Muatan Sakral Tari Guel Aceh dan Arti Mimpi Menaklukkan Hati Sang Gajah Putih

Liputan6.com, Aceh – “Tem o item…m Engingku ine…e,” syair pembuka terdengar begitu syahdu. Seorang penari keluar dari arah kiri, menuju ke tengah dengan kaki berjinjit.

Tubuh penari tampak membungkuk, bahunya maju mundur, lengan timbul tenggelam dalam lipatan kain bersulam kerawang Gayo yang menutupi punggung. Gerakannya rampak seirama tabuhan rebana.

Pada satu titik penari mengempas dan mengibaskan kain ke udara seperti orang memutar adonan pizza. Terkadang penari berlari kecil sambil menukik bak seekor elang yang tengah bermanuver di udara.

Penari bergerak mendekat, mengitari, lalu memberi sembah. Kiranya dia hendak merayu seorang penari lain yang tengah duduk bersimpuh agar mengikuti gerakannya, lalu keduanya bergerak bersamaan, padu padan dalam hentak estetis berirama.

Gerakan-gerakan di atas adalah gerakan tari guel. Tarian ini merupakan tarian tradisional yang berasal dari Tanah Gayo, dan dapat kita temukan di Bener Meriah, Aceh Tengah, dan Gayo Lues.

Tari guel dulu adalah tarian yang sakral. Pagelaran tari guel tidak boleh sembarang tempat, panggung atau pentas, karena kesakralannya.

Namun, penampilan tari guel saat ini sangat mudah ditemukan pada acara-acara formal seperti menyambut tamu agung, hingga pernikahan. Tari guel mengalami modifikasi atau penambahan-penambahan, baik gerak, syair, hingga jumlah penari, seiring perkembangannya.

Syair yang mengiringi tabuhan rebana serta gerak yang menyepadan, melahirkan nuansa magis yang begitu kental. Tari guel menggubah sebuah gerak filosofi yang berkait erat dengan alam kehidupan.

Adat dan budaya Gayo melekat di dalamnya. Agama adalah pendulum yang membuat guel tak bisa terpisah dari hal satu ini, sebagaimana guel bermula dari salam, begitu pun para penari sadar akan sifat manusia yang berpantang angkuh; berserah seluruh.

Penjiwaan penari guel tentang etik kehidupan tertinggi itu mengaktual dalam gerak simbolik yang mereka tampilkan. Maka, sebenarnya tidak sembarang orang boleh menarikan guel, karena, mereka yang berhati bersih dan berjiwa tulus saja yang layak.

2 dari 2 halaman

Cerita Rakyat di Balik Tari Guel

Tari guel berkait erat dengan foklor atau cerita rakyat ‘Sengeda dan Bener Merie’. Mimpi Sengeda membawanya pada sebuah pertemuan dengan seekor gajah putih, yang konon adalah jelmaan abangnya, Bener Merie.

Skema Sengeda menaklukkan hati Sang gajah putih yang akhirnya berbalas menjadi puncak tarian ini. Guel berakhir saat gajah putih bersedia mengikuti Sengeda ke Kesultanan Aceh Darussalam sebagai persembahan untuk putri sultan yang tengah mengidam-idamkanya.

Seluruh penduduk kampung yang terlalui rombongan menepungtawari gajah putih sebagai wujud rasa syukur dan gembira. Belakangan, prosesi tepung tawar tampil dalam gerak cincang nangka, yang pelakunya adalah penari guel perempuan.

Struktur Tari Guel

Tari guel terbagi dalam 4 babak. Munatap menjadi awal babak, menggambarkan bentuk persuasi Sengeda yang hendak menaklukkan hati gajah putih, lalu berlanjut ke babak redep yang menggambarkan kesediaan gajah putih menuruti keinginan Sengeda.

Ketibung dan cincang nangka menjadi dua babak pengakhiran. Dua babak yang menggambarkan semakin kuatnya keinginan gajah putih mengikuti Sengeda, hingga akhirnya Sengeda berhasil menggiring gajah putih ke Kesultanan Aceh Darussalam.

“Drama antara Sengeda dan gajah putih yang hadir dalam tari guel, sejatinya pesan, manusia bisa hidup saling berdampingan dan harmonis dengan alam, layaknya Sengeda menaklukkan hati gajah putih yang lalu berjalan beriringan. Asal, tak ada tendesi menghancurkan seperti kebiasaan manusia, saat ini,” kata seorang penikmat budaya Gayo asal Meulaboh, S. Yadi Machmad (30), kepada Liputan6.com, Sabtu pagi (23/2/2019).

Saksikan video pilihan berikut ini:

Jadi Underdog, Chelsea Siap Jungkalkan Prediksi

Liputan6.com, London – Willy Caballero mengaku siap untuk menjadi kiper andalan saat Chelsea menantang Manchester City di final Piala Liga Inggris, Minggu (24/2/2019). Ia percaya mampu tampil maksimal jika dipercaya manajer Maurizio Sarri.

Kiper utama Chelsea, Kepa Arrizabalaga diragukan tampil untuk duel besok. Pasalnya, ia dikabarkan mengalami cedera hamstring.

Meski demikian Caballero meminta fans Chelsea tetap tenang. Eks kiper City itu malah yakin bisa membawa Chelsea juara jika tampil di Wembley.

“Saya tidak tahu bagaimana keadaan Kepa. Namun jika dia tidak bisa bermain maka saya siap menggantikannya,” kata Caballero seperti dilansir Evening Standard.

“Saya tampil saat melawan City di Community Shield lalu. Dan saya senang mereka masih mengingat saya,” ujarnya.

2 dari 3 halaman

Berbeda

Caballero hanya menjadi cadangan saat Chelsea dibantai City 0-6 dua pekan lalu. Ia pun sadar Chelsea hanya menjadi underdog dalam final kali ini.

“Saya pikir semuanya akan berbeda. Ini adalah final dan kami akan berjuang untuk menang sejak menit pertama,” katanya.

“Lagipula kami juga pernah mengalahkan mereka di Stamford Bridge. Jadi ini akan menjadi pertandingan yang beda,” ujarnya.

3 dari 3 halaman

Jadwal

Berikut jadwal final Piala Liga Inggris:

Minggu (24/2/2019)

23.30 WIB Chelsea Vs Manchester City (TVRI)

Saksikan video pilihan di bawah ini

4 Pemain yang Bisa Merapat ke Chelsea jika Zinedine Zidane Jadi Pelatih

Jakarta – Posisi manajer Chelsea, Maurizio Sarri masih belum aman. Isu pemecatan pria asal Italia ini kembali mengemuka, sejak The Blues ditekuk Manchester United 0-2 di Piala FA.

Salah satu nama yang muncul sebagai kandidat pengganti Sarri adalah Zinedine Zidane. Zidane saat ini masih menganggur setelah mundur dari jabatan pelatih Real Madrid pada akhir musim 2017/2018 lalu.

Zidane dikabarkan sudah memberikan sejumlah syarat jika menangani skuat Chelsea. Salah satunya adalah dana transfer sekitar 200 juta pounds.

Pelatih asal Prancis itu ingin mendapat sumber daya cukup untuk membenahi skuat Chelsea. Zidane ingin mendatangkan sejumlah pemain untuk mendongkrak performa The Blues.

Berikut ini lima pemain yang bisa didatangkan Zinedine Zidane apabila menjadi manajer Chelsea seperti dilansir Ronaldo.com.

2 dari 5 halaman

James Rodriguez

Bisa dibilang salah satu kesalahan terbesar Zinedine Zidane selama waktunya di Real Madrid, manajer Prancis itu tidak pernah menginginkan pemain Kolombia itu meninggalkan Real Madrid. Namun, persaingan di tim utama Los Blancos sangat ketat sehingga sang pemain harus pergi.

Memiliki pemain seperti Gareth Bale atau Cristiano Ronaldo membatasi selera Zidane dalam memilih pemain. Manajer Prancis selalu menyukai pemain ofensif yang lebih elegan daripada yang tercepat atau lebih atletis.

Namun, Bale dan Ronaldo adalah pemain yang selalu memberinya hasil yang lebih baik dan trofi dalam pertandingan penting.

Mengingat kedua pemain ini tidak ada di Chelsea, Zidane akhirnya bisa membawa pemain seperti James Rodriguez dan akhirnya membuatnya bermain.

3 dari 5 halaman

Marcelo

Bek kiri asal Brasil itu punya hubungan yang sangat istimewa dengan Zinedine Zidane selama mereka berada di Real Madrid. Manajer asal Prancis itu punya kemampuan untuk mengembalikan versi terbaik Marcelo dan memotivasinya untuk membantunya meraih lebih banyak trofi di London.

Marcelo sudah tidak lagi menjadi pilihan utama di bawah Santiago Solari. Posisinya saat ini ditempati oleh Sergio Reguilon.

Pemain berusia 30 tahun itu mungkin harus melanjutkan kariernya di tempat lain. Chelsea di bawah asuhan Zinedine Zidane jelas merupakan salah satu opsi yang paling menarik untuknya.

4 dari 5 halaman

Isco

Gelandang Spanyol ini juga merupakan salah satu pemain yang sudah tidak mendapat tempat di Real Madrid. Ia tak punya hubungan yang bagus dengan Santiago Solari dan ada banyak klub yang berminat menampungnya.

Isco harus membuat keputusan tetapi Zidane bisa merayunya untuk datang ke Chelsea. Pemain Spanyol itu selalu menjadi pemain favorit Zidane karena ia adalah pemain yang paling mirip dengan legenda Prancis itu ketika dia masih bermain sepak bola.

Jika Zizou menggantikan Maurizio Sarri, Isco kemungkinan akan datang ke Chelsea. Namun, untuk mendatangkan pemain berusia 26 tahun itu tentu tidak akan murah.

5 dari 5 halaman

Gareth Bale

Bale mengalami kesulitan di Real Madrid karena serangkaian cedera yang dialaminya di klub. Pemain Wales itu ingin menyelesaikan kontraknya dengan Los Blancos tetapi klub mungkin tidak ingin terus membayar pemain yang menghabiskan sebagian besar kariernya di ruang perawatan.

Jika ada klub besar datang dengan tawaran menarik untuk Gareth Bale, manajemen Los Blancos tidak akan ragu untuk menerima tawaran tersebut. Dengan demikian, Madrid bisa menyingkirkan pemain yang sudah mempersembahkan banyak piala tetapi kontribusinya tak maksimal karena cedera.

Zidane tentu akan mengambil risiko dengan Bale mengingat pemain Wales itu cukup sering menyelamatkan manajer Prancis itu. Mereka hanya perlu menyelesaikan segala perbedaan yang terjadi pada musim terakhir mereka bersama-sama.

Sumber: Bola.net

Dikira Anjing, Serigala Buas Diselamatkan dari Sungai Beku Estonia

Jakarta

Sejumlah pekerja baik hati di Estonia bergegas menyelamatkan seekor anjing yang terjebak di sebuah sungai beku. Namun para penyelamat itu tak sadar bahwa mereka sebenarnya tengah memasukkan serigala liar ke mobil mereka.

Pekerja proyek Bendungan Sindi di Sungai Parnu itu tengah bekerja, Rabu (20/02), tatkala mereka melihat binatang terjebak di perairan yang beku.

Setelah membersihkan jalur menuju es, mereka mengangkat dan melarikan anjing bertaring itu ke klinik untuk perawatan medis darurat.

Belakangan, mereka diberitahu bahwa binatang yang mereka gendong adalah seekor serigala.

Perkumpulan untuk Penyelamatan Binatang Estonia (EUPA) menyebut tekanan darah serigala itu sangat rendah ketika tiba di kantor dokter hewan. Fakta itu menjelaskan mengapa serigala tersebut jinak saat diangkut ke mobil.

Salah satu kelompok penyelamat, Rando Kartsepp, berkata ia dan rekan-rekannya harus menggendong serigala itu menuruni lereng.

“Binatang itu sangat berat. Dia tenang dan tidur di kaki saya. Ketika saya hendak merenggangkan tubuhnya, dia sempat mendongakkan kepalanya,” kata Kartsepp.

Sejumlah dokter hewan curiga pada tabiat alamiah ‘anjing’ itu. Tapi binatang itu adalah hewan pemburu, akrab dengan gerombolan serigala di kawasan tersebut.

Dan akhirnya informasi itu terkonfirmasi: binatang yang diselamatkan itu adalah serigala jantan berusia sekitar satu tahun.

Sejak saat itu, staf klinik memutuskan untuk menempatkan serigala tersebut di kandang usai penanganan medis. Mereka mengantisipasi jika serigala itu mendadak buas setelah pulih.

EUPA mengklaim membayar seluruh tindakan medis yang diberikan pada serigala itu. Mereka lega karena proses penyelamatan berlangsung lancar.

Beberapa hari setelah penyelamatan, serigala itu selamat setelah bergelut melawan kematian. Tim ilmuwan dari Badan Lingkungan Nasional Estonia menempelkan sistem pemosisi global (GPS) ke tubuh binatang itu, lalu membebasliarkannya.

“Kami bahagia dengan akhir cerita ini dan berterima kasih pada setiap pihak, terutama orang-orang yang menyelamatkannya dari sungai dan para dokter di klinik yang tak takut menghadapi sifat buas alamiahnya,” kata EUPA dalam keterangan mereka.

Estonia adalah rumah bagi ribuan serigala dan hanya sedikit dari mereka yang dijaring dalam beberapa tahun terakhir. Mereka kerap menghindari perjumpaan dengan manusia.

Kelompok pegiat lingkungan tahun 2018 menetapkan serigala sebagai binatang sekaligus simbol Estonia.


(ita/ita)
<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

4 Fakta Menarik Kemenangan Timnas Indonesia U-22 Atas Kamboja

Jakarta Timnas Indonesia U-22lolos ke semifinal Piala AFF U-22 2019 setelah menang 2-0 atas Kamboja di laga terakhir Grup B di Olympic Stadium, Phnom Penh, Kamboja, Jumat (22/2/2019). Kemenangan tersebut memiliki sejumlah arti bagi Tim Garuda Muda.

Sebelum menghadapi Kamboja, Timnas Indonesia U-22 dalam kondisi tertekan karena masih bersaing ketat dengan Malaysia dan Myanmar untuk lolos ke semifinal sebagi runner-up Grup B. Satu tempat di semifinal dari juara Grup B sudah dipastikan oleh Kamboja yang meraih dua kemenangan atas Malaysia dan Myanmar di dua laga sebelumnya.

Kemenangan atas Kamboja menjadi harga mati bagi tim asuhan Indra Sjafri itu untuk melangkah semifinal. Berkat dua gol yang dicetak Marinus Wanewar, Tim Garuda Muda berhasil mengamankan tempat di semifinal meski di pertandingan Grup B lainnya Malaysia menang 1-0 atas Myanmar.

Kamboja yang berhasil membungkam Malaysia dan Myanmar seakan tidak berdaya menghadapi serangan bergelombang yang dilakukan Osvaldo Haay dkk. Bahkan para pemain depan mereka sampai frustrasi untuk bisa menembus pertahanan Tim Garuda Muda yang dikawal Nurhidayat Haji Haris, Bagas Adi Nugroho, Firza Andika, dan Asnawi Mangkualam.

Penampilan baik Awan Setho di bawah mistar gawang Timnas Indonesia U-22 membuat para pemain tim tuan rumah semakin frustrasi sepanjang pertandingan. Pada akhirnya Kamboja tetap bisa tersenyum karena sudah memastikan diri melangkah ke babak empat besar Piala AFF U-22 2019 sebagai juara Grup B.

Beberapa hal menarik dirangkum Bola.com dari hasil pertandingan antara Timnas Indonesia U-22 kontra Kamboja.

2 dari 5 halaman

Marinus Wanewar Cetak 2 Gol Dalam 1 Laga untuk Timnas Indonesia

Dua gol yang dicetak Marinus Wanewar dalam pertandingan kontra Kamboja menjadi sebuah momen yang sangat berharga bagi pemain asal Papua tersebut. Dua golnya ke gawang Kamboja tak hanya membawa Timnas Indonesia U-22 lolos ke semifinal Piala AFF U-22 2019, tapi juga membuktikan ketajaman dirinya sebagai seorang striker.

Dalam pertandingan kontra Kamboja, Marinus Wanewar untuk pertama kalinya berhasil mencetak dua gol dalam satu pertandingan untuk Timnas Indonesia. Sebuah fakta yang membuktikan Marinus Wanewar mampu menjadi striker yang tajam di kotak penalti lawan.

Piala AFF U-22 2019 menjadi turnamen kedua yang dijalani Marinus Wanewar bersama Tim Garuda Muda. Sebelumnya, Marinus Wanewar memperkuat Timnas Indonesia U-22 untuk pertama kalinya pada SEA Games 2017 asuhan Luis Milla.

Tercatat dalam turnamen pertamanya pada Agustus 2017 itu, Marinus Wanewar hanya berhasil mencetak satu gol. Yang menarik, satu-satunya gol yang dicetak Marinus dalam turnamen itu terjadi saat Timnas Indonesia U-22 menang tipis 1-0 atas Timor Leste, di mana golnya menjadi sangat penting saat itu.

Laga kontra Malaysia di Piala AFF U-22 2019, Rabu (20/2/2019), menjadi laga di mana Marinus berhasil kembali mencetak gol untuk Tim Garuda Muda setelah 2018 tak memperkuat tim nasional. Akhirnya dua gol Marinus ke gawang Kamboja menambah pembendaharaan golnya untuk Timnas Indonesia.

3 dari 5 halaman

Marinus Bersaing dengan Striker Vietnam untuk Menjadi Top Scorer Piala AFF U-22 2019

Tak hanya berhasil membuktikan kualitasnya sebagai seorang striker yang tajam di lini depan, Marinus Wanewar yang mencetak dua gol ke gawang Kamboja juga memantapkan namanya di daftar pencetak gol terbanyak sementara Piala AFF U-22 2019.

Dengan tambahan dua gol ke gawang Kamboja, sejauh ini Marinus sudah mencetak tiga gol di Piala AFF U-22 2019. Pemain asal Papua itu untuk sementara berada di daftar teratas pencetak gol bersama striker Vietnam, Tran Danh Trung.

Seperti halnya Marinus, striker muda Vietnam yang masih berusia 18 tahun itu juga awalnya hanya mencetak satu gol di pertandingan pertama Vietnam kontra Filipina. Saat itu Vietnam menang 2-1. Dua gol tambahan dicetak Tran Danh Trung saat Vietnam menang telak 4-0 atas Timor Leste di laga kedua.

Dengan bersaing di daftar pencetak gol sementara Piala AFF U-22 2019, Marinus Wanewar pasti termotivasi untuk terus memberikan yang terbaik bagi Timnas Indonesia U-22. Setidaknya, Marinus harus bisa membuktikan dirinya lebih baik daripada Tran Danh Trung ketika Timnas Indonesia U-22 dan Vietnam berhadapan di semifinal.

4 dari 5 halaman

Kamboja Kebobolan untuk Pertama Kalinya di Piala AFF U-22 2019

Dua gol yang dicetak Marinus Wanewar ke gawang Kamboja tak hanya menjadi bukti ketajaman dirinya sebagai striker Timnas Indonesia U-23. Namun, dua gol tersebut menjadi pil pahit bagi Kamboja yang dalam dua pertandingan pertama mereka sama sekali tidak kebobolan.

Momen umpan silang yang dilepaskan Witan Sulaeman ke jantung pertahanan Kamboja pada menit ke-19 menjadi mimpi buruk bagi tim tuan rumah. Meski sempat merasa berhasil menggagalkan peluang Timnas Indonesia U-22, keuletan Marinus Wanewar mencari bola dan menceploskannya ke gawang Kamboja menjadi akhir dari sebagian cerita bahagia tim tuan rumah.

Gol tersebut mencoreng catatan positif Kamboja di Piala AFF U-22 2019. Tim tuan rumah itu sebelumnya berhasil mencatatkan cleansheet dalam dua pertandingan pertama mereka.

Kamboja berhasil mengamankan gawangnya dari serbuan pemain muda Malaysia di pertandingan pertama Grup B Piala AFF U-22 pada Senin (18/2/2019). Saat itu Kamboja berhasil meraih tiga poin pertama berkat kemenangan tipis 1-0.

Cleansheet Kamboja berlanjut di pertandingan kedua. Tim asuhan Felix Dalmas itu berhasil menjaga gawangnya tetap perawan di laga kedua yang berakhir dengan kemenangan 2-0.

Marinus Wanewar berhasil mematahkan tren positif tim tuan rumah dengan dua gol yang dicetaknya di pertandingan terakhir Grup B Piala AFF U-22.

5 dari 5 halaman

Meski Kalah dari Indonesia, Kamboja Cetak Sejarah Lolos dari Fase Grup

Meski berstatus menjadi tuan rumah dalam Piala AFF U-22 2019, tak banyak yang berpikir Kamboja bisa berbicara banyak di turnamen Asia Tenggara pertama di kategori usia di bawah 22 tahun itu. Banyak yang memprediksi perebutan menuju semifinal hanya melibatkan Timnas Indonesia U-22, Malaysia, dan Myanmar.

Namun, Kamboja justru membuat kejutan sejak pertandingan pertama. Kamboja berhasil menang tipis 1-0 atas Malaysia yang berlanjut dengan kemenangan 2-0 atas Myanmar di laga kedua.

Dua kemenangan tersebut sudah cukup bagi Kamboja untuk memastikan diri melangkah ke semifinal Piala AFF U-22 2019. Sejak awal, apa pun hasil pertandingan kontra Timnas Indonesia, Kamboja sudah mencetak sejarah dengan melangkah lolos ke babak empat besar. Itu menjadi hal belum pernah mereka lakukan dalam sejarah sepak bola mereka di level Asia Tenggara.

Kamboja akan menghadapi Thailand dalam pertandingan semifinal Piala AFF U-22 2019. Pertandingan tersebut akan digelar pada Minggu (24/2/2019).

Cantona Dukung Solskjaer Jadi Manajer Tetap MU

Liputan6.com, Manchester – Eric Cantona menilai Ole Gunnar Solskjaer layak menjadi manajer permanen MU musim depan. Legenda Setan Merah itu yakin Solskjaer punya poin plus yang tak dimiliki calon manajer lain.

Sejak dipegang Solskjaer permainan MU memang meningkat. Mereka hanya menelan sekali kekalahan dalam 13 laga.

Tak heran MU pun kembali untuk berpeluang finis di posisi empat besar klasemen musim ini. Mereka hanya tertinggal 14 poin dari pemuncak klasemen, Manchester City dengan unggul satu laga di tangan.

Meski demikian manajemen MU sendiri belum mau memberikan kontrak permanen bagi Solskjaer. Mereka masih menunggu performa tim hingga akhir musim.

Selain itu manajemen Setan Merah juga masih memantau Mauricio Pochettino. Manajer Tottenham Hotspur itu memang menjadi buruan utama MU dalam beberapa musim terakhir.


2 dari 3 halaman

Komentar Cantona

“Solskjaer adalah anak spiritual dari Alex Ferguson. Sama seperti Pep Guardiola yang merupakan anak spiritual Johan Cruyff di Barcelona,” kata Cantona seperti dilansir Evening Standard.

“Penting bagi klub sebesar MU punya seseorang dengan jiwa klub. Seseorang yang mengerti klub ini luar dalam,” katanya menambahkan.

“Jadi saya pikir Solskjaer orang yang tepat. Dia bisa membawa klub ini menang dan juga mengembalikan kebahagiaan ke semua orang,” kata Cantona.

3 dari 3 halaman

Jadwal

Berikut jadwal Liga Inggris Pekan ke-27:

Sabtu, 23 Februari

19:30 WIB, Burnley vs Tottenham Hotspur

22:00 WIB, AFC Bournemouth vs Wolverhampton

22:00 WIB, Newcastle United vs Huddersfield

Minggu, 24 Februari

00:30 WIB, Leicester City vs Crystal Palace

21:05 WIB, Arsenal vs Southampton

21:05 WIB, Manchester United vs Liverpool

Saksikan video pilihan di bawah ini

PDIP: Hasto Sindir Sikap Munafik Amien yang Anti-KKN Tapi Praktik KKN

Jakarta – Politikus senior PAN Amien Rais menyebut pernyataan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto yang menyeret-nyeret soal lahan di Yogyakarta ibarat nyanyian nyamuk. PDIP membela Hasto.

“Nyanyinya soal realitas, kok,” kata Sekretaris Badan Pelatihan dan Pendidikan DPP PDIP, Eva Kusuma Sundari kepada wartawan, Sabtu (23/2/2019).

Eva menjelaskan Hasto menyindir sikap Amien rais yang munafik. Tak hanya perkara lahan yang disebutkan Hasto, Eva menyebut Amien melakukan praktik KKN karena anak-anaknya maju sebagai caleg.
“Pak Hasto menyindir sikap munafik para orang kaya, termasuk sikap munafik Pak Amien Rais yang anti-KKN tetapi justru praktik KKN. Karena semua anaknya semua nyaleg di DPR. Ironis dan paradoks,” ujarnya.
Ribut-ribut soal lahan ini awalnya diungkit capres Jokowi di debat capres kedua pada Minggu (17/2). Jokowi menyebut Prabowo punya lahan yang jika ditotal sekitar 340 ribu hektare di Aceh dan Kalimantan.

Terkait pernyataan Jokowi, Hasto memberikan penjelasan. Menurutnya, pemimpin yang baik memahami hakikat tanah untuk rakyat. Dia kemudian menyeret nama Amien dengan lahan-lahannya di Yogyakarta. Hasto menyatakan sosok seperti Prabowo dan Amien mati kutu dan jargon ‘kampanye tanah dikuasai segelintir elite’ jadi tak laku.

“Sosok seperti Prabowo dengan tanahnya yang begitu luas dan demikian halnya dengan Amien Rais dengan lahan-lahannya di Yogyakarta langsung mati kutu dan jargon kampanye tanah dikuasai elite pun menjadi tidak laku, dipatahkan oleh politik pertanahan kerakyatan Jokowi,” tutur Hasto, Rabu (20/2).

Amien tak menanggapi serius. Ia menyebut tudingan Hasto sebatas nyanyian nyamuk.

“Cuma apa… cuma apa… cuma nyanyian nyamuk,” ujar Amien, Sabtu (22/2).
(tsa/dkp)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Fahri Hamzah: Prabowo Lebih Berjasa Soal Dana Desa

Liputan6.com, Jakarta – Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menilai Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo salah jika menyebut Presiden sekaligus capres nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) yang berjasa menggulirkan dana desa. Sebab, kata dia, yang berjasa atas munculnya Undang-Undang (UU) Desa adalah capres nomor urut 02 Prabowo Subianto.

“Ya itu salah, Pak Jokowi justru tak terlibat dana desa, mana yang berjasa apakah Pak Jokowi atau Pak Prabowo, ya Pak Prabowo, karena Pak Prabowo pertama dia termasuk promotor UU desa,” kata Fahri di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (22/2/2019).

Menurutnya Prabowo juga sudah berencana menjanjikan adanya dana desa sebesar Rp 1 miliar untuk satu desa sejak Pilpres 2014. Sedangkan UU Desa sudah diteken Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada 2014 lalu.

“Ketiga anggaran desa pertama dicantumkan oleh SBY untuk tahun 2015 dalam pidato nota keuangan 16 Agustus 2014, Pak Prabowo mendukung pencatuman Rp 9 triliun untuk alokasi dana desa,” ungkapnya.

Tambah Fahri, saat program dana desa dimulai Jokowi belum terjun kepemerintahan dan berurusan dengan proses legislasi di DPR. Karena itu, dia menilai Jokowi belum memiliki jasa apapun terkait dana desa.

“Nah Pak Jokowi belum jadi apa-apa saat itu, artinya dia belum berhubungan dengan DPR dengan proses legislasi. Nah kok malah menegaskan pihak lain terhadap produk UU yang Pak Jokowi sendiri belum ada,” ucapnya.

2 dari 3 halaman

Kata Mendagri

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo meminta kepala desa untuk mengingat bahwa keluarnya dana desa berkat Presiden Jokowi. Politisi PDI Perjuangan itu meminta meneriakkan yel-yel nama Jokowi saat dia menyebut dana desa dalam acara tersebut.

“Ingat anggaran dana desa karena ada Pak Jokowi,” kata Tjahjo. Hal itu disampaikan dalam Rapat Koordinasi Nasional Penyelenggaraan Pemerintahan Desa di Ecovention Ocean Ecopark, Ancol, Rabu (20/2/2019).

Reporter: Sania Mashabi

Sumber: Merdeka

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Pirlo Kritisi Cara Bermain Juventus saat Bertemu Atletico Madrid

Liputan6.com, Jakarta Eks pemain Juventus, Andrea Pirlo, sama sekali tidak terkesan dengan permainan Si Nyonya Tua saat kalah 0-2 dari Atletico Madrid di babak 16 besar Liga Champions, Rabu lalu. Gol yang dicetak Jose Gimenez dan Diego Godin membawa Atletico menang 2-0 dalam laga ini. 

“Saya lihat tim bermain tanpa kepribadian atau keinginan untuk bermain,” katanya kepada Sky Italia seperti dilansir Marca. “Anda harus bisa menghadapi tekanan dan memberikan kemampuan terbaik Anda bila ingin memenangkan (Liga Champions),” ujar Andrea Pirlo. 

Kekalahan di leg pertama memamg membuat langkah Juventus menuju babak perempat final semakin sulit. Beruntung, pertemuan kedua bakal berlangsung di kandang sendiri. 

“Juventus kehilangan karakter dan keinginan untuk berbuat lebih. Mereka senang duduk menunggu, dan berpikir mereka mungkin akan mencetak gol,” beber Pirlo menambahkan. 

Pirlo yang pernah mengangkat trofi juara Liga Champions 1996 bersama AC Milan juga mengkritik gaya bermain Juventus di bawah asuhan Massimiliano Allegri. “Permainan berlangsung dalam dua tempo. Atletico memainkan tempo Liga Champions sedangkan Juventus tertinggal di belakangnya,” kata pria yang juga pernah memperkuat AC Milan itu. 


2 dari 2 halaman

Capello Angkat Bicara

Sementara itu, mantan pelatih Juventus dan Real Madrid, Fabio Capello juga angkat bicara. Menurutnya, Atletico Madrid seharusnya bisa unggul lebih banyak. Sayang, wasit menganulir gol yang dicetak Alvaro Morata setelah melihat VAR atas pelanggaran terhadap Chiellini. 

Menurut Capello, hal ini biasa terjadi di Serie A. “Sesaat setelah Anda tersentuh, lalu jatuh dan mendapat tendangan bebas. Sesaat setelah Chiellini merasa disentuh, dia buru-buru jatuh dan ini hasilnya. Itu jelas bukanlah sebuah pelanggaran,” kata Fabio Capello. 

“Ada banyak perbedaan antara Serie A dan Liga Champions yang mirip dengan olahraga lain. Kecepatan, agesifitas yang Anda butuhkan tidak ada di sana. Juventus tidak siap untuk ini.”

Saksikan juga video menarik di bawah ini:

3 Alasan Liga Champions Musim Ini Bakal Lahirkan Juara Baru

Liputan6.com, Jakarta Liga Champions saat ini sudah memasuki fase knock-out. Pertandingan leg pertama babak 16 besar pun telah selesai digelar

Tim-tim seperti Paris Saint Germain (PSG), Atletico Madrid, Manchester City, Tottenham Hotspur, dan Real Madrid hampir memastikan lolos ke perempat final. Sedangkan Barcelona, Bayern Munchen, Liverpool masih harus menunggu dengan cemas hingga minggu pertama Maret untuk mengetahui nasib mereka.

Liga Champions telah didominasi tiga serangkai Real Madrid, Barcelona, dan Bayern Munchen selama 5-6 tahun terakhir. Dan Real Madrid telah benar-benar memenangkan tiga trofi Liga Champions berturut-turut dari 2016 hingga 2018.

Namun, mungkin musim ini terlihat ada perubahan keseimbangan kekuatan Pasalnya, beberapa tim yang tidak difavoritkan memiliki kemungkinan kuat untuk memenangkan trofi utama.

Karena itu pula ada 3 alasan mengapa Liga Champions musim ini kemungkinan bakal memiliki juara baru

2 dari 4 halaman

Manchester City

City dan PSG telah mencetak jumlah gol terbanyak di Liga Inggris dan Ligue 1 Prancis sejauh ini, dan memiliki kelebihan untuk maju terus di Liga Champions.

City telah mencetak 127 gol dalam 43 pertandingan di musim yang sedang berlangsung sejauh ini, dan bisa dibilang memiliki lini tengah terbaik di dunia.

Penyerang City yang terdiri dari Sergio Aguero dan Raheem Sterling juga sangat kuat. Dan, keduanya secara konsisten mendapat umpan dari lini tengah, yang dihuni gelandang serang yang hebat seperti David Silva, Kevin De Bruyne dan Riyad Mahrez.

Namun, penampilan tandang City masih menjadi perhatian musim ini. Pasalnya, mereka selalu kalah dari tim-tim seperti Newcastle United dan Lyon.

Manajer City, Pep Guardiola, tentu sangat berharap timnya bisa memenangkan gelar Liga Champions perdananya. Guardiola sukses menanamkan filosofi passing sepakbola di City.

3 dari 4 halaman

PSG

PSG juga bisa dibilang memiliki penyerang terbaik di dunia, dengan pemain-pemain seperti Neymar, Edinson Cavani, Angel Di Maria, dan Kylian Mbappe.

Mereka telah mengalahkan tim seperti Liverpool, Napoli dan Manchester United, dan dapat menjadi lawan yang berbahaya bagi tim mana pun di dunia.

Mbappe yang sensasional telah mencetak 24 gol musim ini sejauh ini dan tetap menjadi pemain muda terbaik di dunia. Meskipun Neymar menderita masalah cedera dan Cavani sudah melewati masa jayanya, PSG secara realistis berharap untuk memenangkan Liga Champions tahun ini.

Mereka dengan nyaman mengalahkan Manchester United 2-0 di leg pertama Babak 16 di Old Trafford. Tentu saja, sukses ini hampir pasti bisa membawa PSG mencapai perempat final.

4 dari 4 halaman

Atletico Madrid

Atletico Madrid secara mengejutkan sukses mengalahkan Juventus 2-0 di Wanda Metropolitano. Ini seakan menunjukan kekuatan Atletico di kandang sendiri.

Mereka hanya kehilangan satu pertandingan kandang di musim ini, usai dikalahkan Real Madrid.

Atletco juga memiliki beberapa pemain yang sangat bagus, seperti Antoine Griezmann, Diego Godin dan Saul Niguez. Griezmann telah mencetak 18 gol sejauh musim ini, dan terus menjadi jimat Atletico.

Atletico tidak mungkin menyerahkan keunggulan 2 gol mereka saat melawan Juventus. Mereka bahkan mungkin bisa beruntung di momemen ketiga kalinya tahun ini, setelah kalah di dua final Liga Champions melawan Real Madrid pada 2013-14 dan 2015-16.