Dewi Perssik yang Jengah dengan Keponakannya dan Batal Dapat Ratusan Juta

JakartaDewi Perssik masih berurusan dengan keponakannya, Rosa Meldianti (Meldi). Sang pedangdut dipanggil oleh polisi usai dilaporkan atas dugaan pencemaran nama baik.

Dewi benar-benar jengah atas kasus dirinya dengan Meldi. Dia merasa dirugikan sekali atas masalah tersebut.

“Ngomongin kasus aku sama Meldi ini. Aku pengin cepat selesai. Ini bukan keuntungan buat aku, ya jujur aku keganggu sama masalah ini. Aku malas bahas ini,” ujar Dewi Perssik saat ditemui di Polres Jakarta Selatan, Kamis (18/4/2019).

Bukan tanpa alasan Dewi Perssik merugi berkasus dengan Meldi. Sebab, gara-gara panggilan polisi, dia batal meraup uang ratusan juta.

“Harusnya aku tuh dapat duit ratusan juta loh karena jadi host. Cuma karena ada pemeriksaan, mau nggak mau dibatalin,” tuturnya.

Padahal menurut Dewi Perssik, uangnya itu untuk pengobatan ayahnya. Seperti diketahui ayah si goyang gergaji itu sedang mengidap penyakit komplikasi. Mochammad Aidil kini mendapat perawatan di sebuah rumah sakit di Jember, Jawa Timur.

“Harusnya duitnya untuk perawatan bapakku toh. Jadinya tertunda,” katanya.

Dewi Perssik menilai Meldi sudah sombong karena tak mau meminta maaf terhadapnya. Dia meminta sekali lagi kepada Meldi untuk mengakui kesalahan.

“Memang dia sombong. Kalau mau rendah hati ya akuin kesalahan,” ucapnya.

Menurut Dewi, Meldi memang punya niatan untuk panjat sosial atas kasus ini. Dia pun benar-benar tak habis pikir.

“Dia siapa emangnya? Harus sadar diri. Kalau artis nggak apa-apa. Intinya, pengin jadi artis dengan skill. Kalau damai, dia harus minta maaf ke keluarga besar ya. Kalau tidak, saya siap bawa kasus ini hingga pengadilan,” ujarnya.
(mau/wes)

Photo Gallery

1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18

Ratusan Napi Nusakambangan Ikut Pemilu 2019, Bagaimana Pengamanannya?

Di Banyumas, Bawaslu Kabupaten Banyumas meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk menambah jumlah logistik pemilu terutama surat suara untuk mengantisipasi pembengkakan jumlah pemilih di Lapas Kelas II A Purwokerto.

Sebelumnya, data pemilih tetap (DPT) di Lapas Purwokerto jumlah pemilih hanya tercatat kurang dari 100 orang. Tetapi, dalam pemutakhiran data terakhir jumlah pemilih membengkak nyaris tiga kali lipat menjadi 300 orang. Karenanya, ia meminta KPU untuk menyediakan surat suara kekurangan hasil pemutakhiran itu.

Berdasar pendataan terakhir, penambahan jumlah pemilih disebabkan perpindahan napi atau tahanan yang sangat cepat. Nyaris tiap hari, kata dia, jumlah pemilih selalu berubah. Hal ini menurut dia harus diantisipasi oleh KPU agar tidak ada napi yang kehilangan hak suara gara-gara kekurangan logistik.

“Ada pembengkakan dalam hal jumlah pemilih di Lapas Purwokerto terutama. Mencapai hampir 300-an. Kerawanan ini harus diantisipasi oleh KPU, terkait dengan logistik surat suaranya bagaimana,” ucap Anggota Bawaslu Banyums, Yon Daryono.

Menurut Yon, Lapas menjadi salah satu lokasi TPS rawan yang menjadi prioritas pantauan Bawaslu. Misalnya, terjadi kekurangan logistik pemilu, mobilisasi massa, atau rawan intimidasi.

Karenanya, secara khusus Bawaslu dan Sentra Gakumdu akan menugaskan petugas khusus yang langsung dikoordinir dari Posko Bawaslu Induk Banyumas.

“Pembengkakan itu karena di Lapas itu kan dinamis ya. Ada yang masuk ada yang keluar. Ada tahanan pindahan. Ada napi pindahan. Jumlah napinya bertambah banyak,” jelasnya.

Secara keseluruhan Bawaslu mengidentifikasi terdapat 197 TPS rawan di Banyumas. Lokasinya tersebar merata di seluruh Kabupaten Banyumas. Namun, ia menyebut bahwa tiga wilayah kecamatan, yakni Sumbang, Purwokerto Selatan dan Cilongok sebagai daerah dengan jumlah TPS rawan terbanyak.

Percepat Distribusi Logistik Pemilu di Medan, Ratusan Relawan dan Truk Dikerahkan

Liputan6.com, Medan – Hingga siang ini sejumlah logistik pemilu masih menumpuk di Pangkalan Udara Soewondo, Medan, Sumatera Utara. Baik kotak maupun surat suara masih memenuhi gudang penyimpanan.

Seperti ditayangkan Liputan6 SCTV, Selasa (16/4/2019), guna mempercepat proses distribusi, ratusan relawan dan puluhan truk dikerahkan untuk mengirimkan logistrik pemilu ke total 151 kelurahan.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Medan menargetkan proses distribusi logistik pemilu Selesai pada sore hari nanti.

Ratusan Bikers Sunmori Sembari Kampanye Road Safety

Liputan6.com, Jakarta – Ratusan bikers mengikuti Sunday morning ride (Sunmori) sembari mengkampanyekan road safety sekaligus mengajak pengguna jalan di lalu lintas tertib dalam berkendara. Sunmori bertajuk #RoadSafetyForBikeLovers ini diinisiasi oleh founder #DengarYangMuda sekaligus Staf Khusus Presiden RI, Diaz Hendropriyono.

“Melalui event ini, pemerintah berharap para bikers dapat turut menjadi agen perubahan dalam konteks membangun budaya berkendara yang menjunjung tinggi keselamatan,” kata kata Diaz Hendropriyono yang berkendara aman menggunakan Vespa merah dari Kantor Staf Khusus Presiden di jalan Veteran III, Jakarta Pusat ke Jalan Gunawarman, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (14/4).

Diaz menilai, tingkat kecelakaan di jalan raya tergolong tinggi dan memperihatinkan karena yang menjadi korban kebanyakan masih dalam usia produktif. Tercatat, kecelakaan di jalan raya per tahun mencapai 100.000 lebih dan pengguna motor mencapai 70 persennya yang rata-rata dikendarai kalangan anak muda.

Per hari, terjadi 73 kecelakaan yang melibatkan 3-4 orang tiap jamnya. Dengan demikian, kecelakaan jalan raya menjadi bencana dan harus bisa dicegah dengan memberikan informasi yang tepat sasaran bagi milenial agar lebih tertib di jalan dan berlalu lintas.

“Tentu kita sangat peduli karena kecelakaan ini menjadi ancaman khususnya milenial sebagai tulang punggung masa depan Indonesia. Jangan biarkan mereka jadi korban lalu lintas kendaraan bermotor karena minimnya informasi yang didapat. Contohnya saja saat di lampu merah. Kita harus mampu bisa menunggu dan tertib, jangan main asal terobos dan jalan saja. Mari contoh tertib lalu lintas seperti di luar negeri yang sudah sadar akan road safety,” ungkap Diaz.

Ratusan Baut Hilang, Jembatan Siak IV Ditutup

Liputan6.com, Pekanbaru – Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Riau mempertimbangkan untuk menutup sementara jembatan Siak IV yang baru saja diresmikan medio Maret 2019 lalu karena ratusan baut hilang akibat dicuri.

Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Provinsi Riau, Yunnas Haris mengatakan, sekitar 100-an baut hilang hingga dikhawatirkan membahayakan jika tetap dibuka untuk umum.

“(Hilangnya baut-baut) ini berpengaruh terhadap kekuatan jembatan, kalau memang nanti membahayakan, maka kita akan tutup sementara,” katanya, Minggu (14/4/2019).  Haris menyayangkan insiden hilangnya material baut tersebut.

Menurut dia, seharusnya masyarakat dapat bersama-sama menjaga jembatan yang belakangan menjadi ikon baru Provinsi Riau tersebut.

Terlebih lagi, baut yang hilang itu tidak serta merta dapat dibeli di pasar melainkan harus dipesan khusus. “Bingung kita melihat kondisi ini. Kok tidak ada rasa memiliki,” ujarnya.

Selain baut, dia juga menyebut sejumlah material lainnya juga hilang dalam beberapa waktu terakhir. Diantaranya penangkal petir yang juga raib diambil orang tidak bertanggung jawab. “Kemarin penangkal petir juga hilang. Tapi sudah kita ganti,” tuturnya dilansir Antara.

Sementara saat disinggung pengawasan jembatan, pihaknya sejauh ini hanya bisa melakukan pengawasan secara acak. Dia mengaku tidak mungkin menempatkan personel 24 jam untuk mengawasi maling.

“Kita kan tidak bisa awasi 24 jam. Memang kita awasi, tapi lengah saja sedikit, baut-baut itu langsung dicuri, padahal besinya itukan tertanam,” ujarnya.

Untuk itu, pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk bersama-sama menjaga Jembatan Siak IV yang juga diberi nama Jembatan Marhum Bukit itu, dan jangan mencuri bagian dari jembatan.

“Kalau sudah mur dan baut jembatan yang dicuri, tentu ini berbahaya terhadap ketahanan jembatan, karena baut itu bagian pengunci jembatan,” ujarnya.

Penjelasan Resmi PPLN Sydney soal Ratusan WNI yang Tak Bisa Memilih

Liputan6.com, Sydney – Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) Sydney angkat bicara terkait berbagai laporan mengenai kendala pemungutan suara yang terjadi di wilayahnya pada Sabtu 13 April 2019 lalu.

Sebelumnya, dikabarkan bahwa ratusan warga negara Indonesia (WNI) di Sydney, Australia dikabarkan tak bisa menggunakan hak memilihnya.

Salah satu yang menjadi sorotan luas adalah terhambatnya pemilih untuk menggunakan hak suara di tempat pemungutan suara (TPS) Town Hall, Sydney.

Sejumlah dugaan penyebab mengemuka, mulai dari kabar tentang TPS yang tidak mengantisipasi kendala dalam proses pemungutan, hingga jumlah pemilih bukan DPT (daftar pemilih tetap) yang membeludak berdatangan ke lokasi itu.

Angkat bicara dalam sebuah keterangan tertulis yang diterima Liputan6.com pada Minggu 14 April 2019, PPLN Sydney memberikan penjelasan sebagai berikut:

Secara umum pelaksanaan pemungutan suara yang dilaksanakan pada Sabtu, 13 April 2019 di wilayah kerja PPLN Sydney yang meliputi New South Wales, Queensland dan South Australia berjalan lancar.

Pemungutan suara tersebar di 22 TPSLN (TPS Luar Negeri) dengan rincian sebagai berikut: 4 TPSLN berlokasi di KJRI Sydney, 5 TPSLN berlokasi di Sydney Town Hall, 3 TPSLN berlokasi di Marrickville Community Centre, 3 TPSLN berlokasi di Yagoona Community, 3 TPSLN berlokasi di Good Luck Plaza, 2 TPSLN berlokasi di Sherwood State School-Brisbane dan 2 TPSLN di Adelaide State Library.

Hampir semua lokasi adalah gedung yang disewa.

Pemungutan suara dimulai pukul 8.00 sampai 18.00 waktu setempat. Acara dimulai dengan upacara pembukaan oleh KPPSLN (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara Luar Negeri) dan selanjutnya dilakukan pelayanan kepada Pemilih yang terdaftar sebagai DPTLN (DPT Luar Negeri) dan DPTbLN (DPT Tambahan Luar Negeri).

DPTLN adalah daftar pemilih yang ditetapkan oleh KPU per 12 Desember 2018.

Untuk PPLN Sydney jumlah DPTLN adalah 25.381 pemilih. Sedangkan definisi singkat untuk DPTbLN adalah pemilih yang sudah menjadi DPT namun pindah lokasi memilih. Pada umumnya pemilih yang hadir dan terdaftar sebagai DPTLN dan DPTbLN terlayani dengan baik sejak pagi hari.

Tidak sedikit pemilih yang datang adalah pemilih yang tidak terdaftar atau tidak tahu bahwa yang bersangkutan masuk dalam kriteria DPKLN (Daftar Pemilih Khusus Luar Negeri). Yang mana DPKLN baru diperbolehkan mencoblos pada satu jam terakhir atau jam 17.00 sampai 18.00. Pemilih DPKLN adalah pemilih yang belum terdaftar sebagai DPT dan baru mendaftar setelah tanggal penetapan DPTLN (12 Desember 2018).

Penjelasan dan pemahaman juga diberikan kepada beberapa pemilih yang mengalami kendala dalam mendapatkan informasi terkini seperti tempat/lokasi TPS mencoblos dan metode pemilhan yang digunakan apakah POS atau TPS.

*Selanjutnya di laman dua…

Ratusan Baut Dicuri, Jembatan Siak IV Riau akan Ditutup!

Pekanbaru – Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Riau mempertimbangkan untuk menutup sementara Jembatan Siak IV yang baru saja diresmikan medio Maret 2019. Sebab, ratusan baut hilang akibat dicuri.

Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Provinsi Riau, Yunnas Haris mengatakan sekitar 100-an baut hilang hingga dikhawatirkan membahayakan jika tetap dibuka untuk umum.

“(Hilangnya baut-baut) ini berpengaruh terhadap kekuatan jembatan, kalau memang nanti membahayakan, maka kita akan tutup sementara,” kata Yunnas sebagaimana dilansir Antara, Minggu (14/4/2019).

Haris menyayangkan insiden hilangnya material baut tersebut.
Menurut dia, seharusnya masyarakat dapat bersama-sama menjaga jembatan yang belakangan menjadi ikon baru Provinsi Riau tersebut. Terlebih lagi, baut yang hilang itu tidak serta merta dapat dibeli di pasar melainkan harus dipesan khusus.

“Bingung kita melihat kondisi ini. Kok tidak ada rasa memiliki,” ujarnya.

Selain baut, dia juga menyebut sejumlah material lainnya juga hilang dalam beberapa waktu terakhir. Di antaranya penangkal petir yang juga raib diambil orang tidak bertanggung jawab.

“Kemarin penangkal petir juga hilang. Tapi sudah kita ganti,” tuturnya.

Sementara saat disinggung pengawasan jembatan, pihaknya sejauh ini hanya bisa melakukan pengawasan secara acak. Dia mengaku tidak mungkin menempatkan personel 24 jam untuk mengawasi maling.

“Kita kan tidak bisa awasi 24 jam. Memang kita awasi, tapi lengah saja sedikit, baut-baut itu langsung dicuri, padahal besinya itukan tertanam,” ujarnya.

Untuk itu, pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk bersama-sama menjaga Jembatan Siak IV yang juga diberi nama Jembatan Marhum Bukit itu, dan jangan mencuri bagian dari jembatan.”Kalau sudah mur dan baut jembatan yang dicuri, tentu ini berbahaya terhadap ketahanan jembatan, karena baut itu bagian pengunci jembatan,” ujarnya.

Jembatan Siak IV diresmikan pada bulan Februari 2019, di akhir masa jabatan Gubernur Riau Wan Thamrin Hasyim. Saat diresmikan, Jembatan Siak IV diberi nama Jembatan Sultan Abdul Jalil Alamuddin Syah atau bisa juga disebut Jembatan Marhum Bukit.

Sultan Abdul Jalil Alamuddin Syah merupakan Sultan ke-4 Kerajaan Siak Sri Indrapura, yang bergelar Marhum Bukit. Namun, saat peresmian jembatan tersebut belum mengantongi sertifikat kelayakan dari Menteri PU sehingga tidak bisa langsung dibuka untuk umum.

Pembangunan Jembatan Siak IV telah dimulai sekitar 10 tahun lalu, yakni dari tahun 2009 dengan program tahun jamak (multi-years). Total dana pembangunan jembatan tersebut mencapai sekitar R p483,68 miliar.

Jembatan Siak IV memiliki total panjang 800 meter, dengan konstruksi Steel Deck Girder yang memiliki 14 titik kabel di bagian hulu dan hilir. Tinggi pylon jembatan 75 meter dengan jenis konstruksi beton.

Tujuan dari pembangunan Jembatan Siak IV adalah untuk mengimbangi pesatnya perkembangan Kota Pekanbaru wilayah utara, di mana Jalan Jenderal Sudirman yang merupakan jalan protokol, terhalang oleh aliran sungai Siak, sehingga perlu jalan penghubung wilayah Pekanbaru Kota dengan wilayah Pekanbaru Utara.
(asp/rvk)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

VIDEO: Ratusan WNI di Sidney Tak Bisa Mencoblos

Liputan6.com, Jakarta Ratusan WNI di Sidney, Australia, tak bisa mencoblos karena terdaftar sebagai Daftar Pemilih Khusus (DPK). Pemilih Khusus, hanya bisa memilih 1 jam sebelum TPS ditutup. Jumlah pemilih yang membludak dan waktu yang sempit menyebabkan banyak pemilih tak bisa menggunakan hak suaranya.

Ratusan Umat Islam Gelar Salat Jumat di Alun-alun Pusat Kota Melbourne

Melbourne

Tepat empat minggu setelah serangan teror terhadap jamaah masjid di Christchurch, Selandia Baru, ratusan umat Islam menggelar salat Jumat (12/4/2019) di Federation Square, Melbourne.

Salat Jumat di Alun-alun Melbourne

  • Salat Jumat digelar empat minggu setelah serangan teror di Christchurch, di alun-alun terbuka Kota Melbourne
  • Seorang peserta mengaku ingin ikut dalam “peristiwa bersejarah” ini
  • Khatib menyerukan umat Islam lebih berkontribusi secara sosial kepada masyarakat luas

Ibadah wajib mingguan umat Islam itu dimulai tepat Pukul 1 siang di alun-alun pusat kota Melbourne dengan cuaca yang cerah di musim gugur yang sedang berlangsung saat ini.

Penyelenggara menyebutkan salah satu tujuan untuk menggelar salat Jumat di lapangan terbuka adalah untuk menunjukkan solidaritas terhadap para korban tewas dalam serangan teror di masjid Christchurch, Selandia Baru.

Acara ini juga merupakan bagian dari Salam Fest yang merayakan seni, budaya, dan kuliner Islam yang kontemporer yang akan digelar akhir pekan ini (13-14 April 2019).

salat jumat dua.jpg
Salat Jumat juga diikuti oleh Muslimah dan beberapa komunitas dari latar belakang lainnya. (ABC News: Farid M. Ibrahim)

Dari pengamatan ABC Indonesia, ratusan orang mulai mendatangi lokasi yang berseberangan dengan stasiun utama di kota itu, sekitar setengah jam sebelumnya.

Seorang warga asal Pakistan, Abdulrahim Ahmad yang ditemui di lokasi mengatakan ia ikut salat Jumat di Federation Square karena ingin menjadi bagian dari apa yang disebutnya “peristiwa bersejarah”.

“Saya biasanya salat Jumat di kampus Melbourne University, namun karena tidak biasanya dilakukan di tempat ini, maka saya pun datang. Saya ingin jadi bagian dari peristiwa bersejarah,” katanya seraya menambahkan, istri dan seorang anaknya yang masih kecil juga turut hadir.

Seorang pria mengumandangkan adzan
Adzan berkumandang di lapangan Federation Square, Melbourne menjelang shalat Jumat (ABC News, Erwin Renaldi)

Khatib Ramzi Elsayed dalam khutbahnya menyerukan umat Islam di Melbourne agar lebih meningkatkan kontribusinya kepada masyarakat luas dan tidak hanya terbatas pada sesama Muslim.

Ia mengajak umat Islam untuk juga tetap bersyukur, karena terlepas dari peristiwa mematikan tanggal 15 Maret di Christchurch, faktanya umat Islam bisa menggelar salat berjamaah di alun-alun Kota Melbourne.

Posisi Federation Square berada di seberang stasiun utama Flinders Street Station menjadikannya sebagai ruang publik yang sering menggelar berbagai aktivitas kemasyarakatan dari beragam budaya.

Khatib Ramzi Elsayed
Ramzi Elsayed menyerukan Muslim di Australia untuk lebih berkontribusi secara sosial kepada masyarakat luas. (Foto: ABC News, Erwin Renaldi)

Salat Jumat sudah digelar kedua kalinya di alun-alun kota Melbourne, setelah tahun lalu juga digelar menjelang Salam Fest.

Di Federation Square, masyarakat Indonesia juga secara rutin menggelar upacara pengibaran bendera dan perayaan HUT Proklamasi 17 Agustus.

Ikuti berita-berita lainnya dari ABC Indonesia.

(ita/ita)
<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Rugi Ratusan Ribu karena Orderan Dibatalkan, Kisah Driver Ojol Bikin Warganet Iba

Kisah driver ojek online yang pesanannya dibatalkan ini sempat mencuri perhatian lini masa. Unggahan ini bahkan sudah di-retweet sebanyak 36 ribu kali. Dan mendapatkan lebih dari dua ribu komentar.

“Ya Allah. Gue ngerasain rasanya susah nyari duit. Itu 246 banyak banget loh, kenapa ada org jahat banget sih,” kata akun @windlesscornet.

“Masalah kaya gini berlarut2, serius nih ojek online ga mau memperbaiki sistem pesanan go food? Kasihan drivernya kalau dapet customer gatau diri,” ujar akun @FunJunkies.

“Semoga rezekinya dilipat gandakan mas ojoolll,” tulis akun @AdellShitaa.