Fakta di Balik Rencana Sandiaga Beli Saham Indosat

Jakarta – Membeli kembali (buyback) saham PT Indosat Tbk merupakan salah satu janji dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang belum terlaksana. Calon Wakil Presiden Nomor Urut 02 Sandiaga Uno berjanji akan menuntaskan janji yang masih menggantung itu.

Jika terpilih jadi Wapres, Sandiaga mengaku akan melakukan komunikasi dengan Qatar soal rencana buyback Indosat. Upaya ini juga bagian strateginya yang diberi nama Big Push.

“Sebetulnya ide Pak Jokowi untuk mem-buyback Indosat itu bagus. Dan di bawah Prabowo-Sandi, akan kita usahakan,” kata Sandiaga di Klender, Duren Sawit, Jakarta Timur, Rabu (20/3/2019).

Jika benar Sandi mau merealisasikan janji itu, muncul beberapa pertanyaan berapakah dana yang dibutuhkan untuk mengambil kembali Indosat dari tangan investor Qatar, layakkah Indosat dibeli kembali saat ini dan bersediakah Ooredoo menjualnya kembali?

(das/ang)

JK Tertawa Saat Tahu Erwin Aksa Dukung Sandiaga

JakartaErwin Aksa mengungkapkan momen tanggapan Wapres Jusuf Kalla (JK) terkait dirinya yang pindah pilihan mendukung Sandiaga Uno. Erwin menyebut, JK tertawa saat tahu dia mendukung cawapres nomor urut 02.

“Ketawa saja beliau (JK), ketawa saja. ‘Erwin biasanya susah diatur’ katanya,” ujar Erwin Aksa sambil menirukan pernyataan JK, di Djakarta Theater, Jakarta Pusat, Kamis (21/3/2019).

Aksa mengaku terbiasa dengan perbedaan politik di tengah-tengah keluarganya. Dia mengklaim keputusan mendukung Sandiaga dibuat sejak jauh-jauh hari.

“Dukungan jalan terus, saya kira momen ini adalah salah satu momen di mana teman pengusaha ingin menyampaikan sikap tegas, yang lebih clear, saya kira dukungan itu diberikan oleh teman pengusaha,” katanya.

Selain itu, dia mengaku akan total untuk membantu Sandiaga di Pilpres. Dia juga mengatakan akan memberi bantuan untuk Prabowo-Sandiaga, baik bantuan suara ataupun logistik.

“Saya kira pengusaha sekarang ini ya mereka memberikan dukungannya, ya macam-macam, bantuanya juga macam-macam. Saya kira mereka semuanya ingin membuat sebuah perubahan,” katanya.

“Pengusaha pasti modalnya ada ya. Jadi mudah-mudahan emang bisa berikan dukungan kepada pasangan 02, baik itu dukungan logistik dan dukungan lain yang dibutuhkan untuk Prabowo-Sandi,” lanjutnya.
(zap/zak)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

PTSP Ungkap Data Beda OK OCE, Ini Kata Sandiaga Uno

Jakarta – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi DKI Jakarta (DPMPTSP) menyebut jumlah investasi sebesar Rp 359 miliar berasal dari izin usaha mikro-kecil (IUMK), bukan hanya OK OCE. Apa kata cawapres Sandiaga Uno?

“Silakan dicek saja datanya. Kita dapat datanya dari Pak Iim Rusyamsi, Ketua Umum Perkumpulan Gerakan OK OCE, jadi berapa jumlahnya tinggal diverifikasi. Tapi, kalau nggak salah, OK OCE itu ada izin usaha mikro kecil yang diterbitkan dari OK OCE itu adalah lebih dari 7.000,” kata Sandiaga di Jalan Borobudur, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (21/3/2019).

Dia mengatakan angka Rp 359 miliar itu bukan hanya dari usaha yang sudah berjalan, tetapi juga dari beberapa orang yang sudah mengikuti pelatihan dan perizinan untuk menjalankan usaha.

“Jadi menurut saya kan nggak semuanya hasil dari investasinya, nggak semuanya dari yang baru terbit, tapi kan ada juga yang mengikuti pelatihan dan sudah punya izin sebelumnya, sudah punya PIRT. Jadi itu adalah agregasi dari jumlah pengusaha yang sudah berjalan, juga mengikuti pelatihan dan pendampingan,” imbuhnya.

Sandiaga mengaku yang terpenting angka Rp 359 miliar itu sudah signifikan dan menurutnya layak untuk dipakai di skala nasional. Menurutnya, OK OCE jika dibawa ke skala nasional dapat mencetak 2 juta pengusaha baru.

“Buat kita, yang penting angkanya sudah sangat signifikan, dan sudah layak diangkat ke skala nasional, produk-produknya sudah ada yang ekspor, seperti sajadah cinta, sudah ekspor ke Filipina, sudah di-cover juga sama teman media. Saya lihat ini merupakan semangat untuk mencetak 2 juta pengusaha baru,” katanya.

Sebelumnya, Kepala Seksi Komunikasi DPMPTSP Rinaldi menyebut jumlah investasi sebesar Rp 359 miliar berasal dari izin usaha mikro-kecil (IUMK), bukan hanya OK OCE. Menurutnya, jika Sandi mengklaim angka itu, berarti semua IUMK di Jakarta masuk OK OCE.

“Rp 359 miliar itu data dari IUMK, dia klaim Rp 359 miliar itu dari OK OCE, berarti dia klaim seluruh IUMK yang di Jakarta ini masuk OKE OCE,” kata Rinaldi saat dihubungi, Kamis (21/3/2019).

Kemudian Rinaldi menunjukkan data rekap IUMK hingga 31 Desember 2018. Berikut ini datanya:

Jumlah IUMK yang Terbit di Seluruh Jakarta: 16.734
Yang terdaftar OK OCE: 7.295
Jumlah tenaga kerja: 29.346
Jumlah investasi: Rp 359.070.580.253

Ikuti perkembangan terbaru Pemilu 2019 hanya di detikPemilu. Klik di sini

(zap/dhn)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Bertemu Boy Sadikin, Sandiaga Dapat Masukan soal TPS Hingga DPT

Jakarta – Cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno menyambangi Boy Sadikin yang merupakan anak kandung, mantan Gubernur DKI Jakarta, Ali Sadikin. Dalam pertemuan itu, Sandiaga mengaku temu kangen sekaligus mendapat saran terkait Pilpres.

“Ini reuni kangen sama Pak Boy. Alhamdulillah kita tadi sempat makan malam dan tukar pikiran juga, karena saya dulu waktu Pilgub berangkat dari sini, harus inget sama orang yang dulu bantu saya,” ujar Sandiaga di kediaman Boy Sadikin, Jalan Borobudur, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (21/3/2019).

Sandiaga juga mengaku meminta doa dan restu sekaligus dukungan kepada Boy. Tak hanya itu, Sandi juga mengaku mendapat masalah terkait teknis Pilpres.

“Bang Boy kasih masukan TPS, saksi, sama masalah DPT yang menurut hemat Bang Boy harus diseriusin. Karena Bang Boy pengalaman di Pilpres 2014,” ucapnya.

Mendekati Pilpres, Sandi juga mengaku meminta bantuan kepada relawan-relawan untuk melapor jika ada kecurangan. Semua relawan juga diminta untuk menjadi saksi di TPS terdekat.

“Saya ingin menggerakkan relawan untuk sampaikan kepada relawan mereka semua menjadi saksi, baik saksi luar, maupun saksi dalam. Sehingga apapun bentuk dari kemungkinan potensi kecurangan bisa terdeteksi dari awal, mereka bisa memantau juga melaporkan dari aplikasi atau medsos,” jelasnya.

Sementara itu, Boy mengatakan akan menemani Sandi saat kampanye akbar di beberapa titik. “Insyaallah ikut,” kata Boy.

Ikuti perkembangan terbaru Pemilu 2019 hanya di detikPemilu. Klik di sini

(zap/dhn)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Pemprov DKI Jelaskan Klaim Sandiaga Soal Investasi Rp 359 M dari OK OCE

Liputan6.com, Jakarta – Kepala Seksi Komunikasi Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM PTSP) Rinaldi menjelaskan klaim Calon wakil presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno soal sumbangan investasi program OK OCE untuk DKI capai Rp 359 miliar.

“Rp 359 miliar itu data dari izin usaha mikro dan kecil atau IUMK,” kata Rinaldi saat dihubungi, Kamis (21/3/2019).

Menurut rekap data hingga 31 Desember 2018, IUMK di seluruh Jakarta total berjumlah 16.734 unit, dengan 7.295 unit di antaranya tergabung dalam program OK OCE. Sementara jumlah dana investasi total Rp 359.070.580.253,-

Artinya, klaim Sandiaga yang menyebut Rp 359 miliar bukan seluruhnya bersumber dari program OK OCE. Sebagian di antaranya bersumber dari IUMK.

Sebelumnya, Mantan Wagub DKI itu menyebut program besutannya telah menyumbang investasi DKI hingga Rp 359 miliar. Hal itu dibeberkan saat Sandiaga menyambangi salah satu unit usaha OK OCE di Bukit Duri Jakarta Timur.

“Sekarang tumbuh total investasi dari program OK OCE berapa tebak? Rp 359 miliar OK OCE sudah menyumbang pada ekonomi DKI. Alhamdulillah,” kata Sandiaga, siang tadi.

Sandiaga akan Kaji Kebijakan Cantrang

Jakarta – Sejumlah nelayan dan petani mengeluhkan kebijakan pemerintah saat ini terkait perizinan yang sulit kepada cawapres Sandiaga Uno. Sandi pun menjanjikan kepada mereka akan mempermudah perizinan apapun jika memenangi Pilpres.

“Pengurusan perizinan susah, di bawah Prabowo-Sandi kami akan permudah perizinan birokrasi, untuk para nelayan yang hasil tangkap rendah akan ada mekanisme industri dan usaha agar bisa hidup yang berkelanjutan. Pokoknya kita ingin fokus, agar nelayan bisa dapat harga yang baik kalau dibangun UMKM dan industrinya,” kata Sandi menjawab beberapa pertanyaan nelayan di Tanggerang, Banten, Kamis (21/3/2019).

Sandi mengaku setiap bertemu dengan nelayan di beberapa titik lokasi kampanye, selalu mengeluhkan kebijakan cantrang. Dia juga berencana meninjau ulang (review) kebijakan ini.
Menurutnya larangan penggunaan cantrang mempengaruhi hasil tangkapan ikan oleh nelayan.

Sandiaga bertemu nelayan di Tanggerang, BantenSandiaga bertemu nelayan di Tanggerang, Banten (Foto: Zunita Amalia Putri/detikcom)

“Jadi Prabowo-Sandi sudah menyampaikan bahwa kami akan melakukan review terhadap kebijakan tersebut, dan siapa akan kita bela tentunya kita akan bela kepentingan para nelayan,” katanya.

Sandi juga berjanji membangun infrastruktur di pertanian yang mempunyai pengaruh untuk masyarakat. Dia juga berjanji akan memperlancar produksi bibit super kepada para petani.

“kita mau menggalakkan kebijakan-kebijakan seperti menyetok impor saat panen, memperlancar distribusi pupuk, menjaga harga ongkos produksi petani seperti pupuk, bibitan, maupun obat-obatan benih harga stabil. Itu untuk maritim maupun pertanian, karena fokus kita swasembada pangan,” jelasnya.
(zap/jbr)
<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Jika Buyback Saham Indosat, Berapa Dana yang Dibutuhkan Sandiaga?

Sebelumnya, Cawapres nomor urut 02 Sandiaga Salahuddin Uno akan merealisasikan wacana membeli kembali atau buyback saham Indosat jika terpilih bersama Prabowo Subianto dalam Pilpres 2019. Sandiaga bakal bicara dengan pihak Qatar Telecom, pemilik grup Ooredoo.

“Sebetulnya, ide Pak Jokowi untuk mem-buyback Indosat itu bagus. Dan di bawah Prabowo-Sandi akan kita usahakan. Kita bicara dengan Qatar,” kata Sandiaga di kawasan Jakarta Timur, Rabu 20 Maret 2019.

Sandiaga menjelaskan, tujuannya buyback saham Indosat untuk mengintegrasikan data masyarakat Indonesia lewat KTP elektronik (e-KTP). Menurut dia, supaya sistem integrasi e-KTP tercapai, membutuhkan data-data yang dikuasai Indosat.

“Nah, salah satu yang mau kita dorong adalah dengan KTP elektronik, tapi kita juga harus menguasai data bagaimana kita kolaborasi Indonesia bisa punya kedaulatan datanya,” ucap Sandiaga.

Sehingga, kata Sandi, sistem integrasi Single Indentification Number (SIN) yang gagasnya lewat penggunaan ‘big data’ bisa dikawal dan dikontrol oleh perusahaan perusahaan seperti Telkomsel maupun Indosat. Nantinya, pusat data tersebut berada di Indonesia jika buyback Indosat berhasil.

“Data itu bukan hanya pemerintah saja, dari para pemegang seperti Telkomsel gabung sama Indosat itu bisa 80 persen. data masyarakat dipegang oleh kita. Akan kita ajak bergabung, Telkomsel kan mayoritasnya Indonesia kalau Indosat kan mayoritasnya masih pihak Qatar,” tutur Sandiaga.

“Kita mau buy back, sesuai rencanya Pak Jokowi namun tak kunjung terlaksana. Kita akan dateng ke pihak qatar, kita akan kembangkan, tapi kita yang mesti mayoritas, seperti telkomsel kan bagus dikelolanya oleh kita,” tambah dia.

 Eks Wakil Gubernur DKI Jakarta itu memastikan data data masyarakat dapat dikelola dengan baik dan bisa memberikan pelayanan publik yang lebih bagus bila dikuasai pemerintahnya kelak.

Menurut dia, Jokowi saat ini belum serius untuk buyback kembali Indosat.

“Ini kolaborasi, data untuk kebaikan kita semua dan saya yakin kalau kita bisa kelola dengan baik, kita rangkul, janji Pak Jokowi sampaikan kita tuntaskan,” tandas Sandiaga Uno.

Sandiaga Sepakat dengan KPU Tak Undang Menteri Saat Debat Pilpres

Liputan6.com, Jakarta – Cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno sepakat dengan sikap Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang tak mengundang menteri saat debat pilpres selanjutnya. Dia menilai, pilihan itu untuk menghindari potensi benturan kepentingan.

“Saya sepakat ya, mungkin potensi benturan kepentingan kita datang disana sebagai menteri atau sebagai pembantu presiden atau timses presiden yang juga calon presiden,” kata Sandiaga di Jakarta, Rabu 20 Maret 2019.

Eks Wakil Gubernur DKI Jakarta itu menghargai keputusan KPU. Menurut dia, menteri lebih baik mengadakan nonton bareng (nobar) di lain tempat.

“Jadi kelutusan itu kita hargai, walaupun debat itu jadi masukan menteri juga ya. Mungkin mereka bisa menonton di rumah saja atau mengadakan nobar,” tandas Sandiaga Uno.

Sebelumnya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) bulat tidak menyodorkan undangan kepada menteri, sebagai tamu pada debat pemilihan presiden keempat. Hal ini menurut Komisoner KPU RI Pramono Ubaid, telah disepakati sejak rapat persiapan debat ketiga.

Sandiaga: Aksa Mahmud Kenalkan Saya dengan Tokoh Masyarakat Sulsel

Eks Wakil Gubernur DKI Jakarta itu enggan spekulasi lebih jauh apakah Aksa Mahmud dan Erwin Aksa membawa gerbong dukungan dari Sulawesi Selatan untuk mendukungnya di Pilpres 2019. Sandi hanya melihat keduanya merupakan sahabat baik.

“Saya enggak melihat mereka bawa gerbong atau apa, tapi saya melihat persahabatan Pak Aksa dan Pak Erwin sekarang sudah tampil. Alhamdulilah sangat berterimakasih sangat berterimakasih,” tuturnya.

Lebih lanjut, Sandiaga menambahkan, bahwa, Aksa Mahmud sempat salat Jumat bersama Capres Prabowo Subianto dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di masjid Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta Pusat.

“Ada Pak Anies, Pak Aksa sebagai ketua yayasan Masjid Sunda Kelapa kemudian masjid dekat dengan KPU,” tandas Sandiaga Uno.

Reporter: Muhammad Genantan Saputra

Sumber: Merdeka.com

Sandiaga akan Tunaikan Janji Jokowi Buyback Saham Indosat

Jakarta – Cawapres Sandiaga Uno berjanji akan meneruskan janji capres petahana Joko Widodo untuk pembelian kembali (buyback) saham Indosat yang telah dijual ke investor Qatar. Upaya itu dilakukan untuk menyempurnakan Sistem Integrasi Nasional (SIN).

“Sebetulnya ide Pak Jokowi untuk mem-buyback Indosat itu bagus. Dan di bawah Prabowo-Sandi akan kita usahakan,” kata Sandiaga di Klender, Durem Sawit, Jakarta Timur, Rabu (20/3/2019).

Jika terpilih jadi cawapres, Sandiaga mengaku akan melakukan komunikasi dengan Qatar soal rencana buyback Indosat. Upaya ini juga bagian strateginya yang diberi nama big push.


“Saya kan tadi bicara soal penciptaan lapangan kerja dan dua strategi kita satu membangun ekosistem wirausaha dengan OK OCE dan membuka lapangan kerja melalui rumah siap kerja. Ada juga proses yang harus didorong oleh usaha-usaha besar kita, yang kita sebut sebagai strategi big push. Bagaimana industrialisasi lapangan kerja, nah salah satu yang mau kita dorong adalah dengan KTP elektronik, tapi kita juga harus menguasai data,” paparnya.

Menurutnya integrasi ini perlu pusat kontrol data yang besar. Maka dari itu dia berencana buyback Indosat untuk memperkuat integrasi data.

“Kita bicara dengan Qatar, bagaimana kita kolaborasi Indonesia bisa punya kedaulatan datanya sehingga nanti sistem integrasi SIN dengan penggunaan big data itu bisa dikawal dengan perusahaan dan dikontrol oleh perusahaan-perusahaan seperti Telkomsel, Indosat, di situ kan mereka bisa mengawal sehingga data kita kuat didorong bukan hanya oleh pemerintah tapi dunia usaha juga yang dikelola oleh pemerintah,” terangnya.

Janji buyback Indosat ini dicetuskan Jokowi saat Pilpres 2014. Namun hal ini belum terealisasi di masa kepimpinannya bersama Jusuf Kalla. Sandiaga menyebut salah satu hambatannya yakni kurang keseriusan Jokowi untuk membeli saham Indosat dari Qatar.

“Menurut saya belum diseriusin aja. Kalau diseriusin saya rasa bisa dan Prabowo-Sandi melihat dari berbagai janji Pak Jokowi yang belum ditunaikan itu salah satu yang akan kita seriusin dan insyaallah kita akan teruskan,” kata Sandiaga.

Dari catatan detikcom, Jokowi pernah mengungkapkan rencana membeli kembali saham Indosat yang dulu sempat dijual karena krisis ekonomi. Namun, saat itu Jokowi punya syarat untuk membeli Indosat kembali.

“Kan kita sampaikan ada klausul buyback. Buyback itu tentu saja kalau harganya wajar dan sesuai, biasanya kalau pas, sahamnya itu pas lagi bagus-bagusnya pasti harga sweetener, minta yang paling manis, itu,” kata Jokowi di sela kampanyenya di Pontianak, Kalimantan Barat, Senin (23/6/2014).

Jokowi juga menyebutkan untuk membeli Indosat lagi, syarat pertumbuhan ekonomi di atas 7 persen sangat penting. “Makanya saya sampaikan kalau bisa pertumbuhan bisa di atas 7 persen, membeli Indosat itu bukan sesuatu yang sulit,” ucapnya.
(idn/jbr)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>