Modric Bicara Kans Real Madrid Juara Liga Champions 4 Kali Beruntun

Liputan6.com, Madrid – Gelandang Real Madrid, Luka Modric, masih optimistis dengan peluang menjadi juara Liga Champions musim ini. Modric menganggap El Real salah satu kandidat juara.

“Tidak ada yang mustahil dalam sepak bola,” kata Modric, seperti dilansir Goal.

Real Madrid memang menjalani awal yang lambat musim ini. Baik di Liga Spanyol maupun Liga Champions, Los Blancos tampil kurang meyakinkan.

Pergantian pelatih pun dilakukan, Julen Lopetegui, yang baru masuk awal musim ini dipecat. Posisinya digantikan Santiago Solari, yang sebelumnya melatih Castilla, tim muda Real Madrid.

Modric percaya dengan mentalitas dan pengalaman menang skuat Real Madrid. Pemain Timnas Kroasia ini menilai hal itu memberi manfaat baik bagi klub ibu kota Spanyol tersebut.

“Di atas segalanya untuk Real Madrid, seperti yang telah kami buktikan dalam tiga tahun terakhir, mencapai yang tak terpikirkan,” tutur mantan pemain Tottenham Hotspur ini.

4 Tujuan Zinedine Zidane Setelah Mundur dari Real Madrid

Kovacic: Liverpool Sulit Juara karena Ada Lovren

Liverpool – Berasal dari negara yang sama tidak membuat gelandang Chelsa, Mateo Kovacic, bisa menahan candaan untuk rekan setimnya di timnas Kroasia, Dejan Lovren. Ia berkata bahwa Liverpool tidak akan bisa juara selama Lovren masih ada di sana.

Musim Liverpool kali ini berjalan dengan baik, dan masih belum terkalahkan hingga pekan ke-12 Premier League. Kini, di klasemen sementara, skuat asuhan Jurgen Klopp tersebut sedang menempati posisi dua dengan koleksi 30 poin.

Performanya itu membuat publik cukup yakin untuk memasang The Reds sebagai unggulan juara musim ini. Walaupun dua pesaing lainnya, Manchester City dan Chelsea, juga belum merasakan kekalahan dalam catatan pertandingan yang sama.

Penampilan apik Liverpool jelas tak bisa lepas dari kontribusi Lovren di jantung pertahanan. Dalam tiga laga sejak dirinya kembali dari cedera, The Reds sukses mencatatkan dua clean-sheet dan hanya kebobolan satu gol saja.

Walau demikian, Lovren tetap tak bisa lepas dari candaan Kovacic yang merupakan rekan baiknya saat masih di Dinamo Zagreb dulu. Ia melontarkan ejekan dengan menyebut Liverpool takkan juara selama Lovren masih ada di dalam skuat.

Liverpool tidak akan menjadi juara di Inggris. Kenapa? Karena mereka punya Dejan Lovren!” ujar Kovacic kepada media Kroasia, 24 Sata.

Ejekan tersebut bisa dimaklumi sebab Kovacic saat ini berstatus sebagai pemain pinjaman di rival Liverpool, yakni Chelsea. Ia direkrut dari Real Madrid pada bursa transfer musim panas lalu, beberapa saat setelah Thibaut Courtois memilih hengkang ke Los Merengues.

Dengan komposisi lini tengah yang mentereng, Kovacic tidak mendapatkan tempat di Real Madrid. Nasibnya pun membaik setelah dirinya diberi kesempatan untuk menjadi starter dalam tujuh laga Premier League oleh sang pelatih, Maurizio Sarri, di musim ini.

Hanya saja, posisinya saat ini tengah tak aman. Bukan karena performanya buruk, melainkan disebabkan oleh penampilan dua gelandang lainnya, Ross Barkley dan Ruben Loftus-Cheek, yang sedang apik dalam beberapa pertandingan terakhir.

Sumber: Bola.net

Barcelona, Liverpool, Ousmane Dembele

Respons Menohok pada Maradona Usai Kritik Solari

Buenos AiresDiego Maradona memprediksi Santiago Solari tak akan bertahan lama melatih Real Madrid. Paman Solari, Jorge Solari, memberikan respons tajam kepada sang legenda.

Solari baru saja melepas statusnya sebagai caretaker Madrid. Menyusul penunjukan dirinya sebagai pelatih tetap El Real, menggantikan Julen Lopetegui yang belum lama ini diberhentikan.

Di bawah arahan Solari, Los Blancos tampil menjanjikan. Empat pertandingan telah dilewati dan seluruhnya berakhir dengan kemenangan, bahkan Madrid cuma kemasukan dua gol saja.

Meski demikian, Maradona tetap tidak yakin pada kemampuan Solari. Solari masih kurang berpengalaman untuk menangani tim sebesar Madrid.

Sementara itu, Maradona sendiri mulai meniti karier sebagai pelatih pada 1994. Pria yang kini berusia 58 tahun itu belum pernah sekalipun membesut tim top Eropa, dan kini tercatat menangani klub Meksiko, Dorados. Sorotan utama pada karier melatih Maradona ketika mengarsiteki Argentina pada 2008-2010. Namun, di Piala Dunia delapan tahun lalu Argentina hanya sampai perempatfinal usai digasak Jerman.

Jorge Solari menilai kritik Maradona kurang tepat. Terlebih karena Maradona bukan pelatih kelas dunia.

“Menjadi seorang pelatih adalah sesuatu yang istimewa. Beberapa dari mereka memiliki sejarah yang besar dan Santi lebih berpengalaman dari beberapa pelatih lain,” Jorge Solari mengungkapkan kepada Radio Villa Trinidad.

“Dia sudah bermain di River Plate, dia menjadi juara di Madrid, dia berkarier di Inter [Milan], dan kembali sebagai seorang pemenang,” lanjut eks pemain di era 6- hingga 70an itu.

“Santi mempunyai jam terbang lebih besar daripada Maradona sebagai pelatih, dan Diego memiliki pengalaman yang bagus, normal, juga buruk. Tidak perlu mendiskreditkan dia, tapi sebagai pelatih dia toh tidak begitu berhasil.”

“Diego itu orangnya ekspresif dan eksplosif, tapi dia sudah melakukan banyak hal di dalam sepakbola sebagai pemain yang tidak dilakukan pemain manapun, jadi Anda harus mengormati pendapat dia dan kemudian lihat saja apa yang terjadi,” Jorge Solari menambahkan.
(rin/ran)


Hazard Kenang Jasa Joe Cole di Chelsea

Liputan6.com, London – Eden Hazard tak bisa menampik soal peran Joe Cole yang sempat merayunya untuk gabung dengan Chelsea beberapa tahun lalu. Tanpa Cole yang baru saja memutuskan untuk pensiun, Hazard mungkin tak berada di Chelsea.

Hazard mengaku Joe Cole tekag berperan besar atas kepindahannya ke The Blues beberapa tahun silam. Saat itu Hazard masih bermain di Lille, dan Joe Cole juga merumput di Lille dengan status pemain pinjaman pada musim 2011/12.

Saat itulah Joe Cole merayu Hazard. Dia mengatakan bahwa Chelsea adalah klub besar dan akan sangat cocok untuk pemain seperti Hazard. Janji Joe Cole terbukti, Hazard kini jadi pemain terbaik Chelsea.

Dia tampil begitu moncer pada musim 2018/19 ini, Hazard kerap mencetak gol di laga-laga penting dan sementara ini jadi pemain terbaik yang terus mengeluarkan Chelsea dari masalah.

Hazard bahkan terus mencuri perhatian klub besar lainnya seperti Real Madrid.Hazard sendiri berterima kasih pada Joe Cole atas sarannya sehingga bisa sukses di Chelsea.

4 Alasan Eden Hazard Harus Tetap Bersama Chelsea

Gelandang Real Madrid: Pemecatan Lopetegui Tidak Adil

Liputan6.com, Madrid – Gelandang Real Madrid, Marco Asensio, merasa pemecatan Julen Lopetegui tidak adil. Asensio merasa Lopetegui belum mendapat kesempatan yang cukup.

Lopetegui dipecat oleh Real Madrid dua minggu lalu. Lopetegui hanya empat bulan menangani Los Blancos setelah dia diberhentikan dari jabatan pelatih Timnas Spanyol sebelum Piala Dunia 2018 bergulir.

Posisi Lopetegui sekarang digantikan Santiago Solari, yang sebelumnya menukangi Castilla, tim muda Real Madrid. Asensio berpendapat Lopetegui hanya tidak beruntung.

“Sepak bola sedikit tidak adil bagi Julen (Lopetegui). Di saat-saat penting ini, kami tidak berhasil, atau tidak beruntung, saya tidak tahu harus menyebutnya apa,” jelas Asensio, seperti dilansir Tribal Football.

Asensio menganggap Lopetegui selalu memberikan yang terbaik bersama jajaran stafnya. Namun, tekanan di Real Madrid begitu tinggi sehingga kariernya singkat di Santiago Bernabeu.

Santiago Solari adalah Era Baru Real Madrid

JakartaReal Madrid bangkit dari periode suram di awal musim. Kemenangan demi kemenangan terus dikumpulkan Los Merengues setelah mereka memulai era baru bersama Santiago Solari.

Madrid mengawali era barunya bersama Santiago Solari dengan catatan empat kemenangan beruntun. Tak cuma menang, Sergio Ramos dkk tampil mengesankan dengan penampilan solid di semua lini. Dalam empat laga tersebut Madrid melesakkan 15 gol dan pada saat bersamaan hanya kemasukan dua kali.

Bersama Solari, yang baru ditunjuk sebagai pelatih tetap, Madrid kini siap berlari kencang lagi. Mengejar ketinggalan mereka dari Barcelona, Atletico Madrid, dan Sevilla.

Santiago Solari resmi jadi pelatih tetap Real MadridSantiago Solari resmi jadi pelatih tetap Real Madrid Foto: Andhika Akbarayansyah/detikSport

(din/cas)


Pantaskah Solari Jadi Pelatih Permanen Real Madrid?

Liputan6.com, Jakarta- Real Madrid akhirnya memutuskan mempermanenkan Santiago Solari sebagai pelatih kepala Los Blancos. Solari langsung mendapat kontrak hingga 2021 setelah dinilai sukses ketika menjadi caretaker.

Solari menggantikan posisi Julen Lopetegui yang dipecat akibat rentetan hasil buruk yang didapat Real Madrid. Solari awalnya hanya menjadi pelatih sementara mulai pertengahan Oktober lalu. 

Di tangan Solari, Real Madrid meraih hasil memuaskan. Gareth Bale dan kawan-kawan meraih empat kemenangan beruntun di berbagai ajang yang diikuti. Teranyar, tim ibukota Spanyol membungkam Celta Vigo dengan skor 4-2 dalam laga pekan ke-12 La Liga, 11 November lalu.

Rentetan hasil positif ini membuat Real Madrid kembali masuk dalam perburuan gelar La Liga musim ini. Saat ini, anak asuh Solari yang berada di peringkat keenam hanya terpaut empat poin dari Barcelona yang berada di puncak klasemen.

Prestasi apik tersebut membuat petinggi Real Madrid akhirnya memutuskan mempermanenkan Solari yang sebelumnya merupakan pelatih tim Casilla.

Tak hanya prestasi bagus, Solari terbukti membuat para pemain bergairah lagi. Pria Argentina itu juga disukai para penggawa Real Madrid.

“Solari merupakan mantan pemain Real Madrid dan tahu banyak tentang sepak bola. Dia juga membawa perubahan bagi tim ini, kami harap itu bisa terus terjadi,” ujar penyerang Real Madrid, Karim Benzema.

“Mengapa kami tidak bisa berada bersama Solari sampai akhir? Dia menjalankan tugasnya dengan baik,” ucap Benzema seperti dikutip dari situs resmi Real Madrid pekan lalu.

MU Sodorkan Sanchez ke Real Madrid

Rencana awal transfer Alexis Sanchez adalah pindah ke Paris Saint-Germain (PSG). Tapi, klub asal Ligue 1 itu lebih memilih untuk memperpanjang kontrak Angel Di Maria. Otomatis, tidak ada ruang bagi Sanchez di PSG.

Selanjutnya adalah Juventus. Penguasai Serie A tersebut pernah tertarik pada jasa Sanchez saat masih bermain di Arsenal. Namun, masalah gaji jadi beban utama Juve. Sebab, mereka telah membayar mahal untuk Cristiano Ronaldo.

Dikutip dari media asal Spanyol, El Chiringuito, MU kini sedang mencoba menjajaki menjual Sanchez ke Real Madrid. Dengan kemampuan finansial yang kuat, Madrid diyakini bisa memenuhi tuntutan gaji Sanchez.

Antonio Conte Kembali Melatih pada Musim Depan

– Mantan manajer Chelsea, Antonio Conte, memastikan baru mau kembali menangani klub pada musim 2019-20. Conte tak mau mengambil alih klub pada tengah musim karena tak memiliki kesempatan untuk menyiapkan dan beradaptasi dengan klub tersebut.

Conte disebut akan menjadi penerus Julen Lopetegui sebagai pelatih Real Madrid. Namun, rencana tersebut tak terealisasi setelah Los Blancos menunjuk Santiago Solari.

Conte mengakui kalau ia enggan menangani klub pada tengah kompetisi. Conte akan menunggu hingga musim 2018-19 berakhir dan baru mempertimbangkan tawaran yang ia miliki.

“Untuk pelatih seperti saya, lebih baik menunggu hingga Juni mendatang. Saya tak mau terburu-buru untuk menangani klub karena hasilnya tidak akan maksimal,” ujar Conte.

“Saya akan menunggu dan menikmati sepak bola sebagai penonton,” ungkap Conte.

Keputusan tersebut dipengaruhi kontraknya bersama Chelsea. Saat ini, The Blues masih memiliki utang kepada Conte sebesar 11,3 juta pounds karena sejatinya kontrak Conte di klub tersebut baru berakhir pada Juni 2019.

Chelsea masih memiliki kewajiban untuk membayar gaji Conte hingga Juni 2019, selama ia belum mendapat pekerjaan baru untuk menangani sebuah klub.

Selain Real Madrid, Antonio Conte juga disebut berpeluang untuk menjadi pelatih AC Milan menggantikan Gennaro Gattuso pada musim mendatang.

Sumber: Bola.com

Chelsea menginginkan Frank Lampard menjadi staf pelatih jika Antonio Conte hengkang.

Barcelona Keok dari Real Betis, Messi Senang La Liga Semakin Kompetitif

Barcelona – Kapten Barcelona, Lionel Messi, menyambut positif ketatnya persaingan di La Liga 2018. Messi dan kawan-kawan menjadi korban terbaru setelah takluk 3-4 dari Real Betis di Camp Nou, akhir pekan lalu.

Di laga tersebut, Messi kembali bermain bersama Barcelona setelah menepi karena cedera retak lengan kanan. La Pulga berhasil mencetak dua gol, namun gagal menghindarkan timnya dari kekalahan.

“Ini bagus karena La Liga lebih kompetitif dibandingkan sebelumnya. Tidak ada lagi pertandingan yang mudah,” ujar Messi saat menerima trofi Alfredo Di Stefano sebagai pemain terbaik musim lalu dan gelar El Pichichi.

“Setiap tim bisa saling mengalahkan dan itu bagus untuk penonton. Saya harap semuanya tetap seperti ini,” ia melanjutkan.

Kekalahan dari Real Betis membuat Barcelona sudah dua kali kalah hingga pekan ke-12 La Liga. Sebelumnya, skuat asuhan Ernesto Valverde takluk 1-2 saat bertamu ke markas Leganes, 29 September lalu.

Kegagalan mengamankan poin penuh di kandang sendiri tidak mengubah posisi Barcelona di puncak klasemen dengan 24 poin. Namun, hasil itu membuat rival mereka, Real Madrid yang berada di peringkat keenam hanya berselisih empat poin saja.

Sumber: Sport

Lionel Messi dikabarkan Independent inginkan Neymar kembali ke Barcelona.