Temuan Mengejutkan KPK di Riau, Belasan Mobil Dinas Dikuasai Eks Pejabat

Jakarta – Dalam safari di daerah, tim KPK menemukan banyak kejanggalan. Salah satu temuan yang menarik yaitu mengenai belasan mobil dinas yang masih digunakan mantan pejabat pemerintah daerah setempat.

Temuan itu didapat KPK dalam safarinya di Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau. Safari itu dilakukan lantaran KPK menyoroti permasalahan aset Pemprov Riau.

“KPK mendorong Pemerintah Provinsi untuk bekerja sama dengan Kejaksaan Tinggi Provinsi Riau terkait penyelesaian aset-aset daerah yang bermasalah, dikuasai pihak ketiga, konflik, belum bisa dieksekusi, dan sebagainya. Terkait aset tersebut KPK juga akan melakukan fasilitasi dan mediasi dengan instansi-instansi terkait,” kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Selasa (23/4/2019).

Selain itu tim KPK juga menggelar evaluasi program pencegahan korupsi di kantor Gubernur Riau. Kemudian tim KPK bertemu juga dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Pekanbaru.

Dalam pertemuan ini, salah satu yang diminta KPK adalah agar Pemkot Pekanbaru segera menarik belasan mobil dinas yang dikuasai mantan pejabat. Menurut Febri, sejak 1 Maret 2019, ada peningkatan penertiban mobil dinas yang dikuasai eks pejabat. Namun, hingga saat ini masih ada 13 unit mobil dinas mulai dari Toyota Harrier, Toyota Vellfire, Nissan Terano Nissan X-Trail hingga Toyota Fortuner yang masih dikuasai para eks pejabat di Pemkot Pekanbaru.

“KPK merekomendasikan agar Pemkot Pekanbaru segera melakukan penarikan kendaraan dinas dari para eks pejabat tersebut,” ucap Febri.

Selain itu, KPK juga menyoroti persoalan aset tanah di Pemkot Pekanbaru. Dia meminta Pemkot segera melakukan sertifikasi aset tanah.

“Terkait pembenahan aset tanah diketahui bahwa aset Pemkot yang bersertifikat baru 30 persen dari 667 persil. Untuk sisa aset tanah yang belum bersertifikasi KPK merekomendasikan agar Pemkot memproses secara bertahap sertifikasi tanah,” jelasnya.

Berikutnya, KPK juga bakal menyambangi Kota Dumai. Menurut Febri, KPK bakal meminta Pemkot Dumai segera menuntaskan permasalahan sumber daya manusia, salah satunya terkait TPP (Tambahan Penghasilan Pegawai).

Sebelumnya pada bulan lalu, Maret 2019, KPK juga menemukan hal serupa di lingkungan Kepulauan Riau (Kepri) yaitu adanya mantan pejabat yang masih menguasai mobil yang menjadi aset pemerintah daerah (pemda). KPK pun meminta aset-aset itu segera dikembalikan.

Temuan itu didapat KPK saat rapat koordinasi dengan Pemprov Kepri termasuk di dalamnya jajaran kepala daerah di lingkungan Kepri mulai dari bupati, wali kota, hingga anggota dewan. KPK menyebut ada total 19 mobil yang masih dikuasai mantan pejabatnya.

Mobil-mobil itu mulai dari Toyota Alphard, Toyota Camry, Nissan X-Trail, Toyota Corolla Altis, Toyota Rush, dan Toyota Innova. Namun Febri belum menyebutkan siapa saja mantan pejabat yang menguasai mobil-mobil itu.

Selain itu, KPK juga menemukan adanya 27 mobil yang di-pinjam-pakai-kan ke yayasan dan LSM. KPK meminta Pemprov Kepri proaktif untuk segera menangani masalah itu.

“Kami harap pihak pemerintah daerah juga terbuka pada publik, karena salah satu elemen inti dari reformasi birokrasi adalah keterbukaan dan akuntabilitas pada publik,” ujar Febri saat itu.
(dhn/fjp)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Ironi Baut Jembatan Siak IV Riau Dicuri Saat Baru 2 Bulan Operasi

Ironi Baut Jembatan Siak IV Riau Dicuri Saat Baru 2 Bulan Operasi Foto: jembatan siak IV (Chaidir-detik)

PekanbaruJembatan Siak IV di Pekanbaru, Riau, baru saja beroperasi bulan Februari 2019. Tetapi, jembatan yang jadi ikon Pekanbaru itu bautnya malah dicuri.

Jembatan Siak IV atau Jembatan Sultan Abdul Jalil Alamuddin Syah diresmikan pada Kamis, 14 Feburari 2019 oleh Gubernur Riau Wan Thamrin Hasyim. Jembatan itu membentang menyeberangi Sungai Siak.

Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Provinsi Riau Yunnas Haris mengatakan sekitar 100 baut hilang hingga dikhawatirkan membahayakan jika tetap dibuka untuk umum.

“(Hilangnya baut-baut) ini berpengaruh terhadap kekuatan jembatan. Kalau memang nanti membahayakan, (jembatan) kita akan tutup sementara,” kata Yunnas sebagaimana dilansir Antara, Minggu (14/4/2019).

Ironi Baut Jembatan Siak IV Riau Dicuri Saat Baru 2 Bulan OperasiFoto: jembatan siak IV (Chaidir-detik)

Ini Penampakan Jembatan Siak IV Riau yang Baut dan Kabelnya Dicuri

Senin 15 April 2019, 12:51 WIB

Foto News

Chaidir Anwar Tanjung – detikNews

Pekanbaru detikNews – Baut-baut dan kabel anti-petir di Jembatan Siak IV, Pekanbaru, Riau dicuri orang tak bertanggung jawab. Jembatan itu pun akan ditutup sementara.

Jembatan Siak IV atau Jembatan Sultan Abdul Jalil Alamuddin Syah diresmikan pada Kamis, 14 Feburari 2019 oleh Gubernur Riau Wan Thamrin Hasyim. (Chaidir-detikcom)

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com

Selain Baut, Kabel Anti-Petir di Jembatan Siak IV Riau Juga Dicuri

Jakarta – Publik lagi dihebohkan soal banyaknya baut yang dicuri di jembatan Siak IV Pekanbaru. Rupanya, kabel anti petir yang terpasang juga turut lenyap dicuri maling.

“Tak hanya baut yang dicuri di jembatan Siak IV Pekanbaru. Tapi kabel anti petir yang terpasang di jembatan juga dicuri,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Riau, Dadang Eko Purwanto kepada detikcom, Senin (15/4/2019).

Menurut Dadang, kabel anti petir yang terpasang di jembatan di ujung Jl Sudirman Pekanbaru sudah dua kali dicuri. Tidak tahu pasti siapa pelakunya.

“Jadi sudah dua kali kabel anti petir yang dicuri. Dan kita sudah menggantinya kembali,” katanya.

Kabel anti petir tersebut, katanya, sengaja dipasang karena konstruksi bangunan jembatan yang menjulang tinggi. Sehingga pemasangan kabel ini berfungsi untuk anti petir agar tidak membahayakan yang melintas di atas jembatan.

“Kabel anti petir kita pasang di dalam philon (tiang penyanggah). Tapi pintunya dirusak untuk mengambil kabel itu. Sekarang pintunya sudah kita las setelah kita menggantinya,” kata Dadang.

Walau pencurian kabel anti petir ini tidak mempengaruhi kekuatan struktur bangunan, tapi menurut Dadang, aksi pencurian ini sudah sangat meresahkan.

“Memang tidak mempengaruhi kekuatan konstruksi bangunan, seperti baut yang dicuri. Hanya saja inilah perilaku orang yang tidak bertanggung jawab,” kata Dadang.

Selain itu, katanya, besi pagar di atas jembatan juga ada yang dipotong oleh oknum pencuri. Namun pihak PUPR Riau sudah menggantinya lagi.

“Kami sudah laporkan kasus pencurian ini ke pihak kepolisian,” tutup Dadang.
(cha/rvk)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Satu Koli Surat Suara Asal Sumbar Tercecer di Riau

Pekanbaru – Surat suara tambahan dalam ukuran koli besar untuk Pemilu Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Kabupaten Tanah Datar tercecer di bawah jembatan Salo, Kabupaten Kampar, Riau. Bawaslu Riau bersama pihak kepolisian masih menyelidiki atas temuan ini.

Kertas suara yang tercecer itu tepatnya ditemukan pada Minggu (14/4/2019). Surat suara tersebut adalah surat suara Pemilu DPD RI dan DPR Dapil Sumatera Barat 1. Atas penemuan tersebut, warga melaporkan ke pihak terkait.

“Bawaslu Kabupaten Kampar menerima laporan soal kertas suara itu pukul 10.15 WIB. Tim kita langsung menuju ke lokasi,” kata Ketua Bawaslu Riau, Rusidi Rusdan Lubis kepada detikcom.

Saat sampai di lokasi, sambung Rusidi, masyarakat sudah ramai mengerumuni kertas suara tersebut. Bedasarkan informasi yang diterima, kertas suara ini diangkat masyarakat dari bawah jembatan saat mereka melaksanakan gotong royong.

 Satu Koli Surat Suara Asal Sumbar Tercecer di Riau Satu Koli Surat Suara Asal Sumbar Tercecer di Riau Foto: Dok. Istimewa

“Selanjutnya kertas suara ini kami amankan di Bawaslu Kampar yang juga sudah berkoordinasi dengan Polres Kampar,” kata Rusidi.

Selanjutnya surat suara tersebut diamankan di kantor Bawaslu Kampar. Selain itu Bawaslu Kampar juga berkoordinasi dengan Polres Kampar, serta KPU Kampar terkait temuan surat suara tersebut.

“Untuk Kronologi awal siapa penemu pertama masih Simpang siur. Namun saat ini Bawaslu Kampar bersama pihak kepolisian terus melakukan pencarian dan menggali informasi ini,” tutup Rusidi.

Satu Koli Surat Suara Asal Sumbar Tercecer di RiauSatu Koli Surat Suara Asal Sumbar Tercecer di Riau Foto: Dok. Istimewa

(yld/idn)
<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Ratusan Baut Dicuri, Jembatan Siak IV Riau akan Ditutup!

Pekanbaru – Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Riau mempertimbangkan untuk menutup sementara Jembatan Siak IV yang baru saja diresmikan medio Maret 2019. Sebab, ratusan baut hilang akibat dicuri.

Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Provinsi Riau, Yunnas Haris mengatakan sekitar 100-an baut hilang hingga dikhawatirkan membahayakan jika tetap dibuka untuk umum.

“(Hilangnya baut-baut) ini berpengaruh terhadap kekuatan jembatan, kalau memang nanti membahayakan, maka kita akan tutup sementara,” kata Yunnas sebagaimana dilansir Antara, Minggu (14/4/2019).

Haris menyayangkan insiden hilangnya material baut tersebut.
Menurut dia, seharusnya masyarakat dapat bersama-sama menjaga jembatan yang belakangan menjadi ikon baru Provinsi Riau tersebut. Terlebih lagi, baut yang hilang itu tidak serta merta dapat dibeli di pasar melainkan harus dipesan khusus.

“Bingung kita melihat kondisi ini. Kok tidak ada rasa memiliki,” ujarnya.

Selain baut, dia juga menyebut sejumlah material lainnya juga hilang dalam beberapa waktu terakhir. Di antaranya penangkal petir yang juga raib diambil orang tidak bertanggung jawab.

“Kemarin penangkal petir juga hilang. Tapi sudah kita ganti,” tuturnya.

Sementara saat disinggung pengawasan jembatan, pihaknya sejauh ini hanya bisa melakukan pengawasan secara acak. Dia mengaku tidak mungkin menempatkan personel 24 jam untuk mengawasi maling.

“Kita kan tidak bisa awasi 24 jam. Memang kita awasi, tapi lengah saja sedikit, baut-baut itu langsung dicuri, padahal besinya itukan tertanam,” ujarnya.

Untuk itu, pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk bersama-sama menjaga Jembatan Siak IV yang juga diberi nama Jembatan Marhum Bukit itu, dan jangan mencuri bagian dari jembatan.”Kalau sudah mur dan baut jembatan yang dicuri, tentu ini berbahaya terhadap ketahanan jembatan, karena baut itu bagian pengunci jembatan,” ujarnya.

Jembatan Siak IV diresmikan pada bulan Februari 2019, di akhir masa jabatan Gubernur Riau Wan Thamrin Hasyim. Saat diresmikan, Jembatan Siak IV diberi nama Jembatan Sultan Abdul Jalil Alamuddin Syah atau bisa juga disebut Jembatan Marhum Bukit.

Sultan Abdul Jalil Alamuddin Syah merupakan Sultan ke-4 Kerajaan Siak Sri Indrapura, yang bergelar Marhum Bukit. Namun, saat peresmian jembatan tersebut belum mengantongi sertifikat kelayakan dari Menteri PU sehingga tidak bisa langsung dibuka untuk umum.

Pembangunan Jembatan Siak IV telah dimulai sekitar 10 tahun lalu, yakni dari tahun 2009 dengan program tahun jamak (multi-years). Total dana pembangunan jembatan tersebut mencapai sekitar R p483,68 miliar.

Jembatan Siak IV memiliki total panjang 800 meter, dengan konstruksi Steel Deck Girder yang memiliki 14 titik kabel di bagian hulu dan hilir. Tinggi pylon jembatan 75 meter dengan jenis konstruksi beton.

Tujuan dari pembangunan Jembatan Siak IV adalah untuk mengimbangi pesatnya perkembangan Kota Pekanbaru wilayah utara, di mana Jalan Jenderal Sudirman yang merupakan jalan protokol, terhalang oleh aliran sungai Siak, sehingga perlu jalan penghubung wilayah Pekanbaru Kota dengan wilayah Pekanbaru Utara.
(asp/rvk)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Sedia Payung, Hari Pencoblosan di Pulau Bintan Riau Diprediksi Hujan

Liputan6.com, Riau – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau, memprediksi hujan lokal terjadi pada sebagian wilayah di Pulau Bintan saat hari pencoblosan surat suara, Rabu 17 April 2019 mendatang.

“Pemilih diharapkan menyediakan payung,” kata Prakirawan BMKG Tanjungpinang, Bhakti Wira, di Tanjungpinang, Minggu.

Bhakti mengatakan, hujan diperkirakan mulai terjadi pada pukul 10.00-12.00 WIB. Sementara sejak pukul 07.00-10.00 WIB kondisi cuaca di Pulau Bintan, berawan.

Lanjut Bhakti, hujan dengan intensitas sedang berpotensi terjadi di wilayah selatan Pulau Bintan, seperti Kecamatan Bintan Timur, Pulau Dompak dan Kecamatan Tanjungpinang Kota.

Dia juga menuturkan, dalam satu hingga dua hari ini diperkirakan hujan merata melanda se-Pulau Bintan dengan intensitas yang berbeda. Setelah itu, kemungkinan terjadi hujan panas.

“Perubahan cuaca kemungkinan dapat terjadi dalam waktu tertentu, apalagi menjelang pemungutan suara. Prediksi cuaca untuk enam hari ke depan yang dilakukan hari ini belum 100 persen benar,” jelasnya dilansir Antara.

Bhakti juga mengimbau, kondisi cuaca tersebut sebaiknya diwaspadai oleh petugas Pemilu dengan menyiapkan berbagai kebutuhan, supaya pemilih dan petugas tidak terganggu saat terjadi hujan di tempat pemungutan suara.

“Terutama terhadap logistik Pemilu jangan sampai terkena hujan,” tuturnya.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Tidak hanya akses jalan, banjir akibat tingginya curah hujan merendam rumah warga yang berada di Kampung Bojongasih, Kecamatan Dayeuhkolot.

Kisah Pilu Balita di Riau Hilang Diseret Buaya Saat Bermain di Sungai Lala

Liputan6.com, Riau – Buaya penghuni Sungai Indragiri di Desa Morong, Kecamatan Sungai Lala, Kabupaten Indragiri Hulu, mengganas. Bocah 5 tahun bernama Al Arefi menjadi korban setelah diseret ke dasar sungai dan masih dalam pencarian petugas gabungan.

Kepala Sub Bagian Hubungan Masyarakat Polres Indragiri Hilir Ajun Inspektur Dua Misran menjelaskan, korban dikabarkan terpeleset ketika bermain pasir di tepi sungai pada Sabtu pagi, 13 April 2019.

Diduga ketika bermain, buayayang belum diketahui jenisnya sudah mengamati gerak-gerik bocah itu dari air. Begitu korban tergelincir, buaya itu tak melewatkan kesempatan dan langsung menyeretnya ke air.

“Kesaksian masyarakat yang melihat kejadian ini, buaya itu membawa korban ke hilir sungai,” kata Misran, Sabtu malam.

Beberapa warga berusaha menyelamatkan korban memakai sampan. Hanya saja buaya itu selalu menyelam ketika ada orang mendekatinya, lalu ke permukaan lagi ketika warga menjauh.

Masyarakat pinggiran sungai yang berkerumun di lokasi kejadian juga melihat korban berada di moncong buaya. Buaya itu disebut berukuran cukup besar dan beberapa hari terakhir kerap muncul ke permukaan.

“Pada Sabtu petang kemarin belum ditemukan, pencarian melibatkan kepolisian, badan penanggulangan bencana daerah setempat, dan Basarnas,” kata Misran.

Teriakan Minta Tolong Terakhir Janda Beranak Tiga di Riau

Hanya saja kala itu korban Ramayani berusaha melawan dan berteriak. Beberapa pelaku panik hingga membuat Hariyanto meledakkan senjata apinya ke arah korban dan langsung meninggal dunia.

“Ditembak dari belakang di bagian kiri kepala, satu kali tembakan. Karena panik ini, pelaku hanya bisa melarikan kalung emas dan dua telepon genggam,” sebut Harry.

Polisi begitu mendapat informasi langsung ke rumah korban. Harry memimpin langsung olah tempat kejadian perkara mengumpulkan bukti petunjuk, lalu dibantu Jatanras Polda Riau memburu pelaku yang sudah teridentifikasi.

Menurut Harry, pertama kali ditangkap adalah Feri Pradana di kawasan Palas, Kecamatan Rumbai, Pekanbaru, pada 5 April 2019. Dari Feri ini diketahui keberadan pelaku lainnya dan petugas bergerak ke Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis.

Di Mandau, polisi menangkap Antoni dan Fajar Iman Hidayat. Berikutnya ditangkap Ashari di kilometer 16, Kecamatan Mandau, Bengkalis. Terakhir kali yang ditangkap adalah penembak korban di Sijunjung, Sumatra Barat.

“Eksekutor (Hariyanto) awalnya dikejar ke Kuantan Singingi, tapi sudah lari ke Sijunjung dan ditangkap pada 7 April 2019. Feri dan Hariyanto ditembak karena melawan petugas,” tegas Harry.

Hingga kini, polisi mendalami keterlibatan para pelaku dengan beberapa kasus perampokan di Riau ataupun daerah lainnya di Sumatra. Hanya saja kepada penyidik, para pelaku mengaku baru sekali ini berbuat kejahatan.

Atas perbuatannya, para pelaku dijerat Pasal 365 ayat 1 juncto Pasal 480 juncto Pasal 55 ayat 1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. Pelaku juga dijerat dengan Undang-Undang Darurat terkait kepemilikan senjata api.

Kapolda dan KPU Kepulauan Riau Yakin Pemilu Tanpa Gangguan

Liputan6.com, Batam – Kapolda Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Irjen Pol Andap Budhi Revianto mengatakan bahwa tingkat kerawanan Pemilu di Kepri masih terkendali. Kepolisian bersama KPU dan Bawaslu tetap berkoordinasi mengedukasi masyarakat untuk mencegah gesekan yang dipicu oleh provokasi sesaat.

“Tugas Polri itu kan melakukan pencegahan dan penindakan. Kami sudah memetakan potensi kerawanan pemilu dan pelanggaran di setiap daerah kabupaten kota di Kepri,” kata Andap Usai rapat Kordinasi Pengamanan Pemilu. Selasa (9/4/2019).

Saat ini masih berlangsung pengamanan biasa hingga tanggal tiga belas. Mulai tanggal empat belas memasuki masa tenang. Pengawalan logistik sudah diatur sejak H-10 menuju 5457 TPS dan 20 TPS tambahan.

“Sudah disiapkan personil termasuk koordinasi dengan KPU dan Bawaslu,” kata Kapolda.

Sementara itu Ketua KPU Kepri Sriwati menyebut bahwa KPU Kepri belum menemukan indikasi kerawanan dari 5.410 titik TPS. Dalam rapat pleno, DPT sudah ditetapkan 1.186.853 orang. Dibutuhkan 40.489 kotak suara dan 20.573 bilik suara untuk melayani jumlah DPT itu.

“Hanya saja, kita masih kekurangan 470 kotak suara cadangan. Saat ini 17.972 unit kotak suara masih dipersiapkan panitia dan 18.782 kotak suara sudah selesai dan akan didistribusikan tanggal 13 April 2019,” katanya.

Ketua Bawaslu Kepri, Muhammad Sjahri menyebut ada 43.940 Alat Peraga Kampanye (APK) yang melanggar. Jumlah itu terdiri dari 647 kasus pelanggaran kampanye.

“Rinciannya 457 kali pelanggaran kampanye dengan tatap muka dan 178 kali dugaan pelanggaran di tempat terbuka. Untuk hari H, ada 5.457 orang petugas Bawaslu yang bertugas. Jadi kami siap mengantisipasi kerawanan pemilu,” katanya.

Simak video pilihan berikut: