Top 3 Berita Hari Ini: Liburan Bareng Pacar, Ini 6 Potret Cantik dan Seksi Angel Karamoy di Maldives

Liputan6.com, Jakarta – Top 3 Berita Hari Ini mengulas berita tentang sederet potret seksi dan cantik Angel Karamoy saat liburan ke Kepulauan Maldives atau Maladewa. Potret-potret tersebut diabadikan oleh sang kekasih, sutradara senior Jose Poernomo.

Selain dikunjungi Angel Karamoy, Maldives menjadi salah satu destinasi wisata pantai yang menarik banyak pengunjung. Negara kepulauan ini terletak di barat daya Sri Lanka.

Lalu, makanan yang legendaris di era 90-an tak kalah menjadi sorotan. Makanan ini seperti mengajak penikmatnya bernostalgia pada masa-masa saat dahulu bersama orang-orang terkasih.

Tak hanya itu, makanan ini juga kerap dibawa ke sekolah atau saat rekreasi. Dijamin, ketika mendengar nama makanan ini, Anda benar-benar mengenang masa seru dahulu.

Lalu, ada pula sederet nama Puteri Indonesia yang menjadi buah bibir karena berbagai kasus. Satu di antaranya adalah kasus prostitusi online yang menyeret dua nama finalis Puteri Indonesia.

Keduanya berinisial FG dan ML. Menjadi sorotan publik karena asus prostitusi online, Yayasan Puteri Indonesia (YPI) buka suara dan menyampaikan status keduanya.

Ketiga berita tersebut terangkum lengkap dalam Top 3 Berita Hari Ini. Yuk, simak rangkuman selengkapnya berikut ini.

Liburan Bareng Pacar, Simak 6 Potret Cantik dan Seksi Angel Karamoy di Maldives

Angel Karamoy menghabiskan waktu senggangnya dengan berlibur di di Kepulauan Maldives atau Maladewa. Deretan potret seksi dan cantiknya pun diunggah melalui akun Instagram pribadi.

Ternyata, potret itu merupakan hasil jepretan sang kekasih yang tidak lain adalah sutradara senior Jose Poernomo. Mereka pun mengabadikan keindahan pantai yang super cantik.

Selanjutnya…

6 Snack Legendaris Makanan Anak Tahun 90-an

Banyak hal yang dapat membangkitkan kenangan di masa lalu. Satu di antaranya adalah makanan-makanan legendaris saat era 90-an dan jadi sarana yang tepat untuk bernostalgia.

Biasanya, makanan-makanan tersebut menemani kegiatan sehari-hari, baik di rumah ataupun sekolah. Semakin seru jika disantap bersama orang-orang terkasih ketika berkumpul.

Selanjutnya…

Sederet Nama Puteri Indonesia dalam Berbagai Kasus yang Jadi Buah Bibir

Kasus prostitusi online kembali terjadi dan menjadi sorotan publik. Tak hanya itu, kasus tersebut menyeret dua nama finalis Puteri Indonesia. Keduanya berinisial FG dan ML.

Ramainya perbincangan kasus prostitusi online di masyarakat, Yayasan Puteri Indonesia (YPI) pun tak tinggal diam dan mengklarifikasi mengenai status yang disandang keduanya.

Selanjutnya…

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Vanessa Angel dan Fakta Baru yang Bisa Menyeretnya jadi Tersangka

Surabaya – Untuk pertama kalinya, Vanessa Angel kembali mendatangi Polda Jatim usai tertangkap basah terlibat dalam prostitusi online beberapa waktu lalu.

Vanessa tiba di Polda Jatim sekitar pukul 10.00 WIB, Senin (14/1/2019) bersama kuasa hukum dan manajernya. Ia langsung menuju Subdit V Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Jatim.

Saat tiba, Vanessa tak banyak bicara. Namun menurut keterangan polisi, wanita berusia 27 tahun itu tengah memenuhi wajib lapor dan menjalani pemeriksaan lanjutan.

“Iya (wajib lapor), diperiksa juga,” kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera.

Wajib Lapor, Vanessa Angel Kembali Datangi Polda Jatim

Setelah kurang lebih 9 jam berlalu, pemeriksaan lanjutan terhadap Vanessa akhirnya selesai digelar. Ia terpantau keluar dari ruang pemeriksaan pada pukul 19.00 WIB. Namun di sela pemeriksaan, Vanessa sempat keluar ruangan dan menuju bank untuk meminta rekening korannya.

Usai diperiksa, hanya senyum tipis yang menemani Vanessa. Kepada awak media, Vanessa mengaku menyerahkan seluruhnya pada penyidik dan kuasa hukumnya.

“Tadi saya udah diperiksa, selebihnya saya serahkan ke penyidik, dan selebihnya menyerahkan ke kuasa hukum saya,” ujar Vanessa.

Dari hasil pemeriksaan, status Vanessa yang semula masih saksi korban bisa saja dinaikkan menjadi tersangka. Polisi beralasan ada beberapa unsur yang dianggap dapat memberatkan Vanessa nantinya.

“Potensi yang memberatkan bakal menjadi tersangka bahwa kegiatan ini melibatkan yang bersangkutan secara aktif, mengupload foto dan gambarnya secara aktif, melakukan chatting tidak sesuai etika dan kesusilaan, yang ketiga yang bersangkutan tidak melakukannya satu dua kali, tapi banyak kali,” ungkap Barung.

Ditambahkan Direskrimsus Polda Jatim Kombes Pol Akhmad Yusep Gunawan, hal ini juga diperkuat dengan hasil pantauan polisi terhadap rekening pribadi Vanessa.

“Yang jelas kami memandang bahwa dari transaksi keuangan yang sedang kita dalami dan keterlibatan dari aksi bisnis prostitusi online ini bahwa VA cukup terlibat, berperan dalam peristiwa ini, dan ini yang akan kami kuatkan dan dalami,” papar Yusep.

Kendati demikian, status Vanessa itu baru dapat ditetapkan setelah gelar perkara yang rencananya akan dilakukan pada hari Selasa (15/1).

“Mungkin besok lah, besok kita tunggu hasil dari kita gelar dulu,” katanya.

Sedangkan terkait 6 artis yang diduga kuat keterlibatannya dalam jaringan prostitusi ini, Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan mengaku baru dua artis yang menerima surat pemanggilan dari polisi.

Yusep mengungkapkan dua artis yang dimaksud adalah yang berinisial RF dan FG. Mereka dijadwalkan akan hadir pada hari Kamis (17/1) nanti.

“Yang sudah konfirmasi soal pemanggilan 6 artis adalah inisial RF dan FG. Keluarganya menyampaikan akan hadir hari Kamis dan bahkan akan mengantarkan langsung sampai Polda Jatim,” ungkap Yusep.

Namun untuk artis-artis yang belum menerima surat pemanggilan polisi, polisi telah bekerjasama dengan pihak manajemen artis yang bersangkutan. Hal ini untuk mengantisipasi bilamana artis tersebut akan berpindah manajemen atau melarikan diri.

“Kita akan terus, akan komunikasi dengan pihak manajernya. Mungkin pihak manajemennya dengan berusaha mencari mungkin alamatnya, mereka belum berpindah,” paparnya.
(lll/iwd)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Dapat Order dari 2 Pria di Singapura, Tarif Artis VA Tetap Rp 80 Juta

Liputan6.com, Jakarta – Artis VA, bintang Film Televisi (FTV) yang terlibat prostitusi online di Surabaya, ternyata juga pernah mendapatkan order dari dua lelaki di negara Singapura.

“VA difasilitasi enam muncikari saat dapat order di Singapura, termasuk muncikari ES dan T,” ujar Ditreskrimsus Polda Jatim Kombes Pol Ahmad Yusep Gunawan di Mapolda Jatim, Senin (14/1/2019) menjelaskan perihal muncikari artis VA.

Yusep menuturkan, penemuan baru tersebut didapat dari hasil pembuktian rekam jejak digital sinkronisasi dari percakapan artis VA dengan muncikari T dan ES.

“Data digital forensik sinkronisasi alibi fokus dari VA, muncikari ES dan muncikari T melalui chatting, rekening keuangan, dan tempat, VA dua kali menerima order di Singapura,” kata Yusep.

2 dari 4 halaman

Penghubung

Yusep mengatakan, selain mendapat order di Singapura, VA juga menerima order di Jakarta dan Surabaya. “Terima order di Singapura tarifnya sama saja dengan tarif di Jakarta dan Surabaya. Tarifnya Rp 80 juta,” ucap Yusep.

“Dari muncikari T nominalnya Rp 80 juta kemudian didistribusikan ke muncikari lainnya sebagai penghubung hingga sampai ke VA sebagai penerima order,” ujar Yusep.

Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Jatim telah melakukan penangkapan artis inisial VA dan model majalah dewasa AS pada pukul 12.30 WIB, di salah satu hotel di Surabaya Jawa Timur, Sabtu (5/1/2019).

Dengan memasang tarif Rp 80 juta, VA diciduk di kamar Hotel di Surabaya, saat sedang melayani pelanggannya. Sedangkan artis AS mematok harga Rp 25 juta.

3 dari 4 halaman

Pengusaha

Kasubdit Syber Ditreskrimsus Polda Jatim AKBP Harisandi mengatakan, pria yang memesan VA adalah seorang pengusaha. Namun, ia enggan menyebutkan secara rinci soal pria yang dimaksud. “Ia pengusaha (yang memesan),” tutur Harisandi di Mapolda Jatim, Sabtu (5/1/2019) malam.

Wadir Reskrimsus Polda Jatim AKBP Arman Asmara Syarifuddin mengungkapkan, dua artis VA dan AS diciduk di dua kamar Hotel di Surabaya. Mereka terlihat sedang melayani pelanggannya. “Berbeda kamarnya, di salah satu hotel di Surabaya, sedang berhubungan badan. Ini masih proses penyidikan,” tutur Arman.

Arman mengatakan bahwa dalam penyelidikan oleh anggota Subdit Cyber Ditreskrimsus, tarif yang diterima kedua artis berbeda. Satu artis tarifnya Rp 80 juta, sedangkan satunya Rp 25 juta. “Ini sudah kami penyelidikan satu bulan, artis bolak-balik Jakarta-Surabaya,” kata Arman.

4 dari 4 halaman

Informasi Masyarakat

Arman juga menyebut bahwa yang digelandang ke Polda Jatim ada 6 orang. “Ya tadi kami on the spot (TKP) mengamankan empat orang saksi, dua artis, dua manajemen, satu tersangka yang diduga melaksanakan transaksi elektronik prostitusi,” ucap Arman.

Arman menegaskan, kasus ini bisa dibongkar bermula dari informasi masyarakat bahwa ada kegiatan transaksi prostitusi di wilayah hukum Polda Jatim. Transaksi prostitusi itu dilakukan oleh dua orang sementara sebagai korban dan ada empat saksi sementara satu muncikari. “Setelah itu, melakukan penyelidikan melalui media sosial,” ujar Arman.

Vanessa Angel Ada di Bawah Naungan Enam Muncikari

Surabaya – Dari hasil pendalaman yang dilakukan polisi, makin banyak fakta yang terkuak terkait prostitusi online yang melibatkan sejumlah artis, termasuk Vanessa Angel.

Setelah disebut bertarif Rp 80 juta dan berulang kali menerima order dan transfer dari jasa prostitusi yang diberikan, Vanessa belakangan juga diketahui ‘beroperasi’ di bawah naungan enam muncikari.

Seperti pernyataan Direskrimsus Polda Jatim Kombes Pol Akhmad Yusep Gunawan sebelumnya, Vanessa terlibat dalam prostitusi online sebanyak 15 kali.


Namun ternyata dalam 9 dari 15 kali transaksi tersebut, Vanessa difasilitasi oleh enam muncikari.

“Dari sembilan keterlibatan aksi prostitusi ini, VA ini difasilitasi oleh enam muncikari,” kata Yusep saat rilis di Mapolda Jatim, Senin (14/1/2019).

Ditambahkan Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan, dari 15 kali transaksi yang dilakukan Vanessa, sembilan di antaranya berlangsung di sejumlah tempat. Namun polisi hanya menyebut tiga kota, yaitu Singapura, Jakarta dan Surabaya.

“Ini didalami nanti hasilnya menentukan hasil daripada si VA karena hasil dari pendalaman ada 9 yang langsung dari 15 itu. Di Singapura dua kali, Jakarta enam kali Surabaya 1 kali,” ujar Luki.
(lll/lll)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Polda Jatim: Artis VA 9 Kali Terima Order di Jakarta, Surabaya, dan Singapura

Liputan6.com, Jakarta – Tim digital forensik Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur (Jatim) menemukan bukti baru hasil dari rekam jejak digital sinkronisasi dari percakapan artis VA dan dua muncikari T dan ES.

“VA dua kali menerima order di Singapura, 6 kali di Jakarta dan satu kali di Surabaya. Jadi sudah terbuka 9 kali order dari 15 kali order,” tutur Dirreskrimsus Polda Jatim Kombes Pol Ahmad Yusep Gunawan di Mapolda Jatim, Senin (14/1/2019).

Yusep menegaskan, bahwa selama 9 kali terma order tersebut, artis VA dijual oleh enam mucikari.

“Saat ini kami masih menangkap dua mucikari yaitu T dan ES, sementara sisanya yang empat orang masih DPO dan semoga segera ketangkap,” ujarnya.

Sebelumnya, Subdit Crime Ditreskrimsus Polda Jatim terus mengembangkan kasus prostitusi online artis VA dan AS. Berdasarkan hasil penelusuran yang dilakukan polisi, rupanya omzet dari transaksi prostitusi online ini menembus Rp 2,8 miliar pertahun.

Dalam kasus tersebut Polda Jatim menahan dua tersangka yang bertindak sebagai muncikari yakni TN (28) dan ES (37). Rekening dari kedua tersangka ini sudah diblokir oleh petugas untuk mengetahui dari mana dana yang masuk, lalu dana itu keluar kemana. 

“Untuk menguatkan prostitusi online ini besar, penyidik mengambil data rekening koran dari tersangka. Ternyata transaksinya cukup besar Rp 2,8 miliar pertahun. Data itu dari perbankan,” tutur Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan, Kamis (10/1/2019). 

Polda Jatim akan terus kembangkan kasus prostitusi online yang melibatkan artis dan model majalah dewasa. Sehingga praktek prostitusi online bisa diungkap sampai tuntas.

2 dari 2 halaman

Telisik Rekening

Akhmad Yusep Gunawan menambahkan bahwa pihaknya bekerjasama dengan bank untuk menelisik data digital berupa rekening koran dari mucikari ES.

Dari fakta otentik itulah artis VA yang sudah diperiksa sebagai saksi selama 1×24 jam itu terbukti menerima tranfer dari mucikari ES.

“Dari rekening koran untuk inisial saksi VA ini telah mendapat kiriman transfer sebanyak 15 kali dari mucikari ES,” kata Yusep.

Yusep mengatakan, dari cacatan rekening koran yang bersangkutan artis VA telah mentranfer sebanyak delapan kali ke rekening muncikari ES. Artis VA menerima transfer dari muncikari ES selama satu tahun mulai dari 1 januari 2018 hingga 5 januari 2019.

Dari kedua tersangka mucikari itu akhirnya terbongkar prostitusi online terselubung yang diduga melibatkan 45 artis dan 100 model cantik.

“Inilah yang kami akan dalami peruntukkan tranfer muncikari ke VA,” ujar Yusep. 


Saksikan video pilihan di bawah ini:

Aura Kasih Hamil Anak Pertama, Ammar Zoni-Irish Bella Resmi Tunangan

Jakarta

Pemberitaan detikHOT diramaikan dengan kabar Aura Kasih yang hamil anak pertama. Ada juga Ustad Arifin Ilham yang kesehatannya kembali menurun.

Berikut selengkapnya 5 Berita Terpopuler Minggu Ini:

1. Kabar Bahagia! Aura Kasih Hamil Anak Pertama

Aura Kasih Hamil Anak Pertama, Ammar Zoni-Irish Bella Resmi TunanganFoto: Instagram

Kabar bahagia kali ini datang dari Aura Kasih. Setelah menikah September 2018 di Bangkok, kini Aura Kasih, tengah mengandung anak pertamanya.

Hal tersebut dibagikan Aura dalam Instagram Storiesnya.

“Berita bahagia kehamilan saya harus dibagikan ke public…,” tulisnya dalam Instagram Storiesnya dilihat detikHOT, Kamis (10/1/2019).

2. Polisi Ungkap Nama Artis yang Diduga Terlibat Prostitusi

Aura Kasih Hamil Anak Pertama, Ammar Zoni-Irish Bella Resmi TunanganFoto: Hilda Meilisa Rinanda

Polisi mengungkap beberapa nama artis yang diduga terlibat dalam prostitusi online artis. Keenamnya akan dipanggil mulai minggu depan.

“Karena ini sudah kita panggil. Tadi menyampaikan Kapolda sudah memanggil 6 orang lagi, jadi kita surat panggilan ini sifatnya adalah memanggil seseorang dengan identitas seseorang nama seseorang,” kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera saat rilis di Mapolda Jatim Jalan Ahmad Yani Surabaya, Jumat (11/1/2019).

Siapa saja?

“Ini yang pertama adalah ML itu Maulia Lestari. Kemudian BS itu Baby Shu. Fatya Ginanjarsari, kemudian Riri Febianti, Aldira Chena kemudian Tiara Permata Sari,” papar Barung.

3. Vicky Prasetyo Resmi Cerai dari Angel Lelga!

Aura Kasih Hamil Anak Pertama, Ammar Zoni-Irish Bella Resmi TunanganFoto: Pool/Noel/DetikFoto.

Vicky Prasetyo dinyatakan telah resmi bercerai dengan artis Angel Lelga pada hari ini. Persidangan perceraiannya itu dilakukan di Pengadilan Agama Jakarta Selatan.

“Ya alhamdullilah tadi sudah diputuskan ketuk palu sah maksudnya putusan sudah dibacakan sama ketua majelis putusannya. Ya sudah sah menurut agama dan negara,” ujar Vicky.

Dalam proses perceraiannya, Vicky menceritakan bahwa dia mengingat saat masih melakukan ijab kabul pada pernikahannya dengan Angel Lelga 1 tahun yang lalu.

4. Sebelum ke Malaysia, Ustad Arifin Ilham Titip Pesan Ini ke Anak

Aura Kasih Hamil Anak Pertama, Ammar Zoni-Irish Bella Resmi TunanganFoto: Rachman Haryanto

Putra Ustad Arifin Ilham, Muhammad Alvin mengungkapkan sang ayah menitipkan pesan ke dirinya sebelum dirawat di Malaysia. Apa isi pesannya?

Alvin mengatakan, Arifin meminta dirinya untuk mempublikasikan dokumentasi sewaktu dirinya dijenguk oleh para ulama.

“Ada cerita di balik postingan terbaru di atas. Sehari sebelum ke Malaysia, saya yang temenin abi seharian,” kata Alvin di Instagram Stories, Jumat (11/1/2019).

5. Soal Hubungan dengan Irish Bella, Ammar Zoni: Ini Settingan Allah

Aura Kasih Hamil Anak Pertama, Ammar Zoni-Irish Bella Resmi TunanganFoto: (Noel/detikHOT)

Keputusan Ammar Zoni untuk melamar Irish Bella mengundang banyak pertanyaan, karena mereka belum lama ini mengumumkan kedekatannya yakni di awal tahun 2019 ini.

Lantas kapan sebenarnya mereka mulai dekat?

“Kenal sudah lama, sekedar kenal. Siapa nggak tahu Irish Bella. Tapi untuk ngobrol yang benar-benar itu 1 Desember,” ujar Ammar Zoni saat ditemui di lokasi syuting di kawasan Cimanggis, Depok, Jawa Barat pada Minggu (13/1).

(dal/ken)

Photo Gallery

1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20

Dinar Candy Akui Bisa Dapat Rp80 Juta Dalam 2 Jam

Liputan6.com, Jakarta – Punya tubuh seksi dan menggoda, DJ Dinar Candy kerap bersinggungan dengan praktek prostitusi. Semisal, ia pernah ditawari macam-macam oleh pria dengan usia lebih tua darinya.

Dinar Candy pun dengan tegas menolak tawaran tersebut. Karena itu, ia terheran-heran dengan ditangkapnya artis VA dan beberapa model seksi yang terjerat kasus prostitusi online.

Apalagi, dikatakan Dinar Candy, tarif senilai Rp80 juta yang kabarnya dibayarkan untuk memesan jasa artis VA, dinilai terlalu rendah untuk ukuran artis.

“Terlalu murah lah kalo artis cuma segitu. Ya harusnya ratusan lah masa segitu doang?,” kata Dinar Candy saat ditemui di kawasan Jalan Kapten Pierre Tendean, Jakarta Selatan, baru-baru ini.



2 dari 3 halaman

Dua Jam Hasilkan Rp80 Juta

Dinar Candy mengatakan, hanya dengan bekerja sebagai DJ selama dua jam, ia sudah mendapatkan uang Rp80 juta dengan mudah. 

“Aku nge-DJ 2 jam sudah dapat segitu,” dia mengungkapkan.

“Kalau Dinar sih kaya gitu karena kan apapun skill yang di dalam diri kita. Kalau kita tekunin akan menghasilkan lebih dari sugar daddy kasih ke lo gitu. Karena memang banyak temen-temen Dinar yang melakukan seperti itu sekitar 3,4 sampai 5 tahun yang lalu. Dinar membuktikan ke mereka: ‘jadi gue memutar otak gimana caranya bisa dapat uang banyak tapi dari hasil aku’,” kata Dinar Candy.









3 dari 3 halaman

Status Menjemput Rezeki

Dinar Candy adalah salah satu artis Indonesia yang dikenal berkat tubuh indahnya. Wanita yang berprofesi sebagai seorang DJ ini pun baru-baru ini jadi bahan perbincangan gara-gara membuat caption ‘menjemput rejeki di Bali’.

Seperti diketahui, caption Instagram itu memang sedang hits saat ini setelah artis VA terciduk kasus prostitusi online.

Soal status di media sosialnya itu, Dinar Candy merasa tak bersalah karena dia hanya bercanda dan tidak bermaksud menyindir. Ia pun tak merasa takut diserang oleh fans dan penggemar artis VA. (Kapanlagi.com/ Rahmi Safitri)

Keluarga Tak Terima Uang dari Vanessa Angel

JakartaVanessa Angel sempat dikabarkan menjadi tulang punggung keluarga. Namun hal tersebut dibantah oleh sang nenek, Rosindah.

Dia menyebut keluarga tidak menerima uang dari Vanessa.

“Nggak. Bapaknya, saya nggak pernah terima duit dari dia,” ujar Rosindah dalam tayangan Silet, Minggu (13/1/2019).

Tak cuma itu, Rosindah mengungkapkan ketika hari raya Idul Fitri, dirinya mendapat uang sekitar Rp 200 ribu dari Vanessa. Setelah itu, dia tak pernah menerima uang.

“Lebaran juga saya cuma terima paling Rp 200 ribu,” katanya.

Rosindah mengungkapkan sosok Vanessa sendiri memang jauh dari keluarga. Dirinya memutuskan pergi dari rumah karena hubungan bersama pacar tak disetujui.

“Baik sih dia anaknya. Nurut kalau dulu. Tapi memang sudah lama nggak tinggal di sini waktu pertama pacaran orangtuanya nggak setuju. Semenjak itu dia lepas dari rumah,” ujar Rosindah.

Vanessa Angel jadi perbincangan setelah diciduk polisi dalam kasus dugaan prostitusi online pada Sabtu (5/1) lalu. Dirinya bakal menjalani pemeriksaan kembali di Polda Jatim pekan depan.

Tonton video ‘Dengarkan Lagu Menjemput Rezeki yang Viral karena Vanessa Angel’:

[Gambas:Video 20detik]

(nkn/dal)

Photo Gallery

1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20

Tapak Hitam Kupu-Kupu Malam di Serambi Aceh

Liputan6.com, Aceh – MH merutuk temannya karena salah memberitahu arah seperti yang tertera di GPS. Hampir satu jam berkeliling tanpa tujuan, dari satu jalan ke satu lorong, sementara jam digital di mobil mendekati angka 12 malam.

S tidak banyak membantu. Dia lebih suka menaikturunkan volume suara MP3 di handphone-nya, mengikuti volume kakofoni omelan dua temannya, AR dan MH, yang dari tadi saling menyalahkan dan saling tunjuk batang hidung.

“Jadi di mobil itu kami bertiga. Satu duduk diam, dengar musik, satu jadi navigator, dan saya mengendarai. Kebetulan itu mobil keluarga,” kata MH kepada Liputan6.com, dalam bincang serius di sebuah acara pernikahan, Jumat 11 Januari 2019, malam.

AR menemukan alamat sebuah losmen di GPS. “Ini yang terakhir,” ujarnya dari dalam mobil kepada S dan MH yang tengah duduk menekur di sebuah kedai dekat trotoar sambil menikmati kepulan demi kepulan asap rokok yang sedari tadi mereka tahan karena di dalam mobil tidak boleh ada bau nikotin.

Setelah memasuki sebuah gang yang gelap, mereka mulai meragukan alamat yang tertulis di GPS. AR semakin curiga melihat sekumpulan wanita mengenakan kaos oblong, bercelana jeans tak berjilbab duduk di teras belakang sebuah rumah toko (ruko) bercat kusam yang berada tepat di sebelah kanan gang.

Di ujung gang terdapat sebuah halaman selebar lapangan tenis penuh rumput dan rongsokan besi mirip kerangka mobil. Dari halaman itu dapat dilihat ujung bangunan ruko yang seolah mencakar langit.

Mobil ditumpangi tiga sahabat yang datang ke Banda Aceh untuk keperluan menemani MH yang tengah mengikuti seleksi CPNS tahun 2018 itu, tiba-tiba berhenti di tengah halaman. Sedan hitam itu tidak bergerak sama sekali karena ada beberapa gundukan tanah dan sampah yang menghalangi laju roda belakang.

“Yang membuat ‘petak’ muka kita itu, karena ada cewek-cewek itu. Mereka tersenyum-senyum, centil. Ada beberapa cowok juga menemani. Hampir sepuluh menit, kita berhadap-hadapan, kami di dalam mobil, mereka diluar. Kami awalnya ‘kekeh’, karena berpikir kaca tidak tembus pandang, baru ingat kaca depan polos,” tutur MH, seraya tertawa.

Setelah berusaha lebih keras, MH yang baru belajar menyetir lima bulan yang lalu akhirnya berhasil mengeluarkan mobil kesayangannya itu ke jalan utama. Dia sempat melihat seorang diantara wanita itu mengerling dengan manja.

Belakangan, seorang penjaja rokok di pinggir jalan terkekeh mengetahui tiga pemuda itu rupanya telah salah alamat. Alamat yang tertera di GPS adalah alamat salah satu losmen tempat biasa PSK mengeksekusi jasa sex dengan para pelanggannya (eksekusex).

“Kalau kalian sanggup boleh. Tapi jangan sampai endak bisa tidur, dengar suara ‘ah, eh, oh’ , dari kamar di sebelah kalian,” MH mengulang sentilan abang penjaja rokok. Saat itu, waktu menjelang pukul 2 pagi.

Setelah singgah dan menanyakan harga penginapan sebuah losmen bertaraf syariah,–karena syaratnya, punya kartu nikah atau tidak membawa pasangan yang bukan muhrim– namun punya harga yang tidak sanggup dipenuhi, mereka terpaksa menginap di balai sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang mereka kenal. Tapi sebenarnya mereka tidak tidur, karena nyamuk dan teror cerita hantu di tempat itu.

“Pokoknya gelilah. Pantesan saya gak lulus CPNS, besoknya. Dikira kita pelanggan. Karena kita naik mobil, dan ada cewek yang cepat-cepat masuk ke kamar, kayak mau bersolek atau benarin kamar, padahal kita salah alamat,” MH mengaku selalu geli mengingat kejadian itu. Dengan nada lawakan, MH mengatakan mereka telah dijebak, oleh Global Positioning System (GPS).

2 dari 3 halaman

Tapak Bisnis ‘Lendir’ di Negeri Syariah

Pengalaman MH dan dua rekannya yang nyasar ke losmen esek-esek di Kota Banda Aceh bukanlah hal mengejutkan. Sekalipun berjuluk Serambi Makkah, dan acap dipandang kaku dengan peraturan syariat, nyatanya Aceh berusaha keras menebas ilalang hitam yang mengotori halaman, bahkan ruang tengah provinsi paling ujung pulau Sumatera tersebut.

Jika di Surabaya dikenal dengan ‘Gang Dolly’, maka di Kota Banda Aceh yang dijuluki dengan Kota Madani juga terdapat gang kecil yang menjadi pusat prostitusi. Gang sempit hanya berukuran 2 meter yang dihimpit pertokoan, menghubungkan antar jalan di kawasan Peunayong itu, dikenal dengan nama ‘Gang Mabok’.

2014 lalu, Gang Mabok masih menjadi lokasi favorit wanita malam yang menjajakan pelayanan seks untuk pria hidung belang. Polisi syariat atau Wilayatul Hisbah (WH) dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) sempat beberapa kali mengamankan perempuan ‘nakal’ dari tempat itu.

Pasca heboh pemberitaan tertangkapnya muncikari dan tujuh PSK pada 2018, tahun lalu, bukan berarti memutus mata rantai dan geliat nakal para ‘kupu-kupu malam’ di Aceh. Mereka tetap ada, sekali pun mengendap-endap, bahkan merayap.

Saat itu, Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol. Trisno Riyanto, mengaku, sudah memetakan lokasi dan wilayah yang sering dijadikan tempat transaksi. “Ini kita masih selidiki,” sebutnya saat menggelar jumpa pers terkait penangkapan germo dan tujuh PSK di salah satu hotel di Aceh Besar, Jumat 23 Maret 2018.

Di tahun yang sama, merebak kabar prostitusi rumahan berhasil di bongkar polisi di Aceh Barat. Lebih miris, ‘bisnis lendir’ ini, melibatkan anak di bawah umur, dengan E dan H, sebagai otak pelaku dibalik bisnis terselubung yang dipusatkan di rumah yang mereka tempati.

Keberadaan para ‘kupu-kupu malam’ di Aceh diperkuat Cut Putri Widya Fonna, F, seorang mahasiswi Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Unsyiah, dalam penelitiannya ‘Gaya Hidup  Pekerja Seks Komersial di Negeri Syariat Kota Banda Aceh’ pada tahun 2017. Selain itu, Muhammad Reza, dari kampus dan tahun yang sama pernah meneliti’ Faktor Pengambilan Keputusan Remaja Putri Sebagai Pekerja Seks Komersial di Kota Lhokseumawe’.

Kedua penelitian ini diterbitkan di website resmi milik universitas. Dalam penelitiannya, Cut Putri Widya Fonna menyebut, interaksi antara PSK di Banda Aceh dan warga sekitar terjalin dengan baik, dimana tidak pernah terjadi pertentangan antar PSK dengan warga setempat.

“Interaksi tersebut lebih kepada individu-individu yaitu saling tidak peduli urusan antara satu dan yang lain, banyak juga tetangga yang tidak mengetahui pekerjaan asli mereka termasuk keluarganya, sehingga seluruh bantuan yang PSK berikan (berupa materi) dengan mudah diterima oleh keluarga,” jelas Cut Putri Widya Fonna di halaman abstrak penelitiannya, seperti ditelusuri Liputan6.com di website kampus, Jum’at, 11 Januari 2019, malam.

Sementara itu, di dalam penelitiannya, Muhammad Reza menyebut, terdapat dua faktor para remaja yang menjadi responden, memutuskan menjadi PSK. Faktor internal meliputi ekonomi, dan faktor eksternal, yaitu, lingkungan dan historis yang melatari kehidupan para responden.

Mengenai bagaimana kehidupan malam dan strategi para PSK menyabung hidup di Kota Syariah, meskipun belum ada data valid, dapat ditelusuri melalui cerita dari sumber yang mengaku pernah bersentuhan dengan ‘hal yang begituan’. Beberapa media maenstream juga pernah menyusuri lorong-lorong yang tersembunyi dari mata orang luar ini.

“Itu rahasia umum ya. Tapi, seperti yang kita bilang tadi, bukan lokalisasi ya. Kan pemerintah melarang. Tapi terselubung, dan hanya menjadi bagian dari dunia hitam kita saja. Prosesnya, ya, pakai aplikasi sejenis socmed itu. Tapi tidak maenstream punya. Rahasialah,” sebut FY (26), seorang wanita, yang mengaku pernah dan masih terjerembab di dunia yang dia sebut ‘dunia hitam’ kepada Liputan6.com, di sebuah kafe di Meulaboh, Jum’at, 11 Januari 2019, menjelang sore.

3 dari 3 halaman

Syariah yang Dipertaruhkan

Hingga saat ini, Wilayatul Hisbah dan Satuan Polisi Pamong Praja masih terus bergerilya dari satu sudut kota ke satu sudut kota. Mereka mengendus, mencari, menelusur, menyisir, dan menggerebek lokasi-lokasi yang diduga menjadi tempat maksiat.

Di balik itu semua, seorang pemerhati sosial, dan mahasiswa akhir Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmi Politik Universitas Teuku Umar (UTU), Ride Wanja, menyayangkan perempuan selalu menjadi sosok yang disalahkan. Padahal, kata dia, bisnis esek-esek, dimana pun itu, ada karena beberapa faktor, terutama ekonomi, dan menjamurnya pelanggan, yang menjadi determinan keberadaan para PSK-PSK tersebut.

“Jangan selalu si penyedia jasa yang disorot. Ini kok ya, kalau kulihat-lihat, dari dulu, kalau esek-esek, yang salah kok perempuan melulu, kok bias gender sih. Itu kalau mabok misalnya, kan pemaboknya yang salah, bukan minumannya yang disorot, bukan pabriknya, kok dalam kasus ini beda ya?” ketus Ride, Jum’at, 11 Januari 2019, malam.

Agak berbeda dengan Ridee, Deni  melihat fenomena PSK dan segenap hiruk pikuk yang mengiringinya di Aceh kiranya menjadi pecutan bagi negeri yang kerap berbangga diri dengan syariat-nya ini. Di sisi lain, konsep moral spiritual perlu diajarkan dengan lebih telaten kepada generasi muda di Aceh.

“Aceh, dengan syar syariatnya ini, hanya akan menjadi kebanggaan semu, jika otak itu masih bisa berpikir dan disusupi bisik-bisik iblis. Harus lebih soft dan mengena kalau mengajarkan. Unsur paksaanya harus diteliti dan setepat mungkin mengena di kepala, jangan malah berontak. Di Aceh, ustaz aja bisa tidak bisa tahan kalau sama lendir,” sinis dia.

Saksikan video pilihan berikut ini: 

Berebut Predikat Korban di Kasus Prostitusi Online Artis VA

Liputan6.com, Jakarta – Menjemput rezeki di Surabaya, artis VA justru dikejutkan oleh penggerebekan yang dilakukan Polda Jawa Timur di kamar hotel tempatnya beraktivitas, Sabtu 5 Januari 2019 siang. Polisi lalu mengembangkan kasus ini dan sejumlah temuan didapat.

Dua muncikari prostitusi ini telah ditetapkan sebagai tersangka. Polisi juga tengah mendalami kemungkinan artis VA menjadi tersangka terkait kasus prostitusi tersebut.

Namun kini, nama-nama yang disebut justru mengaku menjadi korban.

Salah satunya, muncikari ES. Dia merasa menjadi korban dalam kasus prostitusi artis yang melibatkan VA dan AS. Dia pun membeberkan berbagai kejanggalan yang dirasakannya.

Melalui kuasa hukumnya, Franky Desima Waruwu, ES bercerita jika kasus tersebut bermula saat dirinya ditangkap di sebuah hotel di Surabaya pada 5 Januari lalu.

Pertama, sebelum ditangkap ES mengaku bertemu dengan seorang laki-laki di lobi hotel. Meski tak mau menyebut identitas laki-laki yang ditemuinya di lobi hotel, namun ES mengaku mengenalnya.

“Dia (ES), tidak menceritakan apa hubungan pria tersebut dengan kasus (prostitusi) ini,” ujarnya Jumat (11/1/2019) malam pada Merdeka.

Namun, setelah bertemu di lobi hotel, pria itu lalu meminta ES untuk masuk kamar yang telah tersedia. Kurang lebih lima menit setelah masuk kamar, ia pun ditangkap oleh polisi.

Kejanggalan kedua, tambahnya, soal transaksi keuangan, ES mengaku tidak mendapatkan keuntungan apapun dalam kasus ini. Sebab, dalam kasus ini rekeningnya hanya dipinjam oleh artis VA untuk bertransaksi dengan orang yang tak dikenalnya.

“Dia memang mendapatkan transfer sebesar Rp 40 juta. Oleh ES, uang itu ditransfer kembali ke VA sebesar Rp 35 juta. Yang Rp 5 juta katanya untuk biaya mobil. Jadi, rekeningnya itu dipinjam VA,” tambahnya.

Dikonfirmasi soal perputaran uang sebesar Rp 2,7 miliar di rekening ES, Franky menyatakan, uang itu merupakan uang hasil kerja ES sebagai seorang karyawan di perusahaan tambang batubara dan bisnis-bisnis yang dilakukannya bukan dari prostitusi artis.

“Uang itu didapat ES dari gaji dan bonus saat dia bekerja sebagai karyawan di perusahaan batubara,” ungkapnya.

Ilustrasi Pekerja Seks Komersial (PSK). (iStockphoto)

Lantas, bagaimana hubungannya antara ES, VA dengan pria hidung belang bernama Rian, Franky menyatakan, berdasarkan pengakuan ES, ia dengan VA adalah teman. Sedangkan dengan Rian, ia mengaku tidak mengenalnya secara langsung.

Namun Franky menjanjikan, akan terus mengorek keterangan dari ES, terkait dengan sosok Rian.

“Belum dapatkan keterangan sesungguhnya. Tapi akan koordinasi terus agar dapat mengungkapkan siapa betul-betul user tersebut,” ujarnya.

Sebelumnya, artis VA melalui Muhammad Zakir Rasyidin yang saat itu masih menjadi pengacaranya, juga membantah terperangkap dalam bisnis prostitusi.

“Sampai dengan malam ini klien kami masih satu kata, tidak pernah melakukan yang dituduhkan. Makanya itu yang menjadi alasan kenapa alasan kami dibebaskan,” kata dia di Jakarta Selatan, Senin, 7 Januari 2018.

Zakir menjelaskan, kliennya tidak pernah memasang tarif Rp 80 juta. Dia juga menampik kalau VA telah menerima down payment (DP) sebesar 30 persen.

“Tidak ada semua. VA tidak pernah menerimanya. Lagian percakapan negosiasi tidak ada,” ucap dia.

Zakir menjelaskan, kedatangannya kliennya ke Surabaya karena dipanggil oleh Siska, orang yang dituding sebagai muncikari.

“Dia ke sana karena ada panggilan dari saudara Siska untuk mengisi suatu acara. Cuma persoalannya dia berada pada tempat dan waktu yang salah,” jelas dia.

Artis VA merasa dijebak. Menurut Muhammad Zakir Rasyidin, kuasa hukum VA, ia menduga kuat orang yang menjebaknya adalah muncikari berinisial ES.

“Jadi klien kami dijebak. Patut diduga kalau yang menjebaknya itu si muncikari itu. Karena dia yang mengajak VA,” ucap Zakir.

“Yang dia tahu dia diundang secara mendadak, makanya VA bilang ke manajernya ada job mendadak yang langsung ditawarkan kepadanya,” ujar Jane Shalimar, sahabat artis VA, menimpali.

2 dari 3 halaman

Polisi Tetap Lanjutkan Penyidikan

Meski sejumlah pihak yang terkait kasus ini mengaku menjadi korban, Polda Jawa Timur tetap melanjutkan penyidikan kasus ini. Penyidik pun segera memanggil 5 artis lain yang berada dalam jaringan prostitusi online.

Menurut Kapolda Jatim Irjen Luki Hermawan, kelima artis tersebut diduga kuat berada dalam jaringan yang sama dengan VA.

“Iya ada 5 artis yang terindikasi kuat masuk jaringan prostitusi online,” kata Luki kepada Liputan6.com di Jakarta, Kamis (10/1/2019).

Kelima artis tersebut adalah AC, TP, BS yang masuk dalam jaringan muncikari Tantri (TN). Sementara ML dan RF masuk jaringan muncikari Sisca (ES).

“Dalam waktu dekat kelimanya akan kami periksa,” tandas Luki.

Sebelumnya, Polda Jatim mengindikasi ada 45 nama artis yang masuk jaringan prostitusi online. Kasus ini terungkap saat polisi menangkap artis VA saat bertransaksi seksual dengan seorang pengusaha berinisial R.

Polda Jatim menetapkan dua muncikari sebagai tersangka kasus prostitusi online di Surabaya, Jawa Timur. Kasus ini melibatkan artis VA dan model AS.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jatim, Kombes Frans Barung Mangera menuturkan, dua muncikari tersebut berinisial ES dan TM. Keduanya berperan sebagai muncikari asal Jakarta Selatan.

Barung menyatakan artis VA dan AS sebagai korban. ES dan TM sengaja mendatangkan korban ke Kota Pahlawan.

Artis VA dan AS sempat diperiksa 1×24 jam di Gedung Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Jatim. Ke depan, dua artis ini dikenakan wajib lapor.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini: