melakukan tindak Pidana Kekerasan dalam rumah tangga, dan perbuatan-perbuatan tidak menyenangkan.  


Simak juga video pilihan berikut ini: