Pemerintah Gelar Seleksi Kompetensi PPPK Tahap I pada Sabtu-Minggu

Liputan6.com, Jakarta – Seleksi kompetensi bagi para pelamar aparatur sipil negara (ASN) atau PNS dari jalur Pegawai Pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) tahap I akan dilaksanakan pada 23-24 Februari 2019.

Pelamar rekrutmen PPPK yang bisa mengikuti seleksi kompetensi adalah mereka yang lulus pada seleksi administrasi.

“Pengumuman seleksi administrasi tersebut dapat diketahui melalui kanal informasi Badan Kepegawaian Daerah (BKD) setempat atau via website resmi Sistem Seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (SSCASN) http://sscan.bkn.go.id,” ujar Kepala Biro Humas BKN, Mohammad Ridwan dalam keterangan tertulis, seperti dikutip dari laman Setkab, Jumat (22/2/2019).

Ia menuturkan, seleksi kompetensi terdiri dari tes kompetensi menggunakan Computer Assisted Test (CAT) dan wawancara berbasis komputer.

Masing-masing peserta, ia menuturkan, diberikan waktu 100 menit untuk menyelesaikan tes kompetensi yang terbagi menjadi tiga sub tes yaitu 40 soal kompetensi teknis, 40 soal kompetensi manajerial dan 10 soal kompetensi sosio cultural.

Sedangkan wawancara berbasis komputer peserta diberikan waktu 20 menit untuk menyelesaikan 10 soal.

Ia mengemukakan, melalui tes itu, setiap peserta berpeluang mendapatkan nilai maksimum pada masing-masing subtes yaitu kompetensi teknis sebanyak 120 dengan perolehan nilai 3 jika jawaban benar dan 0 jika salah atau kosong.


2 dari 2 halaman

Selanjutnya

Kompetensi manajerial sebanyak 40 soal dengan jawaban benar bernilai 1 dan 0 jika salah dan kosong. Kompetensi sosio cultural sebanyak 20 soal dengan nilai dua jika benar dan 0 jika jawaban salah atau kosong.

Sementara itu, untuk wawancara berbasis komputer sebanyak 30 soal dengan nilai tiga atau dua atau satu untuk jawaban yang diberikan dan jika kosong atau tidak menjawab mendapat nilai 0.

Ridwan menuturkan, rangkaian seleksi tersebut dilakukan untuk menilai kesesuaian masing-masing kompetensi yang dimiliki peserta dengan standar kompetensi jabatan. Seleksi kompetensi juga dilaksanakan dengan mempertimbangkan integritas dan moralitas sebagai bahan penetapan hasil seleksi.

Selain itu, sesuai Pasal 26 Peraturan Pemerintah Nomor 49 Tahun 2018 disebutkan bahwa panitia seleksi Instansi pengadaan P3K dapat melakukan uji persyaratan fisik, psikologis, dan/atau kesehatan jiwa dalam pelaksanaan seleksi kompetensi sesuai dengan persyaratan jabatan pada Instansi Pemerintah yang diatur dalam Peraturan Badan Kepegawaian Negara (BKN).



Saksikan video pilihan di bawah ini:

5 Cara Mudah dan Alami Lawan Disfungsi Ereksi

Liputan6.com, Jakarta Disfungsi ereksi seringkali juga disebabkan oleh masalah psikologis. Selama pemeriksaan medis tidak menunjukkan kondisi kesehatan yang berbahaya, kehidupan seks Anda masih bisa dipulihkan dengan beberapa cara sederhana dan alami.

Untuk menghindari penggunaan obat-obatan saat disfungsi ereksi, paling tidak lakukan beberapa cara sederhana seperti yang ditemukan dalam studi di “Harvard Special Health Report Erectile Dysfunction: How medication, lifestyle changes, and other therapies can help you conquer this vexing problem.” Seperti dikutip dalam laman Harvard Health Publishing pada Kamis (21/2/2019), berikut ini lima tipsnya.

1. Mulailah berjalan

Penelitian menemukan bahwa 30 menit jalan kaki dalam sehari menurunkan risiko disfungsi ereksi hingga 41 persen. Selain itu, uji coba lain menyatakan bahwa olahraga ringan bisa membantu memulihkan kinerja seksual pria dengan obesitas, serta paruh baya dengan impotensi.

Simak juga video menarik berikut ini:

2 dari 3 halaman

Pola makan yang baik

2. Makan dengan benar

Konsumsi makanan yang sehat seperti buah-buahan, sayuran, biji-bijian, serta ikan yang mengurangi kemungkinan terkena disfungsi ereksi. Studi yang dimuat di Massachusetts Male Aging menyatakan, Anda juga harus mengurangi daging merah dan biji-bijian olahan.

Selain itu, kekurangan vitamin B12 juga bisa diatasi dengan konsumsi kerang, salmon, daging sapi, sereal, dan yogurt. Jika nutrisi ini kurang sumsum tulang belakang bisa berisiko terkena masalah yang bisa berujung pada penyampaian pesan ke arteri di penis.

Pastikan Anda juga mengonsumsi cukup vitamin D yang ada di susu, yogurt, telur, dan keju. Studi tahun 2016 di jurnal Atherosclerosis menemukan, pria yang kekurangan vitamin D berisiko 30 persen terkena disfungsi ereksi.

3. Mengecilkan badan

Bagi pria obesitas, risiko penyakit pembuluh darah dan diabetes meningkat. Dua masalah itu adalah penyebab utama disfungsi ereksi. Sehingga, kecilkan lingkar pinggang Anda. Studi menemukan, pria dengan ukuran pinggang lebih dari 42 inci atau atau sekitar 106,6 sentimeter 50 persen berisiko terkena impotensi dibandingkan yang memiliki 32 inci atau 81 sentimeter.

3 dari 3 halaman

Memeriksa kesehatan

4. Periksa kesehatan pembuluh darah

Beberapa pertanda yang menunjukkan bahwa kesehatan vaskular Anda buruk di antaranya tekanan darah tinggi, gula darah naik, kolesterol (LDL) yang buruk, dan trigliserida. Selain itu, kolesterol baik HDL juga rendah.

Untuk itu, periksalah bagaimana kinerja sistem pembuluh darah Anda. Sehingga, baik penis, jantung, hingga otak akan terawasi dan berada dalam kondisi yang baik.

5. Periksakan gigi

Sebuah studi di The Journal of Sexual Medicine tahun 2013 menemukan keterkaitan antara penyakit gusi dan risiko disfungsi ereksi. Masalah di gusi bisa menyebabkan peradangan kronis, yang diyakini merusak sel-sel endotel yang melapisi pembuluh darah, termasuk yang ada di penis.

Misteri Bayang-Bayang Pria Lain di Balik Pembunuhan Keji Ibu dan Bayi di Kediri

Liputan6.com, Kediri – Nardian (38), warga Dusun Sumber Manggis, Desa Sumber Urip, Kecamatan Doko, Kabupaten Blitar, Jawa Timur harus dibawa ke rumah sakit Bhayangkara Kediri, untuk menjalani pemeriksaan psikiatri, Senin (18/2/2019). Nardian diduga kuat membunuh istri dan anak kandungnya yang masih bayi.

Dokter Roni Subagyo SPKJ menjelaskan, pihaknya belum bisa memastikan jika yang bersangkutan memang menderita gangguan jiwa. Namun, dia mengakui adanya indikasi gangguan jiwa yang dialami Nardian.

“Kita perlu pastikan, kita perlu observasi dan pemeriksaan lanjutan,” tutur dokter psikiatri yang sering menangani banyak kasus pembunuhan yang pelakunya mengidap kelainan jiwa.

Dibutuhkan waktu antara tiga sampai lima hari untuk memastikan. Di samping itu, dibutuhkan juga pemeriksaan tambahan yang mencakup otak, pemeriksaan laboratorium, dan piskologis.

Pemeriksaan awal yang dilakukan hanya sebatas anamnesa yaitu menanyakan kondisi psikologis yang bersangkutan. Selain itu, pihak medis masih memerlukan keterangan tambahan dari pihak mertua dan tetangganya untuk diperiksa.

“Melibatkan dokter spesialis saraf, pemeriksaan psikologis melalui psikolog supaya hasil pemeriksaan yang kita dapat betul-betul bisa memastikan. Selama menjalani observasi Nardian akan ditempatkan diruang khusus,” katanya.

Indikasi Nardian mengidap kelainan jiwa, saat yang bersangkutan mengaku sering melihat bayangan laki-laki lain dekat sang istri.

“Namun itu kan keterangan dari yang bersangkutan jadi perlu kepastian dengan pemeriksaan tambahan atau pemeriksaan lain,” ucapnya.

Nardian (38) tega menghabisi nyawa isterinya dengan sebilah pisau setelah sebelumnya mereka terlibat cek-cok mulut. Warga sempet melerai pertengkaran itu, tetapi keduanya kembali terlibat adu mulut.

Pelaku yang tak kuat menahan emosi kemudian tega menusuk isterinya. Ironisnya saat peristiwa keji itu berlangsung, diduga posisi korban sedang menggendong anaknya yang masih berusia tujuh bulan. Tak pelak bayi tak berdosa ini ikut menjadi korban perangai keganasaan ayahnya hingga akhirnya tewas bersama ibunya.

Simak video pilihan berikut ini:

Tips Supaya Tidak Terjebak Pinjaman Online

Jakarta – Adanya peer-to-peer lending, baik kita berperan sebagai peminjam atau pemberi pinjaman, membuka banyak sekali pintu dalam akses keuangan. Dengan transformasi digital di dunia keuangan ini, maka semua menjadi dimudahkan, dan siapapun di manapun ia berada, bisa melakuakan transaksi digital sejauh satu klik dari ponsel.

Namun di balik kemudahan yang ditawarkan oleh pinjaman online, berikut ini adalah hal-hal yang wajib kita perhatikan agar tidak terjebak dalam utang yang tidak bisa kita bayar:

1. Jumlah pinjaman yang kecil, memberikan efek psikologis menyepelekan
Biasanya pinjaman yang ditawarkan ke kita sangat kecil. Mulai dari beberapa ratus ribu sampai maksimum Rp 3 juta. Ada beberapa pinjaman online yang menawarkan pinjaman sampai Rp 20 juta.

Namun biasanya karena batas pinjaman yang kecil, yaitu antara Rp 1 juta sampai Rp 1,5 juta, tanpa sadar Anda akan mengajukan lagi pinjaman online di tempat lain, sehingga pinjaman online yang Anda miliki, menumpuk, bahkan berkali-kali lipat dari gaji yang Anda miliki.

2. Bunga yang besar dengan jangka waktu yang pendek
Sepertinya kecil, pinjaman Rp 650.000 bunga yang dikenakan Rp 158.000 untuk 2 minggu misalnya. Atau pinjaman Rp 1 juta bunga untuk 2 minggunya adalah sebesar Rp 168.000.

Padahal kalau Anda hitung secara detail, maka bunga pinjaman yang dikenakan adalah sebesar sedikitnya 30% per bulan. Bahkan sampai 50% per bulan.

Sementara bunga kartu kredit maksimum hanya 45% per tahun, atau setara 4% per bulan. Dan bunga yang dikenakan pinjaman online ini bisa bersifat bunga berbunga juga, sehingga bukan mustahil malah bunga yang wajib dibayarkan lebih besar dari pinjaman, dan Anda tidak bisa lagi membayarnya.

3. Adanya biaya – biaya tambahan yang memberatkan
Selain bunga, ada biaya-biaya lain yang akan menambah berat pembayaran lho. Ada biaya administrasi yang sangat bervariasi, ada biaya bunga berbunga, ada biaya keterlambatan, ada biaya penalti yang lain-lain, sehingga Anda harus waspada dan hitunglah secara lebih cermat berapa yang sebenarnya harus Anda bayar, agar Anda tidak terjebak oleh utang konsumtif yang tidak perlu.

4. Adanya debt collector yang lebih jahat dari debt collector pada umumnya
Apabila Anda mulai gagal bayar atau ada keterlambatan pembayaran, hanya butuh waktu 2-3 hari sebelum debt collector dari pinjaman online ini akan mulai meneror Anda. Dan tidak ada undang-undang yang akan melindungi Anda, seperti halnya kalau Anda gagal membayar utang kartu kredit dari perbankan.

Dan mereka akan menghalalkan secara cara agar Anda membayar. Pinjaman online walau membantu namun bisa juga menjadi boomerang apabila Anda tidak hati-hati dalam memanfaatkannya.

Pastikan bahwa ini adalah alternatif yang bisa memudahkan, bukan malah menambah berat.

Disclaimer: artikel ini merupakan kiriman dari mitra yang bekerja sama dengan detikcom. Redaksi detikcom tidak bertanggung jawab atas isi artikel yang dikirim oleh mitra. Tanggung jawab sepenuhnya ada di penulis artikel. (ang/ang)

Pil KB Bikin Wanita Tidak Peka pada Emosi Orang Lain, Benarkah?

Liputan6.com, Jakarta Pil KB seringkali memiliki efek samping bagi perempuan. Namun, sebuah penelitian terbaru menemukan dampak lain dari pemakaian kontrasepsi tersebut, yang terkait dengan efek psikologis.

Dilansir dari Bustle pada Selasa (19/2/2019), ilmuwan di University of Greifswald, Jerman menemukan bahwa pil kontrasepsi bisa mempengaruhi perempuan dalam membaca emosi orang lain. Sebanyak 95 wanita usia 18 hingga 35 mengambil bagian dari studi ini dengan 42 dari mereka memakai pil KB.

Setiap peserta diberikan serangkaian gambar bagian mata dari orang-orang. Mereka diminta menggambarkan emosi yang diperlihatkan visual tersebut. Para peserta ini diberi empat daftar emosi untuk dipilih dan hanya satu yang benar.

Penulis utama Dr. Alexander Lischke mengataakn bahwa beberapa emosi tersebut antara lain: kesombongan dan penghinaan yang dibuat lebih rumit untuk melihat apakah pil ini memiliki efek yang tidak terlihat terhadap pengenalan emosi.

Temuan menunjukkan bahwa pil KB memang memperlihatkan sedikit rendahnya akurasi yang tidak terlalu terlihat. Secara menyeluruh, para wanita yang menggunakan pil kontrasepsi sekitar 10 persen lebih buruk dalam mengenali emosi yang dihadapkan pada mereka.

Saksikan juga video menarik berikut ini:

2 dari 2 halaman

Perubahan yang tidak terlihat

Para peneliti mengklaim bahwa selama ini, meskipun telah digunakan secara luas, sangat sedikit yang mengetahui tentang efek pil KB terhadap emosi, kognisi dan perilaku.

“Temuan kebetulan ini menunjukkan bahwa (kontrasepsi oral) merusak kemampuan untuk mengenali ekspresi emosional orang lain yang mungkin memiliki konsekuensi serius dalam konteks interpersonal,” kata Lischke pada Grazia.

Ditambahkan, fase siklus mentruasi tidak mempengaruhi kemampuan para wanita mengenali emosi. Penelitian yang akan dilakukan selanjutnya adalah bagaimana faktor-faktor lain seperti jenis obat dan waktu penggunaan masi harus dilihat lebih lanjut sebelum kesimpulan yang lebih besar dibuat.

Lischke mengatakan, hal tersebut tidak perlu membuat kekhawatiran karena perubahannya terbilang “halus”. Selain itu, perubahan ini disebut karena variasi siklik kadar estrogen dan progesteron yang diketahui mempengaruhi pengenalan emosi dan aktivitas serta koneksi di wilayah otak yang terkait.

“Karena kontrasepsi bekerja dengan menekan kadar estrogen dan progesteron, masuk akal bahwa kontrasepsi oral juga mempengaruhi pengenalan emosi wanita. Namun, mekanisme yang tepat dan mendasari perubahan yang disebabkan oleh kontrasepsi oral dalam pengenalan emosi perempuan masih harus dijelaskan,” kata Lischke memperjelas.

Resep Mudah dan Murah Ramuan Tradisional Pencegah Lemah Syahwat

Liputan6.com, Jember – Kehidupan harmonis, bahagia, dan berkecukupan ekonomi, menjadi dambaan setiap keluarga. Namun, hidup harmonis dalam keluarga tidak datang begitu saja. Faktor kesehatan jasmani dan rohani juga mengambil peran penting.

Pekerjaan yang menyita tenaga tentu menjadi momok yang menggerogoti kesehatan dan stamina. Tentu, dampaknya selain mengganggu aktivitas sehari-hari, juga aktivitas di ranjang.

Di tengah kemajuan ilmu dan teknologi juga diikuti dengan kemajuan medis dan farmasi, tentunya banyak ditemukan obat penambah stamina untuk mengatasi impotensi atau lemah syahwat.

Berbagai produk berbahan kimia sintetis ditawarkan, yang justru membawa efek samping yang berbahaya bagi kesehatan. Karena itu, muncul adanya kesadaran dan kampanye back to nature di kalangan masyarakat.

Apalagi di negeri kita tercinta, banyak warisan resep dari nenek moyang yang sudah teruji khasiatnya. Indonesia terkenal memiliki kekayaan keanekaragaman hayati berupa ratusan jenis obat.

Tanaman jenis obat tersebut telah digunakan dan dimanfaatkan untuk pencegahan dan penyembuhan berbagai penyakit berat di antaranya seperti diabetes melitus, hipertensi, kanker asam urat, hingga penyakit yang ditakutkan kaum pria yakni impotensi.

“Impotensi atau lemah syahwat adalah ketidakmampuan alat kelamin pria untuk ereksi, sehingga si penderita tidak bisa melakukan hubungan seksual,” ujar Bambang Sudewo, penulis buku Tanaman Obat Populer penggempur aneka penyakit, Kamis, 14 Februari 2019.

Dia menjelaskan banyak faktor yang menjadi pemicu terjadinya disfungsi ereksi antara lain faktor psikologis, kelelahan, gangguan sistem syaraf, dan penyakit diabetes melitus.

“Faktor psikis akibat hubungan suami istri yang kurang harmonis, stres, atau depresi berat. Kondisi kesehatan yang menurun akibat sakit yang berat,” katanya.

Karena itu, supaya impotensi tidak sampai mengganggu keharmonisan dalam berumah tangga, perlu ada pencegahan dan pengobatan bagi yang sudah terjangkit.

2 dari 2 halaman

Resep Mudah Obat Tradisional

Menurut Bambang Sadewo ada delapan langkah pencegahan impotensi. Pertaman, membangun rasa percaya diri bahwa kelemahan sementara pada gangguan psikis bisa segera diatasi.

Kemudian, menghindari minuman beralkohol, karena dapat menyebabkan menurunnya kemampuan hubungan seksual secara normal. Jika menderu penyakit diabetes melitus, maka segera lah mengatasinya.

Keempat, menghindari stres, cemas yang berlebihan, depresi berat, dan menjalankan pola hidup sehat. Lalu, menjaga keharmonisan hubungan suami istri, sehingga kemesraan dapat dibangkitkan saat berhubungan seks.

Jika terjadi gangguan pada fungsi organ lain seperti ginjal, sumsum tulang belakang, prostat dan pankreas harus diupayakan penyembuhan secara tuntas. Ketujuh, mengonsumsi makanan yang bergizi, sayuran, dan buah untuk menjaga kebugaran tubuh secara keseluruhan.

Terakhir, menjalankan pola hidup yang sehat dengan pola makan yang seimbang serta berolahraga secara teratur merupakan upaya terbaik untuk menghindari keluhan impotensi.

Di samping cara tersebut, ada ramuan sederhana yang mampu mengatasi impotensi dan meningkatkan vitalitas kaum pria.

Ramuan pertama hanya membutuhkan gingseng 30 gram, cabai jawa 20 gram, lada 20 gram, jahe merah 15 gram, dan air 800 mililiter.

Cara membuatnya terbilang mudah, yakni semua bahan tersebut dicuci bersih kemudian direbus hingga air rebusan tersisa 2 gelas, kemudian disaring.

Ramuan ini diminum 2 kali pada pagi dan sore. Sekali minum satu gelas dan bisa ditambahkan kuning telur, serta dua sendok madu yang diaduk hingga merata.

Sementara ramuan kedua berbahan gingseng jawa 30 gram, cabai jawa 20 gram, pegagan 20 gram, pronojiwo 10 gram, dan air 800 ml. Cara pembuatan dan aturan pemakaiannya sama dengan ramuan pertama.

Selain itu, untuk mengatasi impotensi juga bisa dengan jus buah dan sayuran, dengan bahan yang mudah dan paling gampang dicari, yakni kucai 30 gram, tauge 30 gram, anggur merah 100 buah, kurma 100 buah, dan air setengah gelas.

Cara pembuatan dengan mengejus semua bahan hingga halus. Penggunannya dengan meminum jus ini sehari 2 kali pada pagi dan sore. Sekali minum 1 gelas.


Simak video pilihan berikut ini: 

Pemberontakan Kepala Daerah dan Berdirinya Pemerintahan Revolusioner RI

Liputan6.com, Jakarta – Tepat 15 Februari 1958, Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI) dideklarasikan dengan keluarnya ultimatum dari Dewan Perjuangan yang dipimpin oleh Letnan Kolonel Ahmad Husein.

Dalam catatan Sejarah Hari Ini (Sahrini) Liputan6.com, deklarasi itu juga mengumumkan kabinet tandingan dengan menempatkan nama Syafruddin Prawiranegara di posisi tertinggi sebagai perdana menteri. PRRI dideklarasikan di Bukittinggi, tempat yang sama saat Pemerintah Darurat RI (PDRI) dibentuk 10 tahun sebelumnya.

PRRI adalah gerakan pertentangan antara pemerintah pusat dan daerah. Gerakan menentang pemerintah pusat ini terus meluas, dua hari setelah deklarasi, Sulawesi Utara dan Sulawesi Tengah menyatakan dukungannya terhadap PRRI.

Ultimatum tersebut bukan tuntutan pembentukan negara baru maupun pemberontakan, tetapi menginginkan otonomi daerah.

Kondisi inilah yang memengaruhi hubungan pemerintah pusat dengan daerah karena berbagai ketimpangan dalam pembangunan, terutama pada daerah-daerah di luar pulau Jawa.

Deklarasi PRRI ini beriringan dengan Permesta (Perjuangan Rakyat Semesta) di Indonesia timur, mereka juga kecewa terhadap pemerintahan RI. Saat itu pemerintah masih belum stabil pasca-agresi Belanda.

Syafruddin Prawiranegara yang telah penyerahan kedaulatan RI kepada Presiden Soekarno dan sempat menjabat sebagai menteri keuangan kemudian Gubernur Bank Indonesia pertama, memegang peranan sentral dalam manuver ini.

Syafruddin sebelumnya mendapat mandat dari Presiden Soekarno untuk menjadi Ketua Pemerintah darurat RI (PDRI) ketika pemerintahan Republik Indonesia yang kala itu beribukota di Yogyakarta jatuh ke tangan Belanda akibat Agresi Militer Belanda II pada tanggal 19 Desember 1948. Ketua PDRI ini bisa disebut setingkat presiden. Kala itu, para petinggi pemerintahan RI seperti Sukarno, Mohammad Hatta, atau Sutan Sjahrir ditahan Belanda.

“Dengan kesedihan dan kesusahan yang mendalam, kita terpaksa mengibarkan bendera menentang Kepala Negara kita sendiri. Kita telah bicara dan bicara. Sekarang tiba saatnya untuk bertindak!” seru Syafruddin Prawiranegara dalam pidatonya, seperti dikutip dari buku Bung Karno Menggugat (2006) karya Baskara T. Wardaya.

Bibit konflik tersebut mulai terjadi sejak dikeluarkannya Peraturan Daerah Nomor 50 tahun 1950 tentang pembentukan wilayah otonom oleh provinsi Sumatera Tengah waktu itu yang mencakup wilayah provinsi Sumatera Barat, Riau yang kala itu masih mencakup wilayah Kepulauan Riau, dan Jambi sekarang.


2 dari 4 halaman

Awal Mula Gerakan PRRI

Gerakan ini bermula dari acara reuni Divisi Banteng di Padang pada tanggal 20-25 November 1956. Divisi Banteng adalah suatu komando militer yang dibentuk pada masa perang kemerdekaan (1945-1950) di Sumatera Tengah yang wilayah operasinya meliputi empat provinsi sekarang, yaitu Sumatera Barat, Riau, Jambi dan Kepulauan Riau.

Dari pertemuan tersebut di hasilkan perlunya otonomi daerah agar bisa menggali potensi dan kekayaan daerah dan disetujui pula pembetukan Dewan Banteng yang dipimpin oleh Letkol Ahmad Husein komandan resimen IV dan tetorium I yang berkedudukan di Padang. Namun upaya ini gagal.

Pada tanggal 20 Desember 1956. Letkol Ahmad Husein merebut kekuasaan Pemerintah Daerah dari Gubernur Ruslan Muljohardjo. Dalihnya gubernur yang ditunjuk Pemerintah tidak berhasil menjalankan pembangunan daerah. Di samping itu di berbagai daerah muncul pula dewan-dewan lain yakni :

1. Dewan Gajah di Sumatra Utara pimpinan Kolonel Maludin Simbolon

2. Dewan Garuda di Sumatra Selatan pimpinan Letkol R. Barlian

3. Dewan Maguni di Sulawesi Utara pimpinan Letkol Ventje Sumual.

Untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi, pemerintah pusat mengadakan musyawarah nasional pada September tahun 1957. Kemudian Musyawarah Nasional Pembangunan pada November 1957 yang bertujuan mempersiapkan pembangunan di daerah secara integral. Namun tetap saja gagal bahkan semakin memanas.

Selanjutnya diadakan rapat raksasa di Padang. Letkol Ahmad Husein sebagai pimpinan mengeluarkan ultimatum yang isinya agar Kabinet Djuanda menyerahkan mandatnya kepada Presiden dengan waktu 5 X 24 jam dan Presiden diminta kembali kepada kedudukan konstitusionalnya.

Ultimatum ini ditolak oleh Pemerintah Pusat, bahkan Ahmad Husein dan kawan-kawannya dipecat dari Angkatan Darat. Pada tanggal 15 Februari 1958 Letkol Ahmad Husein mengumumkan berdirinya Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia di Padang. Pemerintah tersebut membuat Kabinet dengan Syafruddin Prawiranegara sebagai Perdana Menterinya.

3 dari 4 halaman

Diberagus

Apapun, pertentangan ini dianggap pemberontakan oleh pemerintah pusat. Deklarasi dan ultimatum itu dianggap sebagai proklamasi pemerintah tandingan. Kondisi ini disikapi frontal oleh Presiden Soekarno dan kemudian ditumpas dengan pengerahan kekuatan militer terbesar yang pernah tercatat dalam sejarah militer Indonesia.

Serangkaian operasi militer pun dikerahkan, termasuk pasukan yang dipimpin Ahmad Yani dan Ibnu Sutowo, untuk membasmi PRRI/Permesta.

Bulan Mei 1961, gerakan yang disebut pemberontakan itu akhirnya tumpas. Para pemimpinnya ditangkap atau menyerahkan diri. 

Tak hanya menumpas PRRI, Sukarno kala itu juga membubarkan Partai Masyumi. Partai politik berhaluan kanan ini diberangus karena dituding terlibat PRRI, dan Syafruddin Prawiranegara merupakan salah satu petingginya. Namun, Presiden Sukarno memutuskan untuk mengampuni mereka, termasuk Syafruddin Prawiranegara.

Peristiwa ini menyebabkan eksodus besar-besaran suku Minangkabau ke daerah lain. Menurut catatan Dr. Mochtar Naim dalam bukunya, Merantau: Pola Migrasi Suku Minangkabau (1984), sebelum terjadinya peristiwa PRRI, jumlah orang Minang di Jakarta diperkirakan kurang dari seratus ribu orang, namun setelah peristiwa tersebut, jumlahnya meningkat menjadi beberapa ratus ribu.

Bahkan menurut perkiraan Gubernur Jakarta pada tahun 1971 sudah terdapat sekitar setengah juta orang Minang di Jakarta.

Selain itu juga menimbulkan efek psikologis yang besar pada sebagian besar masyarakat Minangkabau masa tersebut, yaitu melekatnya stigma pemberontak.

Padahal kawasan Minangkabau sejak zaman Belanda termasuk kawasan yang gigih menentang kolonial serta kawasan Indonesia yang setia dan banyak melahirkan pemimpin-pemimpin nasionalis yang penting selama masa prakemerdekaan.

Sampai hari ini para pelaku peristiwa PRRI tetap menolak dianggap sebagai pemberontak atas tindakan yang mereka lakukan.

4 dari 4 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Rumah Sakit di Makassar Siapkan Ruang Kejiwaan untuk Caleg Gagal

Makassar – Rumah Sakit Haji Makassar menyiapkan ruang khusus untuk caleg gagal pada Pileg 2019. Ruang kejiwaan itu dikhususkan bagi caleg gagal yang mengalami gangguan mental dan kejiwaan.

“Ada kami siapkan ruangan khusus bagi (caleg gagal) yang mengalami gangguan kejiwaan. Rumah sakit siap menampung caleg gagal dan mengalami depresi,” kata Humas Rumah Sakit Haji Makassar, Muhsin saat dikonfirmasi di Makassar, Kamis (14/2/2019).

Muhsin mengungkapkan, caleg yang gagal sangat mungkin terkena gangguan psikologis atau gangguan kejiwaan lainnya karena kalah di Pileg 2019.

Ruangan kejiwaan itu dapat menampung belasan caleg gagal. Mereka yang masuk ruang kejiwaan akan ditangani khusus oleh tim psikiater, untuk menormalkan kembali kejiwaannya.

“Ada psikiater kami siapkan. Mereka akan ditangani dengan baik, ada timnya,” jelasnya.

Untuk membuka layanan ruangan kejiwaan, Rumah Sakit Haji Makassar sendiri membuka layanan BPJS dan umum bagi para caleg gagal. Layanan ini dibuka secara 24 jam bagi para pasien gangguan kejiwaan.

“Ada kartu BPJS ada layanan umum juga. Ya kendalanya karena mereka biasa masuk malu dan tak mau bilang caleg, nanti belakangan baru ngaku kalau dia Caleg,” paparnya.
(nvl/nvl)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Klarifikasi Foto Dua Jari Hakim Senior: Itu Pose ‘L’ alias Lampung

Bandar Lampung – Setelah hakim PN Jakpus, foto pose dua jari hakim senior juga meramaikan lini massa. Foto para hakim senior itu dilakukan di Bandar Lampung, Lampung. Apa maksudnya?

“Termasuk ketika acara Direktorat Jenderal Badan Peradilan Umum MA RI di Lampung, Dr Herry Swantoro SH MH melakukan pose L sebagai Lampung bersama para Ketua PT se-Indonesia. Banyak warga Pengadilan di berbagai daerah sempat menanyakan maksud pose dua jari jempol dan telunjuk yang diacungkan itu. Kemudian warga pengadilan Lampung memberi pengertian bahwa simbol L adalah Lampung. Kemudian delegasi pengadilan daerah-daerah itu membawa oleh-oleh di memorinya L dengan mengacungkan jempol dan telunjuk adalah Lampung,” kata Ketua PN Gunungsugih, Lampung, Syamsul Arief kepada detikcom, Rabu (13/2/2019).

Berikut penjelasan lengkap Syamsul, salah satu orang yang ikut foto pose L itu:

Hakim itu punya hak politik untuk dipilih dan memilih. Silahkan cari aturan hukumnya jika pernyataan ini mau dibantah. Tapi warga pengadilan apalagi hakim tidak boleh menunjukan secara terbuka tendensi pilihan politiknya dalam kontestasi politik. Karena hakim itu dituntut untuk sudah adil sejak pikiran, tindakan apalagi putusannya.

Bagaimana bisa dibaca adil jika hakim sudah condong dan terbuka menunjukan keberpihakan dalam konstetasi politik. Contoh misalnya mendukung terbuka kepada Jokowi kemudian dia menjatuhi hukuman berat kepada terdakwa yang diketahui kemudian adalah pendukung Prabowo.

Mudah untuk dicurigai tidak adil. Selalu akan ada pertanyaan. Selalu akan dihubung-hubungkan. Jadi jika kamu warga pengadilan apalagi hakim tidak boleh sama sekali menunjukan tendensi keberpihakan politikmu dalam konstestasi pilpres saat ini.

Jika selama ini kamu masih gatel menunujukan sikap yang terbuka, berhentilah!

 Klarifikasi Foto Dua Jari Hakim Senior: Itu Pose 'L' alias Lampung

Syukurlah Mahkamah Agung RI sebagai lembaga tertinggi peradilan mengeluarkan aturan melarang warga pengadilan dan hakim untuk menunjukan tendensi keberpihakan politiknya secara terbuka dalam Pilpres saat ini. Aturan tersebut kemudian diteruskan melalui masing-masing Direktorat Jenderal peradilan masing-masing di bawahnya.

Nampaknya Mahkamah Agung menyadari suasana psikologis kontestasi pilpres tanah air saat ini. Masing-masing pendukung Capres demikian militan, memberi dukungan secara emosional bahkan saling ejek dan menyerang.

Bacalah timeline medsos saat ini, tread politik kekinian isinya saling serang head to head pendukung Jokowi versus Pendukung Prabowo. Tentu jika kecenderungan itu dibiarkan bisa menjalar ke dunia peradilan. Maka dibuatlah aturan.

Belakangan, muncul berita yang menampilkan foto-foto warga pengadilan dalam hal ini para Ketua Pengadilan Tinggi seluruh Indonesia yang berkumpul di Lampung dalam rangka penyerahan Penghargaan dan Pembinaan terkait pelaksanaan e-Court memperlihatkan pose ‘L’.

Simbol ‘L’ yang diposekan oleh DirekturJenderal Badan Peradilan Umum DR H herry Swantoro SH MH bersama para Ketua Pengadilan Tinggi se-Indonesia itu dilakukan di depan halaman Kantor Pengadilan Negeri Tanjungkarang. Lalu ada juga pose simbol L itu dilakukan saat penyerahan penghargaan e-court di Novotel Lampung.

Bahkan Dirjen Badilum MA yang rajin datang ke Lampung itu pada akhir Juli 2018 juga melakukan pose simbol L saat pelaksanaan Bakti Sosial operasi katarak gratis oleh Pengadilan Negeri Gunung Sugih bekerjasama dengan Pemkab Lampung Tengah pada bulan Juli 2018. Waktu itu masih jauh dari hingarbingar kontestasi pilpres.

Simbol ‘L’ sebelum viral sebagai kode dukungan pada capres Nomor 2 itu sesungguhnya di Lampung jauh sebelum kehebohan kontestasi Pilpres sudah sangat viral dan dikenal sebagai salam simbolisasi ‘LAMPUNG’.

Masyarakat di Lampung sangat bebas dan nikmat menggunakan kode simbol itu saat selfie atau kumpul fogo bareng dengan teman-teman baik di acara formal maupun informal. Simbol L sudah viral sejak tahun 2015-2016 di Lampung.

Adalah managemen Surat Kabar tertua di Lampung yakni Lampung Post yang mempopulerkannya untuk menujuk L sebagai Lampung. Kemudian Gubernur Lampung M Ridho Ficardo setelah menjadi Gubernur pada Tahun 2015 secara ‘resmi’ menggunakan salam ‘L’ tersebut di acara-acara resmi Pemerintah Provinsi Lampung dalam sekala lokal, nasional maupun internasional.

Maka bisa terlihat foto-foto Ridho Ficardo Gubernur Lampung terlihat berfoto dengan simbol kode L tersebut. Sejak saat itu pose L makin viral dan dipakai olrh masyarakat Lampung di acara-acara resmi maupun tidak resmi.

Demikianlah simbol L itu akhirnya di posekan juga oleh warga Pengadilan di Lampung dalam setiap kegiatannya. Termasuk ketika kegiatan-kegiatan pengadilan di acara nasional yang melibatkan banyak tamu dari berbagai daerah.

Termasuk ketika acara Direktorat Jenderal Badan Peradilan Umum MA RI di Lampung, Dr Herry Swantoro SH MH melakukan pose L sebagai Lampung bersama para Ketua PT se-Indonesia.

Banyak warga Pengadilan diberbagai daerah sempat menanyakan maksud pose dua jari jempol dan telunjuk yang diacungkan itu. Kemudian warga pengadilan Lampung memberi pengertian bahwa simbol L adalah Lampung. Kemudian delegasi pengadilan daerah-daerah itu membawa oleh-oleh di memorinya L dengan mengacungkan jempol dan telunjuk adalah Lampung.

Tapi sayang kini simbol L itu sudah terlanjur diambil oleh simbol jari jempol dan telunjuk yang diacungkan sebagai simbol angka 2 menunjuk pada capres nomor urut 2.

Masyarakat Lampung harusnya kecewa karena simbol L nya sudah tidak lagi bebas diekspresikannya.

(asp/ear)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Soal Video Murid Tantang Guru, KPAI Soroti Kurangnya Pembinaan Karakter

Jakarta – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) merasa prihatin atas sikap murid di sebuah SMP di Gresik, Jatim menantang gurunya yang videonya viral di media sosial. KPAI menyoroti kurangnya pembinaan karakter terhadap murid.

“Kemungkinan ada dua faktor yang menyebabkan kejadian murid melakukan kekerasan terhadap guru di salah satu SMP di Gresik tersebut, yaitu faktor pertama disebabkan karakter siswa yang kurang terbina dengan baik di rumah maupun sekolah,” kata Komisioner KPAI Bidang Pendidikan Retno Listyarti kepada detikcom, Minggu (10/2/2019).

Menurut Retno, pola asuhan di rumah memiliki pengaruh kuat terhadap sikap anak. Retno juga menduga, anak tersebut sudah kecanduan game online.

“Bisa juga karena siswa sudah kecanduan game online yang mengandung unsur kekerasan misalnya, sehingga anak jadi tidak bisa membedakan antara perilaku di dunia maya dengan di dunia nyata,” katanya.

“Terkait factor pertama ini, tentu saja dibutuhkan assessment psikologis terhadap ananda untuk mencari faktor penyebab yang bersangkutan berperilaku agresif seperti dalam video tersebut,” sambungnya.

Faktor kedua, bisa muncul dari guru itu sendiri. Menurut Retno, guru yang kurang kreatif dalam mengajar bisa memengaruhi suasana dalam kegiatan belajar-mengajar.

“Bisa saja berasal dari gurunya, seperti rendahnya kompetensi paedagogik guru, terutama dalam penguasaan di kelas serta dalam menciptakan suasana belajar yang kreatif, menyenangkan dan menantang kreativitas serta minat siswa,” katanya.

Manajemen penguasaan kelas di antaranya adalah bagaimana guru dapat mengatasi kelasnya dengan karakter siswa yang bermacam-macam. Kemampuan manajemen penmguasaan kelas perlu di latih dan hal ini merupakan tanggungjawab Dinas Pendidikan dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud).

KPAI telah menerima banyak kiriman video tersebut. KPAI juga telah mencermati perlakuan murid yang bersikap tidak sopan kepada muridnya itu.

“KPAI menyampaikan keprihatinan atas sikap dan perilaku siswa yang mencerminkan ketidaksatunan dan tidak semestinya seorang siswa bersikap demikian pada gurunya, apalagi sang guru tampaknya hanya menegur, bukan berteriak membentak apalagi memukul. Teguran sang guru pasti ada alasannya, sebagai pendidik, mungkin sang guru ingin menegur dalam rangka mendisiplinkan siswa yang bersangkutan,” paparnya.

Lebih jauh, KPAI juga telah mendapat informasi dari pihak Disdik Kabupaten Gresik bahwa sudah ada tindakan yang dilakukan terkait beredarnya video tersebut. KPAI mengapresiasi tindakan cepat yang dilakukan oleh Disdik Gresik itu.

“Info dari pihak Dinas Pendidikan kabupaten Gresik, bahwa Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik dan jajarannya, siang ini akan melakukan pertemuan tertutup dengan pihak-pihak terkait, termasuk sekolah dan orangtua siswa,” tuturnya.

KPAI berharap ada evaluasi lebih mendalam agar kejadian serupa tidak terjadi lagi.

“KPAI berharap ada evaluasi dan pembenahan ke depannya, tidak fokus menghukum pihak yang dianggap salah, namun mengedepankan pembinaan, baik terhadap siswa maupun sekolahnya. Anak tentunya wajib belajar dari kesalahannya, namun anak juga harus diberi kesempatan memperbaiki diri,” lanjutnya.
(mei/nvl)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>