Sejarah Bunga Tulip yang Ingin Dimiliki Ayu Ting Ting di Halaman Rumahnya

Bunga tulis selalu menarik perhatian dan sedap dipandang mata karena keindahan warna-warnanya. Dilansir dari holland.com, Kamis, 18 April 2019, awalnya bunga tulip dibudidayakan pada masa kekaisaran Ottoman di Turki.

Bunga itu kemudian masuk ke Belanda pada abad ke-16. Setelah Carolus Clusius menulis buku besar bertemakan bunga tulip pada 1592, bunga tulip menjadi sangat populer, sehingga menyebabkan kebun bunganya diserang dan bibit-bibit bunga tulip miliknya dicuri secara teratur.

Seiring dengan berkembangnya Zaman Keemasan Belanda, begitu pula bunga yang bulat dan berwarna warni ini. Bunga tulip menjadi obyek lukisan dan festival yang digemari.

Bunga tulip menjadi sangat populer hingga menyebabkan kegoncangan ekonomi untuk pertama kalinya, yang dikenal sebagai “demam tulip”  atau “tulipomania”. Hal itu terjadi pada pertengahan abad ke-17.

Banyaknya masyarakat yang memborong tulip telah menyebabkan harga tulip menjadi sangat mahal, sampai-sampai tulip berfungsi sebagai uang, sampai pada akhirnya pasar bunga tulip mengalami kejatuhan.

Ingin Mencoblos, Titi Wati Berharap Petugas TPS Datang ke Rumahnya

Liputan6.com, Palangka Raya – Titi Wati, wanita obesitas di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, juga ingin merasakan euforia pemilihan umum yang berlangsung pada Rabu, 17 April 2019 besok. Namun kondisinya yang belum bisa beranjak dari tempat tidur membuat ia harus menunda keinginan itu.

“Saya sebenarnya juga ingin  mencoblos juga  tapi gimana saya masih belum bisa berjalan,”ungkap Titi  saat dihubungi Liputan6.com, Selasa(16/4/2019) Sore.

Titi Wati mengaku bahwa dirinya telah terdaftar sebagai pemilih karena telah memiliki surat panggilan untuk mencoblos. Wanita berusa 37 tahun yang memiliki bobot 220 kilogram ini pun berharap agar petugas dari Tempat Pemungutan Suara (TPS) dimana ia mencoblos nanti bisa datang ke rumahnya.

“Saya berharap ada petugas dari TPS yang mau datang kerumah sehingga saya juga bisa mencoblos, namun hingga saat ini belum ada yang datang” dia menjelaskan.

Kondisi ibu satu anak yang tinggal di Jalan George Obos, Kota Palangka Raya itu kini semakin membaik pascaoperasi Bariatrik yang dilakukannya empat bulan lalu di RSUD Dorrys Sylvanus Palangka Raya. Ia bahkan dikabarkan sempat sudah bisa berdiri.

Titi Wati mengaku bahwa pihak rumah sakit terus memantau kondisi kesehatannya hingga kini. Tidak hanya itu, pihak rumah sakit juga terus mengontrol secara ketat jenis dan pola makan yang bisa dikonsumsi oleh dia.

“Menu saya sehari hari hanya makan nasi sedikit, crakers dan minum Yakult,” dia berujar.

Saksikan juga video pilihan berikut ini:

Usai Operasi, Titi Wati Jalani Program Diet Dipantau Tim Dokter – Liputan 6 Siang

Top 10 Berita Bola: Jadi Manajer MU, Solskjaer ‘Usir’ Bek Liverpool dari Rumahnya

2. Miliki Dana Transfer Rp 8 Triliun, Real Madrid Siap Boyong 3 Bintang

Real Madrid dikabarkan sudah menyiapkan anggaran besar untuk musim depan. Klub raksasa Spanyol itu, memiliki anggaran transfer sekitar 500 juta euro untuk musim panas ini.

L’Equipe melaporkan, dengan dana sebanyak itu, sangat memungkinkan Real Madrid untuk mendekati pemain bintang, seperti Kylian Mbappe, Paul Pogba dan Eden Hazard.

Bintang Chelsea, Eden Hazard – yang akan mengakhiri kontrak pada tahun 2020 – dikatakan sebagai pemain yang paling berpeluang gabung Real Madrid dari ketiga bintang tersebut. Selengkapnya di sini.

3. 4 Pemain Berlabel Bintang Ini Gagal Berlabuh ke AC Milan

AC Milan melakukan perekrutan bermutu pada 23 Januari 2019. Rossoneri mendatangkan striker haus gol asal Polandia, Krzysztof Piatek.

Piatek didatangkan dari klub Italia, Genoa. Meski baru dua bulan bersama AC Milan, Piatek sudah mencetak delapan gol dari 10 pertandingan. Kehadiran Piatek membawa Rossoneri berada di posisi keempat dengan 51 poin.

Selain Piatek, AC Milan juga merekrut gelandang serang asal Brasil, Lucas Paqueta. Pemain yang dibeli dari Flamengo itu mirip dengan legenda Rossoneri, Ricardo Kaka. Selengkapnya di sini.

KPK Tangkap Direktur Krakatau Steel di Rumahnya

Liputan6.com, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan seorang direktur PT Krakatau Steel, pukul 18.30 WIB, Jumat 22 Maret 2019. Ternyata, penyidik menangkap direktur BUMN itu di kediamannya di BSD City, Tangerang Selatan, Banten.

“Kalau lokasi di BSD City, di rumah direktur tersebut,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di gedung KPK, Jakarta, Jumat seperti yang dilansir Antara.

Total empat orang yang diamankan KPK dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Jakarta dan Tangerang Selatan. Tiga orang lainnya adalah pegawai PT Krakatau Steel dan pihak swasta.

“Ada transaksi yang sedang ditelusuri lebih lanjut baik dalam bentuk rupiah maupun dolar karena dari beberapa OTT yang digelar KPK ada menggunakan cash, ada menggunakan kombinasi dengan rekening juga,” ucap Febri.

KPK menduga sudah pernah terjadi transaksi suap kepada direktur Krakatau Steel sebelum OTT Jumat sore.

“Dalam hal ini pihak kontraktor yang kami indikasikan sebelumnya pernah punya kerja sama dalam penelitian proyek dengan BUMN tersebut. Jadi, kaitan kepentingannya sejauh ini terkait dengan hal itu,” ucap Febri.

KPK memiliki waktu maksimal 24 jam untuk menentukan status hukum dari pihak-pihak yang diamankan tersebut.

Sinopsis Sinetron SCTV Cinta Buta Episode Jumat 1 Maret 2019: Aulia Makin Dekat dengan Reyhan

Liputan6.com, Jakarta Cinta Buta makin bikin baper. Dokter kasih tahu Rama cuma menderita luka luar. mungkin pingsan karena benturan saja. Fathin terharu banget dan peluk. Fathin berterima kasih pada rama.. rama lega karena fathin nggak papa. Fathin makin baper.

Saat itu Angga yang baru selesai parkir mobil. Angga mikir jangan-jangan fathin mau bilang ke rama untuk cek apakah dia anak rama? Ini bisa gawat.., rama bisa benar benar curiga fathin anaknya… 

Sementara di episode Cinta Buta yang sama. Reyhan berterima kasih sekali pada Aulia yang mau datang dan mengakrabkan diri dengan orangtuanya.. Aulia senyum dan genggam tangan Reyhan dan bilang, kan dia mau buktiin ke Reyhan dia serius mau menjalin hubungan dengannya.

Aslan pulang dengan galau. Diia kaget lihat Melly ada di rumahnya. Didi ternyata yang mengundang. Didi perlakukan Melly kayak calon mantu. Aslan bawa banyak barang kebutuhan buat rumah.

Dan, apa yang terjadi di Cinta Buta selanjutnya…



2 dari 2 halaman

Jangan Ganggu

Melly bicara sama didi.  minta didi jangan larang aslan… ini kan impiannya aslan.. aslan selama ini susah dapet project. Sampe harus jadi taksi online… sekarang kesempatan itu datang… masa dilarang??

Di jalan angga berusaha ajak fathin bicara. Tapi fathin sibuk dengan pikirannya soal rama dan gimana harapannya sebagai anak rama makin besar… angga terus ajak bicara. Fathin malah jadi kurang ajar dan suruh angga jangan ganggu dia lagi mikir.

AS Tawarkan Hadiah Rp 14 M untuk Informasi Putra Osama bin Laden

Washington

Amerika Serikat menawarkan hadiah uang tunai hingga US$1 juta atau Rp14,1 miliar kepada siapapun yang dapat memberikan informasi mengenai keberadaan Hamzaputra, putra mendiang pendiri Al-Qaeda, Osama bin Laden.

Departemen Luar Negeri AS menyatakan Hamza bin Laden tengah dicari lantaran dia menjadi pemimpin kunci sebuah kelompok milisi Islam.

Beberapa tahun lalu, dia merilis pesan audio dan video, menyerukan kepada pengikutnya untuk menyerang AS dan para sekutunya demi membalaskan dendam atas pembunuhan sang ayah.

Osama bin Laden tewas dibunuh pasukan khusus AS di Pakistan pada 2011 lalu.

Semasa hidupnya, Osama menyetujui serangan ke AS pada 11 September 2001 yang menewaskan hampir 3.000 orang.

Hamza bin Laden, yang diyakini berusia sekitar 30 tahun, ditetapkan secara resmi oleh AS sebagai teroris global pada dua tahun lalu.

Dia menikahi putri Mohammed Attapelaku pembajakan salah satu pesawat komersial yang digunakan dalam penyerangan 11 September 2001, dan menabrakkannya ke gedung World Trade Center di New York.

Surat-surat dari Osama bin Laden yang disita dari rumahnya di Abbotabad, Pakistan, tempat dia dibunuh pada 2011mengindikasikan mendiang telah memupuk Hamza untuk menggantikannya sebagai pemimpin Al-Qaeda. Deplu AS menambahkan, Hamza diyakini merupakan putra favorit Osama.

“Kami meyakini dia mungkin berada di perbatasan Afghan-Pakistan dandia akan menyeberang ke Iran. Namun, dia bisa berada di mana saja di Asia Tengah bagian selatan,” kata Asisten Menteri di bidang Keamanan Diplomatik, Michael Evanoff.

https://twitter.com/Rewards4Justice/status/1101239592903168006

Hamza bin Laden diyakini menghabiskan beberapa tahun bersama ibunya di Iran, tempat dia dipercaya telah melangsungkan pernikahan.

Laporan lain menunjukkan dia mungkin pernah tinggal di Pakistan, Afghanistan, atau Suriah.


(ita/ita)
<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Top 3 Berita Hari Ini: Siswi SMP Jember Hilang Keperawanan Akibat Rayuan Miras

Liputan6.com, Jember – Top 3 berita hari ini mengungkap aksi pencabulan yang dilakukan seorang remaja putus sekolah (18) terhadap siswi SMP di Jember. Aksi bejat pelaku terungkap setelah korban mengaku telah ditiduri pria yang baru dikenalnya.

Oleh polisi, GN berhasil diciduk di rumahnya. Dari pengakuan pelaku, korban terlebih dulu diberi minuman keras agar mudah diajak untuk berhubungan badan. Perbuatan tersebut telah dilakukan GN sebanyak dua kali terhadap korban.

Sementara itu, kisah haru datang dari Provinsi Aceh. Seorang bapak menggantikan posisi anaknya di acara wisuda karena sang putri meninggal dunia akibat penyakit asam lambung.

Seperti teman-temanya di Prodi Kimia, Fakultas Tarbiyah, sejatinya saat itu Rina Muharami akan mengenakan atribut wisuda. Namun, Tuhan berkehendak lain. 

Bukhari tidak dapat menyembunyikan kesedihan dari raut mukanya, terlebih saat Rektor UIN Ar-Raniry, Prof Warul Walidin memeluk pria yang kesehariannya bekerja sebagai petani.

“Itu (SKL, red) nanti kita simpan sebagai kenang-kenangan karena dari awal saya sudah menguliahkan almarhum. Seharusnya, dia yang pertama mendapat gelar sarjana di keluarga,” ujar Bukhari, kepada Liputan6.com.

Berikut berita terpopuler dalam Top 3 Berita Hari Ini:

1. Rayuan Miras dan Hilangnya Keperawanan Gadis SMP di Jember

Foto: Dian Kurniawan/ Liputan6.com.

Siswa putus sekolah berinisial GN (18), warga Dusun Besuki Desa Sidomekar Kecamatan Semboro Kabupaten Jember, Jawa Timur, ditangkap polisi lantaran merayu siswi SMP minum minuman keras lalu mencabulinya.

Menurut Fathur, saat diinterogasi di Mapolsek Semboro, GN mengaku lebih dari sekali meniduri korban yang berasal dari kecamatan lain, yakni Kecamatan Gumukmas, Kabupaten Jember. Pertama kali korban dipaksa menyerahkan kegadisannya, Jumat, 1 Februari 2019.

Modusnya, tersangka GN menghubungi korban melalui WA, mengundang untuk datang ke rumahnya.

Selengkapnya…

2. Bikin Haru, Bapak di Aceh Diwisuda Gantikan Anaknya yang Meninggal Usai Skripsi

Bukhari lengkap dengan toga naik ke podium wisuda yang digelar Universitas Islam Negeri (UIN) Arraniry Banda Aceh, Kamis (27/2/2019). (Liputan6.com/ Rino Abonita)

Di rumah Bukhari (57) tentu saja tidak terpajang foto Rina Muharami sedang mengenakan topi wisuda dan baju toga. Putrinya itu berpulang sebelum sempat mengenakan atribut wisuda.

Rina sejatinya ikut dalam barisan wisudawan dan wisudawati saat acara wisuda yang digelar Universitas Islam Negeri (UIN) Arraniry Banda Aceh, Rabu, 27 Februari 2019. Namun, Rina meninggal dunia tepat sehari setelah ia menyelesaikan sidang skripsi pada 24 Januari 2019 lalu.

Anak pertama pasangan Bukhari-Nur Bayani itu meninggal karena penyakit asam lambung yang dideritanya.

Bukhari tidak pernah menyangka, kiranya dia yang akan mewakili putrinya menjadi sarjana.

Selengkapnya…

 3. Kronologi Dugaan Penganiayaan oleh Bahar bin Smith Versi Dakwaan JPU

Terdakwa kasus penganiayaan remaja, HB Assayid Bahar bin Smith menjalani sidang dakwaan di Pengadilan Negeri Klas IA Bandung, Kamis (28/2/2019). (Huyogo Simbolon)

Terdakwa kasus penganiayaan remaja, HB Assayid Bahar bin Smith menjalani sidang dakwaan di Pengadilan Negeri Klas IA Bandung, Kamis (28/2/2019). Selain Bahar, dua rekannya yakni Agil Yahya dan Basit Iskandar yang berstatus terdakwa juga turut disidang.

Jaksa mengatakan, pada Senin, 26 Nopember 2018 saksi korban CAJ (18) diajak oleh rekannya MKU (17) untuk menemani mengisi acara di Seminyak, Bali. CAJ yang disuruh MHU mengaku sebagai Habib Bahar bin Smith dalam acara tersebut.

Kemudian pada 1 Desember 2018 sekitar pukul 09.00 WIB, Bahar memerintahkan saksi Agil Yahya, untuk menemui Basid dan mengajak Habib Husein, Wiro, Keling (tersangka belum tertangkap) untuk membawa CAJ ke Pondok Pesantren Tajul Al Awiyin.

Selengkapnya…

2 dari 2 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Prabowo Janji Sunat Anggaran Kunjungan Pejabat ke Luar Negeri Bila Menang Pilpres

Liputan6.com, Jakarta – Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto berencana mengurangi anggaran perjalanan keluar negeri bagi para pejabat jika terpilih sebagai Presiden 2019. Menurutnya, anggaran perjalanan keluar negeri untuk pejabat sudah terlalu besar. 

“Kita harus kurangi pemborosan. Kalau saya dapat mandat dari rakyat, saya akan kurangi anggaran-anggaran untuk jalan-jalan ke luar negeri,” kata Prabowo di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (28/2/2019).

Prabowo mengaku sudah mulai menerapkan aturan larangan kunjungan ke luar negeri di partainya, yakni Gerindra. Namun, aturan itu masih kerap dilanggar oleh kadernya.

“Saya bikin peraturan tapi yang namanya bangsa Indonesia kadang-kadang sulit juga,” ungkapnya.

Dia lalu bercerita mengnai dua anggota DPRD dari Fraksi Partai Gerindra, yang mendatanginya untuk meminta izin studi banding ke Hongkong. Anggota DPRD tersebut sebelumnya mengaku belum pernah bepergian ke luar negeri.

 

2 dari 2 halaman

Beri Dispensasi

Karena Prabowo merasa kasihan dengan dua anggota DPRD itu, akhirnya dia mengizinkan mereka pergi. Namun dengan syarat harus membawa hasil yang konkret. 

“Pemimpin Indonesia kadang-kadang terlalu kasian, sudah diberi kebijakan, tapi bagiamana kasian juga, jadi saya bilang begini, ini sudah keputusan dprd seluruhnya? Ya sudah. Saya jarang-jarang kasih dispensasi,” ucap dia. 

Meski begitu, mantan Danjen Kopassus itu bingung mengapa masih ada pejabat tinggi yang sudah sering ke luar negeri, tapi masih terus ingin berangkat ke luar negeri.

Karena itu dia berencana mengurangi anggaran kunjungan keluar negeri. “Yang heran saya yang anggota-anggota yang sangat sudah sering keluar negeri, masih minta keluar negeri,” tandas dia.


Reporter: Sania Mashabi


Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: 

Khawatir Gempa Susulan, Warga Solok Selatan Pilih Tidur di Tenda

Solok Selatan – Gempa masih menghantui warga Kabupaten Solok Selatan Sumatera Barat. Ratusan orang memilih tidur di tenda-tenda darurat karena khawatir tertimpa reruntuhan bangunan. Gempa sendiri menyebabkan 55 orang terluka dan merusak lebih dari 500 unit rumah.

“Gempanya menghentak. Pas pagi tadi agak diayun dan sepertinya tadi malam sudah ada (rumah) yang retak. Jadi pas paginya banyak yang roboh,” kata Emi Susnawati, salah seorang warga korban gempa di Jorong Koto Sungai Kunyit, Nagari Sungai Kunyit, Kecamatan Sangir Balai Janggo Kabupaten Solok Selatan kepada detikcom di lokasi, Kamis (28/2/2019).

Menurut Emi, warga memilih tinggal di tenda-tenda darurat yang di dirikan di depan rumah atau di lapangan terbuka.
Selain karena rumahnya yang ikut rusak, warga memilih tidur di tenda karena khawatir akan terjadinya gempa susulan.

“Kami sudah nggak berani masuk rumah, karena sampai malam ini terasa gempa susulan. Jadi nggak berani. Takut menjadi korban,” jelas mantan kepala kampung itu.

Kepala Badan Pelaksana BPBD Kabupaten Solok Selatan, Joni Hasan Basri mengakui, warganya masih dihantui ketakutan dan memilih tidur di luar rumah.

“Masih trauma,” katanya. Ia menuturkan, sementara ini BPBD sudah menyalurkan bantuan-bantuan tanggap darurat ke lokasi.
(gbr/jbr)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Jerat Pidana Hoaks Ratna Sarumpaet

Liputan6.com, Jakarta – Aktivis perempuan Ratna Sarumpaet akhirnya duduk di kursi pesakitan. Pengadilan Negeri Jakarta Selatan untuk kali pertama menggelar sidang dugaan hoaks yang dilakukan ibunda artis Atiqah Hasiholan tersebut, Kamis 28 Februari 2019.

Jaksa mendakwa Ratna Sarumpaet telah menyebarkan berita bohong kepada banyak orang yang dapat menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat. Apalagi, berita bohong yang disebarkannya itu dinilai telah menimbulkan pro dan kontra.

Jaksa penuntut umum mendakwa Ratna Sarumpaet dengan dakwaan alternatif.

“Dakwaan kesatu Pasal 14 ayat (1) UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana atau dakwaan kedua Pasal 28 ayat (2) jo 45A ayat (2) UU No 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik,” ujar jaksa. 

Sementara pada dakwaan kedua, jaksa menduga Ratna Sarumpaet, dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, ras atau antar golongan (SARA).

“Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 28 ayat (2) Jo Pasal 45 A ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik,” tutur jaksa.

Dalam dakwaan, terungkap bahwa Ratna menangis mengaku dipukuli sehingga mukanya lebam dan bengkak. Jaksa menyatakan, pada Jumat 21 September 2018 sekira pukul 16.00 WIB, Ratna Sarumpaet memberitahukan kepada saksi Ahmad Rubangi, Saharudin, dan Makmur Julianto alias Pele akan pergi ke Bandung.

“Namun ternyata, terdakwa tidak pergi ke Bandung melainkan pergi ke Rumah Sakit Khusus Bedah Bina Estetika, Menteng, Jakarta Pusat untuk melakukan tindakan medis operasi perbaikan muka (facelift) atau tarik muka (pengencangan kulit muka),” kata jaksa.

Bedah medis tersebut, sudah dijadwalkan dengan dr Sidik Setiamihardja. Kemudian Ratna Sarumpaet ditempatkan di ruang perawatan kamar B1 lantai 3 untuk menjalani rawat inap sejak Jumat, 21 September 2018 sampai dengan Senin 24 September 2018.

“Bahwa selama menjalani rawat inap tersebut, terdakwa beberapa kali mengambil foto wajahnya dalam kondisl lebam dan bengkak akibat tindakan medis dengan menggunakan handphone merk Iphone. Setelah selesai menjalani rawat inap. Pada hari Senin tanggal 24 September 2018, terdakwa pulang ke rumah,” kata jaksa.

Di dalam perjalanan, Ratna mengirim beberapa foto wajah dalam kondisi lebam dan bengkak tersebut melalui whatsappnya kepada saksi Ahmad Rubangi. Saksi Ahmad kemudian menanggapi foto tersebut dengan membalas pesan Ya Allah, Kak sampai begitu.

Ratna pun membalas. “Dipukulin 2 laki-laki,” kata Jaksa.

Jaksa mengatakan, sesampainya di rumah, Ratna meminta Ahmad Rubangi untuk memanggil saksi Saharudin dan saksi Makmur Julianto alias Pele masuk ke kamar.

Ratna Sarumpaet lalu bercerita sambil menangis bahwa dipukuli orang dengan menunjukkan wajah lebam dan bangkak.

“Kemudian terdakwa mengatakan ingin istirahat. Selelah itu saksi Ahmad Rubangi dan saksi Makmur Julianto alias Pele dan saksi Saharudin keluar dari kamar terdakwa,” kata jaksa.

Keesokan harinya pukul 20.43 WIB, terdakwa mengirimkan foto yang sama ke Rocky Gerung dengan pesan, “21 September jam 18.50 WIB, area bandara Bandung”. Pukul 20.44 WIB, dia mengirim pesan lagi, “Not For Public”.

Rabu 26 September 2018 di Hotel Grand Mercure, Kemayoran, Jakarta Pusat, terdakwa bertemu dengan Deden Syarifuddin dan bercerita habis dipukuli. Dia pun kembali sambil menangis.

Pukul 16.30 WIB, Kamis 27 September 2018, saksi mengirim pesan lagi ke Rocky Gerung dengan pesan, “Hei Rocky negrinya makin gila n hancur – need badly :)”, dan pukul 16.33 WIB dengan pesan, “Need you badly”, pukul 16.36 WIB dengan pesan “Pasti kamu bahagia sekali disana ya, Penghormatan pada alam, bless you”.

Pada Jumat 28 September pukul 19.22 WIB, terdakwa kembali mengirim foto wajahnya ke Rocky Gerung dengan pesan “Day 7th”.

Pukul 23.00 WIB, Ratna Sarumpaet meminta Saharudin menelepon Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal. Setelah terhubung, dia curhat telah dianiaya sembari menangis. Dia meminta Said Iqbal ke rumahnya.

Ketika Said Iqbal datang, terdakwa berkata, “Kakak dianiaya” dan menceritakan kronologi penganiayaannya. Dia juga menunjukkan foto wajahnya yang lebam.

Dia lalu minta dipertemukan dengan Prabowo Subianto. Ratna mengaku sudah berbicara dengan Fadli Zon dan mendapat informasi tengah diatur waktu untuk bertemu Prabowo.

Dia kemudian mengirimkan foto wajah lebamnya ke Saiq Iqbal untuk diteruskan ke ajudan Prabowo atas nama Dani.

Pukul 23.01 WIB, Sabtu 29 September 2018, Ratna Sarumpaet mengirim foto wajahnya ke Rocky Gerung dengan pesan, “Mungkin aku tidak harus ngotot membantu memperbaiki bangsa yang sudah terlanjur rusak ini. It’s painful.”

Pukul 23.42 WIB dia juga kembali mengirimkan 3 foto wajahnya ke Basariaja alias Basari dan 3 menit kemudian dia mengirim pesan, “KK sedang sangat kesakitan/menderita saat KK minta tolong ingin bicara dengan Pak Joksan.”

Tak berhenti di situ, dia mengirim 3 foto wajahnya ke Simon Aloysius Mantiri dengan pesan, “Ini terjadi di area parkir Bandara Bandung 21 sept 2018, Saya harus bertemu 08 segera Pak Simon, Saya mohon …..” dan mendapat jawaban, “Kurang ajar sekali Bu itu pelakunya.”





2 dari 3 halaman

Akui Salah dan Ajukan Penangguhan Penahanan

Ratna Sarumpaet mengakui kesalahan di hadapan majelis hakim saat sidang perdana kasusnya di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

“Saya ingin menyampaikan sebagai warga negara yang harus berhadapan dengan pengadilan. Pengalaman dari saya ditangkap dan apa yang saya ketahui baik melalui bacaan saya betul melakukan kesalahan,” ucap Ratna, Kamis 28 Februari 2019.

Meski begitu, Ratna merasa ada beberapa poin yang tidak sesuai fakta. Dia melihat kasusnya bernuasa politik.

“Yang terjadi di lapangan dan terjadi peristiwa penyidikan ada ketegangan bahwa memang ini politik,” ucap dia.

Karenanya Ratna berharap majelis hakim mengutamakan keadilan dibandingkan kekuasaan.

“Dengan semua unsur yang ada di sini, marilah menjadi hero untuk bangsa ini. Bukan untuk saya. Tapi di atas segalanya hukum bukan untuk kekuasaan,” tutup dia.

Namun, tudingan nuansa politis ini dibantah kuasa hukum Ratna Sarumpaet, Desmihardi. Dia menyanggah adanya muatan politis yang disebut disebut kliennya.

“Tidak ada motif politik sama sekali. Dakwaan kedua kita lihat kebohongan itu diproduksi untuk meyakinkan masyarakat saja, dan bahkan untuk meyakinkan BPN Prabowo-Sandi,” katanya usai persidangan.

Desmihardi mengatakan, lontaran kebohongan yang disebut Ratna murni karena malu dengan keluarga. Dia menegaskan, kebohongan itu hanya dibuat untuk keluarga, tidak ada tujuan menyebarkannya kepada publik.

“Ini murni karena beliau malu lebamnya diketahui oleh keluarga, sehingga harus mengarang cerita bahwa beliau dipukuli. Ini kebohongannya hanya untuk keluarga, karena beliau ingin keluarga tidak tahu beliau operasi plastik,” katanya menandasi.

Pada sidang tersebut, pengacara juga mengajukan permohonan kepada majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan untuk mengalihkan status penahanan kliennya dari tahanan Polda Metro Jaya menjadi tahanan rumah atau kota.

Desmihardi membacakan pertimbangan mengajukan permohonan tersebut. Dia menyebutkan dua pertimbangan pengajuan penangguhan tahanan bagi kliennya, yakni berdasarkan hukum dan sisi kemanusian.

Ia menyatakan, Ratna Sarumpaet tidak ada niat melarikan diri. Kemudian, terdakwa tidak pernah melakukan hal-hal yang dapat dianggap mempersulit jalannya proses hukum.

“Bahwa selama proses pemeriksaan di tingkat kepolisian dan tingkat Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan terdakwa Ratna Sarumpaet sangat kooperatif dan tidak mempersulit jalannya pemeriksaan. Selanjutnya terdakwa maupun keluarga dalam hal ini anak-anak menjamin bahwa terdakwa akan selalu menghadiri persidangan dengan tidak sulit jalannya sidang pengadilan ini,” ucap Desmihardi.

Sementara itu, dari sisi kemanusiaan, terdakwa adalah seorang perempuan lemah yang telah berusia senja. Pada usia 69 tahun, dia sangat rentan dalam penyakit terbukti selama penahanan dilakukan terdakwa sering sakit-sakitan dan selama penahanan beberapa kali terdakwa harus diperiksa di Bidokkes Polda Metro Jaya.

Apabila terus-menerus ditahan, lanjut dia, akan memperburuk kesehatan Ratna Sarumpaet baik secara fisik maupun secara mentalnya.

“Tidak berlebihan melalui permohonan ini kami minta kemudian lagi sakit yang teramat agar terdakwa dapat dialihkan status,” ucap Desmihardi.

Desmihardi mengatakan, anak kandung terdakwa yakni Atiqah Hasiholan dan Fathom Saulina akan menjadi penjamin penangguhan penahanan Ratna Sarumpaet.

Oleh karena itu, pengacara memohon kearifan dan kebijaksanaan ketua majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan untuk mengalihkan jenis penahanan rutan menjadi penahanan rumah atau kota atas terdakwa Ratna Sarumpaet.

“Tujuan permohonan kami bukan untuk ditangguhkan akan tetapi hanya sebatas pada pengalihan jenis penahanan yang semula penahanan rumah tahanan negara menjadi penahanan rumah tahanan kota sebagaimana yang diatur dalam KUHP,” kata Desmihardi.

3 dari 3 halaman

Siapkan 20 Saksi Ahli

Jaksa Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan berencana menghadirkan 20 saksi untuk sidang kasus penyebaran berita bohong yang menjerat Ratna Sarumpaet. Hanya, jaksa enggan membeber siapa 20 saksi tersebut.

“20 saksi fakta, 5 saksi ahli, dan saksi meringankan,” kata Jaksa kasus Ratna Sarumpaet, Panyaman di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis 28 Februari 2019.

Panyaman menegaskan nama Prabowo dan Fadli Zon tidak masuk dalam daftar itu. Hanya Wakil Ketua Tim Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga yang disebut akan dihadirkan senagai saksi di persidangan.

“Dalam bacaan saya tidak ada nama Prabowo dan Fadli Zon,” imbuhnya.