Muatan Sakral Tari Guel Aceh dan Arti Mimpi Menaklukkan Hati Sang Gajah Putih

Liputan6.com, Aceh – “Tem o item…m Engingku ine…e,” syair pembuka terdengar begitu syahdu. Seorang penari keluar dari arah kiri, menuju ke tengah dengan kaki berjinjit.

Tubuh penari tampak membungkuk, bahunya maju mundur, lengan timbul tenggelam dalam lipatan kain bersulam kerawang Gayo yang menutupi punggung. Gerakannya rampak seirama tabuhan rebana.

Pada satu titik penari mengempas dan mengibaskan kain ke udara seperti orang memutar adonan pizza. Terkadang penari berlari kecil sambil menukik bak seekor elang yang tengah bermanuver di udara.

Penari bergerak mendekat, mengitari, lalu memberi sembah. Kiranya dia hendak merayu seorang penari lain yang tengah duduk bersimpuh agar mengikuti gerakannya, lalu keduanya bergerak bersamaan, padu padan dalam hentak estetis berirama.

Gerakan-gerakan di atas adalah gerakan tari guel. Tarian ini merupakan tarian tradisional yang berasal dari Tanah Gayo, dan dapat kita temukan di Bener Meriah, Aceh Tengah, dan Gayo Lues.

Tari guel dulu adalah tarian yang sakral. Pagelaran tari guel tidak boleh sembarang tempat, panggung atau pentas, karena kesakralannya.

Namun, penampilan tari guel saat ini sangat mudah ditemukan pada acara-acara formal seperti menyambut tamu agung, hingga pernikahan. Tari guel mengalami modifikasi atau penambahan-penambahan, baik gerak, syair, hingga jumlah penari, seiring perkembangannya.

Syair yang mengiringi tabuhan rebana serta gerak yang menyepadan, melahirkan nuansa magis yang begitu kental. Tari guel menggubah sebuah gerak filosofi yang berkait erat dengan alam kehidupan.

Adat dan budaya Gayo melekat di dalamnya. Agama adalah pendulum yang membuat guel tak bisa terpisah dari hal satu ini, sebagaimana guel bermula dari salam, begitu pun para penari sadar akan sifat manusia yang berpantang angkuh; berserah seluruh.

Penjiwaan penari guel tentang etik kehidupan tertinggi itu mengaktual dalam gerak simbolik yang mereka tampilkan. Maka, sebenarnya tidak sembarang orang boleh menarikan guel, karena, mereka yang berhati bersih dan berjiwa tulus saja yang layak.

2 dari 2 halaman

Cerita Rakyat di Balik Tari Guel

Tari guel berkait erat dengan foklor atau cerita rakyat ‘Sengeda dan Bener Merie’. Mimpi Sengeda membawanya pada sebuah pertemuan dengan seekor gajah putih, yang konon adalah jelmaan abangnya, Bener Merie.

Skema Sengeda menaklukkan hati Sang gajah putih yang akhirnya berbalas menjadi puncak tarian ini. Guel berakhir saat gajah putih bersedia mengikuti Sengeda ke Kesultanan Aceh Darussalam sebagai persembahan untuk putri sultan yang tengah mengidam-idamkanya.

Seluruh penduduk kampung yang terlalui rombongan menepungtawari gajah putih sebagai wujud rasa syukur dan gembira. Belakangan, prosesi tepung tawar tampil dalam gerak cincang nangka, yang pelakunya adalah penari guel perempuan.

Struktur Tari Guel

Tari guel terbagi dalam 4 babak. Munatap menjadi awal babak, menggambarkan bentuk persuasi Sengeda yang hendak menaklukkan hati gajah putih, lalu berlanjut ke babak redep yang menggambarkan kesediaan gajah putih menuruti keinginan Sengeda.

Ketibung dan cincang nangka menjadi dua babak pengakhiran. Dua babak yang menggambarkan semakin kuatnya keinginan gajah putih mengikuti Sengeda, hingga akhirnya Sengeda berhasil menggiring gajah putih ke Kesultanan Aceh Darussalam.

“Drama antara Sengeda dan gajah putih yang hadir dalam tari guel, sejatinya pesan, manusia bisa hidup saling berdampingan dan harmonis dengan alam, layaknya Sengeda menaklukkan hati gajah putih yang lalu berjalan beriringan. Asal, tak ada tendesi menghancurkan seperti kebiasaan manusia, saat ini,” kata seorang penikmat budaya Gayo asal Meulaboh, S. Yadi Machmad (30), kepada Liputan6.com, Sabtu pagi (23/2/2019).

Saksikan video pilihan berikut ini:

5 Cerita Kirana Larasati yang Pakai Topi Unicorn

JakartaKirana Larasati mengunggah foto di Instagram-nya sedang memakai topi unicorn. Ada beberapa cerita tentang Kirana. Apa saja?

Kirana lahir di Jakarta, pada 29 Agustus 1987. Dia merupakan aktris Indonesia.

Berikut cerita Kirana Larasati.

1. Bintang Sinetron

Keterlibatan Kirana dalam dunia sinetron berawal dari ketidaksengajaan saat memenangkan acara untuk promosi film Eiffel I’m in Love yang diselenggarakan sebuah stasiun radio. Hadiahnya adalah makan malam bersama Samuel Rizal dan Shandy Aulia.

Kemudian Kirana ditawari untuk mengikuti casting sebuah sinetron oleh Dewi Yulia Razif, casting director PT Soraya Intercine Film. Setelah casting itu, karier Kirana makin bersinar.

Sinetron yang melambungkan nama Kirana adalah Azizah yang ditayangkan stasiun televisi swasta pada tahun 2007. Sinetron lain yang pernah dibintanginya antara lain Aku Bukan Untukmu, Benci Bilang Cinta, Kakak Iparku 17 Tahun, Pasangan Heboh, Habibi dan Habibah.

2. Pemain Film

Selain sinetron, Kirana juga bermain film. Beberapa film yang dibintanginya antara lain D’Girlz Begins (2006), Claudia/Jasmine, Gotcha, dan Perempuan Punya Cerita (2008).

3. Kehidupan pribadi

Kirana Larasati menikah dengan Tama Gandjar pada 9 Mei 2015. Dari pernikahan itu keduanya dikaruniai seorang anak bernama Kyo Karura Gantama.

Namun pernikahan itu kandas dan Kirana serta Tama resmi bercerai pada 13 Juli 2017. Hak asuh anak jatuh ke tangan Kirana.

4. Caleg PDIP

Kirana saat ini terdaftar sebagai caleg PDIP. Dia caleg dari Dapil Jabar I (Kota Bandung dan Kota Cimahi).

5. Unggah Foto Pakai Topi Unicorn

Terbaru, Kirana Larasati mengunggah fotonya saat memakai topi unicorn. Istilah unicorn mencuat setelah Debat Capres Putaran Kedua pada Minggu (17/2/2019). Pada Debat itu, Capres nomor 1, Joko Widodo bertanya kepada Capres nomor 2 Prabowo Subianto soal kebijakan untuk pengembangan unicorn Indonesia. Nah di Instagram-nya Kirana memakai topi Unicorn sambil duduk di sebuah kursi. Dia mendapat 7.446 like untuk postingannya itu. Namun kolom komentarnya ditutup.
(nwy/ken)

Photo Gallery

1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14

Sandiaga Nyanyi ‘Hadapi dengan Senyuman’ untuk Ahmad Dhani

DenpasarCawapres Sandiaga Uno menyanyi lagu ‘Hadapi dengan Senyum’ di hadapan relawan di Bali. Lagu itu Sandiaga nyanyikan untuk Ahmad Dhani dan para relawan untuk menghadapi Pilpres 2019.

“Buat para relawan yang masih berjuang selama 53 hari lagi. Hadapi dengan senyum,” kata Sandiaga di hadapan relawan di Jl Tukad Musi, Renon, Bali, Sabtu (23/2/2019).

Sandiaga bersama MC dan para relawannya lalu kompak menyanyikan lagu Dewa 19 itu. Ditemui usai acara, Sandiaga mengaku lagu itu khusus dinyanyikan untuk para relawan yang menghadapi dinamika jelang Pilpres 2019 ini.

“Tadi kita kan banyak pertanyaan teman-teman bagaimana menghadapi dinamika 53 hari ke depan kalau ada aksi penyambutan ya hadapi dengan senyuman. Ya itu tribute buat semua, mainnya dari kawan-kawan kita semua ini ada band dadakan, tapi lumayan kan suaranya,” cetusnya.

Sandiaga juga tak menampik lagu itu juga dia nyanyikan untuk Ahmad Dhani yang tengah dibui. Sambil mengutip setiap lirik yang dia rasa cocok menggambarkan suasana relawan hari ini.

“Lagunya untuk Bang Ahmad Dhani untuk kita semua. Kan hadapi dengan senyuman biar semua yang terjadi terjadi semua hadapi dengan tenang jiwa semua akan baik-baik saja. Ya ini kan ketetapan Tuhan tidak akan ada yang berubah,” terangnya.

Sandiaga pun berpesan agar para relawannya tetap semangat meski banyak aksi penolakan di beberapa tempat. Dia juga mengingatkan relawannya agar tak menggelar aksi serupa ketika capres-cawapres lawan datang berkunjung.

“Untuk menghadapi baliho-baliho dengan senyuman jangan kita lawan dengan spanduk karena kita cetak spanduk saja kekurangan biaya. Kami kekurangan biaya untuk kampanye kami sendiri. Jadi dana yang terkumpul betul-betul sangat minim untuk para caleg mensosialisasikan diri sendiri,” ujarnya.

“Nanti kalau Pak Ma’ruf ke sini, Pak Jokowi ke sini nggak perlu aksi tandingan serupa karena menurut kami energi yang kami miliki digunakan sebaik-baiknya untuk masing,” pesan Sandiaga.
(ams/rvk)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Aprilia Manganang Tak Sangka Rebut MVP Proliga 2019

Liputan6.com, Yogyakarta – Pemain putri Jakarta PGN Popsivo Polwan Aprilia Manganang terpilih sebagai pemain terbaik (MVP) Proliga 2019. April diganjar penghargaan individual bergengsi tersebut usai membawa timnnya menjadi juara kompetisi bola kasta tertinggi di Indonesia itu.

Ini adalah kali ketiga April memenangkan MVP Proliga. Sebelumnya, pevoli kelahiran Tahuna, Sulawesi Utara, 27 April 1992 itu pernah meraihnya pada Proliga 2016 dan 2016.

April mengaku tak menyangka bakal meraih MVP. Dia justru menjagokan rekan setimnya, Amalia Fajrina, untuk memenangkan penghargaan tersebut.

Bahkan, dia mengajak bertaruh Bogi Triyadi dari Liputan6.com yang menyebutnya akan memenangkan penghargaan MVP. “Ayo taruhan siapa yang menang? Menurutku Amalia,” kata April sambil menjabat tangan Bogi tanpa menyebut taruhannya.

Namun setelah namanya disebut sebagai pemenang MVP Proliga, April pun tersenyum lepas dan senang.

2 dari 3 halaman

Untuk Popsivo

April mengatakan suksesnya meraih penghargaan MVP tidak lepas dari bantuan rekan-rekannya di Popsivo Polwan. Apalagi, ini pertama kalinya ia membela tim tersebut.

“Ini untuk Popsivo. Ini kali pertama aku membela Popsivo dan aku meraih MVP serta juara Proliga,” ucap April yang menerima hadiah uang tunai sebesar Rp 10 juta sebagai MVP Proliga 2019.

3 dari 3 halaman

Peraih Penghargaan

Best Server – Bethania De La Cruz (Jakarta Pertamina Energi)

Best Setter – Tri Retno Mutiara (Jakarta BNI 46)

Best Spiker – Wilda Siti Nurfadillah (Jakarta PGN Popsivo Polwan)

Best Blocker – Agustin Wulandari (Jakarta Pertamina Energi)

Best Libero – Yulis Indahyani (Jakarta Pertamina Energi)

Best Scorer – Kokram Pimpichaya (Bandung Bank BJB Pakuan)

Best Player – Aprilia S Manganang (Jakarta PGN Popsivo Polwan)

Best Coach – Chamman Dokmal


Ket: masing-masing pemenang meraih hadiah uang Rp 5 juta, kecuali best player yang mendapat Rp 10 juta.

Prabowo dapat ‘Surat Cinta’ dan Celengan dari Bocah Gendis di Medan

Jakarta – Prabowo Subianto mendapatkan kejutan berupa surat cinta dari seorang anak perempuan bernama Jawa Gendis Queen saat berkunjung ke Medan, Sumatera Utara. Prabowo merasa terharu dan mengucapkan terima kasih kepada Gendis.

“Terima kasih, nak,” kata Prabowo sambil memeluk Gendis di Regale Covention Center, Medan, Sumatera Utara, dikutip dari keterangan tertulis, Sabtu (23/2/2019).

Gendis berharap Prabowo terpilih jadi Presiden 2019-2024. Tak hanya surat, Gendis juga memberikan uang tabungannya untuk Prabowo. Ia mengatakan uang itu dikumpulkannya dari hasil berjualan makanan di sekolah.
“Biar bapak jadi Presiden,” ucap Gendis.

Prabowo dapat 'Surat Cinta' dan Celengan dari Bocah Gendis di MedanSurat dari Gendis ke Prabowo (Foto: Dok. BPN Prabowo-Sandiaga)

Menurut pengakuan Gendis dalam suratnya, dia selalu mendoakan kemenangan Prabowo-Sandiaga Uno setiap salat. Surat itu ditulis Gendis dalam dua lembar kertas.

“Setiap selesai salat, Ndis selalu mendoakan agar bapak menjadi presiden di sujud terkahir Ndis,” tulis Gendis.

Berikut surat yang dituliskan Gendis untuk Prabowo:

Kepada bapak Prabowo
Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarakatuh

Bapak Prabowo, nama saya Jawa Gendis Queen, tapi biasa dipanggil Gendis. Ndis mau kasi celengan Ndis untuk bapak Prabowo biar bapak jadi presiden.

Celengan ini Ndis kumpulin dari hasil jualan Ndis di sekolah. Hasil jualan Ndis cokelat, puding, dan candy.

Setiap selesai salat, Ndis selalu mendoakan agar bapak jadi presiden di sujud terakhir Ndis. Salam dua jari dari Ndis di Medan.

Umur: 8 tahun
Kelas: 3 SD Nurul Huda
Tempat ngaji: Al Bukhari Muslim

Ndis juga atlet taekwondo sabuk merah karena Ndis mau jadi militer seperti Pak Prabowo.
(tsa/zak)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

5 Cara Membaca Perilaku Pembohong dalam Hitungan Detik

Liputan6.com, Jakarta – Seseorang cenderung berbohong untuk menutupi suatu masalah yang terjadi. Kebohongan biasanya hanya menguntungkan diri sendiri dan merugikan orang lain.

Sebagai mahluk sosial, tentu kita ingin hidup terbebas dari sikap berbohong atau penipuan yang merugikan diri.

Sehingga, diperlukan pengetahuan secara mendasar untuk mendeteksi apakah seseorang sedang berbohong atau tidak.

Seperti dikutip dari laman Brightside.me, Sabtu (23/2/2019), berikut 5 cara mendeteksi orang berbohong dalam beberapa detik:


Saksikan video pilihan di bawah ini:

2 dari 6 halaman

1. Menggigit Bibir

Orang yang suka berbohong sulit berbicara lantaran mulut mereka kerap kering. Terkadang, setelah berbicara mereka akan mengeluarkan reaksi refleks yaitu menggigit bibir mereka.

Orang yang suka berbohong mengalami penurunan sistem saraf pada produksi air liurnya. Jika Anda menawarkan segelas air kepada orang ini, mereka kemungkinan akan meminumnya dengan sangat cepat.

3 dari 6 halaman

2. Mencoba Membuka Mata Agar Percaya Diri

Psikolog mengklaim bahwa pembohong tidak dapat mempertahankan kontak mata untuk waktu yang lama. Namun, jika seseorang berbohong dan ingin Anda mempercayai apa yang mereka katakan, mereka akan mencoba menatap Anda untuk membuat diri mereka tampak dapat dipercaya.

4 dari 6 halaman

3. Mereka Membatasi Gerakan

Sudah diketahui secara umum bahwa gerakan yang tidak terkendali dapat menunjukkan fakta bahwa seseorang berbohong.

Ketika mereka berbicara btidak jujur, biasanya tangan gelisah tak bisa diam. Atau mata kemana-mana serta menghindari tatapan secara langsung.

5 dari 6 halaman

4. Berpegangan Pada Satu Benda

Lanjutan dari upaya membatasi gerak, ternyata orang berbohong kerap menggunakan satu benda untuk berpegangan.

Sebab, ada sejumlah orang yang akan gemetaran jika berbohong. Oleh karenanya, mereka memegang satu benda agar tidak terlihat bergetar.

Perilaku semacam ini sangat alami. Bahkan di masa kecil, kita belajar bahwa untuk menghindari situasi berbahaya, kita perlu bersembunyi di suatu tempat.

6 dari 6 halaman

5. Menjawab Pertanyaan dengan Pertanyaan

Orang yang berbohong biasanya akan mengurangi risiko terdeteksi. Sehingga, saat seorang penipu atau pembohong diajukan pertanyaan, maka mereka akan menjawab pertanyaan dengan pertanyaan.

Pembohong akan mengatakan, “Kenapa aku mencuri dari kakakku sendiri?” dibandingkan menjawab atau menjelaskan pertanyaan.

Kisah Anak Difabel yang Diam-diam Punya Kehidupan Online Menakjubkan

Oslo

Robert dan Trude meratapi kehidupan sepi dan terkungkung yang mereka pikir dijalani Mats, anak mereka yang difabel. Namun ketika Mats wafat, pasangan itu baru sadar bahwa banyak orang di Eropa menyalakan lilin tanda berkabung untuk putra mereka.

Artikel ini pertama kali terbit di situs radio Norwegia, NRK.

“Pola pikir kami sangat tradisional. Kami tak ingin dia mengubah atau mengacaukan ritme kesehariannya.”

Duduk di sebuah kafe dekat kantornya di alun-alun kota Oslo, Norwegia, Robert Steen (56) memaparkan betapa ia kerap khawatir jika anaknya tak kunjung terlelap hingga tengah malam.

“Jika melihat ke belakang, saya rasa kami seharusnya lebih tertarik pada gim, dunia di mana putra kami menghabiskan hampir seluruh waktunya,” kata Robert.

“Karena kami tak punya ketertarikan itu, kami kehilangan kesempatan untuk mengetahui yang tidak kami pahami,” tuturnya.

Robert menyampaikan kata-kata terakhir tentang Mats akhir tahun 2014 di sebuah kapel di satu pemakaman di ibu kota Norwegia.

Di antara mereka yang duduk mendengarkan pidato itu, termasuk sanak famili dan sejumlah tenaga medis yang mengenal dekat Mats, ada sekelompok orang asing.

Hanya Robert yang pernah bertemu mereka. Itu pun baru sekali: malam sebelum pemakaman.

Beberapa tahun di akhir hidupnya, Mats hampir tidak pernah meninggalkan ruang bawah tanah di flat milik keluarganya.

Jadi cukup aneh bahwa ada orang-orang tak dikenal datang ke pemakamannya. Mats sendiri bahkan tidak pernah berjumpa dengan mereka.

Sebelum kematiannya, tamu-tamu yang berduka itu tidak mengenal Mats sebagai Mats, tapi Ibelin, seorang keturunan ningrat, perayu ulung, dan detektif.

Beberapa orang asing yang menghadiri pemakaman itu tinggal di dekat rumah Mats, tapi sebagian lainnya datang dari jauh. Kedatangan mereka dilandasi satu tujuan: meratapi kawan baik.

Di upacara pemakaman, salah satu dari orang asing itu tampil ke depan dan memberi sepatah kata. Ia berkata bahwa banyak orang di Eropa berkumpul dan menyalakan lilin untuk Mats.

Nasib telah tersurat di bintang-bintang, dan kenyataan tercantum dalam DNA-nya.

Mats, yang berlarian keliiling rumah sambil mengenakan mahkota saat ulang tahun keempat pada Juli 1993, akan menghadapi kenyataan bahwa ia bakal segera lumpuh.

Robert dan Trude mendengar vonis medis itu pada Mei 1993 di Rumah Sakit Ulleval.

Mereka belakangan paham mengapa putra mereka selalu jatuh dari ayunan dan menyakiti diri sendiri.

Sama halnya dengan kenapa Mats tidak memanjat tangga papan luncur di taman anak-anak, meski ia gemar merosot.

Juga penyebab Mats kerap menekuk lutut seperti orang tua saat beranjak dari posisi duduk dan alasannya tak berusaha berlomba dengan anak-anak seusianya.

Tim dokter berkata kepada Robert dan Trude bahwa Mats mengidap duchenne muscular dystrophy (DMD), sebuah gangguan yang menyebabkan pengenduran otot dan kerap menyerang anak laki-laki.

Gen dalam tubuh Mats mengandung kekeliruan yang mencegah ototnya berkembang secara normal. Itu pula yang akhirnya menghancurkan otot-ototnya.

“Setelah kami menidurkan Mats, malam itu kami memanggil dokter. Kami mendapat hak istimewa itu. Kami dapat menelepon dokter kapan pun kami membutuhkan informasi,” kata Robert.

Bersama Trude, Robert berbicara kepada dokter via telepon selama lebih dari setengah jam. “Setidaknya (penyakit) ini tidak akan membunuh anak saya!” kata Robert.

“Dokter terdiam beberapa saat, lalu berkata, ‘Tidak, tapi pengalaman kami menunjukkan, pasien kami yang menderita penyakit ini tidak akan bertahan lebih dari umur 20 tahun,'” tuturnya.

Robert terdiam. “Mats mampu mencapai 25 tahun.”

Di kediaman keluarga di Ostensjo, sebelah tenggara Oslo, Robert dan Trude mengupayakan segala cara untuk putra mereka.

Mats diyakini tidak akan menjalani kehidupan normal seperti yang ada dalam bayangan orang tuanya. Dia akan mati muda dan dipisahkan dari mereka tanpa memberi arti apapun kepada dunia.

Namun seluruh anggapan itu keliru.

Jika DNA telah merancang kehidupan kita sebelum kita dilahirkan, mampukah kita memilih masa depan kita sendiri?

Faktanya, Mats menemukan jalan keluar dan menciptakan sosok baru atas dirinya sendiri.

Di awal dekade 2000-an, Robert dan keluarganya pindah ke sebuah rumah di Langhus, sebelah selatan Oslo. Rumah itu dirancang agar ramah kursi roda.

Walaupun Mats diizinkan bermain konsol permainan grafis Game Boy selama libur sekolah, sosok Mario Bros tetap tak dapat memahami rasanya menjadi sosok yang berbeda.

Mats terus duduk di kursi roda bersama asisten yang mendampinginya ke mana pun.

Robert dan Trude terus memikirkan aktivitas yang mungkin disenangi Mats pada waktu senggang, terutama ketika kawan-kawan sekelasnya bermain sepakbola atau berlarian di luar ruangan.

Barangkali gim online? Robert memberi Mats kata sandi komputer keluarga. Dan sejak saat itu, sebuah dunia yang baru terbuka bagi anak berusia 11 tahun tersebut.

“Selama 10 tahun terakhir hidupnya, Mats bermain antara 15 ribu hingga 20 ribu jam. Itu setara dengan bekerja penuh waktu selama 10 tahun,” kata Robert.

Namun gim itu ternyata menimbulkan percekcokan dalam keluarga.

“Ketika perawat datang pukul 10 malam, Mats sudah tidur. Pekerjaan mereka mengawasi Mats di tempat tidur, bukan memaksanya untuk tidur.”

“Mats protes, ogah-ogahan mengikuti perintah itu,” ujar Robert.

Mats ternyata telah berevolusi menjadi pemain gim. Dan pemain gim tidak tidur sebelum larut.

Lantas siapakah Mats selama jam permainan itu? Dia menjadi Lord Ibelin Redmoore dan kadang-kadang Jerome Walker.

“Ibelin dan Jerome adalah perpanjangan diri saya. Mereka mewakili sisi lain kepribadian saya,” tulis Mats.

Mats membenamkan diri ke planet Azeroth dalam gim populer World of Warcraft.

Azeroth adalah dunia fantasi yang mistis. Terdapat sejumlah benua, lautan, hutan, tebing dan tanah datar, perkampungan serta kota.

Mats menghabiskan hampir seluruh waktunya di sebuah wilayah yang bernama Eastern Kingdoms.

Sebagai pemain gim online, Anda akan memahami dunia itu satu per satu, seperti halnya Anda mengenal dunia nyata secara fisik.

Di dunia khayalan itu terdapat tempat untuk berwisata, wilayah dan kota yang akan Anda kuasaisebagian lebih baik dibandingkan lainnya.

Di area tertentu, Anda wajib berhati-hati, sementara di wilayah lainnya Anda akan dengan senang hati menjelajah. Anda akan menemukan penginapan di suatu kawasan, lalu bertemu orang-orang baru yang menarik.

Begitulah semestinya dunia berjalan. Dan seperti itu pula Azeroth bergulir.

Mats menempuh perjalanan hidupnya di sana dan menemukan lingkaran pertemanan dengan orang-orang menyenangkan.

“Saat saya melewati ruang bawah tanah Mats pada siang hari, gordennya tertutup. Itu adalah kepedihan yang saya ingat betul,” ucap Robert yang bekerja di bagian keuangan kantor wakil wali kota Oslo.

“Oh tidak, saya pikir dia belum memulai harinya. Saya sedih karena dunianya sangat terbatas.”

Tapi mereka yang tak bermain gim tidak dapat melihat gambaran utuhnya. Mereka tidak tahu bahwa gim lebih dari sekadar menembak dan mendapatkan poin.

“Kami pikir ini semua hanyalah permainan. Kami kira itu sebuah kompetisi yang seharusnya dimenangkan,” kata Robert.

Lalu muncul pula persoalan ritme sirkadian di tubuh Mats, di setiap waktu selama 24 jam kesehariannya.

“Kami tidak mengerti mengapa sangat penting bagi Mats untuk terus online saat petang dan malam.”

“Tentu saja orang tidak bermain pagi atau siang hari karena itu adalah waktu di mana mereka berada di sekolah atau tengah bekerja.”

“Kami awalnya memahami semua ini setelah ia wafat. Di akhir hayatnya, kami masih berkeras ia harus tidur jam 11 malam, seperti orang-orang normal lainnya,” ujar Robert.

Lisette Roovers adalah salah satu kawan Mats di dunia gim online yang berasal dari Breda, Belanda. Ia hadir dalam pemakaman Mats tahun 2014.

Lisette juga datang ke Norwegia untuk mengunjungi temannya, Kai Simon Fredriksen, yang juga bermain gim online bersama Mats.

“Saya mengenal Mats bertahun-tahun. Sangat mengejutkan mendengar kabar ia meninggal dan itu berdampak pada saya,” kata Lisette.

Lisette kini berusia 28 tahun. Ia berumur 15 tahun ketika bertemu Mats yang kala itu berusia 16 tahun. Atau tepatnya, ketika karakter gim Lisette, Rumour, bertemu Ibelin.

“Kami bertemu di Goldshire,” kata Lisette.

“Itu bukan tempat yang nyaman lagi, tapi saat itu Goldshire adalah kampung kecil yang menyenangkan, di mana Anda bisa bertemu karakter baru yang menarik.”

“Saya mencari seseorang untuk bermain. Di antara mereka yang di duduk di api unggun adalah sosok yang belakangan saya kenal sebagai Ibelin,” kata Lisette.

“Sayaatau Rumourbertingkah laku impulsif. Saya keluar dari semak-semak dan merebut topi Ibelin. Kami berdiri dan saling menatap beberapa saat, lalu saya kabur membawa lari topinya.”

Lisette tersenyum kecil.

Mats juga menulis perjumpaan pertamanya dengan Lisette di sebuah unggahan blog berjudul Love.

“Di dunia yang lain ini, seorang anak perempuan tidak akan melihat kursi roda atau hal-hal lain sebagai pembeda. Mereka akan menemukan jiwa, hati, dan pikiran saya yang hidup dalam tubuh yang kuat dan cakap,” tutur Mats.

“Untungnya, hampir sebagian besar karakter di dunia virtual ini terlihat menawan,” tambahnya.

Di sisi lain, Lisette berkata, “Mats adalah kawan baik, kadang-kadang ia teman yang sangat dekat.”

“Kami saling bertukar pesan tentang apapun, tapi dia tidak menceritakan kondisinya. Saya kira kehidupannya sama sepertinya saya, contohnya kami sama-sama membenci sekolah.”

Tapi ada hal-hal yang sempat tidak mereka sepakati.

“Dia menulis bahwa ia membenci salju, sedangkan saya menyukainya. Saya tidak mengerti bahwa ketidaksukaannya itu berkaitan dengan kursi roda. Saya tidak tahu sama sekali,” kata Lisette.

Kecintaan Lisette pada gim membuat orang tuanya khawatir. Mereka takut studinya terganggu dan Lisette tak akan memiliki kehidupan sosial.

Keputusan yang diambil orang tuanya adalah memutus akses Lisette kepada gim online. “Dijauhkan dari kawan-kawan di permainan itu sangat berat bagi saya,” tuturnya.

Namun Mats bersiasat untuk melanggengkan perkawanan itu. Meski ia tak menemukan Lisette di gim itu, Mats berkomunikasi dengannya melalui saluran lain.

“Dia menulis surat yang sangat serius untuk orang tua saya dan mendorong mereka memahami betapa penting gim itu bagi saya. Saya menyimpan surat itu,” kata Lisette.

Robert dan Trude tahu putra mereka saling berbalas pesan dengan seseorang bernama Lisette.

“Mats sempat berbicara tentang karakter gim itu sejumlah avatartapi kami tidak memperhatikan secara khusus. Dia cerita pada kami tentang Rumour, dan tentang hal-hal lainnya,” kata Robert.

“Dia atau Lisette mengirimnya kado, termasuk pada hari ulang tahunnya. Itu sangat menyentuh dan kami menggodanya. Dia tersipu dan sangat malu.”

“Kami pikir Lisette adalah teman baik karena hadiah-hadiah itu. Anda bisa menyebut kado itu sebagai bukti nyata pertemanan.”

“Kami tidak menyebut orang-orang yang bersentuhan dengannya sebagai kawan. Kami menyebut mereka avatar. Persepsi kami tentang pertemanan sangatlah tradisional,” ujar Robert.

Dalam gim World of Warcraft, Anda dapat bermain sendiri atau bergabung dengan orang lain dan membentuk kelompok atau serikat.

Mats adalah bagian dari kelompok seperti itu yang bernama Starlight. Kawanan itu berisi 30 anggota.

“Tidak ada yang hanya sekadar menjadi anggota Starlight,” kata Robert yang kini memahami gim itu.

“Untuk menjadi anggota, Anda harus direkomendasikan seseorang yang telah lebih dulu masuk. Anda harus lulus masa percobaan selama satu hingga dua bulan,” ujarnya.

Starlight bertahan selama lebih dari 12 tahun dan kelompok ini masih aktif hingga kini.

“Starlight adalah grup yang spesial karena terus bersama dalam waktu yang sangat panjang. Itu barangkali didasarkan pada pertemanan yang sangat mendalam,” kata Robert.

Kai Simondikenal sebagai Nomine dalam permainan ituberusia 40 tahun. Ia adalah pemimpin Starlight.

Setiap tahun sejak Mats meninggal tahun 2014, Starlight menggelar peringatan khusus untuk mengenang kawan mereka itu.

Tahun 2018, saat tengah mengenang Lord Ibelin Redmoore, Kai Simon berkata kepada rekan-rekannya agar lebih fokus berlari dan berenang.

“Ibelin adalah seorang pelari,” kata Kai. “Sangat penting baginya untuk berlari dan berbagi pengalaman berlari itu dengan orang lain.”

Apakah Kai tengah berbicara tentang Mats atau karakter yang dimainkan Mats? Mungkin itu tidak penting. Barangkali memang seperti itu jika seseorang telah menyatu dengan karakter permainan.

Pada musim panas tahun 2013, Mats berusia 24 tahun. Keluarganya berlibur di Mallorca, Spanyol, sementara ia tak bisa ikut plesir dan tinggal di ruang bawah tanah bersama pendampingnya.

Mats sama sekali tidak boleh sendirian. Selama bertahun-tahun ia memiliki pendamping yang berbeda-beda, termasuk pamannya.

Mats beruntung, beberapa pendampingnya juga punya kesenangan yang sama terhadap gim online.

Ketika orang tuanya berada di Spanyol, Mats memulai blognya yang berjudul Musings of Life (Renungan Hidup). Dalam unggahan berjudul My Escape (Pelarian Saya), dia menulis tentang kehidupan di Azeroth.

“Keterbatasan saya tidak dipersoalkan, belenggu saya hancur dan saya bisa menjadi siapapun yang saya inginkan. Di sana saya merasa normal,” tulisnya.

Mats membagikan tulisannya itu kepada para anggota Starlight. Satu per satu. Itulah proses bagimana mereka akhirnya mengetahui kondisi yang dihadapi Mats dalam dunia offline.

Lisette mengingat kembali saat-saat ia membaca blog milik Mats pertama kali.

“Saya tumbang. Hati nurani saya terluka karena saya beberapa kali menggodanya di permainan gim dan tak pernah betul-betul sengaja melakukannya.”

“Lalu saya berpikir, ‘Apakah saya harus mengubah perilaku terhadapnya?’ Namun saya memutuskan tetap bersikap seperti biasanya. Dia juga menuliskan itu sebagai keinginannya.”

Tanggal 18 November 2014, Mats meninggal.

Dalam kondisi kritis, Mats dilarikan ke rumah sakit. Dokter sempat berhasil membuat kondisinya stabil dan mempertimbangkan untuk memulangkannya.

Namun belakangan seluruh keluarga Mats diminta segera datang ke rumah sakit.

“Dia berada di lantai empat, di ruangan di ujung koridor. Setiap detik sangat berharga. Koridor itu sangat panjang,” kata Robert.

Robert dan istrinya, Trude, datang terlambat.

Foto yang diabadikan Robert memperlihatkan seorang anak muda yang pucat dengan rambut berombak. Foto itu menggambarkan mata, hidung mancung dan mulut yang selama ini selalu ditutup masker pernafasan.

Mats terlihat seperti tengah tertidur pulas.

Beberapa tahun sebelum itu, Lisette membuatkan Mats sebuah gambar. Ibelin menopang Rumour. Syal menutup hidung dan mulut Ibelin.

“Mats menerima gambar itu melalui email,” kata Robert. “Sekarang gambar itu tergantung di tembok rumah kami.”

Sehari setelah Mats wafat, seluruh keluarganya berada di rumah. “Bel terus berbunyi, karangan bunga dan tetangga berdatangan. Kami menangis,” kata Robert.

Robert memikirkan orang yang harus ia beri kabar tentang kematian Mats. Dia mengingat para pemain gim dan mencari cara berkomunikasi dengan mereka secara langsung.

“Sebelum Mats meninggal, saya tidak pernah berpikir dapat memiliki kata sandinya.” Tapi kini Robert sangat membutuhkannya.

“Ketika itu, pikiran saya lalu tertuju pada blognya.”

Faktanya, Mats pernah memberi ayahnya kata sandi untuk masuk ke blognya. Saat itu, tujuannya agar Robert dapat terus-menerus memeriksa seberapa sering unggahan Mats dibaca publik.

“Anda tidak tahu siapa yang berperan dalam kehidupan anak Anda jika Anda tak mengenal dunia digital mereka,” kata Anne Hamill alias Chit, pakar psikologi berusia 65 tahun asal Inggris, yang juga berstatus anggota Starlight.

“Buat kesepakatan dengan anak Anda tentang bagaimana berkomunikasi dengan kawan-kawan dunia digital mereka, kalau-kalau sesuatu terjadi.”

“Kalau tidak, mereka memiliki sekelompok teman yang akan terus bertanya-tanya tentang apa yang terjadi,” kata Anne.

Di akhir unggahan blog tentang kematian Mats, Robert menuliskan alamat email bagi siapapun yang ingin berkomunikasi dengannya.

“Saya menulis itu lalu menangis. Saya mengetuk tanda ‘terbitkan’. Saya tidak tahu apakah akan ada balasan yang masuk sampai email pertama datang, sebuah pesan belasungkawa dari salah satu anggota Starlight.”

“Saya membaca email itu keras-keras, ‘Sangat pedih menulis pesan untuk seseorang yang tidak pernah saya temui, tapi sangat saya kenal.’ Pesan itu menghadirkan kesan mendalam,” ujar Robert.

Setelah itu datang lebih banyak pesan berisi ucapan duka cita dan tentu kehidupan Mats dalam permainan online itu.

“Mats melampaui batasan fisik dan memperkaya banyak orang di dunia,” begitu salah satu pesan itu.

“Kepergian Mats sangat memukul saya. Saya tak dapat menuliskan kata-kata betapa rindunya saya pada dia.”

“Saya tak percaya satupun orang di Starlight. Tapi jika saya harus memilih, saya hanya akan mempercayainya,” demikian pesan lain untuk Mats.

Ketika Starlight mengetahui kematian Mats, mereka mengumpulkan uang sehingga mereka yang berkantong tipis berkesempatan pergi ke Norwegia untuk menghadiri pemakaman.

Robert berkata, keluarganya sangat tersentuh.

“Kami mengangis dan terus menangsis akibat kebahagiaan emosional yang datang dari kenyataan tentang kehidupan Mats.”

“Dengan kawan-kawan yang nyata, orang-orang baik yang sangat peduli dan bersedia datang dari negara lain untuk melihat pemakaman orang yang tidak pernah mereka temui. Ikatan itu sangat kuat,” kata Robert.

Lisette datang dari Belanda. Begitu pula Anne yang terbang dari Inggris, Janina dari Finlandia, dan Rikke dari Denmark.

Atas nama anggota Starlight, Kai yang asli Oslo juga menggelar kebaktian.

“Saat kita berkumpul di sini, sebuah lilin dinyalakan bagi Mats di Belanda. Lilin lain dihidupkan di pusat Irlandia, dan di sebuah perpustakaan di Swedia.”

“Peringatan terhadapnya dilakukan di salon kecantikan di Finlandia, kantor pemerintahan di Denmark, dan banyak tempat di Inggris.”

“Di seluruh Eropa, Mats diingat oleh lebih banyak orang dibandingkan mereka yang punya kesempatan datang ke pemakaman ini.”

“Saya bertemu Mats di dunia di mana tidak ada persoalan tentang siapa dirimu, tubuh seperti apa yang kamu miliki atau bagaimana kamu terlihat di dunia nyata, di balik papan tuts,” ujar Kai.

“Di dunia itu, yang terpenting adalah sosok apa yang kamu pilih dan bagaimana kamu bersikap terhadap orang lain.”

“Yang menentukan siapa dirimu, adalah apa yang ada di sini (Kai meletakkan tangannya ke tempat peribadatannya) dan di sini (Kai menyentuh hatinya).”

Dalam blog miliknya, Mats menulis tentang monitor komputer yang ditatapnya hampir seumur hidupnya, “Ini bukan monitor, ini adalah gerbang ke manapun hatimu berkehendak.”

Vicky Schaubert bekerja untuk stasiun radio publik milik pemerintah Norwegia, Norsk rikskringkasting (NRK) di Oslo. Anda dapat membaca karyanya melalui tautan ini.

Kredit foto paling atas: Blizzard Entertainment/Patrick da Silva Saether/NRK


(ita/ita)
<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Donald Trump dan Kim Jong Un Gadungan Ditangkap di Vietnam

Hanoi – Peniru pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump ditangkap untuk kemudian diinterogasi oleh polisi di Vietnam. Penangkapan dilakukan setelah keduanya muncul di ibu kota Vietnam, Hanoi, yang akan menjadi tempat berlangsungnya pertemuan Trump dan Kim asli pekan depan.

Peniru Kim, Howard X dan peniru Trump, Russell White bertemu di pusat kota Hanoi pada Jumat (22/2) waktu setempat, menjelang pertemuan Trump dan Kim asli pada 27-28 Februari mendatang. Pertemuan tersebut akan menjadi pertemuan puncak yang kedua bagi kedua pemimpin negara tersebut.

Trump dan Kim gadungan itu ditangkap saat diwawancarai di sebuah stasiun TV lokal. Sekitar 10 polisi Vietnam datang ke stasiun TV tersebut dan memerintahkan keduanya untuk tidak lagi muncul di media atau akan dideportasi.


“Mereka pada dasarnya menyuruh berhenti melakukan peniruan atau kami akan menendang Anda keluar dari negara ini,” ujar Howard X kepada AFP, Sabtu (23/2/2019) setelah dia dibebaskan dari pemeriksaan dan kembali ke hotelnya. Dia yakin para polisi berpakaian preman mengawasinya di hotel tersebut.

Polisi mengatakan bahwa Trump dan Kim palsu tersebut hanya bisa bepergian di Hanoi dengan rencana perjalanan dan pemandu perjalanan yang disetujui. Howard X yang merupakan warga Hong Kong, bersikeras bahwa dirinya berada di Vietnam secara legal dan tidak akan pergi dari negara itu kecuali dipaksa.

Sebelumnya, pasangan peniru ini muncul bersama penjaga keamanan berpakaian hitam di Hotel Metropole Hanoi dan Opera House pada Jumat (22/2). Mereka pun langsung dikerumuni para insan pers.

Di depan para jurnalis, Russell White meniru gaya Trump dengan mengatakan bahwa kedatangan mereka berniat untuk menurunkan ambisi nuklir Korut.

“Kami berupaya menuju perdamaian. Melalui negosiasi, dengan dialog, kami tentu saja ingin membantu Korea Utara,” tutur Russell menirukan gaya Trump.

Perkataan tersebut dibalas oleh koleganya, Howard X. Sambil bercanda, peniru Kim itu menjawab bahwa Trump mungkin harus mengabaikan ambisi nuklir Pyongyang untuk bertemu langsung.

“Semoga dia bisa mengabaikan semua rudal nuklirku dan mencabut sanksi-sanksi,” kata Howard X, yang juga berkunjung ke Singapura menjelang pertemuan pertama Trump dan Kim tahun lalu.

(ita/ita)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Ada Koleksi 40 Senapan dan Barang yang Tak Akan Dijual di Rumah Parto Patrio

Liputan6.com, Jakarta – Salah satu grup lawak yag pernah melambung namanya adalah Patrio, terutama di akhir 90-an dan awal 2000-an. Grup yang beranggotakan Parto, Akri dan Eko termauk laris dan sering tampil di televisi.

Program Ngelaba yang mereka bawakan di sebuah stasiun televisi sempat jadi hits selama bertahun-tahun. Namun beberapa tahun belakangan, grup Patrio sudah vakum karena kesibukan masing-masing personilnya.

Akri sibuk dengan kegiatan dakwah, Eko di dunia politik sedangkan Parto Patrio tetap konsisten tampil di televisi. Bahkan acara OVJ (Opera Van Java) yang dibawakannya sukses besar dan melambungkan nama pemainnya, ternasuk Andre Taulany, Sule dan Azis Gagap.

Konsistensi Parto dalam dunia komedi berbuah manis, ia kini mempunyai sebuah rumah yang megah. Baru-baru ini Andre Taulany berkunjung ke rumahnya yang berkonsep minimalis tapi terdapat ruang yang spesial.

Ruangan tersebut digunakan Parto Patrio untuk menyimpan koleksi senapannya yang beragam. Selain itu masih ada sejumlah barang yang dikoleksi komedian yang punya nama asli Eddy Supono ini. Seperti apa rumah Parto yang megah bisa dilihat di Youtube di akun Taulany TV, Jumat, 22 Februari 2019.

Andre memperlihatkan ruang tamu rumah Parto yang bergaya minimalis dan dilengkapi dengan hiasan dinding warna-warni. Di rumah yang terdiri dari dua lantai, ada tempat khusus untuk menyimpan beberapa koleksi barang.

Ada koleksi topi dan buku komik cerita rakyat dan daerah yang dipajang di sebuah lemari khusus. Di lantai dua rumahnya, juga ada satu ruangan khusus untuk menyimpan koleksi senapan. Parto memang dikenal hobi mengkoleksi senjata baik berupa pistol maupun senjata api ukuran besar yang jumlahnya sekitar 40-an buah.

2 dari 2 halaman

Senapan Angin dan Karaoke

Meski begitu semuanya merupakan senapan angin dan hanya sesekali dipakai untuk menyalurkan hobi menembaknya. “Ini semua senapan angin dan masih termasuk ukuran standar yang nggak perlu ijin khusus untuk dibeli dan dikoleksi, jadi aman semua,” ucap Parto.

Pria yang sering disebut mirip dengan Ariel Noah ini biasanya menggunakan senapan untuk berburu, terutama untuk menumpas hama sepert tikus. Tempat koleksi senapan itu ternyata di desain oleh istri Parto.

“Jadi istri saya yang bikin konsepnya, dan setelah saya setuju kita panggil Yang Maha Kuasa, eh maaf salah hehehe, maksudnya kita panggil ahlinya untuk mengerjakan konsep desain dari istri saya,” tutur Parto dengan logat khasnya yang medok.

Di ruangan tersebut juga ada koleksi korek api gas merek Zippo yang cukup banyak. Meski jarang merokok, Parto mengaku suka mengkoleksi Zippo sejak lama.

Bagian lain yang diperlihatkan adalah dapur yang bernuansa hitam putih yang bersih dan terlihat elegan. Dan ternyata Parto sudah menyiapkan makanan untuk tamunya.

“Wah memang enak kalo ke rumah mas Parto, rumahnya keren dan bagus, terus dikasih salah satu koleksinya eh dikasih makan pula, kayaknya mesti sering-sering mampir nih,” canda Andre.

Satu lagi ruangan yang diperlihatkan adalah ruang keluarga dengan fasiilitas karaoke dengan layar besar. Di ruangan yang dipenuhi gambar komik ini juga terdapat peralatan band. Salah satunya adalah organ yang ternyata sudah dimilik Parto sejak belasan tahun lalu.

“Organ ini banyak kenangannya, jadi nggak akan pernah saya jual. Ini program lagunya sudah diisi lagu dangdut semua. Nyanyi sambil main organ ini kegiatan favorit saya di rumah,” pungkas Parto Patrio yang kemudian bernyanyi bareng Andre Taulany.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Tiba di Bali, Sandiaga Disambut Spanduk ‘Bali Basis Jokowi-Amin’

Jakarta – Sejumlah massa yang membawa spanduk ‘Bali Basis 01 Jokowi-Amin’ menyambut kedatangan rombongan cawapres Sandiaga Uno di Bali. Apa respons Sandiaga?

Pantauan di lapangan ‘penyambutan’ itu dimulai sejak rombongan Sandiaga keluar dari Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali. Sejumlah massa terlihat membentangkan spanduk ‘Bali basis 01 Jokowi-Amin’ sambil mengacungkan satu jari atau jempolnya.

“Jokowi, Jokowi,” ucap massa.

Tiba di Bali, Sandiaga Disambut Spanduk 'Bali Basis Jokowi-Amin'Foto: Aditya Mardiastuti/detikcom

Tak hanya itu, dalam perjalanan dari Gianyar menuju lokasi kampanye lainnya, massa yang membawa spanduk serupa juga kembali menyambut Sandiaga. Mereka berdiri di tepi jalan sambil bersorak menyebut nama Jokowi-Ma’ruf Amin.

Ada juga spanduk-spanduk ‘Tak Akan Pilih #Sandiwara pilih Jokowi saja’ di lokasi Sandiaga berkampanye di Klungkung. Spanduk itu dipasang bersebelahan dengan spanduk penyambutan Sandiaga.

“Ada sambutan dari pendukung kita maupun presiden. Saya lihat bukan penolakan tapi penyambutan,” ujar Sandiaga di Desa Sumitra, Gianyar, Bali, Sabtu (23/2/2019).

Tiba di Bali, Sandiaga Disambut Spanduk 'Bali Basis Jokowi-Amin'Foto: Aditya Mardiastuti/detikcom

Sandiaga mengatakan ‘penyambutan’ itu merupakan salah satu proses demokrasi. Sandiaga bahkan mengucapkan terima kasih untuk penyambutan warga Bali tersebut.

“Ini pesta demokrasi yang kita kedepankan dengan sukacita karena Bali ini sangat terbuka dan Bali ini jadi gerbang pariwisata Indonesia siapapun yang datang kesini disambut dengan ramah tamah,” tuturnya.

(ams/knv)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>