Indahnya Elysian Gangchon Resort di Korea, Tempat Kevin Aprilio Melamar Vicy Melanie

Liputan6.com, Jakarta – Banyak destinasi wisata di berbagai negara jadi tempat untuk melamar pujaan hati. Begitu juga dengan putra pasangan Addie MS dan Memes, Kevin Aprilio, yang melamar Vicy Melanie.

Ia memilih Elysian Gangchon Resort di Korea Selatan yang bersalju. Sebuah lokasi wisata yang sangat indah sebagai lokasi lamarannya. Disaksikan sejumlah orang dan kedua orangtuanya di padang salju dan cuaca Korea yang menusuk kulit, Kevin mengungkapkan isi hatinya.

“Vicy Melanie aku cinta banget sama kamu. Tiga tahun kamu sudah kasih aku hidup yang bahagia banget. Aku happy banget sama kamu,” ujar Kevin kepada kekasihnya itu dalam YouTube chanel yang ia unggah pada 20 Januari 2019.

Sambil berlutut, Kevin kemudian menyodorkan sebuah cincin kepada Vicy. Kata-kata romantis kembali meluncur dari mulut Kevin.

“Aku nggak pengin hidup sama orang lain selain kamu. Will you marry me? I love you so much,” sambung pria kelahiran Jakarta, 7 April 1990 itu.

Mengenakan baju cokelat dan topi hitam, Vicy terharu. Ia tak mampu menyembunyikan kebahagiaannya dilamar oleh Kevin. Beberapa orang yang menyaksikan momen romantis itu pun berteriak, “yes!”.

“Yes,” kata Vicy yang sambil menyodorkan jari manis tangan kirinya.

Sesaat Kevin memasukkan cincin lamarannya itu sambil berdiri dan kemudian memeluk Vicy. “Terima kasih semuanya. Yesss! Alhamdulillah,” ucap Kevin dengan tertawa di tengah dinginnya cuaca di Elysian Gangchon.

Elysian Gangchon adalah satu-satunya resor ski Korea yang dapat dicapai dengan kereta bawah tanah atau kereta api. Stasiun Baegyang-ri, stasiun kereta bawah tanah / kereta api, terletak tepat di dalam resor.

“Ini membuat Anda lebih nyaman untuk langsung dan mudah mencapai resor kami kapan saja dari mana saja. Naik Kereta Bawah Tanah Gyeongchun Jalur Subway Seoul atau Kereta Berkecepatan Tinggi ITX Chengchun tanpa ketidaknyamanan seperti kemacetan lalu lintas dan cuaca buruk,” tulis situs elysian.co.kr, seperti dikutip Liputan6.com, Selasa, 22 Januari 2019.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Polda Maluku Antisipasi Rencana Pembebasan Abu Bakar Baasyir

Liputan6.com, Maluku – Kepala Staf Kepresidenan RI Moeldoko mengatakan, terpidana kasus terorisme Abu Bakar Baasyir masih memiliki pengaruh di kalangan yang seideologi dengan pria 81 tahun itu. Namun, pemerintah sudah memperhitungkan risiko-risikonya. Salah satunya dengan memetakan risiko dan pencegahannya.

Oleh karena itu, Polda Maluku mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan saat pembebasan Abu Bakar Baasyir terealisasikan. Meski Kepala Bagian Humas Polda Maluku, AKBP Sabtu Ohoirat mengatakan, masyarakat Maluku tidak akan terpengaruh dengan informasi pembebasan Baasyir.

Menurut dia, keeratan kerukunan antarumat beragama di Maluku menjadi bentengnya.

“Orang Maluku sudah dewasa, dan tidak akan lagi terprovokasi,” kata Ohoirat kepada Liputan6.com, Selasa (22/1/2019).

Dia menyontohkan saat Pemilihan Kepala Daerah di Maluku 2018 kemarin. “Pilkada sudah membuktikan, Maluku adalah daerah paling aman, jadi tak usah terpengaruh dengan hal-hal di luar Maluku,” ujar dia.

Walaupun demikian, demi memastikan kondisivitas di lapangan, Ohoirat memastikan Polda Maluku tetap memantau situasi.

“Ya, menyangkut teroris (Abu Bakar Baasyir) ini kan sering orang berpandangan macam-macam, tapi selama ini kan Maluku aman dan tidak perlu terpengaruh, jika ada hal-hal yang mencurigakan segera sampaikan kepada pihak kepolisian,” kata Ohoirat.

2 dari 3 halaman

Kata Moeldoko

Kepala Staf Kepresidenan RI Moeldoko mengatakan, terpidana kasus terorisme Abu Bakar Baasyir masih memiliki pengaruh di kalangan jamaah yang seideologi dengan pria 81 tahun tersebut. Namun, pemerintah sudah memetakan risiko dan pencegahannya.

“Ya, apapun, beliau (Baasyir) masih punya pengaruh, buktinya waktu di Nusakambangan juga masih banyak yang datang kan? Akan tetapi, aparat sudah memitigasi itu,” kata Moeldoko usai menjadi pembicara diskusi di acara Indonesia Millennial Summit 2019 di Hotel Kempinski Grand Indonesia Jakarta, Sabtu (19/1/2019).

Sementara terkait dengan kekhawatiran sejumlah pihak akan meningkatnya penyebaran paham radikal ketika Abu Bakar Baasyir dibebaskan, Moeldoko berjanji pemerintah tidak akan longgar dalam melakukan pengawasan, pencegahan, dan penanggulangan terorisme.

Presiden Joko Widodo, lanjut dia, tetap menjalankan komitmennya dalam memperketat pengawasan dan penanggulangan tindak pidana terorisme di Tanah Air.

“Bukan berarti pembebasan Baasyir itu, terus kita kendor dalam konteks penanggulangan dan pengawasan, tidak, tidak. Komitmen Presiden untuk tidak memberi ruang kepada kelompok radikal dan terorisme itu tidak pernah berubah,” ucap mantan Panglima TNI itu seperti dilansir Antara.

Moeldoko menjelaskan, keputusan Jokowi untuk membebaskan Abu Bakar Baasyir merupakan salah satu bentuk penanggulangan terorisme lewat pendekatan yang lembut.

“Seperti disampaikan Pak Jokowi kemarin (dalam debat capres cawapres) bahwa dalam konteks penanggulangan terorisme itu bukan hanya pendekatan hard, melainkan juga ada pendekatan soft, yaitu bagaimana preventif dilakukan,” ujar Moeldoko.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Dibekuk Polisi, Jali Sembunyikan 13 Paket Sabu di Mulut

Barito – Polres Barito Utara, Kalimantan Tengah, menangkap warga Desa Hajak, Kecamatan Teweh Baru, bernama Rizani Jali (50). Jali ditangkap karena diduga mengedarkan narkoba jenis sabu.

Jali ditangkap di sebuah warung di Desa Sikui, Kecamatan Teweh Baru pada Selasa (22/1) sekitar pukul 15.00 WIB. Ketika itu Jali sedang bermain kartu.

“Tersangka ditangkap beserta sejumlah barang bukti sebanyak 13 paket sabu-sabu seberat 3,15 gram bruto disimpan dalam dompet kecil yang ditelan dalam mulutnya,” kata Kasat Narkoba Polres Barito Utara AKP Tugiyo, di Muara Teweh, seperti dilansir Antara Selasa (22/1/2019).

Saat digeledah di bagian badan dan kaki, polisi tidak menemukan barang bukti. Namun, polisi curiga karena Jali tidak bicara saat digeledah.

Setelah dicek, Jali ternyata menyembunyikan dompet di mulutnya. Dalam dompet tersebut terdapat 13 paket sabu.

“Kemudian tersangka dibawa ke rumahnya untuk dilakukan pengembangan. Namun tidak ditemukan narkotika lain, setelah itu kemudian dibawa ke kantor Satresnarkoba untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut,” ujar Tugiyo.

Jali dijerat Pasal 114 ayat (1) juncto Pasal 112 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. Dia terancam hukuman 20 tahun penjara.

“Kami akan terus mengembangkan kasus ini hingga para pelaku pengedar dan bandar lainnya bisa tertangkap,” ucap Tugiyo.
(zak/zak)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Komisi III DPR Wacanakan Eksaminasi Kasus Baiq Nuril

Liputan6.com, Jakarta – Komisi III DPR RI sepakat bakal melakukan eksaminasi putusan Mahkamah Agung terkait kasus yang menjerat bekas guru honorer SMAN 7 Mataram, Baiq Nuril Maknun. Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua Komisi III Arsul Sani dalam Rapat Dengar Pendapat Umum di DPR.

Arsul menyebut usulan melakukan eksaminasi berasal dari Fraksi Gerindra Sufmi Dasco Ahmad dan disepakati semua fraksi yang hadir, yaitu PDIP, PKB, Nasdem, dan PKB.

Komisi III menerima kedatangan Baiq Nuril serta pendampingnya, mulai dari pengacaranya Joko Jumadi, Direktur Eksekutif ICJR Anggara, dan Rieke Diah Pitaloka. Mereka menyampaikan kejanggalan dalam kasus pelecehan seksual yang justru menjerat Baiq Nuril dengan UU ITE.

Arsul meminta kepada pihak Baiq Nuril untuk menyertakan bahan Peninjauan Kembali (PK) yang telah diserahkan ke Mahkamah Agung sebagai bahan eksaminasi. Seperti diketahui saat ini Baiq Nuril tengah menempuh upaya hukum terakhir lewat PK.

“Supaya lengkap tolong semua bahan PK disertakan juga ke komisi III,” ujar Arsul saat rapat di Komisi III DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (22/1/2019).

2 dari 3 halaman

Bakal Hadirkan Ahli Hukum

Terpisah, Arsul menjelaskan, eksaminasi ini bakal menghadirkan ahli hukum untuk melihat kembali dari perspektif ilmu hukum. Kendati Komisi III tak bisa mengubah putusan, tapi bisa menyampaikan kepada mitra kerja yaitu kejaksaan dan Mahkamah Agung.

“Lihat lah ada putusan Anda yang bisa saja dari sisi kepastian hukum memenuhi dari sisi keadilan hukum kemudian dianggap melukai keadilan hukum masyarakat. Itu yang bisa dilakukan. Sehingga tidak pada kasus ini daja kedepannya hakim-hakim itu melihat dua sisi. Dari sisi keadilan hukum dan kepastian hukum,” jelasnya.

Pihak Baiq Nuril menerima dengan baik rencana eksaminasi itu. Menurut Kuasa Hukum Joko Jumadi, mengatakan eksaminasi diharapkan dapat menjadi pertimbangan MA dalam memutus PK.

“Kita masih menunggu putusan PK, paling tidak dengan berbagai pendapat pihak dalam kasus ini paling tidak bisa memengaruhi hakim dan bagaimana rasa keadilan itu dapat ditegakkan,” kata Joko.


Reporter: Ahda Bayhaqi

Sumber: Merdeka

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

AHY: Gresik-Tuban Miliki Potensi Suara untuk Caleg Demokrat

Surabaya – Komdanan Kogasma Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhono (AHY) akan melanjutkan safari politik di Kawasan Pantura, Jawa Timur. AHY akan mengawali kunjungannya ke Kabupaten Gresik, Lamongan, Tuban dan Bojonegoro.

“Selama saya datang ke Jawa Timur wilayah itu belum saya datangi. Tapi bukan karena itu, tetapi berdasarkan hasil survei internal kami bahwa kabupaten-kabupaten tersebut memiliki potensi yang baik untuk caleg-caleg kami yang berjuang di sana.” kata AHY kepada wartawan di Surabaya, Selasa (22/1/2019).

AHY akan terjun langsung ke kawasan pantura untuk mengawasi dan memberikan motivasi kepada caleg-Caleg Demokrat. AHY yakin para caleg Demokrat akan sukses dalam Pileg nanti.

“Saya akan datang untuk memberikan motivasi secara langsung dan menyakinkan agar mereka sukses untuk mendapatkan kursi DPR RI maupun DPRD,” ujar AHY.

Menurut AHY, kabupaten-kabupaten yang akan dikunjungi memiliki nilai-nilai demografis yang dinamis. Sebab, daerah yang tergabung dalam Dapil XII dan XIII itu merupakan kantong-kantong suara pada era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

“Itulah alasan kenapa saya kunjungi kawasan tersebut. Tetapi kunjungan di Jawa Timur bukan kali ini saja. Sebelumnya sudah sering, tetapi ke depan terus saya lakukan kembali sampai dengan April 2019 ini,” ungkap AHY.

AHY juga menyampaikan, jika dalam Pemilu 2019 nanti, akan sedikit berbeda dengan pemilu-pemilu sebelumnya. Sebab tahun ini akan berbarengan dengan pemilihan presiden.

“Sistem pemilu tahun 2019 ini, sangat berbeda dibandingkan pemilu-pemilu sebelumnya. Ketika pemilihan presiden dilakukan serentak dengan pemilihan anggota legislatif, maka bisa dibayangkan konsekuensinya bagi parpol-parpol yang tidak punya kader intinya sebagai capres atau cawapres,” ungkap AHY.

AHY menyebut wajar jika Pemilu 2019 ini mayoritas survei menyatakan hanya ada dua partai yang mendapatkan dampak positif secara elektoral. Dua parpol dimaksud yakni Gerindra dan PDIP.

“Dampak positif secara elektoral dari dampak efek ekor jas dari pilpres hanya ada dua partai politik yaitu PDIP yang punya Pak Jokowi sebagai capres dan Partai Gerindra yang punya Pak Prabowo sebagai capres. Partai Demokrat dan partai-partai lain di dalam koalisi harus berjuang,” tandasnya.
(zak/zak)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

104 TKI di Malaysia Diusir ke Nunukan

NunukanPemerintah Malaysia mengusir 104 TKI yang bekerja di Negeri Sabah ke Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. Mereka diusir karena sejumlah permasalahan mulai dari paspor hingga kriminalitas.

Ratusan TKI tersebut diusir berdasarkan surat Konsulat RI Tawau Negeri Sabah Nomor: 050/Kons/I/2019 tertanggal 22 Januari 2019. Surat ini ditandatangani Pelaksana Fungsi Protokol dan Konsuler KRI Tawau, Cara Dwikhandini, menindaklanjuti surat Imigrasi Malaysia Nomor: IM.101/S-TWU/E/US/1130-6/2019(01) tertanggal 14 Januari 2019.

Kepala Unit Tempat Pemeriksaan Imigrasi Pelabuhan Tunon Taka, Nasution, ratusan TKI yang dipulangkan ini karena bermasalah. Permasalahannya selain tidak memiliki dokumen sah sebagai pekerja asing juga sebagian tersangkut kasus kriminal dan lainnya.

“Kemudian 11 orang masuk dengan menggunakan paspor lawatan padahal tujuannya untuk bekerja. Selebihnya TKI diusir karena tersangkut kasus kriminal,” kata Nasution yang dikutip dari Antara, Selasa (22/1/2019).

Sesuai data yang diterima dari Konsulat RI Tawau, lanjut dia, sebanyak 62 orang masuk bekerja di negara itu tanpa paspor sama sekali. TKI ini, tambah Nasution, akan ditampung di Rumah Susun Jalan Ujang Dewa Kelurahan Nunukan Selatan oleh BP3TKI selama berada di Kabupaten Nunukan hingga beberapa hari ke depan.
(rvk/asp)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

RI Sampaikan Kontribusi Kelapa Sawit kepada ASEAN – Uni Eropa

Liputan6.com, Brussels – Dalam Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN dan Uni Eropa (UE) ke-22 di Brussels, 21 Januari 2019, Indonesia kembali memperjuangkan isu kelapa sawit dan menolak kebijakan diskriminatif terhadap sawit di Benua Biru.

Wakil Menteri A.M. Fachir yang memimpin Delegasi RI menyampaikan fakta-fakta mengenai kontribusi sawit bagi perekonomian serta sumbangannya terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

“Sawit adalah komoditas strategis bagi Indonesia khususnya bagi petani kecil. Sekitar 20 juta masyarakat ASEAN bergantung kehidupannya pada industri sawit dan lebih dari 5 juta petani kecil di Indonesia, Thailand, dan Filipina menyandarkan kehidupannya dari kelapa sawit,” kata Wamenlu Fachir, sebagaimana dikutip dari rilis resmi Kementerian Luar Negeri RI yang dimuat Liputan6.com pada Selasa (22/1/2019).

Dalam konteks global, kelapa sawit memiliki peran kunci dalam mewujudkan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Sawit telah berkontribusi dalam pencapaian 12 dari 17 tujuan yang tecakup dalam SDGs dari pengentasan kemiskinan hingga pengurangan kemiskinan, dari penghapusan kelaparan hingga pencapaian energi bersih dan terjangkau.

“Menolak sawit sama artinya menolak SDGs yang merupakan suatu kesepakatan global,” tegas Wamenlu Fachir.

Lebih lanjut Wamenlu juga menekankan pentingnya Kemitraan ASEAN-UE yang harus didasarkan pada sikap saling percaya dan saling menghormati nilai dan kepentingan masing-masing.

Sikap saling percaya dan menghargai tersebut dapat diterjemahkan dalam kebijakan-kebijakan yang memajukan kepentingan bersama ASEAN dan UE termasuk menghentikan kebijakan diskriminatif terhadap kelapa sawit yang menjadi kepentingan masyarakat ASEAN khususnya Indonesia.


Simak video pilihan berikut:

2 dari 2 halaman

ASEAN – UE Bersama Hadapi Tantangan Global

Dalam kesempatan tersebut, Wamenlu Fachir juga mengajak ASEAN dan Uni Eropa untuk memperkuat kemitraan dalam berkontribusi untuk menyelesaikan berbagai tantangan global.

Dalam isu perdamaian, sebagai dua kawasan yang berhasil menjaga perdamaian dan stabilitas, ASEAN dan UE diharapkan dapat menginspirasi kawasan-kawasan lain untuk terus kedepankan budaya dialog dan penyelesaian konflik secara damai.

Selain itu, ASEAN dan UE juga perlu memperkuat kerja sama dalam menghadapi tantangan bersama lintas negara seperti terorisme, radikalisme, dan migrasi ireguler. Dalam bidang ekonomi, Indonesia mengajak ASEAN dan UE untuk memperkuat kerja sama ekonomi serta melawan kecenderungan proteksionisme.

Pertemuan Tingkat Menteri tersebut dihadiri oleh para menteri luar negeri atau yang mewakili dari 10 negara anggota ASEAN, 28 negara angggota EU serta Sekjen ASEAN.

Pertemuan dipimpin bersama oleh Menlu Singapura Vivian Balakrishnan serta Komisioner UE untuk Urusan Luar Negeri dan Kebijakan Keamanan Federica Mogherini. Pertemuan membahas berbagai isu kawasan dan global serta melakuan evaluasi terhadap kemitraan ASEAN dan Uni Eropa yang tahun ini berusia 42 tahun.

Rekrut PPPK, Kementerian PANRB Koordinasi dengan Pemda

Liputan6.com, Jakarta – Pemerintah bakal membuka perekrutan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di 2019. Sistem seleksi ini bertujuan memberi kesempatan kepada tenaga honorer atau profesional yang telah melampaui batas usia pelamar PNS untuk menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN).

Kepala Biro Hukum, Komunikasi, dan Informasi Publik Kementerian PANRB Mudzakir menyampaikan, Kementerian PANRB saat ini telah memulai proses persiapan penarikan tenaga PPPK, salah satunya dengan berkoordinasi dengan pemerintah daerah.

“Prosesnya yang sudah dimulai, termasuk nanti koordinasi dengan (pemerintah) daerah. Tapi rekrutmen belum dibuka,” jelas dia kepada Liputan6.com, Selasa (22/1/2019).

Pernyataan tersebut membenarkan ucapan Menteri PANRB Syafruddin, yang mengatakan Kementerian PANRB telah mulai menyambangi pemerintah daerah untuk mendiskusikan seputar skema anggaran pelaksanaan seleksi PPPK.

“Sudah dilaksanakan, sudah mulai. Besok kita akan rapat dengan kepala daerah di Batam untuk memutuskan skema anggarannya,” ungkap dia pasca kunjungan rapat bersama Komisi II DPR RI.

2 dari 3 halaman

Target Awal

Adapun secara target awal, penarikan tenaga PPPK dijadwalkan bakal dimulai pada pekan keempat atau akhir Januari 2019.

Syafruddin juga menyebutkan, beban gaji untuk tenaga PPPK yang lolos seleksi akan diberikan kepada masing-masing pemerintah daerah (Pemda), sama seperti tanggungan gaji PNS yang bekerja dibawah instansi tersebut.

“Bukan tenaga honorer aja, PNS juga Pemda. Kementerian/Lembaga itu dari Kementerian Keuangan, kemudian gaji-gaji dari PNS yang di daerah, di tingkat 2 tingkat 1, ya pemerintah daerah. Memang itu skemanya,” terang dia.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Sandiaga Nyeker Lintasi Jalan Becek saat Temui Petani di Bekasi

Bekasi – Cawapres Sandiaga Uno tak menggunakan alas kaki alias nyeker melintasi jalanan becek saat menemui petani di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Dia pun berjanji bakal memperhatikan nasib para petani jika terpilih nantinya.

Peristiwa itu terjadi saat Sandiaga datang ke Desa Kedung Jaya, Babelan, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (22/1/2019). Lokasi pertemuan itu berada di tengah sawah dan saat itu kondisi sedang hujan.

Sandiaga pun terlihat menggulung melepas alas kaki dan menggulung celananya. Sandi terlihat berjalan sambil menyalami warga.
“Kita akan pastikan pupuk, bibit, obat-obatan cukup dan ke depan kita bangun infrastruktur irigasi, kita perhatikan dan kita tak akan mendukung kebijakan impor panen,” kata Sandiaga dalam pertemuan itu.

Dia juga berjanji untuk melakukan perubahan ekonomi. Sandiaga menyatakan bakal mempertahankan lahan pertanian di Bekasi.

“Insyaallah di bawah Prabowo-Sandi kita buka lapangan kerja untuk anak muda, kita beri pelatihan, peluang untuk maju. Anak muda, emak-emak kita dorong ekonominya ke depan. Harga murah atau mahal? Yang penting dompet dan dapur rakyat harus nomor satu. Kalau presiden nomor…?” Ucap Sandiaga.

“Dua,” sahut para warga.

Sandiaga juga berharap warga bisa memuluskan jalannya menuju kursi Wakil Presiden RI. Dia menekankan harus ada perubahan dari sektor pertanian khususnya mengurangi impor saat panen.

“Jangan sampai kita percaya pada petani dari luar negeri, insyaallah 17 April kita menangkan petani kita,” kata Sandiaga.
(idn/haf)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>