Puting Beliung Terjang Binjai Sumut

Medan – Kawasan Kota Binjai, Provinsi Sumatera Utara, diterjang angin puting beliung. Akibat terjangan angin kencang tersebut 2 unit rumah mengalami kerusakan sedang, dan satu warga mengalami luka-luka akibat terkena puing bangunan..

Koordinator petugas lapangan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Binjai, Muhammmad Surya, mengatakan angin puting beliung terjadi akibat hujan deras yang melanda Kecamatan Binjai Selatan dan Binjai Kota. Selain itu, menurut dia, juga terjadi pohon tumbang yang menutupi badan jalan di Jalan Gunung Kerinci Kelurahan Tanah Merah dan Kelurahan Bakti Karya.

“Akibat angin puting beliung, juga mengakibatkan ambruknya sebuah tenda acara yang dilaksanakan di lapangan Merdeka Kota Binjai,” ujar Surya yang dikutip dari Antara, Minggu (24/2/2019).

Angin puting beliung tersebut menerjang Binjari, Sabtu (23/2) sekitar pukul 15.30 WIB. Pantauan di lapangan BPBD Binjai menurunkan satu regu yang terdiri dari 30 personel untuk melakukan evakuasi dan melaksanakan patroli.

Bahkan, petugas BPBD Binjai kelihatan membersihkan puing-puing dan melakukan pemotongan pohon yang tumbang.

Kemudian, melakukan pendataan dan evakuasi rumah yang mengalami rusak sedang.

Akibat bencana puting beliung di Binjai, rumah milik Novianti (31) yang tengah ditempati dan juga rumah kosong mengalami rusak sedang, Satu unit tempat usaha ternak ayam milik Fulay di Binjai mengalami rusak sedang.
(rvk/yld)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Banyak Film Porno di HP Pelaku Incest di Lampung, Korban Jadi Pelampiasan

Lampung – AG (18) jadi korban incest atau hubungan sedarah oleh ayah kandungnya M (45) dan kakaknya SA (24), serta adiknya YF (15). AG ternyata sering dicekoki film porno.

“Saya lihat mereka ini berawal dari kakaknya (SA) sudah pegang HP. Di dalam HP-nya itu banyak video porno. Adik kakak ini sering diajak nonton video porno,” kata Kasat Reskrim Polres Tanggamus AKP Edi Qorinas saat dihubungi detikcom lewat telepon, Sabtu (23/2/2019).

Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Tanggamus Ipda Primadona Laila mengatakan, perilaku SA dan YF yang suka nonton film porno itu diketahui dari hasil pemeriksaan dan pengakuan tersangka.


“Nonton film bersama, kemudian dipraktikkan ke korban. Dalam sehari bisa melampiaskan hasratnya ke korban itu ada kalau kakaknya bisa sampai 5 kali, adiknya 3 kali,” kata Ipda Dona saat dihubungi detikcom terpisah.

Banyak Film Porno di HP Pelaku Incest di Lampung, Korban Jadi PelampiasanLokasi tempat korban kerap disetubuhi para tersangka Foto: Dok. Polres Tanggamus

Dona mengatakan, pengakuan ayahnya M baru lima kali menyetubuhi korban. Sementara yang mencengangkan SA mengaku sudah sekitar 120 kali menggauli SA dan YF sekitar 60 kali. Perbuatan bejat ini dilakukan berulang kali sejak 2018. AG tak kuasa melawan karena takut. Selama ini, dia juga dikungkung di dalam rumah.

Ipda Dona menyebut, secara visual M dan SA terlihat seperti manusia normal. Tidak ada keanehan prilaku. Namun sosok YF dia nilai sedikit aneh, karena saat diperiksa terlihat santai bahkan tertawa. YF juga mengaku pernah menyetubuhi kambing dan sapi tetangga.

“Kita tanya (kepada YF) ada objek atau korban lain nggak yang disetubuhi selain kakak kandungmu, anak ini jawab ‘nggak ada bu. Tapi pernah sama kambing dan sapi juga’. Itu pun karena melihat video porno yang ada di HP. HP-nya rusak. Mereka terinspirasi video porno luar negeri yang melakukan hubungan seksual melalui objek binatang,” ucapnya.

Untuk mendalami persoalan ini, ketiga tersangka akan diperiksa kejiwaannya pada Senin (25/2) nanti. Polisi ingin mengetahui apakah ketiganya mengalami gangguan kejiwaan.

Ipda Dona menambahkan, polisi juga menaruh perhatian serius pada korban. Apalagi AG diketahui mengalami keterbelakangan mental. Pihaknya akan terus memonitor kondisi AG. AG pada Senin (25/2) nanti juga akan diperiksa kesehatan dan kondisi kejiwaannya.

“Sejauh ini belum kita temukan adanya gejala kehamilan karena korban juga baru mau kita ambil keterangannya Senin besok dengan didampingi ahli bahasa. Korban bukan kategori tunarungu, tunawicara atau tunagrahita tapi dia memang masuk dalam katagori disabilitas karena kalau ditanya harus ada panduan, ada yang mendampingi, jadi bisa jelas,” ujar Ipda Dona.

“Secara visual anaknya sehat. Anaknya putih, cantik malah. Tapi dia keterbelakangan mental. Mungkin karena tidak mengenyam pendidikan. Kurang lebih seperti itu. Kalau kita lihat matanya kosong. Psikisnya sudah kena,” sambungnya.
(hri/knv)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Ketika Eceng Gondok Bikin Dongkol Nelayan Gorontalo

Liputan6.com, Gorontalo – Eceng gondok atau sering disebut gulma tampak merusak pemandangan di pantai sekitar Pelabuhan Gorontalo.

Tidak hanya merusak pemandangan, keluhan juga datang dari nelayan setempat. Mereka mengeluhkan enceng gondok yang memenuhi pantai Kelurahan Pohe, Kecamatan Hulontalangi, Kota Gorontalo.

Karena tanaman mengambang ini seringkali menyangkut di mesin perahu dan juga jala ikan.

“Dengan tercemarnya pantai Gorontalo dengan eceng gondok ini sering mengganggu kapal. Jala ikan kami pun sering rusak akibat tersangkut di tumpukan eceng gondok ini,” kata Jefri, salah satu nelayan kepada Liputan6.com, Sabtu (23/2/2019).

Kehadiran tanaman ini sudah kerap dikeluhkan, bahkan di teluk Gorontalo, enceng gondok bertebaran di mana-mana.

“Tanaman ini berasal dari Danau Limboto yang terbawa arus hingga ke Teluk Gorontalo dan memenuhi pinggiran pantai sekitar pelabuhan Gorontalo,” kata Jefri.

Sudah bertahun-tahun kondisinya demikian dihadapi nelayan. Biasanya jika ada hujan di hulu, air danau mengalirkan tanaman ini ke arah muara dan menuju Teluk Gorontalo. Kejadian serupa juga melanda nelayan di Kecamatan Dumbo raya tepatnya di Kelurahan Leato.

“Padahal sering melakukan bersih-bersih lingkungan ternyata eceng gondok ini tidak ada habisnya,” kata nelayan lainya, Wahyu Urumi.

Saksikan video pilihan berikut ini:

YLKI: Ruang Merokok di Bus AKAP Langgar UU Kesehatan

Liputan6.com, Jakarta – Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) kali ini menyoroti fasilitas yang disediakan bus-bus Antar Kota Antar Provisi (AKAP) yaitu ruang merokok di dalam bus.

Ketua Pengurus Harian YLKI, Tulus Abadi memandang, sebagai pengguna angkutan umum, khususnya bus umum AKAP, konsumen berhak mendapat keamanan, keselamatan dan kenyamanan selama menggunakan angkutan umum.

Keberadaan ruang merokok (smoking room) dalam bus AKAP, jelas mengganggu aspek keamanan, kenyamanan dan keselamatan penumpang secara keseluruhan. 

“YLKI mendapatkan masukan, keluhan dan pernah menjumpai secara langsung, adanya smoking room dalam bus AKAP. Ironisnya hal itu terdapat dalam bus DAMRI, dan Bus Trans Jawa,” kata Tulus, Sabtu (23/2/2019).

Tulus menuturkan, keberadaan area merokok dalam bus umum adalah anti regulasi karena melanggar peraturan. Dengan tegas Pasal 115 UU No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan menyebutkan angkutan umum adalah Kawasan Tanpa Rokok (KTR), dan dilarang keras ada smoking room.


2 dari 2 halaman

Selanjutnya

Kemudian ketentuan tersebut juga ditandaskan dalam PP Nomor 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Produk Rokok sebagai Zat Adiktif.

Sedangkan tempat umum dan tempat kerja yang juga sebagai KTR memang diperbolehkan menyediakan area merokok atau smoking room. Itu pun dengan persyaratan yang ketat. Bandara, terminal bus, dan stasiun KA; adalah tempat umum, dan oleh karenanya diperbolehkan menyediakan smoking area.

“YLKI meminta Dirjen Perhubungan Darat, bahkan Menteri Perhubungan RI, untuk melarang/membatalkan smoking room di semua bus AKAP. Patuhilah regulasi, dalam hal ini UU tentang Kesehatan dan PP No. 109/2012. Contohlah PT KAI yang sukses dan konsisten menerapkan kereta api tanpa rokok, selama dalam perjalanannya. Tak kenal KA jarak pendek, atau KA jarak jauh,” papar Tulus.

Tulus meminta semua pihak untuk konsisten dalam melindungi konsumen atau penumpang yang tidak merokok, terbebas dari kontaminasi racun asap rokok baik langsung atau tidak langsung. 

“Lagipula, armada bus yang akan cepat kumuh, kumal dan lebih cepat menjadi bus rongsok akibat dampak asap rokok dari smoking room itu. Salah-salah armada bus terbakar oleh perilaku merokok penumpang yang acap teledor dan sembrono,” pungkas dia. (Yas)


Saksikan video pilihan di bawah ini:

Menilik Motif di Balik Pembunuhan Sadis Suami Terhadap Ibu Hamil di Bengkulu

Liputan6.com, Bengkulu – Peristiwa pembunuhan suami terhadap istrinya di Kelurahan Tanjung Jaya Kota Bengkulu sontak membuat warga heboh. Pasangan Romi Sepriawan alias Romi Cabe (31) dan istrinya ES yang tengah mengandung 9 bulan itu sudah tinggal lebih dari 3 tahun di lingkungan tersebut.

Menurut Romi, dia dan istrinya memang sudah terjadi cekcok sejak 4 bulan ke belakang. Pemicunya, rasa cemburu dan selalu curiga dengan gerak gerik istrinya yang sering memainkan telepon genggam secara sembunyi-sembunyi.

“Saya mau lihat teleponnya, selalu terkunci, dan dia tidak mau memberikan kode kunci tersebut,” ujar Romi di Mapolres Bengkulu, Jumat 22 Februari 2019.

Pertengkaran demi pertengkaran terjadi antara pasangan yang sudah memiliki seorang putri yang kini berusia 3 tahun tersebut.

Jumat pagi, keduanya kembali cekcok. Romi lalu mengambil parang, menyayat istrinya dan mendorongnya ke atas tempat tidur. Setelah sang istri terbunuh, Romi lalu membelah perutnya dan mengeluarkan jabang bayi sambil membungkusnya dengan kain seadanya. Parang tersebut disiapkan Romi pada malam sebelum kejadian dengan meminjam dari tetengga.

Menurut Romi, setelah pusar bayinya dipotong, dia lalu minta tolong seorang tetangga. Lalu putrinya dan sang jabang bayi diserahkan kepada tetangga dan minta untuk diselamatkan.

“Saya katakan, saya khilaf dan minta maaf sebelum berlari ke belakang,” urai Romi.

Oleh warga, Bayi tersebut sempat dibawa ke klinik pengobatan terdekat sebelum dibawa ke RS Bhayangkara Polda Bengkulu yang berjaran 3 kilometer dari rumah korban.

“Kebetulan ada perawat warga dekat sini,” ujar Fauzan, tetangga korban pembunuhan.

2 dari 2 halaman

Sandiwara Pelaku di TKP

Peristiwa pembunuhan yang terjadi di Kelurahan Tanjung Jaya Kota Bengkulu pada Kamis siang membuattetangga korban langsung mengerumuni Tempat Kejadian Perkara. Aparat kepolisian yang mendatangi TKP langsung membentang garis polisi dan melakukan identifikasi awal.

Hasilnya, ditemukan korban tergeletak tak bernyawa diatas kasur dalam kamar tidur, terdapat luka sayat pada leher korban ES yang ditutup selimut. Loka robek juga ditemukan pada perut korban.

Aparat juga menemukan pagar seng belakang rumah itu rusak akibat diterobos secara paksa. Sempat dilakukan penyisiran beberapa jam, tetapi belum menemukan jejak pelaku.

Kapolsek Teluk Segara Kompol Jauhari menjelaskan, pukul 14.20 unit Opsnal dan Intelkam Polsek Teluk Segara melihat seorang laki-laki di TKP dengan gerak-gerik mencurigakan.

Dengan pakaian yang sebagian berlumur lumpur, dia dikerumuni warga, aparat lalu mengamankan pria yang diketahui merupakan suami korban bernama Romi Sepriawan.

“Kami amankan, dan antar ke Mapolres,” tegas Jauhari.

Tanah Bergerak Setiap 30 Menit, Warga Banyumas Terbayang Longsor Masa Lalu

Liputan6.com, Banjarnegara – Menilik riwayatnya, Banjarnegara diwarnai kisah pedih longsor kolosal. Dan 70 persen wilayah di kaki pegunungan Dieng ini memang rawan gerakan tanah.

Bencana longsor seringkali mengejutkan terjadi di Banjarnegara. Pada 2006, Dusun Gunung Raja Desa Sijeruk Kecamatan Banjarmangu lenyap dalam sekejap. Ada 76 orang meninggal dunia, 14 lainnya tak ditemukan.

Kemudian, empat tahun lalu, Dusun Jemblung Desa Sampang Karangkobar luluh lantak diterjang longsor. Seratusan lebih warganya meninggal dunia atau hilang tertimbun material longsoran.

Hingga saat ini, longsor dan gerakan tanah berkala kecil dan besar datang silih berganti. Salah satunya di Dusun Kali Entok Desa Kebutuh Jurang Kecamatan Pagedongan, Banjarnegara.

Gerakan tanah yang terjadi secara bertahap dilaporkan merusak 22 rumah. Akibatnya, 25 keluarga yang terdiri dari 83 jiwa mengungsi.

Dan ke-25 keluarga itu mengungsi di 11 titik pengugsian. Sebagian besar mengungsi ke rumah saudara, atau ditampung tetangga, dan di tetangga desa, Duren.

“Jadi sekarang masih mengungsi. Kalau kita tahapannya sedang validasi data. Kalau jumlahnya masih seperti kemarin,” kata Kepala Pelaksana Harian (Lakhar) BPBD Banjarnegara, Arif Rachman, Kamis sore, 21 Februari 2019.

Kisah longsor besar yang sampai menewaskan puluhan hingga ratusan orang membuat warga Kebutuh Jurang trauma. Positifnya, riwayat bencana Banjarnegara membuat mereka waspada.

Arif tak menyalahkan warga yang traumatik. Hanya saja, berdasar pendataan lapangan oleh petugas BPBD dan pemerintah desa Kebutuh Jurang, jumlah rumah rusak sebenarnya hanya 15 unit. Lainnya baru terancam longsor.

2 dari 3 halaman

Kontur Tanah Berisiko Longsor Cepat

Berdasar kajian geologi dan pemetaan longsor, tujuh rumah yang penghuninya turut mengungi sebenarnya berada di luar zona merah. Karenanya, pekan ini BPBD akan mensosialisasikan kepada para pengungsi agar yang rumahnya masih aman bisa kembali ke rumahnya.

Adapun 15 rumah yang terdampak langsung dan terancam agar bertahan di pengungsian untuk sementara waktu.

“Pekan ini kami akan mengumpulkan untuk memberi penjelasan. Bagi yang kondisinya masih ini (relatif) aman, disarankan pulang, karena hanya euforia ketakutan ya lebih baik pulang lah,” dia menerangkan.

Rencananya, dalam waktu dekat hasil kajian geologi, pemetaan dan rekomendasi Badan Geologi itu akan dilaporkan kepada Bupati Banjarnegara, Budhi Sarwono untuk segera ditindaklanjuti.

“Pertama, rumah yang terdampak langsung, begitu kan, jumlahnya ada sekitar 15 rumah. Karena kita sudah ada peta geologinya yang akan kita laporkan kepada Pak Bupati,” dia menambahkan.

BPBD juga telah memasang early warning system (EWS) atau alat peringatan dini longsor dan gerakan tanah di mahkota longsoran. BPBD juga mendirikan posko pantau bencana di sekitar area gerakan tanah untuk memantau pergerakan tanah untuk mengantisipasi gerakan tanah yang membahayakan.

Dia menjelaskan, sifat longsoran di Kebutuh Jurang adalah rayapan tanah (creep). Akan tetapi, menilik kontur tanahnya yang curam dan curah hujan tinggi, gerakan tanah bisa bertambah cepat dan bisa pula bersifat jatuhan.

3 dari 3 halaman

Tanah Bergerak 2 Sentimeter Tiap Setengah Jam

Nun di Kabupaten Banyumas, gerakan tanah di Grumbul Kalisalak RT 3/5 Desa Karangbawang Kecamatan Ajibarang kembali terjadi. Akibatnya, dua keluarga terpaksa mengungsi.

Sebelumnya, di lokasi yang sama, empat rumah harus direlokasi lantaran gerakan tanah terus berlangsung sejak akhir 2018. Kini, gerakan tanah kembali merusak dua rumah yang dihuni empat jiwa, yakni rumah milik Sukardi (68 th) dan Sumardi (70 th).

Komandan Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyumas, Kusworo mengatakan, sementara ini Sukardi dan istri mengungsi ke rumah anaknya, Warkiman yang berada di lokasi lebih aman. Adapun Sumardi dan istrinya mengungsi ke saudara lainnya, Suryati.

Kusworo mengemukakan, tanah kembali bergerak setelah Banyumas diguyur hujan lebat berhari-hari. Diukur dengan alat sederhana, dalam waktu setengah jam tanah bergeser sekitar dua sentimeter.

Gerakan tanah membuat tanah retak-retak dan ambles berkisar 70 sentimeter hingga satu meter. Akibatnya, lantai dan dinding rumah retak-retak parah.

Sebelumnya, gerakan tanah di lokasi yang sama juga telah merusak empat rumah. Keempat keluarga itu telah direlokasi secara bertahap sejak akhir 2018 hingga Januari 2019.

“Tanah terus bergerak, pelan tapi pasti. Mulai Kamis,” kata Kusworo.

Ia juga mengimbau agar warga lainnya mewaspadai kemungkinan meluasnya gerakan tanah. Pasalnya, bidang tanah miring, labil dan curah hujan masih tinggi.

“Dan tadi, kita juga memasang early warning system tradisional, sederhana menggunakan tali. Dalam waktu kurang lebih setengah jam, tanah bergerak sekitar dua sentimeter, jalannya,” dia mengungkapkan.

Saksikan video pilihan berikut:

Penjelasan Jaksa Soal Kasus Perusakan Rumah di Makassar

Liputan6.com, Makassar – Kasus dugaan pidana perusakan rumah milik warga di Makassar terkatung-katung hingga memakan waktu nyaris dua tahun.

Berkas perkara dua orang tersangka dalam kasus tersebut masing-masing pemberi pekerjaan Jemis Kontaria dan Edi Wardus Philander selaku pemborong pekerjaan, hingga saat ini tak memperlihatkan isyarat akan dinyatakan lengkap (P 21). Malah berkas berulang kali hanya bolak-balik antara penyidik Kepolisian dalam hal ini Polda Sulsel dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Sulsel.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam perkara tersebut, Fitriani didampingi oleh Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sulsel Salahuddin mengaku jika pihaknya sulit memaksakan berkas kedua tersangka Berstatus P 21, karena hingga saat ini penyidik Polda Sulsel belum memenuhi kelengkapan berkas sebagaimana telah dituangkan dalam petunjuk yang diberikan pihaknya.

“Pasal yang diterapkan dalam perkara ini kan Pasal 406 Jo Pasal 55. Nah Pasal 55 ini kita minta ada pelaku materil (yang melakukan perusakan langsung dalam hal ini buruh) tidak hanya pelaku tidak langsung (yang menyuruh). Ini yang belum dipenuhi oleh penyidik karena keduanya harus dipidana, ini kan yang dimaksud ‘vicarious liability’,” kata Fitriani saat ditemui di ruangan kerja Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sulsel, Kamis 21 Februari 2019.

Mengenai adanya putusan praperadilan bernomor 15/Pid.Pra/2016/PN.Makassar tertanggal 16 Agustus 2016 yang memutuskan dengan tegas jika para buruh yang sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Polsek Wajo, tidak dapat dibebankan pidana karena mereka hanya menjalankan pekerjaan untuk memperoleh upah.

Sehingga berdasarkan putusan praperadilan tersebut, penyidik Polsek Wajo menghentikan proses penyidikan terhadap para buruh yang dimaksud, diakui Fitriani, itu tidak mengikat, tapi tetap akan menjadi pertimbangan dalam perkara yang telah menjerat pemberi pekerjaan Jemis Kontaria dan pemborong pekerjaan Edi Wardus sebagai tersangka.

Ia menjelaskan dalam putusan praperadilan yang meloloskan buruh dari jeratan pidana tersebut, sepengetahuannya juga terdapat pertimbangan Hakim bahwa jika terdapat kerusakan rumah seperti yang dipermasalahkan, sebaiknya ditempuh jalur gugatan perdata.

“Jadi amar putusan praperadilan yang meloloskan buruh dari jeratan pidana jangan juga dibaca sepotong-sepotong dong. Harus utuh,” kilah Fitriani.

Ia pun membantah ketika pihaknya dituding menolak kehadiran saksi ahli pidana untuk menjelaskan secara utuh mengenai petunjuk ‘vicarious liability’ (pertanggung jawaban pidana pengganti) yang diberikan pihaknya sebagai syarat kelengkapan berkas perkara kedua tersangka.

“Tidak pernah ada permintaan penyidik Polda Sulsel secara tertulis ke kami untuk gandeng ahli pidana menerangkan utuh terkait petunjuk yang kami berikan yakni tentang unsur ‘vicarious liability’ itu,” ujar Fitriani.

Ia berharap penyidik Polda Sulsel segera memenuhi petunjuk yang diberikan oleh pihaknya agar syarat kelengkapan berkas perkara kedua tersangka bisa segera terpenuhi dan dinyatakan perkara ini P.21.

“Hingga saat ini petunjuk kami sepertinya masih diupayakan dipenuhi oleh penyidik. Mendekat ini kami akan undang penyidik membicarakan masalah kelengkapan berkas perkara kasus perusakan rumah milik warga Makassar ini. Waktunya belum ada kepastian tapi jadwal gelar perkara bersama kita pasti akan lakukan secepatnya,” ungkap Fitriani.

Saksikan Video Pilihan Di Bawah Ini:

2 dari 2 halaman

Korban Tantang Jaksa Arahkan Penyidik Gandeng Ahli Hukum Pidana

Korban sekaligus pelapor kasus perusakan rumah, Irawati Lauw melalui Penasehat Hukumnya, Jermias Rarsina menanggapi pernyataan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Fitriani yang menafsirkan Pasal 55 KUHP dalam perkara kasus perusakan rumah yang dilaporkan korban (kliennya) sejak tahun 2017 namun tidak menemui kepastian hukum.

Menurut Jermias, dalam hukum pidana dikenal adanya ajaran tentang delneming (penyertaan) Pasal 55 KUHP dan sudah banyak yurisprudensi (putusan hakim) mengenai hal itu dalam praktek peradilan pidana.

Seperti contoh yurisprudensi klasik dan itu semua orang hukum tahu tentang bagaimana pelaku langsung yang dipersamakan dengan pelaku tidak langsung didasarkan pada hal yang disebut sifat pribadi yang melekat pada manusia sebagai subyek hukum.

Di antaranya menurut Arrest Hoge Raad pada tanggal 21 April 1913, kata Jermias, berpendapat bahwa seorang pelaku tidak langsung itu bukan merupakan pelaku tetapi dipersamakan dengan seorang pelaku. Dimana sifat pribadi itulah yang merupakan unsur suatu kejahatan.

Olehnya itu, lanjut Jermias, inilah yang harus (wajib) ahli pidana dihadirkan sebagai salah satu instrumen alat bukti untuk membuat terang petunjuk Jaksa Penuntut Umum terkait unsur ‘vicarius liability’ terhadap pelaku penggantinya yaitu Jemis Kontaria (pemberi pekerjaan) dan Edi Wardus (pemborong pekerjaan) atas perbuatan pekerjaan dari buruh sehingga berakibat rusak rumah.

Dengan menyimak penjelasan diatas, kata Jermias, justru hukum pidana telah membuat batasan pertanggung jawaban pidana bagi buruh.

“Di sinilah berfungsi ajaran delneming, yang mana ‘vicarious liability’ dapat berlaku bagi pelaku tidak langsung. Jadi tidak berarti karena ada pelaku langsung yang sudah dibatasi pertanggung jawaban pidana, lalu tidak dapat dibebankan kewajiban bertanggung jawab secara pidana kepada pelaku tidak langsung. Keliru jika ada yang beranggapan demikian,” jelas Jermias via telepon, Jumat (22/2/2019).

Tanpa mengurangi peran dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam bertafsir mengenai penerapan Pasal 170 dan Pasal 406 Jo Pasal 55 KUHP perihal perusakan, Jermias menyarankan sebaiknya lebih tepat jika Jaksa Penuntut Umum menghadirkan ahli pidana untuk membuat terang ajaran delneming tentang vicarious liability.

“Apa susahnya? Jika berlama lama, ada apa?,” Jermias menandaskan.

Diketahui, perkara dugaan pengrusakan rumah di Jalan Buruh Makassar awalnya ditangani Polsek Wajo dengan menetapkan beberapa orang buruh yang dipekerjakan oleh Jemis Kontaria (pemberi pekerjaan) menjadi tersangka.

Usai ditetapkan tersangka, Jemis pun mencoba membela para buruhnya dengan melakukan upaya hukum praperadilan ke Pengadilan Negeri Makassar. Alhasil Hakim Tunggal, Cenning Budiana yang memimpin sidang praperadilan kala itu menerima upaya praperdilan yang diajukan oleh para buruh. Perkara dugaan pengrusakan yang ditangani Polsek Wajo pun akhirnya berhenti (SP.3).

Kemudian perkara kembali dilaporkan ke Polda Sulsel dan akhirnya menetapkan Jemis Kontaria selaku pemberi pekerjaan dan Edi Wardus Philander selaku pemborong pekerjaan sebagai tersangka.

Namun belakangan, dia tak terima status tersangkanya tersebut, sehingga ia mengajukan upaya praperadilan ke Pengadilan Negeri Makassar. Alhasil sidang praperadilan yang dipimpin Hakim tunggal Basuki Wiyono menolak gugatan praperadilan yang diajukan Jemis melalui Penasehat Hukumnya dan menyatakan status tersangkanya sah secara hukum dan memerintahkan agar penyidikannya segera dilanjutkan

Cara bermain CoC di PC, Buat Kamu Pecinta Game

Liputan6.com, Jakarta Bagi kamu yang hobi main game tentu sudah tak asing lagi dengan game CoC (Clash of Clans) ini kan? Bagaimana tidak, game yang berlatar belakang kolosal ini sudah dimainkan oleh jutaan orang di seluruh dunia setiap bulannya. Permainan ini juga dimainkan dari berbagai kalangan dari anak kecil hingga dewasa.

CoC atau kepanjangan dari Clash of Clans adalah adalah sebuah game strategi di mana pemain membangun komunitas, melatih pasukan, dan menyerang pemain lain untuk mendapatkan emas, trophy, elixir dan dark elixir.

Mulai dari membangun prajurit yang andal, upgrade wall (tembok) agar kuat, membangkitkan Barbarian King dan Archer Queen, bahkan hingga membangunkan sang Golem.

Dalam permainan CoC sangat membutuhkan Gold dan Exilir untuk mencapai kemenangan. Seperti yang kita ketahui sendiri, untuk mendapatkan keduanya sangatlah sulit. Apalagi bila kita dihadapkan kepada yang reproduksi Dark Exilir, tingkat kesulitannya sudah mencapai batas maksimal.

Bermain CoC memang menyenangkan kamu pun bisa melepas penat setelah lelah bekerja, ataupun bermain ketika bosan. Sayangnya, jika bermian CoC melalui smartphone maka akan membuat baterai smartphonemu cepat habis.

Pasalnya bermain CoC di smartphone jika dipaksa akan membuat handphone terasa panas, hal ini akan membuat handphonemu berumur pendek. Enggak mau kan kalau smartphone kamu jadi rusak karena terlalu sering bermain CoC?

Maka tidak sedikit orang yang memilih bermain CoC lewat PC. Selain tampilan layar yang lebih besar kamu pun lebih nyaman bermain di PC. Apakah bisa bermain CoC lewat PC?

Tentu bisa, beberapa orang tidak mengetahui jika bermain CoC bisa dilakukan melalui PC ataupun laptop kesayanganmu. Nah, bagaimana cara bermain CoC di PC? Jangan khawatir pada artikel ini, kamu akan mengetahui cara bermain CoC di PC.

Jadi kamu tidak perlu khawatir jika handphone kamu rusak karena terlalu sering bermain CoC. Kamu pun bisa langsung mempraktkikan cara bermain CoC di PC ini di rumah.

Ada beberapa cara yang bisa digunakan cara bermain CoC di PC. Dalam bermain CoC di PC melibatkan aplikasi pihak ketiga untuk membuat laptop bisa mengemulasi Android di PC atau laptop. Namun pada artikel ini akan menggunakan BlueStack untuk bermain CoC di PC.

Berikut Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Jumat (22/2/2019) cara bermain CoC di PC bisa kamu coba!

2 dari 3 halaman

Cara Bermain Coc di PC dengan BlueStacks

1. Langkah pertama, unduh BlueStacks di http://www.bluestacks.com/ di PCmu

Setelah mengunduh, kemudian lakukan penginstallan. Kemudian kamu akan diminta masuk dengan akun Google. Jadi pastikan untuk memiliki akun Google ya.

2. Setelah itu, Klik tombol ‘search’ oranye dan temukan ‘Clash of Clans’

Google Play akan menanyakan ID dan kata sandi Google Anda, maka Anda dapat pergi ke menu utama Google Play, kemudian tulis di kolom pencarian ‘Clash of Clans’ kemudian klik Instal.

3. Setelah menginstal, cukup klik ‘Run’ untuk membuka game.

Nah, sekarang kamu pun bisa bermain CoC lewat PC kesayanganmu. Untuk memperbesar dan memperkecil, cukup gunakan tombol + dan – pada keyboard.

Jangan lupa untuk memulihkan desa di ponselmu sebelumnya kamu perlu bermain CoC di PC atau laptop. Pastikan juga bahwa laptop atau PCmu memiliki speseifikasi RAM yang cukup mumpuni untuk bermain game CoC ini.

3 dari 3 halaman

Tips Bermain CoC

Setelah mengetahui cara bermain CoC di PC, sebaiknya kamu mengetahui tips bermain CoC agar permainanmu mencapai kemenangan. Walau banyak dimainkan dan terlihat mudah, CoC ternyata memiliki tingkat kesulitan yang cukup tinggi untuk clasher pemula. Beberapa tips yang bisa kamu gunakan:

1. Pantau lawan

Mempelajari lawan sebelum berperang adalah hal yang wajib kamu lakukan di dalam CoC., dengan memantau lawan kamu bisa mengetahui tata letak bangunan penting yang patut diserang lebih awal.

2. Pilih lawan yang tepat saat Clan Wars

Saat akan melakukan Clan Wars, ada baiknya kamu menyerang desa yang tidak memiliki bintang untuk awalnya. Selain lebih mudah, desa yang belum memiliki bintang ini menawarkan lebih banyak loot yang bisa diambil.

3. Gabung dengan Clan

Gabung Clan lain bilamana level kamu sudah memungkinkan. Lewat clan ini, kamu kamu pun akan lebih mudah membantu saat kamu diserang atau menyerang clasher lainnya.

4. Level Town Hall

Satu hal penting yang perlu kamu ingat saat akan menyerang town hall (TH) clasher lain, yaitu level Town Hall. Hanya karena Town Hall clasher lain lebih rendah, bukan berarti TH tersebut layak untuk di raih.

5. Jangan boros Gems

Seperti yang sudah kamu ketahui, gems merupakan ‘mata uang’ penting di dalam permainan CoC. Daripada kamu menghamburkan gems untuk mempercepat proses di dalam permainan, ada baiknya kalau kamu menyimpan gems yang dimiliki untuk keadaan yang super mendesak.

Uraian di atas adalah cara bermain CoC di PC yang bisa kamu praktikan. Amat sangat mudah bukan?


Ma’ruf Soal Munajat 212: MUI DKI, Jangan Pakai MUI Jadi Kendaraan Politik!

JakartaMa’ruf Amin memberikan warning kepada MUI DKI terkait penyelenggaraan Munajat 212 di Monas semalam. Ketum MUI ini menegaskan, tidak boleh ada yang menjadikan MUI sebagai kendaraan politik.

“Kalau munajatnya sih nggak masalah, yang penting jangan jadi kendaraan politik, dan jangan mempolitisasi MUI,” ujar Ma’ruf di kediamannya, Rumah Situbondo, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (22/2/2019).

MUI DKI Jakarta memang menjadi penyelenggara Munajat 212 yang dituding politis. Ma’ruf pun memberi teguran kepada pihak MUI DKI.


“Saya ini Ketum MUI, saya cawapres tapi saya tidak mau menggunakan MUI sebagai kendaraan politik saya. MUI biar independen, tidak boleh digunakan, itu sudah menjadi kesepakatan, karena itu MUI DKI jangan menggunakan MUI sebagai kendaraan politik, itu menyimpang dari kesepakatan,” tegas cawapres nomor urut 01 ini.

Soal 212 ini sendiri, Ma’ruf menegaskan seharusnya sudah selesai. Sebab aksi 212 pada 2 Desember 2016 lalu itu dilakukan sebagai aksi dari kasus penistaan agama yang menjerat Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

“Kalau soal 212 itu sebenarnya kalau masalahnya sudah selesai, kenapa? Karena kan sifatnya penegakan hukum, tapi kalau untuk bermunajat, bersilahturahim tidak ada masalah, yang penting jangan 212 dijadikan kendaraan politik, itu aja. Saya itu kan yang mendorong 212, yang membuat fatwanya kan saya, yang dibela kan fatwa yang saya buat dulu, gitu loh,” papar Ma’ruf.

Pasangan capres petahana Joko Widodo ini juga mengaku tidak diundang ke acara Munajat 212 yang banyak dihadiri oleh para tokoh politik itu. Ma’ruf yakin penggerak acara semalam bukan panitia Aksi 212 saat 2016 lalu.

“Nggak, nggak ada (undangan), mungkin itu 212 yang lain saya kira, bukan yang dulu saya gerakkan itu,” ucapnya.

Ma’ruf pun memberi kecaman soal adanya intimidasi kepada wartawan oleh peserta Munajat 212.

“Wah itu, itu tidak baik ya kalau ada munajat kok ada ribut, itu tidak baik. Munajat itu kan khusuk menghadap kepada Allah, malah jadi kalau ada keributan itu jadi rusak munajatnya itu, ya, saya kira tidak baik ya,” jelas Ma’ruf.

Ikuti perkembangan Pemilu 2019 hanya di sini.
(elz/fjp)



<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

22-2-2011: Jerit Histeris Warga Saat Gempa Porak Poranda Satu Kota di Selandia Baru

Liputan6.com, Christchurch – Gempa magnitudo 6,3 mengguncang Christchurch, Selandia Baru pada 22 Januari 2011 pukul 12.51 waktu setempat. Tepat pada jam makan siang, di mana kebanyakan warga sedang berada di jalanan kota saat itu.

Meski tak sekuat lindu berkekuatan 7,1 yang mengguncang pada 4 September 2010, gempa kali itu terjadi pada garis patahan dangkal di daratan yang berada dekat dengan kota. Kedalamannya hanya 5 kilometer, sehingga guncangannya pun sangat merusak.

Lebih dari 130 orang tewas akibat runtuhnya gedung Canterbury Television dan Pyne Gould Corporation. Puing dan bata yang berjatuhan menewaskan 11 orang yang berada di dekatnya.

Teriakan histeris juga terdengar dari reruntuhan bangunan. Pejabat mengatakan teriakan itu milik sekitar 30 orang yang terperangkap di Gedung Pyne Gould Guinness yang telah hancur.

Sementara delapan manusia lain meninggal dunia ketika tembok yang runtuh menimpa dua bus yang sedang melaju.

Kendaraan itu hancur oleh bangunan yang ambruk secara tiba-tiba. Semburat api juga terlihat keluar dari puing kendaraan.

Helikopter pembawa air segera diterjunkan. Mereka mengguyur api dengan air dari dekat atap sebuah rumah, sebagaimana dikutip dari BBC News pada Kamis (21/2/2019).

Tebing batu juga ambrol di area Sumner dan Redcliffs, batu-batu besar berjatuhan di Port Hills, lima orang terbunuh karenanya. Total korban gempa dilaporkan mencapai 185 orang.

Gempa juga merubuhkan sejumlah bangunan yang rusak akibat gempa pada September 2010, terutama gedung-gedung tua. Sejumlah bangunan warisan bersejarah mengalami kerusakan parah, termasuk Provincial Council Chambers, Lyttelton’s Timeball Station, Anglican Christchurch Cathedral dan Catholic Cathedral of the Blessed Sacrament.

Seperti dikutip dari nzhistory.govt.nz, lebih dari setengah bangunan di kawasan pusat bisnis di Christchurch Selandia Baru rusak, termasuk bangunan tertinggi di kota tersebut, Hotel Grand Chancellor.

Situasi kacau pasca-gempa, para penyintas yang syok terlihat lalu-lalang di jalan penuh puing. Mereka mondar-mandir melintasi jalanan retak yang terbuka saat tanah di bawahnya longsor akibat gempa.

Di waktu yang sama, gempa juga menyebabkan pecahnya pipa air di jalanan bagian timur laut Bexley, daerah suburban tepi barat Sungai Avon, Selandia Baru. Bertepatan dengan hujan, sontak terjadilah banjir di lokasi tersebut.


Simak pula video pilihan berikut:

2 dari 2 halaman

Kesaksian Korban Selamat

Seorang warga bernama Rhys Taylor selamat dari kejadian nahas dan berhasil mengambil video di Oxford Terrace. Lokasi itu berada dekat dengan tempat kejadian, tepatnya 50 meter dari rumah sakit utama kota.

“Mobil digunakan untuk ambulans, mengangkut yang terluka,” kata Taylor memberi kesaksian.

Tidak seberuntung Rhys Taylor, Anne Voss tak bisa bergerak. Ia terperangkap di bawah meja di dalam sebuah gedung. Tanpa berpikir panjang, ia menghubungi Saluran Tujuh Australia melalui telepon genggamnya. Beruntung, panggilan itu diangkat.

Voss menuturkan keadaannya kepada penerima panggilan.

Ia sebut dirinya sudah tidak lagi tahan, ingin segera keluar. Selain gelap, ia merasa tanah di bawahnya telah basah oleh darah. Cairan itu keluar dari tubuhnya. Ia benar-benar merasakan penderitaan.

“Dan ini mengerikan!,” kata Voss sambil mengerang kesakitan, mengiba untuk sebuah pertolongan.

Pelajar Jepang Turut Jadi Korban

Tidak hanya warga lokal, belasan pelajar asal Jepang turut dilaporkan hilang. Ternyata, mereka terjabak di dalam puing-puing bangunan.

Saksi mata lari berdatangan, membantu dengan tangan kosong mencoba membebaskan. Tampak beberapa orang menyusul, membawa tandu. Dengan sigap, tandu digunakan untuk mengangkat korban. Miris, alat pengangkut itu tampak seperti terendam darah.

Sebagian pelajar Negeri Sakura berhasil keluar dengan merangkak. Beberapa yang lain diselamatkan dengan tali yang diturunkan dari menara sebuah bangunan.

Sementara itu, tak jauh dari lokasi tempat evakuasi pelajar Jepang, gempa menyebabkan 30 juta ton massa es bergeser dari gletser terbesar di Selandia Baru. Sebuah gunung es raksasa terbentuk saat Gletser Tasman di Taman Nasional Aorak pecah, melemparkan es dari danau yang beku.

Wali Kota Bob Parker segera memberikan tanggapan atas bencana luar biasa yang terjadi.

“Ini adalah korban yang sangat mengerikan di kota kami,” katanya.

Tak ketinggalan, Perdana Menteri John Key turut berbicara. Ia sebut tragedi itu sebagai “kehancuran total,” sambil mengajak orang-orangnya bekerja cepat, demi menemukan lebih banyak korban selamat.

Sementara itu, pada tanggal yang sama pada tahun 1825, Rusia dan Inggris menetapkan batas Alaska dan Kanada. Masih di tanggal yang sama, pada tahun 1967, sejumlah 25.000 tentara AS dan Vietnam Selatan meluncurkan operasi melawan Viet Cong. Operasi militer itu disebut sebagai serangan terbesar sejak Perang Dunia II.