Kecelakaan di Manggarai Akibatkan 7 Orang Luka dan 4 Motor Rusak

Kecelakaan di Manggarai Akibatkan 7 Orang Luka dan 4 Motor Rusak (Foto: Dok. Istimewa)

Jakarta – Pengemudi mobil sedan Camry B-1185-TOD, DS (38), ugal-ugalan dan menabrak sejumlah kendaraan di beberapa titik di Jakarta Selatan. Sejumlah korban terluka akibat kecelakaan tersebut.

Kasubdit Gakkum Polda Metro Jaya Kompol M Nasir mengatakan pelaku awalnya menabrak mobil Mercy B 811 QQ di Jalan Rasuna Said arah Setiabudi, Jakarta Selatan, pukul 19.00 WIB malam tadi. Pelaku terus melaju dan kembali menabrak kendaraan lain yaitu motor B 3869 UHJ di Jalan Minangkabau arah Manggarai, Tebet.

“Korban Sandi Sutami mengalami luka ringan. Kedua lutut, kaki luka memar. Telapak tangan luka dan pinggang memar,” ujar Nasir dalam keterangannya, Kamis (18/4/2019).

Setelah itu, pelaku kembali menabrak pemotor yang sedang melintas di Jalan Minangkabau. Dua orang korban mengalami luka di lokasi tersebut.

Tak berhenti di situ, aksi ugal-ugalan pengemudi Mercy itu juga menyebabkan korban di Jalan Saharjo, Setiabudi. Pemotor bersama boncengannya mengalami luka cukup parah.

“Korban Fitria (dibonceng) luka. Pergelangan tangan kanan patah, paha kanan luka robek, telapak kaki kanan lecet,” ujar Nasir.

Lokasi kecelakaan terakhir terjadi di Jalan Masjid Ar-rahman arah Minangkabau. Pengemudi Mercy, DS, menabrak sepeda motor B 4776 SBR.

“Pengemudi Salsabila Hanifa luka ringan, pinggul kanan sampai ke kaki luka terseret. Siku kanan luka terbuka, lutut kanan luka dan tapak jari kiri luka. Sedangkan Fani yang dibonceng mengalami luka ringan di pinggul belakang,” tutur Nasir.

Nasir mengatakan pelaku saat ini sudah diamankan. Penyidik dari Ditlantas Polda Metro Jaya masih memeriksa intensif pelaku.

“Sudah diamankan,” ujar dia.
(knv/jbr)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

KPU Kota Blitar Musnahkan Ribuan Surat Suara Rusak

Blitar – KPU Kota Blitar memusnahkan sebanyak 2.084 surat suara rusak. Pemusnahan ini dilakukan sesuai amanat Surat KPU RI No 667/PP.10.5/SD/07/KPU/IV/ 2019 tgl 10 April 2019 ttg pemusnahan logistik pemilu 2019.

Pemusnahan dilakukan di halaman KPU Kota Blitar, Jalan Pemuda Soempono 72 Kota Blitar.

“Sesuai aturan itu, maka pada H-1 pemungutan suara jika ada surat suara rusak atau masuk kategori tidak bisa digunakan maka harus dimusnahkan,” kata Ketua KPU Kota Blitar Setyo Budiono kepada wartawan, Selasa (16/4/2019).

“Dan hari ini KPU Kota Blitar memusnahkan surat suara yang tidak bisa dipakai hasil sortiran sebanyak 2.084 lembar yang terdiri dari lima jenis surat suara,” imbuhnya.

Surat suara yang rusak itu surat suara pilpres, DPD, DPR RI dan DPRD Propinsi serta DPRD kota. Dengan pemusnahan hari ini, lanjut Budi, KPU Kota Blitar telah memenuhi ketentuan amanat undang-undang.

Pemusnahan ini juga disaksikan langsung Kapolresta Blitar AKBP Adewira Negara Siregar dan Ketua Bawaslu Kota Blitar Bambang Arintoko.

Pemusnahan surat suara ini bertujuan untuk menghindari penyalahgunaan surat suara. Juga mengantisipasi potensi kecurangan selama proses pemilu serentak 2019.
(fat/fat)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Puting Beliung Terjang Tulungagung, 3 TPS Roboh dan 6 Rumah Rusak

Tulungagung – Hujan deras disertai puting beliung menerjang sejumlah wilayah di Tulungagung. Akibatnya sejumlah rumah warga rusak.

Selain itu, tiga Tempat Pemungutan Suara (TPS) juga hancur. Dua di antaranya terpaksa dipindahkan ke lokasi yang lebih aman.

Ketua KPU Tulungagung Mustofa mengatakan, puting beliung menerjang Kecamatan Boyolangu dan Kecamatan Campurdarat. Kencangnya angin mengakibatkan dua TPS di Desa Nganti, Kecamatan Boyolangu hancur, bahkan tenda yang digunakan untuk kegiatan pencoblosan terbang dan tersangkut di rumah warga.

“Jadi tadi itu hujan bercampur dengan angin kencang, nah dua TPS yang rusak di Nganti adalah TPS 12 dan 13, kami terpaksa memindahkan TPS ini ke tempat lain yang lebih aman, lokasinya tidak jauh dari yang semula,” kata Mustofa, Selasa (16/4/2019).

Selain kondisi tenda yang hancur, pemindahan juga dilakukan lantaran rumah yang dijadikan lokasi TPS atapnya juga rontok diterjang puting beliung. Kemudian jaringan listrik di lokasi tersebut juga padam.

“Listriknya di lokasi TPS padam karena ada kabel yang terlepas, makanya kami cari tempat yang lebih aman dan listriknya menyala. Ini saya perjalanan meninjau lokasi,” imbuhnya.

Kejadian serupa juga menimpa salah satu TPS di Desa Tanggung, Kecamatan Campurdarat. Tenda yang sudah didirikan roboh terempas angin kencang. Meski demikian KPU memastikan lokasi tersebut masih layak untuk digunakan.

“Yang di Campurdarat lokasinya masih bisa digunakan,” tambahnya.

Sementara terkait logistik pemilu, mulai dari kotak suara hingga surat suara dipastikan aman. Sebab masih tersimpan di kantor desa setempat. Dari data di Polres Tulungagung terdapat enam rumah warga di Boyolangu yang rusak akibat terjangan puting beliung.

“Untuk logistik aman semua, karena masih di balai desa, baru besok pagi kami geser ke TPS,” kata anggota PPK Boyolangu, Nurhadi.
(sun/fat)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Cari Pelaku Penganiaya Rekannya, Anggota Brimob Rusak Rumah Warga di Kendari

Liputan6.com, Kendari – Beginilah kondisi rumah milik salah satu warga yang dirusak oleh beberapa anggota Brimob Polda Sulawesi Tenggara di Jalan Brigjen Katamso, Kelurahan Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.

Seperti ditayangkan Liputan6 SCTV, Senin (8/4/2019), peristiwa yang terjadi pada Minggu dini hari itu membuat beberapa kaca jendela pecah, sejumlah perabotan dan kendaraan juga rusak.

Pemilik rumah bernama Husna Yuda mengaku saat kejadian dirinya sedang tidur. Tiba-tiba terbangun karena mendengar suara teriakan sejumlah orang.

“Ada yang merusak pintu kamar, lalu saya teriak minta tolong,” kata pemilik rumah Husna Yuda.

Kabid Humas Polda Sulawesi Tenggara AKBP Hary Godenhard menyatakan tindakan tersebut merupakan buntut dari penganiayaan terhadap salah satu anggota Brimob, Bripda Roxi Rahayu oleh sejumlah preman.

“Sebanyak 20 orang melakukan pencarian terhadap beberapa preman yang melakukan penganiayaan, kemudian preman tersebut lari ke rumah saudara Yuda,” jelas Kabid Humas Polda Sulawesi Tenggara AKBP Harry Goldenhard.

Polda Sulawesi Tenggara membentuk tim gabungan untuk menyelidiki peristiwa perusakan rumah warga dan penganiayan anggota Brimob oleh sejumlah preman. Sejumlah saksi sudah diperiksa termasuk anggota Brimob yang terlibat perusakan.

Personel Brimob Serang dan Rusak Rumah Seorang Nenek di Kendari

Kendari – Sejumlah personel Brimob menyerang dan merusak rumah seorang nenek bernama Yudahusna (68) di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Nenek yang tengah tertidur pulas bersama 8 cucunya itu seketika terbangun karena rumahnya diobrak-abrik oleh puluhan anggota Brimob yang datang.

“Pas dengar ada ribut-ribut dalam rumah, saya langsung bangunkan cucuku delapan orang. Hantam kiri kanan, lemari ditusuk, rak piring dibanting. Mereka juga berteriak ‘keluarko, keluarko’,” kata Yudahusna saat menceritakan penyerangan yang dialaminya, di Kendari, Minggu (7/4/2019).

Rumah Yudahusna terletak di Jl Mayjend Katamso, Kelurahan Baruga, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). Yudahusna kembali mengungkapkan, saat puluhan personel Brimob itu menyerang bagian tengah rumah, dia bersama cucunya berusaha bersembunyi dan menahan pintu kamar. Namun para personel Brimob tetap membabi buta dan berusaha mendobrak kamarnya dengan menusuk pintu kamar menggunakan parang.

“Daun pintuku ditusuk-tusuk, mungkin pake parang atau benda tajam, kalau saya tidak menghindar saya kena tusukan. Satu per satu cucu saya keluar lewat jendela,” ungkapnya.

Namun, saat cucu Yudahusna keluar dari kamar melalui jendela mereka kaget melihat personel Brimob lainnya yang lengkap dengan senjata laras panjang tengah berjaga di sekeliling rumah. Yudahusna pun sempat beberapa kali berteriak minta tolong agar para Brimob berhenti merusak rumahnya. Sayangnya permintaan itu tidak digubris.

“Tidak terima rumah saya diobrak-abrik, saya merasa seperti teroris saja. Padahal saya tidak punya salah apa-apa,” ujarnya.

Pada Minggu (7/4) sekitar pukul 03.12 Wita, Yudahusna ditemani anaknya mendatangi Mapolda Sultra untuk melaporkan kejadian yang dialaminya dengan nomor laporan polisi: LP/188/IV/2019/SPKT Polda Sultra 7 April 2019. Dia melaporkan 40 orang diduga anggota Brimob yang telah melakukan pengurusakan secara bersama-sama.

Personel Brimob Serang dan Rusak Rumah Seorang Nenek di KendariFoto: Sejumlah personel Brimob menyerang dan merusak rumah seorang nenek bernama Yudahusna (68) di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Siti Harlina-detikcom)

Yuyun (41) anak korban yang datang saat aksi pengrusakan sempat mempertanyakan aksi pengrusakan tersebut kepada anggota Polsek Baruga, Provost Brimob.

“Kenapa rumah orang tua saya dirusak. Namun, ia mengaku, pertanyaan itu dijawab anggota Polsek Baruga dengan ucapan tidak bisa berbuat apa-apa karena mereka anggota brimob,” katanya.

Personel Brimob Serang dan Rusak Rumah Seorang Nenek di KendariFoto: Sejumlah personel Brimob menyerang dan merusak rumah seorang nenek bernama Yudahusna (68) di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Siti Harlina-detikcom)

Sementara itu, Komandan Satuan (Dansat) Brimob Polda Sultra, Kombes Joni Afriza saat dikonfirmasi mengatakan, aksi pengrusakan tersebut tidak disengaja. Aksi tersebut merupakan buntut dari aksi preman yang membacok anggotanya.

“Jadi ada anggota kami yang dibacok preman, saat kejadian kelompok preman itu masuk ke dalam rumah untuk melarikan diri dan anggota kami berusaha mencari dan menangkap pelaku sama sekali tidak berniat untuk merusak,” katanya kepada detikcom.

Terkait kerusakan yang sudah terjadi tersebut, ia berjanji akan mengganti seluruh total kerusakan atas barang-barang yang telah dirusak. Saat ini ia fokus melakukan pengejaran terhadap preman tersebut.
(nvl/nvl)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Longsor Terjang Bandung Barat, Puluhan Rumah Rusak dan Jembatan Roboh

Liputan6.com, Bandung – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Bandung Barat (KBB) mengakibatkan tanah longsor. Kejadian itu berdampak pada rusaknya puluhan rumah warga di dua desa yakni Nanggerang dan Karyamukti, Kecamatan Cililin.

Kepala Bidang Penanggulangan Bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) KBB, Dicky Maulana mengatakan, longsor di kedua desa terjadi pada Kamis (4/4/2019) malam sekitar pukul 21.00 WIB.

“Penyebab bencana karena intensitas hujan tinggi dan tanah labil,” kata Dicky, Jumat (5/4/2019).

Di Desa Nanggerang, sebanyak 7 Rumah rusak berat dan 26 rumah rusak ringan. Selain menimpa bangunan hunian, longsor juga menyebabkan delapan titik longsor di jalan, satu jembatan roboh, dan satu ruang sekolah rusak berat.

“Tidak ada korban jiwa,” ujar Dicky.

Sedangkan untuk jembatan penghubung Desa Nanggerang menuju Desa Karyamukti perlu dilakukan penanganan lebih lanjut dengan memasang jembatan darurat berbahan bambu. Sebab material longsoran yang memutus jembatan membuat masyarakat harus memutar jalan sepanjang kurang lebih 5 kilometer.

Sementara di Desa Karyamukti, longsoran mengakibatkan 14 rumah rusak berat dan 32 rumah rusak ringan. Selain itu, akses jalan desa penghubung antara Batu Domba–Cimanong, longsor dengan panjang 50 meter dan lebar 5 meter. Akses jalan kabupaten penghubung Desa Karyamukti–Ciwidey juga terhambat longsor dengan panjang longsoran 200 meter.

Dicky menyebutkan, pihaknya telah melakukan pembersihan material longsoran dengan cara gotong royong bersama masyarakat.

“BPBD telah memasang rambu-rambu waspada terhadap bencana di lokasi potensi longsor susulan. BPBD juga telah memberikan iimbauan untuk waspada terhadap potensi bencana longsor susulan dan intensitas hujan tinggi,” katanya.

Area kejadian bencana tanah longsor menyebar di Desa Karyamukti namun telah dilakukan assessment. Untuk dampak kejadian yang terjadi di fasilitas umum berupa jalan sudah dilakukan pembersihan material longsor. “Gotong royong tadi bersama masyarakat,” tambah Dicky.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Rumah warga rusak tertimpa turap 15 meter yang longsor akibat hujan deras.

Luapan Sungai Cijalopang Rusak Meja Kursi SD di Ujungberung

Bandung – Bencana tanggul jebol di SDN 106 Ajitunggal, Ujungberung, Kota Bandung membuat sarana-prasarana sekolah tersebut hancur oleh luapan air Sungai Cijalopang pada Senin (1/4/2019).

Kepala Sekolah SDN 106 Ajitunggal, Dwi Windiarti mengatakan kerugian yang diakibatkan oleh tanggul jebol tersebut belum bisa diprediksi.

“Yang jelas banyak kursi dan bangku yang rusak. Itu untuk KBM (Kegiatan Belajara Mengajar) anak-anak,” tutur Dwi, Kamis (4/4/2019).

Tanggul yang jebol saat ini sudah ditangani dengan membuat tanggul sementara. Proses perbaikan tanggul permanen akan dilakukan oleh Dinas PU Kota Bandung.

“Untuk tembok bangunan yang jebol, kami serahkan kepada Dinas Pendidikan. Tapi yang kami butuh saat ini sarana-prasarana pendukung,” ujarnya.

Sarana-prasarana yang dibutuhkan adalah bangku dan kursi untuk KBM siswa yang banyak mengalami kerusakan. Menurutnya, Dinas Pendidikan Kota Bandung memang akan melakukan penggantian, namun memerlukan waktu. Sementara proses KBM harus tetap berjalan.

Dia berharap ada bantuan dari pihak lain supaya bisa melakukan pengadaan sarana dan prasarana sesegera mungkin.

Selain membutuhkan bangku dan kursi siswa, SDN 106 Ajitunggal juga mmbutuhkan sarana dan prasarana lain, seperti alat tulis kantor yang juga mengalami kerusakan akibat diterjang banjir.

“Kalau ada yang mau menyumbang, silahkan datang langsung ke sekolah. Insya Alloh akan langsung kami belanjakan, kalau dalam bentuk uang. Kemarin juga ada yang ngasih, langsung kami belikan pompa air,” ujarnya.

Karena banyak sarana dan prasarana yang rusak, Dwi mengatakan siswa SDN 106 Ajitunggal dimungkinkan akan melakukan proses KBM pada senin (8/4/019) di rumah penduduk.

“Mungkin KBM akan dilakukan di rumah penduduk. Lesehan, kalau lesehan di sini tidak memungkinkan,” tutupnya.

Jokowi: Jangan Sampai Persaudaraan Rusak Karena Politik

Liputan6.com, Jakarta – Presiden Joko Widodo atau Jokowi memperingati Isra Miraj 1440 H di GOR Pandawa Sukoharjo Jawa Tengah, Rabu (3/4/2019).

Jokowi meminta agar masyarakat menjaga persaudaraan di tengah perbedaan atau keragaman Indonesia.

“Perbedaan-perbedaan itu jangan menjadikan kita ini tidak seperti saudara lagi. Ini sudah sunnatullah, sudah menjadi hukum Allah kepada kita bangsa Indonesia,” kata Jokowi.

Jokowi pun mewanti-wanti agar tak ada masyarakat yang merusak persaudaraan karena urusan politik. Menurut dia, menjelang pemilu 2019 ini, tak sedikit konflik yang timbul di masyarakat karena perbedaan pilihan politik.

“Saya ingin mengingatkan jangan sampai karena peristiwa politik kita lupa bahwa kita saudara sebangsa setanah air, kita lupa menjaga ukhuwah Islamiah, kita lupa menjaga ukhuwah wathoniyah, karena urusan politik,” jelas dia.

Jokowi lalu menceritakan konflik di Afghanistan akibat pertikaian antarsuku yang membuat masyarakat khususnya perempuan dan anak-anak menderita. Untuk itu, dia meminta masyarakat untuk menjaga persatuan dan persaudaraan.

“Apa yang disampaikan oleh ibu Rula Ghani (istri Presiden Afghanistan Ashraf Ghani) menjadi evaluasi kita, koreksi kita. Agar kehidupan kita dalam berbangsa bisa lebih baik dari hari ke hari, bisa menjaga ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathoniyah, ukhuwah insaniyah, ukhuwah basyariyah,” jelas Jokowi.

Penghadangan Ma’ruf di Pamekasan Dinilai Rusak Citra Warga Madura

Jakarta – Solidaritas Ulama Muda Jokowi (Samawi) menilai penghadangan yang dilakukan sekelompok orang kepada cawapres Ma’ruf Amin dianggap merusak citra warga Madura. Samawi menilai, warga Madura dikenal selalu menghormati kiai.

“Pamekasan itu 90% NU, jadi tidak mungkin penghadangan yang dilakukan masyarakat Pamekasan terhadap kiai NU dilakukan tanpa ada perintah atau pengondisian sebelumnya,” ujar Koordinator Samawi Jatim, Ra Hasyim dalam keterangan tertulisnya, Selasa (2/4/2018).

Apalagi, imbuh Ra Hasyim, kehadiran Maruf ke Pamekasan untuk kepentingan ibadah dan menghadiri haul, sekaligus melakukan ziarah ke makam KH Zuhro. Ra Hasyim meminta kepada masyarakat Pamekasan dan masyarakat Madura tetap menjaga adab santri yang menghormati kiai meski berbeda pilihan.
“Jangan sampai terprovokasi hanya karena perbedaan Pilpres kita menghilangkan adab kita kepada kiai dan tata krama kita kepada guru,” ujarnya.
Dia pun menyayangkan penghadangan tersebut. Menurutnya hal tersebut sangatlah tidak menghormati seorang kiai.

“Masyarakat Madura pada umumnya sangat menghormati kiai, apalagi kiai mau menghadiri haul dan ziarah. Hal ini sangat disayangkan,” tuturnya.

Penghadangan Ma’ruf terjadi pada Senin (1/4) kemarin saat hendak berziarah ke makan kakek buyutnya, KH Zuhro, di Desa Jambringan. Mobil yang ditumpanginya tertahan sebelum sampai ke lokasi haul. Di lokasi juga terdengar teriakan massa yang menyebut nama Prabowo.
(rvk/jbr)
<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Mandi di Kubangan, Pemuda Ini Kritik Jalan Rusak di Konawe Sultra

Mandi di Kubangan, Pemuda Ini Kritik Jalan Rusak di Konawe Sultra Foto: Remaja di Konawe Selatan protes jalan rusak (Siti-detik)

Kendari – Faisal (24) seorang pemuda asal Desa Padelewu, Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra) melakukan aksi kritik jalan rusak. Dia pun rela mandi di kubangan jalan rusak yang tak kunjung mendapat perhatian.

Aksi kritik tersebut disampaikan melalui karya foto yang ia ambil. Mengajak salah seorang rekannya, Arfan Sandy untuk berfoto bagai model di atas jalan yang sudah dipenuhi dengan lumpur.

“Sebenarnya bentuk kritik saya kepada pemerintah karena saya kan hoby foto, jadi kalau saya mau kritik melalui karya yang bisa saya lakukan,” katanya kepada detikcom, Sabtu (30/3/2019).

Dijelaskannya, jika kondisi jalan tersebut sudah lama, bahkan sejak ia lahir namun belum mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah. Ia pun memperkirakan panjang jalan tersebut sekitar kurang lebih 25 KM hingga ke perbatasan Kabupaten Kolaka Timur.

Terkait foto yang diambilnya tersebut, sudah ia upload melalui Lalembu Channel agar apa yang dirasakan warga yang hampir setiap hari melewati jalan tersebut segera mendapat perhatian.

“Sudah banyak yang jatuh mba di jalan itu karena jalannya kan berlubang-lubang,” ujarnya.

Foto Bagai Model, Pemuda Ini Kritik Jalan Rusak di Konawe SultraFoto: Remaja di Konawe Selatan protes jalan rusak (Siti-detik)

Dikatakannya, jika jalan tersebut juga sudah beberapa kali ditimbun menggunakan krikil, namun tidak lama bertahan dan kembali rusak. Faisal bahkan sempat mengeluhkan kondisi jalan tersebut kepada anggota DPRD, namun kata dia jika wakil rakyat tersebut tidak bisa berbuat banyak karena bukan wewenangnya.

“Katanya itu jalan provinsi, jadi mereka (anggota dewa) juga tidak bisa berbuat banyak,” tukasnya.

Ia pun berharap melalui foto yang ia unggah bisa mendapat respon positif dari pemerintah dan jalannya bisa segera diaspal.
(rvk/rvk)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>