Puting Beliung Terjang Binjai Sumut

Medan – Kawasan Kota Binjai, Provinsi Sumatera Utara, diterjang angin puting beliung. Akibat terjangan angin kencang tersebut 2 unit rumah mengalami kerusakan sedang, dan satu warga mengalami luka-luka akibat terkena puing bangunan..

Koordinator petugas lapangan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Binjai, Muhammmad Surya, mengatakan angin puting beliung terjadi akibat hujan deras yang melanda Kecamatan Binjai Selatan dan Binjai Kota. Selain itu, menurut dia, juga terjadi pohon tumbang yang menutupi badan jalan di Jalan Gunung Kerinci Kelurahan Tanah Merah dan Kelurahan Bakti Karya.

“Akibat angin puting beliung, juga mengakibatkan ambruknya sebuah tenda acara yang dilaksanakan di lapangan Merdeka Kota Binjai,” ujar Surya yang dikutip dari Antara, Minggu (24/2/2019).

Angin puting beliung tersebut menerjang Binjari, Sabtu (23/2) sekitar pukul 15.30 WIB. Pantauan di lapangan BPBD Binjai menurunkan satu regu yang terdiri dari 30 personel untuk melakukan evakuasi dan melaksanakan patroli.

Bahkan, petugas BPBD Binjai kelihatan membersihkan puing-puing dan melakukan pemotongan pohon yang tumbang.

Kemudian, melakukan pendataan dan evakuasi rumah yang mengalami rusak sedang.

Akibat bencana puting beliung di Binjai, rumah milik Novianti (31) yang tengah ditempati dan juga rumah kosong mengalami rusak sedang, Satu unit tempat usaha ternak ayam milik Fulay di Binjai mengalami rusak sedang.
(rvk/yld)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Foto: Yoga Yuk! Biar Awet Muda Seperti Anjasmara

Minggu, 24 Feb 2019 06:09 WIB

Khadijah Nur Azizah – detikHealth



Akhir pekan saatnya meluangkan waktu untuk berolahraga. Kalau nggak mau panas-panasan di luar, kamu bisa pilih yoga. Sendiri boleh, bareng Anjasmara juga oke!









Berita Terkait

News Feed


Gus Mus: Saya Yakin Gus Dur adalah Wali

Solo – KH Mustofa Bisri alias Gus Mus mengisi tausiyah dalam Haul KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di Solo. Gus Mus menyebut sahabatnya itu ialah orang besar setingkat wali.

“Saya yakin Gus Dur wali karena ada tanda-tandanya,” kata Gus Mus saat berbicara di atas panggung di Stadion Sriwedari, Solo, Sabtu (24/2/2019) malam.

Bukan sembarang bicara, Gus Mus pun membeberkan syarat seseorang bisa dikatakan sebagai seorang wali. Wali, kata Gus Mus, tidak pernah ditaklukkan oleh rasa takutnya dan tidak pernah merasa bersedih.

“Takut miskin terus korupsi. Karena takut kalah mengancam Gusti Allah. Itu bukan wali. Takut harga BBM akan naik, itu bukan wali,” ujarnya.

“Gus Dur pernah melarat. Dulu pernah jualan es, diwadahi termos. Tidak pernah susah, waktu jadi presiden, diminta lengser ya lengser, gitu aja,” katanya.

Saat lengser dari jabatan presiden, Gus Dur tidak menunjukkan kesedihan. Dia meminta pendukungnya tetap tenang dan tidak bertindak anarkistis. Justru dia keluar dari istana dengan mengenakan celana pendek.

“Wong cuma kekuasaan kok sampai mengorbankan bangsa. Itu bedanya negarawan dengan politisi-politisi biasa,” kata pendiri pondok pesantren di Rembang itu.

Namun ketika disebut sebagai wali, Gus Dur semasa hidupnya selalu menolak. Dengan gaya khasnya, dia malah berceloteh bahwa dia ialah seorang wali murid.

Adapun Haul Gus Dur di Solo diklaim dihadiri 101 ribu peserta dari Gusdurian Solo Raya. Tokoh-tokoh lain yang hadir, di antaranya Mahfud Md, Ibunda Presiden Jokowi Sujiatmi Notomiharjo dan Yenny Wahid.

(bai/rvk)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Kenapa Pogba Tak Ganti Gaya Rambut di Era Solskjaer?

Jakarta – Bintang Manchester United, Paul Pogba belum juga mengganti gaya rambut sejak Jose Mourinho dipecat dan digantikan Ole Gunnar Solskjaer. Legenda Setan Merah, Eric Cantona, mengaku tahu alasan Pogba yang tak lagi sibuk berganti gaya rambut.  

Cantona menilai Pogba kini hanya fokus melakukan hal yang tepat sehingga menghilangkan kebiasaan itu, yaitu mengekspresikan diri di lapangan. 

“Sejak kedatangan Ole, dia tak mengubah gaya rambutnya. Mungkin Solskjaer membuat Pogba paham bahwa prioritasnya adalah bermain sepak bola,” kata Cantona, seperti dilansir Channel News Asia, Sabtu (23/2/2019). 

Mantan bintang MU asal Prancis itu juga terkesan dengan performa Pogba sekarang. Cantona memberikan kredit khusus kepada Solskjaer atas perubahan positif Pogba itu. Menurutnya, Solskjaer memberi kebebasan kepada Pogba untuk berkreasi di lapangan.  

“Sejak dia datang. Anda bisa melihat setiap orang ingin mengejar bola, setiap orang bergerak, menikmati permainan dan ingin mencetak gol. Mereka sekarang bermain dengan kegembiraan,” urai Cantona. 

“Paul Pogba hebat sekarang. Ole menemukan posisi yang tepat untuknya. Dia punya visi dan umpan luar biasa. Dia bisa mencetak gol dan memberi umpan terarah, mengatur pertandingan, dan bertahan. Dia mengatur permainan, dan setiap kali membawa bola, dia berbahaya. Apa pun bisa terjadi,” imbuh Cantona memuji perkembangan pesat Paul Pogba.

2 dari 2 halaman

Pertandingan Krusial

Peran krusial Paul Pogba akan kembali dibutuhkan Manchester United pada Minggu (24/2/2019). Klub berjuluk Red Devils itu akan meladeni rival abadinya yang kini menempati peringkat kedua klasemen, Liverpool, di Old Trafford. 

Pertandingan ini sama-sama krusial bagi kedua tim. Liverpool dan MU sama-sama butuh kemenangan. 

MU ngotot mengejar poin penuh demi misi finis di posisi empat besar Premier League, sekaligus mengamankan tiket Liga Champions. Di sisi lain, Liverpool juga butuh kemenangan demi menjaga pacuan gelar juara Premier League melawan sang penguasa klasemen, Manchester City. 

 Sumber Bola.com

Di Mojokerto, Prabowo Dapat Masukan dari Aliansi Ulama dan Cendekiawan

Mojokerto – Selama 2 jam lebih di Pondok Pesantren (PP) Riyadlul Jannah, Mojokerto, Calon Presiden (Capres) Prabowo Subianto ternyata berdiskusi dengan aliansi ulama dan cendekiawan. Para ulama dan kaum intelektual pun memberikan sejumlah amanah kepada Capres nomor urut 2 tersebut. Apa saja?

Pertemuan antara Prabowo dengan dengan para ulama dan cendekiawan di kantor pusat PP Riyadlul Jannah, Kecamatan Pacet berlangsung pukul 20.00-22.16 WIB. Selama dua jam lebih, Ketum Partai Gerindra itu berdiskusi dengan Aliansi Ulama Madura, Aliansi Ulama Tapal Kuda, Aliansi Profesor dan Rektorat, Dzuriah NU, serta habaib dari seluruh Indonesia.

Sayangnya, Prabowo enggan memberikan waktu kepada wartawan untuk mewawancarainya. Dari kediaman Pengasuh PP Riyadlul Jannah, Prabowo bergegas masuk ke dalam mobilnya.

Humas PP Riyadlul Jannah sekaligus Ketua Panitia Penyambutan Prabowo, Muhammad Yusuf Misbah mengatakan, dalam pertemuan kali ini, Prabowo banyak mendapat masukan dari para ulama dan cendekiawan. Salah satunya Prabowo diharapkan mampu mengharmoniskan perbedaan yang ada di Bangsa Indonesia jika terpilih sebagai Presiden pada Pilpres 2019.

“Karena saat ini sangat terasa adanya pengkotak-kotakan, khususnya dalam kita beragama. Kemudian kotak mengkotak antar suku bangsa. Ini yang tidak diinginkan. Persatuan dan kesatuan Republik Indonesia yang paling utama,” kata Yusuf kepada wartawan di lokasi, Sabtu (23/2/2019), malam.

Selain diamanahi menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, lanjut Yusuf, Prabowo juga diminta untuk membuktikan kecintaannya terhadap para ulama. Hal itu untuk menampik tudingan yang selama ini mengarah ke Prabowo, yaitu tidak suka dengan ulama.

“Insyaallah Pak Prabowo juga sudah komitmen nanti jika diamanahi menjadi pemimpin, beliau tidak akan meninggalkan ulama. Bahkan beliau akan terus datang bersilaturahmi di tempatnya para ulama,” terangnya.

(rvk/rvk)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Dukung Jokowi-Ma’ruf, PKL Depok Harap Tak Lagi Dikejar Satpol PP

Liputan6.com, Jakarta Persatuan Pedagang Kaki Lima Indonesia (PPKLI) Kota Depok mendeklarasikan dukungannya terhadap pasangan calon presiden dan wakil presiden Joko Widodo-Ma’ruf Amin. Mereka berharap, lewat dukungan ini aspirasi pedagang agar tak lagi dikejar-kejar Satpol PP menjadi kenyataan.

“Saya mendukung Jokowi karena bersih, jujur dan merakyat, betul-betul membela rakyat. Kami juga berharap ketika terpilih, PKL tak lagi diburu Satpol PP,” kata Ketua PPKLI Kota Depok Maryono di kawasan Granda Depok City, Sukmajaya, Depok, Jawa Barat, Sabtu (23/2/2019).

Maryono menyebut, lebih dari 5 ribu PKL siap mendukung paslon nomor urut satu tersebut. Dia menilai sosok Jokowi dapat diandalkan, khususnya dalam hal Undang-Undang atau peraturan daerah untuk melindungi para pedagang kecil.

“Kami mohon Perda atau Undang-Undang PPKLI dikeluarkan. Agar PKL tidak selalu dikejar Satpol PP, tidak digusur,” ujar dia meminta.

Maryono menjelaskan, PKL adalah pengusaha golongan tingkat ekonomi lemah. Nasibnya memprihatikan karena terus digusur dan ditertibkan. Hanya lewat Undang-Undang lah mereka bisa merasa aman dan tenang saat berdagang.

“Kalau ada Undang-Undang, kami akan taat peraturannya,” janji para PKL tersebut.

Hasil deklarasi ini diteruskan Maryono kepada perwakilan Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf wilayah Depok. Nantinya hal ini akan disampaikan ke pusat sebagai aksi dukungan nyata.

Geger Temuan 3 Jasad Bocah Kebumen Mengambang di Kolam Ikan

Liputan6.com, Kebumen – Keheningan petang Desa Adikarso, Kebumen, Jawa Tengah pecah oleh teriakan histeris Suwati (53). Wanita setengah baya ini menemukan jasad bocah tenggelam di kolam ikan.

Warga yang mendengar teriakan dan isak tangis Suwati langsung meriung sumber malapetaka ini. Desa Adikarso berduka.

Belakangan, tiga bocah ini diketahui merupakan siswa kelas 3 Madrasah Ibtidaiyah (MI) Adikarso. Mereka adalah sobat sepermainan. Ketiga anak ini yakni M.Taofah (9), Fahri (9), dan Akhsan (10).

Temuan jasad tiga bocah ini terbilang dramatis. Sore itu, Suwati yang rumahnya berdekatan dengan kolam yang belum terisi ikan ini melihat sejumlah pakaian dan sepeda kecil tergeletak di sekitar kolam.

Ia curiga. Sebabnya, saat itu sudah petang dan tak ada tanda-tanda anak-anak di sekitarnya. Ia khawatir, pemilik sepeda dan pakaian itu tenggelam di kolam ikan.

Terdorong rasa penasaran itu, ia mengambil sebilah bambu dan mengorek air kolam yang keruh. Kecurigaannya benar, satu jasad menyembul dari dalam kolam.

“Sekitar pukul 17.30 Wib kemarin hari Jumat, saksi Suwati melihat sejumlah pakaian dan sepeda anak kecil tergeletak di pinggir kolam,” kata Kasubbag Humas Polres Kebumen, AKP Suparno, dalam keterangan tertulisnya kepada Liputan6.com, Sabtu (23/2/2019).

Suwati pun menjerit melihat jasad ini. Teriakan ini mengundang tetangga-tetangga Suwati berdatangan dan terus bertambah seiring menyebarnya kabar temuan bocah tenggelam di kolam ikan.

2 dari 2 halaman

Penyebab Tenggelamnya 3 Bocah di Kolam Ikan

Sejumlah warga lantas turun ke kolam untuk mengevakuasi jenazah korban. Mereka juga mencari kemungkinan ada korban lain.

Sementara sebagian warga mencari keberadaan korban lain, warga lainnya melaporkan peristiwa tenggelamnya tiga bocah di kolam ikan ke Pemerintah Desa Adikarso yang lantas meneruskannya ke Polsek Kebumen.

Polisi pun langsung mengolah tempat kejadian perkara (TKP). Hasilnya, tak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau dugaan pidana.

“Diperkirakan korban meninggal 5 jam sebelum tubuhnya ditemukan,” ucapnya.

Kesimpulan itu juga diperkuat oleh tim medis Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kebumen. Tak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan pada tubuh ketiga korban.

“Dari hasil olah TKP, kemungkinan korban tidak bisa berenang sehingga tenggelam dan kehabisan udara,” dia menerangkan.

Usai olah TKP dan pemeriksaan jenazah, kepolisian menyerahkan jenazah kepada keluarga masing-masing. Saat ini, ketiganya telah dimakamkan.

Menurut Suparno, galian kolam tersebut, adalah galian yang akan digunakan untuk kolam ikan. Namun kolam yang berukuran lebar 5 meter x 8 meter serta kedalaman air kolam 170 cm itu, belum sempat diisi ikan.

Suparno mengimbau agar orang tua lebih intensif mengawasi anak-anaknya ketika bermain. Jangan sampai anak-anak yang belum panjang nalar ini bermain di tempat-tempat berbahaya. Harapannya, kejadian serupa tak terulang di masa mendatang.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Pameran Lukisan Karya Anak Jalanan Hiasi Atrium Plaza Indonesia

Liputan6.com, Jakarta – Anak-anak jalanan pun mampu menghasilkan karya seni yang indah dan layak untuk dipamerkan. Hasil karya seni mereka berupa lukisan dipamerkan dalam pameran karya seni bertajuk Krayon Kami Karya Kami di Atrium Plaza Indonesia, Jakarta Pusat. Pameran tersebut diadakan pada 23 Februari 2019 hingga 3 Maret 2019.

Pameran tersebut digagas oleh Kelas Gambar yang berkolaborasi dengan Rumah Faye. Sepuluh anak yang tinggal di Kampung Melayu, Jakarta Timur memamerkan 43 karya mereka yang dilukis dengan krayon.

Anak-anak tersebut berasal dari kondisi yang kurang sejahtera. Usia mereka masih berkisar antara 6-12 tahun, namun mereka sudah mengecap kerasnya kehidupan. Mereka tinggal di kolong jembatan Casablanca sebab profesi orang tua mereka adalah pemulung di pemukiman tersebut. 

Galih Wismoyo Sakti, pendiri Kelas Gambar justru melihat bahwa anak-anak tersebut mampu berkarya di bidang seni. Bekerja sama dengan Faye Simanjuntak, pendiri Rumah Faye, ia menggandeng anak-anak di pemukiman Kampung Melayu untuk melukis dengan krayon untuk kemudian dipamerkan di pameran seni.

“Kelas Gambar ini merupakan komunitas yang memberikan kelas seni gratis kepada anak-anak kurang sejahtera di seluruh Indonesia,” jelas Galih dalam acara pembukaan pameran tersebut Sabtu (23/2/2019) ini. Galih ingin memperlihatkan bahwa menggambar bisa menjadi bentuk ekspresi anak-anak pemukiman tersebut.

Pembelajaran di Kelas Gambar selalu mementingkan proses dalam melukis. “Melalui Kelas Gambar ini, anak-anak terbuka pikirannya terhadap pentingnya eksplorasi ketika melukis,” ungkap Galih. Tak hanya itu, anak juga diajarkan untuk tidak mudah menyerah dan tidak takut salah.

Faye juga berpendapat bahwa anak-anak seperti mereka juga harus dijaga kesejahteraannya. “Kita sebagai anak-anak muda pun harus berani berkontribusi dan memberikan apa yang bisa kita berikan kepada mereka,” pungkas gadis berusia 16 tahun itu.

Pameran Krayon Kami Karya Kami ini tidak hanya menampilkan seni lukisan, tapi juga menghadirkan workshop di bidang seni. “Nanti kita akan mengadakan workshop mengenai art therapy dari Vindy Ariella, pendiri Bipolar Care Indonesia,” terang Galih. Tak cukup sampai di situ, pameran ini juga mengadakan workshop menggambar dari Citra Marina, salah satu ilustrator berbakat di Indonesia.

Pameran ini pun menjadi ajang untuk menggalang dana melalui penjualan lukisan dan kegiatan workshop. Seluruh keuntungan dari semua kegiatan tersebut akan didonasikan kepada keluarga anak-anak di Kampung Melayu.

Rumah Faye dan Kelas Gambar pun menyimpan harapan atas terselenggaranya pameran ini. Mereka berharap bisa memberdayakan anak-anak di Kampung Melayu melalui kegiatan berkarya di bidang seni. Virus seni pun akan semakin tertular dan lebih dikenal oleh keluarga Indonesia yang belum sejahtera. (Esther Novita Inochi)

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Bertemu Ulama di Riau, Panglima TNI Minta Dukungan Perangi Hoaks

Liputan6.com, Jakarta – Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menyambangi Pondok Pesantren Nurul Huda Al Islami di Marpoyan Damai Kota Pekanbaru, Riau. Dalam kunjungannya itu, Panglima bertemu dengan puluhan ulama di Riau.

Dihadapan para ulama, Hadi meminta dukungan agar bersama memerangi hoaks, atau berita bohong yang pengaruhnya cukup besar di masyarakat.

“Karena hoaks bisa mengakibatkan hal buruk bagi generasi saat ini dan yang akan datang,” ucap Hadi dalam pertemuan yang berlangsung Sabtu (23/2/2019).

Selain itu, dia juga mengajak para ulama untuk menyukseskan pemilu legislatif (pileg) dan pemilihan presiden (pilpres) pada April 2019 mendatang. Pilpres yang damai, menurutnya dapat menjadikan masyarakat memilih sesuai hati nuraninya dan pemilu bisa terlaksana dengan aman dan damai.

“Kalau ada masalah yang timbul akibat pemilu dan kita menjadi tidak bersatu itu yang akan ditunggu oleh mereka yang mengincar kekayaan alam indonesia,” ucap Hadi.

Dalam kunjungannya itu, Panglima TNI disambut oleh KH Maksudi Jamsari yang juga merupakan Ketua Forum Ulama Riau dan KH. Ahmad Syuhada Ketua Majelis Dzikir Hubbul Wathon Provinsi Riau.

Pada Kunjungan kali ini Panglima TNI didampingi oleh Aster Panglima TNI Mayjen TNI George Elnadus Supit, Pangkoopsau I Marsekal Muda TNI Fadjar Prasetyo, Pangdam Bukit Barisan Mayjen TNI Sabrar Fadhilah, Danrem 031/Wirabima Brigjen Muhammad Fadjar.

Turut hadir dalam acara tersebut Gubernur Riau Syamsuar dan Wakil Gubernur Edi Natar Nasution.

 

2 dari 2 halaman

Apresiasi dari Ulama

Sementara itu KH. Ahmad syuhada’ yang merupakan perwakilan ulama yang hadir mengapreasiasi panglima TNI yang bersilaturahmi ke pondok pesantren dan kiai-kiai. Selain itu dia juga berpesan bahwa persatuan itu sebuah nikmat, maka sudah menjadi kewajiban kita untuk menjaga kebhinekaan.

“Mari kita rawat amanah nikmat persaudaraan, nikmat perbedaan, dan nikmat kebhinekaan ini,” tambahnya.

Hery Haryanto Azumi Sekjen MDHW yang ikut mendampingi Panglima TNI mengapresiasi silaturahmi ini. Apa yang dilakukan Panglima bertemu dengan para ulama menjadi sejarah dan patut diapresiasi. 

Menurutnya silaturahmi antara ulama dan umaro bisa menjadi solusi atas berbagai permasalahan. Baik permasalahan di daerah atau di nasional.

“Ini menjadi sejarah baru seorang panglima TNI senang bersilaturahmi dengan dunia pesantren dan ulama,” katanya.

Acara yang diinisiasi oleh Pengurus Besar Majelis Dzikir Hubbul Wathon (PB MDHW) ini selain silaturahmi juga dalam rangka membangun komunikasi dan interaksi yang positif antara TNI dengan berbagai elemen masyarakat. 

Terutama relasi TNI dengan kalangan Ulama dan Pondok Pesantren. Untuk semakin menguatkan komitmen terhadap NKRI dan Islam Kebangsaan. 

 

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: 

  

Samawi Soal Puisi Neno Warisman: Pilpres Bukan Perang Badar!

Jakarta – Sekjen Solidaritas Ulama Muda Jokowi (Samawi) Aminuddin Maruf menilai puisi yang dibacakan Neno Warisman di acara Munajat 212 di Monas secara tidak langsung menganggap bahwa para alim ulama, habaib dan pendukung Jokowi adalah orang musyrik. Sebab ia menilai Neno Warisman keliru mengibaratkan dengan perang badar.

“Ya puisi yang dibacakan Neno Warisman itu kan doa yang nabi Muhammad panjatkan saat perang badar antara islam dengan orang musyrik,” ujar Aminuddin dalam keterangan pada Sabtu (23/2/2019).

Amin menilai situasi politik pilpres 2019 tidak bisa disamakan dengan perang badar pada masa nabi muhammad SAW. Karena Pilpres semua kontestannya semuanya beragama islam.


“Ya konteksnya doa nabi tersebut dalam perang badar yaitu perang antara pasukan muslim melawan pasukan musyrik yang jumlahnya 3 kali lebih banyak. Jadi konteksnya sangat berbeda jauh dengan Pilpres,”ungkapnya.

Amin yang juga sekretaris direktorat penggalangan Tim Kampanye Nasional Jokowi-Maruf ini menilai kelompok pendukung pasangan Prabowo-Sandi selalu menyamakan konteks politik Pilpres sama dengan perang badar pada zaman nabi.

“Pendukung pasangan Prabowo-Sandi sudah mulai kehabisan akal untuk menemukan strategi. Sehingga segala cara dipakai, dan salah satunya dengan doa Neno Warisman tersebut menuduh para kiai, ulama dan pendukung pasangan 01 bukanlah orang muslim,” ujar Amin.

Sebelumnya, Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Neno Warisman, membacakan ‘Puisi Munajat 212’. Potongan video saat Neno membacakan puisi itu ramai dibagikan di media sosial.

Berikut ini isi potongan puisi dari video yang beredar:

jangan, jangan Engkau tinggalkan kami
dan menangkan kami
Karena jika Engkau tidak menangkan
Kami khawatir ya Allah
Kami khawatir ya Allah
Tak ada lagi yang menyembah-Mu

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah sebelumnya mengatakan video yang tersebar di media sosial itu sebagai potongan doa. Fahri menilai doa itu tidak menyebutkan siapa pihak yang didoakan untuk menang. Ia menyebut doa sebagai senjata dan rintihan hati. Sementara itu, peserta Munajat 212 mengamini apa yang didoakan Neno Warisman

“Setahu saya, dia nggak sebut nama Prabowo. Kan nggak bisa diperjelas. Namanya doa, itu private pada dasarnya,” kata Fahri saat dihubungi, Jumat (22/2).
(yld/rvk)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>