Prabowo Janji Libatkan Penyandang Difabel Penuhi UU Disabilitas

Jakarta – Calon presiden Prabowo Subianto betemu dengan Komunitas Disabilitas Indoensia di kediamannya di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan. Pada pertemun itu, Prabowo berjanji akan melibatkan disabilitas dalam pelaksanaan UU nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas.

Hal itu disampaikan langsung oleh Tim Prabowo-Sandiaga yang diwakili oleh Wakil Sekjen Gerindra Sudaryono. Sudaryono menyebut, Gerindra menginisiasi keluarnya UU nomor 8 tahun 2016 dan jadi komitmen untuk memberdayakan disabilitas.

“Di sana ditanyakan apa yang akan diambil? Yang kita akan tingkatkan kualitas hidup penyandang disabilitas. Partai Gerindra adalah inisiator UU Disabilitas tahun 2016,” ucap Sudaryono.

Sementara itu, Ketua Komunitas Disabilitas Indoensia, Eka Setiawan, mengatakan Prabowo tidak berjanji terkait program-program untuk disabilitas. Prabowo, kata Eka, akan melibatkan penyandang disabilitas untuk UU nomor 8 tahun 2016.

“Beliau tidak janji apa-apa. Ketika closing stetment tadi, apa yang bisa saya lakukan untuk percepatan UU Disabilitas. Saya akan ajak kerjasama untuk lakukan itu,” ucap Eka menyampaikan pesan dari Prabowo.

Eka menjelaskan, dalam UU Penyandang Disabilitas perlu adanya pemberdayaan disabilitas. Penyandang disabilitas harus dijadikan sebagai subjek pembangunan.

“Ke depan, pandangan disabilitas harus ubah cara berpikir. Bukan jadi objek tapi subjek pembangunan. Memang ada penyandang disabilitas yang berat, tapi kami adalah penyandang disabilitas yang harus diberdayakan sesuai potensi yang ada,” ucap Eka.

Eka pun menyinggung soal rencana pembuatan pabrik khsusus disabilitas oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dia pertanyakan semangat inklusi dalam pembuatan pabrik itu.

“Pabrik khusus disabilitas. Roh UU 8 tahun 2016, itu membangun inkulsi. Apakah pabrik khusus itu inkulsi. Jika tidak, jelas disabilitas menolak,” kata Eka.

“Yang kami inginkan bukan perlakukan khusus tapi mengedepankan prinsip universalitas dan akomodatif. Pabrik nggak harus khusus, teman-teman disabilitas bisa bekerja di setiap pabrik,” ucapnya.

Sementara itu Ketua Komunitas Penyandang Disabilitas Indonesia (KPDI) Eka Setiawan mengatakan, tujuan kedatangan komunitasnya adalah memberikan masukan terkait kebutuhan disabilitas kepada Prabowo. Pertemuan berikutnya akan dilakukan di lain kesempatan.

“Kalau diterjemahkannya sebagai pendukung, secara politik mungkin iya, tapi yang jelas kami hadir di sini mau memberi pekerjaan rumah pada beliau kalau beliau menjadi presiden. Ini harus dikerjakan. Pertemuan ini akan berlanjut, akan ada pertemuan pertemuan berikutnya untuk memberi masukan masukan kepada beliau secara bertahap,” kata Eka.

Eka dan KPDI mendorong Prabowo membentuk Komisi Nasional Disabilitas Indonesia jika memenangkan Pilpres 2019. Komnas nantinya akan bertanggungjawab langsung di bawah presiden.

“Justru itu, salah satu amanat undang undang itu adalah pembentukan komisi nasional disabilitas Indonesia. Nanti komunitas itu tidak di bawah menteri, namun harus di bawah presiden seperti Komnas HAM,” ujar Eka.
(aik/idn)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *