ONE Championship: Tekad Eko Roni Bayar Kekalahan di Laga Debut

Liputan6.com, Jakarta – Pegulat asal Indonesia Eko Roni Saputra bertekad menjalani latihan keras setelah kekalahan dalam pertarungan debutnya di ajang ONE Championship pada Jumat (12/4/2019) lalu di di Mall of Asia Arena di Manila, Filipina. Kala itu Eko takluk dari petarung Singapura, Niko Soe.

Laga debut Eko di ONE Championship tidak sesuai harapan. Petarung asal Samarinda, Kalimantan Timur itu harus menyerah dengan TKO pada ronde pertama.

Namun, juara gulat nasional ini ingin melupakan kekalahan itu dan segera bangkit. Saat ini, Eko Roni Saputra sudah kembali ke Samarinda untuk bertemu dengan keluarga.

Melalui akun Instagramnya, petarung yang turun di kelas terbang ONE Championship ini sudah bertemu istri dan anak semata wayangnya. Tampak kening sebelah kanannya masih ditutup dengan perban.

“Setelah melalui perjalanan hampir seharian, saya akhirnya sampai di Samarinda. Saat ini saya sudah bertemu dengan keluarga,” sapa Eko Roni Saputra.

“Saya akan terus bekerja keras, prinsip saya gagal bangkit, gagal bangkit,” ucap Eko Roni Saputra.

One Championship dengan tajuk One : Roots of Honor itu berlangsung sukes. Apalagi dua laga utama berlangsung dengan keras. Martin “The Situ-Asian” Nguyen yang mewakili Vietnam dan Australia meneruskan dominasinya di kelas bulu (featherweight) dengan kemenangan KO spektakuler atas mantan juara dunia Narantungalag Jadambaa asal Mongolia untuk mempertahankan gelar One Featherweight World Champion.

Eko Roni dan Dwi Ani Retno Bawa Pelajaran Berharga dari Manila

Atlet penyumbang medali perak bagi Indonesia di ajang SEA Games ini, mengaku bahwa ia kerap tampil agresif dalam gulat. Hal ini nampaknya terbawa saat ia tampil, dimana ia sempat membanting lawan di awal stanza.

“Saya pikir saya unggul dari segi poin sebelum terkena sikutan. Satu hal yang dapat saya petik sebagai pelajaran adalah bagaimana mengatur ritme,” katanya.

“Di gulat, bisa saja maju terus untuk menyerang, namun di MMA, adakalanya saya harus mundur,” ujarnya.

“Rekan setim saya di Evolve, Alex Silva, mengatakan bahwa terlalu agresif di awal laga bukan strategi yang bagus, kecuali kalau sudah memasuki ronde akhir.”

Selepas laga, banyak yang menanyakan kondisinya, termasuk CEO One Championship Chatri Sidyodtong. Eko menjawab bahwa kondisinya baik-baik saja dan siap untuk kembali bertanding.

“Saya akan beristirahat seminggu, sebelum melakukan persiapan untuk laga selanjutnya. Saya siap untuk laga selanjutnya, karena ada rasa penasaran juga,” ujar Eko, yang saat ini berada di Samarinda, Kalimantan Timur bersama keluarga besarnya.

One Championship: Eko Roni Saputra Yakin Bisa Kalahkan Petarung Singapura

Liputan6.com, Jakarta – Petarung Indonesia, Eko Roni Saputra bakal debut di One Championship, 12 April 2019 di Manila, Filipina. Eko dijadwalkan bertarung dengan petarung asal Singapura, Niko Soe di kelas flyweight.

Eko mengakui, lawannya punya lebih banyak pengalaman di One Championship. Namun mantan atlet gulat nasional ini tidak gentar.

“Lawan lebih berpengalaman empat kali. Tetapi saya tidak frustasi dan semangat, saya yakin bisa menang,” kata Eko saat jumpa pers di Jakarta, Jumat (5/4/2019).

Eko tak main-main mempersiapkan debutnya di One Championship. Petarung berusia 27 tahun ini mengaku telah bersiap selama beberapa bulan di Singapura.

Meski terkenal sebagai pegulat, Eko mengaku telah memelajari teknik beladiri lain seperti ju jitsu dan muay thai. Selain itu, Eko mengungkapkan juga punya dasar olahraga tinju.

“Saya dari umur lima sampai 13 tahun dilatih ayah saya tinju,” ujar Eko.

Engelen Siap Kibarkan Merah Putih di One: A New Era