HEADLINE: Dengan 6 Kemenangan Beruntun, Solskjaer Kembalikan Wajah Asli MU

Liputan6.com, Jakarta – Manchester United (MU) telah kembali! Enam kemenangan beruntun yang diraih Tim Setan Merah mengindikasikan klub yang bermarkas di Old Trafford ini bisa kembali jadi ancaman di Liga Inggris.

Terakhir, bersama caretaker manajer mereka, Ole Gunnar Solskjaer, MU sukses menghantam salah satu kandidat juara Liga Inggris musim ini, Tottenham Hotspur 1-0 di kandang lawan, Stadion Wembley, Minggu (13/1/2019). Gol semata wayang kemenangan MU dicetak penyerang muda Marcus Rashford.

Enam kemenangan beruntun ini juga mengantar Solskjaer, yang berasal dari Norwegia, sukses memecahkan rekor manajer legendaris MU, Sir Matt Busby, yang sempat bertahan 73 tahun.

“Inilah Manchester United yang sesungguhnya,” ujar kiper David de Gea yang juga tampil gemilang, melakukan 11 penyelamatan, usai laga. “Kami mengalahkan sebuah tim hebat.”

Kemenangan atas Tottenham memang seperti penahbisan bahwa MU benar-benar bangkit. Sebelumnya, lima kemenangan yang mereka raih — satu di Piala FA–memang tak terlalu diperhitungkan.

Sebab, lawan-lawan yang mereka kalahkan ketika itu tim-tim yang kekuatannya relatif di bawah MU. Sebut saja Cardiff City, Huddersfield, Bournemouth, Newcastle United, plus Reading di Piala FA.

Tapi, Tottenham, ini adalah klub Inggris yang terus menjulang prestasinya dalam dua-tiga musim terakhir. Bahkan, musim ini, mereka adalah salah satu kandidat kuat juara Liga Inggris, bersaing dengan Manchester City dan pemuncak klasemen, Liverpool.

Tak pelak, penampilan Rashford dan kawan-kawan pun menuai pujian dari mantan bintang MU yang kini pundit di stasiun televisi Sky Sports, Gary Neville.

“Manchester United sekarang seperti Manchester United lima atau 10 tahun lalu,” ujar Neville, bangga.

Sepuluh tahun lalu, adalah salah satu masa kejayaan MU saat masih dilatih Alex Ferguson. Ketika itu, di musim 2007/08, Setan Merah memenangkan tiga gelar sekaligus, Liga Inggris, Liga Champions, dan Piala Dunia Antarklub.

Kini, perlahan tapi pasti, MU juga mulai jadi ancaman serius di papan klasemen Liga Inggris. Berada di posisi keenam, nilai mereka, 41, kini sama dengan Arsena di posisi kelima. Dengan Liverpool, yang ada di puncak klasemen, MU berselisih 16 poin.

Prestasi ini juga bertolak belakang dengan kiprah mereka sebelumnya, saat masih ditangani Jose Mourinho. MU tampil tak meyakinkan, dan sempat jadi bulan-bulannya suporternya sendiri.

Hingga akhirnya Solskjaer datang menggantikan Mourinho sebagai caretaker manajer per 19 Desember 2018. Solskjaer, 45 tahun, yang juga mantan penyerang MU, dikontrak hingga akhir musim.

2 dari 4 halaman

Kembalikan “Ruh” MU

Tak pelak, Solskjaer, yang selama di MU mencetak 126 gol dalam 366 laga pun dianggap mampu mengembalikan “ruh” MU. Tim yang sempat melempem, tak lagi greget, kini kembali menjadi kekuatan yang menakutkan.

Skema menyerang kembali dipraktikkan dengan taktis oleh Anthony Martial dan kawan-kawan. Lihat saja, dari total enam pertandingan itu, MU sukses melesakkan 17 gol. Dari kebobolan mereka juga minim, hanya empat gol.

“Manajer berhasil membawa kebahagiaan untuk kami. Pemain selalu tampil bagus dan tim saat ini sangat kuat,” De Gea memuji Solskjaer. “Kami kini tahu cara mengontrol pertandingan, membuat peluang, itu sangat baik bagi kami.”

Tak hanya jitu meracik strategi, Solksjaer juga dianggap mampu kembali menggali potensi bintang MU yang sempat melempem performanya di era Mourinho. Rashford dan Paul Pogba bisa jadi contohnya.

Bagi Rashford sendiri, golnya ke gawang Tottenham adalah gol ketiganya dalam tiga pertandingan terakhir bersama MU. Sedangkan Pogba, belakangan, benderang lagi sinarnya di lapangan.

3 dari 4 halaman

Pogba Bersinar Lagi

Di bawah asuhan Solksjaer, Pogba memang kembali mampu mempertontonkan kemampuan terbaiknya. Tidak hanya jadi jenderal lapangan tengah, sebagai pengatur serangan tim, Pogba juga bisa jadi eksekutor andalan.

Di bawah asuhan Solskjaer, andalan timnas Prancis berusia 25 tahun ini sudah mencetak empat gol. Dia juga telah membuat empat assist, termasuk untuk gol Rashford ke gawang Tottenham.

Tak heran, selain prestasi MU yang menjulang, kembali gemilangnya kiprah Pogba juga disebut-sebut sebagai sukses besar Solskjaer. Sebab, performa pemain berusia 25 tahun ini sempat melempem di era Mourinho.

Bahkan, Pogba yang diboyong MU dari Juventus seharga 89,3 juta pound sterling atau sekitar Rp 1,6 triliun sempat terlempar dari skuat inti Tim Setan Merah.

4 dari 4 halaman

Bakal Permanen?

Tak pelak, kini spekulasi pun bermunculan bahwa manajemen MU bakal mempermanen kontrak Solksjaer, bukan lagi sebagai caretaker. Padahal, sebelumnya, kencang beredar rumor, bahwa MU akan mengontrak manajer Tottenham, Mauricio Pochettino, mulai musim depan.

Menariknya, Solksjaer sendiri mengaku tidak pernah membebani pikirannya dengan ambisi menjadi pelatih permanen MU. “Setiap hari, saya hanya menjalankan tugas sampai kontrak saya berakhir Juni nanti,” kata Solskjaer, yang masih terikat kontrak dengan klub asal kampung halamannya, Moldne.

Solskjaer menambahkan, “Saya akan berlibur di sana (ketika kontrak berakhir), tapi tidak…saya tidak memikirkan itu sama sekali.”

HEADLINE: Raih 6 Kemenangan Beruntun, Solskjaer Kembalikan Wajah Asli MU

Liputan6.com, Jakarta – Manchester United (MU) telah kembali! Enam kemenangan beruntun yang diraih Tim Setan Merah mengindikasikan klub yang bermarkas di Old Trafford ini bisa kembali jadi ancaman di Liga Inggris.

Terakhir, bersama caretaker manajer mereka, Ole Gunnar Solskjaer, MU sukses menghantam salah satu kandidat juara Liga Inggris musim ini, Tottenham Hotspur 1-0 di kandang lawan, Stadion Wembley, Minggu (13/1/2019). Gol semata wayang kemenangan MU dicetak penyerang muda Marcus Rashford.

Enam kemenangan beruntun ini juga mengantar Solskjaer, yang berasal dari Norwegia, sukses memecahkan rekor manajer legendaris MU, Sir Matt Busby, yang sempat bertahan 73 tahun.

“Inilah Manchester United yang sesungguhnya,” ujar kiper David de Gea yang juga tampil gemilang, melakukan 11 penyelamatan, usai laga. “Kami mengalahkan sebuah tim hebat.”

Kemenangan atas Tottenham memang seperti penahbisan bahwa MU benar-benar bangkit. Sebelumnya, lima kemenangan yang mereka raih — satu di Piala FA–memang tak terlalu diperhitungkan.

Sebab, lawan-lawan yang mereka kalahkan ketika itu tim-tim yang kekuatannya relatif di bawah MU. Sebut saja Cardiff City, Huddersfield, Bournemouth, Newcastle United, plus Reading di Piala FA.

Tapi, Tottenham, ini adalah klub Inggris yang terus menjulang prestasinya dalam dua-tiga musim terakhir. Bahkan, musim ini, mereka adalah salah satu kandidat kuat juara Liga Inggris, bersaing dengan Manchester City dan pemuncak klasemen, Liverpool.

Tak pelak, penampilan Rashford dan kawan-kawan pun menuai pujian dari mantan bintang MU yang kini pundit di stasiun televisi Sky Sports, Gary Neville.

“Manchester United sekarang seperti Manchester United lima atau 10 tahun lalu,” ujar Neville, bangga.

Sepuluh tahun lalu, adalah salah satu masa kejayaan MU saat masih dilatih Alex Ferguson. Ketika itu, di musim 2007/08, Setan Merah memenangkan tiga gelar sekaligus, Liga Inggris, Liga Champions, dan Piala Dunia Antarklub.

Kini, perlahan tapi pasti, MU juga mulai jadi ancaman serius di papan klasemen Liga Inggris. Berada di posisi keenam, nilai mereka, 41, kini sama dengan Arsena di posisi kelima. Dengan Liverpool, yang ada di puncak klasemen, MU berselisih 16 poin.

Prestasi ini juga bertolak belakang dengan kiprah mereka sebelumnya, saat masih ditangani Jose Mourinho. MU tampil tak meyakinkan, dan sempat jadi bulan-bulannya suporternya sendiri.

Hingga akhirnya Solskjaer datang menggantikan Mourinho sebagai caretaker manajer per 19 Desember 2018. Solskjaer, 45 tahun, yang juga mantan penyerang MU, dikontrak hingga akhir musim.

2 dari 4 halaman

Kembalikan

Tak pelak, Solskjaer, yang selama di MU mencetak 126 gol dalam 366 laga pun dianggap mampu mengembalikan “ruh” MU. Tim yang sempat melempem, tak lagi greget, kini kembali menjadi kekuatan yang menakutkan.

Skema menyerang kembali dipraktikkan dengan taktis oleh Anthony Martial dan kawan-kawan. Lihat saja, dari total enam pertandingan itu, MU sukses melesakkan 17 gol. Dari kebobolan mereka juga minim, hanya empat gol.

“Manajer berhasil membawa kebahagiaan untuk kami. Pemain selalu tampil bagus dan tim saat ini sangat kuat,” De Gea memuji Solskjaer. “Kami kini tahu cara mengontrol pertandingan, membuat peluang, itu sangat baik bagi kami.”

Tak hanya jitu meracik strategi, Solksjaer juga dianggap mampu kembali menggali potensi bintang MU yang sempat melempem performanya di era Mourinho. Rashford dan Paul Pogba bisa jadi contohnya.

Bagi Rashford sendiri, golnya ke gawang Tottenham adalah gol ketiganya dalam tiga pertandingan terakhir bersama MU. Sedangkan Pogba, belakangan, benderang lagi sinarnya di lapangan.

3 dari 4 halaman

Pogba Bersinar Lagi

Di bawah asuhan Solksjaer, Pogba memang kembali mampu mempertontonkan kemampuan terbaiknya. Tidak hanya jadi jenderal lapangan tengah, sebagai pengatur serangan tim, Pogba juga bisa jadi eksekutor andalan.

Di bawah asuhan Solskjaer, andalan timnas Prancis berusia 25 tahun ini sudah mencetak empat gol. Dia juga telah membuat empat assist, termasuk untuk gol Rashford ke gawang Tottenham.

Tak heran, selain prestasi MU yang menjulang, kembali gemilangnya kiprah Pogba juga disebut-sebut sebagai sukses besar Solskjaer. Sebab, performa pemain berusia 25 tahun ini sempat melempem di era Mourinho.

Bahkan, Pogba yang diboyong MU dari Juventus seharga 89,3 juta pound sterling atau sekitar Rp 1,6 triliun sempat terlempar dari skuat inti Tim Setan Merah.

4 dari 4 halaman

Bakal Permanen?

Tak pelak, kini spekulasi pun bermunculan bahwa manajemen MU bakal mempermanen kontrak Solksjaer, bukan lagi sebagai caretaker. Padahal, sebelumnya, kencang beredar rumor, bahwa MU akan mengontrak manajer Tottenham, Mauricio Pochettino, mulai musim depan.

Menariknya, Solksjaer sendiri mengaku tidak pernah membebani pikirannya dengan ambisi menjadi pelatih permanen MU. “Setiap hari, saya hanya menjalankan tugas sampai kontrak saya berakhir Juni nanti,” kata Solskjaer, yang masih terikat kontrak dengan klub asal kampung halamannya, Moldne.

Solskjaer menambahkan, “Saya akan berlibur di sana (ketika kontrak berakhir), tapi tidak…saya tidak memikirkan itu sama sekali.”

Gelandang MU Masuk Bidikan AC Milan

Liputan6.com, Jakarta – AC Milan memiliki target transfer baru untuk lini tengah. Klub berjuluk Rossonerri itu dikabarkan tertarik untuk mendatangkan Marouane Fellaini dari Manchester United (MU).

Sudah menjadi rahasia umum jika AC Milan tengah berburu gelandang baru. Pelatih Gennaro Gattuso dikabarkan tidak bahagia dengan performa lini tengah yang dinilai kurang bertenaga.

AC Milan sempat dikabarkan mencoba merekrut Cesc Fabregas dan Adrien Rabiot. Tapi, nama pertama sudah dipastikan pindah ke AS Monaco. Sementara Rabiot disebut telah mencapai kesepakatan untuk pindah ke Barcelona.

2 dari 3 halaman

Tidak Terpakai

Dilansir Nieuwsblad, AC Milan melihat potensi untuk mendatangkan Fellaini. Sebab, sang pemain mulai tersingkir dari skuat utama MU.

Fellaini yang menjadi salah satu pemain andalan Jose Mourinho harus menghadapi kenyataan pahit. Sebab, ia belum sekalipun menjadi starter sejak Ole Gunnar Solskjaer menjabat pelatih setan merah.

Minimnya jam bermain yang diraih Fellaini ini kabarnya akan coba dimanfaatkan oleh Milan untuk menarik sang gelandang ke San Siro.

3 dari 3 halaman

Tidak Sendirian

Namun, rencana MIlan untuk merekrut Fellaini dipastikan tidak akan berjalan mulus. Pasalnya, ada sejumlah klub yang tertarik merekrut pemain timnas Belgia tersebut.

Sejauh ini, ada dua nama yang disebut naksir dengan sang gelandang. Mereka adalah klub Portugal FC Porto dan Guangzhou Evergrande dari Tiongkok.

Nama terakhir kabarnya siap memberikan tawaran gaji yang besar kepada Fellaini jika ia pindah ke Tiongkok. Sehingga Milan harus bekerja keras untuk mengamankan sang gelandang.

Fellaini kontraknya akan habis di Old Trafford pada musim panas tahun 2020 mendatang.

Sumber: Bola.net

Prediksi Tottenham Hotspur vs Manchester United: Ujian Sesungguhnya Solskjaer

Jakarta Manchester United akan dijamu Tottenham Hotspur di Stadion Wembley pada laga pekan ke-22 Premier League, Minggu (13/1/2018). Laga ini merupakan ujian bagi Setan Merah yang mulai bangkit.

Sejak ditangani Ole Gunnar Solskjaer pada 19 Desember 2019, The Red Devils tampil impresif. Mereka berhasil meraih lima kemenangan secara beruntun di seluruh ajang kompetisi. 

Manchester United mampu membungkam Cardiff City (5-1), mengalahkan Huddersfield Town (3-1), memetik kemenangan atas Bournemouth (4-1), mendulang tiga poin di markas Newcastle United (2-0), dan menaklukkan Reading (2-0).

Kini, penampilan apik itu pun akan diuji ketika bersua Tottenham Hotspur. Sebab, The Lilywhites memiliki kekuatan yang setara dengan skuat Setan Merah, dibandingkan dengan lima lawan sebelumnya.

Selain itu, MU juga kerap kerepotan ketika bersua Tottenham. Dari tujuh pertemuan terakhir di seluruh ajang kompetisi, Manchester United menelan empat kekalahan dan hanya meraih tiga kemenangan.

“Tentu saja laga melawan Tottenham akan sulit, tetapi sekali lagi, kami juga bisa menjadikannya sulit buat mereka. Tottenham memiliki kekuatan dan kelemahan, seperti juga kami, jadi itu adalah salah satu pertandingan yang kami butuhkan,” ujar manajer The Red Devils, Ole Gunnar Solskjaer.

“Begitu juga pertandingan Piala FA melawan Arsenal, sebelum kami menjalani laga tandang di Liga Champions melawan PSG, karena itu adalah ujian terakhir,” lanjut legenda Manchester United tersebut.

2 dari 4 halaman

Tottenham Hotspur Sedang Onfire

Di sisi lain, Tottenham Hotspur sedang dalam performa terbaik. Anak asuh Mauricio Pochettino tersebut berhasil meraih sembilan kemenangan, satu hasil imbang, dan hanya sekali kalah dari 11 pertandingan di seluruh ajang.

Selain itu, The Lilywhites juga memiliki catatan apik ketika bermain di kandang sendiri. Mereka mampu merengkuh tujuh kemenangan dan sekali takluk dari delapan laga terakhir di Stadion Wembley.

Berbekal hasil apik tersebut, Tottenham Hotspur bertekad untuk membungkam Manchester United. Andai meraih tiga poin penuh, Spurs berhasil mengalahkan MU secara beruntun di Premier League musim ini.

Kemenangan juga akan membuat Spurs memangkas jarak dari Liverpool di klasemen sementara liga. Tottenham Hotspur saat ini menempati posisi tiga dengan nilai 48, tertinggal sembilan poin dari The Reds di peringkat teratas.

Sementara itu, Manchester United bercokol di urutan keenam klasemen sementara Premier League dengan mendulang 38 angka. MU terpaut 10 poin dari Tottenham.

“Tentu saja, ini adalah pertandingan besar karena ini adalah Manchester United, semua orang tahu apa artinya bermain melawan Manchester United,” papar manajer Spurs, Mauricio Pochettino.

“Tetapi musim ini, semua tampak seperti pertandingan besar dan semuanya penting. Tentu saja, kami sangat bersemangat dan yakin bahwa kami akan siap untuk bersaing dengan cara terbaik,” lanjutnya.

3 dari 4 halaman

Prakiraan susunan pemain:

Tottenham Hotspur (4-3-1-2): Hugo Lloris; Kieran Trippier; Davinson Sanchez, Toby Alderweireld, Ben Davies; Moussa Sissoko, Harry Winks, Christian Eriksen; Dele Alli; Son Heung-min, Harry Kane.

Manajer: Mauricio Pochettino (Argentina)

Manchester United (4-3-3): David De Gea; Ashley Young, Phil Jones, Victor Lindelof, Luke Shaw; Ander Herrera, Nemanja Matic, Paul Pogba; Jesse Lingard, Marcus Rashford, Anthony Martial.

Manajer: Ole Gunnar Solskjaer (Norwegia)

4 dari 4 halaman

Statistik dan Catatan Pertemuan Kedua Tim

Head to head kedua tim:

  • 28/08/18 Manchester United 0 – 3 Tottenham Hotspur (Premier League)
  • 21/04/18 Manchester United 2 – 1 Tottenham Hotspur (Piala FA)
  • 01/02/18 Tottenham Hotspur 2 – 0 Manchester United (Premier League)
  • 28/10/17 Manchester United 1 – 0 Tottenham Hotspur (Premier League)
  • 14/05/17 Tottenham Hotspur 2 – 1 Manchester United (Premier League)

Lima pertandingan terakhir Tottenham Hotspur:

  • 26/12/18 Tottenham Hotspur 5 – 0 Bournemouth (Premier League)
  • 29/12/18 Tottenham Hotspur 1 – 3 Wolverhampton Wanderers (Premier League)
  • 02/01/19 Cardiff City 0 – 3 Tottenham Hotspur (Premier League)
  • 05/01/19 Tranmere Rovers 0 – 7 Tottenham Hotspur (Piala FA)
  • 09/01/19 Tottenham Hotspur 1 – 0 Chelsea (Piala Liga Inggris)

Lima pertandingan terakhir Manchester United:

  • 23/12/18 Cardiff City 1 – 5 Manchester United (Premier League)
  • 26/12/18 Manchester United 3 – 1 Huddersfield Town (Premier League)
  • 30/12/18 Manchester United 4 – 1 Bournemouth (Premier League)
  • 03/01/19 Newcastle United 0 – 2 Manchester United (Premier League)
  • 05/01/19 Manchester United 2 – 0 Reading (Piala FA)

Persentase menang: Tottenham Hotspur 50 – 50 Manchester United

Sumber Bola.com

Fakta Menarik Tottenham vs MU

Liputan6.com, London – Peringkat 3 Tottenham akan menjamu peringkat 6 Manchester United (MU) pada matchweek 22 Premier League 2018/19, Minggu (13/1). Berikut beberapa fakta menarik yang melatarbelakangi pertandingan di Wembley Stadium ini.

– Pada pertemuan pertama di Premier League musim ini (matchweek 3), Tottenham mempermalukan MU besutan Jose Mourinho 3-0 di Old Trafford. Tottenham menang lewat satu gol Harry Kane dan brace Lucas Moura.

– Dalam laga kandangnya melawan MU di Premier League musim lalu, Tottenham menang 2-0 melalui gol Christian Eriksen dan bunuh diri Phil Jones.

– Tottenham selalu menang dan selalu mencetak minimal dua gol dalam tiga laga kandang terakhirnya melawan MU di Premier League. Mereka menang 3-0 pada musim 2015/16, lalu 2-1 pada musim 2016/17, dan 2-0 pada musim 2017/18.

– MU tanpa kemenangan dalam enam laga tandang terakhirnya melawan Tottenham di Premier League (M0 S3 K2), sejak menang 3-1 pada musim 2011/12.

– Harry Kane baru mencetak dua gol dalam sembilan penampilan melawan MU di Premier League.

– Romelu Lukaku hanya mencetak satu gol dalam 11 penampilan melawan Tottenham di Premier League.

2 dari 2 halaman

Performa dan Statistik

– Tottenham selalu menang tanpa kebobolan dalam tiga laga terakhirnya di semua kompetisi: 3-0 vs Cardiff (Premier League), 7-0 vs Tranmere (FA Cup), 1-0 vs Chelsea (Carabao Cup).

– Tottenham menang enam kali dan hanya kalah sekali dalam tujuh laga terakhirnya di Premier League.

– Tottenham sudah tiga kali kalah dalam laga-laga kandangnya di Premier League musim ini (M6 S0 K3), yakni 1-2 vs Liverpool, 0-1 vs Manchester City dan 1-3 vs Wolverhampton.

– Tottenham mencetak rata-rata 2 gol per laga dalam sembilan laga kandang yang sudah mereka mainkan di Premier League musim ini.

– Selalu tercipta minimal tiga gol dalam empat laga terakhir Tottenham di Premier League.

– Harry Kane selalu mencetak gol dalam enam penampilan terakhirnya untuk Tottenham di semua kompetisi (total tujuh gol).

– Son Heung-Min selalu menyumbang gol dan/atau assist dalam empat penampilan terakhirnya untuk Tottenham di Premier League (5 gol & 3 assist).

– Gol terbanyak untuk Tottenham di Premier League 2018/19 sejauh ini: Harry Kane (14).

– Assist terbanyak untuk Tottenham di Premier League 2018/19 sejauh ini: Christian Eriksen (7).

– Rekor Mauricio Pochettino vs United: M4 S3 K6.

– United selalu menang dan selalu mencetak minimal dua gol dalam lima laga terakhirnya di semua kompetisi.

– United selalu clean sheet (tak kebobolan) dalam dua laga terakhirnya di semua kompetisi: 2-0 vs Newcastle (Premier League), 2-0 vs Reading (FA Cup).

– Romelu Lukaku selalu mencetak gol dalam tiga penampilan terakhirnya untuk United di semua kompetisi, masing-masing satu gol kontra Bournemouth, Newcastle dan Reading.

– Alexis Sanchez selalu menyumbang assist dalam dua penampilan terakhirnya untuk United di semua kompetisi, masing-masing satu assist saat melawan Newcastle dan Reading.

– Gol terbanyak untuk United di Premier League 2018/19 sejauh ini: Romelu Lukaku, Anthony Martial (masing-masing 8).

– Assist terbanyak untuk United di Premier League 2018/19 sejauh ini: Paul Pogba, Marcus Rashford (masing-masing 6).

Sumber: bola.net

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Ujian Sesungguhnya bagi Solskjaer

Liputan6.com, Jakarta Manchester United (MU) meraih hasil memuaskan di bawah asuhan caretaker Ole Gunnar Solskjaer. Setan Merah selalu meraih kemenangan sejak ditangani oleh Solskjaer pada penghujung tahun 2018.

Dalam lima laga awal bersama MU, Solskjaer selalu memberikan kemenangan dengan rincian empat di Liga Inggris dan satu di Piala FA. Selain itu Solskjaer juga mampu membangkitkan pemain-pemain yang meredup di era Jose Mourinho. 

Paul Pogba, Jesse Lingard, Marcus Rashford, Romelu Lukaku hingga Alexis Sanchez mulai menemukan bentuk permainan terbaiknya yang tidak nampak di awal musim 2018-2019.

Start mulus ini membuat Solskjaer dijagokan akan dipermanenkan oleh MU. Pria Norwegia itu dinilai sangat layak menjadi penerus Sir Alex Ferguson di MU.

Namun banyak juga yang meragukan Solskjaer akan terus sukses di MU. Pasalnya lima lawan yang dihadapi MU relatif semenjana. Mulai dari Cardiff City, Huddersfield Town, Bournemouth, Newcastle UNited hingga Reading.

Ujian sesungguhnya bagi Solskjaer ada di laga keenamnya. MU akan menghadapi Tottenham Hotspur di kandang lawan, Stadion Wembley pada lanjutan Liga Inggris, Minggu (13/11/2018) malam WIB.

Jelas sangat berat bagi MU untuk mengalahkan Tottenham. Spurs sedang dalam tren positif. Mereka saat ini ada di posisi tiga klasemen sementara Liga Inggris. Solskjaer menyadari hal itu. Dia meminta anak asuhnya untuk berusaha lebih keras di laga kontra Tottenham.

“Setiap pertandingan adalah ujian, namun pertandingan kali ini melawan tim kuat. Jika kami ingin mendekat dan melewati mereka, kami membutuhkan performa bagus serta hasil yang bagus,” ujar Solskjaer.

2 dari 2 halaman

Lawan Pochettino

Caretaker manajer asal Norwegia itu memastikan timnya akan tetap bermain menyerang melawan tim London Utara. Menurutnya permainan menyerang sudah menjadi ciri khas Manchester United.

“Mereka satu di antara yang terbaik di liga sehingga kami harus mewaspadai kekuatan mereka. Namun, kami harus menyerang, itulah kekuatan kami,” ucapnya.

Jika mampu mengalahkan Tottenham, Solskjaer akan semakin berpeluang dipermanenkan MU. Kebetulan MU kabarnya membidik pelatih Tottenham Mauricio Pochettino untuk melatih Lukaku cs musim depan.

Bisa dibilang laga melawan Tottenham juga menjadi ajang pembuktian Solskjaer bila dirinya mampu mengungguli Pochettino.

Tottenham vs MU: Solskjaer Siapkan Skema Menyerang

Liputan6.com, Manchester – Manchester United (MU) siap mengadapi laga lawan Tottenham Hotspur di Liga Inggris, Minggu (13/1/2019). Meski akan tampil di kandang lawan, Stadion Wembley, London, pasukan Setan Merah sama sekali tak gentar.

Caretaker manajer MU, Ole Gunnar Solskjaer, mengakui ini akan jadi laga yang sulit. Namun, dia optimistis, Romelu Lukaku bisa membawa pulang hasil positif.

“Jelas, mereka merupakan salah satu tim terbaik di Liga Inggris. Kami harus benar-benar waspada,” ujar Solskjaer, dikutip The Guardian. “Kami harus bermain sebagai tim yang menyerang. Itulah kekuatan kami.”

Solksjaer memang tak sungkan menyebut, pihaknya akan memainkan skema menyerang walaupun main tandang. “Kami akan bermain seperti yang biasa kami lakukan, menyerang,” ujar mantan penyerang MU ini.

Sejauh ini, di bawah asuhan Solskjaer, MU memang tampil selalu tampil dengan skema menyerang dahsyat. Tak heran, dari lima laga bersama Solskjaer, Setan Merah sudah mencetak total 16 gol.

Cardiff City, Huddersfield, Bournemouth, Newcastle United, dan Reading adalah klub-klub yang sudah merasakan ketajaman lini depan MU di bawah asuhan Solskjaer.

Manchester United Hadapi Tottenham Hotspur, Paul Pogba Diharapkan Tampil

Dubai – Manajer Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer, berharap Paul Pogba bisa bermain ketika timnya menghadapi Tottenham Hotspur dalam pertandingan pekan ke-22 Premier League, di Stadion Wembley, Minggu (13/1/2019).

Gelandang timnas Prancis itu tengah menjalani perawatan karena mengalami memar di kakinya. Cedera itu didapatkan Pogba akibat tekel keras dari gelandang Newcastle United, Jonjo Shelvey, dalam pertandingan pekan ke-21 Premier League, 2 Januari 2019.

Alhasil, Paul Pogba pun tak bisa tampil saat Manchester United menghadapi Reading dalam pertandingan putaran ketiga Piala FA, di Old Trafford pada 5 Januari 2019. Meski tanpa Pogba, The Red Devils berhasil menang 2-0 atas Reading.

Kini, kondisi mantan pemain Juventus itu mulai membaik. Dia pun telah mengikuti sesi latihan Manchester United di Dubai, Uni Emirat Arab.

“Paul Pogba mengalami memar di kakinya dan telah menjalani beberapa hari perawatan di rumah. Semoga kami bisa membuat Paul berdiri pada pekan ini,” ujar Solskjaer di situs resmi Manchester United.

Sejak Ole Gunnar Solskjaer menggantikan Jose Mourinho sebagai manajer Manchester United, Paul Pogba seperti kembali ke performa terbaiknya. Dalam empat pertandingan terakhir, dia membantu MU menyapu bersih kemenangan serta mencetak empat gol dan tiga assist.

Sumber: Bola.com

Saksikan siaran langsung pertandingan-pertandingan Premier League, La Liga, Ligue 1, dan Liga Europa di sini:

5 Pemain Bergaji Tinggi di Manchester United

Bersama Solskjaer, Kecepatan Striker Muda MU Menggila

Bersama Solskjaer dalam lima pertandingan, Rashford mampu melepaskan 4,1 sepakan, 2,3 dribel, 1,9 peluang mematikan, per laga. Catatan itu lebih efisien ketimbang masih dilatih Mourinho.

Saat masih bersama Mourinho, striker kelahiran Manchester itu hanya melepaskan 1,9 sepakan, 1,2 dribel, dan menciptakan 1,5 peluang mematikan per pertandingan.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Striker muda Manchester United, Marcus Rashford, akhiri puasa gol pada laga Piala FA melawan Reading.

Striker MU Ingin Dingin seperti Ole Gunnar Solskjaer

Liputan6.com, Manchester – Romelu Lukaku turut merasakan dampak positif kehadiran Ole Gunnar Solskjaer sebagai manajer interim Manchester United (MU). Pemain asal Belgia itu pun berharap dapat menimba ilmu sebanyak mungkin dari sang caretaker.

Solskjaer membawa MU meraih kemenangan pada lima pertandingan awal.

Lukaku turut berkontribusi meski tidak sejak awal. Dia melewatkan dua laga awal karena alasan pribadi. Namun, mantan pemain Everton itu kemudian menciptakan masing-masing satu gol di tiga partai berikutnya, dua di antaranya sebagai cadangan.

“Dia banyak membantu. Saya tahu dia begitu dingin di depan gawang lawan ketika masih bermain. Saya ingin seperti itu,” kata Lukaku, dilansir Manchester Evening News.

“Semua berjalan baik bagi saya secara personal maupun kolektif. Saya merasa nyaman dalam bermain dan ingin membantu MU sesering mungkin,” sambung sosok berdarah Kongo tersebut.

Berita video gol-gol kemenangan Manchester United atas Reading pada babak III Piala FA 2018-2019.