Kisah Anak Pekerja Serabutan Lolos Seleksi CPNS 2018

Liputan6.com, Jakarta – Oktober 2018 lalu menjadi saat yang penuh tanda tanya bagi Fauzi Rizki Arbie (25). Betapa tidak, saat itu kontrak Fauzi di Dinas Perpustakan Kota Bandung tidak diperpanjang.

Apalagi ayahnya bekerja serabutan, kadang bekerja tetapi kadang juga tidak, sementara ibunya sebagai ibu rumah tangga. Kebetulan saat itu ayah Fauzi, Amirudin Arbie, mendapat panggilan bekerja sebagai mandor bangunan di Lombok, NTB.

“Ayah saya kerjanya serabutan, ketika ada kerjaan ya kerja, ketika gak ada ya dia gak kerja,” ujar Fauzi, seperti dikutip dari laman Menpan.

Sejak itu, Fauzi tinggal berdua dengan ibunya, Nenny Mulyanie, di kota yang berjuluk Paris van Java. Dalam kondisinya yang menganggur, ia mengaku tidak tenang. Pasalnya, sebagai anak laki-laki, ia merasa bertanggungjawab terhadap ibunya.

“Sempat tidak tenang, tak ada kegiatan untuk menambah penghasilan orang tua,” lanjutnya bercerita.

Kondisi tersebut mendorong Fauzi untuk berusaha keras memperoleh pekerjaan yang mapan, yakni menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang merupakan impiannya.

Kebetulan, saat itu pemerintah sedang membuka seleksi CPNS Tahun Anggaran 2018 (CPNS 2018). Berbekal pengalaman bekerja di pemerintahan, Fauzi mendaftarkan diri pada rekrutmen CPNS 2018. Ia mendaftar pada formasi pengelola teknik informasi bidang monitoring dan evaluasi di Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN).

Perjuangan dimulai saat melakukan pendaftaran secara online. Tiga hari ia mencoba mendaftar di web resmi Sistem Seleksi CPNS Nasional (SSCN), namun selalu gagal karena banyaknya orang yang hendak mendaftar.

Ia juga mengakui, dengan latar belakang pendidikan D-III, agak sulit untuk mencari posisi yang tepat. Sebelumnya, ia menempuh pendidikan teknik komputer di Politeknik Piksi Ganesha Bandung.

Akhirnya, Fauzi memantapkan pilihannya di Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN), meskipun formasinya hanya satu, yang membuatnya pesimis.

Dua minggu berlalu. Saat pengumuman seleksi administrasi, ia menemukan namanya berhak ikut ke tahap Seleksi Kompetensi Dasar (SKD).

Ia sadar sepenuhnya bahwa SKD dengan sistem Computer Assisted Test (CAT) ini tak dimungkinkan ada kecurangan atau ‘titipan’. Ia pun menyiapkan diri dengan belajar keras, karena hanya kemampuannya sendiri yang bisa menolongnya, selain kekuatan doa kepada Tuhan YME.

Selama 100 menit, ia berkutat dengan kumpulan soal Tes Karakteristik Pribadi (TKP), Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), dan Tes Intelegensia Umum (TIU). Untuk lolos, Fauzi harus memenuhi ambang batas dari tiap-tiap kelompok soal.

Hasil keringatnya pun langsung tertera saat ia selesai mengerjakan soal. Hasilnya, Fauzi mendapat nilai 70 untuk TWK, 100 untuk TIU, dan 136 untuk TKP.

“Nilai saya tidak memenuhi passing grade di bagian TKP dan TWK. Saya hanya bisa berdoa, kalau memang sudah rejeki mungkin ada cara lain,” imbuh Fauzi, yang gemar naik gunung ini.

2 dari 3 halaman

Adanya Peraturan Baru, Fauzi Jadi Lolos CPNS

Tanpa disangka, Kementerian PANRB kemudian mengeluarkan Peraturan Menteri PANRB No. 61/2018 tentang Optimalisasi Pemenuhan Kebutuhan Formasi PNS dalam Seleksi CPNS Tahun 2018.

Adanya regulasi yang mengatur soal ranking itu, menguntungkan Fauzi yang mendapat nilai kumulatif cukup tinggi pada SKD. Anak terakhir dari dua bersaudara ini pun dinyatakan lolos dan berhak mengikuti Seleksi Kompetensi Bidang (SKB).

Dalam benaknya, yang ia tahu SKB tidak berbeda jauh dengan SKD yang berbasis CAT. Ia kaget saat membaca pengumuman, ternyata SKB terdiri dari psikotes, wawancara, CAT, TOEFL, dan praktik kerja.

Rasa pesimis kembali menghantuinya. Ia sadar, bahwa yang lolos sampai tahap ini adalah peserta yang unggul. Ia harus bersaing dengan dua orang lain karena setiap formasi diikuti tiga orang peserta untuk diambil salah satu yang terbaik, setelah nilainya diintegrasikan dengan nilai SKD. Bobotnya, 40 persen untuk SKD dan 60 persen untuk SKB.

Namun demikian, ia tak mau menyia-nyiakan kesempatan emas ini. Dengan tekad bulat, Fauzi melangkah ke ibukota dengan harapan bisa menaikkan derajat kedua orang tuanya.

Sebelum ujian, ia selalu minta doa restu dengan mencium tangan dan kaki ibunya. Tak lupa, melalui sambungan telepon, ia juga meminta doa kepada ayahnya yang saat itu berada di Lombok.

Doa dan harapan kedua orang tuanya itu menjadi pemicu semangat Fauzi menghadapi rangkaian seleksi CPNS. Fauzi menekankan, ia selalu berusaha menyeimbangkan antara doa dan usaha keras.

“Doa tanpa usaha itu bohong, tapi usaha tanpa doa itu sombong”, begitu kutipan yang selalu menjadi pegangan hidupnya.

Berbekal doa kedua orang tuanya, serta usaha yang keras, Fauzi berhasil lolos SKB dan memasuki tahap pemberkasan.

3 dari 3 halaman

Bertekad Mengabdikan Diri dan Membahagiakan Orang Tua

Perjuangan yang sudah ia lakukan sampai tahap sejauh ini, ia persembahkan untuk kedua orang tuanya. Menurut Fauzi, sebagai anak laki-laki, sudah sepatutnya untuk mengangkat derajat serta membahagiakan mereka.

“Saya ingin memberangkatkan mereka umroh dan insya Allah akan mendekatkan ayah dan ibu saya agar tidak berjauhan. Saya juga ingin membalas budi atas kebaikan mereka, meski tidak mungkin, setidaknya saya tidak tinggal diam,” tutur Fauzi.

Kini, ia sudah berhasil membuktikan apa yang ia yakini, lulus seleksi CPNS tanpa bantuan orang lain tetapi dengan kemampuannya diri sendiri.

Apresiasi juga ia sampaikan kepada pemerintah karena berhasil melaksanakan rekrutmen abdi negara yang transparan dan akuntabel. Sistem CAT ini ia yakini tak ada celah terjadinya kecurangan.

“Tidak ada kecurangan karena dengan komputerisasi dan hasilnya real time,” imbuhnya.

Fauzi membulatkan tekadnya untuk mengabdikan diri kepada Indonesia dan membahagiakan kedua orang tuanya.

Dengan menjadi CPNS, ia ingin ikut memperbaiki sistem komunikasi yang selama ini belum terintegrasi. Ia memiliki cita-cita untuk mengembangkan teknologi informasi agar lebih berguna bagi masyarakat luas, terutama di daerah yang belum terjangkau.

“Saya ingin sistem informasi itu terhubung hingga ke pelosok, jangan cuma di kota besar,” tandasnya.

Kasus Korupsi Dana Rehab Masjid Terdampak Gempa, Kakanwil: Saya Malu

Mataram – Kepala Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) NTB, Nasruddin mengaku prihatin terhadap perilaku beberapa stafnya yang kena operasi tangkap tangan (OTT) dana bantuan rehab masjid terdampak gempa NTB.

“Sangat prihatin. Perihatin dalam arti yang luas. Kita sangat terpukul rasanya dalam permasalahan ini,” ucap H Nasruddin saat dimintai tanggapannya soal staf PNS di Kemenag Lombok Barat yang terjaring OTT Polres Mataram, Jumat (18/1/2019).

Nasruddin juga merasa tidak nyaman dengan tingkah laku bawahannya karena telah mencoreng nama baik institusi yang dipimpinnya itu. Dia juga mengaku akibat perilaku korup di jajaran institusinya itu rasa malu tak dapat disembunyikan.

“Saya ndak enak makan, kami ndak enak makan. Kalau ndak OTT sih mungkin masih disembunyi-sembunyikan. Tapi karena di-OTT ini,” ucapnya.

Seperti diketahui, Kemenag RI melalui usulan Kanwil Kemenag NTB menggelontorkan dana Rp 6 miliar yang bersumber dari APBN. Pencairan pada tahap pertama itu untuk bantuan rehab masjid terdampak gempa sebanyak 58 masjid.
Namun ada laporan dari masyarakat yang menyebut proses pencairan dana rekonstruksi masjid lamban, hingga polisi melakukan penyelidikan. Buntutnya, BA dan IK ditangkap. BA dan IK diduga telah meminta uang atau memalak kepada pengurus masjid supaya mendapatkan dana rehab dari Kantor Kemenag NTB.

BA tertangkap tangan menerima uang Rp 10 juta dari pengurus Masjid Baiturrahman, wilayah Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat. Masjid tersebut merupakan salah satu masjid yang terkena dampak gempa pada 5 Agustus 2018 dan penerima dana rekonstruksi pascagempa dari Kemenag RI, yang sumber anggarannya berasal dari APBN senilai Rp 6 miliar.

(asp/asp)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Meghan Markle Pakai Gaun Hamil Seharga Kurang dari Rp 300 Ribu

Liputan6.com, Jakarta – Sebagai salah satu anggota keluarga Kerajaan Inggris, penampilan tentu jadi perhatian penting bagi Meghan Markle. Walau tahu bakal banyak pasang mata yang menoleh, tak membuat Duchess of Sussex ragu memakai busana dengan banderol harga terjangkau.

Seperti penampilannya beberapa waktu lalu saat menyambangi salah satu lokasi proyek charity hewan yang tengah ditangani. Di kesempatan itu, istri Pangeran Harry ini terlihat memakai coat Emporio Armani berwarna cream bersama gaun hamil beige lembut keluaran H&M.

Dilansir dari People, Jumat (18/1/2019), gaun hamil berlengan panjang ini dibanderol hanya 20 dolar AS atau setara Rp 283 ribu. Masih bisa ditemukan di situs H&M, model gaun hamil Meghan Markle hadir dalam dua warna, yakni beige dan abu-abu gelap.

Sebelumnya, Meghan sempat membuat heboh warga dunia maya ketika kedapatan memakai gaun hamil keluaran ASOS seharga Rp 749 ribu. Busana tersebut dipakai Meghan saat outing di Selandia Baru, beberapa bulan lalu.

Soal busana, Meghan Markle sepertinya tak begitu menaruh standar tinggi terkait harga. Asal nyaman dan mudah dipadu-padan, sepertinya calon ibu yang disebut bakal melahirkan anak pertama di akhir April ini tak akan segan memakai.


Saksikan video pilihan di bawah ini:

Pengusaha Ketar-Ketir Jika Tak Ratio Naik Jadi 16 Persen

Liputan6.com, Jakarta – Calon Pesiden nomor urut 02 Prabowo Subianto berencana menaikkan gaji Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai upaya pencegahan korupsi di kalangan birokrat. Untuk membiayai kenaikan gaji pegawai negeri sipil (PNS) tersebut, salah satu upayanya dengan menggenjot pemasukan negara dari sisi pajak, yakni meningkatkan rasio pajak (tax ratio) hingga mencapai 16 persen.

Direktur Eksekutif Center of Indonesia Taxtion Analysis (CITA), Yustinus Prastowo mengatakan, upaya menaikkan tax ratio memang sudah menjadi tanggung jawab pemerintah. Sebab untuk dapat mencapai tujuan pembangunan yang optimal, setidaknya dibutuhkan level tax ratio 16 persen.

“Jadi saat ini baik pasangan Jokowi-Makruf Amin maupun Prabowo-Sandiaga Uno sudah selayaknya memberi perhatian pada perbaikan sistem perpajakan agar kita mampu mencapai level optimal untuk pembangunan,” kata Yustinus saat dihunbungi merdeka.com, Jumat (18/1/2019).

Namun dirinya menyayangkan apabila kenaikan tax ratio dijadikan sebagai solusi jangka pendek untuk digunakan mengatasi akar permasalahan korupsi, yakni gaji PNS dan aparat penegak hukum yang dianggap masih rendah.

“Logika sederhana pemerintah ingin menarik pajak lebih besar dari rakyat, untuk membiayai para aparatur negara yang tugasnya melayani kepentingan rakyat. Lalu kita bergumam ‘mahal bener ya mengongkosi pelayan’,” imbuh Yustinus.

Hasrat menggenjot tax ratio dalam jangka pendek jelas hanya bisa bertumpu pada kenaikan tarif pajak, bukan sebaliknya. Penurunan tarif pajak dalam jangka pendek bahkan akan menurunkan penerimaan, apalagi tingkat kepatuhan dinilainya masih cukup rendah dan basis pajak belum bertambah signifikan.

“Catatan ini hanya ingin menguji rasionalitas program jangka pendek. Jangan sampai para ASN keburu girang bukan kepalang, di saat bersamaan para pelaku usaha dan wajib pajak ketar-ketir karena siap-siap jadi sasaran perburuan target pajak,” katanya.

Berdasarkan catatan, PDB 2018 kurang lebih mencapai sebesar Rp 14.745 triliun. Sehingga kata Yustinus, kenaikan ke 16 persen naik 4,5 persen dari tax ratio 2018 sebesar 11,5 persen adalah Rp 663 triliun, atau 48 persen dari pendapatan negara 2014.

“Mungkinkah dalam jangka pendek menarik pajak yang nilainya dua kali lipat kenaikan 2015-2018, tanpa menimbulkan kegaduhan dan menggencet pelaku usaha?” cetus Yustinus.

2 dari 3 halaman

Bukan Satu-satunya Alat Ukur

Yustinus menambahkan, tax ratio merupakan perbandingan antara penerimaan pajak terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Namun tax ratio kata dia, bukanlah satu-satunya alat ukur bagi kinerja institusi pemungut pajak lantaran ada beberapa faktor dan kondisi yang perlu diperiksa dan dibandingkan.

Sebelumnya, Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto hendak menaikkan gaji Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai upaya pencegahan korupsi di kalangan birokrat. Mengingat belakangan ini banyak birokrat yang tergiur ‘duit panas’ masuk ke kantong pribadi.

“Berkali-kali saya utarakan di ruang publik akar masalah adalah penghasilan para birokrat kurang, tidak realistis. Kalau saya memimpin negara ini saya akan emmperbaiki kualitas hidup birokrat dengan realistis. uangnya dari mana, saya akan tingkatkan tax ratio (hingga 16 persen),” kata Prabowo dalam Debat Perdana Pilpres 2019 pada Kamis 17 Januari 2019. 

Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Govinda Band Kenang Masa sebagai Domino di Nobar Depat Capres

Liputan6.com, Jakarta – Rangkaian acara Nonton Bareng debat capres dan cawapres di Rumah Aspirasi, Jalan Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, pada Kamis malam, ditutup secara apik oleh Govinda Band.

Lagu yang pertama dibawakan oleh Govinda Band adalah “Indonesia Tanah Air Beta” dilanjutkan dengan lagu “Bujangan” dari Koes Ploes.

“Mau lanjut apa enggak ini,” sapa Ifan, sang vokalis.

Ifan kemudian menyanyikan “Siapa yang Pantas”. Lagu Govinda yang sempat hits pada tahun 2009 ini menjadi lagu terakhir dari penampilan band tersebut. Lagu tersebut juga dirilis pada saat mereka masih bernama Domino.

2 dari 3 halaman

Sampai Berjumpa

“Sampai berjumpa di debat selanjutnya,” tutup Ifan Govinda.

Rumah Aspirasi yang merupakan salah satu markas pendukung capres dan cawapres Joko Widodo-Ma’ruf Amin, dipadati ratusan massa pendukung.

Mereka ingin menonton bersama debat pertama capres dan cawapres yang disiarkan langsung dari Hotel Bidakara, Jakarta.

3 dari 3 halaman

Candaan

Pelawak Mongol dan Mo Sidik dipercaya untuk membuka acara nobar di Rumah Aspirasi.

Dalam penampilannya, Mongol dan Mo Sidik sukses memberi candaan politik yang membuat para pendukung tertawa ditengah debat yang cukup panas.

(Antaranews.com)

Kemlu RI Pulangkan WNI yang Bebas dari Ancaman Hukuman Mati di Malaysia

Liputan6.com, Jakarta – Kementerian Luar Negeri RI telah memulangkan dan menyerahterimakan dua WNI yang terbebas dari ancaman hukuman mati di Malaysia kepada pihak keluarga. Prosesi itu dilaksanakan di Kemlu RI Jakarta pada 17 Januari 2019.

Kedua WNI tersebut adalah Siti Nurhidayah asal Brebes, Jawa Tengah, dan Mattari asal Bangkalan, Madura.

Siti Nurhidayah (SN) ditangkap pada 6 November 2013 dalam penerbangan transit di Penang dari Guang Zhou membawa narkotika jenis sabu. Hasil pendalaman Tim Perlindungan WNI menguatkan keyakinan bahwa SN adalah korban penipuan.

Dalam proses persidangan, pengacara berhasil menghadirkan sejumlah saksi kunci yang mengetahui dan bersaksi bahwa SN adalah korban. SN dibebaskan dari semua dakwaan pada 15 November 2018.

“Hasil pendalaman Tim Perlindungan WNI terhadap 2 kasus ini memperkuat keyakinan bahwa Siti Nurhidayah adalah korban penipuan. Demikian pula dengan Mattari adalah korban salah tangkap. Karena itu kita berikan pendampingan dan pembelaan semaksimal mungkin,” ujar Lalu Muhamad Iqbal, Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri RI, dalam rilis yang diterima Liputan6.com, Jumat (18/1/2019).

Sementara itu, Mattari ditangkap pada 14 Desember 2016 di sebuah proyek konstruksi tempatnya bekerja di negara bagian Selangor, Malaysia. Mattari dituduh melakukan pembunuhan terhadap seorang WN Bangladesh yang jenazahnya ditemukan dekat tempatnya bekerja.

Pengacara KBRI Kuala Lumpur, Gooi & Azzura, berhasil meyakinkan hakim bahwa bukti-bukti yang ada tidak memadai, khususnya karena tidak ada saksi yang melihat atau mengetahui langsung kejadian tersebut. Pada 2 November 2018, Hakim di Mahkamah Tinggi Syah Alam membebaskan Mattari dari semua tuduhan. Namun demikian, baru 8 Januari 2019, ijin pemulangan diterima dari Imigrasi Malaysia.

“Selama proses hukum, KBRI selalu memberikan pendampingan kepada keduanya. Termasuk dalam bentuk memfasilitasi komunikasi dengan keluarga masing-masing,” ungkap Galuh Indriyati, staf KBRI Kuala Lumpur yang selama ini melakukan kunjungan ke penjara dalam rangka pendampingan bagi WNI yang menjalani proses hukum di wilayah kerja KBRI Kuala Lumpur.

Sementara itu, putra tunggal Siti Nurhidayah, Muhamad Ali Al Farisi atas nama keluarga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah atas pendampingan dan pembelaaan yang diberikan kepada ibunya.

“Saya tidak tahu harus mengucapkan apalagi selain terima kasih kami sekeluarga atas perjuangan Pemerintah membebaskan Ibu saya yang korban penipuan. Semoga menjadi pelajaran bagi yang lain,” ujar mahasiswa semester 8 Teknik Elektronika yang ditinggal ibunya saat di kelas 2 SMA ini.

Sejak 2011, sebanyak 442 WNI terancam hukuman mati di Malaysia. Pemerintah berhasil membebaskan sebanyak 308 WNI dan saat ini masih ada 134 WNI terancam hukuman mati, menurut data Kementerian Luar Negeri RI.


Simak video pilihan berikut:

2 dari 2 halaman

WNI Dibebaskan dari Sandera Abu Sayyaf di Filipina

Di lain kabar, seorang nelayan warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi sandera Abu Sayyaf, Samsul Saguni, dilaporkan telah dibebaskan dari sekapan kelompok separatis yang berbasis di sekitar kepulauan selatan Filipina itu.

Menurut keterangan dari Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri Indonesia, Lalu Muhammad Iqbal, Samsul dilepaskan pada Selasa, 15 Januari 2019, sekitar pukul 15.35 waktu setempat.

“Samsul Saguni saat ini masih berada di Pangkalan Militer Westmincom di Jolo, Filipina Selatan, guna pemeriksaan kesehatan dan menunggu diterbangkan ke Zamboanga City,” tutur Iqbal saaat dihubungi Liputan6.com pada Rabu (16/1/2019).

Setelah diserahterimakan secara resmi kepada KBRI Manila, Samsul akan diproses pemulangannya ke Indonesia. Meski demikian, waktu pengembalian korban ke Tanah Air belum bisa dipastikan.

“Tergantung kondisi di Filipina,” ujar Iqbal.

Samsul Saguni diculik pada 11 September 2018 di perairan pulau Gaya, Semporna, Sabah. 

Seorang WNI lainnya atas nama Usman Yunus, yang diculik oleh Abu Sayyaf bersamaan dengan Samsul, telah lebih dahulu bebas pada tanggal 7 Desember 2018.

Sebelumnya, keduanya disekap bersama dengan tiga korban penculikan lainnya –seorang warga negara Malaysia dan dua orang WNI– di perairan Kinabatangan, dekat dengan Pulau Tawi Tawi di Filipina, ketika menangkap ikan di wilayah ini. Baca selengkapnya…

Setelah Menerobos Banjir, Sepeda Motor Wajib Masuk Bengkel

Liputan6.com, Jakarta – Salah satu hal yang terpaksa dilakukan saat musim hujan adalah menerobos banjir menggunakan sepeda motor. Hal tersebut sebenarnya berbahaya untuk Anda dan juga komponen sepeda motor.

Apalagi saat menerobos, Anda menggunakan sepeda motor matik. Banjir bisa memengaruhi performa mesin kendaraan yang berisiko mogok, mati, bahkan rusak.

Setelah menerobos banjir, segera bawa ke bengkel untuk dilakukan pengecekan. Mengutip laman resmi Suzuki Indonesia, risiko paling sering terjadi setelah motor matik dipakai menerobos banjir adalah water hammer.

Water hammer adalah kondisi adanya air berlebih yang masuk ke ruang pembakaran. Risiko ini sangat fatal untuk mesin, karena bisa menyebabkan bengkoknya piston dan pecahnya seher.

Jika terlambat mengetahui hal tersebut, selain sepeda motor rusak, otomatis biaya perbaikan juga akan berkali-kali lipat. Maka itu apapun jenis motor matikmu, jangan menunda untuk ke bengkel jika motor usai menerobos banjir.

Sumber: Otosia.com

2 dari 3 halaman

Kantong Ajaib Ini Bisa Amankan Mobil dari Banjir

Bencana alam seperti banjir, gempa, longsor, ataupun puting beliung, merupakan hal-hal yang tak bisa diprediksi. Tapi seperti banjir yang selalu menjadi cerita tahunan di Indonesia, setidaknya bisa diantisipasi.

Banjir tak hanya merendam rumah, tapi tak jarang juga mobil. Baru-baru ini ada inovasi kantong plastik untuk mobil yang setidaknya membuat air susah masuk ke mobil, seperti melansir Motor1.






Sepintas, kantong berwarna merah itu seperti kantong plastik biasa. Tapi sebenarnya bisa membantu pemilik mobil untuk menyelamatkan mobilnya, karena benda itu kedap air.

Caranya, pemilk mobil hanya perlu meletakkan dasar kantong, lalu mengendarai mobil dan berhenti diatasnya, lalu tutup kantong tersebut dan mobil bisa dipakai untuk melintasi genangan air.

Kantong ini dilengkapi tali sehingga otolovers pun bisa mengaitkan kendaraan ke pos. Otolovers pun tak perlu cemas mobil akan terseret arus.

Inovasi Paul Dela Fuente dari Filipina ini ada dua ukutan, medium dan besar yang kompatibel dengan semua jenis kendaraan mulai sedan kompak hingga mid-SUV, dan pick-up truk. Menarik bukan otolovers?

Sumber: Otosia.com

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Usai Berhenti dari ITB, Begini Kabar Izhak dan 9 Adiknya

Liputan6.com, Polewali Mandar Masih ingat dengan Muhammad Izhak? Ya, dia adalah mantan mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) yang memutuskan berhenti kuliah demi merawat sembilan adiknya. Keputusan itu diambil mantan mahasiswa Fakultas Teknik Kimia angkatan 2013 itu setelah kedua orangtuanya meninggal karena sakit.

Izhak tersenyum semringah saat Liputan6.com menyambangi kediamannya di Dusun Tojangan, Desa Pasiang, Kecamatan Matakali, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, pada Kamis sore, 17 Januari 2019. Kehidupan pemuda berusia 23 tahun itu kini jauh lebih baik.

Kisah Izhak yang harus berhenti kuliah demi merawat sembilan adiknya pada Desember 2017 berhasil menggugah hati banyak orang, baik itu secara personal maupun secara kelompok yang tergabung dalam suatu organisasi. Bantuan itu ada yang berupa uang, ada pula yang berupa benda.

“Jumlahnya ratusan juta, saya tidak bisa hitung totalnya secara detail,” kata Izhak kepada Liputan6.com.

Yang jelas, bantuan itu seluruhnya dipergunakan mantan mahasiswa ITB itu dengan sangat hati-hati. Selain untuk biaya adik-adiknya sekolah, bantuan yang masuk ke rekening pribadi milik Izhak itu juga digunakan Izhak untuk melanjutkan kuliahnya di Universitas Terbuka Majene.

“Saya ambil jurusan manajemen, karena tidak ada jurusan Teknik Kimia. Saya mengulang dari awal, sekarang baru mau masuk semester dua. Setiap Sabtu Minggu saya bolak-balik ke Majene untuk ngampus,” paparnya.

Mantan mahasiswa ITB itu sengaja memilih kuliah pada hari Sabtu dan Minggu agar tetap ada yang bisa mengurus si bungsu, Muhammad Chairul, yang baru berumur dua tahun. “Kalau Sabtu-Minggu kan adik saya yang cewek bisa merawat Chairul,” imbuhnya.

2 dari 3 halaman

Pengusaha yang Dermawan Bantu Izhak

Izhak dan sembilan adiknya tak lagi tinggal di rumahnya yang lama, ia kini memiliki rumah baru yang dibangun di atas tanah peninggalan ayahnya tak jauh dari tempat tingggal sebelumnya. Biaya pembangunan rumah baru sederhana itu diberikan oleh seorang dermawan asal kota Surabaya.

“Sekarang tinggal di sini, ini rumah dibangunkan oleh seorang pengusaha, dia minta namanya tidak disebutkan,” kata Izhak saat ditemui di kediamannya.

Kala itu, pengusaha asal Kota Pahlawan itu datang menggunakan mobil menemui Izhak. Kepada pengusaha itu Izhak menyebutkan bahwa ia memiliki sebuah tanah yang telah dibanguni fondasi rumah, tetapi pembangunannya belum dilanjutkan karena terkendala biaya.

“Saya tidak tahu dari mana dia tahu rumah saya, kemungkinan dari supirnya yang antar itu. Setelah saya jelaskan tentang tanah ini dia langsung tawarkan untuk bangunkan rumah,” ucap Izhak.

Tak hanya dari pengusaha asal Surabaya itu, seorang TKW di Arab Saudi juga memberikan bantuan kepada Izhak dan saudara-saudaranya. Bahkan, majikan TKW tersebut yang diceritakan kisah tentang Izhak juga ikut memberikan bantuan.

“Majikannya TKW itu bahkan menjadi semacam donatur tetap untuk keluarga saya,” ungkap Izhak.

3 dari 3 halaman

Bantuan Alumni ITB

Ikatan Alumni ITB sendiri tidak tinggal diam melihat apa yang dialami Izhak kala itu. Bantuan demi bantuan diberikan baik dari alumni fakultas maupun alumni kampus.

“Ada banyak sekali bantuan dari kakak-kakak alumni. Dari Ikatan Alumni Teknik Kimia, Ikatan Alumni ITB Sulawesi Selatan dan Barat, maupun Ikatan Alumni ITB yang organisasi besar,” ucapnya.

Saat ini, Izhak sedang disibukkan dengan pembangunan Production Center yang digagas oleh Ikatan Alumni ITB. Production Center itu nantinya akan menjadi lahan usaha agar Izhak dapat melanjutkan hidup.

“Jadi ini yang sementara saya bangun, Production Center, nanti di sini jadi tempat pemeliharaan ternak modern dan pengembangan pembuatan gula aren,” jelas Izhak sambil menunjukkan lokasi pembangunan Production Center-nya.

Izhak menyebutkan biaya pembangunan Production Center itu seluruhnya ditanggung oleh ikatan alumni ITB. Tak hanya itu, dalam prosesnya, IA ITB juga terus mengontrol pembangunan Production Center tersebut.

“Kemarin salah satu perwakilan ikatan alumni datang lihat sudah sejauh mana perkembangannya. Kalau di persentasekan ini kira-kira sudah rampung 70 persen,” jelasnya.

Menurut Izhak, production center yang tengah ia bangun adalah model tempat perawatan hewan ternak yang sangat mutakhir, model seperti itu pertama kali digunakan oleh Darmono di Cikampek.

“Jadi ini yang kedua, semoga bisa sebesar punya Pak Darmono, kemarin sebelum saya bangun ini saya sempatkan untuk ke tempat pak Darmono melihat bagaimana punya dia,” ucapnya.

“Yang jelas semoga apa yang tengah saya geluti ini dapat menjadi berkah buat saya dan keluarga saya,” ia memungkasi.


Saksikan video pilihan menarik berikut:

Kesepakatan Dagang AS-China Dorong Penguatan Rupiah

Liputan6.com, Jakarta – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak menguat terbatas pada perdagangan Jumat ini. Kesepakatan dagang AS dengan China mendorong penguatan aset berisiko.

Mengutip Bloomberg, Jumat (18/1/2019), rupiah dibuka di angka 14.165 per dolar AS, menguat jika dibandingkan dengan penutupan perdagangan sebelumnya yang ada di angka 14.192 per dolar AS.

Sejak pagi hingga siang hari ini, rupiah bergerak di kisaran 14.155 per dolar AS hingga 14.195 per dolar AS. Jika dihitung dari awal tahun, rupiah masih menguat 1,44 persen.

Berbeda, berdasarkan Kurs Referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI), rupiah dipatok di angka 14.182 per dolar AS, melemah jika dibandingkan dengan patokan sehari sebelumnya yang ada di angka 14.158 per dolar AS.

Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra mengatakan, harapan membaiknya hubungan dagangan Amerika Serikat dengan China mendorong minat pelaku pasar pada aset beresiko.

“Situasi itu membuka peluang bagi mata uang berisiko seperti rupiah untuk terapresiasi,” katanya dikutip dari Antara.

Ia mengemukakan Wakil Perdana Menteri China Liu He akan mengunjungi AS pada 30-31 Januari mendatang untuk pembicaraan perdagangan berikutnya.

Ekonom Samuel Aset Manajemen, Lana Soelistianingsih mengatakan pasar menyambut positif pertemuan itu dengan harapan kesepakatan tarif antara AS-China.

“Data-data ekonomi China belakangan ini menunjukkan penurunan, bahkan PMI (purchasing managers index) sektor manufatur sudah di bawah level 50 yang artinya kontraksi,” katanya.

Dengan adanya kesepakatan, lanjut dia, maka diharapkan dapat menahan perlambatan ekonomi, mengingat perlambatan China akan berdampak pada global dan ekonomi Asia.

“Ekonomi China merupakan salah satu motor ekonomi Asia,” katanya.

2 dari 3 halaman

BI: Rupiah Berada dalam Tren Penguatan

Sebelumnya, rupiah mengawali tahun 2019 ini dengan kondisi yang cukup baik. Bank Indonesia (BI) menyebutkan Rupiah saat ini tengah dalam tren menguat. Penguatan dimulai sejak akhir tahun lalu dan terus berlanjut pada Januari 2019.

Gubernur BI, Perry Warjiyo mengatakan tren penguatan Rupiah tersebut dakan mendukung stabilitas harga di dalam negeri.


“Nilai tukar Rupiah dalam tren menguat sehingga mendukung stabilitas harga. Rupiah pada Desember 2018 secara rerata menguat sebesar 1,16 persen, meskipun secara point to pointsedikit melemah sebesar 0,54 persen,” kata Perry pada Kamis 17 Januari 2019.

Dia mengungkapkan penguatan Rupiah antara lain dipengaruhi aliran masuk modal asing akibat perekonomian domestik yang kondusif dan imbal hasil domestik yang tetap menarik, serta ketidakpastian pasar keuangan global yang sedikit mereda.

“Dengan perkembangan yang cenderung menguat menjelang akhir tahun 2018, Rupiah secara rerata keseluruhan tahun 2018 tercatat mengalami depresiasi sebesar 6,05 persen, atau secara point to point sebesar 5,65 persen dibandingkan dengan level tahun sebelumnya,” ujarnya.

Sementara itu, depresiasi atau pemelahan Rupiah secara point to point tersebut lebih rendah dibandingkan dengan depresiasi mata uang negara lain seperti Rupee India, Rand Afrika Selatan, Real Brasil, dan Lira Turki.

“Ke depan, Bank Indonesia terus mencermati risiko ketidakpastian pasar keuangan global dengan tetap melakukan langkah-langkah stabilisasi nilai tukar sesuai nilai fundamentalnya dengan tetap mendorong berjalannya mekanisme pasar, dan mendukung upaya-upaya pengembangan pasar keuangan,” jelas dia.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Sebentar Lagi Disidang, Begini Perkembangan Kasus Ujaran Kebencian Ahmad Dhani

Liputan6.com, Jakarta – Musisi sekaligus politikus Partai Gerindra Ahmad Dhani terjerat kasus ujaran kebencian. Dia ditengarai mengeluarkan pernyataan yang menimbulkan kegaduhan.

Pernyataan tersebut dilontarkan Ahmad Dhani melalui jejaring sosial twitter. Dalam cuitannya, dia menyebut kata idiot yang menyinggung salah satu unsur massa pengunjuk rasa menolak deklarasi #2019GantiPresiden di Surabaya, beberapa waktu lalu.

Akibat cuitannya itu, Ahmad Dhani harus menjalani proses hukum dan menghadiri persidangan. Dalam surat tuntutan yang dikeluarkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada 26 November 2018 lalu, dia dijatuhkan hukuman pidana dua tahun penjara.

“Berdasarkan uraian di atas kami Jaksa Penuntut Umum menuntut Majelis Hakim yang memutuskan perkara ini menyatakan terdakwa terbukti secara sah menimbulkan kebencian terhadap suatu golongan. Dan menjatuhkan pidana dua tahun kepada terdakwa,” tandas jaksa.

Jaksa mendakwa Ahmad Dhani lantaran melanggar Pasal 45 huruf A ayat 2 junto 28 ayat 2 UU Nomor 19 Tahun 2016 Junto UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE junto Pasal 55 ayat 1 KUHP.

Sampai saat ini, proses hukum ujaran kebencian yang menjerat Ahmad Dhani masih terus bergulir. Berikut perkembangannya seperti yang dihimpun Liputan6.com:

2 dari 5 halaman

1. Dhani Mengaku Siap

Ahmad Dhani dalam salah satu pernyataannya menyatakan bahwa dirinya telah siap menjalani persidangan. Politikus asal Partai Gerindra tersebut mengaku sudah terbiasa menghadapi persidangan dan proses hukum.

“Ya siap aja. Kan saya sudah biasa menghadapi persidangan,” tandas Ahmad Dhani usai menjalani pemeriksaan kesehatan di Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Kamis (17/1/2019).

Dia juga menuturkan, tidak ada persiapan khusus yang dia lakukan sebelum menjalani persidangan. Dhani hanya akan membawa bukti dan saksi ahli ke meja hijau.

“Tidak ada persiapan. Saat sidang hanya akan bawa bukti dan saksi ahli,” Dhani menandaskan.

3 dari 5 halaman

2. Kejari kerahkan 6 jaksa

Kejaksaan Negeri Surabaya akan mengerahkan enam orang jaksa untuk mengawal kasus ujaran kebencian dengan tersangka Ahmad Dhani. Hal itu disampaikan Kepala Seksi Pidana Umum Kejari Surabaya, Didik Adyotmo.

“Ada satu tim yang mengawal. Satu tim itu terdiri dari enam orang jaksa, baik itu jaksa dari Kejaksaan Negeri Surabaya atau juga dari Kejaksaan Tinggi Jawa Timur,” kata Didik usai menerima pelimpahan tahap dua kasus tersebut di Kantor Kejaksaan Negeri Surabaya, seperti dikutip dari Antara, Kamis (17/1/2019).

Kendati demikian, Didik belum bisa menyebutkan sejumlah nama jaksa yang ditugaskan untuk mengawal kasus tersebut.

“Paling lambat 15 hari sudah segera disidangkan kasus ini,” katanya.

4 dari 5 halaman

3. Tidak bisa ditahan

Didik menyampaikan, Ahmad Dhani dijerat UU ITE dengan ancaman hukuman hanya 3 tahun sehingga tidak bisa ditahan.

Dia akan mengikuti prosedur yang menyebut tersangka bisa ditahan jika hukumannya di atas lima tahun penjara.

“Kejari akan menahan tersangka jika ancaman hukumannya di atas lima tahun penjara. Untuk kasus ini hanya diancam tiga tahun penjara. Jadi tidak layak ditahan dan ini sudah sesuai SOP,” tutur Didik.

Rifqi Aufal Sutisna

5 dari 5 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini: