Obor Rakyat Reborn Batal Meluncur, Gegara Pemotor Bikin Amburadul

Jakarta – Tabloid Obor Rakyat Reborn kembali batal diluncurkan hari ini. Sebab, backdrop Obor Rakyat dicopot secara paksa oleh pemotor yang tiba-tiba datang ke lokasi.

Tabloid ‘Obor Rakyat’ sempat jadi kontroversi pada Pilpres 2014. Tabloid yang berisi propaganda negatif tentang Jokowi itu akhirnya terlilit pidana. Hingga pada 2016, pemimpin redaksi ‘Obor Rakyat’ dikenai sanksi pidana 8 bulan.

Lalu, di momen Pilpres 2019 ini, beredar brosur ‘Obor Rakyat Reborn’ yang menampilkan sampul Habib Rizieq. Tabloid tersebut sempat akan diluncurkan di Gedung Joang pada Jumat (8/3) lalu tapi acara dibatalkan. Alasan pembatalan masih misterius.
Tabloid itu kembali diagendakan diluncurkan hari ini. Undangan peluncuran tabloid juga telah beredar sebelum waktu peluncuran. Namun, lagi-lagi batal.

“Kita dari pihak Obor memutuskan untuk membatalkan launching dan konferensi pers tabloid Obor Reborn,” ujar salah satu anggota redaksi Obor Rakyat, Bagus Wijanarko di Tuttonero Caffe, Jalan Panjang, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Selasa (19/3/2019).

Dia menyebut pembatalan itu karena ada sejumlah orang memakai 9 motor, datang ke lokasi pukul 12.20 WIB yang mencoba untuk membatalkan launching tersebut. Karena itu, pihak Obor Rakyat membatalkan acara itu.

“Saya kan dapat laporan tadi pas di TKP ada orang yang menurunkan backdrop, yang isinya konpers dan launching tabloid Obor. Saya memutuskan untuk tidak melanjutkan acara,” katanya.

“Penurunan backdrop itu istilahnya sudah memberi kami keputusan untuk membatalkan launching,” imbuhnya.

Selain itu, pihak ‘Obor Rakyat’ mengaku enggan melapor polisi atas kejadian ini.

“(Setelah dicopot paksa, backdrop) dibawa. Kita tidak akan melapor (polisi),” kata salah satu anggota redaksi ‘Obor Rakyat’, Bagus Wijanarko, saat dihubungi.

Bagus juga menyebut tidak tahu pasti apakah tabloid ini akan kembali me-launching atau tidak. Dia mengaku tidak tahu keputusan selanjutnya.
(zap/idh)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Spanduk Launching Dicopot Paksa, Redaksi Obor Rakyat Ogah Lapor Polisi

Jakarta – Peluncuran tabloid Obor Rakyat Reborn batal karena spanduk acara dicopot paksa pemotor yang tak diketahui identitasnya.Namun pihak Obor Rakyat enggan untuk lapor polisi atas kejadian ini.

“(Setelah dicopot paksa, backdrop) Dibawa. Kita tidak akan melapor (polisi),” kata salah satu anggota redaksi Obor Rakyat, Bagus Wijanarko, saat dihubungi, Selasa (19/3/2019).

Bagus menceritakan, sekitar pukul 12.20 WIB tadi ada sejumlah orang yang menumpangi sembilan sepeda motor datang ke lokasi acara launching Obor Rakyat Reborn di Tuttonero Caffe, Jalan Panjang, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Orang tak dikenal yang datang itu berusaha membatalkan acara.
Oleh karena itu, pihak Obor Rakyat membatalkan rencana launching. Bagus mengatakan belum tahu apakah akan ada rencana launching lagi di waktu depan.
“Saya kan dapat laporan tadi pas di TKP ada orang yang menurunkan backdrop, yang isinya konpers dan launching tabloid Obor. Saya memutuskan untuk tidak melanjutkan acara,” katanya.

“Penurunan backdrop itu istilahnya sudah memberi kami keputusan untuk membatalkan launching,” imbuh Bagus.
(jbr/fjp)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Sandiaga soal 3 Kartu Sakti Ma’ruf: Rakyat Terbebani Banyak Kartu

Jakarta – Cawapres Sandiaga Uno menyindir kartu-kartu yang dipamerkan oleh lawannya Ma’ruf Amin dalam debat cawapres. Sandiaga mengatakan rakyat terbebani dengan banyak kartu tersebut.

“Sudah kita sampaikan rakyat terbebani dengan banyak kartu,” kata Sandiaga seusai debat cawapres di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, Minggu (17/3/2019).

Sandiaga mengatakan banyaknya kartu yang dikeluarkan oleh pemerintah akan menjadi beban anggaran negara. Karena itu, dia ingin menjadikan KTP elektronik sebagai kartu yang dapat menjadi akses ke berbagai program pemerintah.

“Pasti ada birokrasi, ada biaya, ada beban negara menghabiskan triliunan, untuk KTP elektronik kan ada chip, ada digital ekonomi yang di belakang KTP kita. Kita akan gunakan KTP tersebut sebagai konsolidator program pemerintah jadi belum cukup membawa kartu tersebut ke fasilitas pemerintah untuk mendapat layanan kesehatan, pendidikan, pekerjaan,” ujar dia.

Selain itu, Sandiaga juga mengungkapkan alasannya yang kerap mengangkat cerita dari masyarakat. Menurut Sandiaga, cerita dari masyarakat itu tidak akan hilang.

“Kita ingin mengangkat cerita-cerita di masyarakat, data-data tentunya kita bisa perdebatan tapi cerita di masyarakat tidak bisa hilang dan itu semua terekam dan saya yakin kalau kita berpihak pada tenaga kerja lokal insyaallah Indonesia bisa memberikan prioritas utama kita pada tenaga kerja lokal,” ujar dia.

Sebelumnya, Sandiaga Uno membanggakan e-KTP yang, menurutnya, supercanggih sehingga tak perlu lagi kartu-kartu program pemerintah. Ma’ruf Amin menegaskan e-KTP yang ada saat ini belum bisa digunakan untuk merespons berbagai masalah, seperti kesehatan hingga Kartu Pra-Kerja.

“Saya kira selama ini KTP belum bisa dimainkan untuk respons seluruh masalah. Maka kita pakai kartu perseorangan supaya lebih mudah. Apabila nanti sudah saatnya tidak perlu pakai kartu, pakai HP saja. Kalau masyarakat sudah siap budayanya, kita lihat,” kata Ma’ruf seusai debat cawapres di Hotel Sultan, Jakarta.

Ma’ruf tidak mempermasalahkan kebijakan pemerintah dikritisi. Kata Ma’ruf, fungsi oposisi adalah mengkritisi.

“Sebagai pihak, katakan, oposisi, ya kerjanya memang mengkritik. Kalau saya bagaimana basic capital modal yang sudah ditanamkan bagaimana kita besarkan, kita maksimalkan, supaya lebih mementingkan manfaat kepada rakyat. Bukan hanya mengkritik, tapi pengembangan revitalisasi dan penguatan tugas saya,” ujarnya.

(knv/tor)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Isi Apel Kebangsaan di Jateng, Slank Heboh Dituding ‘Makan Duit Rakyat’

Jakarta

Slank menjadi salah satu pengisi acara dalam apel kebangsaan yang digelar di Semarang, Jawa Tengah pada Minggu (17/3). Namun kini heboh tudingan kepada grup Kaka Cs itu dalam hashtag #SlankMakanDuitRakyat.

Tudingan itu bermula dari pernyataan beberapa orang yang memprotes penyelenggaraan apel kebangsaan itu. Apel bertajuk ‘Kita Merah Putih’ disebut menghabiskan anggaran daerah sebesar Rp 18 Miliar.

Salah satu protes dilayangkan oleh penulis Hanum Salsabiela Rais. Dia mengatakan seharusnya uang tersebut dapat digunakan untuk membiayai pendidikan atau kesehatan masyarakat

“Bahkan jikapun Prabowo Sandi diundang, kami sebagai rakyat TIDAK AKAN RELA. Serupiahpun dari uang rakyat itu lebih berharga untuk membiayai pendidikan-kesehatan mereka dibanding hura-hura belaka #SlankMakanDuitRakyat,” kata Hanum di Twitter, Sabtu (16/3/2019).

Cuitan itu mendapat tanggapan dari netizen lainnya. Diberitakan sebelumnya, selain Slank, apel kebangsaan itu juga akan diisi oleh Letto, Armada, Cak Lontong, Nella Kharisma dan Vincent-Desta.

Dari data LPSE Jawa Tengah, apel kebangsaan ini diselenggarakan oleh Satker Badan Kesatuan Bangsa dan POlitik Provinsi Jateng dengan Pagu Pekt senilai Rp 18,7 Miliar.

(nkn/doc)

Photo Gallery

1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20

Prabowo: Keliling Bertemu Rakyat Luar Biasa, Saya Tampak Lebih Muda

Jambi – Capres Prabowo Subianto disambut pendukungnya di Jambi. Prabowo mengaku senang bertemu masyarakat.

“Usia saya sekarang 67 tahun, Oktober saya menjadi 68. Tetapi, nah ada tapinya, ketika saya berkeliling bertemu rakyat, luar biasa saya kelihatan tampak lebih muda 15 tahun,” kata Prabowo, Kamis (14/3/2019)

Prabowo mengaku sedikit lelah di usianya saat ini. Tapi melihat harapan rakyat yang begitu besar, Prabowo menjadi lebih bersemangat

“Kalau diikuti capek. Tetapi saya ingat, harapan rakyat itu sangat besar, saya lihat dari mata kalian, saya lihat dari gengaman kalian. Kalian mau datang panas-panas menunggu saya. Ini sungguh luar biasa,” ujar Prabowo.

Dalam pidatonya, Prabowo menyebut elite Indonesia gagal mengelola negara. Padahal tugas seorang pemimpin ditegaskan Prabowo harus membuat rakyatnya sejahtera.

“Menurut pandangan saya elite di Indonesia telah gagal mengelola negara ini. Elite-elite di Indonesia yang ada di Jakarta sebagian besar hanya mementingkan dirinya sendiri. Dirinya dan keluarga dan saya tidak tahu apa yang ada di benak mereka,” kata Prabowo.
(fdn/fdn)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Jokowi Bakal Bangun dan Revitalisasi 1.037 Pasar Rakyat di 2019

Liputan6.com, Jakarta Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) masih menjalankan program pembangunan dan revitalisasi pasar di 2019. Tahun ini, Jokowi akan membangun dan merevitalisasi pasar rakyat sebanyak 1.037 unit.

Jokowi menjelaskan, pembangunan dan merevitalisasi pasar rakyat ini menjadi dasar utama dalam pembangunan ekonomi berbasis kerakyatan. Dengan demikian, kekuatan ekonomi Indonesia bisa lebih stabil.

“Saya apresiasi Kementerian Perdagangan yang sudah membangun lebih dari 4.200 pasar tradisional. Artinya perhatian kita ke pasar dalam empat tahun ini betul-betul nyata, kita perbaiki fisik dan manajemen,” kata Jokowi di ICE BSD, Tangerang Selatan, Selasa (12/3/2019).

Dari data yang disampaikan, pada 2015 hingga 2018, setidaknya sudah terbangun dan terevitalisasi pasar rakyat sebanyak 4.211 unit. Hingga akhir 2019, ditargetkan total pasar yang dibangun dan direvitalisasi mencapai 5.248 unit pasar rakyat. Adapun total anggaran yang diperlulan pembangunan semua pasar rakyat ini mencapai Rp 12,47 triliun.

Jumlah ini, dikatakan Jokowi belum termasuk pembangunan pasar desa. Dalam empat tahun ini, setidaknya sudah tebangun 8.900 unit pasar desa.

“Hati-hati, pasar rakyat ini penting sekali ke depan. Pasar harus bersih ada tempat parkir, tidak becek, tidak bau, ada tempat parkir. Kalau tidak ada ini, jangan harap pasar itu ramai,” tegasnya.

Presiden Jokowi Ingin Pasar Rakyat Punya Aplikasi Pemasaran

Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) terus menggalakkan program revitalisasi pasar. Langkah ini pun dinilai tepat guna mampu meningkatkan ekonomi rakyat.  Program ini dinilai bisa meningkatkan akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok.

Selain itu, revitalisasi pasar diyakini juga mampu menarik kembali masyarakat modern yang sempat enggan berbelanja di pasar tradisional yang terkesan kumuh.

“Revitalisasi pasar ini merupakan suatu program yang tepat, yang bagus dilakukan oleh pemerintah. Kaitannya pertama, menarik kembali konsumen-konsumen supaya mau belanja ke pasar. Kemudian juga meningkatkan akses masyarakat terhadap kebutuhan utama,” ujar Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Ahmad Heri Firdaus, di Jakarta, Senin (11/3/2019). 

Pentingnya revitalisasi pasar guna menarik kembali konsumen berbelanja tradisional ini karena adanya perubahan perilaku konsumen. Saat ini masyarakat cenderung memilih tempat berbelanja yang nyaman. Perbaikan fasilitas pasar mutlak diperlukan jika tidak ingin pasar rakyat kian sepi pembeli.

“Kalau pasarnya sudah langka terus sudah banyak yang rusak sana-sini, ini perlu ditingkatkan kembali dan diperluas kapasitasnya,” dia menambahkan.

Dengan makin ramainya pasar tradisional, kesempatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk makin berkembang kian luas. Ini mengingat badan pengelola pasar tradisional kera memiliki pola kemitraan dengan UMKM.

“Keterlibatan pemerintah di sini penting, terutama bisa memicu perekonomian di wilayah yang dimotori UMKM,” imbuh Heri lagi.

Namun dia tetap mengingatkan, ke depan pemerintah perlu terus mengembangkan pasar berdasarkan pemetaan yang lebih presisi. Perlu dibuat pemetaan revitalisasi pasar berdasarkan permintaan suatu wilayah.

“Daerah-daerah yang memiliki kepadatan penduduk lebih besar, ini mungkin perlu pasar tradisional yang lebih luas, kapasitasnya lebih tinggi,” jelas dia.

Saksi Beberkan Jasa Irwandi Yusuf untuk Rakyat Aceh

Liputan6.com, Jakarta – Mantan asistensi Gubernur Aceh, Bahtiar Abdullah menyatakan, Gubernur nonaktif Aceh Irwandi Yusuf banyak melakukan usaha selama menjabat sebagai kepala daerah, salah satunya pada bidang pendidikan. Bahtiar menyebut, Irwandi membuat program beasiswa untuk rakyat Aceh.

“Setelah dia jadi Gubernur itu, saya lihat banyak usaha-usahanya untuk membantu rakyat Aceh, seperti meningkatkan standar pendidikan, kesehatan, sosial, dengan program-programnya,” kata Bahtiar saat bersaksi untuk Irwandi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin (11/3/2019).

Selain itu, lanjut Mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM), Irwandi Yusuf juga telah banyak membuat program untuk kesejahteraan rakyat Aceh seperti Aceh Hebat, Aceh Pandai. dan Aceh Bermartabat. 

“Dari situ saya lihat banyak program itu yang telah disusun tetapi sayang belum sempat terlaksana,” tegas Bahtiar.

Sementara itu, Irwandi Yusuf mengaku telah membuat program beasiswa selama menjabat sebagai Gubernur. Dia menyebut, hampir ribuan masyarakat di Aceh mendapat program beasiswa hingga tamat pendidikan.

“Ada 2.600 orang yang saya kirim ke luar negeri, di dalam negeri saya nggak tahu jumlahnya. Kemudian di Aceh kan pascakonflik dan tsunami banyak anak yatim dari tahun 2008 saya rintis dan 2009 direalisasi dan berikan beasiswa kepada 120 ribu anak yatim, anak SD sampai tamat SMA,” ucap Irwandi Yusuf.

Mantan kombatan GAM ini mengaku mendanai program beasiswa untuk rakyat Aceh melalui Anggaran Pendapatan Belanja Aceh (APBA). “Dari dana APBA, kemudian saya tekankan lagi pada 2017 menjadi Rp 2,4 juta per-anak,” pungkas Irwandi.

Kebijakan Revitalisasi Pasar Rakyat Harus Berlanjut

Liputan6.com, Jakarta – Revitalisasi pasar rakyat dinilai menjadi langkah tepat sebagai kebijakan perdagangan berkelanjutan (sustainable) khususnya dalam sektor pangan. Mantan Wakil Menteri Perdagangan, Bayu Khrisnamurti, mengatakan revitalisasi pasar rakyat diusulkan dapat memulihkan kekuatan pasar dalam negeri.

Saat ini, sulit mengetahui arus barang dan harga karena minimnya mekanisme yang memantau hal tersebut.

Dia juga berujar, data arus barang dan harga akan menjadi dasar menentukan kebijakan pasar dalam negeri yang tepat.

“Sulit membuat kebijakan pasar dalam negeri yang komprehensif terutama di sektor bahan pokok karena nggak ada datanya. Datanya bukan data produksi, tapi data perdagangan,” ungkapnya di Gedung Kementerian Perdagangan, Senin (11/03/2019).

Bayu mengungkapkan jika 5.200 pasar rakyat yang ada direvitalisasi, maka pemerintah akan dengan mudah memonitor arus barang dan harga sehingga kebijakan sektor pangan yang berkelanjutan (sustainable) dapat diterapkan.

Dia juga berkata jika revitalisasi pasar dijalankan, pemerintah dengan mudah bisa mengidentifikasi pergerakan pasar.

“Kalau pasar rakyat direvitalisasi dengan mekanisme yang tidak hanya memantau harga tapi juga barang, maka pemerintah akan lebih mandiri, sudah punya data riil jadi bisa pantau pasar dengan mudah,” tambahnya.

Kala Pemred Obor Rakyat dan Andi Arief Saling Tanya Kabar

Jakarta – Pimpinan redaksi tabloid Obor Rakyat, Setiyardi Budiono tengah menjalani program cuti bersyarat. Setiyardi mengaku saling bertukar kabar dengan kader Partai Demokrat (PD) Andi Arief.

“Saya dan Andi Arief baru berbincang lewat telpon. Kami saling bertanya kabar. Saling mendoakan,” tulis Setiyardi melalui akun Facebook-nya, Jumat (8/3/2019).

Dalam posting-an tersebut, Setiyardi juga menyertakan foto hasil uji laboratorium Andi Arief dari Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO) Jakarta. Posting-an itu mendapat sejumlah respons dari pengguna Facebook lainnya.

Diberitakan sebelumnya, Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) Kementerian Hukum dan HAM sempat menyatakan tidak mencabut cuti bersyarat Setiyardi. Namun, Setiyardi memiliki kewajiban menaati syarat umum dan khusus.

“Syarat umum dimaksud adalah tidak melakukan pelanggaran hukum dan syarat khusus adalah tidak melakukan kegiatan yang menimbulkan keresahan dalam masyarakat, tidak melaksanakan kewajiban lapor kepada Bapas, tidak mengikuti atau mematuhi program pembimbingan yang ditetapkan Bapas,” papar Kepala Bagian Hubungan Masyarakat (Kabag Humas) dan Protokol Ditjen Pas Ade Kusmanto dalam keterangannya, Jumat (8/3).

Ade mengatakan petugas pembimbing kemasyarakatan Bapas Jakarta Timur sempat mendatangi Setiyardi di kediamannya. Saat itu, petugas mengingatkan Setiyardi agar tidak melakukan kegiatan yang berpotensi menimbulkan keresahan masyarakat. Sebab, beredar kabar bila Setiyardi hendak menghadiri peluncuran tabloid ‘Obor Rakyat’ yang direncanakan digelar hari ini.

“Setelah kunjungan rumah, Setiyardi datang ke Bapas Jakarta Timur Utara untuk melakukan kewajiban lapor dan pada saat itu diingatkan kembali perihal kewajiban dan larangan sebagai klien dalam menanggapi kondisi sosial masyarakat agar tidak melakukan kegiatan yang akan menimbulkan keresahan dalam masyarakat, karena apabila dilanggar maka petugas pembimbing kemasyarakatan Bapas dapat mengusulkan pencabutan cuti bersyarat klien,” ujar Ade.
(zak/fjp)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>