Rusak di 4 Penerbangan Lion Air PK-LQP, Apa Itu Airspeed Indicator?

Jakarta – Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menyatakan bahwa airspeed indicator pesawat Lion Air PK-LQP rusak di 4 penerbangan terakhir. Apa itu airspeed indicator?

Seperti dilansir dari SKYbrary, Selasa (6/11/2018), airspeed indicator (ASI) adalah alat untuk mengukur kecepatan pesawat. Airspeed indicator menggunakan sistem pitot-static pesawat untuk membandingkan tekanan pitot dan tekanan statik pesawat. Hasil perbandingan itu menentukan kecepatannya. Kecepatan udara biasanya diukur dan ditampilkan dalam satuan knot. Jika data kecepatan pesawat tak diketahui secara akurat, pilot dimungkinkan keliru mengambil keputusan.

Seperti dikutip dari situs Federal Aviation Administration (FAA) yang beroperasi di bawah Departemen Transportasi AS, ada beberapa macam kecepatan udara yang perlu dipahami pilot yaitu indicated airspeed (IAS), calibrated airspeed (CAS), true airspeed (TAS), dan groundspeed.

Rusak di 4 Penerbangan Lion Air PK-LQP, Apa Itu Airspeed Indicator?Foto: Airspeed indicator (Situs FAA.gov)

Kecepatan dan ketinggian Lion Air PK-LQP saat terbang dengan nomor penerbangan JT 610 terlacak lewat situs FlightAware. FlightAware dalam profilnya menyatakan sebagai perusahaan pelacak data penerbangan terbesar di dunia dan mendapatkan data dari 55 ATC di seluruh dunia. Data yang dipaparkan FlightAware bukanlah data resmi dari otoritas berwenang.

Berdasarkan data dari FlightAware, kecepatan Lion Air JT 610 sepanjang penerbangan ada di atas 288 mph. Padahal, ketinggian pesawat belum mencapai 10.000 ft.

Berdasarkan Aturan Keselamatan Penerbangan Sipil (Civil Aviation Safety Regulation/CASR) Part 91, kecepatan pesawat saat ketinggian di bawah 10.000 ft seharusnya tidak boleh melampaui 250 knot atau setara 287-288 mph kecuali mendapat izin dari ATC. Berikut isi CASR Part 91.117 (a):

“Unless otherwise authorized by the Director (or by ATC in the case of operations in Class A or Class B airspace), no person may operate an aircraft below 10,000 feet MSL at an indicated airspeed of more than 250 knots (288 m.p.h/460 k.p.h)”

Rusak di 4 Penerbangan Lion Air PK-LQP, Apa Itu Airspeed Indicator?Foto: Pitot static system (Situs FAA.gov)

Sebelumnya diberitakan, Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono mengatakan pihaknya sudah melakukan penelitian bersama Boeing dan National Transportation Safety Board (NTSB). Flight data recorder (FDR) black box telah di-download dan ada data penerbangan-penerbangan sebelumnya.

Dari data di black box tersebut, dia menyebut pesawat Lion Air PK-LQP dengan nomor penerbangan JT 610 mengalami masalah pada alat penunjuk kecepatan. Masalah itu terjadi sejak empat penerbangan terakhir.

“Pada empat penerbangan terakhir ditemukan kerusakan pada penunjuk kecepatan di pesawat, airspeed indicator,” ucap Soerjanto dalam konferensi pers di kantornya, Senin (5/11/2018).

Namun temuan itu belum dapat disimpulkan sebagai penyebab kecelakaan JT 610. KNKT melanjutkan penyelidikan.

“Kita akan meneliti lebih lanjut apa yang menjadi penyebab kerusakan, bagaimana perbaikan yang sudah dilakukan, dan bagaimana pilot menerbangkan selama pesawat mengalami kerusakan ini,” Kepala Subkomite Investigasi Keselamatan Penerbangan KNKT Kapten Nurcahyo Utomo.

Pemakaman korban Lion Air / Pemakaman korban Lion Air / Foto: Ari Saputra

Nurcahyo menyebut masalah indikator kecepatan bisa berpengaruh pada banyak hal. Menurutnya, masalah itu bisa berdampak banyak dan mempengaruhi kinerja pilot.

“Karena kalau normalnya seorang pilot terbang dengan posisi pesawat tertentu, dengan tenaga mesin tertentu, harusnya menimbulkan kecepatan tertentu, mengapa kok ini berbeda? Akhirnya mungkin pilotnya melakukan sesuatu yang berbeda,” imbuh Nurcahyo.
(imk/tor)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *