Bertemu Budayawan Jabar, Sekjen PDIP Cerita Upaya Pemerintah Bersihkan Citarum

Liputan6.com, Bandung – Rombongan Safari Kebangsaan VIII yang dipimpin Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto bertemu budayawan Jawa Barat di kediaman aktor Indonesia, Budi Dalton di Kota Bandung. Turut hadir juga sejumlah budayawan dan seniman seperti Edi Brokoli.

Budi mengatakan, banyak sekali program yang disinergikan dengan para budayawan di Jawa Barat, khususnya yang ada di pinggiran yang jarang tersentuh.

“Saya tidak mewakili, tetapi saya sebagian kecil pelaku budaya, berterima kasih pada PDI Perjuangan, yang telah meluangkan waktunya mendengarkan keluhan budayawan Jabar,” ungkap Budi di lokasi, Jum’at (22/2/2019).

Menurut Budi, target dari berbagai macam programnya adalah kaum milenial dan wilayah yang belum tersentuh.

“Sebetulnya di kalangan milenial sekarang melakukan sesuatu dengan cara masing-masing. Jadi perlu dirangkul dan diarahkan,” tutur dia.

Di saat bersamaan, Hasto turut menyatakan Jabar kaya dengan tradisi kebudayaan. Namun, jika modernitas berdiri tanpa keseluruhan jati diri, maka kebudayaan akan kehilangan akarnya.

“Untuk itu, berbagai strategi kebudayaan harus dijalankan bersama-sama karena sangat sesuai dengan kepribadian kita apalagi di Jawa Barat,” ujar Hasto.

Hasto berharap, dari pertemuan ini para tokoh kebudayaan dapat memperindah politik pada kesejatiannya. Yaitu, dengan kebudayaan tariannya, kuliner dan seluruh nilai luhur bangsa.

“Sekali lagi, kami bertemu dengan para tokoh kebudayaan ini untuk mendorong hijrah politik menjadi wajah yang membangun keadaan politik yang santun, yang toleran, yang mencintai seluruh isi alam raya,” tukas Hasto.

2 dari 2 halaman

Bersihkan Citarum

Hasto juga mengajak para seniman dan budayawan menjadi bagian penting dalam upaya pelestarian lingkungan di Jabar.

Menurutnya, salah satu langkah konkret pelestarian lingkungan adalah menjaga sumber mata air di Sungai Citarum.

Hasto mengatakan, pemerintahan Jokowi telah berupaya keras agar bisa membersihkan Sungai Citarum dari sampah plastik. Selain itu, pelestarian terhadap kesenian, adat istiadat hingga makanan juga perlu dilakukan.

“Inilah yang membuat politik benar-benar membumi. JokowiKiai Ma’ruf, turun ke rakyat dan menyentuh hal-hal yang fundamental. Tidak lagi bicara fitnah, tebar hoaks sana-sini tetapi benar-benar yang dibutuhkan rakyat,” tandas Hasto.

 

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: 

 

HEADLINE: MRT Jakarta, Ikon Baru yang Terwujud Setelah Penantian 34 Tahun

Liputan6.com, Jakarta – Wakil Presiden Jusuf Kalla atau JK tampak semringah. Tiba di Stasiun Bundaran HI, Jakarta Pusat, Rabu 20 Februari 2019 pukul 10.30 WIB, JK dan rombongan langsung naik kereta mass rapid transit (MRT) Jakarta menuju Stasiun Lebak Bulus. Sepanjang perjalanan, JK tampak menikmati moda transportasi baru Ibu Kota ini.

Didampingi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, dan Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar, JK tak hanya menjajal rasanya jadi penumpang. JK yang mengenakan batik panjang dan bertopi hitam itu juga duduk di kursi masinis saat kereta kembali menuju Stasiun Bundaran HI.

“Sistem ini cocok kalau untuk Jakarta, (karena) penduduknya 10 juta. Pokoknya 10 tahun minimum 200 kilometer harus jadi, baru Jakarta akan bersaing sebagai kota metropolitan,” ujar JK usai mencoba moda transportasi yang diberi nama Ratangga oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan itu.

Ratangga atau MRT Jakarta memang belum beroperasi secara reguler, namun terus melakukan uji coba setiap harinya hingga diresmikan pada akhir Maret mendatang. Uji coba itu pun belum bisa mengikutkan warga Ibu Kota.

“MRT baru beroperasi penuh antara tanggal 24 Maret dan 31 Maret. Minggu depan uji coba penuh (full trial run), tapi masih belum bisa melibatkan publik. Publik baru bisa mencoba tanggal 12 Maret dan harus mendaftar melalui website MRT,” terang Corporate Secretary PT MRT Jakarta Muhammad Kamalludin kepada Liputan6.com, Jumat (22/2/2019).

Usai melakukan pendaftaran, nantinya masyarakat akan mendapatkan quick response (QR) code atau bukti pendaftaran yang perlu dicetak. Bukti itu nantinya perlu dibawa pada saat mau menjajal naik MRT. Masyarakat yang ingin naik Ratangga secara gratis itu pun tak dibatasi oleh kuota.

Selama masa uji coba tersebut, lanjut dia, masyarakat yang akan menggunakan MRT tidak akan dipungut biaya sama sekali alias gratis. Di sisi lain, jumlah kereta yang disediakan masih dibatasi karena belum diluncurkan secara resmi.

“Nanti prosedurnya masih kita susun, dan batas (jumlah masyarakat) masih kita tentuin, kemudian aksesnya dari stasiun mana dulu. Ini juga belum langsung serempak 13 stasiun langsung full pelayanan, kan masih belum bayar, masih gratis, makanya kita atur dulu,” jelas Muhammad Kamalludin.

Pada Fase I ini, MRT Jakarta memiliki 13 stasiun. Tujuh di antaranya adalah stasiun layang yang berada di Lebak Bulus, Fatmawati, Cipete Raya, Haji Nawi, Blok A, Blok M, dan Sisingamangaraja. Sedangkan stasiun bawah tanah berada di Senayan, Istora, Bendungan Hilir, Setiabudi, Dukuh Atas, dan Bundaran Hotel Indonesia.

Jika sudah beroperasi penuh dan semua stasiun telah dibuka untuk melayani jalur perjalanan sepanjang 15,7 kilometer, pihaknya meyakini Ratangga bisa membawa 130 ribu penumpang setiap harinya. Namun, bukan hanya jumlah penumpang yang menjadi perhatian PT MRT Jakarta, melainkan adanya perubahan budaya warga Ibu Kota.

“Kita tentunya ingin mengembangkan budaya mengantre dengan tertib dan teratur, untuk kemudian beralih ke moda lain seperti bus umum dan kendaran pribadi maupun online di tempat yang sudah ditentukan secara disiplin,” ujar Muhammad Kamalludin.

Hanya saja, dia belum mengetahui tarif atau ongkos yang akan dikenakan bagi penumpang Ratangga nantinya. “Tarif akan diumumkan Pemprov DKI,” pungkas dia.

Sementara, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan pihaknya sedang melakukan kajian final untuk menghitung tarif MRT Jakarta. Dia menyebutkan, kajian tarif MRT Jakarta bakal dihitung berdasarkan jarak per kilometer.

“Tinggal diumumkan, sebelum data lengkap saya tidak akan umumkan (angkanya),” kata Anies saat ditemui di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Jumat (22/2/2019).

Oktober 2018 lalu, PT MRT Jakarta mengajukan tarif jarak terjauh, Stasiun Lebak Bulus-Hotel Indonesia sebesar Rp 13 ribu. Usulan tarif ini sudah diserahkan kepada Pemprov DKI Jakarta untuk diputuskan.

Angka tersebut berasal dari kajian tentang kesanggupan masyarakat membayar ongkos perjalanan MRT. Hasilnya, masyarakat akan membayar Rp 8.500 untuk 10 kilometer pertama. Sedangkan untuk rute selanjutnya, formulasi biaya yang dibebankan adalah Rp 700 per kilometer.

Sementara pada peninjauan November tahun lalu, Presiden Jokowi memperkirakan tarif perjalanan menggunakan Ratangga paling tinggi Rp 9.000.

“Tarifnya Rp 8.000 sampai Rp 9.000,” kata Jokowi di Stasiun Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Selasa 6 November 2018.

2 dari 3 halaman

Melayang Bisa, Masuk Terowongan Ayo

Mimpi buruk warga Jakarta akan kemacetan yang setiap hari terpampang di depan mata agaknya bakal segera berkurang. Mulai Maret mendatang, Jakarta akan memiliki sistem transportasi mass rapid transit (MRT) yang diharapkan pemerintah menjadi langkah pertama menghapus kemacetan di Ibu Kota.

Sarana transportasi yang kini juga populer dengan istilah Moda Raya Terpadu itu diyakini bakal membuat warga pengguna kendaraan pribadi beralih menggunakan MRT Jakarta. Alasannya, moda ini bebas macet, cepat dan modern.

“Inilah saatnya untuk mengubah Jakarta. Inilah saatnya untuk menjadikan Jakarta lebih baik dan bebas dari kemacetan,” kata Direktur MRT Jakarta William Sabandar, beberapa waktu lalu.

Ucapan William tak main-main. Ada tiga moda transportasi berbasis rel yang akan mengepung Jakarta di masa depan. Yakni kereta rel listrik (KRL), light rail transit (LRT) dan MRT. Ketiga moda transportasi dengan sarana kereta tersebut diharapkan mampu melayani mobilitas warga Ibu Kota dalam beraktivitas sehari-hari, sekaligus memangkas kemacetan.

Meski terkesan sama, ketiga moda ini punya beberapa perbedaan baik dari perlintasan, kapasitas penumpang, dan rangkaiannya. LRT atau kereta api ringan, misalnya, mengacu pada beban ringan dan bergerak cepat. Meskipun MRT dan KRL memiliki daya angkut lebih besar, LRT dapat memindahkan penumpang melalui operasi rute yang lebih banyak.

Selain itu, kelebihan dari moda transportasi LRT ini, sistem perlintasannya dibuat melayang sehingga tidak memiliki konflik sebidang yang sering ditemukan di lintasan KRL. Karenanya, headway atau jarak antarkereta dapat dipastikan waktunya.

Sedangkan commuter line atau KRL yang sudah mulai beroperasi sejak tahun 1925 merupakan kereta rel yang menggunakan sistem propulsi motor listrik sebagai penggerak keretanya. KRL yang melayani rute Jabodetabek ini seringkali mengalami konflik sebidang dengan penyeberangan jalur kendaraan mobil dan motor. Hal ini yang kerap menimbulkan kemacetan serta kecelakaan.

Kemudian MRT yang merupakan transportasi dengan transit cepat dan memiliki daya angkut yang lebih besar dari LRT. Perlintasannya dibuat melayang dan bawah tanah, sehingga meminimalisir pertemuan dengan konflik sebidang sama halnya dengan LRT.

Ketika tahap pertama mulai beroperasi pada Maret mendatang, 14 rangkaian kereta MRT akan digunakan untuk layanan harian mulai pukul 05.00 pagi hingga tengah malam. Sementara dua lainnya tetap disiagakan jika terjadi keadaan darurat. Rute ini membentang sejauh 15,7 kilometer antara Lebak Bulus di pinggiran selatan dan Bundaran Hotel Indonesia.

Lebak Bulus adalah lingkungan perumahan yang padat penduduk. Dengan transportasi umum lainnya, dibutuhkan waktu sekitar 90 menit untuk menempuh perjalanan menuju Bundaran HI. Tetapi, dengan MRT waktu perjalanan akan menjadi satu jam lebih pendek atau hanya sekitar 30 menit.

“Kita bersama-sama mencoba MRT dari Bunderan HI sampai di Lebak Bulus sepanjang 16 KM. Ini uji coba terus dan saat tadi kita naik dengan kecepatan 60 km per jam, suaranya dapat dikatakan tidak ada bisingnya, tidak terdengar, menurut saya sangat bagus sekali,” puji Presiden Jokowi usai menjajal MRT di Depo Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Selasa 6 November 2018.

Pada kesempatan itu, Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar juga memaparkan spesifikasi teknis moda yang diberi nama Ratangga ini. Dia mengatakan, kereta MRT Jakarta dibuat oleh perusahaan Nippon Sharyo asal Jepang. Posisi kemudi masinis berada di sisi sebelah kanan karena disesuaikan dengan arah jalur perjalanan kereta.

Seluruh kereta MRT Jakarta dibuat dari material stainless steel. Satu rangkaian kereta MRT Jakarta dapat menampung sebanyak 1.200 penumpang dan jika sangat padat dapat mencapai 1.950 penumpang. Satu unit kereta atau gerbong memiliki 2 unit penyejuk ruangan.

Satu rangkaian kereta nantinya terdiri dari 6 kereta. Pada kereta 1 dan 6 yang merupakan kereta dengan kabin masinis merupakan kereta tanpa motor penggerak atau disebut juga trailer car. Untuk kereta 2 hingga 5 yang merupakan kereta tanpa kabin masinis memiliki masing-masing 1 pantograf tipe single arm dengan motor penggerak atau disebut juga motor.

Dengan semua keunggulan itu, MRT ternyata tak hanya diperuntukkan bagi warga Jakarta. Paling tidak menurut Presiden Jokowi, moda transportasi jenis ini akan terus digeber di kota-kota lain yang memiliki problem serupa dengan Ibu Kota.

“Memang harus berani memulai seperti di sini. Jakarta sudah memulai. Palembang memulai. Nanti Bandung mulai, Surabaya mulai, Medan mulai. Saya kira memang transportasi massal ini adalah masa depan transportasi kita untuk menghindari kemacetan di kota mana pun,” ujar Jokowi.

Pertanyaan sekarang, apakah proses pembangunan moda MRT di kota-kota lain juga akan memakan waktu yang lama seperti di Jakarta?

3 dari 3 halaman

Mimpi Habibie yang Terwujud di Era Jokowi

Keinginan untuk menjadikan Jakarta sebagai kota yang modern, khususnya dari sisi moda transportasi, sudah tercetus sejak lama. Puluhan tahun lalu, banyak sudah studi yang mempelajari pengembangan sarana transportasi modern di Ibu Kota.

Bahkan, sejak 1980 lebih dari 25 studi subjek umum dan khusus telah dilakukan terkait dengan kemungkinan membangun sistem mass rapid transit (MRT) di Jakarta. Sementara dari sisi pemikiran, ide awal transportasi massal ini sudah dicetuskan sejak 1985 oleh Bacharuddin Jusuf Habibie yang ketika itu menjabat Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).

Tak sekadar mencetuskan gagasan, Habibie juga mendalami berbagai studi dan penelitian tentang MRT. Namun, semua gagasan itu tak kunjung terwujud. Salah satu alasan utama yang membuat rencana itu tertunda adalah krisis ekonomi dan politik pada 1997-1999.

Selepas krisis, Jakarta yang ketika itu dipimpin Gubernur Sutiyoso melanjutkan studi sebelumnya. Selama 10 tahun pemerintahan Sutiyoso (1997-2007), setidaknya ada dua studi dan penelitian yang dijadikan landasan pembangunan MRT.

Pada 2004, Sutiyoso mengeluarkan keputusan gubernur tentang pola transportasi makro untuk mendukung skenario penyediaan transportasi massal, salah satunya angkutan cepat terpadu yang akan digarap pada 2010.

Dilanjutkan Agustus 2005, sub Komite MRT dibentuk untuk mendirikan perusahaan operator MRT. Pada 18 Oktober 2006, dasar persetujuan pinjaman dengan Japan Bank for International Coorporation dibuat.

Perlu dua tahun kemudian atau setahun setelah Fauzi Bowo menggantikan posisi Sutiyoso menghuni Balai Kota Jakarta, PT Mass Rapid Transit Jakarta (PT MRT Jakarta) berdiri pada 17 Juni 2008. Berbentuk badan hukum perseroan terbatas dengan mayoritas saham dimiliki oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta (Pemprov DKI Jakarta 99.98% dan PD Pasar Jaya 0.02%)​.

Dikutip dari laman www.jakartamrt.co.id, PT MRT Jakarta memiliki ruang lingkup kegiatan di antaranya untuk pengusahaan dan pembangunan prasarana dan sarana MRT, pengoperasian dan perawatan prasarana dan sarana MRT, serta pengembangan dan pengelolaan properti/bisnis di stasiun dan kawasan sekitarnya, serta depo dan kawasan sekitarnya.

Pada tahun yang sama, perjanjian pinjaman untuk tahap konstruksi ditandatangani, termasuk pula studi kelayakan pembangunan MRT. Pada 31 Maret 2009, perjanjian kredit pertama dengan jumlah 48,150 miliar Yen untuk membangun Sistem MRT Jakarta ditandatangani Pemerintah Indonesia dan Japan International Corporation Agency (JICA) di Tokyo, Jepang. Secara keseluruhan, paket pinjaman dari JICA untuk pengembangan sistem MRT Jakarta bernilai total ¥ 120 miliar Yen.

Namun, semua itu tak membuat pembangunan MRT dimulai yang berarti janji Fauzi Bowo di masa kampanyenya Pilgub 2007 tak bisa dipenuhi. Pada Pilgub DKI Jakarta 2012, dia berjanji lagi bakal mengembangkan dan mengerjakan MRT jika kembali terpilih. Namun, dia kalah dari Joko Widodo atau Jokowi yang kemudian memimpin Ibu Kota.

Pengerjaan desain dasar untuk tahap pertama proyek MRT yang dibuat pada akhir 2010 dilanjutkan. Proses tender berlangsung pada akhir 2012 ketika gubernur baru Jakarta itu tiba-tiba mengatakan ingin meninjau kembali proyek MRT Jakarta. Jokowi juga mengumumkan bahwa proyek ini akan dilanjutkan sebagai salah prioritas dalam anggaran tahun 2013.

Butuh waktu setahun bagi Jokowi memutuskan pembangunan proyek MRT akan mulai dikerjakan. Pembahasan ini juga sempat alot ketika Jokowi rapat dengan warga Fatmawati yang terkena imbas proyek. Pada 28 November 2012, sang gubernur bahkan sempat keluar ruangan lantaran ada kericuhan dan protes warga yang menolak proyek MRT.

Namun, mimpi itu akhirnya mulai diwujudkan. Pada Kamis 10 Oktober 2013, pengerjaan proyek ini resmi dimulai dengan peletakan batu pertama di atas lahan yang rencananya berdiri Stasiun MRT Dukuh Atas, salah satu kawasan paling sibuk di Jakarta Pusat.

“(Sudah) 24 tahun warga Jakarta ini mimpi pengen punya MRT, mungkin juga sudah banyak yang mimpinya sudah hilang karena kok nggak dimulai-dimulai. Alhamdulillah pada pagi hari ini dimulai,” ujar Jokowi dalam sambutannya.

Lebih dari lima tahun setelah proyek ini mulai dikerjakan, MRT yang kini juga disebut dengan Moda Raya Terpadu itu akan segera diresmikan untuk beroperasi secara penuh. Jokowi yang kini menjabat sebagai Presiden RI direncanakan meresmikan moda transportasi yang diberi nama Ratangga oleh Gubernur Anies Baswedan itu pada Maret mendatang.

Namun, Ratangga dengan rute Lebak Bulus-Bundaran HI bukanlah akhir mimpi Jokowi. Dia juga sudah meminta agar tahun ini juga pembangunan MRT Jakarta tahap kedua, yakni rute Bundaran Hotel Indonesia-Kampung Bandan (Ancol) segera dimulai. Demikian pula pembangunan MRT koridor East-West.

“Kita harapkan nanti pada tahapan kedua, HI sampai ke Ancol. Tahun depan plus kita harapkan yang East-West,” kata Jokowi di Depo MRT Lebak Bulus, Selasa 6 November 2018.

Jadi, selamat datang Ratangga dan Jakarta yang makin modern.

Safari Kebangsaan VIII, PDIP Libatkan Milenial Melek Teknologi

Liputan6.com, Jakarta PDI Perjuangan menggelar Safari Kebangsaan VIII dengan sasaran Bandung dan Cimahi. Selain jajaran pengurus PDIP, Safari juga diikuti tim cawapres Ma’ruf Amin.

Sekjen PDIP yang juga Sekjen Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf, Hasto Kristiyanto menyatakan, Jawa Barat terkenal dengan benih nasionalismenya yang kuat. Sukarno pernah berpidato di kota itu dengan ‘Indonesia Menggugat’ dan adanya peristiwa Bandung Lautan Api.

“Dengan seluruh kebudayaan dan kreativitasnya, maka safari politik ini nanti akan berpuncak pada kegiatan para milenial yang peduli teknologi. Mereka yang melek dengan startup dan unicorn dan mereka yang berdiri dalam akar kebudayaannya,” ujar Hasto di Kantor DPP PDIP, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta, Jum’at (22/2/2019).

“Jadi, semua yang kami datangi nanti adalah pusat kreativitas, inovasi, dan milenial yang salah satu di Indonesia ini ada di Bandung,” lanjutnya.

Salah satu acara yang dimaksud adalah acara ‘Ngahiji Sareng Redme’ yang akan dilaksanakan di Click Square Bandung. Namun sebelum itu, Hasto akan silaturahmi dengan budayawan, komunitas kopi, dan mengikuti sejumlah deklarasi kepada Paslon 01, Jokowi-Ma’ruf Amin.

Rombongan juga akan menyempatkan diri mengikuti gebyar kampung KB. Selain itu, akan ada pertunjukkan wayang golek yang nantinya mengangkat cerita pentingnya sebuah keluarga dalam menyongsong kehidupan.

2 dari 2 halaman

Berawal dari Keluarga

Menurut Hasto, perencanaan, kesejahteraan, kepemimpinan yang baik semua dimulai dari keluarga.

“Bagaimanapun, kesejahteraan itu dimulai dari rumah tangga. Kami memberikan pesan pentingnya perencanaan keluarga. Karena untuk membangun kesejahteraan itu dimulai dari keluarga,” ucap Hasto.

Sebelumnya, Safari Politik Kebangsaan I hingga VII dilakukan ke wilayah Pantura Jawa, menyusuri pantai selatan Jawa, Sumatera Utara, Banten, wilayah Jakarta Barat dan Selatan, wilayah Tapal Kuda Jawa Timur, dan Cianjur-Sukabumi-Bogor.


Saksikan video pilihan di bawah ini:

Pernikahan Syahrini dan Reino Barack 27 Februari 2019 di Jepang Ditayangkan Eksklusif TV Swasta?

Liputan6.com, Jakarta – Isu rencana pernikahan Syahrini dan Reino Barack yang sempat mengundang tanda tanya, akhirnya mulai terkuak. Keduanya direncanakan menikah di Tokyo, Jepang pada Rabu, 27 Februari 2019 mendatang.

Kabar pernikahan Syahrini dan Reino Barack ini disampaikan melalui akun @silet_indigo milik tayangan infotainment tersebut.

“@princessyahrini & @reinobarack akan menikah 27 Februari di Jepang, rombongan keluarga Syahrini bertolak ke Jepang. Simak liputan EKSKLUSIF silet jam 9 pagi…,” pesan akun tersebut dalam keterangan sebuah video singkat, Jumat (22/2/2019) pagi.

Apakah, pernikahan Syahrini di Jepang, minggu depan juga akan ditayangkan eksklusif di sebuah stasiun televisi swasta?

2 dari 3 halaman

Masjid di Tokyo

Sempat berembus kabar bahwa Syahrini dan Reino Barack akan melangsungkan ijab kabul di Masjid Camii Tokyo, tempat yang sama saat Maia Estianty dan Irwan Mussry mengucap janji suci.

Usut punya usut, Masjid Camii Tokyo tempat yang akan digunakan Syahrini dan Reino Barack menikah dibangun oleh ayah Reino Barack, penugsaha kaya raya Rosano Barack. Hal itu diungkapkan oleh Nasaruddin Umar, imam besar Masjid Istiqlal Jakarta.

Reino memang berdarah Jepang, dari ibunya. Dan, Tokyo sudah merupakan rumah kedua buat pengusaha yang juga mantan kekasih Luna Maya itu. 

Dalam sebuah perbincangan dengan Liputan6.com, beberapa waktu lalu, Reino sempat mengungkapkan Irwan Mussry pernah meminta ayahnya membantu pengurusan pernikahannya dengan Maia Estianty, Oktober 2018, di masjid itu. 

3 dari 3 halaman

Adik Syahrini

Aisyah Rani, adik kandung Syahrini juga tutup mulut soal rencana pernikahan kakaknya dengan Reino Barack. Tapi, tanda persiapan pernikahan itu sudah semakin jelas. 

Inces Syahrini smepat ziarah ke makam ayahandanya Dadan Zaelani. Dan, Dalam unggaha di IG pun penyanyi lagu “Sesuatu” itu mengungkapkan meminta restu pada sang bunda. 

Momen-Momen Jokowi Jenguk Ibu Ani Yudhoyono

Liputan6.com, Jakarta Presiden Joko Widodo atau Jokowi dan Ibu Negara Iriana menjenguk istri Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Ani Yudhoyono di Rumah Sakit National University Hospital (NUH) Singapura.

Seperti diberitakan sebelumnya, mantan Ibu Negara RI itu dirawat karena menderita kanker darah. Ani Yudhoyono sudah menjalani perawatan di rumah sakit ini sejak 2 Februari 2019.

Berikut momen-momen yang tercipta saat Presiden Jokowi menjenguk Ani Yudhoyono:

2 dari 5 halaman

Disambut Hatta Rajasa dan AHY

Presiden Jokowi didampingi Iriana Jokowi tiba di National University Hospital (NUH) Singapore petang ini pukul 16.45. Jokowi didampingi putranya yaitu Kaesang Pangarep dan Kepala Staf Presiden Moeldoko.

Kedatangan rombongan Jokowi disambut mantan Menko Perekonomian yang juga besan SBY, Hatta Radjasa dan putra sulung SBY, Agus Yudhoyono di lobi rumah sakit.

3 dari 5 halaman

Melihat Kondisi Ani

Setiba di ruang perawatan Ibu Ani, Jokowi dan Iriana disambut SBY dan menantunya, Annisa Pohan. Jokowi dan Iriana kemudian melihat kondisi Ibu Ani.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu mendoakan agar mantan Ibu Negara itu segera diberikan kesehatan.

“Kami dan seluruh masyarakat Indonesia mendoakan untuk kesembuhan Ibu,” kata Jokowi.

4 dari 5 halaman

Bincang-Bincang Jokowi dan SBY

Setelah itu, Jokowi dan Iriana sempat berbincang-bincang dengan SBY di sebelah ruang perawatan Ani.

Dalam pertemuan itu, turut hadir Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, mantan Menko Perekonomian sekaligus besan SBY, Hatta Rajasa, putra bungsu Jokowi Kaesang Pangarep, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan istrinya Annisa Pohan.

5 dari 5 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Ternyata Mengurus Visa Traveling ke Turki Gampang Banget, Ini Caranya!

Liputan6.com, Jakarta Hagia Sophia, salah satu tujuan wisata terpopuler di Istanbul Turki mungkin masuk ke dalam wishlist traveling-mu. Bangunan bersejarah ini pada awal pendiriannya diperuntukan sebagai katedral, kemudian berubah menjadi sebuah masjid. Sejak 1935 hingga kini, Hagia Sophia pun beralih fungsi menjadi museum.

Selain Hagia Sophia masih banyak destinasi menarik lainnya di Turki yang sarat akan nilai sejarah dan budaya. Jika kamu mempunyai rencana traveling ke negara tersebut, jangan lupa kalau untuk memasuki Turki kamu pun harus mempunyai visa.

Bagaimana cara mengurus visa Turki? Ternyata mudah, lho! Ada tiga cara yang bisa kamu lakukan untuk mengurusnya.

1. Mengurus Visa on Arrival

Inilah cara paling mudah untuk mendapatkan visa Turki. Jika kamu mendarat di Bandara Attaturk, Istanbul, kamu tinggal melihat signboard yang mengarah ke bagian Visa on Arrival (VOA). Antrilah di bagian VOA untuk mengurus visa kedatanganmu.

Biaya VOA Turki sebesar 35 USD. Pembayaran dilakukan dengan mata uang Dollar Amerika, bukan mata uang Turki. Counter VOA di bandara juga tidak menerima pembayaran dengan kartu kredit, jadi sebaiknya siapkan dulu uang tunai sebelum mengantri, ya.

Setelah proses pembayaran selesai, akan ditempel stiker visa di dalam passport. Ingat, VOA ini berlaku sampai 30 hari. Done! Proses mengurus VOA selesai, kamu bisa langsung menuju counter imigrasi dan mulai petualangan di Turki!

2. Mengurus E-Visa Sendiri

Kini kamu tidak perlu lagi mengantri panjang untuk mengurus visa kedatangan di Turki. Mengapa? Dengan sistem online, kamu sudah bisa mendapatkan visa elektronik (e-visa) tanpa harus datang ke Kedutaan besar Turki! Bagaimana cara mengurus e-visa ini? Gampang banget!

– Pertama-tama, kamu harus membuka website www.evisa.gov.tr/en

– Setelah itu klik “Apply” dan isi semua data yang dibutuhkan. Hati-hati dalam mengisi data, ya. Jangan sampai ada yang salah!

– Proses pengisian data selesai, kamu pun tinggal melakukan pembayaran. Lakukan proses pembayaran dengan kartu kredit MasterCard, Visa atau UnionPal.

Selain itu tidak bisa dilakukan pembayaran. Untuk biayanya sendiri sebesar 25 USD, lebih murah dari pada VOA. Print visa yang elah kamu terima sebagai bukti untuk masuk ke negara Turki.

Bagaimana? Mudah sekalikan, membuat visa elektronik ke Turki! Tanpa harus menyiapkan salinan dokumen dan ke kedutaan, kamu sudah bisa mendapatkannya.

Sama seperti VOA, e-visa Turki juga berlaku selama 30 hari. Jika kamu sudah membuat e-visa namun ternyata jadwal keberangkatanmu ke Turki berubah dan di luar jadwal sebelumnya, kamu harus membuat e-visa ulang. Dan jika e-visa tidak jadi digunakan, biayanya tidak bisa dikembalikan.

3. Mengurus Visa Melalui Travel Agent

Visa Turki pun bisa kamu dapatkan melalui jasa travel agent. Jika kamu ikut rombongan tour ke Turki, biasanya kamu juga akan ditawarkan untuk pembuatan visa secara kolektif. Pengurusan visa ini masih dilakukan melalui Kedutaan Besar. Dengan bantuan agen, tentu kamu tidak perlu repot mengurusnya sendiri.

Dokumen yang diperlukan antara lain passport asli, rekening koran bank asli, fotokopi KTP, fotokopi Kartu keluarga (KK), dan fotokopi akte kelahiran. Semua dokumen itu bisa kamu kirim ke penyedia jasa dan nantinya akan dikembalikan saat kamu akan berangkat ke Turki.

Untuk membuat visa melalui travel agent harganya akan lebih mahal dibandingkan jika mengurusnya sendiri melalui online atau VOA. Biayanya bisa berkisar dari ratusan ribu hingga jutaan.

Dari ketiga cara mendapatkan visa ke Turki di atas, masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangan. Pilih saja salah satu cara yang tepat untukmu dan bersiaplah menuju Turki dengan mencari tiket pesawat murah di travel fair atau melalui aplikasi, macam Traveloka!



(*)

Jenguk Ani Yudhoyono, Putri Ma’ruf Amin Sampaikan Salam Abahnya

Jakarta – Putri pertama cawapres Ma’ruf Amin, Siti Ma’rifah, menjenguk Ani Yudhoyono yang sedang dirawat di Singapura. Siti menyampaikan salam dari sang ayah untuk istri Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tersebut.

“Saya menjenguk Ibu Ani Yudhoyono ke Singapore menyampaikan salam dan doa Abah kepada Ibu Ani agar diberi kesembuhan,” kata Siti lewat keterangan tertulis, Kamis (21/2/2019).

Ani Yudhoyono saat ini dirawat di National University Hospital, Singapura karena mengidap kanker darah. Siti mengatakan semua pihak berharap Ani Yudhoyono segera pulih.

“Semoga silaturrahim ini juga membawa kesejukan dan saling mendoakan untuk kondisi bangsa yang kondusif, baik sebelum maupun setelah pilpres,” ungkapnya.

Jenguk Ani Yudhoyono, Putri Ma'ruf Amin Sampaikan Salam AbahnyaFoto: Ani Yudhoyono di rumah sakit (Instagram @aniyudhoyono)

Siti menjenguk Ani Yudhoyono bersama anggota Komisi IV DPR RI sekaligus pengurus Partai Demokrat, Nuraeni Andi Barung, dan Founder Fajar Grup, Alwi Hamu. Kedatangan Siti dan rombongan disambut langsung oleh besan SBY dan Ani, Hatta Rajasa bersama istri

Sementara itu, Presiden yang juga capres petahana, Joko Widodo (Jokowi) rencananya akan menjenguk Ani Yudhoyono sore ini. Jokowi akan didampingi sang istri, Iriana.
(imk/tor)



<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Selain Jokowi dan Fadli, Ternyata Ada yang Lain Incognito ke Tambak Lorok

Semarang – Selain Presiden Joko Widodo dan Fadli Zon, ternyata ada beberapa pejabat yang pernah melakukan perjalanan tanpa rombongan ke kampung nelayan Tambak Lorok Semarang. Nelayan setempat menyebut kampung itu memang sering dikunjungi apalagi menjelang Pemilu.

Salah seorang nelayan di Tambak Lorok, Sudarso (59) mengatakan Pemilu kali ini memang calon legislatif yang datang tidak sebanyak periode sebelumnya. Namun ia mengakui kampungnya sering jadi sasaran kunjungan politik.

“Ya kalau mau pemilu banyak yang berkunjung. Tapi tahun ini lebih sedikit,” kata Sudarso sembari menjahit jaringnya di dermaga Tambak Lorok.

Soal kunjungan, memang ada beberapa yang datang sendirian walau tidak hanya untuk kepentingan politik. Ia mencontohkan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti yang melihat kondisi nelayan, memberikan bantuan, dan melihat proyek kampung bahari di sana.
“Saya ingat yang datang sendirian, Pak Wiranto sekitar tahun 2014, Pak Hidayat Nurwahid dulu pas pertama ada PKS. Terus Bu Susi 2 bulanan lalu, Desember berarti. Bu Susi itu kan bantuin kita, nelayan,” ujar Sudarso.

Suasana politik memang cukup terasa di kampung Tambak Lorok karena banyaknya bendera partai terpasang di dermaga dan di atas perahu.

Nelayan lainnya, Munaim (43) bahkan sempat ditanya Fadli Zon soal bendera partai di dermaga ketika Waketum Gerindra itu incognito bersama 4 orang di Tambak Lorok hari Rabu (20/2) kemarin.

“Dia bilang, banyak bendera partainya ya,” ujar Munaim menirukan Fadli.

Saat itu ditanya Fadli soal bendera, Munaim menceritakan Jokowi pernah datang malam-malam sendirian hanya ditemani sopir. Munaim tidak mengutarakan jelas bagaimana tanggapan Fadli Zon.

“Saya bilang Pak Jokowi datang sendirian malam-malam. Ya agak gimana gitu,” ujarnya.

Untuk diketahui, perjalanan incognito Jokowi pada 2 Februari 2019 lalu terungkap saat debat Capres hari Minggu (17/2) lalu. Para nelayan membenarkan Jokowi datang sekitar pukul 23.00 WIB hanya dengan sopir yang menunggu di mobil.

“Ada teman saya yang gemetar sampai pingsan saking tidak percayanya dikunjungi presiden malam-malam,” lanjut Sudarso sembari tertawa.

Setelah kunjungan itu ramai diperbincangkan, giliran Fadli Zon datang ke Tambak Lorok lewat jalan yang dilalui Jokowi dan juga berhenti di dekat perahu yang sama. Kunjungannya itu ia posting di akun Twitter dilengkapi dengan dua foto.

“Incognito ke Tambak Lorok, Semarang, siang ini. Memang bukan tengah malam. Ngobrol dg nelayan,” tulis Fadli.
(alg/sip)



<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Serangan di Sinak Papua, Tewaskan 7 Anggota TNI pada 2013

Liputan6.com, Jakarta – Kamis 21 Februari 2013 meninggalkan duka mendalam bagi jajaran TNI. Tujuh anggota mereka tewas dalam serangan yang dilakukan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Kampung Tanggulinik, Distrik Sinak, Kabupaten Puncak, Papua.

Sejarah Hari Ini (Sahrini) Liputan6.com merangkum, kisah pilu ini bermula saat 10 anggota Koramil Sinak Kodim 1714/Puncak Jaya akan menuju Bandara Sinak untuk mengambil radio kiriman dari Nabire. Namun, di tengah jalan, rombongan militer ini diadang gerombolan KKB. Baku tembak pun tak terelakkan. Nahas, tujuh anggota TNI gugur dalam peristiwa tersebut. Mereka adalah Sertu Ramadhan, Sertu M Udin, Sertu Frans, Sertu Edi, Praka Jojon, Praka Wemprik dan Pratu Mustofa.

Kemenko Polhukam saat itu, Djoko Suyanto langsung memerintahkan jajaran aparat keamanan di Papua, baik Kodam XVII/Cenderawasih, Polda Papua dan aparat intelijen untuk menangkap pelakunya.

Namun, kondisi geografis Papua dengan hutan yang lebat, gunung-gunung, tebing yang curam, serta tidak adanya jalur transportasi menjadi kendala aparat keamanan melakukan pengejaran.

Djoko menyakini pelaku penyerangan adalah kelompok Murib yang kerap beraksi di wilayah tersebut.

Serangan yang menewaskan tujuh anggota TNI tersebut hanya berselang satu jam dari serangan serupa di Papua.

Pos Satgas TNI di Distrik Tingginambut, Kabupaten Puncak Jaya, Papua, diserbu kelompok bersenjata. Akibatnya satu anggota TNI bernama Pratu Wahyu Bowo tewas. Dia meregang nyawa meningal akibat luka tembak pada dada dan leher.

Satu korban lain yang mengalami luka bernama Lettu Inf Reza (Danpos Satgas) mengalami luka tembak pada lengan kiri.

2 dari 3 halaman

Terburuk Sejak 2006

Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono mengakui serangan yang menewaskan total 8 anggota TNI tersebut,  merupakan yang terburuk. Sebab, jumlah korban mencapai belasan orang. Selain 8 anggota TNI, serangan di dua tempat di Papua itu juga menewaskan 4 warga sipil.

“Kalau dari data 2006, ini bisa dibilang terburuk. Saya enggak tahu persis, tapi dari data yang ada selama ini cuma satu dua. Saya kira ini terburuklah dari beberapa tahun lah,” kata Agus di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat 22 Februari 2013.

Agus mengaku belum mengetahui jenis senjata yang digunakan kelompok bersenjata tersebut. 

“Belum terima laporan jenis senjata, tapi bisa-bisa M-16 juga itu, tapi saya belum berani ngomong ya, karena peluru dan sebagainya belum diperiksa,” lanjutnya.

Agus menerangkan Tingginambut, yang berjarak 20 Km dari Kota Mulia, Puncak Jaya merupakan daerah r awan. Di daerah itu terdapat markas kelompok bersenjata.

Daerah lainnya, Sinak, Puncak, Papua juga tak kalah rawan.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Moeldoko: Paspampres Mengamankan Tanpa Jokowi Tahu

Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) sempat blusukan tanpa didampingi pejabat pada larut malam untuk bertemu nelayan di Tambak Lorok, Semarang. Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengatakan apa yang dilakukan Jokowi itu naluri pemimpin.

“Begini loh ya, kan pemimpin punya naluri. Saya juga pernah menjadi Panglima TNI, punya naluri untuk berkembang,” ujar Moeldoko di Kantor Staf Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (19/2/2019).

Moeldoko juga mengatakan, menemui langsung masyarakat itu banyak dilakukan oleh para pemimpin. Termasuk dilakukan oleh Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq.
“Beliau (Jokowi) ingin memahami sesungguhnya. Dan ini pernah dilakukan setelah Rasulullah SAW, (Khalifah) Abu Bakar, melihat, mendengar, ingin memahami apa sih yang sesungguhnya terjadi,” kata Moeldoko.
Dia menambahkan, aspek lainnya dalam kunjungan incognito Jokowi pasti sudah diperhitungkan. Termasuk soal keamanan Jokowi.

“Dari sisi aspek-aspek lainnya, pasti sudah diperhitungkan. Berdua ke sana dengan Danpaspampres (Komandan Paspampres), tapi kan satuan pengamannya ditanam sebelumnya oleh Danpaspampres. Danpaspampres nggak mau ambil risiko, beliau nggak boleh tahu, tetapi kita sudah pengamanan,” terang Moeldoko.

Blusukan yang dilakukan Jokowi terjadi pada Sabtu (2/2) malam setelah serangkaian agenda sebagai presiden dan capres. Kegiatan Jokowi bertemu nelayan Tambak Lorok disampaikannya saat debat kedua Pilpres 2019.

“Intinya beliau ingin datang ke sana tidak dalam konteks rombongan. Biasanya dalam konteks yang lebih protokoler, itu semuanya lebih bermakna. Beliau hanya ingin mencari jawaban apa sih yang sebenarnya dihadapai masyarakat. Nggak ada maksud apapun,” jelas Moeldoko.
(jor/dkp)



<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>