Bangun Proyek Infrastruktur, Gunakan APBN atau Ajak Swasta?

Liputan6.com, Jakarta – Jelang Debat Capres 2019 kedua, kubu Pasangan Calon (Paslon) nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) dan Paslon nomor urut 02 Prabowo Subianto ramai memperdebatkan isu infrastruktur yang bakal menjadi salah satu topik dalam sesi debat yang akan berlangsung pada Minggu 17 Februari 2019 mendatang.

Seperti yang diutarakan Sandiaga Salahuddin Uno, Calon Wakil Presiden nomor urut 02 yang menyatakan mau membangun infrastruktur tanpa utang dengan banyak melibatkan swasta lewat skema Public Private Partnership (PPP).

Sementara itu, Jokowi yang juga seorang petahana sebenarnya telah menggaet swasta dalam pembangunan di masa pemerintahannya, yakni menggunakan skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) maupun konsep perusahan patungan atau Joint Venture (JV).

Kendati demikian, Pengamat Infrastruktur dari Universitas Indonesia Wicaksono Adi beranggapan, informasi mengenai kejelasan suatu proyek masih sulit terlacak.

“Data belum terpublikasi secara luas. Informasi kepada masyarakat terhadap status proyek apakah digarap oleh BUMN, swasta, joint venture belum ter-publish secara luas. Barangkali masyarakat perlu diinformasikan lebih,” ungkap dia kepada Liputan6.com, seperti ditulis, Minggu (17/2/2019).

Lebih lanjut, ia memberikan pendapat, sebuah proyek infrastruktur idealnya dibangun lewat APBN. Namun, menyoroti situasi ekonomi saat ini, pemerintah disebutkannya akan turut menggandeng investor, baik dari dalam maupun luar negeri.

“Melihat situasi yang ada, maka kemungkinan besar proyek selanjutnya yang akan dibangun akan melibatkan investor, baik nasional atau internasional,” ujar dia.

2 dari 3 halaman

Anggaran Infrastruktur

Sebagai informasi, pemerintah pada 2019 ini bakal menggelontorkan anggaran infrastruktur Rp 415 triliun, meningkat dari prospek 2018 sebesar Rp 410,4 triliun.

Jumlah dana tersebut akan dipakai untuk berbagai kelanjutan proyek, seperti pembangunan jalan mencapai 1.834,7 km, pembangunan jalan tol sebanyak 16 proyek, hingga menyediakan 68,9 ribu unit rumah untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Bila kucuran dana APBN terhitung belum cukup memuluskan seluruh target tahun ini, Wicaksono Adi meneruskan, kabinet pemerintahan di era berikutnya perlu membuat klasifikasi proyek infrastruktur mana saja yang bernilai strategis dan harus diprioritaskan.

“Perlu dibuat klasifikasi, apakah proyek itu bersifat strategis. Jika iya, sebaiknya menggunakan dana APBN. Tapi kalau misalkan infrastrukturnya tidak bersifat strategis dan sensitif, itu bisa libatkan investor luar negeri,” tutur dia.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Jelang Debat Kedua, Rommy Bicara Capaian Jokowi di Bidang Energi

Jakarta – Ketua Umum PPP Romahurmuziy (Rommy) memprediksi capres Joko Widodo (Jokowi) bakal unggul atas capres Prabowo Subianto pada debat kedua. Alasannya, Jokowi sudah menguasai materi yang bakal dibahas.

“Debat kedua ini akan menjadi panggung Pak Jokowi, karena menguasai persoalan infrastruktur dan energi yang menjadi tema dalam debat,” ujar Rommy seperti dikutip dari Antara, Sabtu (16/2/2019).

Rommy pun menyebut sejumlah capaian Jokowi dalam pembangunan infrastruktur hingga bidang energi. Antara lain soal target listrik bisa dinikmati 99 persen penduduk Indonesia pada 2019 hingga konversi ke energi baru dan terbarukan.
“Ditargetkan pada 2019 mendatang listrik bisa menjangkau 99 persen penduduk. Pak Jokowi juga melakukan konversi pada energi baru dan terbarukan dengan banyaknya penggunaan biofuel. Dan juga menurunkan biaya pokok penyediaan energi listrik,” tutur Rommy.
Rommy mengatakan Jokowi siap menjawab semua pertanyaan bernada minor yang mungkin disampaikan oleh Prabowo. Misalnya, terkait utang luar negeri yang digunakan untuk pembangunan infrastruktur.

“Semua akan dijawab dengan baik oleh Pak Jokowi pada debat kedua nanti,” ujar Rommy.
(haf/haf)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Ma’ruf Amin Minta Santri Tidak Golput dan Ikuti Arahan Kiai di Pilpres 2019

Liputan6.com, Purwakarta – Calon wakil presiden nomor urut 01, Ma’ruf Amin meminta para santri untuk menggunakan hak pilihnya di Pilpres 2019. Dia juga meminta para santri mengikuti arahan kiai untuk menetukan pilihan di pesta demokrasi tersebut.

“Supaya belajar sungguh-sungguh, yang sudah punya hak pilih supaya jangan tidak milih, dan pilihlah yang sesuai dengan arahan kiainya,” kata Ma’ruf di Pondok Pesantren Al Muhajirin, Purwakarta, Jawa Barat, Sabtu (16/2/2019). 

Selain itu, Ma’ruf pun meyakini bisa memenangkan Pilpres 2019. Terutama di kawasan Purwakarta, Jawa Barat.

Dia mengakui Jawa Barat adalah medan pertempuran pilpres yang paling keras. Sebab pada Pilpres 2014, capres petahana Joko Widodo atau Jokowi kalah telak dari lawannya yakni Prabowo-Hatta.

“Akhir-akhir ini memang yang harus kita konsolidasi, Jawa barat, Jakarta dan Banten. Tiga daerah ini memang daerah yang istilah pertempurannya lumayan,” ungkap Ma’ruf.

“Saya kira besar Purwakarta itu, Alhamdulillah, ada Muhajirin,” tambah dia.

2 dari 3 halaman

NU Tidak Pernah Minta Jatah

Dalam sambutannya di Ponpes Al Muhajirin, Purwakarta, cawapres Jokowi ini juga menegaskan bahwa Nahdlatul Ulama (NU) tidak pernah meminta jatah cawapres di Pilpres 2019.

“NU tuh enggak pernah meminta jatah, NU ngancem untuk dapat wakil presiden, enggak ada tuh,” kata Ma’ruf.

Dia mengakui bahwa NU hanya menawarkan kadernya sebagai cawapres. Tawaran itu, kata Ma’ruf, diberikan pada capres petahana Presiden Joko Widodo atau Jokowi. 

“Memang NU menawarkan, nah loh Bapak Jokowi mau mengambil NU sebagai calon wakil presiden, NU akan berjuang habis habisan untuk memenangkan Pak Jokowi dengan calon wakil presiden dari NU,” ungkapnya.

“Silakan pilih, ada Ketua Umum PPP, ada NU yang profesional ada juga Kiai Ma’ruf Amin, saya yang dipilih oleh Pak Jokowi,” sambungnya.



Reporter: Sania Mashabi

Sumber:Merdeka.com

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Menanti Adu Kuat Gagasan Capres di Debat Jilid Dua

Liputan6.com, Jakarta – Debat capres tahap kedua akan berlangsung pada Minggu 17 April 2019. Ajang adu gagasan antarcapres yang bertempat di Hotel Sultan, Jakarta ini mengangkat tema tentang energi, pangan, infrastruktur, sumber daya alam, dan lingkungan hidup.

Menurut Moeldoko, Jokowi telah siap menghadapi debat Pilpres 2019. Petahana akan mengeluarkan jurus-jurus penangkal serangan dari kubu penantang, Prabowo Subianto.

“Ya sudah jelas lah. Jadi bisa diantisipasi,” ujar Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (14/2/2019).

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin ini menegaskan, Jokowi sangat menguasai tema dan permasalahan dalam debat kedua ini. Substansi dari tema debat itu sudah ditangkap Jokowi

“Beliau sudah sangat ngelotok lah, dengan berbagai persoalannya Beliau sudah sangat menguasai,” jelas dia.

“Sehingga nanti, ketika debat yang sangat dinamis kita juga sudah menyiapkan berbagai critical point kalau terjadi sesuatu bagaimana,” sambung Moeldoko.

Mantan Panglima TNI itu mengatakan, topik debat kali ini menjadi kesempatan bagi Jokowi mengklarifikasi sejumlah isu yang menyerang dirinya. Untuk itu, debat ini dinilai akan berjalan lebih bewarna daripada sebelumnya.

“Karena ini yang ditunggu-tunggu masyarakat. Persoalan infrastruktur isunya cukup kencang, persoalan energi cukup dinamis, saya pikir akan jadi pengayaan bagi pemirsa. Tapi juga kesempatan bagi Pak Presiden menyampaikan, klarifikasi berbagai isu-isu yang harus diluruskan,” kata Moeldoko.

Seirama dengan Moeldoko. Ketua TKN Erick Thohir menyebut debat ini menjadi momen yang dinanti Jokowi. Sebab tema yang diangkat, menurut Erick, telah dikuasi oleh mantan Gubernur DKI tersebut.

“Untuk debat ini sangat Pak Jokowi banget. Mengenai infrastruktur, dan lainnya. InsyaAllah karena ini memang yang ditunggu-tunggu,” ucap Ketua TKN Erick Thohir di Jakarta, Rabu 13 Februari 2019.

Sementara Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhammad Romahurmuziy mengungapkan, capres nomor urut 01 ini telah mempersiapkan fakta dan data untuk debat yang dimoderatori oleh Tommy Tjokro dan Anisha Dasuki.

Jokowi nantinya akan lebih banyak menyampaikan fakta capaian pemerintah terkait tema debat energi, pangan dan infrastruktur.

“Kami mempersiapkan debat pilpres yang kedua ini dengan lebih baik karena debat pada periode yang kedua ini debat yang lebih substantif berbasis angka dan fakta,” kata pria yang akrab disapa Romi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu 13 Februari 2019.

Romi menilai isu dalam debat capres ini merupakan permasalahan yang sedang diselesaikan pemerintahan Jokowi saat ini. Ia yakin, dalam debat nanti Jokowi akan menjabarkan masalah dan cara penanganannya.

“Sehingga nanti presiden akan lebih banyak berbicara sebagai calon presiden yang sedang menjabat presiden akan lebih banyak berbicara telah, sedang, dan akan (dilakukan),” ungkapnya.

2 dari 2 halaman

Improvisasi Prabowo

Sementara dari kubu penantang, Prabowo Subianto, disebutkan akan tampil maksimal dalam debat nanti. Tema-tema soal debat diklaim sudah dikuasai oleh mantan Danjen Kopassus tersebut.

“Sesungguhnya beberapa profesor katakan bahwa Pak Prabowo sudah layak untuk jadi profesor doktor, termasuk di bidang yang akan didebatkan,” kata Priyo Budi Santoso di Kantor KPU Pusat, Kamis (14/2/2019).

Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi ini menilai ide-ide tentang tema debat capres sudah ditulis Prabowo dalam sejumlah buku.

“Pak Prabowo hanya kadang kala dikenal sebagai pemimpin tentara, militer, dan jenderal. Yang orang lupa dan luput, Pak Prabowo juga seorang intelek karena sudah banyak buku yang ditulis beliau sendiri dan merupakan pemikiran genuine dari Pak Prabowo,” ujar Priyo.

Dia menuturkan, konsep-konsep yang ditawarkan Prabowo dalam debat kedua pilpres diyakini akan membuka mata publik atas prestasi-prestasinya. Prabowo akan memberikan kejutan besar pada debat.

“Nanti akan ada kejutan dari beliau kuasai bidang masalah pangan, energi, energi terbarukan, konsentrasi beliau yang akan bangun swasembada pangan, swasembada energi, swasembada air. Itu kata-kata kuncinya dan ada di pikiran beliau,” ucap dia.

Tak hanya menguasai tema debat, Prabowo juga akan melakukan improvisasi. Data-data tentang debat telah dikuasi oleh capres nomor urut 2 tersebut.

“Saya kira Pak Prabowo menguasai data-data, kita lihat saja nanti di panggung seperti apa. Akan lebih banyak improvisasi,” kata Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Fadli Zon di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (11/2/2019).

Sementara itu, Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani menyatakan, jelang debat capres, Prabowo lebih banyak membaca tentang materi debat. Termasuk membaca berita soal materi debat tersebut.

“Banyak mendengar dari orang-orang yang ahli yang mengerti di bidang persoalan pangan, energi dan infrastruktur serta lingkungan hidup. Beliau juga banyak membaca beberapa berita yang terkait dengan persoalan itu,” ujar Muzani.

Prabowo tidak akan mengubah gaya dalam debat. Menurut Muzani, mantan Danjen Kopassus itu akan tidak akan merendahkan siapa pun di debat nanti.


Saksikan video pilihan berikut ini:

PPP: Salat Jumat Wajib bagi Laki-laki, Kok Diumumkan?

Jakarta – PPP mengaku heran dengan adanya surat instruksi dan pamflet terkait rencana capres Prabowo Subianto menunaikan salat Jumat di Masjid Agung Semarang atau Masjid Kauman. Menurut PPP, salat Jumat merupakan ibadah wajib laki-laki muslim, sehingga tak perlu diumumkan.

“Ibadah salat Jumat adalah ibadah yang hukumnya fardu’ain (wajib) bagi muslim laki-laki. Mengumumkan kegiatan ibadah salat Jumat ke publik terasa janggal dan ganjil. Karena itu hal yang rutin dilakukan setiap muslim laki-laki. Kenapa tidak sekalian tempat ibadah salat fardu lima waktu diumumkan ke publik?,” kata Waketum PPP Arwani Thomafi dalam keterangan tertulis, Kamis (14/2/2019).

Menurut Arwani, pengumuman itu terkesan politis. Alasannya, peristiwa ini bertepatan saat kampanye Pilpres 2019.

“Mengumumkan ibadah salat Jumat justru lebih banyak kadar politisnya ketimbang kadar ibadahnya, mengapa? Karena ini musim pemilu dan tahun politik. Klaim anti pencitraan dan sosok autentik, gugur serta merta dengan adanya pengumuman tempat ibadah salat Jumat ini,” ujarnya.
Arwani mengatakan seharusnya tim Prabowo tak perlu memusingkan pertanyaan publik perkara salat Jumat eks Danjen Kopassus itu. Dia menilai respons tim Prabowo berlebihan dengan menyebarkan pamflet salat Jumat bersama.

“Tanda pagar yang muncul di media sosial #PrabowoJumatanDimana hanyalah ekspresi warga internet (netizen) yang wajar-wajar saja. Bagian dari bentuk penasaran publik atas sepak terjang calon pemimpinnya. Makanya, meresponsnya tidak perlu dengan sikap dan tindakan yang berlebihan,” tutur Arwani.

Diketahui, DPC Gerindra Semarang menginstruksikan kadernya mengikuti salat Jumat bareng Prabowo di Masjid Agung Semarang. Namun, dalam instruksinya itu, Gerindra melarang kader menggunakan dan membawa atribut partai.

Selain instruksi partai, rencana salat Jumat Prabowo di Semarang diwarnai beredarnya pamflet ajakan untuk salat bareng yang dianggap politisasi. Namun BPN Prabowo-Sandiaga telah membantah mencetak pamflet tersebut.
(tsa/nvl)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Khofifah: Pilkada Selesai, Mari Rajut Kebersamaan

Liputan6.com, Jakarta – Gubernur Jawa Timur terpilih Khofifah Indar Parawansa memohon doa masyarakat Indonesia, khususnya Jawa Timur sebelum resmi dilantik Presiden Joko Widodo di Istana Negara Jakarta, Rabu petang. Khofifah meminta agar masyarakat Jawa Timur menjaga persatuan dan kesatuan.

“Hari ini kami dan Mas Emil insyaallah akan dilantik oleh Pak Presiden. Kami tentu memohon doa seluruh warga bangsa, terutama warga Jawa Timur. Proses Pilkada sudah selesai, mari kembali kita rajut kebersamaan, kebersatuan,” kata Khofifah di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (13/2/2019) siang.

Berdasarkan pantauan, Khofifah tiba di Kompleks Istana bersama Wakil Gubernur Jawa Timur terpilih Emil Elestianto Dardak pukul 13.50 WIB. Keduanya mengenakan seragam lengkap berwarna serba putih.

Khofifah mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama membangun kawasan Jawa Timur. “Kita guyub rukun membangun Jawa Timur yang makin berkemajuan ke depan,” ucapnya.

Keduanya akan menggantikan Soekarwo-Saifullah Yusuf di dua periode kepemimpinannya. Soekarwo-Gus Ipul sendiri menyelesaikan dua periode jabatannya sebagai gubernur dan wakil gubernur pada 12 Febuari 2019 kemarin.

Pada Pilkada 2018, Khofifah-Emil yang diusung koalisi Partai Demokrat, Golkar, Hanura, PPP, PAN, dan Nasdem itu berhasil memperoleh 10.465.218 suara atau 53,55 persen.

Sedangkan, pasangan Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno, yang diusung koalisi PDIP, PKB, PKS dan Gerindra, memperoleh 9.076.014 suara atau 46,5 persen.

2 dari 3 halaman

Pengganti Zumi Zola

Selain Khofifah-Emil, Jokowi juga dijadwalkan akan melantik Wakil Gubernur Jambi Fachrori Umar sebagai gubernur. Dia akan menggantikan Zumi Zola yang saat ini berstatus terpidana kasus gratifikasi dan suap pengesahan APBD Provinsi Jambi.

Zumi Zola sendiri divonis enam tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider tiga bulan kurungan oleh majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta. Selain itu, hak politik Zumi dicabut selama lima tahun.

Dalam persidangan dia terbukti memberikan suap kepada 53 anggota DPRD Provinsi Jambi senilai total Rp 16,5 miliar.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Sepak Terjang Khofifah, Anak Gunung dan Anak Motor Jadi Gubernur Jatim

Sepak Terjang Khofifah, Anak Gunung dan Anak Motor Jadi Gubernur Jatim Foto: Agung Pambudhy

Surabaya – Gubernur Terpilih Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa nanti sore akan dilantik Presiden Jokowi di Istana Negara. Pelantikan ini merupakan buah kerja keras Khofifah usai dua kali gagal di Pilgub Jatim.

Sebelumnya, Khofifah telah dipercaya Jokowi mengemban tugas sebagai Menteri Sosial RI. Namun, Khofifah mengaku memiliki keinginan tinggi untuk mengabdi di kampung halamannya, Jawa Timur.

Khofifah pun akhirnya pamit pada Presiden. Usai mengantongi restu, Khofifah kembali ke Jatim dan menggandeng Bupati Trenggalek Emil Elestianto Dardak yang dikenal mewakili suara generasi milenial. Lalu, bagaimana sepak terjang Khofifah?

Di beberapa kesempatan, Khofifah mengisahkan cerita masa kecilnya. Besar di perkampungan Jemursari, Surabaya, Khofifah ternyata sempat menjual es lilin. Hal ini dilakukan untuk membantu perekonomian keluarga.
Menginjak SMP, Khofifah bersekolah di SMP Khadijah. Khofifah mengakui sekolah yang kini dipimpinnya sebagai Ketua Yayasan ternyata menyimpan banyak kenangan.

Wanita kelahiran Surabaya, 19 Mei 1965 ini ternyata memiliki beberapa hobi unik saat sekolah. Khofifah mengaku suka mendaki gunung hingga menjadi anak motor. Bahkan, hobi mendaki gunung ini sudah dia tekuni sejak duduk di kelas 2 SMP.

“Saya sekolah di sini dari SMP dan SMA. Mulai naik gunung itu kelas 2 SMP. Semua gunung, mulai dari Gunung Batok, Gunung Klotok, kan mendaki itu tidak bisa langsung ke Mahameru, itu kan bertahap. Jadi dulu 6 bulan lagi naik gunung itu, 6 bulan lagi naik gunung ini dan terakhir kita ke Arjuno sebelum ke Mahameru,” kisahnya saat ditemui di SMA Khadijah Surabaya.

Di kesempatan yang sama, Khofifah mengaku dirinya juga sangat menyukai kegiatan motorcross. Meskipun dulu sekolahnya berisi pelajar putri saja, namun dia tetap menyukai bermotor. Khofifah pun berkali-kali mendapat teguran karena hobi bermotornya di malam hari.

Sepak Terjang Khofifah, Anak Gunung dan Anak Motor Jadi Gubernur JatimFoto: Khofifah Indar Parawansa (Suparno Nodhor-detikcom)/File

“Aku juga dulu suka motorcross waktu SMP, padahal sekolahnya dulu khusus perempuan. Tapi udah sering diingatkan orang, saya itu suka naik motor waktu malam pakai motor sendirian, sengaja waktu malam tapi kan orang pasti mengidentifikasi itu saya,” lanjut ibu dari empat orang anak ini.

Selain hobi bermotor, Khofifah juga mahir untuk urusan perbengkelan. Dia sempat mengisahkan jika di tengah perjalanan, ban mobilnya bocor, dia bisa menggantinya seorang diri.

Usai lulus SMA, wanita yang mengaku juga menyukai sepak bola ini melanjutkan studi di dua jurusan yang berbeda, dengan kampus yang berbeda. Khofifah belajar politik di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Airlangga (Unair). Tetapi, dia juga belajar ilmu komunikasi dan agama di Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah Surabaya.

Khofifah juga dikenal aktif berorganisasi. Sempat menjadi Ketua Osis semasa SMA, Khofifah pernah mengemban amanah sebagai Ketua Umum Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU).

Di masa kuliah, Khofifah pun menjadi Ketua Umum Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Surabaya di tahun 1986. Sejak kuliah, Khofifah juga dikenal sebagai organisatoris yang kritis.

Sejak muda, Khofifah telah mengawali karier politiknya. Tepat di usia 27 tahun, Khofifah menjadi anggota DPR RI dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Di pemilu berikutnya, Khofifah pun berhasil mendapat kepercayaan lagi dari masyarakat.

Sementara di era reformasi, Khofifah menyeberang ke Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Karier politik Khofifah pun semakin mentereng. Usai menjadi anggota dewan dari PKB, pada 1999, Khofifah diangkat Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur sebagai Menteri Pemberdayaan Perempuan.

Khofifah pun mengemban tugasnya selama dua tahun. Sayangnya, usai lengsernya Gus Dur, Khofifah tak masuk lagi dalam susunan menteri buatan Presiden Megawati Soekarnoputri.

Sepak Terjang Khofifah, Anak Gunung dan Anak Motor Jadi Gubernur JatimFoto: Instagram khofifah.ip

Namun, dia semakin aktif dalam berbagai organisasi kemasyarakatan. Khofifah pun aktif di Muslimat, sebuah organisasi sayap perempuan Nahdlatul Ulama (NU). Hingga kini, Khofifah masih dipercaya sebagai Ketua Umum Muslimat.

Dengan pengalamannya sebagai anggota DPR hingga Menteri, Khofifah pun bertekad untuk membuat kampung halamannya semakin sejahtera. Pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jatim 2008, Khofifah akhirnya maju menggandeng Mudjiono.

Saat itu ada 5 pasang calon yaitu: Khofifah Indar Parawansa-Mudjiono (KaJi), Sutjipto-Ridwan Hisjam (SR), Soenarjo-Ali Maschan Moesa (Salam), Achmady-Suhartono (Achsan), dan Soekarwo-Saifullah Yusuf (Karsa).

Sayangnya, duet bertajuk Kaji atau Khofifah-Mudjiono ini pun dikalahkan rivalnya Soekarwo-Saifullah Yusuf (Karsa). Khofifah sempat merasa dicurangi dan memperjuangkan haknya ke Mahkamah Konstitusi (MK), namun permohonannya tak dikabulkan.

5 Tahun berikutnya, tekad Khofifah meraih kursi Jatim 1 pun kian menebal. Di tahun 2013, Khofifah maju lagi menggandeng Herman S Sumawiredja.

Pemilu gubernur Jatim 2013 akhirnya diikuti 4 pasangan calon, yakni: Soekarwo-Saifullah Yusuf, Bambang Dwi Hartono-Said Abdullah, Eggi Sudjana-Muhammad Sihat, dan Khofifah Indar Parawansa-Herman Surjadi Sumawiredja. Namun, Khofifah kembali kalah tipis dengan rivalnya yang juga menjadi petahana.

Masih bertekad memajukan kampung halamannya, untuk ketiga kali, Khofifah Indar Parawansa maju berlaga dalam kompetisi meraih kursi Jatim 1. Ketiga kalinya pula, Mantan Menteri Sosial ini harus berhadapan dengan Saifullah Yusuf.

Meski sempat kalah dalam dua laga sebelumnya, Khofifah pun optimis untuk kembali mencoba peruntungan. Sementara Gus Ipul sapaan akrabnya, yang kala itu ‘hanya’ menjadi wakil Soekarwo dalam dua Pilgub, kini percaya diri untuk maju meraup suara menjadi pemimpin Jatim.

Sepak Terjang Khofifah, Anak Gunung dan Anak Motor Jadi Gubernur JatimFoto: Instagram@khofifa.ip

Khofifah pun mulai memperkenalkan wakilnya. Dikenal cerdas dan milenial, wakil Khofifah diisi oleh Bupati Trenggalek Emil Elestianto Dardak. Suami Arumi Bachsin ini juga aktif mendapat sejumlah penghargaan.

Emil juga dikenal berhasil membawa banyak perubahan di Trenggalek. Selain itu, Emil yang masih muda dinilai bisa menjadi magnet untuk meraup suara dari milenial. Terlebih, Emil juga aktif dalam berbagai organisasi Internasional.

Akhirnya, setelah ‘menanti’ selama 10 tahun, Khofifah Indar Parawansa akhirnya berhasil memenangkan Pilgub Jawa Timur. Khofifah menatap kursi Jatim 1 setelah gagal dalam dua pilkada sebelumnya.

Pilgub Jatim 2018 merupakan kali ketiga Khofifah maju sebagai cagub. Pada pilgub kali ini, Khofifah bersama Emil Dardak diusung oleh Partai Demokrat, Golkar, NasDem, PPP, Hanura, dan PAN.

Khofifah-Emil mengalahkan pasangan lawannya, Saifullah Yusuf (Gus Ipul)-Puti Guntur Soekarno yang diusung oleh PDIP, PKB, PKS, dan Partai Gerindra.

Menariknya, di Pilgub 2018, Khofifah didukung Soekarwo, yang selama dua kali pilgub merupakan lawannya. Ini lantaran pria yang akrab disapa Pakdhe Karwo itu merupakan Ketua DPD Demokrat. Di Pilgub Jatim sekarang, Pakde Karwo memberikan dukungan kepada Khofifah.

Di hadapan para pendukungnya, Khofifah telah mengungkapkan rasa senangnya atas kemenangan versi hitung cepat ini. Dia menyatakan peran relawan sangat berpengaruh meskipun mereka tidak dibayar.

“Jadi saya sangat berterima kasih sekali kepada para relawan. Saya ingat kalau ke pasar jam 03.00 dini hari, mereka sudah menyiapkan dari jam 12 malam. Kalau saya ke pasar jam 7, mereka stand by dari jam 5 meskipun tak dibayar,” ujar Khofifah.

Sepak Terjang Khofifah, Anak Gunung dan Anak Motor Jadi Gubernur JatimFoto: Instagram@khofifa.ip

Dalam pidato kemenangannya, Khofifah pun menyampaikan salam kepada rivalnya di Pilgub Jatim tersebut. Dia juga memberi apresiasi bagi partai-partai pendukung Gus Ipul-Puti.

“Saya dan mas Emil juga bersama-sama menyampaikan salam hormat kepada saudara kami paslon no 2 Gus Ipul dan Mbak Puti dan seluruh partai pendukung,” pungkas Khofifah yang saat itu didampingi Emil Dardak.

Kini, kursi Jatim 1 pun berhasil diduduki Khofifah. Sejumlah program dan visi misi telah dipaparkan di berbagai kampanye. Akankah Khofifah berhasil memajukan kampung halamannya?
(hil/fat)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Jawaban Keukeuh Fadli di Tengah Isu Main Api karena Puisi

Jakarta – Polemik puisi ‘Doa yang Ditukar‘ Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon terus bergulir. Fadli diingatkan tidak bermain api. Fadli Zon menegaskan kata ‘kau’ di puisi itu bukan untuk KH Maimun Zubair (Mbah Moen).

“Saya katakan itu bukan untuk Mbah Moen. Tidak bosan-bosan saya sampaikan. Saya menghormati beliau,” kata Fadli di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (12/2/2019).

Dia menjelaskan puisi itu ditujukan untuk pihak yang disebutnya sebagai ‘penguasa’. Fadli mengatakan tak pernah bermaksud menyindir Mbah Moen lewat puisi itu.

“Kalau kita baca dengan jernih, yang dimaksud dengan ‘kau penguasa’ itu kan disebut ya, itu kan jelas sekali. Justru yang kita hormati adalah Mbah Moen yang sedang berdoa dibegal. Nah, yang membegal siapa? Kan orang lain. Itu yang kita kritisi,” ujar Waketum Gerindra itu.

“Jadi nggak ada itu ditujukan ke Mbah Maioun. Itu salah alamat, dipolitisasi saja,” imbuh Fadli.

Fadli juga menanggapi santai soal massa Aliansi Santri Membela Kiai (Asmak) Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, yang mengancam akan membuat jeblok suara paslon yang didukung Fadli Zon pada Pilpres 2019 karena tak mau meminta maaf soal puisi itu. Fadli meminta agar puisinya itu tak jadi ‘gorengan’ politik.

“Nggak usah ‘digoreng-goreng’. Saya juga tahu siapa di belakangnya,” kata Fadli di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (12/2).

Salah satu putra KH Maimun Zubair, Majid Kamil Maimoen, sebelumnya menyarankan Fadli Zon untuk lebih berhati-hati dalam mengekspresikan pendapatnya. Ketua DPRD Rembang tersebut meminta Fadli tidak main api.

“Jangan main apilah. Jangan main api itu bagaimana, kalau mengatakan sesuatu yang sesuatunya itu yang mungkin begini, mungkin begitu. Nah ini kan masyarakat banyak, ada yang fanatik, ada yang peduli, rasanya ke Mbah Maimun tinggi, sehingga ada yang tidak terima,” kata Kamil kepada detikcom, Selasa (12/2).

Kamil mengaku bahwa secara pribadi tak terpancing oleh puisi ‘Doa yang Ditukar’ itu. Namun, diakuinya, ada pula anak Mbah Moen lain yang sempat terpancing meskipun kemudian bisa diredam agar menanggapinya dengan kepala dingin.

Menurut Kamil, jika memang kata ‘kau’ yang ada dalam puisi tersebut bukan untuk Mbah Moen, Fadli Zon tidak bersalah terhadap Mbah Moen. Namun, Fadli dinilai bermain api dengan penggunaan kata ‘kau’ tersebut karena menyinggung pihak lain.

“Kalau saya, Fadli Zon sih nggak salah apa-apa kepada Mbah Maimun. Tapi dia itu main api, juga mengritik Mas Romi. Mengritik Mas Romi itu, menurut saya, juga salah. Saya pun membela Mas Romi. Dia dikatakan makelar, dikatakan yang lain-lain, itu nggak pantaslah. Menjelek-jelekkan orang itu nggak pantas, gitu saja,” terang Ketua DPC PPP Kabupaten Rembang tersebut.
(idh/idh)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Fadli Zon: Kami Akan Bela Slamet Ma’arif Habis-Habisan

Liputan6.com, Jakarta – Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon mengatakan, pihaknya akan membela Ketua Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Ma’arif yang ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan pelanggaran kampanye oleh Mapolresta Surakarta. Fadli menilai, pelanggaran hanya bersifat administratif saja.

“Saya kira kami akan bela habis-habisan tentu saja. Karena menurut saya ini tidak perlu. Kalau kita lihat apa yang terjadi ini kan bersifat administratif saja ya,” kata Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (11/2/2019).

Fadli meminta agar kasus ini tidak dikriminalisasi. Pasalnya, banyak juga kasus pelanggaran kubu pasangan capres-cawapres nomor urut 01 namun tidak ditindaklanjuti oleh kepolisian.

“Jangan dikriminalisasi. Banyak juga pelanggaran yang dilakukan paslon 01 tapi tidak ditindaklanjuti,” ungkap dia.

Dia juga menduga ada penargetan secara sengaja pada anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno. Hal itu kata dia terlihat dari beberapa kasus yang menimpa anggota BPN seperti Ahmad Dhani dan Slamet Ma’arif.

“Ini polanya makin hari mendekati pemilu makin banyak tokoh-tokoh yang merupakan bagian dari BPN seperti ditarget,” ujarnya.

Upaya penargetan itu diduga Fadli untuk menekan kritik ke pemerintah. Serta menghambat kinerja pemenangan Prabowo-Sandiaga.

“Sekaligus juga menghambat kerja BPN untuk memenangkan Prabowo-Sandi,” ucap dia.

2 dari 3 halaman

Soal Dukungan Muchdi PR

Selain itu, Fadli Zon juga enggan ambil pusing dengan langkah Wakil Ketua DPP Partai Berkarya Mayjend (Purn) Muchdi PR yang mengalihkan dukungan ke pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin. Sebab, kata dia sudah banyak juga jenderal purnawirawan lain yang mendeklarasikan mendukung Prabowo-Sandi.

“Enggak ada masalah, itu hak pribadi. Kita sudah ratusan jenderal-jenderal hebat ikut bergabung dengan kita,” kata Fadli.

Dia menilai tidak perlu ada yang ditakuti dari peralihan dukungan Muchdi ke kubu Jokowi. Meskipun jenderal yang disebut-sebut itu ahli dibidang intelijen.

“Enggak, kita juga ahli (intelijen) kok. Kita juga ahli banyak yang ahli ya,” ungkap Fadli.

Dia juga menegaskan yang bersangkutan tidak pernah ada komunikasi dengan Partai Gerindra. Karena, Muchdi sudah lama hengkang dari partai besutan Prabowo Subianto itu.

“Jarang ya karena kan Pak Muchdi ini kan sudah dua kali pindah partai. Dari Gerindra pindah ke PPP, PPP pindah ke Berkarya. Jadi udah pindah-pindag hak beliaulah,” ucap Fadli.


Reporter: Sania Mashabi

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Survei Caleg DKI-1: Imam Nahrawi-Eko Patrio-Habiburokhman Masuk DPR

Jakarta – Lembaga survei Charta Politika merilis hasil surveinya tentang tingkat pengenalan calon anggota DPR di daerah pemilihan DKI Jakarta 1. Hasilnya, Imam Nahrawi menjadi caleg yang paling banyak dikenal.

“Jadi di DKI 1 yang paling dikenal, yang paling tinggi tingkat pengenalannya, itu ada Imam Nahrawi 51,8 persen. Kemudian nomor 2 ada Habiburokhman (31,7 persen),” kata Direktur Riset Charta Politika, Muslimin, di Resto Es Teler 77, Jalan Adityawarman, Jakarta Pusat, Senin (11/2/2019).

Imam Nahrawi.Imam Nahrawi (Ari Saputra/detikcom)

Survei dilaksanakan pada 18-25 Januari 2019. Survei dilaksanakan dengan wawancara tatap muka kepada total 2.400 responden atau 800 responden di tiap dapil. Margin of error di tiap dapil kurang-lebih 3,4 persen. Survei dilakukan di DKI Jakarta karena dianggap sebagai barometer nasional.
Selain tingkat pengenalan caleg, Charta Politika melakukan survei elektabilitas calon anggota DPR RI dari dapil DKI 1. Responden diberi pertanyaan ‘di antara nama-nama tokoh di bawah ini, siapakah yang Bapak/Ibu/Saudara pilih jika pemilihan umum legislatif dari dapil DKI Jakarta 1 dilaksanakan hari ini?’. Hasilnya, Imam Nahrawi masih menduduki posisi puncak.

“Jadi, begitu kita sebutkan beberapa nama, terutama urutan 1-2, kita sebutkan nama-nama caleg di dapil DKI 1, 15,1 persen yang akan memilih Imam Nahrawi. Kemudian Mas Eko (Eko Hendro Purnomo atau Eko Patrio) 3,8 persen. Mas Eko memang tingkat pengenalan hanya 20,2 persen. Begitu diuji, elektabilitasnya sangat signifikan, yaitu langsung naik 3,8 persen,” ungkap Muslimin.

Eko Patrio.Eko Patrio (Noel/detikFoto)

Responden juga diberi simulasi kertas suara. Di dapil DKI 1, pengaruh partai politik disebut lebih kuat karena banyak responden yang mencoblos gambar partai dibanding nama caleg.

“Kalau kita lihat dari beberapa nama memang nama-nama yang populer itu pada akhirnya cukup banyak yang kemudian orang mencoblos. Kemudian yang kedua, untuk khususnya di Gerindra dan PDIP, kalau kita lihat jauh lebih banyak yang mencoblos gambar partainya dibanding calegnya. Artinya adalah dapil 1 ini partai politiknya jauh lebih kuat dibanding caleg-calegnya, terutama di Gerindra dan PDIP,” jelasnya.

Untuk perolehan kursi, hasil survei Charta Politika menunjukkan akan ada beberapa partai yang kehilangan kursi dari DKI 1. Namun, ada juga partai yang justru menambah jumlah kursinya.

“Kursi itu akan hilang di dapil 1, kemudian PPP dan Demokrat kalau menggunakan simulasi yang sekarang. Walaupun kemudian Gerindra yang cukup signifikan karena dari 1 kursi di 2014, sekarang dari simulasi kita, Gerindra akan mendapatkan 2 kursi untuk di dapil 1,” tuturnya.

“Sisanya ada PKB, karena tadi didongkrak oleh suara Imam Nahrawi, kemudian Golkar masih bertahan dengan 1 kursi dan PDIP 1 kursi. Kemudian PKS juga hilang ya, walaupun sebenarnya masih ada sekitar 30 persenan yang tidak mencoblos kertas suara,” imbuh Muslimin.

Fenomena PKB, yang mendapatkan dongkrak suara dari Imam Nahrawi, disebut Muslimin juga terjadi di beberapa dapil. Selain itu, PKB diuntungkan karena memiliki nomor urut 1.

“Jadi peningkatan PKB cukup signifikan di survei kita karena tadi di beberapa survei kita coattail effect ya dapat karena ada Ma’ruf Amin yang tetap diasosiasikan PKB. Ada juga keberuntungan di PKB itu karena mereka nomor 1. Angka 1 cukup berpengaruh di beberapa level. Karena kita uji terbuka beberapa pemilih, tapi pas tertutup pada memilih PKB. Jadi ketika nomor 1 PKB dan calegnya nomor 1, itu punya potensi ternyata walaupun tidak populer,” papar Muslimin.

“Terutama bagi pemilih yang sampai bilik suara hanya memilih paslon 01 atau 02 saja, ketika dia membuka kertas besar, sudah pilih nomor 1 saja. Ketika tingkat pengetahuan masyarakat rendah terhadap caleg-caleg, maka bisa diuntungkan di situ,” ucapnya.

Berikut ini 10 besar tingkat pengenalan calon anggota DPR RI dapil DKI Jakarta 1:
Imam Nahrawi 51,8 persen
Habiburokhman 31,7 persen
Putra Nababan 26,7 persen
Wanda Hamidah 26,3 persen
Asril Hamzah Tanjung 24,4 persen
Chica Koeswoyo 23,7 persen
Bambang Atmanto Wiyogo 23,5 persen
M Yusuf Mujenih 22,9 persen
Mardani Ali Sera 22,7 persen
Sb. Wiryanti Sukamdanu 21,3 persen

Berikut ini 10 besar elektabilitas calon anggota DPR RI dapil DKI Jakarta 1:
Imam Nahrawi 15,1 persen
Habiburokhman 6,8 persen
Eko Hendro Purnomo 3,8 persen
Putra Nababan 3,6 persen
Bambang Atmanto Wiyogo 3,5 persen
M Yusuf Mujenih 3,5 persen
Chica Koeswoyo 3,3 persen
Wanda Hamidah 2,3 persen
Mardani Ali Sera 2,1 persen
Asril Hamzah Tanjung 2,0 persen

Berikut ini perolehan kursi partai politik dapil DKI Jakarta 1:
PKB 1 kursi
Gerindra 2 kursi
PDIP 1 kursi
Golkar 1 kursi
NasDem 0 kursi
Garuda 0 kursi
Berkarya 0 kursi
PKS 0 kursi
Perindo 0 kursi
PPP 0 kursi
PSI 0 kursi
PAN 1 kursi
Hanura 0 kursi
Demokrat 0 kursi
PBB 0 kursi
PKPI 0 kursi
(azr/tor)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>