Rilis Produk Rokok Baru, Sampoerna Tunggu Regulasi Pemerintah

Liputan6.com, Jakarta – Induk perusahaan PT Handaya Mandala Sampoerna Tbk (HM Sampoerna) yaitu Philip Morris International telah mengeluarkan produk rokok tanpa asap (Iqos). Saat ini, produk tersebut telah dipasarkan di lebih dari 40 negara di Eropa dan Asia, termasuk Jepang dan Korea.

Direktur Urusan Eksternal Sampoerna HM Sampoerna, Elvira Lianita mengatakan, meski sudah dikenal di negara lain, produk Iqos ini belum dipasarkan di Indonesia.

“Induk perusahaan kami memang memiliki inovasi produk tembakau bernama Iqos. produk ini menggunakan tembakau asli, namun, perbedaan antara Iqos dan rokok adalah cara konsumsi. Kalau rokok dibakar, sementara Iqos dipanaskan,” ujar dia di Jakarta, Selasa (26/3/2019).

Elvira menjelaskan, berbeda dengan produk industri hasil tembakau (IHT) yang selama ini dikenal, produk Iqos memiliki risiko kesehatan yang lebih rendah. Oleh sebab itu, produk ini banyak diterima di negara-negara maju.

“Kalau dipanaskan maka pembentukan zat-zat kimia yang berbahaya maupun berpotensi berbahaya lebih kecil ketimbang jika dibakar. Itu perbedaan mendasarnya,” kata dia.

Terkait komersialisasi Iqos di Indonesia, lanjut, Elvira diperlukan adanya dua parameter yang menjadi pertimbangan utama. Pertama, terkait dengan pemahaman perokok dewasa tentang produk tersebut.

“Sebelum kami meluncurkan Iqos untuk komersialisasi di Indonesia, kami ingin mempelajari dulu bagaimana pemahaman perokok dewasa tentang perbedaan antara Iqos yang dipanaskan dan rokok yang dibakar. Jadi kami harus memastikan bahwa perokok dewasa paham perbedaannya, sehingga mereka bisa memilih dengan informasi yang cukup,” ungkap dia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *