Madrid Memburu, Valverde Tegaskan Barcelona Tidak Takut

Liputan6.com, Barcelona – Barcelona kini mendapat ancaman dari Real Madrid di puncak klasemen La Liga. Meskipun begitu, Pelatih Azulgrana Ernesto Valverde menegaskan timnya tidak takut.

Madrid saat ini berhasil menyodok ke peringkat kedua di klasemen sementara La Liga. Mereka tertinggal enam poin dari Barcelona setelah mengalahkan Atletico Madrid dalam derby Madrid pada akhir pekan lalu.

Hasil imbang berturut-turut yang diraih Barca di liga sudah membuka pintu bagi Madrid untuk mendekati puncak. Los Blancos kini memberikan tekanan kepada Barcelona dalam perebutan gelar juara.

Madrid dan Barcelona masih akan menjalani duet El Clasico dalam dua kali kesempatan di Santiago Bernabeu. Mereka akan bertemu dalam leg kedua babak semifinal Copa del Rey pada 27 Februari dan pertandingan La Liga pada tanggal 2 Maret mendatang.

Kapten Los Blancos Sergio Ramos mengatakan Madrid masih bisa mengejar Barca. Sementara Thibaut Courtois mengklaim Barca akan ketakutan berhadapan dengan skuat Santiago Solari yang sekarang sedang berada dalam performa bagus.

2 dari 2 halaman

Tidak Takut

Meskipun begitu, Valverde mengaku tidak takut dengan ancaman Real Madrid tersebut. Menurut Valverde, Barcelona sedang berada dalam posisi yang kuat untuk meraih dua gelar lagi.

“Takut apa? Kami selalu bersaing dengan tim yang sama di liga,” kata Valverde kepada Goal International.

“Atletico Madrid, Real Madrid, Valencia dan Sevilla. Takut ketika kami berada di puncak klasemen? Tentu tidak.”

Valverde baru saja mendapat perpanjangan kontrak dari Barcelona. Namun, ia tidak menutup kemungkinan kalau posisinya akan terancam apabila Barcelona gagal meraih gelar pada akhir musim.

“Jika itu terjadi maka tanyakan saya lagi. Tapi mari kita tunggu dan lihat apa yang terjadi terlebih dahulu,” tandasnya.

Sumber: bola.net

Saksikan video pilihan di bawah ini

3 Bintang yang Memperbaiki Kinerja Real Madrid

Jakarta – Real Madrid menunjukkan peningkatan dalam beberapa laga terakhir. Usai menaklukkan rival sekota Atletico Madrid, mereka menumbangkan Ajax Amsterdam di Liga Champions.

Pelatih Santiago Solari pun banjir pujian. Dia dikenal sebagai pelatih yang cukup kejam dalam hal pemilihan pemain dan tidak ragu-ragu mencadangkan pemain kunci Zinedine Zidane yang vital saat memenangkan Liga Champions musim lalu.

Nama-nama seperti Gareth Bale, Marcelo, dan Keylor Navas sekarang menunggu giliran mereka di bangku cadangan. Di sisi lain, beberapa pemain yang sebelumnya tidak diperhitungkan menjadi starter reguler.

Berkat Santiago Solari, Real Madrid sekarang penuh dengan pemain muda berbakat yang secara teratur menjadi starter dalam pertandingan penting. Performa mereka pun juga cukup mengesankan di atas lapangan.

Berikut ini tiga pemain yang tak diduga mampu menjadi pemain penting Real Madrid di bawah asuhan Santiago Solari seperti dilansir Sportskeeda:

2 dari 4 halaman

Vinicius Junior

Transfer Vinicius Junior mungkin merupakan perjudian terbesar Florentino Perez di bursa transfer musim panas. Dia punya talenta yang cukup besar, tetapi tidak banyak orang yang memperkirakan dia akan menjadi starter reguler Real Madrid secepat ini.

Banyak yang meragukan kalau Vinicius bisa sukses di Bernabeu setelah diminta untuk bermain di Castilla (tim muda Real Madrid). Ia tidak pernah menjadi starter di bawah Julen Lopetegui dan hanya bermain kurang dari 15 menit ketika pelatih Spanyol itu memimpin.

Nasib Vinicius kemudian berubah setelah Santiago Solari menggantikan Lopetegui. Pemain muda Brasil itu secara bertahap menjadi pemain penting bagi Real Madrid dan bahkan sekarang bisa menggeser Gareth Bale dari posisi starter. Vinicius secara rutin mengisi starting XI Madrid dalam 10 pertandingan terakhirnya dengan mencetak dua gol.

3 dari 4 halaman

Lucas Vazquez

Lucas Vazquez jarang mendapatkan kesempatan bermain di bawah Julen Lopetegui. Setelah tidak terlalu terpakai dalam masa kepemimpinan Zinedine Zidane, Vasquez bahkan di ambang menuju pintu keluar Bernabeu ketika Lopetegui mengambil alih.

Solari kemudian mulai menunjuk Vazquez sebagai starter di Madrid tidak lama setelah pelatih Argentina itu menjadi pelatih kepala. Untungnya, kepercayaan Solari kepada mantan pemain Espanyol itu secara bertahap terbayar.

Vazquez kini sudah menjadi salah satu starter Madrid yang paling penting. Ia sudah mencetak beberapa gol penting dan assist di semua kompetisi sepanjang musim ini.

4 dari 4 halaman

Sergio Reguilon

Beberapa bulan yang lalu, tidak ada yang menyangka Sergio Reguilon bisa menggeser Marcelo di posisi starter Real Madrid. Pemain muda asal Spanyol itu tidak pernah terlihat pada masa kepemimpinan Julen Lopetegui dan Zinedine Zidane.

Pertama kali Reguilon menjadi berita utama mungkin ketika Sergio Ramos menggertaknya saat latihan. Untungnya, Solari secara bertahap memberikan kesempatan kepada bek sayap muda itu dan kepercayaannya terbayar.

Sekarang baik Reguilon dan Sergio Ramos bekerja berdampingan di pertahanan Real Madrid sementara Marcelo hanya mendapat kesempatan di Copa del Rey. Performa Reguilon juga mengesankan dan dia sudah bermain penuh 90 menit dalam empat pertandingan terakhirnya di La Liga dan membuat dua assist.


Sumber: Bola.net

UEFA Selidiki Kartu Kuning Sergio Ramos

Nyon – Di laga Ajax Amsterdam vs Real Madrid, Sergio Ramos dituding sengaja mendapat kartu kuning. UEFA mulai menyelidikinya.

Saat Madrid mengalahkan Ajax 2-1 dalam leg pertama babak 16 besar Liga Champions di Johann Cruijff ArenA, Kamis (14/2/2019) dini hari WIB, Ramos menelan kartu kuning di menit ke-89 karena melanggar Kasper Dolberg. Kartu itu diklaim sengaja diincar Ramos.

Kenapa Diincar? Akibat kartu itu, Ramos harus absen di leg kedua babak 16 besar melawan Ajax. Dengan begitu, kapten Los Blancos tersebut akan bersih dari akumulasi kartu di perempatfinal, itu pun jika Madrid lolos.

Dan tudingan Ramos sengaja mengincar kartu kuning itu diketahui dari wawancaranya usai pertandingan. Ia mengaku kadang harus membuat keputusan seperti itu.

“Bukan karena memandang remeh lawan, tapi kadang Anda harus mengambil keputusan seperti ini dan itulah yang yang saya lakukan,” ucap Ramos dalam wawancaranya dengan El Chiringuito TV usai pertandingan.

Komentar Ramos itu kini diselidiki UEFA. Seperti dilansir Associated Press, UEFA disebut sudah memulai proses penyelidikan.

Jika terbukti sengaja melakukannya, hukuman Ramos akan ditambah satu pertandingan. Artinya, selain absen di leg kedua melawan Ajax, ia juga harus absen di leg pertama babak perempatfinal.

Ini bukan kali pertama Ramos sengaja mendapat kartu kuning di Liga Champions. Kejadian serupa pernah terjadi di 2010 dan 2013.

(yna/cas)


Sengaja Dapat Kartu Kuning, Bek Real Madrid Terancam Sanksi

Jakarta – Kapten Real Madrid, Sergio Ramos, terancam sanksi setelah membuat pengakuan sengaja mendapat kartu kuning saat melawan Ajax Amsterdam.

Real Madrid menang 2-1 atas Ajax dalam leg pertama 16 besar Liga Champions 2018-2019 di Johan Cruijff Arena, Amsterdam, Rabu dini hari WIB (13/2/2019).

Los Blancos menang lewat gol Karim Benzema pada menit ke-60, dan menit ke-87, Marco Asensio menjadikan Madrid unggul lagi setelah pada menit ke-75, Hakim Ziyech sempat menyamakan skor jadi 1-1.

Insiden kartu kuning Ramos terjadi dua menit setelah gol Asensio. Dengan begitu, ia akan absen pada leg kedua saat Madrid giliran menjamu Ajax di Santiago Bernabeu, Rabu (6/3/2019), namun akan kembali tampil di perempat final seandainya Madrid lolos ke 8 besar.

Namun, Ramos berpotensi menerima tambahan hukuman. Hal itu setelah ia mengungkap kartu kuning yang diterimanya itu sudah direncanakan.

“Ya, sejujurnya adalah bahwa melihat hasilnya…, itu adalah sesuatu yang ada dalam pikiran saya,” kata Ramos setelah pertandingan.

“Itu bukan untuk meremehkan lawan, tapi kadang-kadang Anda harus membuat keputusan sulit,” imbuhnya.

Insiden serupa pernah terjadi pada 2017. Ketika itu bek kanan Real Madrid, Dani Carvajal, juga mengaku sengaja mendapatkan kartu kuning saat melawan APOEL, dan UEFA lantas menambah hukumannya menjadi dua pertandingan.

Sedangkan pada 2010, Ramos dan Xabi Alonso didenda UEFA, serta Jose Mourinho menerima satu kali larangan berada di tepi lapangan setelah ia meminta kedua pemainnya itu agar “mengeluarkan diri sendiri” saat duel kontra Ajax di fase penyisihan grup.

Sumber: Metro

Tiga Rekor yang Tercipta di Laga Ajax vs Real Madrid

Liputan6.com, Jakarta Leg pertama babak 16 besar Liga Champions antara Ajax vs Real Madrid digelar Kamis (14/2/2019) dinihari WIB. Real Madrid berhasil membawa pulang kemenangan 2-1 di kandang Ajax, Johan Cruyff Arena.

Laga Ajax vs Real Madrid berlangsung seru. Tak ada gol yang tercipta di babak pertama. El Real memecah kebuntuan di menit 60 lewat Karim Benzema. 

Ajax membalas pada menit 75 melalui Hakim Ziyech. Sial bagi Ajax, Real Madrid mencetak gol lagi pada menit 87 berkat aksi dari Marcos Alonso.

Hasil ini membuat Real Madrid berpeluang besar lolos ke perempatfinal. Pasukan Santiago Solari cuma butuh hasil imbang atau kalah 0-1 saja di leg kedua.

Kemenangan ini juga membuat Real Madrid mengukir sejarah. Klub pimpinan Florentino Perez itu menjadi tim pertama yang bisa menang di kandang Ajax sejak berganti nama dari Amsterdam Arena menjadi Johan Cruyff Arena.

Laga Ajax vs Real Madrid juga merupakan pertandingan bersejarah untuk kapten Los Blancos, Sergio Ramos. Dia tampil untuk ke-600 bersama Real Madrid.

2 dari 2 halaman

De Ligt

Penggawa Ajax juga ada yang membuat rekor di laga kontra Real Madrid. Bek Matthijs de Ligt menjadi kapten starter termuda dalam sejarah babak knock-out Liga Champions.

De Ligt baru berusia 19 tahun. Pemain yang sedang diincar Juventus dan Barcelona itu mengalahkan rekor Cesc Fabregas yang menjadi kapten di usia 21 pada tahun 2009.

Ajax Vs Madrid Tanpa Gol di Babak Pertama

Amsterdam – Babak I Ajax Amsterdam vs Real Madrid pada leg I babak 16 besar Liga Champions 2018/2019 sudah rampung. Untuk sementara, masih belum ada gol yang tercipta.

Dalam pertandingan di Amsterdam Arena, Kamis (14/2/2019) dinihari WIB, Ajax dan Madrid masih belum ada gol di babak pertama. Ada tiga percobaan tepat sasaran yang dibukukan oleh tim tuan rumah, sementara tim tamu empat kali dalam data yang dilansir oleh situs resmi UEFA.

Tendangan Gareth Bale pada menit ketujuh menjadi percobaan tepat pertama Madrid. Tujuh menit kemudian percobaan Vinicius Junior yang tepat sasaran.

Percobaan Bale pada menit ke-15 dan ke-32 belum ada yang menghasilkan.

Sementara di kubu tuan rumah, peluang berturut-turut yang didapat oleh Hakim Ziyech dan Matthijs de Ligt belum membuakan hasil untuk Ajax hingga jeda.

Pada menit ke-39, Ajax sempat mencetak gol via Nicolas Tagliafico. Tapi, gol itu dianulir wasit setelah menyaksikan kembali tayangan ulang dengan video assistant referee. Salah seorang pemain Ajax menghalangi Thibaut Courtois hingga gagal mengantisipasi bola, Dusan Tadic ada di posisi offside.

Hingga laga memasuki masa jeda tak ada gol tercipta, Ajax vs Madrid masi 0-0 saat turun minum.

Susunan Pemain

Ajax: Onana; Mazraoui, De Ligt, Blind, Tagliafico; Van de Beek, De Jong, Schöne; Ziyech, Neres, Tadic

Madrid: Courtois; Carvajal, Ramos, Varane, Reguilón; Casemiro, Modric, Kroos; Bale, Benzema, Vinicius

(cas/raw)


Starting XI Ajax Vs Real Madrid

Jakarta Ajax akan menghadapi Real Madrid pada pertandingan leg pertama 16 besar Liga Champions 2018-2019, di Johan Cruijff ArenA, Amsterdam, sesaat lagi.

Susunan pemain

Ajax: 24-Andre Onana; 12-Noussair Mazraoui, 4-Matthijs de Ligt, 17-Daley Blind, 31-Nicolas Tagliafico; 21-Frenkie de Jong, 20-Lasse Schone; 22-Hakim Ziyech, 6-Donny van de Beek, 10-Dusan Tadic; 7-David Neres

Pelatih: Erik ten Hag

Real Madrid: 25-Thibaut Courtois; 2-Dani Carvajal, 6-Nacho Fernandez, 4-Sergio Ramos, 23-Sergio Reguilon; 10-Luka Modric, 14-Casemiro, 8-Toni Kroos; 11-Gareth Bale, 9-Karim Benzema, 28-Vinicius Junior

Pelatih: Santiago Solari

Wasit: Damir Skomina (Slovenia)

Saksikan siaran langsung pertandingan-pertandingan Premier League, La Liga, Ligue 1, dan Liga Europa di sini:

Lawan Ajax, Sergio Ramos Lakoni Duel ke-600 untuk Real Madrid

Liputan6.com, Madrid – Sergio Ramos memang pantas dicalonkan menjadi legenda Real Madrid.Saat melawan Ajax Amsterdam pada leg pertama 16 besar Liga Champions di Johan Crujff Arena, Kamis (14/2/2019), Ramos akan melakoni laga ke-600 bersama Madrid.

Sungguh panjang perjalanan karier Ramos di Real Madrid. Johan Cruyff Arena juga kesan tersendiri bagi Los Blancos.

Di Stadion ini, Real Madrid mengangkat trofi ke-7 Liga Champions pada 20 Mei 1998. Saat itu, Ramos hanyalah bocah 12 tahun yang sedang berjuang untuk menjadi pemain utama di Sevilla.

Sejak debut untuk Real Madrid pada 10 September 2005, Ramos sudah mendapatkan empat trofi Liga Champions. Tiga diantaranya dia raih selama tiga tahun beruntun.

Di usianya yang sudah hampir 33 tahun pada 30 Maret nanti, Ramos membuktikan masih produktif di Real Madrid.Perannya sulit digantikan untuk saat ini.


2 dari 3 halaman

Torehan di Liga Champions

Di Liga Champions, Ramos menjadi pemain ke-13 yang sudah tampil sebanyak 118 kali atau lebih. Dia memenangkan 73 laga di Liga Champons.

Dia bahkan punya prosentase kemenangan yang lebih bagus dibandingkan Lionel Messi. Perbandingannya yaitu 61,8 persen dibanding 58,9 persen.Pemain dengan kemenangan paling banyak diraih Iker Casillas dengan 100 kemenangan.

Musim ini, Ramos menjadi top scorer untuk Madrid lewat 8 gol dari titik penalti. Meski begitu, dia belum cetak satu gol pun di Liga Champion musim ini.

3 dari 3 halaman

Saingi Legenda

Ramos bakal paling tidak menyamai rekor dua legenda Madrid, Paco Gento dan Fernando Hierro. Keduanya sudah tampilsebanyak 601 laga bersama Madrid.

Torehan itu bahkan bakal dilewati Sergio Ramos karena Madrid masih menyisakan banyak pertandingan.

Untuk trofi, Ramos sudah mendapatkan 20 trofi bersama Real Madrid. Dia hanya lebih sedikit 3 trofi dari Gento.

Bek Real Madrid Tak Terkesan dengan Gol Indahnya?

Liputan6.com, Jakarta Casemiro mencetak gol untuk Real Madrid melalui tendangan salto. Namun, dengan jujur dia mengakui jika mencetak gol bukan menjadi tugas utamanya di atas lapangan.

Casemiro selama ini memang dikenal kerap mencetak gol indah bagi Real Madrid. Hal itu kembali dia lakukan pada pekan ke-23 La Liga saat Madrid berjumpa Atletico Madrid di Wanda Metropolitano.

Casemiro mencetak gol pada menit ke-16, gol pertama Madrid. Gol pemain asal Brasil itu menjadi gol pembuka Real Madrid yang pada akhirnya memetik kemenangan dengan skor 3-1 atas sang rival satu kotanya.

Casemiro mencetak gol dari sebuah tendangan salto ke gawang Atletico Madrid. Sebuah gol yang sulit dilakukan dan tergolong gol indah. Gol ini bermula dari umpan sundulan Sergio Ramos usai menerika bola sepak pojok.

2 dari 3 halaman

Bukan Bagian Tugas

Mencetak sebuah gol indah tentu saja membuat Casemiro senang. Namun, dia mengaku jika tugas utamanya bukanlah untuk mencetak gol. Eks pemain Porto ini menyebut tugasnya adalah merebut bola dari penguasaan lawan.

“Saya sangat bahagia, bukan karena gol tetapi karena laga yang sudah kami lewati,” buka Casemiro di situs resmi Real Madrid.

“Tugas saya adalah merebut penguasaan bola dan itulah yang saya sukai. Saya senang dan sering kali orang tidak memperhatikan itu. Orang mengerti sepak bola tahu betapa pentingnya peran ini. Ini yang membantu Madrid menang.”

“Mencetak gol bukan hal yang normal, tapi ketika bola dari dari Ramos yang berduel dengan empat pemain, saya mampu menyambut dengan baik,” ulas Casemiro.

3 dari 3 halaman

Puas Performa Madrid

Kemenangan atas Atletico Madrid membuat Real Madrid kini berada di posisi kedua klasemen sementara La Liga. Pasukan Santiago Solari unggul satu poin dari Atletico yang harus turun ke peringkat ketiga klasemen.

Bukan hanya soal kesuksesan meraih posisi kedua, Casemiro menilai permainan lawan Atletico menunjukkan jika Madrid kini sudah tampil solid dan berada pada level yang seharusnya.

“Kami merasa sedang berada dalam level yang sangat bagus dan saya harus mengucapkan selamat kepada tim karena kami bermain sangat baik. Lawan [Atletico] bermain bagus. Kami berada di tren yang bagus. Ini adalah jalur kemenangan,” tutup Casemiro.

Sumber: bola.net

Formasi: Menanti Drama Fase Gugur Liga Champions 2018/19

Liputan6.com, Jakarta Sebanyak 16 tim terbaik Eropa akan tampil pada fase gugur Liga Champions 2018/19. Hasil di leg pertama bakal menentukan langkah masing-masing tim menuju babak berikutnya. 

Babak 16 besar Liga Champions musim ini bakal dimulai, Rabu, 13 Februari 2019 dinihari WIB. Di hari pertama, Manchester United bakal menjamu Paris Saint Germain (PSG) di Old Trafford. Sementara AS Roma bakal bertemu wakil Portugal, FC Porto di Stadio Olimpico.  

Ini jadi ujian perdana MU bersama Solskjaer di ajang Liga Champions. Kecerdikan pelatih asal Norwegia itu kembali diuji setelah sukses menorehkan 10 kemenangan dari 11 laga. 

Seperti diketahui, performa MU mencuri perhatian sejak ditinggal Jose Mourinho akhir tahun lalu. Kehadiran Solskjaer yang ditunjuk sebagai manajer sementara mengubah Setan Merah menjadi tim yang belum terkalahkan. Bahkan kemenangan demi kemenangan yang ditorehkan membawa MU ke posisi empat klasemen sementara Liga Inggris musim ini. 

MU mulai melewati rival-rival terkuat seperti Chelsea yang kini terpaut 1 poin. The Blues harus rela tergusur setelah tim besutan Maurizzio Sarri itu dihancurkan Manchester City 0-6. MU melambung setelah sehari sebelumnya berhasil mengalahkan Fulham dengan skor 3-0. 

Performa gemilang MU bersama Solskjaer kini mendapat ujian di level yang lebih tinggi. Mental bertanding para pemain bakal kembali diuji saat menjamu PSG di Old Trafford. Hanya saja, Solskjaer harus memutar otak mengingat laga berat lain juga menanti Setan Merah. 

Rotasi pemain pun jadi pilihan terbaik Solskjaer. Sejumlah pemain disimpan saat MU bertemu Fulham. Marcus Rashford yang kembali bersinar disimpan dalam duel ini. Begitu juga dengan bek tangguh, Victor Lindelof. Mereka diharapkan bisa pulih saat bertemu PSG. 

“Ada beberapa ketidaknyaman, Marcus Rashford mengalami keram saat melawan Leicester City. Kami tidak ingin mengambil risiko,” kata Solskjaer. 

“Di belakang, Victor Lindelof memang cedera. Tapi tidak terlalu mengkhawatirkan. Keduanya seharusnya baik-baik saja untuk hari Selasa,” ujar mantan pemain MU tersebut. 






2 dari 4 halaman

Tanpa Neymar

Meski demikian, tuan rumah setidaknya bisa bernafas lega. Pasalnya, tim lawan datang dalam kondisi compang-camping. Les Parisien harus kehilangan striker andalannya Neymar. Pemain asal Brasil itu dipastikan absen melawan MU karena mengalami cedera cukup parah. 

Neymar menderita cedera metatarsal saat PSG bertanding melawan Strasbourg pada ajang Coupe de France beberapa waktu lalu. Kondisi mantan pemain Santos itu bertambah buruk karena cedera tersebut berada di tempat yang membuatnya absen 4 bulan musim lalu. 

Kehilangan Neymar tentu saja jadi pukulan telak bagi PSG. Sebab, pemain yang diboyong dari Barcelona itu merupakan salah satu mesin gol Les Parisien. Musim ini saja, Neymar sudah mengemas 20 gol dalam 23 penampilan bersama PSG di semua kompetisi. 

“Sekarang, ini waktu yang sulit bagi kami karena Ney (Neymar) cedera. Bagi kami, Ney adalah pemain yang sangat penting, karena dia telah melakukan hal-hal luar biasa untuk tim selama tiga bulan terakhir,” kata kiper PSG, Gianluigi Buffon seperti dilansir Four Four Two.

Beban pelatih PSG, Thomas Tuche, semakin bertambah setelah penyerang lain, Edinson Cavani juga dipastikan absen saat bertemu MU. Pemain asal Uruguay itu mengalami cedera panggul saat PSG mengalahkan Girondins de Bordeaux, Sabtu lalu. Diagnosa dokter usai pertandingan juga menunjukkan hasil yang kurang baik. Mantan pemain Napoli tersebut ternyata  mengalami otot paha kanan yang memaksanya absen hingga bulan depan.

Selain Neymar dan Cavani, PSG juga terancam tanpa bek andalannya, Thomas Meunier. Posisi pemain asal Belgia tersebut mengalami gegar otak ringan usai bertabrakan dengan rekannya, François Kamano saat latihan kemarin. Posisinya lalu digantikan Colin Dagba. 

Menurut Solskjaer, absennya pemain-pemain hebat bakal mengurangi bobot duel MU vs PSG. “Saat Anda bertemu tim hebat, Anda ingin bertarung melawan para pemain. Publik ingin melihat pemain-pemain terbaik. Sangat mengecewakan bagi Old Trafford,” katanya.

Tanpa pemain bintang, pertandingan menurut Solskjaer bakal terasa hambar. Sebab kehadiran pemain-pemain hebat juga memberikan semangat tambahan bagi pemain. 

 “Saya sudah beberapa kali bermain saat kami bertemu Real Madrid dan Ronaldo dan Figo dan semua yang pernah ke Old Trafford.  Ini memberikan semangat tambahan,” katanya. 



3 dari 4 halaman

Kiprah Pemain Debutan

Sementara itu, babak 16 besar Liga Champions 2018/19 bakal jadi panggung bagi sejumlah pemain baru. Sebab seluruh kontestan tidak melewatkan kesempatan untuk memasukkan 3 nama baru sesuai aturan UEFA untuk memperbesar peluang meraih gelar juara.  

Satu nama yang mencuri perhatian adalah Arlvaro Morata yang akan memperkuat Atletico Madrid. Pemain asal Spanyol tersebut baru saja diboyong dari Chelsea dan langsung didaftarkan untuk tampil pada babak 16 besar. (Ikuti berita lengkapnya di sini). 

Liverpool juga memanfaatkan kesempatan ini untuk memasukkan nama Alex Oxlade Chamberlain setelah sempat absen selama setengah musim akibat cedera. Sedangkan Barcelona memasukkan nama Kevin Prince Boateng yang baru dipinjam dari Sassuolo.



4 dari 4 halaman

Jadwal Leg 1

13 Februari 2019

Manchester United vs PSG

AS Roma vs FC Porto


14 Februari 2019

Tottenham Hotspur vs Borussia Dortmund

Ajax Amsterdam vs Real Madrid


20 Februari 2019

Olympique Lyonnais vs Barcelona

Liverpool vs Bayern Munchen


21 Ferbruari 2019

Schalke 04 vs Manchester City

Atletico Madrid vs Juventus


Saksikan juga video menarik di bawah ini: