Bawaslu: 12 TPS di Solok Selatan, Rawan

Liputan6.com, Padang – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, mencatat setidaknya terdapat 12 tempat pemungutan suara (TPS) yang dinilai rawan geografis dan kecurangan. Ketua Bawaslu Solok Selatan, Muhammad Anshar, menyebutkan TPS yang dinilai rawan secara geografis dan kecurangan antara lain berada di tiga nagari (desa adat) di Kecamatan Sangir Batanghari.

Ketiga nagari tersebut yakni, Nagari Lubuk Ulang Aling Induk, Lubuk Ulang Aling Tengah dan Lubuk Ulang Aling Selatan.

Selain jauh dari pusat kecamatan Abai maupun Ibu Kota Kabupaten Padang Aro, untuk mencapai ketiga daerah itu harus menempuh jalur darat maupun air karena harus melintasi Sungai Batanghari, hingga dua jam lebih.

“Selain rawan geografi, di ketiga nagari tersebut juga kami nilai rawan dengan sumber daya penyelenggara pemilu yang bisa memicu rawan kecurangan,” ujar Anshar seperti dilansir Antara, Kamis (14/2/2019).

Sebagai upaya pencegahan melalu pengawas pemilu kecamatan dan petugas pengawas lapangan berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan KPU mulai dari pendistrbusian logistik hingga pasca pemilihan.

Selain itu, Bawaslu akan mengoptimalkan kinerja pengawas TPS yang disiagakan satu petugas per TPS.

“Kami juga bakal menekankan kepada para saksi dari partai politik agar ikut andil dalam menciptakan pemilu yang bersih,” kata Anshar.

Selain ketiga nagari tersebut, imbuh dia, satu lagi daerah yang perlu mendapatkan pengawasan ekstra yakni Jorong Log Batu Sandi Nagari Sei Kunyit, Kecamatan Sangir Balai Janggo, yang berbatasan dengan Provinsi Jambi.

Menurut dia, di daerah itu dinilai rawan terhadap mobilisasi peladang sehingga perlu pengawasan dalam pendistribusian model C-6 atau surat pemanggilan untuk memilih.

“Kami nanti akan berkoordinasi dengan KPU agar C-6 benar-benar diserahkan kepada pemilih yang terdaftar,” ujar Ketua Bawaslu Solok Selatan.

2 dari 3 halaman

Pencegahan KPU

Sementara itu Ketua KPU Solok Selatan Nila Puspita menyebutkan sebagai upaya mencegah terjadinya kecurangan pihaknya akan memulai dari perekrutan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara yang independen. “Artinya tidak berafiliasi dengan partai politik, calon atau tim,” ujarnya.

Dalam waktu dekat pihaknya juga akan menyurvei dan monitoring tempat pemungutan suara mana saja yang dianggap rawan. “Biasanya kan di daerah-daerah sulit, seperti Lubuk Ulang Aling,” ujarnya.

Pada hari pemilihan, imbuhnya KPU akan menugaskan staf di tempat pemungutan suara yang dianggap rawan yang juga melipat penyelenggara dari tingkat kecamatan hingga nagari.

Sementara untuk distribusi logistik, imbuhnya, akan meminta pengamanan dari pihak kepolisian dan TNI. Selain itu, pihaknya juga akan mencari lokasi yang aman untuk menyimpan logistik menjelang pemilu.

“Personel juga akan kami tambah menjelang hari pemilihan untuk pengamanan logistik,” ujarnya.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Jadi Finalis Puteri Indonesia 2019, Diah Ayu Lestari Kunjungi Sekolah PAUD

Liputan6.com, Jakarta – Penyanyi Diah Ayu Lestari mengunjungi sebuah sekolah PAUD di kawasan Tanah Abang, Sabtu (9/2/2019). Kedatangan Diah karena dirinya memang sangat menyukai anak-anak dan senang berbagi dengan sesama.

Kedatangan Diah Ayu Lestari juga sekaligus untuk berbagi kabar bahagia. Perempuan yang dikenal dengan lagu-lagu jazz-nya ini menjadi salah satu finalis pemilihan Puteri Indonesia 2019. Diah mewakili DKI Jakarta 3 dengan beberapa finalis lainnya.

Diah Ayu Lestari datang ke PAUD Puspita, Tanah Abang, dengan membawa buku-buku tulis dan bacaan. Dirinya melihat PAUD yang berada di tengah kota Jakarta itu masih memiliki kekurangan sehingga dirinya ingin membantu.

“Kedatangan aku karena ingin berbagi dengan anak-anak. Di sini, aku bisa memberi informasi kepada anak-anak mengenai makanan yang sehat, bergizi. Memberikan edukasi sebagaimana mestinya,” ujar Diah Ayu Lestari dengan mimik muka semringah.

2 dari 3 halaman

Mengajar

Diah Ayu Lestari mengaku bahwa dirinya sering kali melakukan aktivitas yang berkaitan dengan anak-anak. Dirinya juga pernah mengajar di sebuah PAUD di daerah pelosok. 

“Aku pernah mengajar PAUD selama 4 bulan. Mengasyikan sekali bisa dekat dengan anak-anak. Aku memang senang dengan anak-anak,” ujar Diah Ayu Lestari.

3 dari 3 halaman

Puteri Indonesia 2019

Hal ini pula akhirnya yang menjadi latar belakang Diah Ayu Lestari untuk ikut ajang pemilihan Puteri Indonesia. Dirinya berharap bisa ikut ambil bagian untuk mengkampanyekan kekerasan terhadap anak-anak dan wanita. 

“Kalau saya melihat di Indonesia banyak kasus yang sangat memprihatinkan. Pelecehan seksual, wanita yang tidak mendapatkan keseimbangan di hukum. Intinya, saya ingin mengajak wanita untuk bilang tidak,” ujar Diah.

Mengikuti ajang pemilihan Puteri Indonesia, Diah Ayu Lestari mengaku ini pengalaman pertama yang dijalaninya.  “Saya tidak pernah ikut pemilihan sebelumnya.  Ini adalah sesuatu yang baru. Sedangkan finalis yang lain mungkin sudah berpengalaman,” pungkasnya.

Kampanye 1000 Mukena untuk Indonesia Gaet Vebby Palwinta hingga Lindswell Kwok

Liputan6.com, Jakarta – Tangan dingin desainer ternama Indonesia, Vivi Zubedi, telah melahirkan deretan koleksi apik sampai melenggang ke kancah internasional. Kini, ia tengah gencar menyuarakan kampanye bertajuk 1000 Mukena untuk Indonesia yang menggaet deretan pesohor negeri seperti Vebby Palwinta hingga Lindswell Kwok.

Vebby Palwinta tampak mengunggah potret bersama Vivi lewat akun Instagram pribadi baru-baru ini. Ia tampil dalam balutan hijab dan gamis serba hitam, sedangkan Vivi memakai hijab hitam dan gamis warna navy blue.

“Alhamdulillah, seneng banget untuk dapat berpartisipasi dalam campain @vivizubedi #1000MukenaUntukIndonesia,” tulis aktris berusia 22 tahun tersebut di kolom keterangan potret.

Masih lewat keterangan potret, Vebby juga mengungkapkan soal kampanye 1000 Mukena untuk Indonesia yang menjadi bentuk dari rasa berbagi yang sangat mudah dan tanpa harus direncanakan.

“Melalui campaign ini, aku ingin mengajak teman-teman untuk berbagi kasih sayang kepada orang-orang yang membutuhkan mukena baru dan bersih sebagai penunjang keperluan ibadah. In shaa Allah mukena yang terkumpul akan kami bagikan ke berbagai mesjid di pelosok Indonesia,” tulisnya.

“Semoga Allah menjadikan gerakan ini sebagai salah satu amal jariyah bagi kita semua. Saling berbagi dalam kebaikan. Bagi teman-teman yang ingin berpartisipasi atas gerakan #1000MukenaUntukIndonesia, bisa melalui: Vivi Zubedi Foundation (Info via WA: +62 877 8834 6000),” tambahnya.

Besar harap Vebby kampanye 1000 Mukena untuk Indonesia dapat menjadi sejuta mukena untuk seluruh saudara di pelosok Indonesia.

Sementara, Vivi Zubedi turut menggandeng 17 public figure dalam kampanye 1000 Mukena untuk Indonesi mulai dari Vebby Palwinta, Lindswell Kwok, Natasha Rizky, Chacha Frederica, Diera Bachir, Hamidah Rachmayanti, Dian Ayu Lestari, Indah Nada Puspita, Soraya Larasati, Herfiza, dan lainnya.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Cerita Gondangdia: Ramai-Ramai Cek Kesehatan

Liputan6.com, Jakarta – Ada suasana berbeda di lantai 1 Gedung KLY, siang itu. Selasa (28/1/2019) di markas besar Liputan6.com serta anak Grup KLY lainnya itu, tampak beberapa alat kesehatan diletakkan rapi di dekat pintu masuk, di balik meja resepsionis.

Ada body fat monitor (alat pengukur lemak dalam tubuh), sfigmomanometer (alat pengukur tenanan darah), serta beberapa alat-alat kesehatan lainnya. Sementara kursi-kursi disusun serasi berjejer menghadap sebuah layar proyektor.

Kiranya, hari itu ada hajat yang digelar kanal Health Liputan6.com. Dikomandoi oleh Aditya Eka Prawira dan Dyah Puspita W, mereka menggelar sebuah acara cek kesehatan dengan menggandeng Youvit, produk multivitamin kunyah.

“Selain media visit, acara ini juga digelar untuk edukasi gizi agar teman-teman aware terhadap kesehatan,” ujar Dea, panggilan Dyah. 

Ada pun cek kesehatan yang dilakukan mencakup cek body mass index (BMI) dan tekanan darah. Selain itu, ada juga sesi konsultasi dengan ahli gizi, Rachel Olsen, dari Youvit.

Tak urung, kesempatan ini pun dimanfaatkan maksimal oleh semua karyawan KLY. Bukan hanya dari Liputan6.com tentu saja, kawan-kawan dari Fimela, Bola.com, Kapan Lagi, serta teman-teman bagian dunia usaha pun sangat antusias ikut memeriksakan kesehatan mereka.

“Kapan lagi bisa cek kesehatan dengan ahlinya, secara cuma-cuma. Sudah gitu mereka datang ke sini lagi,” Bogi Triyadi, editor kanal Bola Liputan6.com berseloroh.

Jadilah acara cek kesehatan ini tak ubahnya “kumpul karyawan”, saking ramainya. Kami semua, bahkan rela antre untuk mengikuti satu persatu tahapan demi mengetahui kondisi terkini kesehatan masing-masing.

Pertama-pertama, kami diminta menjalani tes BMI dengan body fat monitor. Tes ini untuk mengetahui kadar lemak tubuh dan lemak visceral kita berapa, kondisi body age, dan massa otot.

Setelah itu, kami masing-masing menjalani pengukuran tekanan darah. Fungsinya untuk mencari tahu apakah tensi kita normal, rendah, atau tinggi.

Nah, dengan mengetahui BMI dan tekanan darah kita, setidaknya ada gambaran kondisi kesehatan kita secara umum, apakah fit atau kurang fit.

Tak hanya itu, kami juga bisa berkonsultasi secara cuma-cuma tentang kondisi kesehatan pribadi, tentu berdasarkan hasil pemeriksaan kadar lemak dalam tubuh dankadar lemak dalam tubuh tadi.

Sang ahli gizi, Rachel memberi tahu kami cara membaca data dari BMI dan tekanan darah. Kami juga bisa bertanya-tanya soal diet yang baik seperti apa. Namanya juga konsultasi.

Sebelumnya, di awal acara, Rachel juga sempat memberikan pencerahan kepada kami semua tentang bagaimana mengonsumsi vitamin yang tepat, serta bahaya di balik camilan yang kita makan.

“Wah, gue ternyata kelebihan berat badan, hampir obesitas….gawat,” ujar Ferry Guntoro, 37 tahun, personel digital marketing usai menemui Rachel.

Menurut pria berkaca mata dan murah senyum ini, sang ahli gizi menyarankan agar dia lebih rajin berolah raga dan menjaga pola makan. “Disuruh tidak makan gorengan, susah juga ya,” Ferry melanjutkan sambil nyengir.

Namun begitu, Ferry berjanji akan coba menjalankan saran dan masukan dari sang ahli gizi. “Sebab, kalau bukan kita sendiri, siapa lagi yang bisa menjaga kesehatan diri kita. Kesehatan itu penting bro!” ujar Ferry, mantap.

Setuju Fer….

Gagal Rilis Single Karna Su Sayang, Caca Puspita Pilih Korban Janji

Liputan6.com, Jakarta Penyanyi dangdut Caca Puspita merilis single terbarunya berjudul ‘Korban Janji’ yang diciptakan Andri Priyanto dari Group musik Guyon Waton Yogyakarta.  Sebelumnya, penyanyi ini telah merilis single berjudul ‘Cinta Terlarang’ karya Taufique Kharisma. 

Caca Puspita yang merupakan wanita kelahiran Pulau Buluh, kota Batam tahun 1992 ini mengaku senang dirinya bisa terus berkreasi di dunia musik dangdut dengan mengeluarkan single terbarunya.

“Sebagai seniman, saya bersyukur  karena bisa kembali merilis single di awal tahun 2019 ini. Dan mudah-mudahan karya terbaru saya ini bisa diterima pecinta musik Indonesia secara lebih luas,” ujar Caca Puspita dalam keterangannya kepada wartawan, Selasa (15/1/2019).

2 dari 3 halaman

Karena Su Sayang

Penyanyi yang juga sering bermain di FTV ini punya cerita menarik sebelum dirinya merilis single Korban Janji. Setelah dia merilis single Cinta Terlarang, Caca Puspita bersama produser label tempatnya bernaung, mencari tema untuk single selanjutnya. Hingga akhirnya mereka sepakat untuk membawakan lagu yang saat itu fenomenal, berjudul Karna Su Sayang, karya Near, untuk dibawakan dalam versi remix dangdut. Namun, karena melihat sudah terlalu banyak yang mencover lagu tersebut, dan proses ijin kepada pencipta lagunya belum juga selesai, akhirnya diputuskan untuk mencari lagu lain. 

“Waktu itu sempat mau merilis single Karna Su Sayang dalam versi dangdut. Bahkan kita sudah sempat rekaman di studio. Tapi karena proses ijin yang tidak kunjung selesai dan kita juga melihat sudah banyak penyanyi yang membawakan lagu tersebut dalam berbagai versi, jadi kita putuskan untuk menggantinya. Nah ketemulah lagu Korban Janji ini,” ujarnya.

3 dari 3 halaman

Tak Masalah

Caca Puspita sendiri tidak mempermasalahkan karena tidak jadi merilis single Karna Su Sayang. Karena menurut dirinya semua sudah digariskan oleh Tuhan. 

“Saya sih selalu mensyukuri apa yang Allah SWT berikan kepada saya. Semua sudah ada jalan dan rejekinya masing-masing. Mudah-mudahan single terbaru saya ini bisa mendapatkan yang terbaik,” harapnya.

Bagi yang penasaran dengan single terbaru Caca Puspita berjudul Korban Janji, sudah bisa dinikmati di situs berbagi YouTube atau bisa download RBT nya dengan cara Ketik : KRBEA  atau Ketik  : KRJCI kirim ke 1212.