Ma’ruf Amin Sebut Yang Tuduh Jokowi Anti-Islam Orang Bengong

Jakarta – Cawapres KH Ma’ruf Amin menyebut pasangannya, capres petahana Joko Widodo (Jokowi), telah memberikan penghargaan terhadap Nahdlatul Ulama (NU). Ma’ruf juga berbicara soal keislaman Jokowi.

“Ini penghargaan Pak Jokowi terhadap NU, saya menganggap mengangkat saya jadi cawapres penghormatan kepada ulama. Padahal Pak Presiden bisa saja angkat jadi politisi, profesional, pengusaha atau TNI-Polri, tapi tidak mengangkat mereka, pilih ulama berarti Pak Jokowi mencintai ulama,” ucap Ma’ruf Amin dalam sambutan di acara Ngawi Bersholawat di Alun-alun Ngawi, Jawa Timur, Senin (21/1/2019).

Acara ini dihadiri ribuan peserta Mafia Sholawat dipimpin KH Ali Sodikin atau Gus Ali Gondrong. Acara ini turut pula dihadiri Bupati Ngawi Budi Sulistyono dan para kiai.
Ma’ruf juga menyebut alasan mau diajak Jokowi menjadi cawapres karena menghormati ulama. Padahal Ma’ruf sebelumnya menjabat Rais Aam PBNU dan Ketum Majelis Ulama Indonesia (MUI), namun bersedia menjadi cawapres.

“Saya diajak Pak Jokowi menjadi cawapres. Banyak orang bertanya sudah menjadi Rais Aam PBNU dan Ketum MUI, bersedia mau menjadi cawapres. Pak Jokowi mengajak saya, suatu penghormatan NU,” tutur dia.

Menurut Ma’ruf, sudah lama kader NU tidak menjadi pemimpin nasional sejak era Presiden Abdurahman Wahid atau Gus Dur. Oleh sebab itu, saat ini dirinya juga kader NU bisa menjadi wakil presiden.

“Sudah lama kader NU tidak menjadi pimpinan sejak Gus Dur, sebelum dan sesudahnya. Oleh karena itu, saya berharap penghormatan ini ada kader NU tidak hanya jadi wapres tapi presiden,” jelas dia.

Lebih lanjut, ia merasa heran terhadap adanya pihak yang menyebut Jokowi anti-Islam atau tidak mencintai ulama. Padahal cawapres pendamping Jokowi berasal kalangan ulama.

“Saya menganggap beliau (Jokowi) menghargai ulama, kalau dibilang anti-Islam atau tidak mencintai ulama, orang ini bengong. Wakilnya saja kiai. Saya mau diajak beliau karena sudah banyak berbuat kepentingan bangsa dan negara,” kata Ma’ruf.
(fai/gbr)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

HEADLINE: Edy Rahmayadi Mundur, Perang Pengaturan Skor Terus Berlanjut

Liputan6.com, Jakarta – Edy Rahmayadi akhirnya membuat keputusan. Minggu (20/1/2019), di Bali, ajang sambutan dalam Kongres Tahunan PSSI, justru dia gunakan untuk mengungkapkan pengunduran dirinya sebagai ketua umum PSSI.

Terhitung saat itu, Edy Rahmayadi yang menjabat sejak 2016 resmi berhenti dari posisinya sebagai ketua umum PSSI. Jabatan itu pun beralih ke tangan Joko Driyono, sang wakil ketua umum, sesuai mekanisme yang diatur dalam Pasal 39 Ayat 6 statuta PSSI.

Sebenarnya, bisa saja PSSI langsung menggelar pemilihan ketua umum baru dalam Kongres Luar Biasa. Syaratnya harus ada permintaan dari 50 persen atau 2/3 jumlah voters.

Namun, hingga kongres di Bali itu selesai, ternyata tidak ada permintaan itu. Artinya, kini Joko Driyono harus siap memimpin PSSI sebagai pelaksana tugas ketua umum hingga 2020, sesuai masa akhir jabatan Edy Rahmayadi. Sedangkan posisi terdahulu Joko diisi Iwan Budianto, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Staf Ketua Umum PSSI.

Jelas ini bukan tugas ringan bagi Joko. Pria asal Ngawi, Jawa Timur itu, kini jadi sorotan dan diharapkan bisa segera menyelesaikan berbagai persoalan yang membelenggu PSSI, terutama soal kasus pengaturan skor alias match fixing yang belakangn mulai terungkap.

Sebab, bukan rahasia lagi, belakangan pamor PSSI di bawah Edy Rahmayadi terus menurun, terutama lantaran kasus pengaturan skor yang belakangan terus menggerogoti.

Satu-persatu anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI dijadikan tersangka oleh Satgas Anti-Mafia Bola, badan khusus yang dibentuk Mabes Polri dan Polda Metro untuk memberantas praktik pengaturan skor dalam sepak bola Indonesia. Badan ini diketahui oleh Hendro Pandowo.

Tak heran, begitu “prosesi” perpindahan kekuasan di pucuk pimpinan PSSI terjadi, seruan inilah yang dilontarkan banyak pihak.

Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi, bahkan langsung melepas rilis, yang menegaskan mundurnya Edy Rahmayadi tidak akan menghentikan perang terhadap pengaturan skor. Ia justru mendesak PSSI untuk semakin gencar dan serius dalam membenahi permasalahan sepakbola nasional.

“PSSI harus segera melakukan identifikasi permasalahan-permasalahan sepakbola Indonesia agar tidak berlarut-larut dan menjadi masalah sistemik yang menghambat perkembangan sepakbola di Indonesia,” tutur Menpora.

2 dari 4 halaman

Berantas Hingga ke Akarnya

Joko memang tak punya pilihan selain mendukung pemberantasan praktik pengaturan skor sampai ke akar-akarnya. Maka itu, setelah serah terima jabatan dari Edy, dia pun langsung menegaskan, dirinya dan PSSI menghormati proses yang sedang berlangsung, termasuk juga investigasi yang tengah dijalankan Satgas Anti-Mafia Bola.

Joko menjelaskan, PSSI sebenarnya sudah memerangi match fixing, jauh sebelum kasus ini mencuat ke publik. Bahkan, pada 2017, PSSI sudah membentuk integrity departement atau departemen integritas untuk menekan praktik-praktik manipulasi skor di semua level kompetisi di bawah PSSI, dari level liga amatir sampai profesional.

“Pembentukan departemen integritas ini sesuai arahan FIFA pada 2017. Tim ini sesuai dengan rekomendasi anggota Komite Eksekutif PSSI. Kemudian terbentuk tim Adhoc. Tim bertugas merespons match fixing dan bekerja sama satu tahun,” kata Joko seperti rilis yang diterima Liputan6.com.

Maka itu, dalam Kongres Bali, PSSI pun membentuk Komite Ad Hoc Integritas. Komite yang diketuai Ahmad Riyadh ini bertugas memerangi pengaturan skor dan manipulasi pertandingan serta membangun sinergi dengan pemangku kepentingan lain, terutama pihak kepolisian.

Dalam bertugas, tim ini nantinya akan bersinergi dengan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dan INTERPOL. Bahkan, menurut Joko, MoU antara PSSI dan Polri beserta Interpol sudah terjalin untuk memerangi kecurangan-kecurangan di lapangan hijau.

3 dari 4 halaman

Joko Diperiksa

Joko sendiri siap membuktikan komitmennya. Salah satunya dia siap menghadiri panggilan Satgas Anti-Mafia Bola untuk memberikan keterangan terkait kasus pengaturan skor di sepak bola Indonesia ini. Rencananya, dia akan menemui Satgas Anti-Mafia Bola, Kamis (24/1).

Sebelumnya, Joko lewat pengacaranya sempat meminta penundaan pemeriksaan terhadap dirinya. Sebab, ketika itu, Joko masih harus fokus kepada pelaksanaan kongres tahunan PSSI di Bali ini.

Sebelumnya, Sekjen PSSI, Ratu Tisha Destria, sudah terlebih dahulu menjalani pemeriksaan oleh Satgas Anti-Mafia Bola di Polda Metro Jaya, Rabu (16/1). Ketika itu Tisha diperiksa tak kurang dari 13 jam lamanya.

Satgas Anti-Mafia Bola memang tak tanggung-tanggung dalam menjalankan tugasnya. Sesuai instruksi Kapolri Jenderal Tito Karavian, mereka siap membabat habis siapa pun sosok-sosok yang ikut terlibat dalam praktik-praktik kotor di sepak bola Indonesia ini.

Itu artinya, Joko dan PSSI harus rela jika nantinya muncul nama-nama baru dari organisasi sepak bola tertinggi di Indonesia itu sebagai tersangka dalam kasus pengaturan skor di sepak bola nasional.

Saat ini, ada dua sosok dari PSSI yang sudah ditetapkan menjadi tersangkat dalam kasus pengaturan skor. Mereka adalah Johar Lin Eng, anggota Exco dan Dwi Riyanto, anggota Komisi Disiplin PSSI.

4 dari 4 halaman

Limpahkan ke Kejaksaan

Sejauh ini, Satgas sendiri sudah menetapkan 11 tersangka terkait kasus pengaturan skor di sepak bola Indonesia. Ada 10 tersangka ditetapkan terkait pertandingan Liga 3 Persibara vs PS Pasuruan. Sedangkan satu tersangka lainnya dijerat dalam pertandingan Liga 2 PS Mojokerto Putra vs Aceh United.

Para tersangka ini dijerat dengan menggunakan Pasal 378 KUHP dan/atau Pasal 372 KUHP dan/atau UU No 11 Tahun 1980 tentang Tindak Pidana Suap dan/atau Pasal 3, 4, 5 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang TPPU. Mereka diduga melakukan tindak pidana penipuan dan/atau penggelapan dan/atau tindak pidana suap dan/atau tindak pidana pencucian uang.

Akhir pekan ini, rencananya berkas perkara dari empat di antaranya sudah akan dilimpahkan Satgas ke Kejaksaan sehingga bisa secepatnya diproses di pengadilan. Kita tunggu saja…

Harga Samsung J Series untuk Kamu Pengguna Setia Samsung

Liputan6.com, Jakarta Samsung merupakan salah satu brand smartphone yang sudah tidak diragukan lagi keberadaanya. Brand asal Korea Selatan ini merupakan salah satu leader untuk smartphone android di dunia. Persaingan penjualan yang semakin ketat membuat Samsung terus berinovasi dan memperluas jangkauan konsumennya.

Tidak hanya berfokus pada pasar kelas atas, Samsung juga terus merambah ke kelas menengah hingga menengah kebawah. Salah satu produk smartphone yang ditargetkan bagi masyarakat menengah adalah Seri Samsung Galaxy J atau yang biasa disebut Samsung J Series.

Produk ini merupakan jajaran smartphone kelas menengah yang memberikan spesifikasi cukup canggih namun dipasarkan dengan harga murah. Huruf J dari Samsung J Series sendiri adalah singkatan dari Joy.

Melalui pengenalan Samsung Galaxy J, yang dipresentasikan pada Desember 2013, semua model dalam seri ini memiliki fitur-fitur penting dari sebuah smartphone, dan masing-masing memiliki ukuran dan desain yang berbeda sesuai selera konsumen.

Samsung J Series sendiri memiliki berbagai macam seri. Harga Samsung J Series dibanderol mulai dari kisaran 1 juta hingga 3 juta rupiah. Sesuai dengan tujuannya, harga Samsung J Series disesuaikan dengan pasar menengah keatas. Berikut harga Samsung J Series yang berhasil liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Senin (20/1/2019).

2 dari 4 halaman

Harga Samsung J Series Rp 1 Jutaan

Pada Agustus 2018 lalu, Samsung merilis Samsung Galaxy J2 Core dengan harga yang sangat terjangkau bagi pasar menengah. Menurut laman resmi Samsung, Smartphone ini dibanderol dengan harga Rp 1.299.000. Galaxy J2 Core menjadi ponsel Android Go pertama yang dipasarkan Samsung. Dengan menggunakan Android Go, aplikasi-aplikasi yang ada menjadi versi go juga, seperti YouTube Go, Maps Go dan lainnya. Fitur ini dipercaya membuat kinerja memori lebih ringan serta lebih hemat penggunaan data. Kehadiran fitur ini menjawab tren konsumen yang gemar menonton video, ngevlog, dan penggunaan maps yang makin masif.

Galaxy J2 Core memiliki kapasitas RAM 1 GB dengan storage 8 GB plus microSD up tol 256 GB serta chip Exynos 7570 dan GPU Mali-T720. Ponsel ini dibekali baterai berkekuatan 2.600 mAh. Jika spesifikasi tersebut digabungkan dengan aplikasi-aplikasi Go, pengguna bakal dapat menggunakan smartphone ini lebih lama, dari pagi hingga malam.

Samsung J Serie lainnya yang dibanderol dengan harga 1 jutaan adalah Galaxy J4+. Ponsel ini saat ini dibanderol daengan harga Rp 1.899.000 untuk versi 32gb dan Rp 1.799.000 untuk versi 16gb. Galaxy J4+ dibekali layar 6 inci dengan HD+ Infinity Display yang bisa membantu Anda melakukan multi tasking, seperti bermain game, membalas pesan sambil browsing. Anda juga dapat menjalankan App Pair, sehingga Anda bisa mengatur jadwal sambil melihat peta secara bersamaan.

Dilansir dari laman resmi Samsung, Galaxy J4+ ini dilengkapi dengan kamera belakang 13MP (F1.9) dan kamera depan 5MP. Kehadiran kamera ini membuat Galaxy J4+ mampu menangkap gambar lebih maksimal. Selain itu, ponsel ini juga dilengkapi dengan floating button, sehingga memudahkan mengambil gambar.

Harga Samsung J Series yang berada di angka 1 jutaan lainnya adalah Samsung J2 Pro, Samsung J2 Prime, dan Samsung J1.

3 dari 4 halaman

Harga Samsung J Series Rp 2 Jutaan

Harga Samsung J Series yang berada pada angka 2 jutaan salah satunya adalah Galaxy J6+ 32gb dengan harga Rp 2.599.000. Galaxy J6+ dilengkapi layar 6.0 inci dengan HD+ Infinity Display yang menggunakan rasio 18:5:9.

Galaxy J6+ dibekali dengan dual kamera yang mampu menghasilkan foto seperti profesional dengan efek bokeh, sehingga gambar menjadi lebih fokus. Ada pula fitur Live focus yang akan membuat hasil foto Anda dengan mudah diatur untuk fokus, baik sebelum atau sesudah pengambilan gambar. Seri ini didukung dengan prosesor Quad-Core dan jaringan 4G.

Selain J6+ ada pula Samsung J7 Core. Samsung J7 Core adalah smartphone layar besar yakni 5,5 inci dengan resolusi HD, dan tidak mengusung unibody sehingga punya keunggulan baterainya bisa dilepas pasang. Samsung J7 Core ini dibekali dengan kamera 13 MP. Sementara untuk dapur pacunya menggunakan prosesor Exynos 7870 Octa, RAM 3GB, storage 16GB, serta baterai 3.00mAh. Harga smartphone ini dipatok Rp 2.499.000.

4 dari 4 halaman

Harga Samsung J Series Rp 3 Jutaan

Ingin memiliki Samsung dengan kinerja yang lebih baik, cepat dan harga terjangkau? Kamu bisa pilih Samsung Galaxy J7 Duo. Smartphone ini adalah lini Samsung J7 terbaru, yang rilis pada Mei 2018 lalu. Salah satu keunggulannya adalah dual kamera yang punya kemampuan performa low-light dengan bukaan f/1.9.

Samsung J7 Duo ini hadir dengan prosesor Exynos seri 7 dengan kecepatan 1.6Ghz Octa Core, RAM 3GB dan ruang penyimpanan 32GB yang bisa diperluas dengan kartu microSD. Smartphone ini juga dibekali baterai 3.000mAh. Harga HP Samsung J7 Duo ini berkisar Rp 3.600.000.

Seri lainnya ada Samsung J7 Pro yang merupakan smartphone menengah dari Samsung yang rilis pada Oktober 2017 lalu, bersamaan dengan Samsung J5. Samsung J7 Pro memiliki layar Super AMOLED berukuran 5,5 inci. Kamera depannya mengusung resolusi yang sama besar dengan kamera utama, yakni 13MP dengan LED flash. Tak lupa soal dapur pacu mumpuni yakni prosesor Exynos 7870, RAM 3GB, memori internal 64GB, ditambah baterai berkapasitas 3.600mAh. Harga dari Samsung J7 Pro ini sendiri adalah Rp 3.999.000.


Reporter: Anugerah Ayu Sendari

Najwa Shihab dan Tommy Tjokro Bakal Jadi Moderator Debat Kedua Pilpres

Liputan6.com, Jakarta Komisi Pemilihan Umum (KPU) menunjuk Najwa Shihab dan Tommy Tjokro untuk menjadi moderator di debat kedua pilprespada 17 Februari mendatang. Dua nama ini akan menggantikan Ira Kusno dan Imam Priyono yang menjadi moderator di debat perdana, Kamis 17 Januri lalu.

Ketua KPU Arief Budiman mengatakan, nama Nana sapaan akrab Najwa Shihab dan Tommy Tjokro itu dipilih atau diusulkan oleh beberapa media televisi. Namun, dia tak menyebutkan stasiun televisi mana yang mengusulkannya.

“Kalau KPU nanti saja dirapat selanjutnya dan itu bisa satu (moderator) dan dua (moderator),” kata Arief di KPU RI, Jakarta Pusat, Senin (21/1/2019).

Ia menegaskan, jumlah moderator pada debat Pilpres kedua bisa saja hanya satu, yaitu antara Nana dan Tommy. Karena, dengan hanya satu moderator saja bisa lebih mempersingkat waktu.

“Ya bisa satu, bisa dua ya. Tapi kalau saya pribadi, kemarin kan berpasangan maka moderator dua. Moderator dua kan mengambil waktu agak lama, kalau saya sendiri mengusulkan bisa satu. Jadi lebih cepat gitu, silakan-silakan tanya jawab gitu loh,” tegasnya.

Alasan dengan hanya satu moderator saja dikarenakan pada debat yang kedua hanya dijalani capres saja. Dan dengan hanya satu moderator saja bisa akan menjadi lebih simpel.

Selain itu, moderator yang akan dipilih nanti tentunya tak akan berpihak terhadap salah satu paslon, profesionalisme dan mempunyai integeritas tinggi seperti pada PKPU Nomor 23 Tahun 2018 Tentang Kampanye Pemilihan Umum soal Debat Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Pasal 48 yakni

2 dari 2 halaman

Tidak Memihak

Debat Pasangan calon sebagaimana dimaksud dalam Pasal 48 ayat (2) dipandu oleh moderator yang berasal dari kalangan profesional dan akademisi yang mempunyai integritas tinggi, jujur, simpatik, dan tidak memihak kepada salah satu Pasangan Calon.

(2) Moderator sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilarang memberikan komentar, penilaian, dan kesimpulan apapun terhadap penyampaian dan materi dari setiap Pasangan Calon.

(3) Moderator sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dipilih oleh KPU setelah berkoordinasi dengan Tim Kampanye Nasional masing-masing Pasangan Calon.

“Tidak (diperluas peran moderator), peran moderator sama dengan sebelumnya, mereka memandu jalannya debat, menyampaikan pertanyaan, mengatur jalannya debat. Jadi sama perannya, cuman karena besok itu hanya capres kan, saya pikir satu moderator lebih ringkes gitu lebih rileks,” jelasnya.

Reporter: Nur Habibi

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Jokowi Teken Perpres, Kepala BNPB Bisa Dijabat TNI, Polri, dan Profesional

Liputan6.com, Jakarta – Presiden Jokowi menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 1 Tahun 2019 tentang Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Perpres tersebut diteken Jokowi pada 8 Januari 2019, sehari sebelum Letjen Doni Monardo dilantik menjadi Kepala BNPB.

Melalui Perpres itu, Kepala BNPB saat ini menjadi setingkat menteri dan dapat dijabat oleh Pegawai Negeri Sipil (PNS), personel TNI dan Polri aktif, serta profesional. Dengan jabatan setingkat menteri, Kepala BNPB diangkat dan diberhentikan oleh Presiden. 

“BNPB berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden, dan dipimpin oleh seorang Kepala,” bunyi Pasal 2 ayat (1,2) Perpres tersebut seperti dikutip dari http://www.setkab.go.id, Senin (21/1/2019).

Sementara, Pasal 63 Perpres ini menyebutkan bahwa, Kepala dapat dijabat oleh Pegawai Negeri Sipil (PNS), prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI), anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), atau profesional. 

Perpres tersebut juga menegaskan, apabila terjadi bencana nasional, BNPB melaksanakan fungsi komando dalam penanganan status keadaan darurat bencana dan keadaan tertentu.

Dalam melaksanakan tugas dan fungsinya, BNPB dikoordinasikan oleh kementerian yang menyelenggarakan koordinasi, sinkronisasi, dan pengendalian urusan kementerian dalam penyelenggaraan pemerintahan di bidang pembangunan manusia dan kebudayaan.

 

2 dari 2 halaman

Perpres Lama Dicabut

Menurut Perpres tersebut, BNPB terdiri atas: Kepala, Unsur Pengarah, dan Unsur Pelaksana. Kepala BNPB juga diberikan hak keuangan dan administrasi setingkat menteri.  

“Kepala mempunyai tugas memimpin BNPB dan menjalankan tugas dalam fungsi BNPB,” demikian bunyi Pasal 8 Perpres tersebut.

Pada saat Peraturan Presiden ini mulai berlaku, maka Perpres Nomor 8 Tahun 2008 tentang BNPB dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.

“Peraturan Presiden ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan,” bunyi Pasal 80 Peraturan Presiden Nomor 1 Tahun 2019, yang telah diundangkan oleh Menteri Hukum dan HAM Yasonna H. Laoly pada 8 Januari 2019.


Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: 

Fokus di PSSI, Iwan Budianto Tinggalkan Posisi CEO Arema FC

Liputan6.com, Jakarta Iwan Budianto dikembalikan lagi ke posisi awal sebagai wakil ketua umum PSSI pada Kongres Tahunan di Nusa Dua, Bali, Minggu (20/1/2019). Keputusan ini diambil menyusul mundurnya Edy Rahmayadi dari jabatan ketua umum PSSI.

Iwan yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Staf Ketua Umum PSSI kini kembali menjadi waketum PSSI. Selain kembali ke posisi semula, sesuai dengan hasil Kongres Luas Biasa PSSI pada 10 November 2016 lalu, pria yang akrab disapa IB ini juga melepas jabatan CEO di Arema FC.

“Untuk menjaga integritas, saya menyatakan sekaligus menegaskan bahwa saya tidak lagi menjabat sebagai CEO Arema FC,” ujar IB dalam rilis yang diterima media.

Sejak terpilih sebagai Waketum PSSI, IB telah mengikhlaskan untuk tidak aktif dalam mengelola Arema FC. Dia sangat memahami pandangan publik yang khawatir posisinya di PSSI dan Arema FC bakal penuh dengan konflik kepentingan.

Meski meninggalkan posisi CEO Arema, IB hingga saat ini masih tercatat sebagai salah satu pemegang saham di klub berjulukan Singo Edan itu.

“Keputusan tidak lagi aktif sebagai CEO Arema FC, supaya tidak ada lagi hiruk pikuk orang yang secara tidak sengaja terseret berbuat dosa dengan melakukan fitnah kepada saya,” ujarnya, menambahkan.

2 dari 3 halaman

Pertegas Komitmen

Pernyataan ini sekaligus menjadi bukti komitmen PSSI pasca mundurnya Edy Rahmayadi sebagai ketua umum. PSSI ingin membawa institusi ini agar bisa lebih baik.

“Ini jadi motivasi tersendiri bagi saya untuk bisa memaksimalkan waktu, tenaga dan pikiran di PSSI,” ujar IB.

Sikap ini juga dianggap perlu demi menjaga integritas PSSI dan sebagai tanggung jawab moral kepada para anggota yang memilihnya.

IB juga ingin menjaga agar tidak ada lagi hiruk pikuk soal Arema FC. Dia juga ingin menjaga agar orang lain tidak sengaja membuat fitnah soal dirinya.

3 dari 3 halaman

Tetap Optimistis

Meski meninggalkan posisi di Arema FC, IB yakin Arema bisa tetap profesional. Dia optimistis klub kebanggaan Arema ini mampu menjalankan program dan target yang sudah dicanangkan.

“Arema FC telah dikelola oleh tenaga profesional di bidangnya utamanya, dalam pengelolaan sepakbola modern,” ujarnya.

IB berharap bisa mendapatkan masukan dari seluruh pecinta sepak bola Indonesia dalam menjabat Waketum PSSI. “Ini agar kami bisa membawa PSSI lebih berprestasi,” katanya.

Perangi Pengaturan Skor, Kongres PSSI Bentuk Komite Ad Hoc Integritas

Liputan6.com, Nusa Dua – Kongres Tahunan PSSI meresmikan pembentukan komite khusus (ad hoc) integritas. Komite ini bertugas memerangi pengaturan skor dan manipulasi pertandingan serta membangun sinergi dengan pemangku kepentingan lain, terutama pihak kepolisian.

“Kongres mengesahkan terbentuknya komite ad hoc integritas. Komite ini dipimpin Ahmad Riyadh dengan wakil ketua Azwan Karim,” kata Ketua Umum PSSI Joko Driyono usai kongres tahunan di kawasan Nusa Dua, Badung, Bali, Minggu (20/1/2019).

Ahmad Riyadh merupakan ketua asosiasi provinsi PSSI wilayah Jawa Timur. Sementara Azwan Karim adalah Direktur klub Persita Tangerang yang juga sekretaris jenderal PSSI periode 2015-2016.

Keduanya diberi waktu paling lambat dua minggu oleh para peserta kongres untuk melengkapi komite ad hoc integritas PSSI dengan tiga sampai lima anggota. “Setelah itu, harus dikonsultasikan dengan komite eksekutif PSSI untuk ditetapkan,” papar Joko.

2 dari 3 halaman

Lembaga Independen

Selain komite ad hoc integritas, kongres PSSI juga sepakat untuk membentuk lembaga independen yang berkaitan dengan wasit profesional, khususnya untuk Liga 1 dan Liga 2 Indonesia.

PSSi fokus membangun lembaga tersebut dengan menyiapkan tiga pondasi awalnya. Ketiganya adalah sistem dan infrastruktur, manajerial, serta sumber daya manusia atau perangkat pertandingan.

“Untuk manajerial tentu kami membutuhkan para ahli. Kemudian harus pula didukung penuh dari unit pengembangan wasit PSSI yang mendapatkan sokongan program FIFA Forward,” tutur Joko.

3 dari 3 halaman

Keputusan Lainnya

Kongres PSSI juga menghasilkan beberapa keputusan lainnya, seperti jadwal kompetisi 2019. Namun salah satu hal penting yang terjadi di kongres tahunan PSSI 2019 adalah pengumuman mundurnya Edy Rahmayadi sebagai ketua umum PSSI.

Posisinya gubernur Sumatera Utara itu digantikan Wakil Ketua Umum PSSI Joko Driyono. (Antara)

Jagoan Foto Malam OPPO R17 Pro Resmi Dilepas ke Pasaran

Jakarta

OPPO Indonesia resmi menggelar penjualan perdana OPPO R17 Pro pada tanggal 17-20 Januari 2019 lalu di Laguna Atrium, Mal Central Park, Jakarta Barat, setelah meluncurkan ponsel pintar tersebut di Indonesia pada 3 Januari 2019

Smartphone ini merupakan perangkat premium yang hadir dengan teknologi terbaru. Membawa keunggulan dengan teknologi SuperVOOC Flash Charge untuk pengisian baterai super cepat hingga terisi penuh hanya dalam 35 menit. Keunggulan lainnya adalah kamera utama dengan fitur Night Modeyang cerdas.

OPPO R17 Promembawa filosofi bahwa kamera smartphone harus bisa menghasilkan gambar terbaik di mana saja dan kapan saja, serta membuat aktivitas lebih efisien.

Kamera dengan Kualitas Foto Malam Terbaik

OPPO R17 Pro memiliki fitur unggulan berupa kamera belakang dengan diafragma ganda pada smart apperture f/1.5 dan f/2.4 yang mampu mengatur apperture secara otomatis melalui algoritma kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Kamera utama pada smartphone ini dilengkapi fitur Night Modedengan AI Ultra-clear Engine yang dapat mengambil foto pada malam hari dengan hasil yang cerah, kaya warna, dan tajam.

Berikut beberapa hasil gambar dari keunggulan fitur Night Modepada kamera belakang OPPO R17 Pro.

Jagoan Foto Malam OPPO R17 Pro Resmi Dilepas ke Pasaran(Foto: dok. OPPO)
Jagoan Foto Malam OPPO R17 Pro Resmi Dilepas ke Pasaran(Foto: dok. OPPO)
Jagoan Foto Malam OPPO R17 Pro Resmi Dilepas ke Pasaran(Foto: dok. OPPO)

SuperVOOC Flash Charge

OPPO R17 Pro menerapkan teknologi pengisian baterai super cepat, yakni SuperVOOC yang mampu mengisi baterai hingga 40% hanya dalam waktu 10 menit. Sehingga dapat membantu Anda menjalankan aktivitas sehari-hari secara lebih efektif dan efisien di era yang serba cepat seperti saat ini.

Spesifikasi OPPO R17 Pro

OPPO menyematkan perangkat keras kelas premium ke dalam R17 Pro, yakni prosessor baru yang irit daya Qualcomm Snapdragon 710 2,2Ghz dengan fabrikasi 10 nanometer, RAM 8GB, dan ROM 128 GB.

Untuk keamanan, OPPO R17 Pro dilengkapi dengan pemindai sidik jari tersembunyi di bawah layar yang memudahkan pengguna saat membuka kunci keamanan.

Smartphone ini hadir dalam balutan Radian Mist yang memberikan kesan tanpa batas sesuai dengan karakter profesional muda yang menjadi target market OPPO R17 Pro. OPPO R17 PRO ini dijual dengan harga Rp 9,999 juta di seluruh OPPO Store, peritel modern, dan situs e-commerce Indonesia.

Bagi Anda yang ingin memiliki smartphone dengan keunggulan foto malam hari dan teknologi SuperVOOC Flash Charge yang akan membantu aktivitas sehari-hari, Anda bisa membeli smartphone besutan OPPO pada tanggal 17-31 Januari 2019 dan mendapatkan cashback senilai Rp 1 juta. Untuk informasi lebih lengkap mengenai OPPO R17 Pro, klik di sini.

[Gambas:Video 20detik]

(adv/adv)

Putri Popsivo Semakin Kokoh di Puncak Klasemen Proliga 2019

Liputan6.com, Pekanbaru – Tim putri Jakarta PGN Popsivo Polwan semakin kokoh di puncak klasemen sementara Proliga 2019. Aprilia S Manganang dan kawan-kawan sudah mengumpulkan 17 poin hasil dari enam laga.

Dua poin tambahan Popsivo didapat setlah mengalahkan BNI 46 pada seri kedua putaran kedua Proliga 2019. Posivo menang dengan skor 3-2 (25-20, 19-25, 20-25,25-8,15-9) di Gelanggang Remaja Pekanbaru, Riau, Minggu (20/1/2019) malam WIB.

“Pertandingan hari ini sangat bagus ya. Sebenarnya kalau untuk menang kalah tidak masalah bagi saya, karena memang target kita lolos final four,” kata pelatih Popsivo asal Thailand Chamnan Dokmai usai laga.

“Masalahnya pemain Indonesia itu kalau sudah semangat tidak bisa mengontrol emosinya, sehingga mereka bermain dengan emosi. Tapi, karena ini saya bisa mengajari mereka kenapa kita bisa menang, mereka harus bisa menjadi pemain profesional seperti apa.”

“Set pertama kita merasa mudah banget, mungkin saya merasa enjoy dan mikir pasti menang. Tapi, di set kedua ada perubahan dan kalahlah kita di dua set. Jadi pas set keempat kita bisa konsen lagi,” ucap pemain andalan Popsivo Aprilia.

Meski tersentuh kekalahan hingga putaran kedua Proliga 2019, Aprilia menyebut masih ada yang perlu dibenahi dari timnya. “Kayak freeball saja masih buru-buru, apalagi di bilang ini sangat kuat ya tim-timnya,” tuturnya.

2 dari 2 halaman

Belum Beruntung

Pelatih BNI 46 Risco Herlambang mengatakan anak asuhnya sudah melakukan perlawanan cukup bagus. Bahkan, Tri Retno Mutiara dan kawan-kawan mampu menekan lawan.

“Sebenarnya saya sih memang tidak targetnya untuk cari kemenangan, karena kita sendiri sudah aman ya untuk ke final four. Tapi di sini lebih kepada melihat kemampuan anak-anak saya sampai mana,” paparnya.

“Kita memang tertinggal di awal, tapi pada set kedua dan ketiga menang. Kalau set kelima itu sama dengan kita melempar poin keatas, karena kita tidak tahu A apa B. Mungkin juga itu keberuntungan buat mereka karena kita nyaris menang.”

Saksikan video pilihan berikut ini:

Sejak 2017, PSSI dan Polisi Sudah Perangi Pengaturan Skor

Liputan6.com, Jakarta – Ketua Umum PSSI, Joko Driyono menegaskan pihaknya sudah menggandeng pihak luar seperti polisi saat menghadapi kasus pengaturan skor seperti yang marak saat ini. Ini merupakan salah satu bagian dari kerja PSSI yang mengambil keputusan secara kolektif kolegial (memutuskan solusi secara bersama).

Bukan cuma dengan internal PSSI, tetapi juga dengan pihak luar. PSSI selalu mencari jalan keluar untuk menuntaskan masalah pengaturan skor secara kolektif.

Selama ini, praktik -praktik pengaturan skor menjadi momok bagi federasi sepak bola di dunia. Fenomena ini menjadi wabah di Indonesia.

Joko menjelaskan, PSSI sudah memerangi match-fixing, jauh sebelum kasus ini mencuat ke publik. Bahkan, pada 2017 lalu, PSSI sudah membentuk integrity departement atau departemen integritas untuk menekan praktik-praktik manipulasi skor di semua level kompetisi di bawah PSSI, dari level liga amatir sampai profesional.

“Pembentukan departemen integritas ini sesuai arahan FIFA pada 2017 lalu. Tim ini sesuai dengan rekomendasi anggota Komite Eksekutif PSSI. Kemudian terbentuk tim Adhoc. Tim bertugas merespons match-fixing dan bekerja sama satu tahun,” kata Joko seperti rilis yang diterima Liputan6.com.

Dalam bertugas, Joko melanjutkan, tim ini bersinergi dengan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dan INTERPOL. Bahkan, menurut Joko, MoU antara PSSI dan Polri beserta Interpol sudah terjalin untuk memerangi kecurangan-kecurangan di lapangan hijau.


2 dari 3 halaman

Status Iwan Budianto

Mengenai status Iwan Budianto, Joko menjelaskan, PSSI mengembalikam status dia sebagai Wakil Ketua PSSI sesuai dengan keputusan Kongres di Surabaya, 10 November 2018 lalu.

Dia resmi meninggalkan jabatan Kepala Staf PSSI di Kongres tahunan 2019. Kongres sudah menyetujui ini dan Kongres memberikan rekomendasi pengisi posisi kosong Komite Eksekutif.

Selama sepekan ini, Komite Eksekutif bakal melakukan penjaringan. Muncul nama Umuh Mochtar sebagai salah satu kandidat anggota Exco yang diusulkan oleh manajer Madura United, Haruna Sumitro.

3 dari 3 halaman

Edy Mundur

Dalam Kongres tahunan di Pulau Dewata, keputusan besar diambil Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi. Dia memutuskan mundur sebagai Ketum di tengah aksi ‘bersih-bersih’ satuan tugas pengaturan skor. Joko meminta publik tetap berpikiran positif.

Jangan mengaitkan keputusan Edy dengan skandal penganturan skor. “Semua keputusan dia, harus mendapat respons positif, sebagai babak baru pengelolaan PSSI,” kata Joko.