MBS Teken Kerja Sama Rp 140 T dan Bahas Deradikalisasi dengan China

BeijingPutra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (MBS) bertemu Presiden China Xi Jinping dan meneken kerja sama di bidang perminyakan senilai US$ 10 miliar atau Rp 140,5 triliun. Pertemuan juga membahas deradikalisasi.

Dilansir dari Channel News Asia, Sabtu (23/2/2019), MBS berbicara mengenai hubungan bilateral Arab Saudi dengan China yang sudah terjalin sejak ribuan tahun lalu. MBS mengaku senang dengan kerja sama yang dilakukan dengan China.

“Dalam ratusan, bahkan ribuan tahun, interaksi antara kedua pihak telah bersahabat. Selama pertukaran yang begitu lama dengan Cina, kami tidak pernah mengalami masalah dengan China,” ujar MBS.

Perjanjian kerja sama senilai Rp 140,5 triliun ini guna membangun kompleks petrokimia dan kilang minyak di China. Kompleks ini ditargetkan mampu memproduksi 300 ribu barel minyak per hari dan 1,5 juta ton ethylene per tahun. Kilang ini diharapkan akan mulai beroperasi pada 2024.

Sementara itu, Xi mengatakan kepada MBS bahwa Saudi dan China harus memperkuat kerja sama internasional tentang deradikalisasi untuk “mencegah infiltrasi dan penyebaran pemikiran ekstremis”.
Saudi menghormati dan mendukung hak China untuk melindungi keamanannya sendiri dan mengambil langkah kontra-terorisme dan deradikalisasi.

China sendiri melihat “potensi besar” dalam perekonomian Arab Saudi dan menginginkan lebih banyak kerja sama teknologi tinggi. Tetapi China tidak berusaha untuk ikut campur politik di Timur Tengah.
(dkp/dkp)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Sinopsis Sinetron SCTV Orang Ketiga Episode Jumat 22 Februari 2019: Rangga Tenangkan Afifah yang Sedih

Liputan6.com, Jakarta Episode Orang Ketiga malam ini, Rossy juga mulai bereskan barang barangnya di meja. Saat Yuni datang lagi ke kantor. Rossy yang miris dan agak nuduh Yuni yang sebenarnya sudah tahu kalau Salman mau akuisisi perusahaan. Yuni sedih dan bilang dia betul-betul nggak tau. Rossy bilang ke Yuni yang paling kecewa adalah Aris. Karena Aris sudah kerja keras buat perusahaan dan korbankan semua.

Masih di Orang Ketiga juga, dikisahkan di tengah kegalauannya, Putra kembali bertemu Desi. Dan, Desi langsung bilang ke Putra, Yuni bisa bekerjasama terus dengan Aris harusnya Putra juga bebas kerjasama dengan Desi. Tapi Putra bilang kini tidak seperti ayahnya yang bisa membalas dendam begitu saja, apalagi pada Yuni.

Rangga di rumah. siap-siap buat besok berangkat. Afifah bantu siapkan keperluan Rangga besok sambil tetap sedih. Rangga tetap tenangkan Afifah dan minta istrinya itu jangan banyak pikiran. Yang penting jaga kandungan. Sementara Riris di dapur minta Bik Nanik besok siapkan bekal buat Rangga yang mau ke Puncak.

Riris cerita Rangga mau cari tahu soal kecelakaan Rifat. Bik Nanik malah bilang itu kan kampung dia. 

Dan, selanjutnya di Orang Ketiga….

2 dari 2 halaman

Indi Kaget dan Panik

Afifah ke rumah Aji karena mikir mau tetap baik dengan ayah mertuanya itu. Biar bagaimana pun Afifah nggak mau Aji dan suamina sampai putus hubngan.  Ini kan soal ayah dan anak. Tapi Aji tetap usir Afifah dan nggak mau ketemu. Sampai Aji kumat. Indi dan Nek Wiwiek kaget.

Afifah sedih dan pergi dulu. Indi kejar Afifah dan sok menghibur. Indi tanya kok nggak sama Rangga? Dalam hati Indi mikir kan mau minta duit sama Rangga. Tapi Afifah malah cerita Rangga lagi ke Puncak buat cari tahu soal kecelakaan Rifat yang ceritanya mencurigakan. Indi jadi kaget dan panik.

Pakistan Beri Kado Pistol Emas ke Putra Mahkota Saudi

Liputan6.com, Islamabad – Pemerintah Pakistan nampaknya ingin memberikan kesan mendalam bagi Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman (MBS).

Selain menyambut kedatangan dengan potret diri MBS berukuran besar yang menjadi sorotan dunia, baru-baru ini terkuak satu kado mewah yang diberikan oleh Islamabad.

Tidak tanggung-tanggung, Pakistan memberikan pistol berlapis emas. Benda berharga itu diberikan saat kunjungan kenegaraan MBS beberapa hari lalu. Hal ini menjadi sorotan dunia, setidaknya sejak dilaporkan oleh CNN pada Rabu 20 Februari 2019.

Senjata yang diberikan Pakistan adalah Heckler & Koch MP5, senapan mesin ringan buatan insinyur Jerman, dikutip dari CNN, Jumat (22/2/2019).

Tampak emas dilapiskan pada badan senapan mesin. Di permukaan itu, terukir pola yang sangat unik dan tidak biasa. Kesan emas yang berkilau bersanding dengan warna hitam senapan yang sangat gagah.

Sebelum Pakistan memberikan pistol emas sebagai kado kunjungan, Riyadh dan Islamabad telah sepakat setidaknya dalam dua hal penting.

Pakistan dan Saudi menyepakati perjanjian investasi senilai US$ 20 miliar (sekitar Rp 281,27 triliun) pada Minggu 17 Februari 2019.

Selanjutnya, MBS mengabulkan permohonan Pakistan untuk membebaskan 2.100 warga negaranya yang ditahan di penjara Saudi. Hal itu disampaikan oleh Menteri Informasi Pakistan Fawad Chaudry.


Simak pula video pilihan berikut:

2 dari 2 halaman

Misteri Pemberian Pistol Berlapis Emas

Belum diketahui alasan mengapa Islamabad memilih memberikan kado senjata yang unik dan mewah tersebut.

Publik dapat saja menerka-nerka, kemungkinan adanya hubungan antara hadiah mewah dengan kebaikan MBS mengucurkan dana investasi kepada Pakistan dalam jumlah besar. Di samping itu, bisa pula sebagai ungkapan rasa syukur atas keputusan pembebasan 2.100 narapidana Pakistan.

Namun yang lebih penting, hingga saat ini masih menjadi misteri apakah ada hubungan yang signifikan antara kado senjata mahal tersebut dengan kontroversi keterlibatan MBS dalam kematian jurnalis Jamal Khashoggi.

Khassoggi sendiri dibunuh secara misterius di konsulat Istanbul pada Oktober lalu. Para pejabat intelijen AS mengatakan bahwa pembunuhan tidak mungkin dilakukan tanpa sepengetahuan MBS.

Meskipun demikian, pemerintah Arab Saudi telah membantah berulang kali keterlibatan sang putra mahkota. Otoritas negeri minyak juga mengatakan telah menghukum 11 tersangka yang terkait dengan kasus tersebut.

Berkunjung ke Pakistan, Putra Mahkota Saudi Kucurkan Investasi Rp 282 Triliun

Liputan6.com, Islamabad – Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman memimpin delegasi ke ibu kota Pakistan, Islamabad, pada Minggu 17 Februari 2019.

Di sana, MBS –sapaan akrab Mohammed bin Salman– menyetujui kesepakatan investasi senilai lebih dari US$ 20 miliar, atau sekitar Rp 282 triliun.

Dikutip dari Al Jazeera pada Senin (18/2/2019), kesepakatan itu diharapkan mampu melengkapi kebutuhan ekonomi Pakistan, yang goyah akibat krisis cadangan devisa dan melambatnya pertumbuhan domestik.

Diiringi sorak-sorai, Mohammed bin Salman tiba di pangkalan udara Nur Khan pada Minggu petang, dan langsung disambut oleh Perdana Menteri Paksitan Imran Khan.

MBS juga disambut oleh penghormatan 21 tembakan ke udara, yang menandai kunjungan pertamanya ke Pakistan, setelah ditetapkan sebagai pewaris takhta Kerajaan Arab Saudi pada 2017.

Kedua pemimpin mengadakan pembicaraan langsung di Islamabad, diikuti dengan penandatanganan perjanjian investasi di bidang petrokimia, energi, mineral, olahraga, dan sektor lainnya.

Perjanjian itu termasuk rencana untuk membangun kilang minyak dan kompleks petrokimia di kota pelabuhan selatan Gwadar, serta kemungkinan akuisisi dua pembangkit listrik bertenaga gas alam cair oleh perusahaan Saudi.

Selain itu, investasi juga mencakup tawaran pembangunan energi dan pertambangan alternatif senilai US$ 4 miliar (setara Rp 56,4 triliun), kata analis dan kepala Dewan Investasi Pakistan kepada Al Jazeera.

Pada jamuan makan malam kenegaraan untuk menghormati MBS, PM Khan memuji ikatan kuat antara kedua sekutu, menambahkan: “Pakistan dan Arab Saudi kini membawa hubungan diplomatik ke tingkat yang belum pernah kita miliki sebelumnya”.

“Hubungan saat ini akan menjadi investasi antara kedua negara yang saling menguntungkan,” lanjutnya optimis.

Mohammed bin Salman menggemakan komentar Khan, dengan berkata: “Kami percaya Pakistan akan menjadi negara yang sangat penting di masa mendatang, dan kami ingin menjadi bagian dari itu.”


Simak video pilihan berikut: 

2 dari 2 halaman

Kunjungan Dua Hari di Islamabad

Keamanan diperketat di seluruh ibu kota Pakistan pada hari Minggu untuk menyambut kunjungan Putra Mahkota Mohammed bin Salman.

Pos pemeriksaan didirikan di banyak sudut Kota Islamabad, dengan sinyal ponsel dibatasi di wilayah tertentu. Bendera Arab Saudi dan Pakistan berkibar di seluruh kota, di samping potret Imran Khan dan MBS.

Haroon Sharif, kepala Dewan Investasi Pakistan, mengatakan dia berharap studi kelayakan teknis akan segera dimulai, dan akan memakan waktu hingga 18 bulan.

“Semua proyek ini bersifat jangka menengah dan panjang,” katanya. “Memo kesepahaman hanya permulaan. Ujian sesungguhnya adalah ketika analisis teknis dimulai.”

Selama kunjungan dua hari di Islamabad, Mohammed bin Salman menginap di Gedung Perdana Menteri. Ini adalah kediaman mewah milik pemerintah yang ditolak penggunaannya oleh Imran Khas sejak kemenangannya tahun lalu, sebagai upaya memotong pengeluaran nasional.

MBS diperkirakan akan terbang meninggalkan Islamabad pada Senin sore, setelah bertemu dengan kepala militer Pakistan, Jenderal Qamar Javed Bajwa, dan Presiden Arif Alvi.

Selanjutnya, Arab Saudi akan melanjutkan perjalanan ke India dan Chia, dalam rencana kunjungan tiga negara di Asia hingga menjelang akhir pekan ini.

Selain anggota-anggota penting kabinetnya, termasuk Menteri Perminyakan Khalid al-Falih, putra mahkota turut didampingi oleh sejumlah pengusaha Saudi, yang diperkirakan akan mengadakan pertemuan dengan mitra Pakistan sebelum konferensi investor yang direncanakan.

Keliling Asia, Putra Mahkota Arab Saudi Incar Sekutu dan Kerja Sama Potensial

Liputan6.com, Islamabad – Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman tiba di Pakistan pada Minggu 17 Februari 2019. Hal itu menandai dimulainya tur Asia selama sepekan ke depan.

MBS, julukan akrabnya, disebut akan menggali potensi kerja sama yang menguntungkan, sekaligus memperkuat sekutu di Asia Raya.

Dikutip dari Channel News Asia pada Minggu (17/2/2019), MBS akan berada di ibu kota Pakistan, Islamabad, hingga hari Senin esok.

Kunjungan Mohammed bin Salman dilakukan di tengah kian meningkatnya ketegangan di wilayah Asia Selatan dan sekitarnya, terutama terkait tuduhan Iran bahwa Pakistan mendukung eksistensi kelompok militan.

Setelah Pakistan, MBS akan melakukan perjalanan ke India, di mana ia akan bertemu Perdana Menteri Narendra Modi dan Menteri Perminyakan Dharmendra Pradhan.

Dia diperkirakan akan menyelesaikan perjalanan dengan berkunjung ke China pada hari Kamis atau Jumat mendatang.

Dua perhentian singkat yang semula dijadwalkan berlangsung pada hari Minggu dan Senin di Indonesia dan Malaysia, ditunda tanpa penjelasan.

Perjalanan ke Asia itu terjadi lima bulan setelah krisis diplomatik pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi, seorang kritikus sengit terhadap MBS, di konsulat Arab Saudi di Istanbul memicu krisis diplomatik.

Riyadh awalnya membantah pembunuhan itu, kemudian memberikan beberapa laporan yang bertentangan tentang kematian Khashoggi, dan sekarang mengklaim dia terbunuh dalam operasi yang tidak sah.

Turki mengatakan pada hari Jumat bahwa pihaknya belum mengungkapkan semua informasi yang telah mereka temukan dalam kasus tersebut, yang meluncurkan gelombang kritik dan telah sangat merusak citra kerajaan Negeri Petrodolar.

Tetapi bagi para analis, tur Asia –lawatan terbesar di kancah internasional bagi MBS sejak partisipasinya dalam KTT G20 di Argentina– tampil sebagai pembuktikan ke pihak Barat, bahwa Arab Saudi masih memiliki teman di wilayah Asia yang sedang naik daun.


Simak video pilihan berikut: 

2 dari 2 halaman

Pembuktian tentang Akses Internasional

Menurut James N Dorsey, seorang peneliti di Sekolah Studi Internasional S. Rajaratnam di Singapura, lawatan tersebut adalah pembuktian bahwa MBS masih memiliki “akses internasional dan dia dapat berfungsi … sebagai perwakilan paling senior Arab Saudi di luar raja”.

Sementara menurut Li Guofu, direktur studi Timur Tengah di China Institute of International Studies, sebuah lembaga think tank yang berafiliasi dengan pemerintah Beijing, mencatat bahwa kasus Khashoggi terus menimbulkan kemarahan di negara-negara Barat, sehingga mengunjungi mereka akan “tidak nyaman”.

“Tidak bepergian ke Barat bukan berarti bahwa dia tidak bisa datang ke Timur. Arab Saudi juga membuat penyesuaian strategis, dan Asia adalah arah utama baru diplomasi Saudi,” katanya.

Negara-negara Asia, tambahnya, “memiliki karakteristik khusus yang penting – yaitu, kami tidak ikut campur dalam urusan internal negara lain”.

Perjalanan pangeran juga termasuk komponen ekonomi yang penting.

“China adalah pembeli minyak mentah terbesar Saudi, dan klien terbesar Arab Saudi lainnya adalah Asia, yakni India, Jepang, Korea Selatan,” kata Dorsey.

“Asia ada tujuan potensial bagi industri minyak dan investasi Arab Saudi, menyusul optimisme bahwa masa depan ekonomi global akan bertumpu di Asia,” kata Karen Young, seorang analis di American Enterprise Institute.

Erdogan: Turki Belum Ungkap Semua Hal Soal Pembunuhan Khashoggi

Ankara – Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, menegaskan bahwa pihaknya belum mengungkap semua informasi yang dimiliki soal kasus pembunuhan wartawan Arab Saudi Jamal Khashoggi. Erdogan juga menegaskan tekad Turki untuk membawa kasus Khashoggi ke pengadilan internasional.

“Kami bertekad untuk membawa kasus ini ke pengadilan internasional. Kementerian Kehakiman, Kementerian Luar Negeri dan badan intelijen kami sedang mengupayakan hal itu,” tegas Erdogan dalam wawancara dengan television A-Haber, seperti dilansir AFP dan Press TV, Sabtu (16/2/2019).

Pada Oktober tahun lalu, beberapa minggu usai Khashoggi dibunuh, empat kelompok HAM terkemuka seperti Human Rights Watch, Amnesty International, Committee to Protect Journalists dan Reporters Without Borders, mendorong Turki untuk meminta Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyelidiki kasus Khashoggi.


Dalam wawancara dengan A-Haber, Erdogan melontarkan kritikan untuk pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang disebutnya ‘mengabaikan’ kasus Khashoggi karena hubungan bilateral dan aliansi dengan Kerajaan Saudi.

“CIA belum memberi perhatian penuh untuk isu ini. Kami memiliki harapan besar dari AS untuk kasus ini. AS perlu menempatkan kehadirannya, perhatiannya di sini,” cetus Erdogan.

Ditambahkan Erdogan bahwa otoritas Turki sebelumnya belum mengungkapkan seluruh informasi yang didapatkan dari penyelidikan kasus pembunuhan Khashoggi.

“Kami belum memberikan seluruh elemen yang kami miliki,” ujar Erdogan tanpa menjelaskan lebih lanjut.

Diketahui bahwa Saudi yang sempat menyangkal, akhirnya mengakui bahwa Khashoggi tewas dalam ‘operasi liar’ oleh agen-agen intelijennya di Istanbul. Namun, otoritas Saudi dengan tegas membantah keterlibatan Putra Mahkota Saudi Pangeran Mohammed bin Salman (MBS) dalam kasus tersebut.

Penyelidikan yang dilakukan otoritas Turki menunjukkan bahwa Khashoggi dibunuh oleh sebuah tim beranggotakan 15 warga Saudi yang ditugaskan ke Istanbul. Turki menyebut Khashoggi tewas dicekik sesaat setelah masuk ke dalam Konsulat Saudi di Istanbul untuk mengurus dokumen untuk pernikahannya dengan wanita Turki bernama Hatice Cengiz.

Tim yang diduga kuat menghabisi nyawa Khashoggi itu diketahui telah kembali ke Saudi. Otoritas Turki meminta agar Saudi mengekstradisi mereka agar bisa diadili di Turki, namun otoritas Saudi menolak mentah-mentah. Ditegaskan Saudi bahwa orang-orang yang terlibat kasus Khashoggi akan diadili di wilayahnya.

Khashoggi yang seorang wartawan senior Saudi dan kolumnis The Washington Post ini dikenal kerap mengkritik kebijakan Saudi dan MBS.

Simak Juga ‘Pompeo Temui Raja Salman dan MBS Bahas Khashoggi’:

[Gambas:Video 20detik]

(nvc/haf) <!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Shahrukh Khan Ungkap Kesedihan atas Bom Bunuh Diri Pulwama

Mumbai – Serangan bom bunuh diri di Pulwama, India, pada Kamis (14/2/2019) lalu, mengundang keprihatinan Shah Rukh Khan. Apalagi peristiwa tersebut menewaskan 44 orang Central Reserve Police Force (CRPF) atau pasukan kepolisian India.

Dilansir dari Hindustan Times, Shah Rukh Khan mengucapkan belasungkawa kepada para korban melalui akun media sosial pribadinya. 

“Turut berbelasungkawa dengan sepenuh hati kepada keluarga pelindung kami yang gagah berani. Semoga jiwa para pelindung negeri ini yang menyerahkan nyawanya bisa beristirahat dalam damai,” tulis aktor Raees ini. 

Tak hanya Shah Rukh Khan, sejumlah artis Bollywood lain juga mengucapkan belasungkawa kepada para korban dan kemarahan atas peristiwa ini. 

 Simak berita menarik lain di JawaPos.com

2 dari 3 halaman

Dukacita

“Belasungkawa yang mendalam untuk keluarga para pemberani kami. Sedih. Marah,” tulis Ranveer Singh.

“Turut berduka mendengar tentang serangan di Pulwama. Saya turut berbelasungkawa kepada keluarda dan mereka yang mati syahid,” tulis Hirthik Roshan.

“Aku kaget dengan serangan di Pulwama. Benci tidak pernah menjadi jawaban. Semoga keluarga yang terluka dalam serangan itu diberi kekuatan,” tulis Priyanka Chopra.

“Hatiku terluka membaca tentang serangan teroris kepada CRPF Jawans di Pulwama. Sangat tragis. Turut berduka cita kepada keluarga yang menjadi korban,” tulis Aamir Khan.

“Hatiku tertuju kepada orang-orang Jawan di negara kita tercinta dan keluarga dari mereka yang kehilangan nyawa untuk menyelamatkan keluarga kita,” tulis Salman Khan.

3 dari 3 halaman

Bom Bunuh Diri

Diketahui, serangan tersebut diklaim oleh teroris yang disponsori oleh organisasi Pakistan, Jaish-e-Mohammed (JeM). Mereka menyatakan bertanggung jawab atas serangan teror terhadap pasukan keamanan dalam beberapa kali terakhir.

Serangan teror di Pulwama sendiri berupa ledakan bom bunuh diri oleh pelaku bernama Adil Ahmad Dar yang menabrakkan mobil SUV yang berisi 350 kilogram bahan peledak kepada bus yang berisi para petugas kepolisian. Bus tersebut merupakan bagian dari konvoi keamanan dari 78 kendaraan yang masing-masing bus membawa sekitar 40-45 tentara. Akibat kejadian ini, 44 petugas kepolisian tewas dan lainnya luka-luka. (Sumber: JawaPos.com)

Skenario Polri Amankan Kunjungan Putra Mahkota Arab Saudi Selama di Indonesia

Liputan6.com, Jakarta – Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi Muhammad Bin Salman (MBS) dijadwalkan akan mengunjungi Indonesia pada pekan depan. 307 personel Polri disiagakan untuk mengamankan kunjungan tamu negara tersebut.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan, pengamanan dilakukan oleh personel Polda Metro Jaya berkoordinasi dengan Kodam Jaya dan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres).

“Karena ini tamu kenegaraan yang tugasnya kepolisian dalam hal ini juga melakukan pengamanan VIP,” ujar Dedi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (15/2/2019).

Dedi mengungkapkan, ratusan personel itu akan ditugaskan mengamankan objek vital yang dikunjungi MBS dan mengatur lalu lintas di sekitarnya.

“Personel yang dilibatkan kurang-lebih ada 307 personel dibagi menjadi beberapa satgas, Satgas Intelijen, Satgas Shabara, Brimob, Lalu Lintas, Pam Obvit dan Polres-polres yang akan dilewati dan wilayah yang akan dikunjungi,” tuturnya.

2 dari 2 halaman

Belum Ada Permintaan Khusus

Pengamanan itu nantinya akan dibagi menjadi empat ring, TNI nantinya yang akan menjadi leading sektornya. Sejauh ini, Polri belum menerima permintaan khusus dari pihak Kerajaan Arab Saudi.

“Diminta atau tidak itu merupakan satu kewajiban sebuah negara yang jadi sasaran dikunjungi oleh tamu negara itu,” ucap Dedi.

Indonesia menjadi salah satu tujuan rangkaian kunjungan MBS ke sejumlah negara di Asia Selatan hingga Asia Tenggara. Rencananya, MBS akan berada di Indonesia selama dua hari yakni 18 dan 19 Februari 2019.


Saksikan video pilihan berikut ini:

307 Personel Polri Bantu Pengamanan Kunjungan Putra Mahkota Arab Saudi

Liputan6.com, Jakarta – Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman (MBS), dipastikan melakukan kunjungan kerja ke Indonesia pada 18 – 19 Februari 2019.

Terkait kunjungan itu, sebanyak 300 lebih personel keamanan akan diturunkan untuk membantu pengamanan selama kunjungan tersebut. 

“Ada 307 personel dibagi menjadi satgas intelijen, sabhara, lalu lintas, brimob, pam obvit, krimum kemudian satgas polres yaitu Jaksel, Jakpus dan Jaktim,” tutur Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo di Jakarta, Jumat, 15 Februari 2019.

Polda Metro Jaya akan bekerja sama dengan Kodam Jaya dan Paspampres melakukan pengamanan di ring dua dan tiga karena kunjungan tersebut oleh tamu kenegaraan.

Seperti dilansir dari Antara, Dedi mengatakan pada prinsipnya Polri mendukung pengamanan jalur, pengawalan tamu “VIP” dan objek yang dikunjungi.

Ada pun Kementerian Luar Negeri memastikan kunjungan Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi Mohammed bin Salman al-Saud ke Indonesia pada 18-19 Februari 2019 untuk membahas peningkatan kerja sama ekonomi.

2 dari 3 halaman

Kungjungi Istana Bogor

Dalam kunjungan resmi ke Tanah Air, Putra Mahkota sekaligus Wakil Perdana Menteri dan Menteri Pertahanan Arab Saudi Mohammed bin Salman dijadwalkan bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Istana Bogor pada Selasa, 19 Februari 2019.

“Selanjutnya akan dilakukan pertemuan bilateral dalam bentuk pleno di mana presiden akan didampingi menteri-menteri terkait,” tutur Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri RI Desra Percaya kepada wartawan di Jakarta, Jumat.

Pertemuan bilateral tersebut akan diakhiri dengan penandatanganan lebih dari dua kesepakatan, salah satunya di bidang energi.

Informasi mengenai “MoU” yang akan ditandatangani RI dan Saudi belum dapat diungkapkan secara detail karena masih dirundingkan.

 

 

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: 

Putra Mahkota Saudi Akan ke RI Temui Jokowi-JK 19 Februari

Jakarta – Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (MBS) akan melakukan kunjungan ke sejumlah negara di Asia Selatan hingga Asia Tenggara. Indonesia jadi salah satu tujuan rangkaian kunjungan tersebut.

“Rencananya tiba tanggal 18 Februari malam, tanggal 19 Februari pagi acara bilateral dengan Presiden,” kata Jubir Wapres Hussain Abdullah saat dikonfirmasi detikcom, Rabu malam (13/2/2019).

Pertemuan dengan Presiden Jokowi nantinya akan ditutup dengan makan siang. Kemudian di sore harinya, MBS dijadwalkan menghadiri acara dengan Wapres Jusuf Kalla.

“Sore diterima Wapres dan bersama membuka forum bisnis di Jakarta,” imbuh pria yang akrab disapa Ucheng itu.

Sementara itu Menlu Retno Marsudi menyatakan, pihaknya masih terus berkomunikasi dengan otoritas Arab Saudi soal kabar rencana kunjungan ini. Kemlu masih belum bisa memastikan terkait tanggal kunjungannya.

Mengenai agenda kedatangan MBS ke RI menurut Ucheng lebih kepada kerja sama ekonomi bilateral. Rencana kunjungan ini pun pernah disampaikan oleh Wapres JK saat bertemu MBS di Argentina akhir tahun lalu.

“Pertama ingin dia menambah investasi di Indonesia, datang ke Indonesia pada Februari untuk membicarakan perkembangan, hubungan ekonomi RI-Arab Saudi,” kata JK saat ditemui di hotel tempatnya menginap di Buenos Aires, Argentina, Jumat sore waktu setempat (30/11/2018).

(bag/yld) <!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>