Lima Pasukan Kurdi Tewas Akibat Serangan Bom Bunuh Diri

Jakarta – Lima orang pasukan Kurdi tewas akibat bom bunuh diri di Suriah. Bom bunuh diri itu meledak saat pasukan militer Amerika Serikat (AS) dan pasukan Kurdi konvoi.

Seperti dilansir AFP, Senin (21/1/2019), ISIS mengklaim sebagai otak di balik serangan bom bunuh diri tersebut.

“Seorang penyerang bunuh diri yang mengendarai mobil bermuatan bom menargetkan konvoi pasukan Amerika disertai oleh SDF di jalan Hasakeh-Shadadi,” kata observatory yang mengandalkan jaringan sumber di dalam wilayah Suriah.

Shadadi sendiri terletak di selatan Hasakeh. Daerah itu relatif terhindar dari perang di Suriah.

Seorang saksi mata mengatakan kepada AFP bahwa ledakan itu terjadi di pos pemeriksaan yang dikuasai oleh pasukan Kurdi. Ledakan terjadi sekitar 8 mil di luar Shadadi ketika konvoi itu melintas.

“Tidak ada korban di AS.” kata juru bicara koalisi Sean Ryan.

(zak/gbr) <!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Neymar: PSG Vs Man United Laga Besar untuk Pencinta Sepakbola

ParisParis Saint-Germain akan menghadapi Manchester United di babak 16 besar Liga Champions. Neymar melabelinya sebagai laga besar.

Duel PSG dengan Man United akan berlangsung pada 13 Februari 2019 dan 7 Maret. Les Parisiens akan melawat ke Old Trafford lebih dulu.

Neymar antusias untuk menyambut melawan raksasa dari Liga Inggris itu.

“Kami menjelang pertandingan besar (melawan Manchester Unitd). Itu akan menjadi laga besar untuk para pencinta sepakbola, dan kami senang bisa menghadapi tim hebat,” kata Neymar di Canal+ yang dilansir oleh Mirror.

PSG mempunyai skuat yang mumpuni. Di lini depan, Neymar ditemani oleh Kylian Mbappe dan Edinson Cavani. Pada pos lainnya ada pemain seperti Angel Di Maria, Thiago Silva, belum lagi Gianluigi Buffon di bawah mistar.

Oleh karena itu, Neymar yakin bisa mewujudkan ambisi untuk memenangi Si Kuping Besar.

“Kami memenangi segalanya. Liga Champions merupakan impian semua pesepakbola,” kata Neymar.

“Kami sadar itu sulit, tapi tim kami bisa mewujudkannya. Kami mempunyai pemain dengan kualitas sangat tinggi. Kami bisa meraih target tinggi. Kami ada di jalur yang tepat,” dia menambahkan.

(cas/raw)


Merapi Luncurkan 10 Kali Guguran Lava Pijar

Liputan6.com, Yogyakarta – Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta mencatat sepuluh kali guguran lava pijar meluncur dari puncak Gunung Merapi pada Senin (21/1/2019).

BPPTKG menyebut berdasarkan data seismik sejak pukul 00.00-06.00 WIB, tercatat sebanyak sepuluh kali guguran lava dengan durasi 12-48 detik. Jarak luncur maupun arah guguran tidak teramati karena cuaca di Gunung Merapi berkabut.

Sementara berdasarkan pengamatan BPPTKG dari Pos Pengamatan Gunung Merapi (PGM) Kaliurang pada Senin pagi, dilaporkan angin di gunung tersebut bertiup tenang dengan suhu udara mencapai 20,8 derajat Celcius dengan kelembapan udara 88 persen RH dan tekanan udara hingga 916,0 hpa.

Seperti dilansir Antara, BPPTKG selama mengamati gunung api itu pada Minggu (20/1), dari pukul 18.00 hingga 24.00 WIB, mencatat 6 kali gempa guguran dengan yang berlangsung selama 13 sampai 23 detik.

Per 16 Januari 2019, volume kubah lava di gunung teraktif di Indonesia itu tercatat 453.000 meter kubik dengan laju pertumbuhan 2.300 meter kubik per hari atau lebih rendah dari pekan sebelumnya.

Mengacu pada data aktivitas vulkanik Gunung Merapi, hingga saat ini BPPTKG masih mempertahankan status Gunung Merapi pada level II atau Waspada dan untuk sementara tidak merekomendasikan kegiatan pendakian kecuali untuk kepentingan penyelidikan dan penelitian berkaitan dengan upaya mitigasi bencana.

BPPTKG mengimbau warga tidak melakukan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari puncak Gunung Merapi.


Simak video pilihan berikut ini:

Teror Candi Borobudur, Misteri Ledakan 9 Bom di Pagi Buta

Liputan6.com, Jakarta – Senin 21 Januari 1985, hari baru saja berganti. Petugas keamanan Candi Borobudur melirik jam dinding di pos jaga yang menunjukkan pukul 01.20 WIB. Saatnya untuk berpatroli. Dua orang petugas kemudian meninggalkan Pos Jaga I untuk mengelilingi candi Buddha terbesar di dunia itu.

Catatan Sejarah Hari Ini (Sahrini) Liputan6.com mengutip, baru 10 menit berkeliling, kedua petugas itu dikejutkan bunyi menggelegar. Baru saja keduanya berlari menuju sumber bunyi itu, terdengar bunyi lain yang tak kalah besar. Belakangan diketahui kalau itu adalah bunyi ledakan dari bom yang sengaja ditujukan untuk menghancurkan situs tersebut.

Ada sembilan kali ledakan di pagi itu. Ledakan terakhir terdengar pada pukul 03.40 WIB. Namun, dalam suasana yang gelap gulita itu, masih belum diketahui apa yang sebenarnya terjadi. Para petugas keamanan lokal pun masih menunggu kedatangan aparat untuk memastikan apa yang sebenarnya terjadi.

Petugas Garnisun Magelang tiba di lokasi sekitar pukul 04.30 WIB dan langsung menyisir kawasan candi yang terkena ledakan. Mereka menyaksikan batu-batu candi berserakan. Terlihat dengan jelas kalau kejadian ini memang disengaja.

“Ledakan ternyata telah merusak 9 stupa berlubang. 3 yang berada di sisi timur batur pertama Arupadhatu, 2 lagi yang terdapat di batur kedua dan 4 lainnya di batur ketiga,” tulis Daoed Joesoef, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan serta tokoh pemugaran candi tersebut dalam bukunya Borobudur yang diterbitkan tahun 2004.

Namun, muncul kabar kalau belum semua bom yang dipasang meledak. Masih ada yang bom terpasang yang menunggu waktu untuk meledak. Sekitar pukul 05.00 WIB, seorang personel Sat Brimob Polda Jawa Tengah diperintahkan Dansat Brimob Kolonel Pranoto (Kasat Brimob waktu itu) untuk mendatangi Candi Borobudur dan menjinakkan bom yang belum meledak.

Anggota Brimob itu yakni Sersan Kepala Sugiyanto. Pria asal Boyolali itu dengan berani menjinakkan bom yang belum meledak. Bersama dengan tim Jihandak (Penjinak Bahan Peledak) dari Kompi 5155 Brimob Jogja, dia menemukan 2 buah bom yang siap meledak.

Ternyata, pelaku teror berencana meledakkan 11 bom di Candi Borobudur. Pukul 08.00 WIB adalah tenggat waktu bom terakhir meledak. Sembilan buah bom meledak dan 2 bom dapat dijinakkan Sugiyanto. Hebatnya, dia menjinakkan itu seorang diri.

“Saat itu peralatan belum seperti sekarang. Berbekal seragam dinas Brimob dan tekad baja, saya melakukan aksi penjinakan bom itu. Dalam benak saya, hanya Allah yang dapat menyelamatkan nyawa saya kalau bom itu meledak ketika tengah saya tangani,” ucap Sugiyanto seperti dilansir Tribrata Polda Jateng, Jumat (9/11/2018).

Dalam proses penjinakan bom itu, Sugiyanto hanya membawa sebuah tool kit standar operator penjinak, selimut bom, dan sebuah metal detector. Tidak ada X-ray seperti saat ini, yang dapat menembus sekat. Sehingga benda yang ada di dalamnya dapat dideteksi.

“Pada waktu itu, bom terbungkus kertas tebal dengan perekat lakban. Seingat saya, benda itu cukup besar. Saya tidak bisa mengetahui apa isi di dalamnya,” terang dia.

Ia bercerita, bom yang berhasil dijinakkannya berupa dinamit dengan berat sekitar 1 kg. Dinamit itu dilengkapi dengan sebuah inisiator, 2 baterai dan sebuah timer.

Tanpa body protector dan peralatan canggih, Sugiyanto berhasil mencegah 2 stupa luluh lantak karena ledakan. Atas jasanya ini, Sugiyanto mendapatkan penghargaan dari Kapolri berupa kesempatan untuk melanjutkan jenjang karier menjadi perwira Polri.

2 dari 3 halaman

Misteri Peneror Candi

Bayang-bayang akan adanya serangan terhadap Borobudur sudah tercium jauh-jauh hari. Saat proses pemugaran berlangsung, 10 Agustus 1973 hingga diresmikan 23 Februari 1983, Daoed Joesoef yang menjadi tokoh di balik pemugaran Borobudur mengaku kerap menerima surat kaleng dan selebaran gelap. Isinya berupa makian, hujatan, dan kutukan.

“Isinya berupa makian, hujatan dan kutukan bahwa saya orang kafir. Karena bertanggung jawab atas pembangunan berhala terbesar di Tanah Air,” ujar Daoed.

Menurut dia, dari gaya bahasa yang dipakai dan ayat-ayat yang diketengahkan, sebenarnya sudah jelas si penulis surat kaleng hidup dan berada di lingkungan yang mana.

Spekulasi pelaku peledakan pun bermunculan. Pemerintah mengarahkan kecurigaan pada kelompok Islam radikal. Ketegangan antara pemerintah dan kelompok Islam memang meningkat sejak peristiwa Tanjung Priok pada September 1984 dan penolakan asas tunggal Pancasila.

Tiga bulan berlalu, sosok di balik pengeboman Candi Borobudur masih dalam penyelidikan intensif. Sampai akhirnya muncul kejadian meledaknya sebuah bus bernama Pemudi Express di Banyuwangi, Jawa Timur.

Dari situlah akhirnya terbongkar, jika bus itu meledak lantaran ada bom yang dibawa penumpangnya. Bom itu tak tahan panas, lantaran bergesekan dengan mesin mobil.

Polisi pun bergerak cepat, bom yang meledak di Pemudi Express menjadi titik masuk untuk memburu pelaku bom Candi Borobudur, yang kemudian merujuk pada nama Abdul Kadir Al-Habsy.

Ia pun diamankan dan terbongkarlah jika bom dalam mobil itu akan diledakkan di Bali, dengan sasaran hotel-hotel atau tempat prostitusi di Pulau Dewata.

Dari sini muncul nama Husein bin Ali Al-Habsyi, yang tak lain kakak kandung dari Kadir. Keduanya pun ditetapkan sebagai tersangka.

Kadir mengakui jika bom itu berkaitan dengan kejadian Borobudur. Namun Husein menolak keras jika disebut terlibat. Sampai kemudian muncul nama otak di belakang kejadian itu adalah Mohammad Jawad alias Krisna alias Abu Mahdi.

Pria yang disebut-sebut sebagai ustaz asal Jakarta itulah yang disebut Kadir dan Husein sebagai dalang. Namun demikian, ia raib tak berbekas.

Di pengadilan jaksa penuntut menuduh mereka meledakkan Borobudur sebagai balas dendam atas peristiwa Tanjung Priok 1984. Mereka menolak tuduhan jaksa, tapi pengadilan tetap memutuskan mereka bersalah.

Kadir kemudian divonis 20 tahun penjara dan Husein dihukum seumur hidup. Tapi Husein mendapatkan grasi dari pemerintah Habibie pada 23 Maret 1999. Sedangkan siapa Mohammad Jawad hingga kini masih misteri. Siapa Jawad tak ada yang mengetahui. Bahkan, termasuk Kadir dan Husein yang juga hanya mengenal orang itu dalam waktu singkat.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Kisah Perjuangan Hidup 2 Nelayan Cilacap yang Perahunya Ditelan Laut Kidul

Liputan6.com, Kebumen – Tak ada yang menyangkal keganasan ombak pantai selatan Kebumen, Jawa Tengah. Tahun 2018 lalu misalnya, sebanyak 22 orang tenggelam di perairan ini. 20 korban ditemukan tak bernyawa. Dua korban lainnya, dinyatakan hilang.

Paling menggegerkan tentu adalah peristiwa di akhir 2018 lalu, ketika empat remaja tenggelam dan meninggal di Pantai Petanahan, Kebumen. Mereka terseret pusaran palung laut pinggir pantai.

Di pantai selatan, perenang handal pun tak jadi jaminan. Ini lantaran arus yang unik. Di permukaan, laut terlihat tenang. Tetapi, di bagian bawah, arus bisa jadi sangat kuat dan bisa menyeret benda apa saja.

Singkat kata, dalam kondisi biasa pun arus laut selatan Kebumen begitu berbahaya. Apalagi, jika sedang terjadi gelombang tinggi seperti saat ini.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pos Pengamatan Cilacap telah mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi yang berisiko terjadi atara 19-22 Januari 2019.

Ombak setinggi 2,5-4 meter berpotensi terjadi di perairan pantai dan Samudera Hindia selatan Cilacap, Kebumen, Purworejo hingga Yogyakarta. Dengan kecepatan angin mencapai 30 knot, kondisi perairan selatan berbahaya bagi jenis kapal besar sekali pun.

Peringatan dini ini pun disebar mulai dari para pengelola pantai wisata hingga kelompok-kelompok nelayan. Nelayan pun paham, melanggar imbauan untuk tak melaut, sama saja menyerahkan diri untuk berhadapan langsung dengan gelombang ganas laut selatan.

Bagi nelayan, laut adalah ladang penghidupannya. Barangkali, mereka tak hendak melanggar larangan melaut. Tetapi, mereka lebih khawatir periuk keluarga mereka kosong.

Apa boleh buat, sebagian nelayan nekat melaut. Itu termasuk dua nelayan asal Cilacap yang melaut dari pantai Mirit, Kebumen. Mereka tak hirau dengan ancaman gelombang tinggi laut selatan demi kelangsungan hidup keluarganya.

2 dari 2 halaman

1 Nelayan Selamat, 1 Meninggal Dunia

Dua nelayan ini, Hadi Rasiwan (60) warga Desa Lengkong, Cilacap dan Rohman (38) warga Kesugihan Kecamatan Kesugihan Kabupaten Cilacap. Perahu mereka hanya lah perahu kecil dengan mesin tempel ukuran 5 PK. Tentu, tak sebanding dengan gelombang tinggi laut selatan.

Tetapi, mereka nekat menerjang ganasnya ombak laut selatan Kebumen. Nahas, baru saja melaut 30 menit dan berjarak kisaran di bawah 100 meter dari bibir pantai ombak tinggi melabrak perahu. Akibatnya, perahu langsung terbalik.

Hadi Rasiswan dan Rohman pun kalang kabut menyelematkan diri. Mereka segera berenang menyelamatkan diri agar tak turut tenggelam.

Begitu mengetahui ada perahu terbalik, nelayan setempat pun tak tinggal diam. Mereka segera menolong dua nelayan malang ini.

Tetapi butuh waktu untuk mencapai dua nelayan yang berjuang untuk nyawanya ini. Gelombang tinggi menyulitkan perahu nelayan lainnya mendekat ke kedua korban tenggelam.

Setelah berujuang beberapa waktu, keduanya berhasil dievakuasi. “Kedua nelayan itu ditolong sesama nelayan dan dibawa ke tepian,” kata Kasubbag Humas Polres Kebumen, AKP Suparno.

Bersicepat dengan waktu, dua nelayan ini lantas dilarikan ke Puskesmas Mirit. Sayangnya, satu nelayan, Hadi Rasiwan, meninggal dunia di perjalanan.

“Kemungkinan keduanya kelelahan saat berenang menyelamatkan diri hingga akhirnya mendapatkan pertolongan,” Suparno menjelaskan.

Informasi yang dihimpun kepolisian, kedua nelayan tersebut sebetulnya mengenakan pelampung. Namun saat ditemukan, pelampungnya telah lepas.

Saksikan video pilihan berikut ini:

5 ABK Berhasil Selamat dari Kapal Karam di Perairan Batam

JakartaKecelakaan kapal terjadi di perairan Pulau Ngenang, Batam, Kepulauan Riau. Sebuah kapal yang membawa muatan solar sebanyak 250 ton karam di laut.

Dinas Penerangan Koarmabar dalam keterangan tertulis menyampaikan, kapal bernama TB Charly itu karam di Perairan Pulau Ngenang Batam, Jumat (18/1) lalu. Mendapat informasi tersebut, personel Pos Pengamat (Posmat) Mentigi langsung menuju lokasi.

Dalam perjalanan menuju lokasi kejadian, personel Posmat Mentigi berpapasan dengan speed boat KPLP KN-547 yang mengevakuasi ABK TB Charly yang berjumlah 5 orang, termasuk Nakhoda. Selanjutnya, Personel Posmat Mentigi merapat ke TB Berkat 3 yang membantu menyelamatkan para ABK TB Charly.


“Patroli Posmat Mentigi selanjutnya menuju ke Pangkalan KPLP untuk berkoordinasi dengan Kasiops Samsul Rizal di Kapal KPLP KN. Sarotama P 112 untuk meminta keterangan kejadian terhadap Nakhoda TB Charly,” demikian tulis keterangan dari Dinas Penerangan Koarmabar, Minggu (20/1/2019).

Informasi yang didapat, TB Charly berangkat dari Tanjung Uban dengan tujuan Guntung, Pulau Burung, pada Kamis (18/1). Kapal tersebut bermuatan solar sebanyak 250 ton milik PT RSUP Pulau Burung.

“Dalam perjalanan, pakal buritan TB Charly terlepas terhantam ombak, sehingga air di buritan dan dalam kapal masuk dengan cepat. Selanjutnya para ABK kapal mengambil tindakan untuk memompa dengan pompa robin, pompa mesin lampu, dan pompa mesin induk, tetapi air begitu cepat masuk ke kapal sehingga hitungan sekitar 10 detik TB Charly langsung tenggelam,” jelasnya.

Sebanyak 5 orang ABK, termasuk nakhoda TB Charly dievakuasi ke TB Berkat 3 dalam keadaan selamat. Dari hasil pemeriksaan diperoleh data nama Kapal TB Charly, Tonage 32 GT, asal Indonesia.
(jor/fdu)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Bawa Manchester United Menang, Rashford dapat Pujian

Jakarta Bomber Manchester United, Marcus Rashford, berhasil mencetak satu gol saat timnya menang 2-1 atas Brighton and Hove Albion pada lanjutan pertandingan Liga Inggris di Old Trafford, Sabtu (19/1/2019) malam WIB.

Dalam pertandingan yang berlangsung di Old Trafford, Rashford bermain sejak menit awal. Dia menempati pos di lini depan bersama Anthony Martial dan Jesse Lingard.

Berdasarkan statistik yang dicatat Whoscored, pemain 21 tahun itu melepaskan enam tembakan yang dua di antaranya mengarah ke gawang. Selain itu, akurasi umpannya juga mencapai 87 persen.

Dia pun berhasil mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-42. Berhasil melewati kawalan tiga pemain belakang Brighton, Marcus Rashford sukses menjaringkan bola ke dalam gawang dengan sepakan kaki kanan.

Manchester United pun menang 2-1 atas Brighton. Satu gol MU lainnya dicetak Paul Pogba pada menit ke-27, sedangkan gol tunggal tim tamu disarangkan Pascal Gross pada menit ke-72.

“Marcus Rashford telah menjadi pemain kelas atas. Anda memulai dengan level kerja. Dia memiliki itu, bekerja seperti tidak ada orang lain, berlari di pertahanan lawan, dan mempertahankan bola,” ujar manajer Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer.

“Dia sekarang lebih tenang di depan gawang lawan dan dia yakin, serta berlatih sepanjang waktu. Sekarang dia percaya diri,” papar Solskjaer.

Pada musim ini, Marcus Rashford telah mendulang sembilan gol dan enam assist dari 27 pertandingan yang sudah dijalani bersama Manchester United.

Sumber: BBC

12 Penumpang Hilang di Kapuas Kalbar, SAR Kirim Regu Penyelamat

Kapuas Hulu – Dua tim penyelamat dikerahkan untuk mencari 12 korban kapal tenggelam di Sungai Kapuas, Kapuas Hulu, Kalbar. Tim akan menyisir sungai dari atas sungai hingga ke dalam sungai.

“Begitu dapat laporan tadi pagi atas kejadian di Sungai Kapuas Semitau Kapuas Hulu, kami langsung tindak lanjuti dan mengirimkan dua tim,” kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Pontianak Hery Marantika, yang dilansir dari Antara, Minggu (20/1/2019).

Dijelaskan dia, tim yang diberangkatkan itu dilengkapi dengan peralatan evakuasi, selam, medis, komunikasi dan peralatan pendukung lainnya. Menurutnya dua tim yang diberangkatkan itu merupakan tim dari Pos Sintang dan dibantu satu tim lagi dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Pontianak.

“Masing-masing tim ini telah dilengkapi dengan perlatan yang diperlukan seperti peralatan selam, evakuasi, medis, komunikasi dan peralatan pendukung lainnya,”jelas Hery.

Peristiwa kapal motor karam terjadi pukul 20.00 WIB, Sabtu (19/1) di Sungai Kapuas, kapal motor tersebut bermuatan sembilan unit sepeda motor dan 24 penumpang. 12 penumpang dinyatakan hilang, satu orang meninggal dan 11 orang dirawat di Puskesmas setempat.
(rvk/asp)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Melihat Kesiapan Cilacap Menyambut Dampak Supermoon

Liputan6.com, Cilacap – Wilayah Cilacap timur, Kecamatan Nusawungu dan Binangun, usai kebanjiran. Dua kecamatan itu sekarang harus berhadapan dengan bahaya lainnya, dampak Supermoon.

Supermoon adalah fenomena ketika bulan berada di titik terdekat dengan bumi. Kondisi ini bisa memicu gelombang pasang dan banjir rob saat bulan penuh. Yang menyedihkan banjir di Nusawungu dan Binangun belum benar-benar surut. Air masih menggenang. 

Dikhawatirkan, dampak Supermoon jika berbarengan dengan hujan lebat kawasan hulu, akan memperparah banjir. 

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cilacap, Kodirin mengatakan secara keseluruhan ada tujuh kecamatan yang rawan terdampak gelombang pasang akibat Supermoon dan dampak lanjutannya.

Di luar Nusawungu dan Binangun, lima kecamatan lainnya adalah Adipala, Cilacap Selatan, Kesugihan, Cilacap Utara dan Kecamatan Kampunglaut.

“Itu di pesisir selatan,” katanya, Sabtu, 19 Januari 2019.

BPBD juga sudah menyampaikan kemungkinan banjir rob akibat Supermoon ini. Masyarakat dinilai sudah siap dengan kondisi terburuk sekalipun.

2 dari 2 halaman

Kondisi Tanggul Penahan Gelombang Rob

Mitigasi bencana gelombang pasang sudah dilakukan dengan memasang tanggul penahan gelombang di sepanjang pesisir selatan. Secara umum tanggul buatan maupun alam itu kondisinya baik. 

“Ada tanggul dengan cor dan material pasir. Ada pula bronjong yang dibuat dengan sabut kelapa,” katanya.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi yang mungkin terjadi di pantai selatan dan Samudera Hindia antara 19-22 Januari 2019.  Prakirawan Pos Pengamatan cilacap, Feriharti Nugrohowati mengatakan kondisi ini dipicu oleh munculnya pola tekanan rendah 1.006 hPa di Samudra Hindia selatan Jawa Timur, 1007 hPa diLaut Arafuru dan 1004 hPa di Samudra Pasifik utara Papua , serta pola sirkulasi Eddy di barat Aceh.

Pola angin di utara Indonesia umumnya dari arah barat laut-timur laut dengankecepatan angin berkisar antara 5-25 knot. Sedangkan di selatan wilayah Indonesiaumumnya dari arah barat daya-barat laut dengan kecepatan angin berkisar antara 5-30knot.

Kecepatan angin tertinggi terpantau di Perairan Pulau Enggano hingga Bengkulu, PerairanLampung, Laut Natuna Utara, Perairan Kepulauan Sanginge hingga Kepulauan Talaud, Perairan Kepulauan Sermata hingga Kepulauan Tanimbar, dan Laut Arafuru bagian timur.

Kondisi ini juga memicu potensi terjadinya gelombang setinggi antara 2,5-4 meter di perairan selatan dan Samudera Hindia selatan Cilacap, Kebumen, Purworejo, Yogyakarta. Tiupan angin dan gelombang setinggi ini juga berbahaya bagi pelayaran.

Simak video menarik berikut :

Bisakah Indonesia Bangun Infrastruktur Tanpa Utang?

Liputan6.com, Jakarta – Bank Indonesia (BI) mencatat Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada akhir November 2018 sebesar USD 372,9 miliar atau setara Rp 5.258 triliun (USD 1=Rp 14.101). Rasio utang tersebut 34 persen terhadap PDB. Pemerintah pun selalu menegaskan, bertambahnya utang karena gencar melakukan pembangunan infrastruktur.

Lalu bisakah Indonesia membangun infrastruktur tanpa mengandalkan utang?

Peneliti dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira mengatakan, pembangunan infrastruktur masif di era Jokowi-JK untuk mengejar ketertinggalan yang terjadi selama berpuluh-puluh tahun. Akibatnya, untuk mencari pembiayaan, pemerintah berupaya mencari cara cepat.

“Salah satunya kan karena memang misi atau ambisi Pak Jokowi untuk membangun infrastruktur pengennya ngebut nih. Karena kita memang tertinggal cukup lama. Pak Harto 30 tahun berkuasa dengan segala kekurangannya dia bangun jalan tol memang sudah ada tuh Jagorawi segala macam tapi lambat banget,” ujarnya dalam sebuah diskusi di Kawasan Tebet, Jakarta, Sabtu (19/1/2019).

Bhima melanjutkan, pembiayaan cepat yang dikaji tentu bukan mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Sebab APBN adalah instrumen yang digunakan untuk membiayai kebutuhan operasional dalam negeri baik belanja pegawai, belanja modal, pendidikan, kesehatan dan beberapa hal lain.

“Problemnya kalau kita lihat dari nafsu atau mimpi besar Jokowi untuk membangun infrastruktur itu APBN tidak cukup. Pastinya tidak akan cukup. Apbn itu sebagian besar sudah habis 23 persen habis untuk belanja pegawai, sebagian lagi untuk belanja operasional dalam bentuk belanja barang, pengadaan itu sifatnya konsumtif,” jelasnya.

Setelah mempertimbangkan kondisi APBN, pemerintah tentu mengandalkan pos-pos lain untuk mencari pendanaan dalam rangka mewujudkan terhubungnya Indonesia dari Sabang hingga Merauke melalui pembangunan infrastruktur. Salah satu yang diandalkan adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan swasta.

Namun, karena satu dan lain hal maka swasta seiring berjalannya waktu tidak tertarik melakukan investasi. Dengan kondisi ini, maka BUMN menjadi korban untuk mencari sebanyak-banyaknya pendanaan yang tentunya dijamin oleh negara.

“Swasta bilang saya tertarik untuk masuk ke proyek infrastruktur. Problemmnya itu adalah bukan pendanaan, swasta bisa nyari dana dari bank, dana dari saham, dari utang pinjaman lain. Swasta bisa cari banyak mekanisme itu. Yang jadi pertanyaan sekarang ini kenapa swasta tidak masuk dan porsinya itu cenderung mengalami penurunan dalam kurun waktu 10 tahun terakhir. Masalah adalah pembebasan lahan. Pembebasan lahan itu butuh waktu 10 sampai 20 tahun,” tandasnya.

Reporter: Yayu Agustini Rahayu

Sumber: Merdeka.com

2 dari 3 halaman

Utang Indonesia Terus Naik dalam 10 Tahun

Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) mencatat Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada akhir November 2018 sebesar USD 372,9 miliar atau setara Rp 5.258 triliun (USD 1=Rp 14.101), rasio utang tersebut 34 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Menilik posisi 10 tahun lalu, utang Indonesia ternyata naik. Pada 2008, Indonesia memiliki utang sekitar Rp 1.636,7 triliun atau USD 149,5 miliar dengan rasio utang hampir mirip yaitu 33 persen terhadap PDB. 


Kenaikan ini bukan tanpa alasan, mengutip data Kementerian Keuangan, Kamis (17/1/2019), utang digunakan untuk menggenjot pembangunan infrastruktur, pembiayaan pendidikan, pembiayaan kesehatan, perlindungan sosial dan pembiyaan Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik dan Dana Desa.

Adapun kenaikan signifikan terjadi pada 2015 hingga 2017, dengan penambahan utang sekitar Rp 1.166 triliun.

“Apabila kita bandingkan dalam kurun waktu 2012-2014 dan 2015-2017, utang pemerintah bertambah dari Rp 609,5 triliun menjadi Rp 1.166 triliun yang mengalami kenaikan sebesar 191 persen,” demikian dikutip dari laman kemenkeu.go.id, Jakarta.

Kemenkeu menegaskan, walaupun akhir-akhir ini utang pemerintah meningkat, namun tidak melanggar amanat Undang-Undang Nomor 17 tahun 2003 tentang Keuangan Negara dimana defisit APBN masih terjaga kurang dari 3 persen terhadap PDB dan rasio utang kurang dari 60 persen dari PDB.

Terdapat 3 indikator risiko yang menunjukkan bahwa utang pemerintah dikelola dengan baik. Pertama, penurunan porsi kepemilikan asing dalam utang pemerintah.

Data menunjukkan bahwa rasio utang dalam valuta asing, terhadap total utang pemerintah terus menurun contohnya dari 2015 sebesar 44,5 persen ke 38,6 persen di 2018.

“Hal ini menunjukkan risiko utang yang berasal dari nilai tukar Rupiah terhadap mata uang asing dapat ditekan. Artinya utang Indonesia tidak terdampak apabila ada pengaruh dari luar negeri atau global,” tulis Kemenkeu.

Kedua, kenaikan rasio utang dengan tingkat bunga tetap terhadap total utang pemerintah. Hal ini berarti risiko utang pemerintah tidak terlalu terpengaruh oleh situasi pasar yang tidak stabil (floating). Ketiga, kenaikan rasio utang yang jatuh tempo lebih dari 3 tahun terhadap total utang pemerintah.

“Data menunjukkan bahwa dalam 4 tahun terakhir rasio ini meningkat dari 21,4 persen ke 26,5 persen. Hal ini berarti risiko beban pembayaran utang pemerintah dalam jangka pendek memiliki tren menurun, artinya alokasi pembayaran utang dalam APBN akan mengecil, seiring dengan meningkatnya porsi utang yang memiliki jatuh tempo menengah/panjang, sehingga setiap tahunnya APBN tidak akan terbebani oleh cicilan utang dan dapat dialokasikan untuk belanja produktif lainnya,” mengutip penjelasan Kemenkeu.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: