Terlibat Prostitusi Online, 5 ABG Digerebek Saat Indehoi

Liputan6.com, Kupang – Dua muncikari prostitusi online berhasil ditangkap oleh aparat kepolisian dari Polda Nusa Tenggara Timur. Dua muncikari itu adalah MD alias AB (22) dan YDP alias DD (40), mereka menawarkan Anak Baru Gede (ABG) untuk menjadi pemuas nafsu lelaki hidung belang. 

“Keduanya menawarkan lima orang perempuan muda asal Kota Kupang, melalui aplikasi MiChat,” ungkap Kanit I Subdit IV Renakt, AKP Tatang P Panjaitan, di Mapolda NTT, Kamis, 14 Maret 2019.

Selain mengamankan dua muncikari, aparat kepolisian juga berhasil mengamankan lima ABG yang ditawarkan kepada pria hidung belang oleh muncikari tersebut. Kelimanya adalah HN (18), MWH (22), IML (22), MB (21), dan NP (20).

Kasus prostitusi online ini terungkap setelah aparat kepolisian mendapatkan informasi tentang maraknya prostitusi online di Facebook. Dari informasi itulah kemudian polisi menyelidiki tentang kebenaran prostitusi online itu.

Penyelidikan itu berbuah hasil. Polisi mendapati pria hidung belang yang sedang asyik berhubungan intim dengan salah seorang ABG di sebuah hotel yang berada di Atambua, Kabupaten Belu, Nusa Tengggara Timur.

“Setelah diamankan dan diinterogasi para korban mengaku kalau mereka dijual ke lelaki hidung belang oleh MD dan YDP, yang juga adalah muncikari,” jelas Tatang.

Berdasarkan keterangan para korban itulah polisi kemudian bergerak cepat untuk menangkap dua muncikari prostitusi online tersebut di kediaman mereka di Kota Kupang.

Selain menangkap para pelaku, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti yakni uang tunai sebesar Rp 3,8 juta, tiga telepon genggam, tisu bekas pakai, celana dalam, kondom dalam kemasan dan kondom bekas pakai, serta barang bukti lainnya.

Kedua pelaku, saat ini ditahan di Mapolda NTT, mereka  dijerat dengan Pasal 296 KUHP Junto Pasal 506 KUHP atau Pasal 27 Ayat 1 Junto Pasal 45 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2006 Tentang ITE dengan ancaman hukuman paling lama 6 tahun penjara. 

Saksikan video pilihan menarik berikut:

6 wanita ditangkap di Apartemen Kebagusan City karena diduga terlibat prostitusi online. Selain para wanita, seorang pria yang diduga muncikari juga ikut ditangkap.

Rumah Jung Joon Young Digeledah Terkait Kasus Video Porno dan Prostitusi

Jakarta

Jung Joon Young telah menyelesaikan pemeriksaan pertama terkait kasus video porno pada Jumat (15/3) lalu. Ia diperiksa selama kurang lebih 21 jam.

Dan kini, dikutip dari Allkpop, Sabtu (16/3) kediaman Jung Joon Young digeledah oleh pihak kepolisian. Menurut keterangan pihak berwajib, surat izin penggeledahan dikeluarkan untuk menginvestigasi Jung Joon Young dan salah satu pegawai kelab ‘Burning Sun’, Mr Kim, karena keduanya berada di dalam chatroom KakaoTalk yang sama dengan Seungri.

Mr Kim dituding memasang kamera tersembunyi yang merekam video seks ilegal yang kemudian disebarkan di chatroom.

Sementara itu, kediaman Jung Joon Young digeledah setelah 21 jam dimintai keterangan. Dari hasil penggeledahan tersebut, pihak kepolisian mengambil 3 ponsel lama milik sang musisi untuk diinvestigasi.

Sebelumnya, Jung Joon Young memutuskan untuk cabut dari dunia hiburan setelah terbukti menjadi tersangka kasus peredaran video porno. Dari chatroom yang beredar, ia bahkan menawarkan gadis-gadis kepada teman-teman selebriti yang ada di dalamnya.
(dal/doc)

Photo Gallery

Praktek Prostitusi di Apartemen Kebagusan City, 8 Orang Diamankan

Jakarta – Tiga unit kamar di Apartemen Kebagusan City, Pasar Minggu, Jakarta Selan digerebek. Penggerebekan dilakukan menyusul adanya informasi terkait praktek prostitusi di kamar tersebut.

Kepala Sekuriti Apartemen Kebagusan City Bernard T Wahyu Wiryanata mengatakan, penggerebekan dilakukan secara rutin. Penggerebekan dilakukan di lantai 10, 17 dan 19 apartemen dengan melibatkan tim gabungan dari pengelola apartemen, Polsek Pasar Minggu dan Satpol PP.

“Jadi gini, ini kan mulai marak peredaran narkoba dan prostitusi online di hunian terutama di apartemen. Jadi kita memang rutin melakukan razia, terutama prostitusi online ada beberapa yang di bawah umur sering kita tangkap, termasuk narkoba,” jelas Bernard kepada wartawan di lokasi, Kamis (14/3/2019) malam.

Delapan orang diamankan dari 3 unit kamar, terdiri dari 5 perempuan dan 3 orang laki-laki. Para perempuan yang diduga penjaja seks komersil (PSK) diserahkan ke Sudinsos Jakarta Selatan untuk pembinaan.

“Kalau ada bukti tindak unsur pidana terpenuhi, ada pelaku perdagangan manusia kita serahkan ke Polres. Kalau tidak ada hanya prostitusi online tanpa ada pelaku mucikarinya kita serahkan ke Satpol PP, nanti diserahkan ke dinas sosial,” tuturnya.

Bernard menuturkan, dari 8 orang tersebut, salah satunya seorang laki-laki yang diduga muncikari. Pria ini mengaku membantu teman perempuannya untuk mencari pelanggan.

“Jadi ada satu mucikari. Mengaku memang dari Bandung untuk membantu temennya mencari tamu, memperjualbelikan temen perempuannya itu,” sambungnya.

Muncikari ini memiliki 3 angel. Mereka sengaja datang dari Bandung ke Jakarta untuk melakukan praktek prostitusi di apartemen tersebut.

“Mereka sewa sudah 2 hari di sini dan ada satu memperdagangkan dirinya sendiri sudah 7 bulan di sini tapi belum kedeteksi,” imbuhnya.
(mei/nvl)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Praktik Prostitusi di Apartemen Kebagusan City, 8 Orang Diamankan

Jakarta – Tiga unit kamar di Apartemen Kebagusan City, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, digerebek. Penggerebekan dilakukan setelah adanya informasi terkait praktik prostitusi di kamar tersebut.

Kepala Sekuriti Apartemen Kebagusan City Bernard T Wahyu Wiryanata mengatakan penggerebekan dilakukan secara rutin. Penggerebekan dilakukan di lantai 10, 17, dan 19 apartemen dengan melibatkan tim gabungan dari pengelola apartemen, Polsek Pasar Minggu, dan Satpol PP.

“Jadi begini, ini kan mulai marak peredaran narkoba dan prostitusi online di hunian, terutama di apartemen. Jadi kita memang rutin melakukan razia, terutama prostitusi online ada beberapa yang di bawah umur sering kita tangkap, termasuk narkoba,” jelas Bernard kepada wartawan di lokasi, Kamis (14/3/2019) malam.

Delapan orang diamankan dari 3 unit kamar, terdiri atas 5 perempuan dan 3 laki-laki. Para perempuan yang diduga penjaja seks komersial (PSK) itu diserahkan ke Sudinsos Jakarta Selatan untuk diberi pembinaan.

“Kalau ada bukti tindak unsur pidana terpenuhi, ada pelaku perdagangan manusia, kita serahkan ke Polres. Kalau tidak ada, hanya prostitusi online tanpa ada pelaku muncikarinya, kita serahkan ke Satpol PP. Nanti diserahkan ke Dinas Sosial,” tuturnya.

Bernard menuturkan, dari delapan orang tersebut, salah satunya seorang laki-laki yang diduga muncikari. Pria ini mengaku membantu teman perempuannya mencari pelanggan.

“Jadi ada satu muncikari. Mengaku memang dari Bandung untuk membantu temannya mencari tamu, memperjualbelikan teman perempuannya itu,” sambungnya.

Muncikari ini memiliki tiga angel (sebutan untuk PSK). Mereka sengaja datang dari Bandung ke Jakarta untuk melakukan praktik prostitusi di apartemen tersebut.

“Mereka sewa sudah dua hari di sini dan ada satu memperdagangkan dirinya sendiri sudah 7 bulan di sini tapi belum kedeteksi,” imbuhnya.
(mei/nvl)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Diduga Terlibat Prostitusi Online, 8 Wanita Diamankan dari Apartemen Kebagusan City

Liputan6.com, Jakarta – Pengelola Apartemen Kebagusan City, Jakarta Selatan, melakulan operasi penggerebekan prostitusi online. Dibantu pihak Kelurahan Kebagusan, Babinkamtibnas, dan Polsek Pasar Minggu, tim menangkap 8 pelaku.

Pantauan Liputan6.com, Kamis (14/3/2019), tim gabungan mulai bergerak sekitar pukul 19.00 WIB. Kamar pertama disasar dan diamankan dua perempuan dengan satu pria.

Setelah dibawa ke posko, tim kemudian bergerak ke kamar berikutnya dan mengamankan tiga perempuan dan satu pria yang diduga muncikari.

Satu wanita lagi ditangkap sedang melayani pelanggan di kamar lantai 10 Tower C. Dia mengaku berasal dari Solo dan sudah tujuh bulan menyewa satu unit apartemen tersebut.

Seluruh pelaku prostitusi online itu menawarkan jasa esek-esek lewat aplikasi Wechat dan Twitter. Mereka mematok tarif hingga Rp 1 juta rupiah untuk satu jam.

Kepala Keamaman Apartemen Kebagusan City, Bernard menyampaikan, pihaknya memang rutin melakukan operasi antinarkoba dan prostitusi online. Melalui kamera pengawas atau CCTV, mereka mencatat penghuni dengan gerak-gerik mencurigakan.

“Mereka memperdagangkan sendiri dirinya dengan tarif variatif. Mereka banyak nggak ngaku berapa kalinya tapi dari CCTV, semalam bisa empat kali naikkan laki-laki (ke kamar),” tutur Bernard di lokasi.

Lurah Kebagusan Leo Yudhantara menambahkan, pihaknya mengapresiasi langkah pengelola Apartemen Kebagusan City yang peduli dengan bahayanya narkoba dan prostitusi online.

“Yang dilakukan pengelola luar biasa. Tahu kemajuan perubahan yang tidak online menjadi online. Menjebak melalui sebagai konsumen. Barbuk sudah cukup jelas dan kita akan serahkan ke dinas sosial untuk dilakukan pembinaan,” kata Leo.

BNN Cek Jenis Peluru yang Tembus Dada Akbar Korban Salah Tembak

Palembang – Akbar Putra mengaku sebagai korban salah tembak saat petugas gabungan menggelar razia, tadi malam, di Palembang, Sumatera Selatan. BNN akan mengecek jenis peluru yang bersarang di dada akbar.

“Kami memang melepas tembakan saat razia tadi malam. Tapi itu pun tembakan peringatan,” terang Kapala BNN Sumsel, Brigjen Pol Jhon Turman Panjaitan saat dikonfirmasi, Jumat (1/3/2019).

Lebih lanjut, Jhon Turman menyebut jika tembakan dilepas karena petugas sudah terdesak. Mereka diserang dan dilempar batu oleh sekelompok pemuda di lokasi Jalan Teratai, Sukarame. Petugas BNN Sumatera Selatan terpaksa melepas tembakan karena tim diserang dan dilempari batu.

“Kami sama Satpol PP baru mau masuk aja udah diserang, dilempari batu sama kayu. Saya juga ada di lokasi memimpin langsung. Usia mereka masih muda, ya antara 16-20 tahun,” kata Jhon.

“Saya pikir kalau ditembak ke depan pasti selesai. Akhinya tembakan peringatan ke atas sambil kami pun mundur, nggak ada cara lain selain mundur,” katanya.

Meskipun begitu, Jhon menganggap wajar ada warga yang tertembak. Sebab, lokasi kanan-kiri merupakan tembok tinggi dan dimungkinkan terjadi pantulan peluru.

“Bisa jadi itu pantulan peluru, nanti kami cek. Kalau dari peluru anggota saya kan bisa di cek. Saya katakan mohon maaf kepada adik-adik tadi malam. Apa yang kami lakukan adalah salah satu upaya memberantas narkoba,” tutup Jhon.

Untuk diketahui, korban tertembak saat BNNP Sumsel dan Satpol PP menggelar razia narkoba di Jalan Teratai, Kampung Baru, Kamis (28/2) malam. Lokasi itu dikenal sebagai kawasan prostitusi di Palembang. Korban mengalami luka tembak di dada kiri dan kini menjalani perawatan di RS Myria.

(ras/rvk)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Dada Akbar Tertembak Saat Razia BNN di Palembang

Palembang – Akbar Putra tertembak saat petugas gabungan melakukan razia narkoba di Palembang, Sumatera Selatan. Akibatnya, pria berusia 18 tahun itu menderita luka tembak dan langsung dilarikan ke rumah sakit.

Akbar tertembak peluru nyasar di Jalan Teratai, Kampung Baru, Sukarame Kota Palembang, Kamis (28/2) sekitar Pukul 23.45 WIB. Saat kejadian diketahui ada petugas BNN Provinsi Sumatra Selatan (BNNP Sumsel) yang tengah razia.

BNNP Sumsel yang berusaha masuk ke Jalan Teratai dan dikenal sebagai lokasi prostitusi mendapat penolakan dengan dilempari batu. Petugas BNN memberi tembakan peringatan sebelum akhirnya mundur.

Setelah petugas BNNP Sumsel kembali, Akbar kaget melihat dadanya tertembak peluru. Akbar langsung dibawa ke RS Myria Palembang karena diduga kuat proyektil masih ada di dalam tubuhnya.

“Iya betul (ada razia BNNP Sumsel pada saat kejadian). Untuk sementara korban sudah dibawa ke rumah sakit ya,” terang Kapolresta Palembang, Kombes Didi saat dikonfirmasi lewat telepon, Jumat (1/3/2019).

Sementara Kepala BNNP Sumsel Brigjen Pol Jhon Turman Panjaitan mengatakan pihaknya sudah mendapat kabar adanya warga yang terluka. Namun dirinya tidak dapat memastikan apakah Akbar korban salah tembak atau memang target petugas.

“Benar ada warga yang terluka, saya juga baru mau ke rumah sakit, hari ini operasi. Kalau kesalahan kami, pastilah akan ada tanggungjawabnya. Nanti saya cek dulu,” kata Jhon.

Meskipun demikian, Jhon membenarkan BNNP melakukan razia bersama Satpol PP Palembang. Ada 47 anggota terlibat, 35 dari BNNP dan 12 dari Sapol PP kota.

“Kami pas masuk tadi malam diserang sekelompok pemuda. Kami ya mundur sambil memberi tembakan peringatan. Razia batal digelar karena kami nggak mau ada keributan,” katanya.

