Sandiaga: Jika Terpilih, Menteri Kami Tak Akan Sia-siakan Petambak Garam

Jakarta – Calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Salahuddin Uno menerima curahan hati para petambak garam saat berdialog dengan Petani Garam dan Perwakilan Desa Se-Sumenep Desa Karanganyar, Kalianget, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Sandiaga juga mengungkapkan komitmennya untuk petambak garam jika terpilih nanti.

Dalam keterangan tertulis Prabowo-Sandi Media Center, Selasa (22/1/2019), Ketua Asosiasi Petani Garam Seluruh Indonesia (APGASI) Syaiful Rahman berharap, Sandiaga Uno bersama Prabowo Subianto, dapat memperbaiki nasib para petambak atau petani garam yang disebut makin sengsara.

“Terima kasih atas kehadiran Pak Sandi Uno di tambak garam ini. Baru pertama kali ini calon wakil presiden menyambangi kami. Petani garam yang sangat butuh perhatian pemerintah. Kami hanya minta, Pak, setop impor garam dari Australia dan India,” ucap Syaiful seperti dalam keterangan tertulis tim Prabowo-Sandi.


M Yanto, Ketua Forum Petambak Garam Madura (FPGM), dalam keterangan tertulis itu mengaku tiap tahun petambak garam selalu punya masalah. Menurut Yanto, biang masalahnya ada di pemerintah pusat.

“Kalau Pak Sandi jadi wapres, tolong cari menteri yang sanggup dan mampu. Jangan seperti sekarang. Bukan kami anti-impor. Jangan anak tirikan kami sebagai anak bangsa,” ucapnya.

Sandiaga Uno sempat menarik nafas panjang mendengar keluhan para petani garam tersebut. Padahal, 60 Persen konsumsi garam di Indonesia disebut dihadirkan dari Pulau Madura.

“Saya berkomitmen, ampon bektona (sudah waktunya). Saya pastikan jika terpilih nanti menteri-menterinya berpihak kepada rakyat. Tidak menyia-nyiakan petambak garam. Dan akan membela rakyat. Karena kami dipilih oleh rakyat dan tidak akan mengkhianati rakyat,” ucap Sandi.
(gbr/knv)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Siap Menangkan Jokowi-Ma’ruf di Banten, GNR Usung Gerakan Mengaji

Jakarta – Gerakan Nasional untuk Rakyat (GNR) siap memenangkan paslon nomor urut 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin di Banten. Salah satu strategi GNR yang disiapkan untuk menggaet pemilih di Banten, yaitu dengan menghidupkan kembali gerakan mengaji usai salat magrib.

Ketua Presidium GNR Banten, Fitriawan Ginting, mengatakan gerakan mengaji tersebut dilakukan untuk menguatkan budaya Indonesia. Ginting berharap program itu juga dapat mengantarkan bangsa Indonesia menjadi bangsa yang kuat.

“Di tengah kesibukan duniawi, sosial media dan lainnya, saya harap langkah GNR Banten kembali mengingatkan budaya mengaji abis magrib dapat mengantarkan bangsa Indonesia sebagai bangsa yang kuat bangsa yang mampu terus berdiri di atas keragaman budaya bangsa,” ujar Ginting dalam keterangannya, Selasa (22/1/2019).


Pernyataan Ginting itu disampaikan di sela-sela kegiatan deklarasi GNR Banten di gedung Jiwasraya, Cikokol, Kota Tangerang Provinsi Banten, Minggu (20/1). Hadir dalam kegiatan itu Ketua Presidium GNR Dondi Rivaldi, Sekjennya Ucok Khoir dan Presidium Pusat GNR yang juga caleg DPR RI PDI Perjuangan dapil Banten III, Wanto Sugito, serta pengurus GNR wilayah Banten.

Sementara itu, Dondi menyatakan kesiapannya untuk memenangkan Jokowi-Ma’ruf pada Pilpres 2019. Terlebih lagi, sambung Dondi, Ma’ruf Amin merupakan cawapres yang berasal dari Banten.

“GNR harus berkontribusi penuh bagi kemenangan Jokowi-Ma’ruf mengingat gelaran kegiatan selalu menyentuh atau berpihak pada rakyat,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Sekjen GNR Ucok Khoir menjelaskan pihaknya sudah menyiapkan sejumlah strategi untuk menyasar kaum milenial. GNR, menurut dia, ingin mengembalikan kultur religius sesuai budaya masyarakat Banten.

“Salah satu strategi kita adalah, seperti yang kita gelar malam ini. Mengaji Ba’da Magrib, kita kembalikan kultur-kultur religius, seperti yang menjadi budaya masyarakat Banten,” jelasnya.
(knv/gbr)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Debat Kedua Pilpres 2019 Tanpa Kisi-Kisi, Jadi Lebih Seru?

Liputan6.com, Jakarta – Komisi Pemilihan Umum (KPU) tengah mempersiapkan debat kedua Pilpres 2019 yang digelar pada 17 Februari 2019. Debat yang hanya akan diikuti calon presiden itu bertema energi dan pangan, sumber daya alam, lingkungan hidup, dan infrastruktur

KPU pun menyatakan, format dan mekanisme debat kedua dan seterusnya akan diubah. Hal ini setelah debat perdana Pilpres 2019 pada 17 Januari 2019 menuai sorotan, terutama karena adanya pemberian kisi-kisi pertanyaan.

Komisioner KPU Wahyu Setiawan mengatakan, seluruh komisioner KPU telah melakukan rapat pleno untuk mengevaluasi secara menyeluruh jalannya debat pertama. Hasilnya, pihaknya berkomitmen memperbaiki format dan mekanisme debat menjadi lebih baik.

“Debat kedua, format dan mekanisme akan kita rancang sedemikian rupa agar memungkinkan bagi pasangan calon presiden dan wakil presiden menunjukkan performa, kapasitas terkait penyampaian gagasan-gagasan besar yang tercantum dalam visi, misi, program untuk memimpin Indonesia lima tahun ke depan,” kata Wahyu ditemui di D’Hotel, Jalan Sultan Agung, Jakarta Selatan, Minggu 20 Januari 2019.

Salah satu format yang akan diubah dalam debat adalah meniadakan kisi-kisi soal dari panelis kepada pasangan calon. Selain itu durasi penyampaian visi misi dan program pasangan calon akan diperpanjang.

“Termasuk durasi akan kita perbarui karena debat pertama penyampaian visi misi dan program dari kandidat hanya tiga menit. Ini dirasa kurang sehingga mungkin akan kita tambah waktunya,” sebut Wahyu.

Format yang akan diubah selanjutnya ialah teknis panggung. Debat dinilai terlalu gaduh sehingga mempertimbangkan mengurangi jumlah pendukung yang diizinkan masuk ke arena debat.

Lalu bagaimana reaksi kubu Jokowi dan Prabowo mengenai perubahan mekanisme debat?

PDIP yang mengusung pasangan nomor urut 01 Joko Widodo atau Jokowi dan Ma’ruf Amin tak mempermasalahkan peniadaan kisi-kisi.

“Tema debat itu sendiri kan pada dasarnya sebagai sebuah pengerucutan kisi-kisi itu,” ucap Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, di Jakarta, Senin (21/1/2019).

Meski demikian, Sekretaris Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf ini, tak menampik tetap ada persiapan debat nanti. Persiapan itu akan dilakukan dengan sebaik mungkin.

“Dalam rangka persiapan itu, kami menegaskan tema debat itu sudah menjadi bagian dari kisi-kisi itu sendiri. Sehingga kalau temanya terorisme, jangan bicara pangan, ketika tema HAM jangan bicara air,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Program TKN Jokowi-Ma’ruf, Aria Bima menuturkan, apa pun yang diputuskan KPU, pihaknya akan tetap menyiarkan program paslon nomor urut 01 itu.

Dia menuturkan, yang paling penting adalah durasi waktu yang lebih panjang dalam menjawab.

Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga menyambut baik langkah KPU yang mengubah format debat kedua tanpa ada kisi-kisi. Tim Prabowo berharap debat kedua akan lebih baik dan berkualitas untuk rakyat.

“Mengenai rencana KPU tidak akan memberikan kisi-kisi kami pun siap mengikutinya. Apalagi demi tujuan agar debat menjadi lebih berkualitas,” kata juru bicara BPN Andre Rosiade saat dikonfirmasi, Minggu 20 Januari 2019.

Ia menyatakan, pasangan Prabowo-Sandiaga juga siap menghadapi debat kedua tanpa kisi-kisi pertanyaan. Politisi Partai Gerindra itu menyebut pihaknya turut mendukung apabila KPU melarang kandidat capres-cawapres membawa sontekan atau tablet saat debat berlangsung.

“Agar rakyat mendapatkan jawaban dari kepala kandidat, bukan dari teks atau sontekan. Sehingga rakyat benar-benar bisa menilai kualitas masing-masing kandidat,” jelas Andre.


2 dari 4 halaman

Debat Jadi Lebih Seru?

Komisioner KPU Ilham Saputra mengakui debat pilpres 2019 edisi pertama tak sesuai ekspektasi. Bahkan, bisa dibilang tak seru karena peserta debat sudah lebih dahulu diberikan kisi-kisi pertanyaan.

“Ya sekali-kali kita menerima masukan dari masyarakat, bahwa memang mungkin karena diberikan kisi-kisi debat ini menjadi yang masyarakat sebut kurang seru,” ujar Ilham di Gedung Percetakan Gramedia Jakarta, Minggu (20/1/2019).

Meski begitu, KPU mengatakan pihaknya sudah bekerja semaksimal mungkin agar jalannya debat berlangsung dengan baik. KPU berjanji akan mengikuti saran dari masyarakat untuk debat lanjutan Pilpres 2019.

“Sekali lagi kita enggak menutup mata dan kuping terkait masukan-masukan dari masyarakat terkait dengan peningkatan debat,” kata dia.

Terkait dengan durasi debat lanjutan, menurut Ilham akan dibicarakan kembali dengan pihak televisi yang menyiarkan program debat Pilpres 2019. “Kita bicarakan lagi,” kata dia.

Namun demikian, komisioner KPU Wahyu Setiawan mengklaim, debat perdana pilpres Kamis lalu lebih hidup dibanding pada Pilpres 2014 lalu. ‎Menurutnya, dalam debat kemarin sudah ada dialektika antarpaslon capres-cawapres.

“Dalam beberapa pencapaian, kita merasa dibandingkan dengan debat 2014 ‎yang lalu, ini lebih hidup. Ini diakui oleh banyak pihak. Karena debatnya itu di ronde awal sudah debat,” kata Wahyu di Setia Budi, Jakarta Selatan, Minggu 20 Januari 2019.

Kendati demikian, Wahyu mengakui masih banyak kekurangan pada debat perdana Pilpres 2019. Itu diakuinya setelah KPU melakukan evaluasi serta adanya kritik pasca-debat perdana digelar.

“Kami menyadari bahwa debat pertama belum sepenuhnya, artinya sudah ada yang terpenuhi tapi tidak sepenuhnya harapan publik itu terpenuhi,” ucapnya dikutip dari JawaPos.com.

Wahyu mengatakan, pihaknya terbuka jika ada kritikan-kritikan pada proses debat perdana. ‎Sejauh ini, pihaknya telah menerima berbagai masukan untuk nantinya dijadikan acuan pada debat kedua.

“Kami KPU akan melakukan evaluasi dan ini sudah kami lakukan setiap debat. Jadi debat pertama kita evaluasi untuk ebat kedua, debat kedua pun kita evaluasi untuk debat ketiga. ‎Demikian seterusnya,” jelasnya.

3 dari 4 halaman

Siapa Moderator dan Panelis?

Komisioner KPU Wahyu Setiawan mengatakan, pihaknya berkoordinasi dengan Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf dan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga terkait moderator yang akan ditunjuk pada debat capres-cawapres kedua, 17 Febuari 2019 di Hotel Sultan, Jakarta.

“Untuk moderator berdasarkan UU konsep yang sudah dimiliki KPU dikoordinasikan paslon TKN dan BPN,” kata Wahyu di Kantor KPU RI, Jakarta Pusat, Senin (21/1/2019).

“KPU sudah punya opsi, dan kita tawarkan. Moderatornya ini, ini. Kemudian dari masing-masing timses misalnya bilang, oh jangan itu tidak netral. Kan moderator debat capres itu harus netral. Ya kita diskusikan, tapi ya opsi moderator itu kan sudah kami siapkan nama-nama nominasinya. Semua insan media,” sambungnya.

Wahyu menegaskan, pemilihan moderator pada saat debat kedua pilpres 2019 bukan hak dari KPU. Namun, merupakan keputusan dari masing-masing paslon.

“Ya moderator ternama. Misalnya Alvito Deanova, mba Nana Najwa Shihab. Ada banyak. Sekali lagi kalau untuk moderator kami tidak bisa putuskan secara sepihak. Sebab, menurut UU harus dikoordinasikan. Tapi untuk panelis, itu kewenangan mutlak KPU,” tegasnya.

Sedangkan panelis debat capres-cawapres, yang menentukan adalah KPU. Namun demikian, panelis debat tidak sembarang pilih.

“Panelis itu ada syaratnya. Dia pakar di bidangnya, dia punya integritas dan dia harus netral. Jadi bisa jadi ada pakar di bidangnya, kok bisa enggak masuk ? Ya kalau dia tidak netral ya dia enggak penuhi syarat. Lah netral tidak netral kan bukan negatif ya artinya. Sebab, itu kan bagian dari hak politik seseorang. Yang tidak netral tidak penuhi syarat sebagai panelis,” pungkas Wahyu.

Ketua KPU RI Arief Budiman mengatakan, nama Najwa Shihab dan Tommy Tjokro dipilih atau diusulkan oleh beberapa media televisi sebagai moderator debat. Namun, ia tak menyebutkan stasiun televisi mana yang mengusulkannya.

“(Nana dan Tommy jadi moderator) itu diusulkan oleh tv. Kalau KPU nanti saja dirapat selanjutnya dan itu bisa satu (moderator) dan dua (moderator),” kata Arief di KPU RI, Jakarta Pusat, Senin (21/1/2019).

Ia menegaskan, jumlah moderator pada debat Pilpres 2019 yang kedua nanti bisa kemungkinan hanya satu saja yaitu antara Najwa atau Tommy. Alasannya, karena pada debat kedua Pilpres 2019 hanya diikuti capres.

4 dari 4 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Tips Usaha Kuliner Ini Cocok Untuk Kamu yang Baru Merintis Bisnis

Liputan6.com, Jakarta Kamu tertarik untuk membuka usaha kuliner? Cabang usaha ini memang menjadi salah satu usaha yang menjanjikan.

Keuntungan dapat dengan mudah kamu raih karena makanan sejatinya merupakan kebutuhan pokok manusia. Tentunya makanan tidak dapat dipisahkan dari manusia.

Banyak macam usaha kuliner yang bisa dicoba untuk kamu para pemula. Saat ini sudah banyak usaha kuliner dengan label kekinian. Peminatnya pun tak sedikit, membuat bisnis ini terus berkembang.

Namun sebelum kamu memutuskan untuk membuka usaha kuliner, seperti yang dirangkum Liputan6.com, Senin (21/1/2019) 8 hal ini perlu kamu perhatikan dalam membuka usaha kuliner.

2 dari 3 halaman

8 Hal ini perlu kamu perhatikan dalam membuka usaha kuliner

1. Modal Awal Usaha

Yang paling utama dalam memulai usaha kuliner kamu adalah perlunya menyediakan modal. Jika kamu tidak mempunyai modal yang cukup, ada banyak cara untuk menutupi kekurangan modal, misalnya mencari rekanan yang bisa diajak kerja sama, meminjam ke koperasi atau bank melalui penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) untuk pelaku UKM.

2. Lokasi Usaha

Tentukanlah tempat usaha yang banyak dikunjungi atau dilewati banyak orang. Saat menentukan lokasi usaha kamu juga harus memperhitungkan modal yang akan dikeluarkan.

3. Menu Andalan

Sebelum memulai usaha, sebaiknya kamu melakukan penelitian terlebih dahulu tentang menu yang beredar di pasar. Kemudian, pilihlah menu yang belum banyak dijual agar mengurangi tingkat persaingan. Namun, pilihan menu tersebut harus disesuaikan dengan target pasar atau konsumen.

4. Pemasok Bahan Baku

Memiliki pemasok tetap yang dapat memasok semua bahan baku produksi setiap harinya sangat dianjurkan untuk kelancaran proses produksi.

Selain bisa mendapatkan harga relatif murah, kamu pun bisa menjadi orang kepercayaan jika berada dalam keadaan sulit atau terjepit modal.

Selain itu, kamu juga bisa diprioritaskan jika suatu saat bahan baku yang dibutuhkan langka di pasaran. Usahakan memiliki lebih dari satu pemasok sebagai alternatif bila pemasok yang satu tidak bisa menyediakan permintaan.

5. Sumber Daya Manusia (SDM)

Idealnya, karyawan terbagi ke dalam kelompok tukang masak, pelayan, dan kasir. Namun, bila usaha tergolong kecil, seorang asisten yang dapat mempermudah pekerjaanmu itu saja sudah cukup.

Jangan lupa untuk memerhatikan kesejahteraan karyawan dengan memberi gaji sepadan dan tepat waktu. Hal ini untuk menjaga kestabilan keterampilan dan kesiapan karyawan.

6. Target Pemasaran

Menyesuaikan jenis usaha kuliner dengan target pasar merupakan salah satu kunci sukses menjalankan usaha makanan dan minuman. Walaupun kamu menawarkan harga murah meriah sekalipun, jika tidak sesuai dengan selera konsumen, ini bisa menjadi kendala.

7. Promosi yang Tepat

Promosi dari mulut ke mulut hingga saat ini tetap menjadi andalan promosi usaha kamu ke banyak orang. Ini berhasil jika kamu bisa memuaskan konsumen dan nantinya mereka pun bisa menjadi pelanggan setia.

Selain itu saat ini juga sudah banyak media promosi lain yang juga efektif, contohnya media sosial.

8. Perizinan Usaha

Demi keamanan dan kenyamanan usaha, pastikan kamu sudah mengurus surat izin usaha dari instansi pemerintahan atau pihak berwenang setempat.

Jika usaha semakin berkembang dan besar, ada baiknya segera mengurus Nomor Pokok Wajib pajak (NPWP) bagi usahamu, mengurus perizinan ke Kementerian Kesehatan, bahkan kalau bisa mengurus sertifikasi halal untuk semua produk usahamu ke Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Setelah kamu memahami apa saja yang perlu kamu perhatikan saat memulai usaha kuliner, maka kamu dapat memilih jenis usaha kuliner apa yang akan kamu ambil.

Tak perlu langsung memilih usaha kuliner berskala besar. Kamu bisa mulai dengan usaha kuliner kecil seperti membuka stand makanan atau minuman. Namun jika kamu punya cukup modal dan berani mengambil resiko yang ada maka kamu dapat menyewa tempat untuk membuka restoran atau toko.

Berikut beberapa usaha kuliner yang liputan6 rangkum dan bisa jadi pilihanmu dalam membuka usaha:

3 dari 3 halaman

Beberapa pilihan usaha kuliner

1. Usaha makanan ringan

Makanan ringan atau snack merupakan makanan yang digemari semua orang dari berbagai usia. Makanan ringan ini dapat berupa aneka gorengan, keripik, atau kue. Bahan yang dapat kamu gunakan juga tergolong sederhana seperti pisang, singkong, kentang, ubi dan masih banyak lagi.

2. Makanan berat

Semua orang pasti butuh makanan berat untuk memenuhi kebutuhan karbohidrat mereka. Kamu bisa membuka warung makan sederhana atau restoran. Untuk menu kamu dapat memilihnya sendiri sesuai dengan riset yang telah dibuat mengenai menu yang digemari orang saat ini.

Banyak pilihan menu makanan berat yang dapat kamu tawarkan. Kamu bisa fokus pada satu jenis menu atau dengan berbagai jenis menu.

3. Usaha minuman segar

Tak hanya makanan, minuman juga merupakan kebutuhan masyarakat. Usaha minuman cocok kamu pilih untuk membuka usaha. Usaha minuman ini misalnya jus buah, susu, kopi, coklat, dan masih banyak lagi. Kedai kopi misalnya, saat ini mulai digandrungi anak muda.


Reporter: Anugerah Ayu Sendari

Masyarakat Diminta Cermat Memilih Caleg dalam Pemilu 2019

Liputan6.com, Jakarta – Peneliti Lembaga Ilmu Penelitian Indonesia (LIPI) Syafuan Rozi Soebhan mewanti-wanti masyarakat tak mencari kucing dalam karung dalam memilih caleg di Pemilu serentak yang digelar 17 April mendatang.

Ia menyampaikan, untuk mengetahui persoalan dialami masyarakat, para caleg seharusnya menyambangi daerah pemilihannya secara langsung. Bukan mengandalkan serangan fajar atau membagikan uang melalui tim suksesnya.

“Kita tidak mau mencari kucing dalam karung karena dibayar, dia (caleg) hibur kita selama kampanye tapi lalu meninggalkan kita dengan kemacetan, pengangguran, jalan yang gelap, sampah dimana-mana, kejahatan luar biasa, narkoba,” pesan Syafuan, Senin (20/1/2019).

Dia meyakini masyarakat mulai cerdas dalam menyikapi pesta demokrasi. Masyarakat, khususnya generasi milenial tak serta merta akan menerima uang dari para caleg yang akan membiarkan daerah pemilihannya terbengkalai.

“Masyarakat mulai sadar untuk jangan mau terima DP. Terima DP nanti di belakang hari kita tidak diurus. Tapi kalau milih orang yang tepat, yang benar, dia akan urus lima tahun ke depan bagaimana jalan kita itu bagus, dari kualitas jalannya, drainase dan lainnya,” lanjut Syafuan.

Pernyataan ini dilontarkan terkait banyaknya petahana yang kembali maju dalam ajang Pemilu 2019. Salah satu petahana tersebut adalah Ahmad Sahroni.

2 dari 2 halaman

Perhatikan Wilayah

Ahmad Sahroni selaku caleg petahana dari NasDem, mengingatkan masyarakat untuk arif memilih wakil rakyat yang memperhatikan daerah pemilihannya.

“Uang memang penting, bohong kalau kita tidak butuh uang, apa pun sekarang membutuhkan uang, apalagi di ibu kota. Tapi jangan juga kita diperbudak oleh uang sampai membutakan mata memilih wakil rakyat yang hanya mau dipilih tapi tidak mau memperhatikan dapil setelah terpilih,” kata Sahroni.

Sahroni mencontohkan, sebagai wakil rakyat yang terpilih dari Dapil III dirinya tak pernah melewatkan berbagai kesempatan untuk mengunjungi kembali daerah-daerah yang telah mengantarnya ke DPR. Dengan bertatap muka di daerah pemilihannya, kepentingan masyarakat akan diketahui tanpa ditungangi pihak-pihak yang mencoba mencari keuntungan pribadi.

“Selama hampir lima tahun, saya tidak pernah melewatkan jadwal reses, kunjungan kerja maupun sosialisasi empat pilar. Momentum itu saya manfaatkan untuk mendatangi berbagai wilayah di daerah pemilihan secara bergiliran untuk mengetahui apa persoalan dirasakan masyarakat,” ungkap pria yang lekat dengan sebutan Anak Priok ini.


Saksikan video pilihan berikut ini:

Tujuan Kewirausahaan dan Prinsipnya Bagi Wirausahawan

Liputan6.com, Jakarta Apakah kamu pernah mendengar istilah kewirausahaan? Pernah mempelajari kewirausahaan? Atau bahkan sedang menjadi seorang wirausaha? Banyak dari kamu pasti pernah mempelajari mengenai kewirausahaan. Tapi apa sebenarnya kewirausahaan itu dan apa tujuan kewirausahaan?

Kewirausahaan ialah proses mengidentifikasi, mengembangakan, dan membawa visi ke dalam kehidupan. Visi tersebut bisa berupa ide inovatif, peluang, cara untuk lebih baik dalam menjalankan sesuatu. Dan hasil akhir dari proses tersebut ialah penciptaan usaha baru yang dibentuk pada kondisi resiko ketidakpastian.

Dalam dunia pendidikan khususnya pada Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), para murid telah diajarkan bagaimana mereka dapat bekerja dengan membuat lapangan pekerjaan dan bukan hanya menjadi pekerja. Meskipun dalam lingkup kecil, akan tetapi menyiapkan hal tersebut akan memberikan pengaruh yang baik bagi masa depan sang murid.

2 dari 4 halaman

Pengertian Kewirausahaan

Biar semakin paham, berikut pengertian kewirausahaan dari berbagai ahli yang Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Senin (21/1/2019).

1. John J. Kao

Berkewirausahaan ialah usaha untuk menciptakan nilai melalui pengenalan kesempatan bisnis, manajemen pengambilan resiko yang tepat dan melalui keterampilan komunikasi untuk memobilisasi seseorang, uang dan bahan baku ataupun sumber daya lainnya yang diperlukan.

2. Robert D. Hisrich

Menurutnya kewirausahaan ialah proses yang dinamis untuk menciptakan tambahan kekayaan yang dibuat oleh individu yang berani untuk mengambil resiko utama. Tentu saja dengan berbagai syarat di antaranya, syarat kewajaran, waktu serta komitmen karier ataupun penyedia nilai untuk berbagai barang dan jasa produk. Jasa produk yang diberikan tak selalu baru ataupun unik, akan tetapi nilai dari barang tersebut yang akan memberikan berbagai peluang bagi pelaku usaha.

3. J. Leach Ronald Melicher

Kewirausahaan adalah sebuah proses dalam merubah ide menjadi kesempatan komersil dan menciptakan nilai atau harga. Kesempatan yang diciptakan tentunya dengan usaha-usaha yang dilakukan oleh para pelaku usaha, agar mendapatkan nilai lebih.

4. Drs. Joko Untoro

Menurut Joko Untoro, kewirausahaan ialah suatu keberanian untuk melakukan upaya-upaya demi memenuhi kebutuhan hidup yang dilakukan oleh seseorang atas dasar kemampuan dengan memanfaatkan segala potensi yang ada untuk menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi dirinya atupun orang lain.

5. Ahmad Sanusi

Menurutnya kewirausahaan merupakan suatu nilai yang dapat diwujudkan dalam perilaku yang dijadikan sumber daya, tujuan dan kiat serta proses yang dilakukan agar menghasilkan suatu bisnis atau usaha.

Dan secara umum kewirausahaan dapat diartikan proses kegiatan yang melibatkan segala kreativitas serta inovasi dan ide untuk memberikan sebuah manfaat dan juga memiliki nilai lebih serta mencapai tujuan kewirausahaan yang dituju.

3 dari 4 halaman

Tujuan Kewirausahaan

Tentu saja dalam membuat sebuah usaha atau menjadi seorang wirausaha kamu juga perlu mempunyai tujuan. Tujuan kewirausahaan secara luas ialah untuk menyejahterakan rakyat serta meningkatkan ekonomi, akan tetapi tentu ada tujuan kewirausahaan lainnya. Nah berikut adalah tujuan kewirausahaan yang telah dirangkum oleh Liputan6.com dari berbagai sumber, Senin (21/1/2019).

1. Menjaring dan membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat sekitar

Semakin berkembang sebuah usaha, tentunya membutuhkan semakin banyak karyawan. Dan tentunya hal ini akan membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar. Menambah lapangan pekerjaan juga membantu untuk mengurangi pengangguran yang ada.

Saat ini masih banyak masyarakat yang belum memiliki pekerjaan. Dengan berkembangnya suatu usaha, maka masyarakat yang kesulitan mendapat pekerjaan ataupun masih kekurangan secara finansial dapat terbantu.

2. Membantu menularkan semangat berwirausaha

Seorang wirausaha tentunya seseorang yang memiliki jiwa kreatif, kompetitif dan memiliki sebuah inovasi ataupun terobosan. Tujuan kewirausahaan satu ini bisa disalurkan kepada masyarakat yang memang menginginkan sebuah terobosan ataupun ingin memiliki usaha sendiri. Saling berbagi ide ataupun memberikan inspirasi mampu membuat masyarakat untuk mencoba membuka sebuah usaha.

3. Meningkatkan jumlah wirausaha yang berkualitas

Dengan membantu menularkan semangat untuk berwirausaha, tentunya akan meningkatkan jumlah wirausahawan yang ada pada suatu daerah. Tujuan kewirausahaan ini tentu saja saling berkaitan satu dengan lainnya. Apabila karyawan yang pernah bekerja membuka usaha sendiri tentunya akan semakin menambah peluang pekerjaan bagi masyarakat sekitarnya.

4. Menyebarkan semangat untuk berinovasi

Masyarakat saat ini memiliki pola berpikir yang berbeda dengan masyarakat sebelumnya. Berbagai inovasi serta ide akan selalu berkembang. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya penjaja makanan yang ada di setiap kota.

Makanan yang sedang menjadi sebuah tren nantinya akan tertular pada kota lain. Dan hal ini tentunya dapat bermanfaat bagi masyarakat untuk mengembangkan inovasi dalam berwirausaha. Sebuah inovasi dan kreativitas tak selalu terpaku pada suatu hal. Dan jika produk yang ditawarkan memiliki nilai lebih di mata masyarakat tentunya hal ini akan menambah nilai jual pada produk yang tersedia.

4 dari 4 halaman

Prinsip Kewirausahaan

Selain tujuan kewirausahaan yang harus diketahui, seseorang wirausaha tentu memiliki prinsip dalam berwirausaha. Prinsip dalam berwirausaha yang terpenting ialah berani. Kamu harus berani dalam membuat sebuah usaha baru. Tidak takut dengan kata gagal dan bisa mengambil sikap atas peluang usaha yang ada. Seorang wirausaha tak kenal dengan latar belakang pendidikan asalkan kamu memiliki prinsip dalam membentuk sebuah usaha.

Dan menurut Dhidiek D Machyudin, ada beberapa prinsip yang harus dipegang oleh seorang wirausahawan, di antaranya:

1. Optimis

2. Ambisius

3. Berani mengambil resiko dan peluang

4. Sabar

5. Tidak takut gagal

6. Tidak mudah putus asa

Selain Dhuduek D Machyudin, Khafidul Ulum pun menjabarkan mengenai prinsip berwirausaha yang harus diterapkan, yaitu:

1. Memiliki passion atau semangat

2. Kreatif dan inovatif

3. Marketing Sensitivity (peka terhadap pasar)

4. Berani mengambil risiko namun tetap penuh perhitungan

5. Independent atau mandiri

6. Pantang menyerah

7. Tetap berdasar pada etika yang ada

Prinsip kewirausahaan yang tak boleh dilupakan ialah membangun relasi serta network dengan sesama wirausahawan. Hal itu karena membangun sebuah relasi dalam kewirausahaan sangat penting dilakukan, hal ini dapat membantumu untuk menambah pengetahuan serta saling berbagi pengalaman agar usaha yang kamu jalankan dapat mencapai tujuan yang ada.



Reporter: Novita Ayuningtyas

Selisih Tipis di Survei Median, Tim Prabowo Optimistis Bisa Salip Jokowi

Jakarta – Hasil survei Median menunjukkan selisih elektabilitas Joko Widodo-Ma’ruf Amin dengan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno kian tipis. Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga enggan berpuas diri.

“Survei median itu perlu diapresiasi. Walaupun kami tidak merasa puas dan berbangga, namun hasil itu perlu dijadikan sebagai alat perbandingan dengan survei internal yang dilakukan,” ujar Juru Debat BPN Prabowo-Sandiaga, Saleh Partaonan Daulay, kepada wartawan, Senin (21/1/2019).

Saleh mengatakan, selama ini hasil survei internal yang dilakukan pihaknya memang menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan dari waktu ke waktu. Dia pun optimistis tak lama lagi, Prabowo-Sandiaga akan mampu mengungguli sang petahana.


“BPN tetap akan fokus meningkatkan elektabilitas pasangan 02. BPN yakin betul bahwa beberapa waktu ke depan, elektabilitas paslon 02 bisa menyalip pasangan 01. Tentu ini sesuatu yang sangat mungkin. Terbukti dari hasil survey median dan survei internal yang dilakukan oleh tim BPN,” katanya.

Saleh juga mengatakan, pihaknya akan terus menggenjot seluruh mesin parpol koalisi dan relawan. BPN akan berupaya semaksimal mungkin agar suara Prabowo-Sandiaga dapat terus meningkat.

“BPN dan paslon 02 terus akan turun langsung ke masyarakat. BPN dan paslon 02 akan mendengar langsung apa keluhan dan apa keinginan mereka yang harus dikerjakan pemerintah. Sebagaimana yang telah dilakukan, masukan dan aspirasi mereka itu akan dijadikan sebagai rujukan dalam menentukan langkah yang akan diambil paslon ini ke depan,” ucap Saleh.

Politikus PAN itu juga berharap, melalui debat antar-kandidat, Prabowo-Sandiaga akan menggaet suara rakyat. Mengingat, kata Saleh, debat perdana kemarin memberikan efek positif pada paslon nomor urut 02 itu.

“Kami juga berharap bahwa debat yang sudah dan akan dilakukan dapat mendukung peningkatan elektabilitas paslon 02. Menurut pengamatan yang kami lakukan, debat yang dilakukan kemarin sangat berimplikasi positif bagi paslon 02. Diharapkan, undecided voters pada akhirnya menetapkan pilihan pada Prabowo-Sandi,” tutur anggota DPR itu.

Berikut hasil survei elektabilitas capres-cawapres oleh Median pada Januari 2019:

Joko Widodo-Ma’ruf Amin: 47,9 persen
Prabowo Subianto-Sandiaga Uno: 38,7

Undecided voters: 13,4 persen

Survei dilakukan pada 6-15 Januari 2019 terhadap 1.500 responden, populasinya seluruh warga yang memiliki hak pilih. Survei dilakukan menggunakan metode multistage random sampling dengan margin of error survei +/- 2,5 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
(mae/elz)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Kesal Pejabat ESDM Tak Cek Lapangan, Anggota DPR Sebut Brengsek

Jakarta – Komisi VII DPR RI hari ini menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan mitranya, yaitu Kementerian ESDM. Kali ini rapat tersebut membahas terkait limbah dari perusahaan-perusahaan migas dan tambang.

Rapat diawali dengan penjelasan yang dilakukan oleh Direktur Jenderal Minerba Kementerian ESDM Bambang Gatot Ariyono. Dia menjabarkan terkait dasar-dasar hukum yang mengikat tentang keharusan perusahaan tambang melakukan pelestarian lingkungan.

“Untuk khusus tambang kami punya aturan khusus memberikan jaminan reklamasi dan jaminan pasca tambang,” ujarnya di Gedung DPR, Jakarta, Senin (21/1/2019).

Sebelum mendapatkan izin untuk beroperasi, kata Bambang, perusahaan tambang harus menyerahkan uang jaminan reklamasi dan jaminan pasca tambang. Uang itu akan dikembalikan setelah perusahaan selesai beroperasi dan tergantung dari hasil pengelolaan limbahnya.
Bambang menjelaskan pada 2018 uang jaminan reklamasi yang terkumpul di pemerintah sebanyak Rp 1,2 triliun sementara uang jaminan pasca tambang Rp 3,5 triliun. Uang itu disimpan oleh pemerintah di salah satu bank BUMN.

Rapat mulai memanas ketika, Pimpinan Rapat Komisi VII DPR RI M Nasir menanyakan apakah ada perusahaan tambang yang belum membayar uang jaminan pasca tambang dan jaminan reklamasi itu.

Bambang menjawab, pengelola tambang yang tidak membayar hanya penambang ilegal dan tambang rakyat. Namun ada pula yang juga belum membayar uang jaminan reklamasi dan jaminan pasca tambang yang sudah memiliki izin usaha pertambangan (IUP) yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah.

Bambang menegaskan bahwa pemerintah pusat hanya bisa memberikan rekomendasi agar Gubernur di daerah menekan perusahaan tambang di daerah membayar jaminan-jaminan itu.

“Kami hanya bisa merekomendasikan mereka agar menahan izinnya atau apa. Karena itu IUP di mereka,” terangnya.

Nasir pun meminta dia menjelaskan, mengapa perusahaan tambang itu bisa beroperasi namun belum menyetor uang jaminan reklamasi dan jaminan pasca tambang. Namun Nasir memandang Bambang tak bisa menjawab pertanyaan itu.

“Bukan seperti itu Pak, apa dalihnya kok bisa keluar izinnya? Kan dari pemerintah pusat bisa lihat checklist-nya. Saya tidak ngerti ini kok bisa jalan? Saya sudah cek di semua tambang inspekturnya di tambang seperti orang enggak pernah makan saja, kelaparan dia,” tegasnya.

Penjelasan dilanjutkan oleh Sekretaris Ditjen Migas Kementerian ESDM Iwan Prasetya. Namun baru sebentar menjelaskan, Nasir kembali menyela.

“Bapak ngerti nggak soal lokasinya? bapak pernah ke lapangan?,” tanya Nasir.

“Jujur saya tidak pernah ke lapangan,” jawab Iwan.

“Oh jadi cuma duduk-duduk di belakang meja ya. Tunggu laporan, dibacakan enak dong, semua juga bisa,” sindirnya.

Iwan pun menyerahkan penjelasan itu kepada Direktur Teknik dan Lingkungan Migas. Namun lagi-lagi dia juga mengaku belum pernah meninjau langsung ke lapangan karena baru tiga bulan menjabat.

Nasir pun geram dengan jawaban itu. Lantaran menurutnya untuk urusan limbah memang harus turun langsung ke lapangan. Akhirnya keluarlah kata ‘brengsek’ dari mulutnya.

“Jadi berarti belum ke lapangan? Tolong turun ke lapangan-lapangan biar tahu. Brengsek ini tidak jelas,” ujarnya. (das/ara)

Fadli: Pembebasan Ba’asyir Manuver Politik Demi Simpati Umat Islam

Jakarta – Wakil Ketua DPR Fadli Zon menilai pembebasan tanpa syarat terhadap terpidana kasus terorisme Abu Bakar Ba’asyir sarat kepentingan politik. Keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) disebut sebagai manuver politik.

“Apalagi dengan tagline yang membebaskan adalah pengacara TKN (Yusril Ihza Mahendra) jelas ini adalah satu manuver politik. Jadi ini adalah sesuatu manuver politik untuk mendapatkan simpati,” ujar Fadli, di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (21/1/2019).

Waketum Gerindra itu menduga pembebasan Ba’asyir itu sebagai upaya Jokowi untuk mendapatkan simpati umat Islam di masa Pilpres 2019. Namun, Fadli yakin upaya tersebut tidak akan membuahkan hasil.

Apalagi, banyak tokoh-tokoh ulama lain yang hingga kini statusnya belum jelas. Misalnya seperti kasus Imam Besar FPI Habib Rizieq Syihab.

“Mungkin inginnya dapatkan simpati dari umat Islam gitu seperti itu tapi sangat terlalu kental nuansa politiknya. Sementara kalau kita lihat banyak sekali tokoh-tokoh umat Islam para ulama yang justru dikrimininalisasi mulai dari Habib Rizieq ketika itu bahkan banyak sampai sekarang yang statusnya belum jelas,” tuturnya.

“Kemarin saya juga kunjungan kerja ke Lapas Porong di Surabaya melihat saudara Alfian Tanjung yang sudah dibebaskan kemudian ditahan kembali dan sudah hampir dua tahun dan banyak lagi tokoh-tokoh yang saya kira diperlakukan secada diskriminatif dan dikrimininalisasi. Jadi kalau harapannya dengan pembebasan itu akan mendapatkan dukungan simpati dari umat Islam saya kira itu akan gagal,” sambung Fadli.

Fadli menilai pembebasan Ba’asyir dijadikan alat politik oleh pemerintah. Mengingat, seharusnya Ba’asyir dapat dibebaskan dengan syarat sejak Desember 2018.

“Ini mempermainkan hukum, hukum dijadikan alat politik. Jadi saya kira itu akan gagal kalau mau ingin mendapatkan simpati, karena rakyat semakin cerdas bhawa apa yang dilakukan kepada Abu Bakar Ba’asyir memang secara hukum sudah bisa dibebaskan sejak bulan Desember lalu kalau menurut pengacaranya,” katanya.

Perlu untuk dicatat, Ba’asyir akan bebas tanpa melalui mekanisme bebas bersyarat. Ba’asyir menolak mengajukan permohonan bebas bersyarat karena tidak mau meneken surat setia pada NKRI sebagaimana diatur dalam Pasal 8 Permenkum HAM Nomor 3 Tahun 2018. Meski begitu, Presiden Jokowi tetap memberikan kebebasan untuk Ba’asyir atas pertimbangan kemanusiaan.
(mae/fdn)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Menteri Basuki Minta Warga Tak Buang Sampah di Sungai dan Bendungan

Liputan6.com, Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan pembangunan jaringan irigasi baru seluas 1 juta hektare dan merehabilitasi sekitar 3 juta hektare pada periode 2015-2019.

“Pembangunan bendungan akan diikuti oleh pembangunan jaringan irigasi. Dengan demikian, bendungan yang dibangun dengan biaya besar dapat memberikan manfaat yang nyata dimana air akan mengalir sampai ke sawah petani,” jelas Menteri PUPR Basuki Hadimuljono saat meninjau Bendung Copong, Garut, dikutip Senin (21/1/2019).

Dalam peninjauan tersebut, Menteri Basuki menyaksikan masih banyak sampah yang masuk ke badan sungai dan menumpuk di Bendung Copong. Oleh karenanya, ia mengimbau agar masyarakat terus meningkatkan budaya buang sampah pada tempatnya, tidak ke sungai.

Bendungan Copong sendiri merupakan bagian dari Daerah Irigasi (DI) Leuwigoong yang tengah ditangani oleh Kementerian PUPR melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung, Ditjen Sumber Daya Air dengan luas 5.313 hektar yang berada di 11 Kecamatan di Kabupaten Garut.

Pengembangan DI Leuwigoong dilakukan karena terjadi kerusakan saluran yang mengakibatkan tingginya kehilangan air, pendangkalan pada saluran irigasi, dan kerusakan pada bangunan-bangunan air serta beberapa pintu yang tidak dapat dioperasikan.

Kepala BBWS Cimanuk Cisanggarung Happy Mulya mengatakan, rehabilitasi dan pembangunan jaringan irigasi DI Leuwigoong dilakukan secara bertahap. Pada 2010-2014, dilakukan pembangunan Bendungan Copong yang berfungsi untuk menaikkan dan mempertahankan tinggi muka air Sungai Cimanuk, sehingga bisa dialirkan ke saluran irigasi hingga musim kemarau. Biaya pembangunannya sebesar Rp 136,3 miliar.

Dilanjutkan periode 2013-2018 dengan pembangunan saluran primer sepanjang 15 Km dan rehabilitasi/peningkatan saluran primer sepanjang 3 km. Kemudian pembangunan irigasi sekunder baru sepanjang 30 km dan rehabilitasi/peningkatan 69,5 km.

2 dari 3 halaman

Dongkrak Indeks Pertanaman Petani

Selain itu juga dibangun 518 bangunan irigasi baru dan rehabilitasi/peningkatan 176 bangunan. Total biaya pembangunan sebesar Rp 495 miliar.

“Kami akan melanjutkan pembangunan saluran tersiernya yang ditargetkan selesai dalam 2 tahun (2019-2020). Tahun 2019 sudah dianggarkan dana sebesar Rp 13 miliar dari kebutuhan seluruhnya sebesar Rp 77 miliar,” papar Happy.

“Dengan adanya jaringan irigasi yang handal dapat meningkatkan indeks pertanaman petani dari 176 persen sekarang, menjadi 250 persen. Artinya bisa tanam padi 2 kali dan 1 kali palawija,” dia menambahkan.

Daerah Irigasi Leuwigoong seluas 5.313 ha terdiri dari 11 irigasi teknis yakni Ciojar seluas 73 ha, Cibuyutan Utara 531 ha, Situ Bagendit 409 ha, Citikey 528 ha, Cermot 107 ha, Citameng II 82 ha, Citameng III 91 ha, Citameng IV 498 ha, Cipacing 593 ha, Cibuyut 89 ha, Situhiang 70 ha, dan sisanya sawah tadah hujan seluas 2.242 ha.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: