Maaf Achmad Zaky Disambut Seruan Jokowi Setop Uninstall Bukalapak

Jakarta – Chief Executive Officer (CEO) sekaligus pendiri Bukalapak Achmad Zaky diundang Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Istana Kepresidenan. Zaky pun menyampaikan permohonan maaf sekaligus mengklarifikasi cuitan soal presiden baru dan anggaran riset yang sempat jadi kontroversi.

Pertemuan digelar tertutup. Dalam pertemuan itu ikut hadir Koordinator Staf Khusus Presiden Teten Masduki dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung.

“Secara pribadi saya sampaikan maaf kepada Bapak dan luruskan juga yang kemarin terus selanjutnya saya apresiasi tadi kita diskusi banyak mengenai rancangan pemerintah untuk membuat supaya Indonesia maju,” kata Zaky usai bertemu Jokowi di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Sabtu (16/2/2019).


Zaky juga menyampaikan terima kasih karena diluangkan waktu bertemu Jokowi. Dia mengatakan dirinya diundang langsung Jokowi.

Pada pertemuan itu, Zaky menyampaikan klarifikasi soal cuitan soal anggaran riset untuk membangun Industri 4.0. Dia menjelaskan cuitan tersebut bukan semata ditujukan ke pemerintah tapi juga ke pelaku bisnis.

“Pemerintah saya kira sudah siapkan dana itu. Namun saya pikir semangatnya antara pemerintah dan kami pelaku industri sama-sama harus membangun riset. Poin tweet saya bukan hanya untuk negara, tapi juga pelaku bisnis. Karena dana riset tak hanya untuk pemerintah,” ujar Zaky.

Dia mengatakan Bukalapak sendiri mendukung penuh riset dan teknologi serta menyiapkan SDM berkualitas. Hal tersebut, lanjutnya, jadi formula agar bisnis di Indonesia tak melulu soal perang harga.

“Tolong teman wartawan diambil semangatnya. Saya anak muda pelaku industri fokus ke SDM yang berkualitas dengan riset dan teknologi. Karena perang ke depan bukan dengan manusia. Tapi pinter-pinteran. Kalau nggak fokus di riset kita akan perang harga,” ujar dia.

Cuitan Zaky menyinggung soal anggaran riset dan pengembangan (research and development atau R&D) di Indonesia yang rendah yakni sebesar USD 2 miliar. Dia menyebutkan Indonesia tertinggal dari Singapura dan Malaysia yang masing-masing menganggarkan USD 10 miliar untuk R&D. Menurutnya dengan anggaran riset yang kecil, omong kosong Indonesia bisa menghadapi industri 4.0.

Memang dalam cuitan tersebut, Zaky menuliskan data yang ditulisnya tersebut ialah data 2016. Dia mengatakan data itu didapatnya dari Wikipedia.

“Datanya kan Wikipedia. Tapi saya pikir semangatnya. Saya belum dapat data update terbaru. Saya pikir semangatnya,” ujar Zaky

Selain itu, Zaky juga menjelaskan maksud ‘presiden baru’ dalam cuitannya. Dia mengatakan ‘presiden baru’ yang dimaksudnya adalah yang terpilih nanti.

“Sebenarnya waktu nge-tweet, saya sudah nge-tweet di atasnya. Beberapa jam setelahnya, setelah bangun tidur, saya kaget itu. Cuma kan kalau sudah viral susah dikendalikan. Kan maksudnya terpilih, Pak Jokowi pun masuk di situ. Terpilih. Sudah masuk semuanya,” ucap Zaky.

Buntut dari cuitan tersebut, sempat muncul gerakan tanda pagar (tagar) uninstallbukalapak di media sosial. Jokowi meminta gerakan #uninstallbukalapak tersebut dihentikan. Dia menyatakan mendukung penuh inovasi anak muda.

“Saya ajak hari ini untuk menghentikan, untuk setop uninstall Bukalapak. Setop. Karena kita harus dorong. Dorong anak-anak muda yang memiliki inovasi, memiliki kreativitas untuk maju,” kata Jokowi.

Jokowi menegaskan tak tersinggung dengan adanya cuitan Zaky.

Terkait dana riset, Jokowi mengatakan pemerintah sudah menganggarkan jumlah yang cukup besar. Dia mengatakan pemerintah punya komitmen untuk mengembangkan riset.

“Supaya kita semuanya tahu bahwa dana pengembangan dan riset ini kita sudah Rp 26 triliun,” kata Jokowi.

Sementara itu, Teten mengatakan Jokowi memahami anak muda seperti Zaky. Dia mengatakan Jokowi melihat sektor e-commerce sebagai aset kebanggaan nasional.

“Ya beliau memahamilah ini anak muda. Jokowi pahamlah. Zaky ini kan aset nasional. Presiden saya kira lebih mempertimbangkan aspek bisnis online ini karena harus tahu 4 unicorn e-commerce ada pada waktu Pak Jokowi,” kata Teten.
(jbr/gbr)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Sandi Janji Bakal Lipatgandakan Dana R&D dari Dunia Usaha dan Pemerintah

Liputan6.com, Jakarta – Cawapres Sandiaga Uno menghadiri acara Youth Entrepreneur Summit (YES) 2019 di Arena DBL Surabaya, Sabtu (16/2/2019). Dihadapan ribuan millenial, Sandi berjanji akan membuka akses untuk ribuan anak muda yang ingin berwirausaha sebagai solusi mengatasi permasalahan tenaga kerja Indonesia.

“Mari kita bersama-sama pecahkan masalah pengangguran ini. Benahi sumber daya manusia agar tidak hanya unggul dalam jumlah, tetapi juga kualitasnya. Gunakan teknologi sebagai kunci dalam pengelolaan kekayaan sumber daya alam kita. Bangun iklim investasi yang memungkinkan jutaan pekerjaan baru muncul di tengah-tengah bonus demografi Indonesia,” kata Sandiaga.

Menurut Sandi, Indonesia harus mampu mengolah kekayaan hasil bumi dengan inovasi, Research and Development (R & D), membangun industri dan melompat dengan memperkuat daya dukung Inovasi, terutama Blended R & D Fund.

Sandi berjanji akan melipatgandakan dana R&D dari dunia usaha dan pemerintah. Hal itu demi memberikan insentif riset dan inkubasi untuk para millenial inovator mandiri. Serta memastikan adanya insentif riset untuk dunia usaha.

“Melompat artinya juga melipat gandakan akumulasi dana riset sampai 200 triliun dalam 5 tahun. Menajamkan fokus riset di kampus lewat kolaborasi inovasi,” papar Sandi.

“Dan yang terpenting, buka akses untuk ribuan anak muda yang ingin berwirausaha. Sehingga turut jadi solusi permasalahan tenaga kerja kita. Ayo melompat tinggi melawan gravitasi keraguan, memulai berusaha sejak dini. Enterpreneurship ini soal mindset, pola pikir yg berwujud Kerja Keras, Cerdas, Tuntas & Ikhlas,” tandas Sandiaga.

Reporter: Muhammad Genantan Saputra

Sumber: Merdeka.com

2 dari 2 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Tahun Politik Tak Hambat Bisnis Properti

Liputan6.com, Jakarta – Mengamati data Rumah.com Property Index dan data nasional, pasar properti nasional di tahun 2019 dipastikan akan lebih positif, melanjutkan tren yang telah terbentuk di sepanjang 2018.

Meski kepuasan terhadap upaya Pemerintah dalam menjaga harga hunian tetap terjangkau sedikit menurun, namun mayoritas merasa optimistis dengan iklim properti Indonesia saat ini. Kendati begitu, berbelitnya proses pengurusan KPR bisa menjadi penahan laju pasar properti nasional.

Kebijakan Pemerintah yang melonggarkan Loan To Value (LTV) atau uang muka membuka kesempatan bagi para pencari properti untuk membeli rumah dengan uang muka yang serendah-rendahnya.

Secara umum, pasar properti Indonesia di tahun ini tidak akan begitu terpengaruh dengan keadaan politik.

Pasar properti akan terus merangkak naik dan menuju pemulihan, sehingga ini merupakan kesempatan yang tepat untuk membeli properti. Baik untuk dihuni atau dipakai sendiri maupun sebagai sarana investasi.

Simak juga: Mau tahu kebutuhan konsumen properti saat ini? Temukan jawabannya dalam Riset Konsumen Properti di Rumah.com!

Senada, menurut pengembang PT Bakrie Swasakti Utama sebagai anak usaha Bakrieland Development Tbk (ELTY), situasi politik yang akan terus ramai hingga semester satu 2019 diyakini tak akan berdampak signifikan terhadap aktivitas penjualan.

“Sebab kami punya target pasar yang spesifik, sehingga kami tetap optimistis penjualan tiga proyek yang ada di kawasan Rasuna Epicentrum Kuningan, yakni The Masterpiece, The Empyreal serta Ocea Condotel, akan memenuhi target di tahun 2019,” kata Hermon Simanjuntak, Sales & Marketing Division Head PT Bakrie Swasakti Utama.

Ia melanjutkan, “Buktinya di Januari, empat unit apartemen telah terjual. Berbanding bulan yang sama tahun lalu, dimana hanya terjual 2 unit itu sudah bagus.”

The Masterpiece dan The Empyreal yang berada di megasuperblok terpadu Rasuna Epicentrum dibanderol dengan harga jual mulai Rp 3 miliaran. Terkini, unit di kedua apartemen hanya tersisa sekitar 5% dari total keseluruhan 463 unit.

Sementara Ocea Condotel ditawarkan mulai dari Rp 1 miliaran – Rp 2 miliaran. Kondotel ini mengusung konsep arsitektur modern, yang dibangun di atas lahan seluas 12.582 meter persegi dengan ketinggian 32 lantai dan berjumlah 324 unit.

“Ocea Condotel sangat ideal untuk ajang investasi, bisa digunakan investor sebagai penginapan pribadi namun dalam batas waktu tertentu. Pemiliknya bisa stay sampai 25 kali dalam satu tahun, mengikuti syarat dan ketentuan yang berlaku,” ujar Hermon.

2 dari 2 halaman

Peluang Itu Tetap Ada

Kilas balik di tahun lalu, Colliers International Indonesia menemukan fakta bahwa masyarakat Jakarta lebih memilih menabung daripada membelanjakan uangnya ke dalam bentuk properti.

Alasan turunnya minat dipicu oleh pertumbuhan harga tahunan apartemen, yang tercatat lebih rendah (2,5%) dari tingkat inflasi 2018 sebesar 3,13%.

Sedangkan di tahun ini, diperkirakan permintaan apartemen bakal cenderung stagnan. Hal tersebut disebabkan konsumen lebih menunggu sampai pemerintahan baru terbentuk.

Di samping itu, adanya potensi kenaikan suku bunga dan kemungkinan pelemahan rupiah akibat ketidakpastian global turut menjadi penyebab.

(Cek Rumah.com/Panduan untuk mengetahui informasi yang dibutuhkan terkait KPR dan membeli rumah sampai mengurus sertifikat rumah)

Kendati demikian, pangsa hunian vertikal tetap memiliki peluang dari efek lanjutan relaksasi Loan To Value (LTV) serta penurunan pajak properti (PPnBM dan Pajak Barang Sangat Mewah).

Untuk itu, terkait rencana penjualan ketiga produk, PT Bakrie Swasakti Utama berupaya menarik minat konsumen dengan mengimplementasikan strategi yang sudah terbukti berhasil pada tahun lalu.

“Tahun lalu properti disebut lesu, tapi penjualan kami masih tetap ada. Lalu sales di awal tahun ini sendiri sudah cukup memuaskan, meski belum mencapai 100% dari target yang ditentukan tiap bulannya. Dan kami tetap yakin, di akhir tahun semua produk yang tersisa akan sold out,” Hermon menjelaskan.

Beberapa metode penjualan yang bakal dilakukan diantaranya menyiasati uang muka (Down Payment) agar bisa lebih rendah dari harga normal. Ada juga komponen lain seperti gratis biaya-biaya terkait urusan perbankan.

“Namun teknik ini situasional, mana yang lebih disukai calon customer itu yang akan kami gencarkan. Sebab penetrasi kami lakukan lewat dua cara, baik konvensional dan digital,” tukasnya.

Dapatkan ulasan lebih mendalam tentang Rumah.com Property Outlook 2019 di sini (https://www.rumah.com/insights/rumah-com-property-market-outlook-2019-326)

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

Inas: Indomatrik Digunakan untuk Dongkrak Opini Elektabilitas Prabowo

Jakarta – Anggota Penugasan Khusus Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Inas Nasrullah Zubir, menduga Indomatrik digunakan untuk kepentingan mendongkrak opini survei Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Indomatrik sebelumnya merilis hasil survei yang menunjukkan selisih elektabilitas Jokowi-Ma’ruf Amin dan Prabowo-Sandiaga sebesar 3,93%.

“Jika orang yang sama, yaitu Husin Yazid memegang posisi penting di dua lembaga survei yang berbeda, tentunya dia dapat memainkan kartu yang sama juga. Artinya bahwa pada saat Pilpres 2014, Husin Yazid bermain kartu remi untuk kepentingan Prabowo, maka tidak salah juga jika kita duga bahwa dia akan bermain mati-matian untuk Prabowo di pilpres 2019,” ujar Inas kepada wartawan, Sabtu (16/2/2019).

Direktur Riset Indomatrik, Husin Yazid,sebelumnya mengatakan Indomatrik dan Puskaptis ialah dua lembaga survei yang berbeda. Namun Husin Yazid pernah menjabat Direktur Eksekutif Puskaptis.

“Jadi, jika pada tahun 2014 yang lalu, Puskaptis ditengarai digunakan oleh Prabowo Subianto untuk membangun opini agar survei Prabowo menjadi di atas Jokowi, maka tidak salah juga kalau kita duga bahwa Indomatrik digunakan oleh Prabowo-Sandi untuk mendongkrak opini survei Prabowo-Sandi yang memang stagnan dan mentok disekitaran 30-an persen saja,” sambungnya.

Inas, yang juga politikus Hanura mengutip keterangan anggota Dewan Etik Perhimpunan Survei Opini Publik Indonesia (Persepi), Hamdi Muluk, yang menyatakan lembaga survei Indomatrik tak berada di bawah naungannya.

“Maka berarti bahwa Indomatrik bukanlah lembaga survei yang kapabel dan bisa dipercaya, sehingga kesimpulan bahwa Indomatrik adalah alat Prabowo Subianto untuk mendongkrak opini elektabilitasnya, bukanlah isapan jempol belaka,” kata Inas.

(elz/fdn)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Ruang Komersial di Sawangan Siap Booming

Liputan6.com, Jakarta – Wilayah Sawangan dan sekitarnya sejak sepuluh tahun terakhir punya perkembangan yang cukup signifikan. Harus diakui, perkembangan ini didorong oleh kebutuhan akan hunian dan segala fasilitasnya yang dinamis.

Hal ini juga dipicu karena belakangan pembangunan Kota Depok memang mengarah ke Sawangan, setelah kawasan ‘élit’ Margonda mulai jenuh. Rencana pembangunan infrastruktur dan lokasi yang strategis, membuat Sawangan memiliki potensi perkembangan yang besar.

Begitupun untuk fasilitas kawasannya seperti sarana kesehatan, pendidikan, pusat perbelanjaan, hingga fasilitas yang mendukung gaya hidup.

(Sebelum beli rumah, simulasikan dulu cicilan rumah per bulannnya lewat Kalkulator KPR dari Rumah.com)

Hal ini juga, yang mendasari jaringan toko swalayan Farmers Market untuk membuka gerai ke-23 di CitraLake Sawangan, Depok. Berada di kawasan komersial CitraLake Food Festival (Ciffest) seluas 4.000m2, di mana Farmers Market menempati area seluas 1.000m2.

Meshvara Kanjaya, CEO PT Supra Boga Lestari mengatakan, dipilihnya perumahan CitraLake Sawangan lantaran kawasan tersebut merupakan area yang sedang tumbuh. Hal ini terlihat dari penduduknya yang didominasi kalangan menengah dan menengah “sedikit atas”.

“Sebelum dibuka kami sudah melakukan survei dan hasilnya cukup optimis. Bahwa pasar di sini sangat potensial. Meski dalam setahun dua tahun ke depan, kami belum mengharapkan breakeven, namun kami yakin trennya akan terus naik,” ujarnya.

Selain itu, kata Meshvara, optimisme tersebut juga karena lokasinya berada di proyek Grup Ciputra, yang dalam setiap pengembangan  proyek properti selalu sukses mengintegrasikan antara kawasan residensial dan area komersial.

(Ingin tahu apa yang menjadi kebutuhan konsumen properti saat ini? Temukan jawabannya dalam Riset Konsumen Properti di Rumah.com!)

Sementara itu Nararya Ciputra Sastrawinata selaku Director PT Ciputra Residence mengungkapkan, pembukaaan swalayan ternama ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan, dalam memberikan kemudahan dan kenyamanan hidup untuk penghuni.

Di samping itu, manajemen juga berharap adanya peningkatan value kawasan dan properti yang dimiliki konsumen CitraLake Sawangan. Baca juga: Panduan Lengkap Beli Hunian Pertama

“Setelah ini, ke depan menyusul pembukaan tenant-tenant unggulan. Kami berharap kerjasama seperti ini membuahkan win win solution semua pihak, terutama konsumen dalam dan luar kawasan perumahan ini,” jelasnya.

Terkait perkembangan hunian, CitraLake Sawangan kini tengah menyiapkan beberapa produk yang akan dirilis tahun ini. Salah satunya, rumah compact tipe sedang yang permintaannya cukup tinggi.

“Di awal semester dua, kami punya proyek baru yakni townhouse di jalur utama (boulevard). Produknya semi ruko alias rumah yang bisa juga difungsikan sebagai properti komersial, dengan unit sangat berbatas,” ucap Edwin Wardhana, General Manager CitraLake Sawangan.

(Simak Review Properti dari Rumah.com yang disajikan secara obyektif dan transparan, sehingga Anda dapat menilai spesifikasi material hunian, rencana pembangunan infrastruktur di sekitar lokasi, hingga perbandingan harga dengan hunian lain di sekitarnya) 

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

Jokowi akan Beri Insentif Pajak untuk Bukalapak Cs, Ini Syaratnya

Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah bertemu dengan pendiri sekaligus bos Bukalapak Achmad Zaky. Dalam pertemuan di Istana Presiden, keduanya membicarakan terkait dana pengembangan dan riset di Indonesia hingga inovasi yang harus dilakukan.

Jokowi juga membuka peluang insentif pajak untuk Bukalapak jika serius dalam mengembangkan sumber daya manusia (SDM).

“Masih dalam proses pembicaraan untuk memberikan super deductible tax, baik dalam rangka pengembangan SDM dan juga inovasi,” ujar Jokowi, Sabtu (16/2/2019).


Super deductible tax adalah insentif yang diberikan kepada perusahaan yang terlibat atau investasi di sektor pendidikan vokasi, serta penelitian dan pengembangan (Litbang/R&D). Jadi perusahaan yang ingin mendapatkan insentif ini harus aktif dalam kegiatan pengembangan dan pendidikan SDM.

Sebelumnya, pemerintah melalui Kementerian Perindustrian telah menerbitkan peraturan tersebut. Aturan ini diterbitkan pada Mei 2018 yang lalu.

Jokowi juga meminta masyarakat Indonesia mendukung perusahaan rintisan yang kini sudah menjadi unicorn seperti Go-Jek, Traveloka, Tokopedia dan BukaLapak.

“Ini untuk memajukan ekonomi kita semuanya dan mendorong start up,” imbuh dia.

(kil/ara)

PDIP: Bos Bukalapak Sudah Ketawa-ketawa Sama Jokowi

Jakarta – Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan bos Bukalapak Achmad Zaky sudah tertawa bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi) usai polemik cuitan soal dana riset di Indonesia. Hasto menyebut presiden menyediakan sarana bagi pengusaha seperti Zaky.

“Udah ketawa-ketawa sama Pak Presiden, Pak Presiden akan terus, mereka memberikan kritik pun sama Pak Presiden diberikan sebuah sarana karena presiden melihat bangsa ini harus dibangun dengan hal yang baik,” kata Hasto di posko Cemara, Menteng Jakarta Pusat, Sabtu (16/2/2019).

Hasto menyatakan Jokowi juga ingin mendorong perkembangan startup di Indonesia. Menurutnya, startup berprestasi perlu diberikan tempat untuk berkembang.
“Mereka yang berprestasi itu mendapat tempat di bumi pertiwi ini, karena itulah pak Jokowi mendorong hal tersebut, mendorong startup, mendorong itu, komunikasi, mendorong infrastruktur, sampai dangdutan pun presiden bisa,” ujarnya.

Zaky sebelumnya menemui Jokowi di Istana Kepresidenan, Jakarta, Sabtu (16/2). Dia pun menjelaskan maksud cuitannya yang menyebut ‘presiden baru’ dan menyinggung dana riset dan pengembangan (R&D) di Indonesia.

“Sebenarnya waktu nge-tweet, saya sudah nge-tweet di atasnya. Beberapa jam setelahnya, setelah bangun tidur, saya kaget itu. Cuma kan kalau sudah viral susah dikendalikan. Kan maksudnya terpilih, Pak Jokowi pun masuk di situ. Terpilih. Sudah masuk semuanya,” ujar Zaky setelah bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Kepresidenan, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Sabtu (16/2).

Jokowi juga mengaku tak mempermasalahkan cuitan Zaky. Dia pun telah meminta gerakan tagar uninstallbukalapak dihentikan.

“Saya ajak hari ini untuk menghentikan, untuk setop uninstall Bukalapak. Setop. Karena kita harus dorong. Dorong anak-anak muda yang memiliki inovasi, memilki kreativitas untuk maju,” kata Jokowi di Istana Merdeka, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat.
(abw/haf)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Istana: Uninstall Bukalapak Ganggu Bisnis e-Commerce

Jakarta – Pihak Istana Kepresidenan khawatir cuitan #uninstallbukalapak yang ramai di media sosial Twitter bisa mengganggu kondisi bisnis e-commerce di Indonesia.

Tagar itu muncul karena respon warganet atas cuitan CEO Bukalapak Achmad Zaky di Twitter soal dana riset Indonesia yang masih tertinggal dan istilah ‘presiden baru’ pada Kamis lalu.

“Ya sama sekali sih beliau (Presiden Jokowi) tidak marah ya, bahkan, beliau kuatir kalau ini terus berlanjut uninstall terhadap Bukalapak ini. Ini akan mengganggu bisnis e-commerce di Indonesia,” kata Koordinator Staf Khusus Presiden Teten Masduki di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Sabtu (16/2/2019).


Teten juga mengatakan bahwa Bukalapak merupakan salah satu perusahaan rintisan raksasa di Indonesia yang banyak dimanfaatkan oleh kalangan UMKM.

“Harus kita tahu Bukalapak ini adalah salah satu empat dari unicorn kita. Selain Go-Jek, Traveloka, Tokopedia dan banyak UMKM yang menggunakan marketplace nya di empat unicorn ini,” katanya.

Oleh karenanya, masyarakat khususnya netizen diminta untuk menghentikan aksi uninstall Bukalapak tersebut.

“Jadi jangan sampai ini kemudian menjadi rusak. Karena ini juga jadi kebanggaan kita. Karena ini empat unicorn Indonesia yang kuat di Asia Tenggara,” tuturnya.

(fdl/ara)

Quick Count Pilpres 2014 Diungkit, Husin Yazid Serang Balik Hamdi Muluk

Jakarta – Anggota Dewan Etik Perhimpunan Survei Opini Publik Indonesia (Persepi) Hamdi Muluk menyebut Indomatrik cuma ganti nama dari Puskaptis. Direktur Riset Indomatrik, Husin Yazid, menyerang balik Hamdi.

Yazid menyebut Hamdi tidak independen dan melibatkan lembaga survei yang ada di bawah naungan Persepi untuk mendukung Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok di Pilgub DKI 2017. Ini lantaran Hamdi mengungkit soal Puskaptis yang dikeluarkan dari Persepi karena dituding manipulatif karena quick count di Pilpres 2017 berbeda dari lembaga survei lainnya dengan memenangkan Prabowo-Hatta Rajasa.

“Justru Pak Hamdi Muluk yang ganti nama dari ketua jadi anggota. Karena sebagai ketua dewan etik dia tidak independen. Keberpihakan kepada calon-calon. Dan bahkan disinyalir menyuruh beberapa anggotanya di Persepi untuk mendukung calon tertentu. Contoh di Pilgub DKI 2017, di Ahoker,” tutur Yazid saat dihubungi, Sabtu (16/2/2019).


Dia mengatakan hanya berasumsi. Setelah mendukung Ahok di Pilgub DKI 2017, Yazid menduga Hamdi bersama beberapa lembaga survei di bawah Persepi kini mendukung capres petahana Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin.

“Saya berasumsi. Dulu dia Ahoker benar. Sekarang dia disinyalir. Karena dia membawahi beberapa lembaga survei yang dulu ke Ahok ini. Sekarang kan ke Jokowi, 01,” ucap Yazid.

Dia juga menyebut Hamdi tak punya pengalaman. Alasan-alasan ini pula yang disebut Yazid Puskaptis tak bersedia untuk diaudit pada 2014 lalu.

“Kedua, Saya pertanyakan integritas, kredibilitas, plus kompetensi dari Prof Hamdi Muluk karena dia belum punya pengalaman dalam survei bupati, wali kota, dan gubernur.Sementara saya, dari 2014 sudah lakukan 350-an untuk bupati-wali kota. Plus 34 provinsi. Dan presiden 2004-2009. Artinya dia tak punya kompetensi. Untuk apa saya diperiksa orang tak berpengalaman,” kata Yazid.

Sebelumnya diberitakan, Indomatrik mengeluarkan survei terkait Pilpres 2019. Hasilnya, elektabilitas Prabowo-Sandiaga semakin mendekati Jokowi-Ma’ruf Amin.

Anggota Dewan Etik Persepi, Hamdi Muluk, mengatakan Indomatrik tidak terdaftar di Persepi. Hamdi kemudian mengungkit soal hasil quick count Pilpres 2014 dari Puskaptis yang berbeda dengan perhitungan real count KPU.

Quick count Puskaptis, menyatakan elektabilitas Prabowo-Hatta Radjasa unggul dari Jokowi-Jusuf Kalla. Padahal kebanyakan lembaga survei mengumumkan kemenangan Jokowi-JK.

Hamdi kemudian mengungkit Puskaptis yang tak mau diaudit terkait quick count tersebut. Hamdi kemudian meminta masyarakat skeptis dengan melihat rekam jejak penyelenggara riset.

“Publik harusnya tidak melupakan rekam jejak Yazid dalam kasus kesalahan quick count di 2014. (Indomatrik) itu ganti nama saja (dari Puskaptis),” tandas Hamdi ketika dikonfirmasi detikcom, Sabtu (16/2/2019).

Puskaptis merupakan satu dari 4 lembaga survei yang dipermasalahkan saat Pilpres 2014 karena diduga memanipulasi hasil quick count. Pukaptis dan tiga lembaga riset lainnya, yakni Lembaga Survei Nasional (LSN), Indonesia Research Center (IRC), dan Jaringan Suara Indonesia (JSI), memenangkan pasangan Prabowo-Hatta Rajasa. Padahal lembaga survei lainnya merilis hasil Jokowi-Jusuf Kalla yang menang, dengan selisih angka tidak jauh dari real count KPU.

Hasil prediksi 4 lembaga itu sangat melenceng jauh dari real count KPU di mana pasangan Jokowi-JK mendapat perolehan 53,15% sementara Prabowo-Hatta 46,65%. Dari 4 lembaga survei yang diduga melakukan manipulatif, Puskaptis dan IRC yang prediksinya paling melenceng.

Puskaptis memiliki perbedaan angka sebesar 5,20%, sementara IRC selisihnya 4,26%. Padahal mereka sama-sama mematok margin error +-1%. Artinya, dalam prediksi mereka, kemungkinan perbedaan data dengan real count tidak akan lebih dari 1 persen. Namun kenyataannya sangat jauh.
(jbr/elz)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Bantah Sewa Indomatrik, BPN Prabowo Singgung Hasil Pilgub DKI

Jakarta – Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno membantah menyewa lembaga survei Indomatrik untuk menguntungkan pihaknya. Juru bicara BPN Prabowo-Sandiaga juga tak mempersoalkan pimpinan Indomatrik, Husin Yazid yang pernah bermasalah di Pilpres 2014 bersama lembaga survei Pusat Studi Kebijakan dan Pembangunan Strategis (Puskaptis).

“Saya ingin tegaskan Indomatrik tidak ada hubungan sama sekali dengan BPN Prabowo-Sandi. Karena kami tidak menyewa jasa konsultan atau lembaga survei dari eksternal karena kami menggunakan dari Internal,” kata Andre Rosiade kepada wartawan, Sabtu (16/2/2019).

Indomatrik sendiri diketahui tak masuk dalam Perhimpunan Survei Opini Publik Indonesia (Persepi). Pihak Persepi menyoroti soal Direktur Riset Indomatrik, Husin Yazid yang pernah bermasalah di Pilpres 2014. Saat itu Yazid merupakan Direktur Eksekutif Puskaptis, lembaga survei yang dituding manipulatif karena hasil quick countnya memenangkan Prabowo-Hatta Rajasa, meleset dari real count KPU yang memenangkan Jokowi-Jusuf Kalla.


Akibatnya, Puskaptis dikeluarkan dari keanggotaan Persepi. Puskaptis juga dilaporkan ke pihak kepolisian. Kini nama Yazid kembali diperbincangkan sebab hasil survei Indomatrik juga berbeda dengan banyak lembaga survei lainnya. Jelang Pilpres 2019, Indomatrik menyebut elektabilitas Jokowi-Ma’ruf Amin hanya terpaut tipis dari Prabowo-Sandiaga Uno, tak sampai 4%.

BPN Prabowo-Sandiaga Uno tak mempermasalahkan track record Yazid di Pilpres 2014. Andre Rosiade mengungkit soal Indomatrik yang hasil surveinya di Pilgub DKI 2017 sesuai, Anies Baswedan-Sandiaga mengalahkan Basuki T Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat.

“Mengenai hasil survei yang meleset di Pilpres 2014, kita juga tahu lembaga-lembaga survei yang sekarang menyatakan Pak Jokowi unggul 20% adalah lembaga-lembaga survei yang menyatakan Ahok juga unggul di 2017,” tuturnya.

Andre pun menyebut lembaga-lembaga survei yang hasilnya menunjukkan keunggulan Jokowi sebagai partisan.

“Ternyata mereka semua juga meleset. Sedangkan Indomatrik waktu Pilkada 2017 prediksinya tepat bahwa Anies dan Sandi akan menang, termasuk hasil quick count nya di Pilkada DKI Indomatrik juga tepat. Ini menunjukkan bahwa lembaga-lembaga survei pendukung Jokowi juga pernah salah,” sebut Andre.

Bantah Sewa Indomatrik, BPN Prabowo Singgung Hasil Pilgub DKIFoto: Husin Yazid. (Dok detikcom).

Meski mengaku tak membela Indomatrik, ia kembali mengungkit soal hasil lembaga survei itu yang bisa sesuai dengan real count KPU di Pilgub DKI. Andre juga menyebut salah satu tokoh riset pemilu yang berpindah dari satu lembaga ke lembaga survei lainnya.

“Dan yang publik harus ketahui bahwa lembaga survei yang menyatakan Jokowi menang ini sama dengan lembaga-lembaga survei yang menyatakan Ahok menang,” ujar politikus Gerindra itu.

“Saya tidak ingin membela Indomatrik tapi saya ingin kita objektif saja. Bahwa lembaga-lembaga survei yang menyatakan Pak Jokowi unggul 20% ini adalah lembaga2-lembaga yang sama menyatakan Ahok unggul 20% juga dan faktanya Ahok kalah dan yang benar ini adalah Indomatrik. Saya rasa enggak ada masalah ya. Dulu juga Saiful Mujani ada di LSI sekarang ada SMRC, kan enggak ada masalah,” tambah Andre.

Yazid juga sudah membantah Indomatrik berafiliasi dengan Prabowo-Sandiaga. Senada dengan Andre, Yazid juga menyinggung hasil Pilgub DKI Jakarta 2017.

“Ada 7-9 lembaga survei yang menjadi konsultannya Ahok terdiri dari Lembaga Survei Indonesia, Indikator, Indo Barometer, Charta Politika, SMRC, Vox Populi, dan lainnya yang mengatakan 6 bulan sebelum pilkada sampai H-1 sebelum pencoblosan mengatakan Ahok menang. Dan LSI Denny JA mengatakan Agus menang. Dan tidak terbukti. Apakah ini abal-abal? Apakah ini bisa dipercaya oleh masyarakat?” ungkap Yazid, Sabtu (16/2).

TKN Jokowi-Ma’ruf meragukan kredibilitas hasil suevi ini. Jubir TKN Jokowi-Ma’ruf, Ace Hasan Syadzily menuding Puskaptis dan Indomatrik sama-sama bersamalah.

“Antara Puskaptis dan Indomatrik sama saja. Kedua-duanya memiliki rekam jejak bermasalah. Lembaga survei ini seperti ini dapat membodohi rakyat dengan tujuan penggiringan opini dengan motif bisnis. Publik perlu kritis terhadap hasil survei dari lembaga survei yang partisan. Lihat dulu track record lembaga survei tersebut. Sandingkan dengan hasil lembaga survei yang lain. Kalau hasil surveinya nyeleneh sendiri patut diduga lembaga survei tersebut sedang membangun framing politik,” urai Ace.

Ikuti perkembangan Pemilu 2019 hanya di sini.
(elz/fdn)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>