Ritual Wulla Poddu dan Potret Agraris Penganut Marapu Sumba

Sepanjang masa Wulla Poddu banyak orang yang berburu Babi Hutan. Hasil buruan diserahkan kepada Rato sambil melantunkan tanya jawab dalam bentuk pantun adat. Babi Hutan yang pertama kali ditangkap biasanya menjadi indikator dari hasil panen.

Jika hasil buruan adalah babi jantan itu berarti hasil panen bakal memuaskan, namun babi betina yang sedang bunting menandakan hasil panen kurang baik, sementara jika babi yang buru sempat menggigit orang yang memburunya berarti itu petanda bahwa akan ada hama tikus yang melanda persawahan warga.

Pada masa Wulla Poddu, selain sebagai masa mengucap syukur, namun pada masa itu pula para pemuda yang telah akil balik menjalani proses sunatan, dan selama beberapa hari para pemuda akan diasingkan ke alam liar untuk hidup mandiri sebagai tanda kedewasaan.

Jika anda ingin menyaksikan ritual ini, datanglah pada awal Oktober hingga akhir November. Awal Oktober adalah masa awal persiapan memasuki Wulla Poddu dan pada adalah masa persiapan penutupan Wulla Poddu. Pada masa-masa inilah wisatawan akan menjumpai berbagai ritual unik dalam Wulla Poddu.

Simak juga video pilihan berikut ini:

Selain dikenal dengan kebudayaannya yang kental, Pulau Sumba juga terkenal akan pemandangan indah padang savana yang menjadi habitat asli bagi sekawanan Kuda Sandelwood

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *