Seberapa Besar Seks Pengaruhi Kesehatan Rongga Mulut?

Liputan6.com, Jakarta Siapa sangka, ternyata seks bisa mendatangkan dampak buruk bagi kesehatan gigi dan mulut.

Seks memang merupakan salah satu kebutuhan bagi pasangan suami istri. Memang, kegiatan ini bisa mendatangkan manfaat kesehatan. Namun di balik semua itu, ternyata seks juga bisa pengaruhi kesehatan gigi dan mulut, lho!

Seks dapat memengaruhi kesehatan gigi dan mulut. Penyebabnya adalah kesalahan dalam melakukan posisi tertentu. Posisi yang dimaksud adalah oral seks.

2 dari 3 halaman

Oral Seks

Oral seks adalah salah satu variasi gerakan, yang biasanya dilakukan sebelum penetrasi. Gerakan ini dapat dilakukan dengan bantuan bibir, lidah maupun gigi. Biasanya dilakukan pada penis, vagina, klitoris atau anus.

Jadi bisa dikatakan kalau oral seks menyebabkan bertemunya bagian kelamin dengan rongga mulut secara langsung. Itulah sebabnya mengapa gerakan ini dapat menularkan infeksi virus herpes, hepatitis, sifilis, gonore, HPV, chlamydia, dan HIV.

Tak hanya itu, oral seks juga dapat menyebabkan kanker di orofaring –bagian dari saluran pencernaan dan saluran pernapasan yang ada di belakang mulut. Menurut The New England Journal of Medicine, seseorang memiliki risiko kanker yang meningkat jika dirinya melakukan oral seks pada 6 pasangan berbeda.

Risiko terjadinya kondisi di atas akan meningkat pula pada orang yang memberikan oral seks. Jadi bukan pada penerimanya. Apalagi jika orang yang memberikan oral seks tersebut memiliki luka di rongga mulutnya.

3 dari 3 halaman

Cara Pencegahannya

Namun jangan khawatir, kejadian di atas dapat dicegah dengan catatan:

  1. Memastikan tubuh dalam keadaan bersih sebelum melakukan oral seks.
  2. Usahakan untuk mandi terlebih dahulu, agar kuman di organ intim hilang.
  3. Bersihkan organ intim Anda sebersih mungkin mengugnakan sabun.
  4. Sebelum melakukan oral seks, gunakan kondom jika targetnya adalah penis, atau dam (kondom oral) jika targetnya adalah vagina/klitoris/anus.

Jadi, mulai saat ini Anda dan pasangan harus lebih berhati-hati dalam melakukan hubungan seks. Dengan demikian, kehidupan seks maupun kehidupan berumah tangga Anda tetap terjaga kualitasnya.

Penulis : dr. Irma Rismayanty / Klik Dokter

Minum Teh Hijau hingga Urin Sapi, 4 Cara Ini Bisa Sembuhkan Kanker Darah?

Liputan6.com, Jakarta – Baru-baru ini, perhatian publik tertuju pada penyakit kanker darah yang diderita oleh Ani Yudhoyono. Warganet juga berbondong-bondong mencari tahu tentang gejala hingga pengobatan penyakit yang dimaksud.

Selain pengobatan medis yang biasa ditempuh oleh banyak orang, ada pula yang menerapkan metode penyembuhan dengan menggunakan beberapa jenis obat herbal, yang disinyalir mampu mengobati kanker darah.

Berikut informasi obat herbal untuk mencegah dan mengobati kanker darah tersebut, dikutip dari berbagai sumber.



Simak video pilihan berikut:

2 dari 5 halaman

1. Teh Hijau

Dilansir dari situs Huffington Post pada Jumat (15/2/2019), beberapa penelitian tentang populasi di Asia Afrika telah menemukan bahwa teh hijau dapat mengurangi risiko leukimia.

Menurut studi epidemiologi, di antara penduduk perkotaan bagian barat daya Taiwan, pengonsumsi teh hijau memiliki risiko leukimia yang lebih rendah.

Selain itu, berdasarkan hasil penelitian yang dipublikasikan dalam British Journal of Cancer, konsumsi teh hijau dengan dosis yang tepat dapat menurunkan potensi leukimia.

Ternyata, hal itu disebabkan oleh kandungan epigallocatechin-3-gallate (EGCG) dalam teh hijau yang lebih tinggi, jika dibandingkan dengan jenis teh lainnya. EGCG itu memberikan efek anti-kanker terhadap beragam jenis kanker.

Meskipun demikian, konsumsi EGCG dalam dosis banyak (4.000 miligram) tidak diperbolehkan, kecuali dengan pengawasan dokter. Begitu juga wanita hamil, yang dilarang meminum teh hijau atau suplemen EGCG.

Bagi yang ingin mengonsumsi teh hijau untuk mencegah atau mengobati kanker darah, pastikan hanya dua cangkir teh hijau setiap hari dan tidak sedang dalam kondisi mengandung.

3 dari 5 halaman

2. Rumput Gandum

Mengonsumsi jus ekstrak rumput gandum atau wheatgrass sebanyak dua sendok makan tiap dua kali sehari, dianggap bisa menyembuhkan kanker darah.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Rucha Diwakar Gore, Sangeeta Jayant Palaskar, dan Anirudha Ratnadeep Bartake yang dipublikasikan dalam Journal of Clinical and Diagnostic Research, rumput gandum muda dari tanaman gandum Tritcumaestivum linn, keluarga Poaceae (Gramineae) mengandung 41,4 persen penghambat sel OSCC –diamati pada 1.000 mikrogram per-mililiter.

Rumput gandum juga memiliki sejumlah nutrisi yang bermanfaat bagi tubuh, di antaranya adalah vitamin, mineral, asam amino, serta enzim-enzim vital yang memainkan peran penting dalam antikanker.

Tanaman itu juga disebut sebagai ‘darah hijau’, karena memiliki klorofil yang tinggi yang mampu menyuplai oksigen ke seluruh tubuh.

4 dari 5 halaman

3. Gulma Laut Bermuda

Konsumsi dua sendok makan jus Cynodon dactylon atau gulma rumput laut bermuda sebanyak tiga kali sehari, dipercaya dapat mengobati kanker darah.

Menurut sebuah hasil penelitian yang diterbitkan dalam South Asian Journal of Cancer berjudul “Anticancer activity of Cynodon Dactylon L. Root Extract Against Diethyl Nitrosamine induced Hypatic Carcinoma” dikatakan bahwa ekstrak metanol dari tumbuhan ini memiliki sifat antikanker yang signifikan.

Hal tersebut didapatkan dari hasil uji enzim antioksidan mengenai peningkatan aktivitas glutathione peroxidase (GPx), glutathione-S-transferase (GST), dan katalase (CAT).

5 dari 5 halaman

4. Urin Sapi

Sebuah situs Herbpathy merilis informasi bahwa urin sapi yang diminum dua kali sehari dapat mengobati kanker darah. Begitu pula menurut mitos yang beredar, yang salah satunya sempat menggegerkan warga di India.

Namun, menurut informasi dari media India, CNN-News18 yang telah melakukan wawancara terhadap Venkatraman Rashakrishnan, seorang profesor di bidang Medical and Pediatric Oncology(onkologi medis dan pediatrik), air seni hewan tersebut tidak terbukti mampu mengobati kanker darah.

“Tidak ada bukti ilmiah untuk itu (kencing sapi). Rekan-rekan ahli kanker saya dan saya sendiri belum melihat seorang pasien yang secara eksklusif mengkonsumsi urin sapi dan dia sembuh total dari kanker,” kata Rashakrishnan. Fakta ini pun dibenarkan oleh Dr. Amit Agarwal, ahli onkologi di New Delhi India.

Top3 Berita Hari Ini: Nasib Tragis Mobil Termurah dan Mitos Nitrogen buat Motor

Liputan6.com, Jakarta Nasib mobil termurah di dunia ternyata tragis. Hal ini membuktikan tidak selamanya yang murah itu digemari. Dan berikut ringkasan berita populer lainnya:

1. Nasib Tragis Mobil Termurah di Dunia

Meski menyandang gelar mobil termurah di dunia, Tata Nano kabarnya akan segera disuntik mati. Kabar tersebut muncul setelah angka penjualan yang dicatatkan sangat kecil.

Bahkan selama bulan Januari 2019 tidak ada produksi dan penjualan yang dilakukan untuk mobil mungil tersebut di pasar otomotif India. Selengkapnya baca di sini.

2. Mitos dan Fakta Penggunaan Nitrogen Pada Ban Motor

Mengisi ban menggunakan nitrogen saat ini menjadi salah satu pilihan pengguna kendaraan bermotor. Selain stasiun pengisiannya semakin banyak, penggunaan nitrogen diyakini memiliki keuntungan ketimbang angin biasa.

Zat nitrogen pada ban memang cenderung lebih tahan lama. Salah satunya karena sifat zat tersebut yang lebih dingin ketimbang udara biasa, juga ringan.Selengkapnya baca di sini.

2 dari 3 halaman

3. Tak Perlu Repot Angkat Telepon Saat Mengemudi dengan Cara Ini

Menelepon saat mengemudi telah dilarang di banyak negara karena dapat mengganggu konsentrasi pengemudi sehingga dapat mengakibatkan kecelakaan.

Pengemudi biasanya akan memegang telepon dengan satu tangan sembari ngobrol dengan lawan bicaranya. Risiko menyetir dengan satu tangan ini bisa mengakibat pengemudi kehilangan keseimbangan. Selengkapnya baca di sini.

3 dari 3 halaman

Simak Video Pilihan Berikut Ini:

Lagi PDKT? Yuk Intip Kepribadian Gebetan Bedasarkan Pakaian Sehari-hari

Liputan6.com, Jakarta Tahap pendekatan atau PDKT dengan seseorang merupakan momen-momen yang seru sekaligus berisiko. Kalau salah strategi, bisa-bisa harapan dalam hati bisa hancur seketika. Buat yang sedang PDKT, mengetahui kepribadian si dia merupakan salah satu cara untuk memperlancar rencanamu

Sebagian besar dari kamu pasti menginginkan memiliki kemampuan untuk bisa melihat kepribadian seseorang. Hal itu bertujuan agar kamu bisa memahami sifat setiap orang termasuk orang yang kamu sayangi.

Ada begitu banyak hal yang bisa membantu menebak kepribadian seseorang. Salah satunya berdasarkan pakaian sehari-hari yang digunakan.

Nah, berikut kepribadian berdasarkan pakaian sehari-hari yang telah Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Jumat (15/2/2019

2 dari 3 halaman

Kepribadian Berdasarkan Outfit Harian

1. Pakaian Oversize

Jika orang yang sedang kamu dekati menyukai oversized everything, maka kamu perlu bertindak aktif. Pasalnya, kepribadian seseorang yang gemar mengenakan pakaian oversize adalah dia cenderung pemalu. Dia kurang percaya diri dalam melaksanakan tugas, menunjukkan karya, dan memberikan suara.

2. Sering Menggunakan Pakaian Sama

Misal dia hanya meroling pakaiannya atau sweaternya, bisa jadi dia punya sifat tertutup. Dia cenderung orang yang takut dengan perubahan, baik dalam hubungan, karier, atau hal-hal dalam hidupnya sendiri. Setiap ada kesempatan baru yang muncul, dia enggan untuk mengambil risiko.

3. Pakaian Hitam Putih

Tentu, pakaian hitam-putih tidak pernah ketinggalan zaman. Tapi ketika orang yang sedang sering menggunakan pakaian dengan warna ini, mungkin dia adalah seseorang yang terlalu nyaman dalam comfort zone. Selain itu, dia tidak ingin jadi pusat perhatian sehingga menghindari warna yang mencolok. Dalam bersosialisasi, orang seperti ini lebih senang dikelilingi teman terdekat daripada harus berkenalan dengan orang baru.

4. Pakaian Penuh Corak

Jika orang yang sedang kamu dekati sangat menyukai pakaian bercorak, dia mungkin adalah orang yang tidak percaya diri. Orang seperti ini sedang menyembunyikan kepribadian asli. Sifat aslinya hanya muncul ketika sedang bersama orang tertentu saja.

3 dari 3 halaman

Perhatikan pakaian yang dikenakannya

5. Pakaian Rapi

Jika orang yang sedang kamu dekati selalu menggunakan pakaian yang rapi, bisa jadi dia adalah orang yang sangat prefeksionis. Orang-orang seperti ini cenderung fokus kepada hal-hal yang penting untuk dirinya sendiri. Dia merupakan seorang workaholic yang kesulitan untuk melepaskan pekerjaan. Pikirannya hanya tertuju pada pekerjaan-pekerjaan yang haru dia lakukan.

6. Pakaian Sporty

seseorang yang menyukai pakaian natural, kasual, atau sportif biasanya berkepribadian hangat. Dia juga sangat sederhana dan tidak banyak mau. Dia sangat suka berterus terang, santai, energik, dan menyenangi kepraktisan. Selain itu, dia juga sederhana namun tetap berusaha enak dilihat dalam situasi resmi sekalipun.

7. Pakaian Vintage

Seseorang yang suka pakaian bernuansa vintage, biasanya nggak cuma rapi dan anggun. Dia juga berpikir konservatif dan konsisten. Secara penampilan, dia konstan dan tak pernah berlebihan.

Membela HAM, Pengungsi Asal Sudan Terima Penghargaan

Liputan6.com, Jenewa – Abdul Aziz Muhamat, seorang pengungsi asal Sudan dianugerahi Penghargaan Martin Ennals dalam nominasi Pembela Hak Asasi Manusia di Jenewa Swiss.

Pria berusia 25 tahun itu terharu dan sangat bersyukur atas penghargaan yang diterima.

“Tidak mudah untuk hidup di tempat di mana semua jari menunjuk pada Anda sebagai penjahat dan semua orang di sekitar Anda megatakan bahwa Anda telah melakukan kesalahan, (misalnya) mengapa Anda datang ke negara ini, dan seolah Anda memang layak berada di pusat penahanan,” katanya dalam sebuah pidato penerimaan penghargaan, dikutip dari ABC Indonesia pada Jumat (15/2/2019).

“Saya mengambil jalan ini untuk berdiri dan memperjuangkan hak semua orang di Pulau Manus.”

Abdul Aziz Muhamat melarikan diri dari perang di Sudan ketika masih remaja dan mencoba mencapai daratan Australia dengan kapal, sebelum akhirnya dikirim ke sebuah pusat detensi di Pulau Manus pada tahun 2013.

Sejak tiba di pulau itu, ia telah terang-terangan berbicara kepada publik tentang kondisi yang disebut sebagai “kejam dan tidak manusiawi” saat dalam pusat detensi.

Meskipun demikian ia juga menceritakan kondisi lebih mengerikan jika kembali ke negara yang belum stabil.

“Di negara saya, orang akan disiksa secara fisik, dan Anda tahu bahwa diri Anda akan mati,” katanya di depan banyak hadirin.

Mendedikasikan Penghargaan untuk Pencari Suaka di Dunia

Penghargaan Martin Ennals untuk Pembela Hak Asasi Manusia dinilai oleh 10 organisasi hak asasi manusia terkemuka yang bertujuan untuk menghormati “individu yang memiliki komitmen luar biasa terhadap upaya promosi dan perlindungan hak asasi manusia, terlepas dari risiko yang dihadapinya”.

Panel juri mengatakan penghargaan itu mengakui Muhamat adalah salah satu pengungsi di pulau Manus yang secara teratur berbicara kepada media, termasuk mengirim 4.000 pesan suara ke podcast pemenang penghargaan, The Messenger.

“Pemuda ini baru berusia 20 tahun ketika dia pertama kali tiba di pulau Manus,” kata Dick Oosting, ketua Yayasan Martin Ennals.

“Sejak itu, dia tidak pernah berhenti menyuarakan pendapatnya bagi mereka yang telah kehilangan hak-hak dasar mereka bersamanya.

“Dia menunjukkan keuletan dan keberanian yang luar biasa, selalu menentang dengan damai bahkan setelah seorang petugas polisi menembak kakinya.”

Dia juga dipuji karena bekerja dengan organisasi hak asasi manusia dan pengungsi internasional.


Simak pula video berikut:

2 dari 2 halaman

Tinggal Sementara di Luar Negeri

Berdasarkan informasi yang diperoleh ABC, Abdul Aziz Muhamat bepergian ke Jenewa dengan dokumen perjalanan PBB dan Pemerintah Swiss memberinya visa untuk kunjungannya tersebut.

Dokumen perjalanan pengungsi berfungsi seperti paspor tetapi lebih terbatas.

Ketika menerima penghargaan itu, dia mengatakan dirinya akan kembali ke Pulau Manus.

“Saya hanya akan berada di sini selama dua minggu dan saya masih akan kembali ke Manus,” katanya.

“Orang-orang menunggu saya untuk membagikan penghargaan ini dengan mereka dan memberi tahu mereka bahwa komunitas internasional mengakui keberadaan kita, atau ketahanan, perjuangan kita.”

Pada 2016, Mahkamah Agung Papua Nugini memutuskan penahanan Australia atas pencari suaka di Pulau Manus adalah ilegal dan pusat tersebut ditutup pada tahun berikutnya.

Abdul Aziz Muhamat dan sebagian besar lelaki yang tinggal di Pulau Manus sekarang tinggal di tiga fasilitas akomodasi di kota utama, Lorengau.

Sementara mereka dapat bergerak di sekitar pulau di siang hari, akomodasi masih dijaga dan jam malam diberlakukan.

Beberapa pengungsi sedang dipertimbangkan untuk pemukiman kembali di Amerika Serikat dan yang lainnya telah diberitahu bahwa mereka harus tinggal di Papua Nugini.

BMKG Keluarkan Peringatan Gelombang Tinggi di Timur Indonesia

Liputan6.com, Jakarta – Badan Meterologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi gelombang tinggi berpotensi terjadi di beberapa wilayah timur Indonesia. BMKG pun mengeluarkan peringatan dini yang berlaku untuk tiga hari kedepan.

“Waspada untuk beberapa wilayah berpotensi terkena gelombang tinggi 2,5-4,0 meter di Perairan Utara Kepulauan Sangihe – Kepulauan Talaud, Laut Maluku bagian Utara, Perairan Utara Halmahera, dan Samudra Pasifik Utara Halmahera hingga Papua,” kata BMKG dalam keterangan tertulis yang diterima Liputan6.com, Jumat (15/02/2019).

Kondisi ini, menurut BMKG, terjadi akibat kecepatan angin tinggi berkisar 4-25 knot. Beberapa wilayah juga berpotensi terkena gelombang sedang 1,25-2,5 meter di beberapa wilayah seperti Selat Malaka bagian Utara hingga Laut Arafuru.

BMKG mengimbau untuk memperhatikan risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran nelayan dan sejumlah kapal yang akan melaut.

“Kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi serta wilayah pelayaran padat agar tetap selalu waspada,” imbuh BMKG.


Reporter: Fifqi Aufal Sutisna

2 dari 2 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Kebakaran di Pulau Tasmania Ancam Hancurkan Hutan Purba dan Tanaman Langka

Liputan6.com, Hobart – Hutan hujan purba dan spesies flora alpine yang langka, dua-duanya berlokasi di Pulau Tasmania, menghadapi masa depan suram, menyusul meluasnya kebakaran semak liar di negara bagian paling selatan di Australia itu.

Meski cuaca yang lebih basah –dan berpotensi turun salju– mendorong pihak berwenang menurunkan kondisi darurat, namun para ilmuwan tetap memperingatkan tentang risiko kerusakan lingkungan alam yang unik di pulau itu.

Dikutip dari The Straits Times pada Jumat (15/2/2019), kebakaran itu telah menghanguskan lebih dari 205.000 hektar lahan di wilayah barat daya, barat, dan pusat Pulau Tasmania, yang menurut ilmuwan, dipicu oleh perubahan iklim.

Sebagian besar hutan eukaliptus asli telah beradaptasi dengan kebakaran yang sering terjadi, tetapi Tasmania adalah kawasan lindung bagi spesies purba, yang keberadaannya sudah ada sejak jutaan tahun lalu ketika Australia menjadi bagian dari benua super Gondwana.

Terletak di Tasmanian Wilderness World Heritage Area, spesies ini lebih terbiasa dengan zaman es daripada kebakaran hutan, di mana komposisinya termasuk pinus pensil yang tumbuh lambat, pinus raja billy, dan tanaman bantal.

“Mereka membutuhkan lingkungan dingin, sangat basah dan tahan api,” kata David Bowman, Profesor Biologi Perubahan Lingkungan di University of Tasmania, kepada AFP, setelah melakukan perjalanan untuk memeriksa hutan belantara yang terbakar.

“Ini seperti taman bonsai yang mengamuk,” katanya menggambarkan spesies terkait.

“Beberapa batang pinus pensil ini berusia 1.000 tahun, tetapi mereka hasil kloning, jadi mereka sudah ada di sana selama 10.000 tahun,” lanjut Bowman.


Simak video pilihan berikut: 

2 dari 2 halaman

Perubahan Iklim Dituding Sebagai Pemicu

Sementara para ilmuwan tetap berharap hutan hujan bersifat cukup basah untuk menghalau kerusakan akibat kebakaran terburuk, model-model iklim menunjukkan kecenderungan pengeringan yang lebih besar di Tasmania barat.

Selain itu, terjadi pula peningkatan badai petir kering yang bertanggung jawab atas kebakaran baru-baru ini.

Nick Earl, rekan peneliti di University of Tasmania, memperingatkan dalam sebuah makalah baru-baru ini bahwa perubahan iklim dapat secara permanen mengubah kelayakan ekosistem tersebut.

“Beberapa daerah di pantai barat Tasmania dulunya memiliki risiko yang sangat kecil, atau sangat kecil terhadap kemungkinan kebakaran hutan, karena selalu dalam kondisi lembab,” catat mereka.

“Spesies endemik seperti Pinus Pensil, Huon Pine dan Deciduous Beech dapat dihancurkan oleh satu api, ini sangat mengkhawatirkan,” lanjutnya.

Risiko ini telah mendorong seruan agar lebih banyak sumber daya tersedia bagi pemadam kebakaran di daerah terpencil, dalam upaya menjaga ekosistem yang tak tergantikan.

“Pinus pensil benar-benar setara dengan harimau Tasmania atau Setan Tasmania (Tasmanian Devil),” kata Bowman. “Ini adalah urusan serius bagi kita secara budaya.”

HEADLINE: Mewaspadai Jejak Kencing Tikus Penyebab KLB Leptospirosis

Liputan6.com, Jakarta Tiga orang warga Kalimantan Utara (Kaltara) dinyatakan positif terinfeksi leptospirosis pada awal Januari 2019. Dua dari tiga pasien leptospirosis itu meninggal dunia. Kasus leptospirosis ini merupakan yang pertama kali terjadi di Kaltara.

Sebelumnya, tak pernah ditemukan penyakit yang diakibatkan oleh bakteri Leptospirosa sp dan ditularkan dari kencing tikus di Kaltara, terutama di Kota Tarakan. Dinas Kesehatan Provinsi Kaltara pun menetapkan kondisi itu sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB). 

Temuan kasus leptospirosis serta penetapan KLB itu kemudian dilaporkan pada Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Dirjen P2P) Kementerian Kesehatan RI, Anung Sugihantono menyampaikan, KLB leptospirosis memang sudah ditetapkan oleh pemerintah daerah setempat. Penetapan KLB ini didukung adanya kasus kematian leptospirosis.

“Iya, memang benar di sana (Kalimantan Utara) ada kasus leptospirosis. Pemerintah daerah setempat yang menetapkannya sebagai KLB,” ucapnya saat dikonfirmasi Health Liputan6.com melalui pesan singkat, ditulis Kamis, 14 Februari 2019.

Kaltara adalah provinsi pertama di Indonesia yang melaporkan adanya kasus leptospirosis pada awal Januari 2019. Hingga saat ini, belum ada laporan kasus leptospirosis dari provinsi-provinsi lainnya. Data Kementerian Kesehatan tahun 2018 mencatat, beberapa provinsi didera kasus leptospirosis. Jumlah kasus leptospirosis pun bisa mencapai ratusan jiwa.

“Data yang ada pada kami ini memang seluruh data (laporan kasus) untuk tahun 2018, sedangkan 2019, laporan kasus leptospirosis yang masuk hanya Kaltara,” lanjut Anung.

Pada tahun 2018, kasus leptospirosis dilaporkan ada di 7 provinsi lain yakni Banten 104 kasus dengan 26 kematian; DKI Jakarta terdapat 11 kasus dengan 2 kematian; Jawa Barat ada 2 kasus, tanpa angka kematian; dan DIY ada 186 kasus dengan 16 kematian.

Kasus leptospirosis di Jawa Tengah tercatat paling tinggi dengan 427 kasus leptospirosis dan 89 kematian; Jawa Timur ada 128 kasus dengan 10 kematian; serta Maluku ada 5 kasus dengan 2 kematian.

Dalam laporan tersebut, selain dari air kencing tikus, leptospirosis juga ditularkan dari air kencing kucing maupun anjing.



Saksikan video menarik berikut ini:

2 dari 4 halaman

Surat untuk Dinas Kesehatan Se-Indonesia

Menanggapi KLB leptospirosis di Kota Tarakan, Kementerian Kesehatan sudah mengirimkan surat kesiapsiagaan dan kewaspadaan kepada seluruh dinas kesehatan (dinkes) provinsi di seluruh Indonesia. Surat tersebut ditujukan agar kepala dinas kesehatan provinsi di seluruh Indonesia melakukan langkah kesiapsiagaan. Hal itu tertuang di dalam surat nomor: PV.03.04/IV/284/2019 terkait kewaspadaan KLB leptospirosis yang disebabkan oleh bakteri Leptospira sp.

“Surat Kementerian Kesehatan isinya tentang kewaspadaan meningkatnya kasus leptospirosis sehubungan kondisi curah hujan tinggi. Jadi, ada kemungkinan banjir atau genangan air di beberapa tempat yang menjadikan tikus keluar dari sarang. Apabila ada kuman Leptospira sp, (bisa) mengakibatkan sakit leptospirosis pada manusia,” Anung menerangkan.

Senada dengan Anung, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi menambahkan, surat dari Kementerian Kesehatan kepada seluruh dinas kesehatan provinsi se-Indonesia tentang kewaspadaan leptospirosis dikirimkan pada pertengahan Januari 2019. Adanya surat ini berkaitan dengan respons KLB Leptospirosis di Kaltara.

“Kiriman surat Kementerian Kesehatan kepada seluruh dinas kesehatan provinsi di Indonesia pada pertengahan Januari 2019 kemarin. Surat itu memang dikeluarkan setelah adanya KLB di Kaltara. Sebagai tindak kewaspadaan terhadap leptospirosis selama musim hujan dan curah hujan yang tinggi,” ucap Nadia kepada Health Liputan6.com melalui sambungan telepon.

Surat tersebut pun diteruskan kepada dinas kesehatan di kabupaten/kota masing-masing. Langkah untuk menekan kasus leptospirosis, salah satunya meningkatkan deteksi dini leptospirosis pada manusia serta memberikan pengobatan. Seperti yang terjadi di Kota Tarakan, tes diagnostik cepat (RDT) dilakukan. Gejala berupa demam mendadak kurang lebih 38,5 derajat Celcius, badan lemah, sakit kepala, dan mata merah.

Penderita juga mengalami kekuningan pada kulit dan nyeri otot betis. Pengobatan bisa dengan pemberian obat antibakteri. Obat ini akan membunuh bakteri leptospirosis. Jika penanganan cepat, maka penderita yang terinfeksi dapat sembuh.

3 dari 4 halaman

Gejala Mirip Penyakit Lain

Leptospirosis termasuk penyakit menular yang diam-diam mematikan jika tak segera diobati. Bakteri Leptospira sp dapat menginfeksi organ vital tubuh, misal, hati dan ginjal. Hal ini membuat kinerja organ tubuh tidak berfungsi maksimal dan terganggu. Yang patut diwaspadai, gejala leptospirosis mirip dengan penyakit lain, seperti demam biasa dan hepatitis.

“Diam-diam penyakit ini mematikan karena gejala yang ada serupa seperti sakit biasa saja. Gejalanya kan demam, badan lemas, dan sakit kepala. Biasanya orang akan membiarkan saja (tidak berobat) karena dikira penyakit biasa. Tapi (kalau tidak ditangani) lama-lama tubuhnya menjadi kuning,” Nadia menjelaskan.

Dalam laporan kasus kematian di Kaltara, dua orang meninggal karena sudah mencapai kondisi parah. Infeksi leptospirosis sudah menyebar ke organ tubuh. Bakteri menyebar sampai ke organ tubuh lain. Gejala penyakit ini juga serupa dengan hepatitis berupa kekuningan pada tubuh.

Ketika pasien sudah datang ke puskesmas dan rumah sakit lain, gejala leptospirosis sudah memburuk. Bahkan pasien sudah mengalami kekuningan pada tubuh. Setelah diperiksa, pasien positif menderita leptospirosis. Bakteri pun menyebar dengan cepat, yang mengakibatkan kematian.

“(Gejala) awalnya itu kan demam, lalu mata merah. Lama-lama badan tampak kuning. Ketika sudah kuning, penderita biasanya baru menyadari kalau kondisinya sudah berat. Mereka baru pergi ke dokter untuk berobat. Pasien mengiranya, dia sakit demam biasa,” tambah Nadia.

Pencegahan yang dilakukan, yakni cuci tangan dan kaki dengan sabun saat dan setelah beraktivitas. Rajin membersihkan sarang tikus dan genangan air pun bisa menghindarkan diri terinfeksi bakteri leptospirosis. Bakteri bisa masuk ke kulit melalui banjir, genangan air, sungai, danau, selokan, saluran air, sawah, dan lumpur.

4 dari 4 halaman

Air Banjir yang Membahayakan

Masyarakat harus mewaspadai penularan bakteri leptospirosis dari air banjir. Banjir yang terjadi di berbagai daerah di Indonesia selama musim hujan ini diam-diam membahayakan manusia. Air banjir menjadi media pembawa air kencing tikus. Ketika seseorang terpapar air banjir, ia bisa berisiko terinfeksi bakteri leptospirosis. Bakteri masuk melalui permukaan kulit, terlebih lagi bila kulit terdapat luka atau lecet.

“Yang paling utama diwaspadai saat musim hujan, terutama banjir di berbagai daerah. Air banjir ini mengandung banyak bakteri macam-macam, termasuk juga potensi adanya bakteri dari air kencing tikus. Air banjir membawa air kencing tikus,” Nadia menerangkan.

Adanya air kencing tikus pada air banjir juga harus diwaspadai pada anak-anak. Anak-anak sering sekali terlihat berenang dan bermain di air banjir. Padahal, air banjir itu ada air kencing tikus, yang bisa menyebabkan penyakit leptospirosis.

Leptospirosis merupakan penyakit yang sangat berbahaya dan menular. Menurut Nadia, saat musim panas bisa saja seseorang terinfeksi air kencing tikus, tapi pada umumnya infeksi leptospirosis banyak terjadi saat musim hujan. Daerah-daerah yang punya curah hujan tinggi, bahkan sampai didera banjir perlu mengantisipasi penyakit leptospirosis.

Adapun risiko leptospirosis dapat dialami buruh pekerja, yang bekerja membangun jalan, gorong-gorong (selokan), dan pekerja kebersihan kali/sungai. Mereka punya risiko terpapar bakteri leptospirosis tinggi. Ini karena lokasi tempat mereka bekerja jadi tempat keluar masuk sarang tikus serta tempat tikus berkeliaran, di mana air kencing tikus bisa ada.

“Selain itu, risiko pekerja yang bekerja di ladang dan sawah. Ya, karena banyak tikus sawah juga di sana. Apalagi kalau ke sana tidak pakai alas kaki. Proses masuknya bakteri leptospirosis kan melalui kulit. Kalau kita punya luka atau lecet di kulit, bakteri itu mudah masuk. Masuknya lewat luka tersebut,” ujar Nadia.

Upaya pemerintah daerah setempat mencegah bakteri leptsospirosis menyebar ke manusia dengan membersihkan gorong-gorong dan tempat sampah. Tikus senang sekali berada di tempat-tempat tersebut, terutama lingkungan yang kotor.

Daftar Negara yang Diduga Terlibat Cuci Uang dan Pendanaan Teroris

Jakarta – Uni Eropa mengidentifikasi 23 negara yang memiliki risiko pencucian uang dan pendanaan terorisme. Beberapa di antaranya adalah Arab Saudi, Panama, dan Nigeria. Hal itu dianggap dapat mengganggu bisnis.

Seperti dikutip detikFinance dari CNBC, Kamis (14/2/2019), Komisi Eropa telah menambahkan ketiga negara tersebut ke daftar hitam negara-negara yang dianggap sebagai ancaman. Itu karena lemahnya kontrol terhadap pendanaan terorisme dan pencucian uang di negara tersebut.

Kondisi itu membuat Uni Eropa termasuk Inggris khawatir dengan hubungan ekonomi mereka dengan negara-negara yang terdaftar, terutama Arab Saudi.

Pemerintah Arab Saudi segera merespons dengan menyatakan bahwa negaranya berkomitmen untuk memerangi pencucian uang dan pendanaan terorisme. Itu adalah prioritas strategis negara tersebut.
Panama, turut meminta dihapus dari daftar tersebut karena baru-baru ini mengadopsi aturan yang lebih kuat terhadap pencucian uang.

Bank-bank dianggap harus melakukan pemeriksaan tambahan atas pembayaran yang melibatkan entitas dari yurisdiksi yang masuk daftar hitam.

Daftar tersebut telah bertambah menjadi 23 yurisdiksi, dari sebelumnya 16. Komisi Uni Eropa menambahkan yurisdiksi dengan mempertimbangkan lemahnya strategi terkait anti pencucian uang dan melawan rezim pendanaan teroris di negara-negara yang dimaksud.

Tercatat, pendatang baru dalam daftar adalah Libya , Botswana, Ghana, Samoa, Bahama dan empat wilayah Amerika Serikat di Samoa Amerika, Kepulauan Virgin AS , Puerto Riko, dan Guam.

Negara-negara lain yang terdaftar adalah Afghanistan , Korea Utara, Ethiopia, Iran, Irak, Pakistan , Sri Lanka, Suriah, Trinidad dan Tobago, Tunisia dan Yaman. (zlf/zlf)

BNI Syariah Cetak Laba Rp 416,08 Miliar Sepanjang 2018

Liputan6.com, Jakarta – PT BNI Syariah membukukan laba sebesar Rp 416,08 miliar. Laba tersebut naik  36,67 persen secara tahunan atau year-on-year (yoy) dibandingkan 2017 sebesar Rp 307 miliar.

Direktur Utama BNI Syariah, Abdullah Firman Wibowo menuturkan, per Desember 2018, aset Perseroan mencapai Rp 41,05 triliun atau tumbuh sebesar 17,88 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. 

Sedangkan dari sisi bisnis dana pihak ketiga (DPK) BNI Syariah mencapai Rp 35,50 triliun atau tumbuh 20,82 persen dengan jumlah nasabah mencapai lebih dari Rp 3 juta. 

“Komposisi DPK tersebut didominasi oleh dana murah (Giro dan Tabungan) yang mencapai 55 82 persen. Komposisi dana murah ini juga meningkat jika dibanding tahun sebelumnya 51.60 persen,” ujar dia di Gedung BNI Syariah, Jakarta Selatan, Kamis (14/2/2019).

Sementara itu, dari sisi penyaluran dana, Perseroan telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 28,30 triliun atau naik 19,93 persen.

Komposisi pembiayaan pada 2018 disumbang oleh segmen konsumer sebesar Rp 13,92 triliun atau setara 49,17 persen. 

“Itu diikuti segmen komersial sebesar Rp 7 triliun, segmen kecil dan menengah sebesar Rp 5,97 triliun, segmen mikro Rp 1,08 triliun, dan Hasanah Card sekitar Rp 332,69 miliar. Kemudian Non Performing Financing (NPF) 2018 dibawah 3 persen yaitu sebesar 2.93 persen,” ujar dia.

Untuk strategi tahun ini, BNI Syariah akan meningkatkan ekspansi pembiayaan kepada sektor komersial secara selektif kepada nasabah yang memiliki tingkat risiko rendah seperti BUMN. 

“Tapi secara bankwide kami akan meningkatkan porsi pembiayaan pada segmen ritel (small and medium) dan sedikit menurunkan porsi segmen komersial. Kami menargetkan segmen komersial tumbuh di kisaran 20 persen,” tutur dia.

2 dari 2 halaman

Total Aset BNI Tembus Rp 800 Triliun pada Akhir 2018

Sebelumnya, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) telah mengelola aset Rp 808,57 triliun di akhir 2018. Angka tersebut tumbuh 14 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. 

“Pada akhir 2018, untuk pertama kalinya BNI berhasil mencatatkan total aset melampaui Rp 800 triliun, tepatnya Rp 808,57 triliun atau tumbuh 14 persen yoy dibandingkan akhir 2017 yang tercatat Rp 709,33 triliun,” kata Adi, di Jakarta, Rabu 23 Januari 2019.

Pertumbuhan aset BNI ini jauh melampaui pertumbuhan aset di industri perbankan yang mencapai 9,1 persen per November 2018. Kinerja positif ini juga ditopang oleh positifnya pencapaian anak-anak perusahaan.

“Kinerja anak perusahaan BNI sepanjang 2018 menunjukkan tren peningkatan yang positif dan memberikan kontribusi terhadap laba bersih BNI,” ujar dia.

Seperti diketahui, BNI memiliki 5 perusahaan anak yang meliputi BNI Syariah, BNI Life, BNI Multifinance, BNI Sekuritas dan BNI Asset Management. Kelima perusahaan ini mampu memberikan kontribusi 9,24 persen terhadap total laba BNI konsolidasi.

Selain itu, hal itu juga didukung oleh kemampuan dalam mengelola likuditas secara optimal. “Meskipun berada pada kondisi pasar likuiditas yang sangat ketat, BNI mampu menjaga pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 12,1 persen yoy, yaitu dari Rp 516,10 triliun pada Desember 2017 menjadi Rp 578,78 triliun pada Desember 2018,” kata dia.

Penghimpunan DPK BNI tersebut diiringi dengan menurunnya Cost of Fund dari 3,0 persen pada Desember 2017 menjadi 2,8 persen pada Desember 2018.

Hal ini tersebut tercapai karena BNI berhasil menumbuhkan rasio dana murah (CASA) dari level 63,1 persen pada Desember 2017 menjadi 64,8 persen pada Desember 2018.

“Perbaikan rasio dana murah ini tidak terlepas dari pertumbuhan giro sebesar 18,2 persen yoy dan tabungan sebesar 13,0 persen yoy, yang lebih tinggi dibandingkan peningkatan deposito BNI yaitu 6, persen,” tutur dia.


Saksikan video pilihan di bawah ini: