Sandi Nilai Perlu Referendum Sebelum Ibu Kota Dipindah, Istana: Tak Sejauh Itu

Jakarta – Eks cawapres 2019 Sandiaga Uno menyebut perlu ada jajak pendapat kepada masyarakat atau referendum sebelum wacana pemindahan ibu kota direalisasikan. Istana menilai tidak perlu sampai dilakukan referendum.

“Saya pikir kita punya dewan yang mewakili ada anggota dewan. Kemarin Presiden minta izin kepada anggota dewan untuk nantinya bisa merestui karena nanti akan dilarikan ke Undang-undang. Jadi tidak sejauh itulah,” ujar Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko di gedung Krida Bhakti, Jalan Veteran III, Jakarta Pusat, Jumat (23/8/2019).

Ibu kota akan dipindah ke Pulau Kalimantan. Namun rencana tersebut mendapat kritikan. PKS DKI Jakarta misalnya yang menyebut perekonomian di Indonesia sedang terpuruk.
“Kalau melihatnya sekarang, kan kita melihatnya jauh ke depan. Melihatnya ya kalau hanya sekarang ya kita melihat memikirkan Indonesia yang memikirkan 100 tahun ke depan, bukan memikirkan 5 tahun, 10 tahun ke depan. Kalau tidak dimulai, kapan lagi?” ujar Moeldoko.

“Karena inisiasi mengembangkan ibu kota kan sudah lama. Kalau dipikirkan terus kan tidak terealisasi. Terus kapan mau move on-nya? Ini mau di-move on-kan,” imbuh eks Panglima TNI tersebut.

Sandi sebelumnya mempertanyakan urgensi pemindahan ibu kota negara dari Jakarta ke Kalimantan. Sandi menegaskan pemindahan ibu kota bukan urusan prioritas.

Kalau saya melihat ini sangat strategis buat referendum, sampaikan seluruh warga Indonesia setuju nggak pindahkan ibu kota? Sehingga masyarakat menjadi bagian dari pengambilan keputusan tersebut,” ujar Sandi dalam diskusi ‘Selamatkan Indonesia dari Kebangkrutan’ di Gedung Joang 45, Jl Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (22/8).
(dkp/idh)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *