Kominfo Bisa Saja Blokir PUBG, Jika…

Jakarta – Majelis Ulama Indonesia (MUI) tengah mempertimbangkan fatwa haram untuk game Playerunknown’s Battlegrounds (PUBG). Mengenai hal itu, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) turut menanggapinya.

Direktur Jenderal Aplikasi Informatika (Dirjen Aptika) Kementerian Kominfo Semuel Abrijani Pangerapan mengatakan, jika memang PUBG dinilai merusak maka pemerintah bisa saja memblokir game bertema battle royale tersebut.

Pemblokiran tersebut tentunya setelah melewati pengkajian dan adanya laporan yang diajukan kepada Kominfo.

“MUI lembaga independen. Kalau memang (PUBG) dirasakan merusak, dikaji dulu, dan silahkan diajukan ke Kominfo. Kami siap menindaklanjuti permintaan pemblokirannya,” kata Semuel saat dihubungi detikINET, Kamis (21/3/2019).

Pria yang disapa Semmy ini juga mengatakan telah berkomunikasi dengan Sekretaris Komisi Fatwa MUI Asrorun Niam Sholeh terkait wacana fatwa haram untuk PUBG.

“Tadi saya sudah bicara juga denngan Pak Asrorun Niam Sholeh,” ucapnya.

Wacana fatwa haram PUBG itu awalnya dimunculkan oleh MUI Jabar, yang juga menambahkan masih perlu lebih dulu mengkaji dampak-dampak dari bermain game PUBG. Dikatakan bahwa pada prinsipnya, segala sesuatu yang memberi dampak negatif secara luas akan dilarang oleh MUI.

Hal senada kemudian dilontarkan oleh MUI Pusat. Seperti MUI Jabar terkait wacana fatwa tersebut, dikatakan pula bahwa masih perlu dilakukan kajian lebih lanjut mengenai konten dan dampak yang ditimbulkan oleh PUBG.

PUBG sendiri, kreasi dari pengembang PUBG Corporation yang berbasis di Korea Selatan, merupakan game multiplatform bergenre battle royale. Selain di Windows dan Playstation 4, PUBG juga dapat dimainkan di Xbox (dengan Microsoft Studios sebagai publisher) dan PUBG Mobile (menggandeng Tencent Games sebagai publisher) di perangkat smartphone.

(fyk/krs)

Malas Bercinta, Lakukan Posisi Seks Spesial yang Ini Saja

Liputan6.com, Jakarta Rutin berhubungan intim menjadi salah satu hal yang dibutuhkan suami istri untuk menjaga keharmonisan. Sayangnya, beberapa waktu seringkali membuat Anda malas untuk melakukannya. Beruntunglah, ada satu posisi seks yang bisa dilakukan tanpa harus mengeluarkan energi besar dan membuat seseorang semakin lelah.

Posisi seks menyendok sangat manis dan intim,” kata terapis seks Vanessa Marin seperti dilansir dari Huffington Post pada Rabu (20/3/2019). Dia menambahkan, Anda tetap bisa bermesraan tanpa harus mengeluarkan keringat.

Marin mengatakan, posisi menyendok juga membuat suami mudah menggapai dan melakukan stimulasi pada klitoris. Selain itu, stimulasi pada bagian ini juga sangat penting selama penetrasi. Sebuah studi dari Indiana University, Amerika Serikat mengungkapkan, 36 enam persen wanita membutuhkan rangsangan klitoris untuk mencapai orgasme saat berhubungan seks.

Posisi seks menyendok atau spooning juga cukup mudah. Anda berdua hanya harus berbaring miring menghadap arah yang sama. Suami bisa memeluk istri dari belakang dalam posisi semacam ini. 

Simak juga video menarik berikut ini:

Apakah benar ada posisi seks yang bisa menghambat terjadinya kehamilan?

7 Manfaat Tidur Tanpa Busana, Apa Saja?

Liputan6.com, Jakarta Tidur meringkuk di dalam dekapan pasangan tercinta memiliki keistimewaan tersendiri-ada kehangatan dan keintiman yang terasa. Lalu bagaimana jika Anda melakukannya tanpa busana?

Melansir womenshealthmag, tidur tanpa busana mendatangkan banyak keuntungan. Tak hanya mempererat hubungan dengan pasangan, tapi juga membuat seseorang menjadi lebih sehat.

1. Tidur lebih cepat

Menurut National Sleep Foundation, jumlah waktu yang diperlukan untuk beralih dari terjaga sepenuhnya menjadi tidur nyenyak — berdampak langsung pada kepuasan tidur Anda. Kejutan, kejutan, menatap langit-langit dan menghitung domba bukanlah ide yang tepat bagi siapa pun.

Cara utama untuk mengatasinya adalah menurunkan suhu tubuh. Suhu tubuh yang turun memberi sinyal bahwa sudah waktunya untuk tidur, dan salah satu cara sederhana untuk melakukannya adalah dengan melepas pakaian.

2. Meningkatkan hubungan

Orang-orang yang tidur telanjang cenderung melaporkan lebih bahagia dengan hubungan mereka, menurut sebuah survei oleh Cotton USA. Merek mensurvei 1.000 orang dewasa Inggris yang menikah atau dalam suatu hubungan untuk mengetahui bagaimana mereka tidur dan perasaan mereka tentang hubungan mereka.

57 persen dari responden yang tidur telanjang mengatakan bahwa mereka senang dengan hubungan mereka. Sementara hanya 48 persen dari pemakai piyama dan 43 persen dari pengguna baju tidur merasakan hal yang sama (yang masih memakai gaun tidur). Dan hanya 38 persen pemakai onesie (pakaian tidur terusan) mengatakan mereka senang dengan hubungan mereka.

Meskipun ini bukan studi ilmiah, masuk akal bahwa berpelukan tanpa busana dapat meningkatkan kepuasan hubungan. Kontak kulit-ke-kulit melepaskan oksitosin kimia yang menenangkan, yang memiliki dampak positif dan memicu keintiman di antara pasangan, kata Dr. Winter. 

Saksikan juga video berikut ini:

Benarkah pernikahan yang di atas 7 tahun terancam membosankan dan mulai banyak kasus perselingkuhan?

Sederet Implikasi Penting Fintech di Indonesia, Apa Saja?

Liputan6.com, Jakarta – Fintech alias financial technology (teknologi finansial) menjadi salah satu terobosan teknologi yang dianggap penting di Indonesia saat ini.

Fintech digadang-gadang bakal menjadi solusi ekonomi terbaik, karena merupakan perpaduan antara teknologi dengan fitur jasa keuangan yang mengubah model bisnis dan mengurangi barrier to entry.

Semakin ke sini, semakin banyak startup teknologi yang bergelut di bidang fintech.

Model bisnis yang mereka tawarkan pun, cenderung mereplikasi model bisnis lembaga keuangan formal, khususnya perbankan.

Fintech sendiri diyakini membawa implikasi besar di Indonesia.

Menurut Direktur Eksekutif Kepala Departemen Hukum Bank Indonesia, Rosalina Suci Handayani, kondisi negara ini memiliki lahan yang empuk untuk mengadopsi fintech.

“64 persen populasi di Indonesia ini masih unbanked (belum punya rekening bank) dan 42 persen populasi adalah generasi milenial. Selain itu, jumlah pengguna smartphone di negara ini juga terus meningkat hingga 310 juta,” kata Rosalina dalam sesinya di Seminar Nasional IKAHI, Jakarta, Rabu (20/3/2019).

Karenanya, ujar Rosalina, kehadiran fintech kepada peluang tersebut membawa sejumlah implikasi penting, di antaranya seperti integrasi teknologi ke sektor keuangan dan desentralisasi jasa keuangan.

Namun, implikasi penting ini masih dipisahkan oleh gap seperti kebiasaan pengguna yang belum paham betul akan fintech, infrastruktur, dan juga regulasi.

“Implikasi ini merupakan tren struktural yang sulit dihindari,” tukasnya.

Oleh sebab itu, Rosalina menilai, pihak otoritas perlu mengambil sikap yang tepat untuk menjaga keseimbangan antara sektor finansial formal dan informal.

Selain itu, dalam hal ini, otoritas seperti BI juga harus bisa memitigasi risiko lewat rezim regulasi yang tepat tanpa harus mematikan tumbuhnya inovasi di sektor jasa keuangan.

Fintech itu memiliki potensi besar, di mana dapat memberikan manfaat kepada masyarakat yang sangat luas, khususnya dalam hal mendorong keuangan inklusif,” terang Rosalina.

Pun begitu, ia menekankan segala risiko yang tertanam di dalam model bisnis fintech juga harus dicermati dan dimitigasi agar tidak menimbulkan dampak sistemik pada stabilitas sistem keuangan di Indonesia.

Sekadar informasi, seminar IKAHI (Ikatan Hakim Indonesia) 2019 juga merupakan rangkaian hari jadi IKAHI yang ke-66 tahun.

Seminar ini mengambil tema Perlindungan Hukum Terhadap Konsumen dan Pelaku Usaha dalam Transaksi Elektronik di Era Teknologi Digital.

Adapun yang menjadi pembicara dan penanggap dari bidangnya masing-masing serta dari industri perbankan dan e-Commerce, mulai dari Bukalapak, Asosiasi e-Commerce Indonesia, Bank Indonesia, BNI, Bank Mandiri Taspen, Asosiasi Pengusaha Retail Indonesia dan masih banyak lagi.

PPP Tepis BPN Prabowo Soal ‘Rommy Effect’: Itu Spekulasi Saja

Jakarta – BPN Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menyebut ada ‘Rommy Effect’ yang bisa menyebabkan pemilih Jokowi-Ma’ruf Amin melabuhkan suara untuk paslon 02. PPP menegaskan tidak ada kaitan penangkapan Romahurmuziy terhadap elektabilitas Jokowi.

“Jika yang dimaksud BPN tentang ‘Rommy Effect’ tersebut terkait dengan konstituen PPP bakal beralih kepada Prabowo, maka itu hanya spekulasi BPN saja,” kata Sekjen PPP Arsul Sani kepada wartawan, Rabu (20/3/2019).

Menurut Arsul, elektabilitas Jokowi-Ma’ruf di kalangan pemilih PPP terus meningkat. Dia membandingkan survei Litbang Kompas Oktober 2018 dan Maret 2019.

“Elektabilitas paslon 01 di internal konstituen PPP justru konsisten trennya naik. Lihat dari survei Kompas di Oktober 2018 dan yang sebelumnya dibanding hasil survei Maret 2019, maka kenaikannya cukup signifikan,” jelasnya.

“Bahkan yang Maret tersebut persentase pemilih PPP yang dukung 01 lebih besar daripada PKB dan Golkar,” lanjut Arsul.

Ia menegaskan PPP makin solid mendukung Jokowi-Ma’ruf. Arsul mengatakan kasus Rommy tidak memengaruhi soliditas partai.

“Ini maknanya adalah jajaran PPP makin solid dukung 01. Nah, soliditas ini yang tetap kami akan jaga setelah kasus Mas Rommy. Seluruh jajaran bertekad sama, sehingga spekulasi BPN tersebut akan tinggal spekulasi saja,” tutur Arsul.

Sebelumnya diberitakan, Survei Litbang Kompas yang memperlihatkan selisih elektabilitas Jokowi dan Prabowo di Pilpres 2019 makin tipis dilakukan sebelum eks Ketum PPP Romahurmuziy (Rommy) ditangkap KPK. Politikus Gerindra, Habiburokhman, yakin Prabowo menang jika memperhitungkan ‘Rommy effect’.

“Survei Litbang Kompas dilakukan pada 22 Februari-5 Maret atau sebelum terjadinya OTT KPK terhadap Rommy PPP pada 15 Maret 2019, jadi belum ada Rommy effect dalam survei tersebut. Jika Rommy effect sudah dihitung, saya yakin sebagian besar swing voter dan bahkan pendukung Jokowi akan pindah ke Prabowo,” kata Habiburokhman, hari ini.
(tsa/imk)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

8 Pekerjaan Potensial dan Paling Dicari di 2019, Apa Saja?

Liputan6.com, Jakarta Belakangan ini tersiar kabar, ada beberapa pekerjaan yang kemungkinan akan musnah di masa depan. Untungnya, pekerjaan di e-commerce masih memiliki prospek bagus dalam jangka panjang.

Perubahan tersebut pun bisa mengubah peta menantu idaman bagi para calon mertua. Tidak melulu jadi PNS atau guru, bahkan sekarang developer atau programmer sudah setara.

Di mata masyarakat, seorang developer itu terkesan hanya santai alias tidak bekerja. Tahu-tahu duitnya banyak begitu saja.

Padahal bisa dibilang lebih besar tantangannya. Terlebih lagi mulai tahun 2019, profesi yang berkaitan dengan dunia IT banyak diburu perusahaan nasional dan multinasional.

Kira-kira, apa saja pekerjaan yang paling dicari di tahun 2019? Yuk, simak ulasannya dari Swara Tunaiku!

1. Business Intelligence

Profesi ini memiliki peran yang besar untuk perusahaan, makanya banyak dicari. Sebab, seseorang yang menjabat profesi ini bertugas merangkum berbagai data serta informasi agar lebih ringkas. Jadi, perusahaan bisa lebih mudah dalam membaca sekaligus mengakses hasil analisa tersebut untuk kemudian dijadikan tolok ukur dalam mengambil suatu keputusan.

Olahraga yang Cocok Untuk Lansia, Apa saja?

Liputan6.com, Jakarta – Olahraga adalah hal yang penting untuk semua kalangan. Tak terkecuali, untuk para lanjut usia (lansia)

Kondisi fisik yang sudah menurun tidak menghalangi para lansia untuk berolahraga. Banyak manfaat yang akan didapat dari berolahraga, seperti dapat menurunkan risiko penyakit jantung korener, hipertensi, hingga stroke.

Untuk mendapatkan manfaat yang maksimal, lansia harus memperhatikan juga intensitas lamanya berolahraga. Olahraga perlu dilakukan secara rutin.

Jenis olahraganya pun haruslah sesuatu yang menyenangkan. Apa saja olahraga yang cocok ntuk lansia? Saksikan selengkapnya di Video dari Klikdokter.com di Vidio.com berikut.

Selain anak muda yang suka berolahraga, para lansia pun juga harus rajin berolahraga. Berikut olahraga yang cocok untuk lansia

Bicara soal KTP, Sandiaga: Zaman Now Cukup 1 Kartu Saja

Malang – Cawapres Sandiaga Uno kembali berbicara mengenai KTP yang menurutnya bisa digunakan untuk berbagai kebutuhan seperti pendidikan, kesehatan, ataupun bantuan sosial. Selain itu, menurutnya, pemborosan anggaran untuk mencetak kartu bisa dihindari.

“Zaman now dengan satu kartu saja sudah cukup. Kita pertama melihat bahwa e-KTP memiliki fitur-fitur chip teknologi di dalamnya,” ujar Sandiaga saat kampanye di Muharto, Kedungkandang, Kota Malang, Senin (18/3/2019).

Solusi ini sebelumnya sudah disampaikan Sandiaga saat debat cawapres pada Minggu (17/3). “Kita bisa kelola dengan pendekatan big data. Dari situ bisa tahu program apa yang dibutuhkan masing-masing masyarakat. Sekarang ini sudah zamannya teknologi sangat maju,” ujar Sandiaga.
Menurut Sandiaga, Indonesia membutuhkan solusi yang lebih kekinian untuk menangani kebutuhan masyarakat. Bukan justru menambah program-program baru yang ujungnya membebani anggaran negara.
“Kita perlu solusi yang lebih kekinian. Yakni solusi zaman now cukup satu kartu saja. Dengan single identity number, bisa mendapatkan layanan kesehatan, layanan pendidikan, tenaga kerja dan layanan kesejahteraan masyarakat,” ujar Sandiaga.

“Itu yang menjadi fokus kita, tidak perlu menambah lagi beban negara menerbitkan kartu, anggarannya. Belum lagi kalau diproyekin atau juga birokrasi yang menyertai setiap ada program dan penerbitan kartu baru. Itu yang menjadi tekad Prabowo-Sandi untuk menyediakan layanan yang lebih baik kepada masyarakat, terutama juga lapangan pekerjaan,” beber Sandiaga. <!–

–>
(bdh/dkp)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

6 Film Terbaik tentang Menghasilkan Uang, Apa Saja?

Food, Inc sebuah film dokumenter yang dibuat oleh pembuat film Robert Kenner. Film ini menggambarkan perusahaan besar yang mengendalikan industri makanan bernilai miliaran dolar AS, dan seringkali cara makanan yang buruk diproses dan diproduksi, tanpa peduli dengan konsumennya.

Film ini mempresentasikan dampak ekonomi yang menghancurkan semua aspek salah satunya terhadap petani kecil di industri makanan. Food, Inc telah mengubah cara jutaan orang melihat industri ini dan cara mereka makan.

4. Freakonomics (2010)

Freakonomics, diambil dari sebuah buku yang ditulis oleh jurnalis Stephen Dubner dan ekonom Steven Levitt. Film ini mencakup sisi tersembunyi dari hampir semua hal yang ada dalam hidup, dan bagaimana insentif menjadi dasar mengapa, apa serta bagaimana kita melakukan sesuatu. Penulis buku dari film ini mengatakan bahwa insentif adalah segalanya.

5. Margin Call (2011)

Margin Call menggambarkan satu hari penuh di Wall Street pada fase pertama dari krisis keuangan 2007-2008. Film ini melihat lebih dekat pada keserakahan dan tindakan curang dari banyak perusahaan Wall Street, yang akhirnya menyebabkan keruntuhan ekonomi AS. 

6. Trading Places (1983)

Trading Places merupakan film bergenre komedi yang menjadikan Billy Ray seorang tunawisma yang diperankan Eddie Murphy, sementara Louis diperankan oleh Dan Aykroyd, yang bekerja di sebuah perusahaan pialang komoditas. 

Sarri Berharap Jumpa Napoli di Final Saja

KievChelsea dan Napoli sama-sama lolos ke perempatfinal Liga Europa. Manajer The Blues Maurizio Sarri berharap tak buru-buru bertemu mantan klubnya tersebut.

Chelsea lolos ke delapan besar dengan meyakinkan usai menang lima gol tanpa balas pada leg kedua di kandang Dynamo Kiev, Jumat (15/3/2019) dinihari WIB. Mereka menang agregat 8-0!

Sementara Napoli yang menang 3-0 di leg pertama mendapat perlawanan ketat dari Red Bull Salzburg di leg kedua. Meski kalah 1-3, Il Partenopei tetap lolos dengan agregat 4-3.

Dengan pengundian perempatfinal akan dilakukan di markas UEFA, Nyon, malam nanti, ada kemungkinan Chelsea dan Napoli akan saling bertemu. Itu artinya Sarri akan bereuni lebih cepat dengan mantan klubnya tersebut.

Tapi, Sarri tak mau itu terjadi cepat-cepat dan berharap Chelsea bisa jumpa Napoli di final, bukan di perempatfinal atau semifinal. Laga final akan dihelat di Baku pada 29 Mei.

“Saya lebih suka bertemu mereka di final. Pertama-tama karena itu artinya kami bisa lolos ke final dan saya senang,” ujar Sarri seperti dikutip FourFourTwo.

“Kedua, itu artinya Naples akan bermain di final dan saya bahagia,” sambungnya.

Wajar saja Sarri ingin Napoli dan Chelsea sama-sama melaju hingga partai puncak. Sebab karier Sarri bisa menanjak gara-gara menukangi Napoli sedari 2015 hingga 2018 dengan pencapaian terbaik dua kali runner-up Serie A.

“Anda tahu hubungan saya begitu baik dengan kota dan juga orang-orang di sana. Jadi bagi saya, akan sangat sulit menghadapi mereka di Naples,” demikian Sarri.

(mrp/ran)