PPP Minta Maaf ke Warga Solok, Caleg Diduga Cabuli Anak Kandung Dipecat

JakartaPartai Persatuan Pembangunan (PPP) meminta maaf kepada warga Solok, Sumatera Barat, atas kelakuan oknum caleg mereka berinisial EE yang diduga mencabuli putri kandung. PPP segera memecat EE.

“Kami akan melakukan pemberhentian karena PPP tidak menolerir kasus-kasus seperti ini,” kata Wasekjen PPP Achmad Baidowi atau Awiek kepada wartawan, Rabu (24/4/2019).

Awiek mengatakan EE merupakan orang baru di PPP. Meski demikian, PPP tetap bakal menerapkan tindakan disiplin organisasi dan mereka sekali lagi meminta maaf atas kelakuan EE.
“Dan yang bersangkutan orang baru di PPP, masuk PPP ketika daftar caleg, pada 2014 yang bersangkutan masih jadi caleg dari parpol lain. Namun demikian, secara organisasi kami akan menerapkan tindakan disiplin organisasi,” ucap Awiek.

“Kami mohon maaf khususnya kepada warga Solok atas perilaku yang bersangkutan yang telah mencemarkan nama baik PPP,” imbuh anggota DPR itu.

Terpisah, Waketum PPP Arwani Thomafi menegaskan mereka mendukung langkah kepolisian terhadap EE. “PPP selalu mendukung langkah polisi untuk tindak tegas kejahatan amoral kesusilaan,” tegas Arwani.

Kapolres Solok Kota AKBP Donny Setiawan mengatakan EE ditangkap di kediamannya di Kota Solok, Sumatera Barat, Rabu (24/4). Tersangka juga sudah ditahan. Donny mengatakan EE dilaporkan sejak 12 April lalu. Namun baru ditangkap setelah pemilu usai.

Pada Pemilu 2019 ini, lanjut Donny, EE tercatat sebagai Caleg dari PPP untuk DPRD Kota Solok. Tersangka dijerat dengan UU tentang Perlindungan anak dengan ancaman pidana paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun dan denda paling banyak Rp 5 miliar.

“Yang bersangkutan tercatat sebagai caleg dari PPP,” ujar Donny.

“Ancaman hukuman itu masih bisa ditambah karena dilakukan tersangka yang merupakan orang tua kandungnya sendiri,” terang Donny.
(gbr/tor)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

PPP Minta Prabowo Belajar Jaga Etika Politik dari Jokowi

Jakarta – Capres Prabowo Subianto mengucapkan terima kasih kepada bagian PPP yang dinilai setia kepada umat karena mendukung dirinya. DPP PPP menilai Prabowo tidak sepenuhnya mempercayai partai pendukungnya.

“Prabowo tampaknya nggak yakin dengan militansi partai-partai pendukungnya selain Gerindra, sehingga perlu menarik-narik PPP dan Golkar ke dalam barisannya,” kata Sekjen PPP Arsul Sani kepada wartawan, Senin (8/4/2019).

Saat berkampanye di Yogyakarta hari ini, Prabowo mengucapkan terima kasih kepada partai-partai pendukungnya. Selain itu, dia berterima kasih ke PPP dan Golkar yang mendukung dirinya.

Prabowo mengatakan PPP dan Golkar yang mendukung dirinya sebagai pembela keadilan dan kebenaran.

Arsul mengatakan ucapan Prabowo tidak etis. Sebab, PPP dan Golkar secara resmi mendukung Joko Widodo-Ma’ruf Amin pada Pilpres 2019.

“Dari sisi etika politik seharusnya tidak dia lakukan karena, secara legal formal, PPP dan Golkar adalah partai pengusung Pak Jokowi-Kiai Ma’ruf,” sebutnya.

Ia meminta Prabowo mencontoh Jokowi. Arsul mengatakan banyak kader dari partai pendukung Prabowo yang mendukung Jokowi. Namun, kata dia, Jokowi tidak pernah membesar-besarkan hal itu.

“Pak Prabowo mesti belajar dari Pak Jokowi dalam menjaga etika berpolitik,” ujar Arsul.

“Lihatlah, meski banyak jajaran PD mendukung dirinya, bahkan beberapa elitenya, seperti Pakde Karwo, juga beberapa tokoh PAN, seperti Sutrisno Bachir, serta beberapa wilayah PAN seperti di Kalsel terang-terangan dukung paslon 01, namun Pak Jokowi tidak kemudian di ruang publik menyeret-nyeret PD dan PAN sebagai barisan pendukung 01,” sambung dia.
(tsa/gbr)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Bendera Berkibar di Kampanye Prabowo di Sukabumi, PPP: Mestinya Tim 02 Cegah

Jakarta – PPP menyebut adanya bendera PPP yang berkibar saat kampanye capres-cawapres nomor urut 02, Prabowo-Sandi di Sukabumi tak serta merta dinilai ada kader PPP yang hadir di acara tersebut. PPP mengatakan mestinya ada dari tim dari Prabowo-Sandi yang melarang bendera itu dikibarkan.

“Pengibaran bendera PPP dalam kampanye Prabowo-Sandi di Sukabumi tidak serta merta dinilai hadirnya kader PPP dalam acara tersebut, apalagi dinilai dukungan PPP secara institusi,” ujar Waketum PPP Arwani Thomafi saat dikonfirmasi, Minggu (8/4/2019).

Bendera Berkibar di Kampanye Prabowo di Sukabumi, PPP: Mestinya Tim 02 CegahFoto: Wakil Ketua Umum PPP M. Arwani Thomafi (Dok PPP)

Diketahui, PPP merupakan partai yang secara resmi mengusung pasangan capres-cawapres Jokowi-Ma’ruf di Pilpres 2019. Untuk itu menurut Arwani, mestinya tim dari pasangan Prabowo-Sandi harusnya melarang jika ada pihak yang mengibarkan bendera parpol yang bukan dari koalisinya.

“Mestinya, tim dan paslon 02 lebih memperhatikan fatsoen dalam berpolitik. Pengalaman yang saya alami di Dapil, ada kader Gerindra yang mendukung Jokowi, kami cegah untuk mengibarkan bendera partai dalam kegiatan kampanye. Mestinya upaya-upaya pengibaran atribut partai atau organisasi masyarakat yang memang bukan pendukung paslon, harusnya dapat dicegah. Semata-mata ini untuk menjaga etika berpolitik dan menghadirkan kesejukan berpolitik,” kata Arwani.

Lebih lanjut, Arwani juga mengungkit bendera Nahdlatul Ulama (NU) yang dikibarkan Sandiaga saat kampanye di Lumajang, Jawa Timur.

“Orang bikin bendera dimana-mana bisa saja dilakukan. Situasi ini mirip yang terjadi saat Kampanye Sandiaga di Lumajang dengan mengibarkan bendera NU. Belakangan NU protes atas pengibaran tersebut,” imbuhnya.

Sebelumnya diberitakan, bendera PPP sempat terlihat dikibarkan saat kampanye Prabowo-Sandiaga di Lapangan Suryakencana, Sukabumi, Minggu (7/4/2019). Pengamatan detikcom, sejumlah petugas awalnya terlihat melarang bendera itu berkibar. Namun setelah memastikan bahwa pembawa bendera adalah pendukung pasangan Prabowo-Sandi bendera itu kembali dikibarkan seraya menunjukkan 2 jari khas pendukung Prabowo Sandi.

“Khawatirnya ada massa yang enggak tahu malah jadi provokasi, tapi karena (yang mengibarkan) pakai kaos dukungan akhirnya dibiarkan,” ungkap salah seorang petugas keamanan internal di lokasi acara kepada detikcom, Minggu (7/4).
(nvl/ibh)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Sandiaga Hadiahi Kader PPP yang Ikut Gabung Kampanye di Gunungkidul

Gunungkidul – Hari ini Sandiaga melakukan safari kampanye lintas pulau. Setelah melakukan kampanye di Balikpapan, Sandi berkampanye di Gunungkidul, DIY. Di Gunungkidul kampanye Sandi disambut ribuan pendukung partai koalisi dan sejumlah orang beratribut PPP.

Kedatangan Sandi di Lapangan Demang Wonopawiro, Desa Piyaman, Kecamatan Wonosari, Gunungkidul disambut rintik hujan. Hal itu tidak menyurutkan ribuan pendukungnya untuk hadir ke lokasi acara.

Pantauan detikcom, pukul 16.16 WIB, hujan dengan intensitas sedang masih mengguyur lokasi kampanye. Mengenakan kaus warna biru dipadu celana krem dan sneakers hitam, Sandi tampil berkopiah di atas panggung.

Tak hanya pendukung dari partai koalisi, tampak pula kelompok pendukung dari partai PPP yang secara resmi berada di koalisi Jokowi-Amin. Sandiaga sempat maju untuk menyapa pendukungnya tersebut. Bahkan, dia memberikan kopiah yang dipakainya kepada satu dari puluhan pendukung PPP yang hadir.

“Dapat kopiah khas Kutai, dan ini saya mau saya hadiahkan ke salah satu teman (pendukung PPP yang datang ke lokasi kampanye terbuka),” kata Sandiaga di hadapan ribuan pendukung, Jumat (5/4/2019).

Sandi Hadiahi Kader PPP yang Ikut Gabung Kampanye di GunungkidulSandiaga kampanye di Gunungkidul (Foto: Pradito R Pertana/detikcom)

Setelah memberikan kopiah tersebut Sandiaga mengambil sebuah blangkon dan mengenakannya. Di tengah guyuran hujan yang semakin deras, Sandiaga meminta pendukungnya untuk tetap semangat mengikuti kampanye di lapangan tersebut.

“Kalau hujannya masih air tidak apa-apa, dan yang penting jangan lupa tanggal 17 April ke TPS, Tusuk Prabowo Sandi,” ujarnya disambut sorak sorai pendukungnya.

Selain itu, tampak pula Ketua Badan Pemenangan Daerah (BPD) Prabowo-Sandi DIY, Dharma Setiawan; politisi Partai Demokrat, Roy Suryo; politisi Partai Berkarya, Titiek Suharto; Ketua DPD Partai Demokrat DIY, Heri Sebayang; dan Wakil Bupati Kabupaten Gunungkidul, Immawan Wahyudi.
(mbr/mbr)
<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Siapa Nakal Kibarkan Bendera PPP dan PBB di Kampanye Sandi?

Jakarta – Kampanye Cawapres Sandiaga Uno, di Sidrap, Sulawesi Selatan diwarnai dengan kehadiran bendera PPP dan PBB. Padahal 2 partai itu sudah tegas menyatakan dukungannya ke Jokowi-Ma’ruf Amin, lalu siapa dalang pengibaran bendera itu?

Dirangkum detikcom, Kamis (28/3/2019), Sandi kampanye akbar di Pantai Kering, Kota Pangkajene, pukul 13.30-15.00 WITA. Meski kampanye dijadwalkan siang, namun massa sudah berdatangan ke arena kampanye sejak pagi.

Setibanya di podium, Sandi lalu kaget melihat bendera 2 partai yang tak masuk koalisinya. Sandi pun mencadai pengibar bendera itu.

“Ini nakal sekali nih, PPP dan PBB , serius apa duarius nih?” kata Sandi sambil tertawa lepas saat orasi.

Sandi berharap keberadaan dua bendera partai yang diketahui bukan dari partai pengusungnya itu ditanggapi secara dewasa. Dia meminta supaya kehadiran 2 bendera ini tidak memecah belah persatuan.

“Masyarakat datang sendiri dengan inisiatif sendiri (membawa bendera) saya harap ini tidak memecah belah, karena mungkin ini aspirasi mereka, kita tahu PPP dan PBB telah menyatakan dukungan ke Pak Presiden, jangan dilihat sebagai pemecah ,” kata Sandi.

PBB bereaksi setelah mengetahui soal pengibaran bendera partainya. PBB menegaskan yang membawa bendera itu bukan bagian dari partainya.

“Saya kira ini ada oknum-oknum dari pendukung paslon yang sengaja membeli bendera PBB dan membawa ke acara kampanye, tindakan tidak terpuji untuk mengesankan seolah PBB mendukung paslon tersebut,” ujar Ketua Bidang Pemenangan Presiden PBB, Sukmo Harsono kepada wartawan, Kamis (28/3/2019).

Sementara PPP bereaksi lebih keras. PPP curiga ada oknum yang ‘bermain’ dan menyalahgunakan bendera partai.

Siapa Nakal Kibarkan Bendera PPP dan PBB di Kampanye Sandi? Foto: Sandiaga orasi di Sidrap (Hasrul-detik)

“Kalau dari pengakuan dalam berita tersebut bahwa mereka diminta pegang bendera PPP dalam kampanye, berarti ada oknum yang bermain,” ujar Wasekjen PPP, Achmad Baidowi kepada wartawan, Kamis (28/3/2019).

Pengakuan yang dimaksud Baidowi adalah pengakuan dari salah seorang pembawa bendera. Seorang warga mengaku hanya disuruh membawa bendera tersebut.

“Saya cuma disuruh bawa, ” kata Miswar, salah seorang warga yang membawa bendera PPP.
(rvk/tor)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Pimpin PPP, Monoarfa Ibaratkan Dirinya Tokoh Mission Impossible

Jakarta

Dalam tempo kurang dari 30 hari, Suharso Monoarfa harus memimpin Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mengikuti pertempuran di ajang Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden. Sebuah misi berat sebab citra partai ini tengah terpuruk menyusul aksi tangkap tangan terhadap Romahurmuziy yang digantikannya.

Dalam waktu yang tersisa dia harus membangkitkan semangat sekaligus menjaga soliditas para kadernya. Toh begitu, dirinya tak mau diibaratkan seperti tokoh legenda Sangkuriang atau Bandung Bondowoso.

“Saya lebih suka seperti Ethan Hunt di Mission Impossible yang selalu sukses mengemban misinya, Mission Accomplished,” kata Suharso kepada detikcom.

Untuk itu dia membuka semua pintu bagi semua pihak yang ingin membantu dan tetap mencintai PPP untuk bekerja sama menyelamatkan dan mempertahankan partai berlambang Ka’bah ini. Saat disinggung apakah dirinya sudah berkomunikasi dengan kubu PPP di bawah kendali Djan Faridz, dia tak menjawab tegas.

“Saya mendundang semuanya sebagai bagian dari solusi. Momen 17 April akan menjadi penentu apakah para kader bagian dari solusi atau tetap masalah bagi partai ini, ” ujarnya.


Terkait hasil survei sejumlah lembaga yang menyebutkan perolehan suara PPP di bawah ambang batas untuk lolos ke parlemen, Insinyur Planologi dari ITB ini tak berkecil hati. Bahkan dia sesumbar bila PPP itu akan membuktikan hasil survei itu tidak akurat.

“Sejak 1999 PPP selalu disebut bakal habis, nyatanya pada 2014 suara kami malah bertambah, dapat tambahan satu kursi,” ujar lelaki kelahiran Mataram, 31 Oktober 1954 itu.

Bagaimana langkah taktis – strategis yang akan dilakukannya dalam menjaga soliditas dan mewujudkan misi agar partai itu meraih suara minimal untuk lolos ambang batas parlemen? Simak selengkapnya dalam Blak-blakan yang akan tayang, Senin (25/3) mulai pukul 07.00 WIB. Jangan lewatkan!



(jat/jat)
<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Permintaan Maaf Romahurmuziy kepada PPP dan Hubungannya dengan Partai

Liputan6.com, Jakarta – Mengenakan rompi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berwarna oranye, Romahurmuziy atau Romi, Jumat pagi tiba di Gedung Merah Putih lembaga antirasuah ini. 

Seperti ditayangkan Fokus Indosiar, Jumat (22/3/2019), sebelum memasuki Gedung KPK, Romi menyatakan akan bersikap kooperatif dalam pemeriksaan.

Romi juga menyatakan permintaan maafnya kepada seluruh kader PPP dan menyatakan apa yang telah dilakukannya tidak ada hubungannya dengan partai.

“Meskipun saya sudah menyampaikan secara tertulis, saya juga sekali lagi ingin menyampaikan permohonan maaf kepada kader PPP. Apa yang saya lakukan tidak ada sangkut pautnya dengan partai,” kata Romahurmuziy. (Rio Audhitama Sihombing) 

5 Langkah Suharso Monoarfa Usai Dikukuhkan Jadi Plt Ketum PPP

Suharso Monoarfa memastikan tak ada aturan yang dilanggar. Dia meminta Sekjen PPP yang untuk menjelaskan semuanya terkait penunjukkan dirinya sebagai Plt Ketum PPP.

“Sudah dijawab oleh Sekjen (Arsul Sani). Tolong hubungi Sekjen. Sesuai AD/ART prosesnya. Saya tidak dalam posisi men-defence,” kata Suharso kepada Liputan6.com, Senin, 18 Maret 2019.

Dia pun enggan menjelaskan, jika terpilih sebagai Ketum PPP definitif dalam waktu dekat, bisa membawa partai berlambang Kabah itu melewati Pemilu 2019 yang hitungannya tinggal sebulan kurang. Dia menyerahkan sepenuhnya kepada Arsul Sani untuk menjawab.

“Ini juga teruskan ke Sekjen ya,” pungkasnya.

Usai pengukuhan dirinya, Suharso menyatakan keliru jika ada yang mengatakan bahwa pengukuhan Plt Ketum melanggar AD/ART. Sebab, seluruh Wakil Ketua Umum PPP telah menarik haknya.

“Pasal 13 tidak digunakan. Karena semua Wakil Ketua Umum menarik diri sebagai Plt Ketum, maka terjadi kekosongan. Lalu ditanyakan ke Mahkamah Partai,” terang Suharso.

Kemudian, lanjut dia, pada Pasal 20 disebutkan bahwa PPP harus menghormati dan mengikuti keputusan Majelis Syariah. Sehingga semua akan kembali kepada keputusan ulama, dalam hal ini adalah Maimoen Zubair atau Mbah Moen, Ketua Majelis Syariah.

“Mbah Moen memberikan fatwa kepada kami. Ketika terjadi kekosongan, dengan sendirinya maka dipakai pasal itu dan disampaikan ke Mahkamah Partai,” ujar Suharso.

Selain itu, dirinya juga tidak pernah menawarkan diri untuk menjadi Plt Ketum PPP. Justru ia mendapat tawaran sebagai Plt Ketum untuk mengisi kekosongan jabatan tersebut, setelah Romahurmuziy ditangkap KPK.

“Saya bukan menawarkan diri, silahkan pilih saya. Tidak. Posisi sebagai Plt Ketua Umum itu bukan sebagai orang yang menawarkan diri,” tegas Suharso.

Sekjen PPP: Kubu Humphrey Ingin Islah, Silakan Datang ke DPP

Liputan6.com, Jakarta – Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arsul Sani mempersilakan PPP kubu Muktamar Jakarta yang dipimpin Humphrey Djemat jika menginginkan Islah.

“Ya tolong sampaikan kepada teman-teman di kubu Humphrey yang saya kira jumlahnya nggak bayak lagi. Kalau mau islah, datanglah ke sini (Kantor DPP PPP). Saya ada di sini, datanglah, anytime lah, janjian,” kata Arsul di Kantor DPP PPP, Jl. Diponogoro, Jakarta Pusat, Rabu (20/3/2019).

Arsul juga mengatakan bahwa Plt Ketua Umum PPP Suharso telah bertemu Djan Farid yang merupakan Ketua Umum PPP kubu Muktamar sebelumnya. Pada pertemuan itu, mereka membahas terkait islah.

“Itu sudah disampaikan juga, sudahlah kita bersama-sama, bersatu lagi,” ujar Arsul.

Dia juga menerangkan bahwa istri Humphrey, Triyana Dewi Seroja juga telah bergabung dengan PPP untuk mendukung paslon 01, Jokowi-Ma’ruf. Kendati saat ini, Humphrey mendukung pasangan capres-cawapres 02, Prabowo-Sandi.

“Tapi Bu Triana itu anggota TKD (Tim Kampanye Daerah) DKI di bawah pimpinan Pak Prasetyo. Beliau ketua badan bantuan hukum dulu di DPP Djan Faridz,” terangnya.

Arsul pun meminta kepada PPP kubu Humphrey supaya tidak mengumbar ke publik soal rencana islah mereka. Dirinya meminta agar kubu Humphrey datang terlebih dahulu ke DPP PPP baru setelah itu hasilnya diumumkan ke masyarakat.

“Jadi enggak usah kita pengen islah pakai press conference. Jadi mendingan datang dulu, kemudian press conference sambil makan-makan sama awak media gitu,” ujarnya dengan diiringi gelak tawa.

Bicara soal Lambang Kakbah PPP, Suharso Monoarfa Menangis

BogorSuharso Monoarfa memberikan pidato penuh semangat dan tangis ketika dikukuhkan sebagai Plt Ketum PPP lewat forum Mukernas. Sembari menangis, Suharso berbicara soal lambang PPP, yaitu Kakbah.

“Kakbah yang sebagai lambang kita, simbol partai ini, itu tidak dengan serta merta dan dengan mudah diperoleh,” kata Suharso di Cisarua, Bogor, Rabu (20/3/2019).

Suharso lalu mengungkit masa kejayaan PPP. Menurutnya, masa kejayaan itu berakhir di 2004.
Dia lantas mengajak semua pihak untuk introspeksi. Suharso kembali menyinggung lambang PPP yakni Kakbah.

“Lambang kita itu luar biasa, tetapi kita seperti memperolok-olokkan. Lambang kita lambang apa?” tanya Suharso.

“Kakbah!” seru peserta Mukernas.

Sekali lagi Suharso bertanya ‘Apa’ nada tinggi yang kemudian dijawab ‘Kakbah’ oleh peserta Mukernas.

“Saudara, Kakbah saudara-saudara, tapi kita itu kadang-kadang jauh dari Kakbah…. Kita cuma ingat kalau kita mau umrah, haji atau mau salat,” sebut Suharso lirih.

“Ya Allah…,” katanya menangis.

Suharso mengajak semua kader bangkit. Dia lalu menyinggung yel-yel PPP yang lama. Yel-yel ini masih berkaitan dengan Kakbah.

“Kita lupa dengan Kakbah. Yuk coblos Kakbah. Apa? Yuk coblos Kakbah,” ucap Suharso.

“Yel itu tolong dihidupkan kembali, Yuk coblos Kakbah. Dan ada persatuan, ada pembangunan,” sebut dia.
(gbr/mae)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>