“Kami mencurigai lokasi itu jadi sarang pemakaian narkoba. Kenapa? Karena sebelum razia tadi malam kami sudah lakukan upaya persuasif, banyak bong atau alat hisab sabu ditemukan,” tutup Jhon.
(ras/rvk)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Komnas Perempuan Minta Polda Jatim Kabulkan Penangguhan Penahanan Artis VA

Liputan6.com, Jakarta Komisioner Komnas Perempuan, Sri Nurherwati mendatangi Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Jawa Timur (Jatim) untuk menemui tersangka kasus dugaan pornografi, artis VA. Usai menjenguk artis VA dan berdiskusi dengan penyidik Subdit V Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Jatim, Komnas Perempuan meminta penyidik Polda Jatim untuk mengabulkan penangguhan Penahanan terhadap artis VA.

“Yang harus menjadi pertimbangan dalam kebijakan Polda Jatim yakni bisa mengabulkan penangguhan penahanan. Karena sebagai pertimbangan pemulihan kondisi psikis korban kasus prostitusi,” tuturnya di Mapolda Jatim, Kamis (28/2/2019).

Menurutnya, dalam paripurna Komnas Perempuan, terakhir melihat bahwa perempuan yang ada di dalam kasus prostitusi merupakan korban yang dilacurkan. Sehingga apapun status hukumnya penyidik tetap memberikan haknya sebagai korban.

“Mempertimbangkan dan mengabulkan dengan melihat kapasitasnya sebagai korban yang dilacurkan,” katanya.

Dia mengatakan, seharusnya yang paling penting untuk segera dilakukan penindakan adalah muncikari dan user atau pelanggan artis VA. Alasannya, mereka lah yang membuat jeratan terjadinya tindak pidana prostitusi.

“Sedangkan perempuan selalu menjadi korbannya. Ini yang perlu diperhatikan,” ucapnya.

Dalam kunjungannya ke Polda Jatim, ia sempat bertemu dengan artis VA dan bincang bincang dengan penyidik berkaitan dengan modus yang kerap dilakukan muncikari dalam menjerat korbannya kedalam pusaran prostitusi.

“Komnas Perempuan akan terus memantau dan menyikapi kasus kasus yang berkaitan dengan perempuan. Dan kami juga mengajak masyarakat untuk tetap mendukung pemulihan korban agar kasus prostitusi bisa dihentikan,” ujarnya.

Komnas perempuan juga mendorong pengesahan RUU penghapusan kekerasan seksual. Sehingga kasus seperti ini tidak lagi terjadi di Indonesia.

2 dari 3 halaman

Tanggapan Polisi

Menanggapi permintaan Komnas Perempuan mengenai penangguhan penahanan artis VA, Direktur Ditreskrimsus Polda Jatim, Kombes Pol Achmad Yusep Gunawan menyampaikan bahwa pihaknya masih mempertimbangkan apa yang menjadi masukan dari Komnas perempuan.

“Kita akan maksimalkan sesuai dengan harapan Komnas maupun pemerhati, selama tidak menganggu kepentingan penyidikan,” ujar polisi pelopor E-Tilang tersebut.


Sebelumnya, Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan menuturkan bahwa penetapan tersangka VA ini berdasarkan rekam jejak digital dari tersangka mucikari ES. “Dari situ jelas ada foto dan video dan keterlibatan aktif VA dalam prostitusi online. Termasuk penyebaran foto dan video,” tutur Luki di Mapolda Jatim, Rabu 16 Januari 2019.

Luki menegaskan, penetapan VA sebagai tersangka itu juga sesuai dengan hasil gelar, dan berdasarkan pendapat dari beberapa ahli.

“Ada ahli pidana, ahli bahasa, ahli ITE dan ahli Kementerian Agama dan MUI dan beberapa bukti yang sangat mengaitkan dalam transasksi komunikasi ini sangat menguatkan saudari VA menjadi tersangka,” tambah Luki.

Luki menyatakan akan membuat surat panggilan kepada VA terkait status barunya yang kini naik menjadi tersangka. “Kami layangkan untuk Senin. kami undang yang bersangkutan untuk hadir ke Polda Jatim,” sambungnya.

Dari hasil penyidikan, Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Jatim menemukan foto dan video mesum artis VA. Gambar tak senonoh itu ditemukan dalam ponsel milik mucikari ES. Fakta baru ini terungkap dari hasil penyelidikan digital forensik beberapa hari terakhir.

Selain foto pose telanjang, ada pula video tak pantas dan melanggar norma susila. Foto dan video itu dikirim ke mucikari agar user tertarik dan menggunakan jasa seks VA.

“Ini mungkin sesuatu yang baru dimana yang sebelumnya jadi saksi korban (dalam kasus prostitusi), bisa menjadi tersangka. Ini akan jadi yurisprudensi,” ujar Luki.

Dalam perkara ini, VA dijerat Pasal 27 ayat 1 UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Pasal itu berbunyi, ‘Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Komnas Perempuan: Artis VA Adalah Korban, Muncikari dan User Harus Ditindak

Liputan6.com, Surabaya – Komisioner Komnas Perempuan, Sri Nurherwati mendatangi Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Jawa Timur (Jatim) untuk menemui tersangka kasus dugaan pornografi, artis VA, Kamis, 28 Februari 2019.

Setelah menjenguk artis VA dan berdiskusi dengan penyidik Subdit V Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Jatim, Sri menyampaikan bahwa dalam rapat paripurna Komnas Perempuan terakhir, pihaknya melihat bahwa perempuan yang terjerat dalam kasus prostitusi tak lain merupakan korban.

“Yang paling penting untuk segera dilakukan penindakan adalah muncikari dan pelanggan atau user. Karena merekalah yang membuat jeratan terjadinya tindak pidana prostitusi. Sedangkan perempuan selalu menjadi korbannya. Ini yang perlu diperhatikan,” katanya.

Ia juga sempat berbincang dengan penyidik Polda Jatim tentang modus-modus yang dilakukan muncikari, serta bagaimana seorang perempuan terjebak dalam pusaran prostitusi. Meski demikian dalam kasus ini VA tetaplah korban yang harus dilindungi haknya.

“Makanya kami mengusulkan untuk bisa dilakukan pemulihan. Saya akan terus memantau dan menyikapi kasus kasus yang berkaitan dengan perempuan. Dan kami juga mengajak masyarakat untuk tetap mendukung pemulihan korban agar kasus prostitusi bisa dihentikan,” katanya.

“Sesuai mandat Komnas Perempuan yakni menciptakan situasi kondusif bagi penghapusan kekerasan dalam perempuan,” ujarnya.

Selain itu, dia mengatakan, melalui kasus artis VA ini pihaknya ingin mengetahui langsung bagaimana situasi didalam tahanan, langkah-langkah pencegahan agar tidak terjadi penyiksaan didalam tahanan, dan bagaimana memahami perempuan dalam industri hiburan, yang mana mengindikasikan terjadinya kekerasan terhadap perempuan.

“Pintu masuk nya melalui kasus VA yang sekarang ditahan di Polda. Kasus VA merupakan contoh bahwa industri hiburan sangat dekat dengan kekerasan terhadap perempuan,” ujarnya.

2 dari 3 halaman

Prostitusi Online

Sebelumnya, Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur (Jatim) secara resmi menahan artis Film Televisi (FTV) VA terkait kasus dugaan prostitusi online di Surabaya yang sempat menghebohkan beberapa hari yang lalu.

Kapolda Jatim, Irjen Pol Luki Hermawan menuturkan bahwa penetapan tersangka VA ini berdasarkan rekam jejak digital dari tersangka mucikari ES.

“Dari situ jelas ada foto dan video dan keterlibatan aktif VA dalam prostitusi online. Termasuk penyebaran foto dan video,” tutur Luki.

Luki menegaskan, penetapan VA sebagai tersangka itu juga sesuai dengan hasil gelar, dan berdasarkan pendapat dari beberapa ahli.

“Ada ahli pidana, ahli bahasa, ahli ITE dan ahli Kementerian Agama dan MUI dan beberapa bukti yang sangat mengaitkan dalam transasksi komunikasi ini sangat menguatkan saudari VA menjadi tersangka,” tambah Luki.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Kasus Prostitusi, Begini Kondisi Terkini Artis VA

Liputan6.com, Surabaya – Tersangka kasus dugaan pornografi, artis VA sudah hampir sebulan ini mendekam di Rumah Tahanan (Rutan) Markas Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim). Komisioner Komnas Perempuan, Sri Nurherwati menduga artis VA mengalami gangguan psikologis akibat terlalu lama berada dalam sel.

Hal tersebut diungkapkannya saat mendatangi Mapolda Jatim untuk menemui tersangka kasus dugaan pornografi itu.

Dia menilai, artis VA butuh konseling untuk meringankan beban psikologisnya.

“Kami tadi mengusulkan kepada penyidik supaya VA bisa dilakukan pemulihan secara psikologis melalui konseling,” tutur Sri di Mapolda Jatim, Kamis (28/2/2019).

Menurut dia, secara kasat mata, artis VA terlihat sehat. Namun, tak berarti VA baik-baik saja.

“Dia sehat, hanya saja merasa tidak nyaman. Mungkin karena didalam sel. Kami usulkan bisa dilakukan pemulihan dengan cara konseling yang akan dilakukan lembaga layanan yang ada di Surabaya,” ujar Sri.

Sebelumnya, artis VA menjalani rawat inap di rumah sakit Bhayangkara Polda Jatim Surabaya, Sabtu 2 Februari 2019.

Artis VA rencananya dipindahkan ke Rumah Tahanan (Rutan) Polda Jatim pada hari ini. Namun, pemindahan tersebut batal atau ditunda lantaran VA mendadak terserang penyakit diare.

“Kita percaya saja kalau memang VA mengatakan sakit diare. Tentunya alasan yang sampaikan butuh penjelasan dokter,” tutur Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera.

Barung memastikan Polri menjamin kesehatan setiap tahanan. Jika ada keluhan dari pasien, tentunya dokter akan memeriksan dan melakukan observasi. “Dokter pastinya akan melakukan observasi untuk memastikan sakit yang dikatakan VA,” ujar Barung.

Artis VA juga pernah mengidap penyakit sinus yang sudah lama dideritanya. Hal itu sempat disampaikan kuasa hukum Vanessa, Rahmat Santoso di Surabaya yang dibenarkan oleh Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera.

“Iya, memang VA juga sakit sinus. Dokter juga ngomong kok,” kata Barung di Mapolda Jatim.

Artis VA masih menjadi tahanan Polda Jatim yang dirawat di rumah sakit. Namun sayang belum ada kejelasan hingga kapan VA harus menjalani perawatan.

2 dari 3 halaman

Pernah Dirawat karena Maag Akut

Dia juga sempat menderita sakit maag akut usai menjalani serangkaian pemeriksaan selama 12 jam di gedung Subdit V Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Jatim.

Artis VA akhirnya dirawat di Ruang Anggrek 4 Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jatim, Jalan A Yani, Surabaya, Jumat 1 Februari 2019.

Salah satu tim penasehat hukum, VA Rahmat Santoso menuturkan, akibat sakit tersebut berat badan VA turun hingga 6 kilogaram. “Kondisi VA masih drop. Sekarang VA masih sakit. Sekarang berat badannya turun 6 kilogram,” tutur Rahmat pada saat itu.

Rahmat menegaskan, kliennya akan kooperatif dalam menjalani pemeriksaan yang dijadwalkan penyidik. Pihaknya berharap masalah hukum yang menjerat VA segera selesai. Sebab VA masih muda, yang mana masa depannya masih panjang.

“Saya mendampingi VA karena terdorong rasa kemanusian. Semoga VA bisa melalui persoalan ini dan proses hukum segera selesai,” ujar Rahmat.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: