Prabowo Revisi Visi Misi, Sekjen PDIP: Menurut Bahasa Rakyat Itu Tak Konsisten

Liputan6.com, Jakarta – Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto menilai, perubahan visi misi kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno merupakan bentuk ketidakkonsistenan pasangan capres cawapres nomor urut 02 itu.

“Dalam bahasa rakyat sederhana saja, itu kan tidak konsisten, berubah-ubah seperti itu. itu bahasa rakyat, bukan bahasa kami,” ucap Hasto di JI-Expo Kemayoran, Jakarta, Jumat (11/1/2019).

Dia menegaskan, tidak konsistennya pasangan Prabowo-Sandiaga sangat jelas terlihat di masa-masa kampanye sudah berjalan kurang lebih empat bulan ini.

“Segala sesuatunya kan pada akhirnya masyarakat yang menilai, baru kampanye berapa bulan saja sudah berkali-kali terjadi ketidakkonsistenan. Karena itulah mari kita hijrah bersama. Ini pemilu untuk menampilkan gagasan terbaik yang menyetuh harapan rakyat itu sendiri,” kata Hasto.

Dia menuturkan, pihaknya akan mengikuti segala aturan Komisi Pemilihan Umum (KPU). Karena itu bentuk komitmen pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin.

Pria yang duduk sebagai Sekretaris Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf ini, melihat visi-misinya jelas sudah dikumpulkan dan sudah jadi komitmen bersama. Apalagi kampanye sudah dimulai.

“Tentu saja kurang pas. Karena perubahan visi-misi di tengah jalan itu menunjukan kepemimpinan yang selalu berubah-ubah, ikut arus, kepemimpinan yang tidak kokoh dalam prinsip, ragu-ragu. Dan ini yang kami tidak inginkan,” pungkasnya.

Sebelumnya, berkas visi misi Prabowo-Sandiaga yang mulanya berjumlah 14 halaman, kini bertambah menjadi 45 halaman.

Selain visi misi, kubu Prabowo-Sandi juga mengubah tagline. Prabowo-Sandiaga yang semula ber-tagline ‘Adil Makmur Bersama Prabowo-Sandi’ direvisi menjadi ‘Indonesia Menang’.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *