Berkunjung ke Masjid Agung Sheikh Zayed, Menteri Susi Pudjiastuti Kenakan Hijab Warna-warni

Liputan6.com, Jakarta – Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti kini tengah berada di Abu Dhabi. Di tengah kegiatan yang padat sebagai Menteri Kalautan dan Perikanan, ia menyempatkan diri mengunjungi salah satu masjid yang ada di Abu Dhabi.

Susi Pudjiastuti sering terlihat tomboy dan cool dengan kacamata hitam nya seperti wanita tangguh. Di balik semua itu, ternyata Susi memiliki sisi feminin. Hal itu terlihat saat ia mendatangi Masjid Agung Sheikh Zayed dengan rombongan.

Dalam unggahan di Instagram @susipudjiastuti115, ia mengenakan baju berwarna biru dengan motif garis-garis. Melengkapi penampilannya, Susi Pudjiastuti mengalungkan kerudung warna-warni dengan motif bunga. Tidak ketinggalan, ia tetap mengenakan sneakers berwarna hitam.

Di tengah jadwal kegiatan, saya menyempatkan untuk mengunjungi Masjid Agung Sheikh Zayed yang begitu indah dan megah. Masjid terindah mana yang sudah kamu kunjungi?” tulis Susi Pudjiastuti di Instagramnya @susipudjiastuti115, Selasa 12 Maret 2019.

Gaya busana Susi saat mengunjungi Masjid Agung Sheikh Zayed, mendapatkan pujian warganet. “Ibuuu tetep ketceh dalam setiap situasi akumah syukaaa,” tulis @nyimas_dian_gayatri.

“Mas ya allah bu susi,” tulis @nurulhusein2014.nh di kolom komentar Instagram, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti . (Indah Permata Niska)

Saksikan video pilihan di bawah ini :

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti memungut sampah di lingkungan pantai Pangandaran Jawa Barat. Ia pun sampaikan pesan kepada para pengunjung pantai; Apa pesannya?

Mimpi Menteri Susi Bangun Museum Kapal Pencuri Ikan di Pangandaran

Bandung – Seolah ingin meninggalkan monumen atas kebijakannya memberantas illegal fishing, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti berencana mendirikan sebuah museum di Pantai Pangandaran, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.

“Kita akan buat museum yang mengumpulkan contoh kapal yang kita tangkap di Pangandaran,” kata kata Menteri Susi seperti dilansir Antara, Rabu (27/2/2019). Ia juga menceritakan alasan membuat tayangan penenggelaman kapal illegal fishing dengan tampilan menyeramkan.

“Saya sering ditanyai oleh para milenial, Bu Susi kenapa gambar penenggelaman kapal dibikin seram tayangannya. Saya jawab, itu sengaja biar para penjarah ikan di laut kita jadi takut,” tuturnya.

Pada kesempatan tersebut, Menteri Susi juga memaparkan pencapaian kementerian yang dipimpinnya seperti keberhasilan KKP menenggelamkan 488 kapal illegal fishing. Kapal-kapal tersebut diketahui telah mencuri kekayaan hayati di laut Indonesia.

Susi pun sempat melontarkan candaan akan menenggelamkan artis, sekaligus pendiri gerakan sosial Indonesian Ocean Pride, Hamish Daud, jika tidak mau membantu para generasi milenial yang tertarik mencintai dan menjaga laut.

“Jadi Hamish kalau anak-anak SMA, mahasiswa mengajak tur untuk mencintai laut kita, harus bersedia ya. Ini janji ya, ada Pak Rektor (Unpad). Jadi, kalau Hamish tidak mau, Hamish akan ditenggelamkan,” candanya.

Pernyataan Menteri Susi yang akan menenggelamkan Hamish Daud tersebut langsung disambut tawa para mahasiswa yang hadir di Talk Show and Exhibition Festival Membumikan Laut sebagai Masa Depan Bangsa.

Suami dari penyanyi Raisa itu hadir bersama Melati Wijsen, penggagas Gerakan Bye Bye Plastic Bags, pada talkshow tersebut mewakili generasi milenial yang memiki kepedulian terhadap lingkungan, khususnya lautan.

Dipandu Menteri Susi sebagai moderator, Hamish menceritakan awal mulai dirinya menggagas gerakan sosial Indonesian Ocean Pride di hadapan para mahasiwa yang memenuhi Graha Sanusi Hardjadinta Universitas Padjadjaran (Unpad).

Saksikan video pilihan berikut ini:

Usai Kebakaran, Pelabuhan Muara Baru Hanya Digunakan untuk Bongkar Muat Ikan

Fokus, Jakarta – Sejumlah kapal nelayan yang terbakar di pelabuhan Nizam Zachman Muara Baru, senin sore mulai ditarik dengan Kapal Antasena milik Kementerian Perikanan dan Kelautan. Bangkai kapal dibawa ke sisi barat pelabuhan atau dekat galangan perbaikan kapal.

Seperti ditayangkan Fokus Indosiar, Selasa (26/2/2019), pihak otoritas pelabuhan sementara akan memfungsikan dermaga untuk kapal yang hanya memiliki izin saja. Tata kelola pelabuhan juga akan diperbaiki, termasuk hanya membatasi 500 kapal di area kolam pelabuhan.

Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, menyatakan pelabuhan perikanan hanya digunakan untuk bongkar muat ikan.

“Saya sudah lama peringatkan tidak boleh pelabuhan ikan digunakan untuk reparasi kapal, itu tidak bisa seperti itu,” kata Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.

Dari hasil pnyelidikan polisi, kebakaran 34 kapal di Pelabuhan Muara Baru disebabkan ledakan salah satu kapal saat berlansungnya aktivitas pengelasan. Kencangnya angin membuat kobaran api merembet ke kapal lainya yang tengah bersandar. (Rio Audhitama Sihombing) 

Susi Berang KRI Bung Tomo Dihalangi Saat akan Tangkap Kapal Vietnam

Bandung – KRI Bung Tomo (TOM)-357 menangkap empat kapal berbendera Vietnam di perairan Natuna Utara. Keempat kapal tersebut diduga menangkap ikan tanpa izin (illegal fishing).

“Keempat kapal itu diduga mencuri ikan dengan alat tangkap trawl di Landas Kontinen Laut Natuna, Indonesia, pada posisi 06 derajat 12 LU-06 derajat 25’50 BT,” kata Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti di Hotel Preanger, Kota Bandung, Senin (25/2/2019).

Penangkapan dilakukan pada Minggu (24/2) sekitar pukul 07.40 WIB. Saat itu kapal TNI AL KRI TOM-357 melakukan patroli dan berhasil mengamankan empat kapal Vietnam dengan nomor lambung BV 525 TS bermuatan 1 palka, BV 9487 TS dua palka, BV 4923 TS satu palka, dan BV 525 TS bermuatan kosong.

Selain menangkap empat kapal, KRI TOM-357 juga berhasil mengusir dua kapal Vietnam Fisheries Resource Surveillance (VFRS) milik pemerintah Vietnam. Dua kapal tersebut diduga menjadi pengawal dari empat kapal pencuri ikan yang ditangkap.

Saat itu, kata Susi, kapal VFRS bernama Kiem Ngu 2142124 dan 214263 menerobos masuk ke wilayah zona ekonomi eksklusif (ZEE) Indonesia dan melakukan manuver membahayakan terhadap KRI TOM-357 yang sedang menggiring empat kapal yang ditangkap ke Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut di Tanjung Pinang, Riau.
“Berdasarkan penelusuran, VFRS merupakan lembaga pemerintah di bawah Kementerian Pertanian dan Pengembangan Daerah Tertinggal Vietnam,” ucapnya.

Susi Berang KRI Bung Tomo Dihalangi saat akan Tangkap Kapal VietnamKapal terbaru TNI AL, KRI Bung Tomo-357 melaksanakan uji coba sistem persenjataannya dengan meluncurkan Rudal Exocet MM-40 Blok II di Laut Jawa beberapa waktu lalu (Foto: pool)

Menurut Susi, VFRS tercatat memiliki 100 kapal pada 2013 yang berfungsi mengontrol kegiatan perikanan dan menangkap kapal ikan asing yang masuk perairan Vietnam.

“Namun mereka (kayaknya) punya tugas tambahan mengawal kapal untuk curi ikan,” kata Susi.

Untuk itu, Susi, yang juga Komandan Satuan Tugas Pemberantasan Penangkapan Ikan Secara Ilegal, dengan tegas mengecam tindakan kapal VFRS yang berupaya merintangi proses penangkapan empat kapal Vietnam oleh KRI TOM-357. Menurutnya, perbuatan itu tidak bisa ditoleransi.

Pasalnya, tambah dia, Vietnam sebagai state party dari convention on the internasional for preventing collision at sea 1972 (COLREGS 1972) melanggar Rule 8 COLREGS 1972 yaitu Action to Avoid Collison. Kemudian perbuatan memotong laju KRI TOM-357 menimbulkan risiko keselamatan dari awak kapal patroli KRI TOM-357 yang sedang melaksanakan tugas berdasarkan pasal 73 UNCLOS dan Pasal 66C UU Nomor 31/2004.

“Perbuatan VFRS Kiem Ngu 2142124 dan 214263 merupakan bentuk obstruction of justice (merintangi proses hukum) karena menghalangi KRI TOM-357 yang sedang melaksanakan tugas,” ujarnya.
(bbn/jbr)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Selain Jokowi dan Fadli, Ternyata Ada yang Lain Incognito ke Tambak Lorok

Semarang – Selain Presiden Joko Widodo dan Fadli Zon, ternyata ada beberapa pejabat yang pernah melakukan perjalanan tanpa rombongan ke kampung nelayan Tambak Lorok Semarang. Nelayan setempat menyebut kampung itu memang sering dikunjungi apalagi menjelang Pemilu.

Salah seorang nelayan di Tambak Lorok, Sudarso (59) mengatakan Pemilu kali ini memang calon legislatif yang datang tidak sebanyak periode sebelumnya. Namun ia mengakui kampungnya sering jadi sasaran kunjungan politik.

“Ya kalau mau pemilu banyak yang berkunjung. Tapi tahun ini lebih sedikit,” kata Sudarso sembari menjahit jaringnya di dermaga Tambak Lorok.

Soal kunjungan, memang ada beberapa yang datang sendirian walau tidak hanya untuk kepentingan politik. Ia mencontohkan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti yang melihat kondisi nelayan, memberikan bantuan, dan melihat proyek kampung bahari di sana.
“Saya ingat yang datang sendirian, Pak Wiranto sekitar tahun 2014, Pak Hidayat Nurwahid dulu pas pertama ada PKS. Terus Bu Susi 2 bulanan lalu, Desember berarti. Bu Susi itu kan bantuin kita, nelayan,” ujar Sudarso.

Suasana politik memang cukup terasa di kampung Tambak Lorok karena banyaknya bendera partai terpasang di dermaga dan di atas perahu.

Nelayan lainnya, Munaim (43) bahkan sempat ditanya Fadli Zon soal bendera partai di dermaga ketika Waketum Gerindra itu incognito bersama 4 orang di Tambak Lorok hari Rabu (20/2) kemarin.

“Dia bilang, banyak bendera partainya ya,” ujar Munaim menirukan Fadli.

Saat itu ditanya Fadli soal bendera, Munaim menceritakan Jokowi pernah datang malam-malam sendirian hanya ditemani sopir. Munaim tidak mengutarakan jelas bagaimana tanggapan Fadli Zon.

“Saya bilang Pak Jokowi datang sendirian malam-malam. Ya agak gimana gitu,” ujarnya.

Untuk diketahui, perjalanan incognito Jokowi pada 2 Februari 2019 lalu terungkap saat debat Capres hari Minggu (17/2) lalu. Para nelayan membenarkan Jokowi datang sekitar pukul 23.00 WIB hanya dengan sopir yang menunggu di mobil.

“Ada teman saya yang gemetar sampai pingsan saking tidak percayanya dikunjungi presiden malam-malam,” lanjut Sudarso sembari tertawa.

Setelah kunjungan itu ramai diperbincangkan, giliran Fadli Zon datang ke Tambak Lorok lewat jalan yang dilalui Jokowi dan juga berhenti di dekat perahu yang sama. Kunjungannya itu ia posting di akun Twitter dilengkapi dengan dua foto.

“Incognito ke Tambak Lorok, Semarang, siang ini. Memang bukan tengah malam. Ngobrol dg nelayan,” tulis Fadli.
(alg/sip)



<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Top 3 Berita Hari Ini: Deretan Kedekatan Susi Pudjiastuti dan Putra Gantengnya yang Baru Berulang Tahun

Liputan6.com, Jakarta – Top 3 Berita Hari Ini tentang keluarga Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. Sepertinya belum banyak yang tahu kalau ia sangat dekat dengan putranya, Alvy Xavier.

Baru-baru ini kedekatan Susi dengan sang putra terungkap saat ia memberi ucapan selamat ulang tahun pada Alvy. Susi mengunggah foto dirinya dengan Alvy di media sosial. Dari foto tersebut diketahui saat itu Susi dan keluarga mengunjungi destinasi wisata Aspen Mountain. 

Alvy Xavier merupakan putra dari pernikahan Susi dan seorang pilot asal Jerman bernama Christian von Strombeck. Berita lainnya yang banyak diminati adalah tentang penampakan super snow moon.

Fenomena bulan penuh paling terang sepanjang tahun ini sudah menampakkan diri di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia pada 19 Februari 2019. Penggunaan kata snow yang biasa dipakai untuk mendeskripsikan bulan penuh di bulan Februari dilatar belakangi kondisi di bagian utara Bumi.

Di mana biasanya salju paling deras akan turun di bulan kedua dalam hitungan kalender masehi tersebut. Berita ketiga yang menarik perhatian adalah tentang desainer legendaris Karl Lagerfeld yang baru saja meninggal dunia pada 19 Februari 2019.

Pria yang meninggal dunia di usia 85 tahun ini membesarka rumah mode Chanel sejak 1983. Sepeninggal Karl, banyak pertanyaan yang mencuat terkait siapa yang akan menggantikan posisinya di Chanel.

Rumah mode asal Prancis itu ternyata mengumumkan Virginie Viard, tangan kanan Karl didaulat menduduki posisi creative operations untuk Chanel. Dengan begitu warisan dari Gabrielle Chanel dan Karl Lagerfeld akan tetap hidup.

Ketiga berita tersebut terangkum lengkap dalam Top 3 Berita Hari Ini. Yuk, kita simak rangkuman selengkapnya di bawah ini.

Deretan Kedekatan Susi Pudjiastuti dan Putra Gantengnya yang Baru Berulang Tahun

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti memberi ucapan manis di hari ulang tahun putranya, Alvy Xavier. Momen ini tampak dari sebuah potret yang diunggahnya melalui akun Instagram pribadi pada Selasa, 18 Februari 2019.

“Happy birthday dearest Alvy from a very proud mother, even distance doesn’t stop family being there for one another (Selamat ulang tahun Alvy tersayang dari ibu yang sangat bangga, bahkan jarak tak menghentikan keluarga yang selalu ada untuk satu sama lain),” tulis Susi Pudjiastuti.

Selanjutnya…

Deretan Penampakan Super Snow Moon di Berbagai Belahan Bumi

Bulan penuh paling terang sepanjang tahun, Super Snow Moon, telah menampakkan diri di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia pada Selasa malam, 19 Februari 2019. Kehadirannya, seperti dilansir dari CNN, Rabu (20/2/2019), membuat langit berada di paras paling terang sepanjang tahun.

Almanac menjelaskan, seperti dikutip dari People, Rabu (20/2/2019), fenomena ini terjadi karena orbit bulan berada d posisi paling dekat dengan Bumi, sehingga penampakannya terlihat lebih terang, juga lebih besar.

Selanjutya…

5 Fakta tentang Virginie Viard, Pengganti Posisi Karl Lagerfeld di Chanel

Industri fashion dunia tengah diselimuti awan duka. Ikon fashion legendaris merek fesyen Chanel, Karl Lagerfeld mengembuskan napas terakhir dalam usia 85 tahun di Paris Hospital, Prancis, pada Selasa, 19 Februari 2019.

Karl Lagerfeld telah membesarkan Chanel sejak 1983 hingga menutup usia. Kepergiannya meninggalkan luka mendalam baik bagi keluarga, teman-teman, para pelaku dunia fesyen hingga selebritas dunia. Karya-karya pria asal Jerman tersebut akan menjadi bagian dari sejarah mode dunia.

Selanjutnya…

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Sejarah Andrey Dolgov yang 10 Tahun Maling Ikan dan Dibekuk di RI

Jakarta – Kapal raksasa pencuri ikan ditangkap di perairan selat Malaka. Kapal maling ikan yang sudah beraksi selama 10 tahun menjarah ikan di lautan dunia ini akhirnya ditekuk di Indonesia.

Bagaimana sejarah kapal bernama Andrey Dolgov ini?

Mengutip BBC.com, Selasa (19/2/2019). Andrey Dolgov awalnya bukan kapal penangkap ikan ilegal. Kapal yang dibangun pada tahun 1985 ini memiliki panjang 54 meter (178ft). Awalnya, kapal ini dibangun sebagai kapal nelayan tuna longline di galangan kapal Kanasashi Zosen di pelabuhan Shimizu, Jepang.

Kapal berkapasitas 570 ton ini berlayar sebagai Shinsei Maru No 2 selama bertahun-tahun di bawah bendera Jepang. Wilayah pengoperasiannya di Pasifik dan Samudera Hinda untuk perusahaan makanan laut Jepang Maruha Nichiro Corporation.
Kemudian setalah tahun 1995, kapal tersebut telah berpindah tangan beberapa kali yang pada akhirnya berlayar di bawah bendera Filipina sebagai Sun Tai 2 hingga sekitar 2008 ketika bergabung dengan armada perikanan Republik Korea.

Di antara tahun 2008 dan 2015, kapal itu telah disiapkan kembali sebagai perahu penangkap ikan di Antartika, yang mampu beroperasi di Samudera Selatan yang liar dan mampu menyimpan ikan untuk waktu yang lama di atas kapal.

Pada akhirnya, kapal tersebut dicurigai telah menangkap ikan secara ilegal selama 10 tahun, kapal itu mencuri perhatian pihak berwenang internasional pada Oktober 2016, ketika para pejabat China menemukannya sedang berusaha membongkar muatan ikan yang telah ditangkap secara ilegal.

Sekarang kapal itu disebut Andrey Dolgov dan mengibarkan bendera Kamboja, dioperasikan oleh perusahaan yang terdaftar di Belize. Setahun sebelumnya telah difoto di lepas pantai Punta Arena, di ujung selatan wilayah Patagonian Chili, menunjukkan telah memancing di Samudra Selatan.

Pada Januari 2017 kapal telah berganti nama menjadi Sea Breez 1 di bawah bendera Togo. Kapal ini berpindah dari pelabuhan satu ke pelabuhan lainnya dengan dokumen palsu, setidaknya ada beberapa bendera yang digunakan oleh kapal itu, antara lain Nigeria dan Bolivia.

Akhirnya, pada bulan Februari 2018, pihak berwenang menangkap Andrey Dolgov lagi di sebuah pelabuhan di Madagaskar ketika kapten kapal yang mengaku sebagai STS-50 memberikan nomor Organisasi Kelautan Internasional palsu.

Pada akhirnya ada misi di seluruh dunia untuk menangkap Kapal Andrey Dolgov. Penangkapan pun dilakukan di Indonesia. Di bawah kepemimpinan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti yang telah menyita dan menghancurkan 488 kapal penangkap ikal ilegal sejak 2014. Kapal tersebut berhasil ditangkap di Selat Malaka, pastinya di jalur pelayaran utama antara Semenanjung Melayu dan Pulau Sumatera.

Dari total kapal yang berhasil dihancurkan ada kapal pemburu ikan hiu antartika lainnya, yaitu F/V Viking merupakan yang terakhir dari kelompok kriminal internasional yang terkenal, kapal penangkap ikan yang dikenal sebagai Bandit Six, beroperasi ilegal di Samudera Selatan, ribuan mil dari perairan Indonesia.

Saksikan juga video ‘Inilah Alasan Kenapa Kapal Maling Ikan Harus Ditenggelamkan!’:

[Gambas:Video 20detik]

(hek/zlf)

10 Tahun Kapal Maling Ikan di Laut Dunia, Ditekuk di Indonesia

Jakarta – Dalam kurun waktu 10 tahun, sebuah kapal penangkap maling ikan berhasil menjarah ikan di lautan dunia, bahkan kapal itu berhasil lolos berulang kali dari upaya penangkapan. Akhirnya, kapal itu berhasil ditekuk di perairan Indonesia.

Kapal itu dikenal dengan nama Andrey Dolgov. Mengutip BBC.com, Selasa (19/2/2019). Pada suatu sore, kapal Andrey Dolgov mati-matian melarikan diri dari kapal patroli angkatan laut (AL) Indonesia yang bersenjata lengkap. Bahkan, pergerakan kapal pencuri ini diintai oleh pesawat tak berawak yang terus berputar-putar di atasnya, hingga akhirnya kapal AL Indonesia berhasil membuat kapal pencuri ikan ini menyerah. Pengerjaran berlangsung dramatis.

Kapal Andrey Dolgov atau yang dikenal dengan STS-50 dan Sea Breez 1 ini telah menjarah sumber daya lautan yang paling berharga, yaitu ikan. Kegiatannya ini bagian dari jaringan kriminal internasional terorganisir yang tumbuh subur di antara garis hukum maritim dengan pejabat korupsi.


Operasi penangkapan kapal dan awaknya merupakan buah kerja sama antara polisi dan otoritas maritim, berbulan-bulan melakukan pekerjaan yang melelahkan dengan pelacakan satelit.

“Kapten dan kru terkejut telah ditangkap,” kata Andreas Aditya Salim, bagian dari gugus tugas kepresidenan di Indonesia yang memimpin operasi untuk menjerat Andrey Dolgov.

Ketika para perwira angkatan laut Indonesia naik ke kapal tersebut yang ditangkap di Selat Malaka, tepatnya di jalur pelayaran utama antara Semenanjung Melayu dan Pulau Sumatera, ditemukan setumpuk jaring-jaring besar berulir halus yan merentang hingga 18 mil atau setara 29 km jika digunakan.

Dalam satu kali operasi dimungkinkan jaring yang berada di atas kapal mampu menangkap ikan senilai US$ 6 juta atau setara £ 4,56 juta. Penangkapan dilakukan secara ilegal, dan hasilnya dibawa ke darat untuk dijual di pasar gelap atau dicampur dengan hasil tangkapan legal. Sehingga, ikan-ikan tersebut berakhir di rak supermarket, meja restoran, dan meja makan masyarakat.

“Kira-kira, 20% dari hasil tangkapan mereka itu ilegal. Unreported atau unregulated,” ujar biologis kemaritiman di National Oceanography Centre, Katie St John Glew.

Sudah lebih dari 10 tahun kapal malaing ikan ini beroperasi di lautan dunia. Apes buat Andrey Dolgov saat masuk ke perairan Indonesia yang disebut sebagai salah satu negara yang sangat gencar memerangi praktik penangkapan ikan ilegal di bawah komando Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. Susi sudah menangkap dan meledakkan 488 kapal ilegal fishing sejak 2014. (hek/zlf)

Top 3: Siapa Lebih Kaya antara Jokowi vs Prabowo

Liputan6.com, Jakarta Pada Minggu malam ini, Calon Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto akan kembali dihadapkan pada Debat Capres Kedua.

Sebagai Petahanan, Jokowi selama ini sudah dikenal sebagai pengusaha. Demikian pula Prabowo. Keduanya memiliki kekayaan tak sedikit. Ini berdasarkan pada laporan harta kekayaan dari para capres yang berdasarkan laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN).

Artikel tentang kekayaan Prabowo dan Jokowi menuai perhatian pembaca Liputan6.com di kanal bisnis. Simak rangkuman 3 berita paling dicari, Minggu (17/2/2019)

1. Jokowi vs Prabowo, Siapa yang Lebih Kaya?

Calon presiden (capres) nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) dan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto akan kembali bertemu dalam debat capres yang membahas soal energi, pangan, infrastruktur, sumber daya alam (SDA), dan lingkungan hidup pada Minggu 17 Februari 2019.

Sebelum menyimak debat capres 2019 terkait bidang ekonomi, mari menengok harta kekayaan dari Jokowi dan Prabowo.

Berikut gambaran harta kekayaan dari para capres yang berdasarkan laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN).

Berita selengkapnya

2. Sering Jadi Amunisi Prabowo, Rasio Utang RI Ternyata Terendah No.2 di ASEAN

Isu banyaknya utang Indonesia kembali marak menjelang debat pilpres 2019 kedua. Calon presiden nomor 2 Prabowo Subianto sudah memakai isu ini dan menyebut Sri Mulyani sebagai Menteri Pencetak Uang.

Utang Indonesia memang naik secara rasio terhadap GDP pada era Presiden Jokowi. Menurut data Global Finance per Desember 2018, rasio utang Indonesia pada GDP sudah mendekati 30 persen.

Berita selengkapnya

3. Dipijit Menteri Basuki, Susi Pudjiastuti Tertawa Senang

Kekompakan menteri Presiden Jokowi kerap kali terjadi dalam pertemuan-pertemuan yang bersifat formal dan non formal. Kali ini, giliran Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono dengan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti yang mendapat perhatian.

Dalam foto yang diperoleh merdeka.com, nampak Menteri Basuki tengah memijat kaki Menteri Susi saat berada di suatu ruangan. Menteri Susi lantas tertawa lebar mendapat perlakuan Menteri Basuki.

Kepala Biro Kerja Sama dan Humas KKP, Lily Aprilya Pregiwati, mengatakan ruangan tersebut merupakan ruang tunggu Bandara Fatmawati, Bengkulu. “(Foto) Ini Ibu (Menteri Susi) di VIP room Bandara Fatmawati,” ujarnya kepada merdeka.com, Jakarta, pada Jumat 15 Febuari 2019.

Berita selengkapnya

Dipijit Menteri Basuki, Susi Pudjiastuti Tertawa Senang

Liputan6.com, Jakarta – Kekompakan menteri Presiden Jokowi kerap kali terjadi dalam pertemuan-pertemuan yang bersifat formal dan non formal. Kali ini, giliran Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono dengan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti yang mendapat perhatian.

Dalam foto yang diperoleh merdeka.com, nampak Menteri Basuki tengah memijat kaki Menteri Susi saat berada di suatu ruangan. Menteri Susi lantas tertawa lebar mendapat perlakuan Menteri Basuki.

Kepala Biro Kerja Sama dan Humas KKP, Lily Aprilya Pregiwati, mengatakan ruangan tersebut merupakan ruang tunggu Bandara Fatmawati, Bengkulu. “(Foto) Ini Ibu (Menteri Susi) di VIP room Bandara Fatmawati,” ujarnya kepada merdeka.com, Jakarta, pada Jumat 15 Febuari 2019.

Lily mengatakan, hari ini memang Menteri Susi dan menteri lainnya sedang mendampingi Presiden Jokowi melakukan kunjungan kerja ke Bengkulu. “Hari ini presiden kunjungan ke Bengkulu dan didampingi beberapa menteri,” jelasnya.

Untuk diketahui, Presiden Joko Widodo tengah membangun dan menata sebuah Kampung Nelayan yang terletak di Sumber Jaya Kota Bengkulu yang diharapkan bisa menjadi ‘prototype’ bagi kampung-kampung nelayan yang lain.

“Paling tidak kita ada ‘prototype’ dari penataan kampung nelayan kalau sudah benar dikoreksi betul baru seluruh kampung nelayan digarap seperti ini,” kata Presiden Jokowi setelah meninjau Kampung Nelayan Sumber Jaya Kota Bengkulu, seperti dikutip dari Antara.

Presiden Jokowi melihat kampung tersebut belum sepenuhnya rampung dibangun atau baru di bawah 20 persen rampung. Dari mulai sertifikat, fasilitas, hingga bangunan rumah belum terbangun sempurna namun sudah mulai tampak tertata rapi.

“Kurang lebih hasilnya akan seperti ini (lebih tertata rapi),” katanya.

2 dari 3 halaman

Kampung Sumber Jaya

Kampung Sumber Jaya, Bengkulu, dibangun di lahan seluas 12 hektare menampung 800 kepala keluarga (KK). Anggaran digelontorkan melalui Kementerian PUPR senilai Rp50,7 miliar dengan kontraktor PT Tirta Restu Ayunda.

Saat meninjau kampung tersebut, Presiden Jokowi didampingi Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. Menteri PUPR Basuki Hadimuljono. Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah. dan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko.

Reporter : Anggun P. Situmorang

Sumber: Merdeka.com

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: