Amien Ancam ‘Gempur’ KPU, TKN: Ada Rekayasa Kekacauan Jika Jokowi Menang

Jakarta – Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais mengancam akan menggempur KPU jika terdapat kecurangan dalam Pemilu 2019. Wakil Ketua TKN Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Johnny G Plate, menilai pernyataan Amien itu seolah menjadi penanda adanya rekayasa kekacauan pemilu jika Jokowi terpilih.

“Ada potensi rekayasa kekacauan pemilu Kongo jika Jokowi-Ma’ruf menang pada Pilpres 2019. Saat ini potensi tersebut masih dalam bentuk teror politik kepada KPU sebagaimana pernyataan AR di atas. Pernyataan di atas setidaknya sebangun dengan skenario Kongo,” kata Johnny dalam keterangannya, Selasa (15/1/2019).

Johnny mengatakan menuduh KPU bersikap curang dalam Pemilu 2019 merupakan sikap yang sombong. Dia meminta masyarakat untuk waspada maskud terselubung di balik adanya tuduhan KPU bersikap curang itu.
“Menuduh penyelenggara Pemilu dalam hal ini KPU curang adalah sikap yang arogan dan berlebihan. Apalagi jika kecurangan hanya ditujukan untuk Pilpres maka itu sangat tendensius dan harus diwaspadai apakah ada maksud terselubung di baliknya,” ujarnya.
Dia menjelaskan semua kandidat harus bijak dalam menerima hasil Pemilu. Jangan sampai, menurut Johnny, negara ini rusak karena cara-cara politisi yang tidak baik.

“Ikut Pemilu harus siap menang dan siap kalah agar demokrasi yang sudah dengan susah payah sama-sama kita bangun dapat bermanfaat bagi bangsa Indonesia. Indonesia bukan D R Conggo maka sebaiknya tidak mengulang cara-cara yang dilakukan di D R Conggo yang pada akhirnya merusak negara dan merugikan segenap rakyat D R Conggo. Kita perlu belajar dan menarik pelajaran dari pemilu D R Conggo, kami mengajak segenap peserta pemilu, politisi dan para tokoh nasional untuk tidak memanfaatkan cara yang sama seperti di D R Conggo karena itu hanya akan merugikan bangsa kita,” tuturnya.

Johnny lantas bicara soal Pemilu yang diawasi secara berjenjang dan terbuka. Menurut dia, penyelenggara pemilu akan bekerja secara profesional sesuai aturan yang berlaku.

“UU Pemilu no 7 Tahun 2017 sudah mengatur dengan jelas dan rigid terkait saksi parpol utk pileg, saksi paslon presiden dan saksi pengawas yang direkrut Bawaslu. Dalam hal ini menjadi tugas parpol juga untuk memastikan penyelenggara pemilu berjalan dengan baik dan jujur. Kami meyakini melalui pengawasan yang berjenjang dan terbuka maka penyelenggara Pemilu akan bekerja dengan baik dan sungguh-sungguh sesuai amanat UU pemilu. Kami mengajak masyarakat untuk bersama sama mengawasi pelaksanaan pemilu agar dapat berlangsung dengan baik sesuai yang kita bersama harapkan,” imbuhnya.

Sebelumnya, Amien Rais mengawasi KPU dalam Pemilu 2019. Anggota Dewan Pembina Prabowo Subianto-Sandiaga Uno itu mengancam akan menggempur KPU jika ada kecurangan.

“Awas kalau sampai KPU curang, ya, kita, kita gempur bersama-sama. Kita lebih pandai dari pemerintah. Bayangkan, 31 juta daftar (pemilih) bodong, banyak sekali, ini kan nggak masuk akal. KTP elektronik dibuang di tong sampah, di semak, di sawah, kan kurang ajar. Jadi saya memang tidak main-main mengatakan, awas kalau KPU curang dan kita punya bukti saya kira. Kita lindas insyaallah ya. Dan ini kita sudah pikir tak boleh leha-leha tinggal 90 hari lagi,” kata Amien di Seknas Prabowo-Sandiaga, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (15/1).
(knv/rvk)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Buat Sketsa Wajah Pelaku Teror Pimpinan KPK, Polisi Dalami Keterangan Saksi

Liputan6.com, Jakarta – Polisi masih terus mendalami teror bom molotov dan bom palsu terhadap Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yakni Agus Rahardjo dan Laode M Syarif. Kejadian tersebut terjadi pada 9 Januari 2019.

“Untuk teror sekali lagi masih pendalaman para saksi kembali, CDR dan sketsa wajah. Sketsa wajah ini perlu kesabaran rekan-rekan. Jadi karena kita harus menggali kembali keterangan dari dua saksi. Dua saksi ini harus ingat kembali apa yang dia lihat, apa yang dia ingat nanti digambar lagi,” kata Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo, Jakarta, Selasa (15/1/2019).

Setelah pihaknya menggambarkan sketsa wajah terduga pelaku, gambar itu akan diperlihatkan kembali kepada saksi. Apakah benar gambar yang dibuat oleh penyidik sama dengan apa yang dilihat atau diingat oleh saksi dalam teror pimpinan KPK.

“Setelah digambar nanti dikonfirmasi lagi pada saksi apa benar ciri-ciri seperti ini? Apa benar nanti kita betulin lagi? Nanti kalau sudah mendekati sempurna dan saksi menyatakan iya, baru kita pindahkan yang tulis tangan ke digital,” jelas dia.

Dedi mengaku, pihaknya masih merasa kesulitan memeriksa melalui Circuit Close Television (CCTV) siapa pelaku yang melakukan teror di rumah pimpinan KPK.

“CCTV karena memang kondisinya agak gelap, kemudian untuk kameranya itu kemampuan menangkap berita harus dianalisis kembali masih agak kesulitan tapi kita masih berupaya lagi dengan CCTV yang lain. Karena kemampuan kamera untuk menangkap tidak sebagus harapan kita,” pungkas Dedi.

2 dari 3 halaman

Risiko Pekerjaan

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Laode M Syarif mengatakan, pelemparan bom molotov di rumahnya merupakan risiko pekerjaan. Bom molotov dilempar dua orang yang mengggunakan sepeda motor.

“Enggak apa-apa, biasa itu bagian dari pekerjaan, tadi polisi sudah melakukan olah TKP, jadi kita tunggu saja ya hasilnya,” kata Laode saat tiba di rumahnya, Kalibata, Jakarta Selatan pukul 20.00 WIB, Rabu (9/1/2019).

Laode M Syarif mengaku mengetahui kejadian itu saat azan subuh. Pimpinan KPK itu pun langsung melihat rekaman CCTV yang berada di rumahnya.

“Iya pelemparan itu sekira pukul 00.55 WIB melalui CCTV kami ada di rumah. Pagi ya pas bangun subuh, kebetulan salah satu bom molotovnya itu posisinya berdiri ketika dilempar, kalau yang di atas kan terbakar besar, kebetulan itu berdiri gitu nggak pecah pertolongan Allah. Terus pagi subuh ketika sopir datang itu masih nyala sumbu nya,” jelas dia

“Dua, satu di atas yang pecah dan satu di bawah yang masih utuh,” ucap Laode.

Dia pun menyerahkan kasus pelemparan molotov tersebut kepada pihak polisi. “Sudah lah tanyakan saja sama Mabes Polri ya,” kata Laode M Syarif ini.


Reporter: Nur Habibie

Sumber: Merdeka.com

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Panas Jelang Debat: TKN Sorot Penculikan-PT DGI, BPN Tanya Kasus Novel

Jakarta – Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin mengatakan pihaknya akan menyoroti isu penculikan aktivis dan kasus korupsi PT Duta Graha Indah (DGI) untuk diangkat di debat capres pertama. Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menegaskan mereka siap mendebat TKN dan telah mempersiapkan pertanyaan seputar kasus teror yang menimpa penyidik senior KPK Novel Baswedan.

“Mengenai pertanyaan yang akan dilakukan pihak TKN kepada Pak Prabowo dan Bang Sandi, bagi kami tidak masalah ya. Kasus penculikan itu adalah kaset rusak yang diulang-ulang atau nasi basi ya karena memang sekali 5 tahun akan dipertanyakan. Untuk itu kita siap menghadapi,” ujar juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN), Andre Rosiade dalam keterangannya, Selasa (15/1/2019).

Andre menegaskan Prabowo-Sandi juga siap menjawab perihal kasus DGI. Sandiaga Uno diketahui pernah menjadi komisaris PT DGI, yang telah divonis Pengadilan Tipikor Jakarta sebagai korporasi pelaku korupsi. Sandiaga bahkan pernah hadir sebagai saksi di persidangan kasus PT DGI pada 7 September 2017. Sandiaga mundur dari posisi komisaris PT DGI pada tahun 2015.


Sandiaga, tegas Andre, tak terlibat dalam kasus tersebut. Dia menyinggung soal jajaran timses Anies Baswedan-Sandiaga Uno di Pilgub DKI Jakarta 2017.

“Bicara kasus DGI juga tidak masalah. Tidak mungkin Mas Bambang Widjojanto dan Pak Adnan Pandu mau jadi timses Anies-Sandi kalau Bang Sandi terlibat kasus DGI, bahwa Bang Sandi tidak terlibat dalam kasus korupsi DGI. Untuk itu kami sangat optimis dua kasus ini tidak akan menyulitkan Pak Prabowo dan Bang Sandi menjawab pertanyaan kubu Jokowi,” tegas Andre.

Politikus Partai Gerindra tersebut lalu berbicara soal kasus yang menimpa Novel Baswedan. Menurut Andre, jika Prabowo-Sandi memimpin negeri, pengungkapan teror terhadap Novel akan selesai dalam waktu 100 hari.

“Dari pihak kami ada beberapa hal yang ingin ditanyakan. Secara pertanyaannya belum bisa kami ungkapkan tapi salah satu yang akan ditanyakan tentu perkembangan kasus Novel ya. Banyak masyarakat yang menyampaikan ke Pak Prabowo dan Bang Sandi, tolong tanyakan kasus Novel kenapa kasus Novel tak selesai-selesai sedangkan Pak Prabowo dan Bang Sandi bisa menyelesaikan kasus Novel insyaallah paling lama 100 hari pemerintahan beliau. Soal political will, ada kemauan dari penguasa atau tidak,” ucap Andre.

Sebelumnya diberitakan, Koordinator Debat TKN Jokowi-Ma’ruf Amin, Abdul Kadir Karding, mengatakan TKN akan menyoroti isu penculikan aktivis dan kasus korupsi PT Duta Graha Indah (DGI) untuk debat capres pertama.

“Pertama, kasus pelanggaran HAM dan penghilangan orang yang diduga dilakukan oleh Pak Prabowo. Ini saya kira menjadi hal penting yang perlu kami garis bawahi, agar masyarakat tidak lupa dan mengetahui jejak rekam seseorang. Bahwa yang memimpin Indonesia ini harus lah orang-orang baik,” kata Karding.

“Salah satu yang menjadi pertanyaan publik adalah kasus DGI, di mana semua juga tahu bahwa salah satu komisarisnya adalah pasangan paslon 02. Jadi ini tentu menjadi ruang dan hal yang strategis untuk kami minta penjelasannya kepada Pak Sandiaga Uno dan Pak Prabowo,” ujar Karding.
(gbr/tor)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Sepekan Pembunuhan Siswi SMK Bogor, Pelaku Belum Terungkap

Bogor

Sudah sepekan kasus pembunuhan siswi SMK Baranangsiang, Bogor, Andriana Yubelia Noven Cahya belum terungkap. Polisi masih menyelidiki pelaku penusukan Noven.

Kasus pembunuhan siswi SMK Bogor ditangani tim gabungan Mabes Polri, Polda Jabar juga Polresta Bogor Kota. Sudah 15 orang saksi diperiksa.

“Belum (ditemukan pelaku),” ujar Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota, AKP Agah Sonjaya, Selasa (15/1/2019).

Minimnya petunjuk sosok pelaku termasuk kualitas rekaman CCTV yang tidak baik, menjadi kendala polisi mengungkap perkara. Sketsa terduga pembunuh siswi SMK Bogor pun belum dibuat.

Polisi sempat mengamankan pria berinisial S yang disebut mantan pacar Noven. Tapi dari penyelidikan sementara, S bukan pelaku pembunuhan.

Noven ditusuk di gang kecil Jalan Riau pada Selasa (8/1) saat pulang dari sekolah.

Dari rekaman CCTV, terlihat pelaku menusuk korban di sebuah gang yang sepi. Pelaku, yang terlihat dalam CCTV, menunggu korban yang berjalan di gang.

Saat berpapasan, pelaku menusukkan senjata tajam di bagian dada kiri. Korban terkapar, sedangkan pelaku langsung lari kencang meninggalkan lokasi.

Jenazah siswi SMK Bogor Noven dimakamkan di TPU Cimuncang, Kota Bandung. Ayah korban berharap polisi segera mengungkap pelaku pembunuhan.

(fdn/fdn) <!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Ngeri! Pemuda Pekalongan Ini Kirim Video Aksi Bunuh Dirinya ke Pacar

Pekalongan – Seorang pemuda di Pekalongan tewas aibat bunuh diri, Senin (14/1) petang. Diduga pemuda bernama Wahono (20) nekat mengakhiri nyawanya karena putus cinta.

“Awalnya ibu korban ini merasa curiga saat akan masuk rumah, pintu dalam kondisi terkunci semuanya dari dalam. Akhirnya di buka paksa,” kata Kasubag Humas Polres Pekalongan, Iptu Akrom saat ditemui detikcom, Selasa (15/1/2019).

Ibu korban, Siti Chamidah (52) yang baru pulang dari pasar bersama ayah korban, dibuat kaget saat melihat anaknya sudah dalam kondisi tengkurap di lantai dapur.

Mendapati anaknya sudah dalam kondisi terkulai lemas, ibu korban langsung berteriak histeris. Ayah korban yakni Kaswani (56) langsung mengevakuasi korban ke kamar sebelum akhirnya dibawa ke Puskesmas Sragi.
“Sesampainya di Puskesmas sekitar pukul 18.45 WIB korban langsung diperiksa oleh tim medis dan dinyatakan sudah dalam keadaan meninggal dunia,” imbuh Akrom.

Dari hasil visum luar tubuh korban tidak ditemukan adanya tanda-tanda penganiayaan. Namun ditemukan ada bekas jeratan di leher bagian atas.

“Korban meningal akibat aksi bunuh diri dengan meminum air campuran sabun cuci , setelah itu korban melakukan gantung diri di dapur dengan menggunakan tali rafia yang telah disediakannya,” kata Kasubag Humas Polres Pekalongan.

Aksi bunuh diri ini terekam melalui kamera ponsel korban.

“Dia merekam sendiri aksinya dari adegan pertama meminum air sabun hingga aksi gantung diri, dan sebelum lemas dia kirim ke kekasihnya,” katanya.

Jenazah korban dimakamkan Selasa (15/1) di tempat pemakaman setempat.

“Kasus ini kasus bunuh diri karena putus cinta. Dan kita sendiri akan meminta keterangan saksi dari pacar korban,” jelasnya.

Polisi masih kesulitan untuk meminta keterangan pacar korban. Sebab dari ponsel korban diketahui hanya tertulis nama ‘Sayang’ pada nomor telpon milik pacarnya. Sedangkan nomor yang diberi nama ‘Sayang’ itu masih sulit untuk dihubungi.

“Masih dilakukan pencarian nama ‘sayang’ di HP milik korban,” pungkas Akrom.
(sip/sip)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Vanessa Angel dan Fakta Baru yang Bisa Menyeretnya jadi Tersangka

Surabaya – Untuk pertama kalinya, Vanessa Angel kembali mendatangi Polda Jatim usai tertangkap basah terlibat dalam prostitusi online beberapa waktu lalu.

Vanessa tiba di Polda Jatim sekitar pukul 10.00 WIB, Senin (14/1/2019) bersama kuasa hukum dan manajernya. Ia langsung menuju Subdit V Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Jatim.

Saat tiba, Vanessa tak banyak bicara. Namun menurut keterangan polisi, wanita berusia 27 tahun itu tengah memenuhi wajib lapor dan menjalani pemeriksaan lanjutan.

“Iya (wajib lapor), diperiksa juga,” kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera.

Wajib Lapor, Vanessa Angel Kembali Datangi Polda Jatim

Setelah kurang lebih 9 jam berlalu, pemeriksaan lanjutan terhadap Vanessa akhirnya selesai digelar. Ia terpantau keluar dari ruang pemeriksaan pada pukul 19.00 WIB. Namun di sela pemeriksaan, Vanessa sempat keluar ruangan dan menuju bank untuk meminta rekening korannya.

Usai diperiksa, hanya senyum tipis yang menemani Vanessa. Kepada awak media, Vanessa mengaku menyerahkan seluruhnya pada penyidik dan kuasa hukumnya.

“Tadi saya udah diperiksa, selebihnya saya serahkan ke penyidik, dan selebihnya menyerahkan ke kuasa hukum saya,” ujar Vanessa.

Dari hasil pemeriksaan, status Vanessa yang semula masih saksi korban bisa saja dinaikkan menjadi tersangka. Polisi beralasan ada beberapa unsur yang dianggap dapat memberatkan Vanessa nantinya.

“Potensi yang memberatkan bakal menjadi tersangka bahwa kegiatan ini melibatkan yang bersangkutan secara aktif, mengupload foto dan gambarnya secara aktif, melakukan chatting tidak sesuai etika dan kesusilaan, yang ketiga yang bersangkutan tidak melakukannya satu dua kali, tapi banyak kali,” ungkap Barung.

Ditambahkan Direskrimsus Polda Jatim Kombes Pol Akhmad Yusep Gunawan, hal ini juga diperkuat dengan hasil pantauan polisi terhadap rekening pribadi Vanessa.

“Yang jelas kami memandang bahwa dari transaksi keuangan yang sedang kita dalami dan keterlibatan dari aksi bisnis prostitusi online ini bahwa VA cukup terlibat, berperan dalam peristiwa ini, dan ini yang akan kami kuatkan dan dalami,” papar Yusep.

Kendati demikian, status Vanessa itu baru dapat ditetapkan setelah gelar perkara yang rencananya akan dilakukan pada hari Selasa (15/1).

“Mungkin besok lah, besok kita tunggu hasil dari kita gelar dulu,” katanya.

Sedangkan terkait 6 artis yang diduga kuat keterlibatannya dalam jaringan prostitusi ini, Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan mengaku baru dua artis yang menerima surat pemanggilan dari polisi.

Yusep mengungkapkan dua artis yang dimaksud adalah yang berinisial RF dan FG. Mereka dijadwalkan akan hadir pada hari Kamis (17/1) nanti.

“Yang sudah konfirmasi soal pemanggilan 6 artis adalah inisial RF dan FG. Keluarganya menyampaikan akan hadir hari Kamis dan bahkan akan mengantarkan langsung sampai Polda Jatim,” ungkap Yusep.

Namun untuk artis-artis yang belum menerima surat pemanggilan polisi, polisi telah bekerjasama dengan pihak manajemen artis yang bersangkutan. Hal ini untuk mengantisipasi bilamana artis tersebut akan berpindah manajemen atau melarikan diri.

“Kita akan terus, akan komunikasi dengan pihak manajernya. Mungkin pihak manajemennya dengan berusaha mencari mungkin alamatnya, mereka belum berpindah,” paparnya.
(lll/iwd)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Terima Ikatan Dai Aceh, Timses Sebut Jokowi-Ma’ruf Siap Tes Baca Alquran

Liputan6.com, Jakarta – Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf menerima kedatangan perwakilan Ikatan Dai Aceh di Posko Cemara, Jakarta Pusat, Senin (14/1). Tim Jokowi menegaskan bersedia memenuhi undangan tes membaca Alquran.

Wakil Direktur Saksi TKN Jokowi-Ma’ruf, Lukman Edy mengatakan bakal langsung memberikan jawaban melalui surat resmi.

“Kami siap bersedia untuk mengikuti tes yang diinisiasi Ikatan Dai Aceh ini sebagai bentuk apresiasi kami terhadap keinginan masyarakat Aceh, apresiasi kami terhadap kearifan masyarakat Aceh dalam langkah untuk memilih, menentukan, menseleksi, melihat kapasitas kapabilitas capres cawapres yang akan masyarakat Aceh pilih,” ujar Lukman di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (14/1/2019).

Ikatan Dai Aceh dipimpin Ketua Ikatan Dai Aceh Tgk Marsyuddin Ishak bersama rombongan disambut oleh tiga pengurus timses Jokowi. Yaitu, Wakil Direktur Saksi TKN Lukman Edy, Direktur Komunikasi Politik Usman Kansong, dan Juru Bicara TKN Zuhairi Misrawi.

Adapun surat yang bakal dibacakan adalah surat Al-Fatehah, dan 30 surat pendek. Menurut Zuhairi, opsi lain bisa juga membaca surat Al-Baqarah, Al-Maidah, atau surat An-nisa.

Ketua Ikatan Dai Aceh Tgk Marsyuddin Ishak, mengatakan tes baca Alquran bakal digelar di Masjid Raya Baiturrahman, Aceh. Teknisnya sendiri masih bakal dibicarakan lebih lanjut.

“Jadi rencananya akan digelar di Masjid Raya Baiturahman. Tes ini rencananya membaca Al-fatihah dan surat pendek, tapi nanti soal teknis dibicarakan lebih lanjut, setelah kami mendapat jawaban resmi,” kata Marsyuddin.

2 dari 2 halaman

Sibuk

Sementara itu, di posko Badan Pemenangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, di Kertanegara, Jakarta Selatan, Perwakilan Ikatan Dai Aceh tak sempat bertemu dengan calon presiden nomor urut 02.

Mereka berencana menagih undangan tes baca Alquran. Namun tidak mendapatkan jawaban karena Prabowo dan timsesnya tengah sibuk mempersiapkan agenda besar.

Tgk Marsyuddin Ishak beserta rombongan hanya bertemu perwakilan sekretariat di Media Center. Awalnya mereka berusaha mendatangi rumah Prabowo di Jalan Kertanegara IV, Jakarta Selatan. Namun, dialihkan ke kantor Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandiaga di sebelahnya. Sampai kembali diarahkan ke media center yang terletak di seberang kantor BPN dan rumah Prabowo.

“Namun dari pihak sekretariat tadi bapak (Prabowo) sedang di luar mempersiapkan acara yang besar. Mungkin ini akan dirapatkan kembali. Insyaallah dalam waktu dekat mendapatkan jawaban,” ujar Marsyuddin di media center Prabowo-Sandiaga, Jalan Kertanegara VI, Jakarta Selatan, Senin (14/1).

Dalam pertemuan yang berlangsung singkat, Marsyuddin juga tidak mendapatkan jawaban jelas. Dia hanya menyebut dijanjikan bakal ada pertemuan kedua.

“Untuk hari ini dari kawan-kawan sekretariat, Bapak (Prabowo) lagi ada kesibukan kita jadwalkan lain kali,” kata Marsyuddin.

Reporter: Ahda Bayhaqi


Saksikan video pilihan di bawah ini:

Kejagung Serahkan Tersangka PNS Pajak ke Kejari Jakarta Selatan

Liputan6.com, Jakarta – Penyidik Pidsus Kejaksaan Agung (Kejagung) menyerahkan tersangka PAW dan barang bukti (pelimpahan tahap 2) kepada Jaksa Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, Senin 14 Januari 2019.

PAW merupakan tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi Pegawai Negeri Sipil pada Direktorat Jenderal Pajak. Dia menerima hadiah atau janji berkaitan dengan pengurusan pajak.

Kapuspenkum Kejaksaan Agung Mukri mengatakan, PAW merupakan PNS Ditjen Pajak Fungsional Pemeriksa pada KPP Semarang dan mantan Fungsional Pemeriksa KPP Kebayoran Lama.

“Setelah jaksa penuntut umum melakukan penelitian terhadap tersangka PAW dan barang bukti, selanjutnya jaksa penuntut umum pada Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan melakukan penahanan terhadap tersangka PAW,” kata Mukri dalam keterangan tertulis yang diterima pada Senin (14/1/2019).

Penahanan dilakukan dengan mempertimbangkan syarat objektif dan subjektif. Di antaranya tersangka diancam dengan pidana penjara lebih dari 5 tahun dan dikhawatirkan melarikan diri, merusak atau menghilangkan barang bukti dan atau mengulangi tindak pidana.

“Tersangka PAW ditahan di Rumah Tahanan Negara Kelas I Cipinang Jakarta Timur selama 20 hari terhitung mulai tanggal 14 Januari 2019 sampai dengan 2 Februari 2019,” kata Mukri.

2 dari 3 halaman

Kasus

Pada tahun 2007 sampai dengan tahun 2013, tersangka PAW, menerima uang dari wajib pajak (perusahaan) berkaitan dengan tugas dan jabatannya. Dia menampung uang pemberian dari perusahaan serta pihak lainnya melalui rekening atas nama RW dengan jumlah seluruhnya sebesar Rp. 4.643.882.085.

Tim penyidik memeriksa 22 saksi selama pengungkapan kasus dugaan tindak pidana korupsi PNS pada Ditjen Pajak menerima hadiah atau janji berkaitan dengan pengurusan pajak.

PAW disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a, Pasal 12 huruf b, Pasal 12 huruf B, atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Satgas Mafia Bola Tetapkan Vigit Waluyo Tersangka Pengaturan Skor

Liputan6.com, Jakarta – Tim Satgas Mafia Bola menetapkan Vigit Waluyo menjadi tersangka. Vigit diduga sebagai otak pengaturan skor.

“Kasus dari pada perkara antara yang dilaporkan, Pak Vigit Waluyo, VW pada malam ini sudah menjadi tersangka,” kata Ketua Tim Media Satgas Anti Mafia Bola, Kombes Pol Prabowo Argo Yuwono, di Mapolda Metro Jaya, Senin malam (14/1/2019).

Argo menuturkan, penetapan tersangka tersebut berdasarkan gelar perkara. “Tim melakukan gelar perkara, mekanisme gelar sudah menaikkan tersangka VW menjadi tersangka,” ujar dia.

“(Vigit) Menjadi tersangka dalam kasus PSMP Mojokerto,” pungkas Argo.

Tim Satauan Tugas (Satgas) Anti Mafia Bola hingga kini masih terus mengusut kasus pengaturan skor di liga sepak bola Indonesia. Dalam kasus ini, sudah ada lima orang sebagai tersangka.

Dari kasus ini pula, muncul satu nama yakni Vigit Waluyo yang diduga sebagai otak pengaturan skor.

Belakangan ini, tim membeberkan peran dari Vigit dalam kasus itu. Dia berperan memberikan dana ratusan juta kepada Dwi Irianto atau Mbah Putih alias DI dalam pertandingan PS Mojokerto.

“Untuk terlapor DI menerima aliran dana dari terlapor VW sebesar 115 juta dengan tujuan memenangkan PS Mojokerto untuk dari Liga 3 menjadi Liga 2,” kata Ketua Tim Media Satgas Anti Mafia Bola, Kombes Pol Rasen Prabowo Argo Yuwono di Polda Metro Jaya, Senin (7/1).

Vigit Waluyo kini mendekam di balik jeruji besi Kejaksaan Negeri Sidorjo atas kasus korupsi PDAM. Meskipun demikian, Argo tak mempermasalahkan hal itu. “Kan beda kasus itu,” kata Argo.

2 dari 3 halaman

Pemeriksaan Bendahara Umum PSSI

Bendahara Umum (Bendum) Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Berlinton Siahaan menjalani pemeriksaan sebagai saksi kasus pengaturan skor di Polda Metro Jaya. Berlinton hadir pada pukul 12.00 WIB dan menjalani pemeriksaan selama sembilan jam.

“Memang tadi mulainya sudah agak siang jam 12. Tetapi, kalau dilihat pemeriksaan saya selama sembilan jam. Pertanyaannya 27 pertanyaan. Tapi yang saya tegaskan kembali saya sebagai bendum PSSI membantu bapak-bapak kepolisian menuntaskan masalah ini. Pertanyaan tadi khususnya cara pengeluaran uang di PSSI,” kata dia usai diperiksa di lokasi, Senin (14/1/2019).

Berlinton mengaku menjelaskan ke polisi sesuai dengan tugas dan fungsi sebagai bendahara yaitu mengelola.

“Saya jawab dengan tegas dan organisasinya seperti apa di keuangan dan menyangkut pihak lain juga ada. Saya tegaskan kepada pihak kepolisian apa yang bisa saya jawab,” sambung dia.

Dia mengatakan, PSSI akan semaksimal mungkin membantu polisi mengusut kasus pengaturan skor. Berlinton yang juga Direktur Liga Indonesia Baru (LIB) mengaku jika kasus ini berlarut-larut, maka akan berpengaruh dengan kompetisi di LIB.

“Jika tidak diselesaikan masalah ini akan berlarut dan mempengaruhi kompetisi, sponsor-sponsor akan melihat kita apakah ini dapat dilanjutkan atau tidak. Jadi saya sangat membantu, wakil saya juga sangat membantu memberikan keterangan dengan baik. Intinya kami sangat mendukung dengan apa yang telah dilakukan aparat kepolisian,” beber dia.

Meskipun demikian, Berlinton mengaku belum ada sponsor yang mundur dari kompetisi. Dia berharap, kasus pengaturan skor cepat selesai agar sponsor tidak mundur.


Reporter: Ronald

Sumber: Merdeka.com

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini

Kasus Pengaturan Skor, Bendahara Umum PSSI Dicecar 27 Pertanyaan

Liputan6.com, Jakarta – Bendahara Umum (Bendum) Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Berlinton Siahaan menjalani pemeriksaan sebagai saksi kasus pengaturan skor di Polda Metro Jaya. Berlinton hadir pada pukul 12.00 WIB dan menjalani pemeriksaan selama sembilan jam.

“Memang tadi mulainya sudah agak siang jam 12. Tetapi, kalau dilihat pemeriksaan saya selama sembilan jam. Pertanyaannya 27 pertanyaan. Tapi yang saya tegaskan kembali saya sebagai bendum PSSI membantu bapak-bapak kepolisian menuntaskan masalah ini. Pertanyaan tadi khususnya cara pengeluaran uang di PSSI,” kata dia usai diperiksa di lokasi, Senin (14/1/2019).

Berlinton mengaku menjelaskan ke polisi sesuai dengan tugas dan fungsi sebagai bendahara yaitu mengelola.

“Saya jawab dengan tegas dan organisasinya seperti apa di keuangan dan menyangkut pihak lain juga ada. Saya tegaskan kepada pihak kepolisian apa yang bisa saya jawab,” sambung dia.

Dia mengatakan, PSSI akan semaksimal mungkin membantu polisi mengusut kasus pengaturan skor. Berlinton yang juga Direktur Liga Indonesia Baru (LIB) mengaku jika kasus ini berlarut-larut, maka akan berpengaruh dengan kompetisi di LIB.

“Jika tidak diselesaikan masalah ini akan berlarut dan mempengaruhi kompetisi, sponsor-sponsor akan melihat kita apakah ini dapat dilanjutkan atau tidak. Jadi saya sangat membantu, wakil saya juga sangat membantu memberikan keterangan dengan baik. Intinya kami sangat mendukung dengan apa yang telah dilakukan aparat kepolisian,” beber dia.

Meskipun demikian, Berlinton mengaku belum ada sponsor yang mundur dari kompetisi. Dia berharap, kasus pengaturan skor cepat selesai agar sponsor tidak mundur.

2 dari 3 halaman

5 Tersangka Baru

Tim Satgas Mafia Bola kembali menetapkan lima orang tersangka dalam kasus pengaturan skor. Hal ini disampaikan Ketua Tim Media Satgas Antimafia Bola Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono.

“Penyidik sudah menetapkan tambahan lima tersangka,” kata Argo di Mapolda Metro Jaya, Senin malam (14/1/2019).

Meskipun demikian, Argo masih merahasiakan siapa saja tersangka baru dalam kasus pengaturan skor tersebut.

“Nama-namanya belum bisa kami sampaikan untuk malam hari ini, pokoknya malam ini tambahan lima tersangka,” ujar Argo.


Reporter: Ronald

Sumber: Merdeka.com

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini: