RI Siap Gelar WCCE 2018, Konferensi Ekonomi Kreatif Pertama di Dunia

Liputan6.com, Jakarta – Tinggal menghitung hari, World Conference on Creative Economy 2018 (WCCE) akan digelar. Acara yang diusung oleh Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) ini, disebut akan menjadi event konferensi ekonomi kreatif pertama kali secara global.

Ide awal pelaksanaan WCCE pertama kali dicetus pada Desember tahun 2017. Persiapan acara yang akan berlangsung di Nusa Dua Bali pada 6-8 November ini, sudah telah siap 95 persen.

Menurut Candra Negara, Direktur Hubungan Antarlembaga Luar Negeri BEKRAF, sambutan para pelaku dunia kreatif terhadap acara ini semakin meningkat.

Pada mulanya, ada sekitar 17 negara yang berminat untuk menghadiri WCCE. Kini, sudah ada 50 lebih negara yang akan hadir dalam event tersebut.

“Sebenarnya, bukan pihak Indonesia yang mengklaim bahwa WCCE adalah konferensi ekonomi kreatif pertama di dunia. Melainkan badan PBB untuk Urusan Konferensi Perdagangan dan Pembangunan (UNCTAD) yang mengakui hal tersebut,” ujar Candra saat menyampaikan laporannya di Kementerian Luar Negeri RI, Jumat (2/11/2018) pagi).

“WCCE bukan hanya soal konferensi semata. Tetapi kami juga berusaha untuk menjadikan event ini sebagai konferensi kreatif,” tambahnya.

WCCE 2018 akan mengangkat tema Inclusively Creative. WCCE 2018 akan membahas 5 isu utama yaitu kohesi sosial, regulasi, pemasaran, ekosistem dan pembiayaan industri kreatif.

Sejumlah tokoh internasional dan nasional telah menyatakan konfirmasinya untuk tampil berbicara di WCCE 2018, antara lain: Presiden China Film Corporation Le Kexi (Tiongkok), penulis buku ‘Orange Economy Felipe Buitrago Restrepo (Kolombia), Wakil Presiden LEGO Peter Trilingsgraad (Denmark), CEO BAP Production Bolanle Austen-Peters (Nigeria), Menteri Keuangan Dr. Sri Mulyani Indrawati, CEO Buka Lapak Achmad Zaky, dan CEO Tokopedia William Tanuwijaya, demikian dikutip dari laman BEKRAF.

“Kreatif itu bersifat inklusif. Tidak ada batasan dari usia, ekonomi seseorang, latarbelakang hingga pendidikan seseorang. Semua bisa terjun dalam industri kreatif dan punya kesempatan untuk hadir dalam acara ini,” jelas Candra.

“Indonesia, kini terus bekerja keras untuk menjadi negara kreatif di tahun 2030. Itu adalah target dari BEKRAF,” jelas Candra.

“Lewat industri kreatif, Indonesia telah menerima banyak pemasukan kas negara. Kontribusinya nyata. Kini Indonesia berada di urutan ke-3 setelah Amerika Serikat dan Korea Selatan dalam urusan industri kreatif. Itu berarti, Indonesia telah menjadi pemain global dalam hal ini,” tambahnya.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Bom Surabaya, Kepala BEKRAF, Triawan Munaf, Yakin Asian Games 2018 Tetap Aman

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *