TGB: Debat Kedua Ibarat Moto GP, Jokowi Ungguli Prabowo di Tiap Tikungan

Jakarta – Korbid Keummatan DPP Partai Golkar TGH Muhammad Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) mengibaratkan debat capres kedua seolah perlombaan Moto GP. Menurutnya, debat tersebut penuh adu balap yang menegangkan.

“Debat kedua Capres merupakan debat yang sarat informasi dan menukik secara politik. Ibarat balapan Moto GP, kedua pasangan Capres berhasil menyajikan adu balap menegangkan yang cukup spektakuler bagi rakyat Indonesia, khususnya para calon pemilih,” ujar TGB, dalam keterangannya, Senin (18/2/2019).

Meski penuh adu balap, menurut TGB, capres Joko Widodo (Jokowi) mampu memimpin pertandingan. Capres nomor urut 01 itu mampu mengambil kesempatan-kesempatan di tiap tikungan hingga Prabowo Subianto tertinggal jauh.

“Pada jalur lurus, kedua pasangan terasa saling berkejaran ketat, namun pada tiap-tiap-belokan, Pak Jokowi kerap melampaui tarikan gas Capres 02, dan pada belokan-belokan tajam, capres 01 berhasil jauh mengungguli Pak Prabowo. Sehingga menurut saya, Capres 01 memenangkan kembali ajang adu gagasan para calon presiden seri kedua ini,” tuturnya.
Mantan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) itu mengatakan pada debat kedua ini, tampak terlihat bahwa kebijakan-kebijakan ekonomi yang dikeluarkan Jokowi adalah kebijakan yang genuine dan tulus untuk rakyat. Ditambah lagi, Jokowi menyampaikan argumennya dengan gaya bicara yang singkat, tegas, lugas, dan jernih.

“Bahasa penyampaian beliau tentang upaya penguatan dan pembenahan rantai keberdayaan pangan mulai dari petani, infrastruktur jalan distribusi hasil pertanian, pasar atau market place, hingga aspek bendungan adalah bukti seterang-terangnya bahwa beliau memahami masalah petani dengan sepenuh hati dan akan memberikan harapan baru hingga 2024 bagi swasembada pangan yang menyeluruh, setelah kerja nyata yang dilakukannya. Termasuk pemberdayaan nelayan kita,” papar TGB.

Selain itu, menurut TGB, dalam debat kedua juga tampak jelas Jokowi menguasai materi debat. Misalnya, dari aspek e-commerce, capres nomor urut 01 itu mampu menjelaskan tentang prakondisi hingga kondisi di masa yang akan datang.

Kemudian soal perhutanan sosial dan redistribusi aset, Jokowi juga secara tegas dinilai berkomitmen penuh untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Sementara soal konflik agraria, kata TGB, apa yang disampaikan Jokowi memang benar adanya.

“Tentang hal konflik agraria, kalimat Pak Jokowi jelas bahwa khasanah konflik dalam pikiran Presiden adalah resistensi atau penolakan atas pembangunan infrastruktur. Dalam hal ini maka benar adanya tidak ada konflik. Maka istilah ganti rugi diubah menjadi ganti untung. Bahwasanya ada dinamika di lapangan, maka ada hukum yang berlaku dan ada ikhtiar penegakannya dan itu terus berjalan. Hukum tetap ditegakkan. Jangan lalu ini diplintir, dibanting kesana kemari hanya karena Pak Jokowi baru menjabarkan secara terbatas,” ujarnya.

TGB pun lantas memuji sikap Jokowi yang mengaku tidak takut apapun kecuali pada Tuhan demi memajukan bangsa. Menurutnya, hal itu menunjukkan tekad capres yang didukungnya itu untuk membawa Indonesia lebih maju lagi ke depannya.

“Pak Jokowi secara terang benderang mengatakan bahwa beliau tidak punya rasa atau pikiran takut atas apapun kecuali kepada Allah SWT demi memajukan bangsa. Pernyataan tersebut mengandung tekad sekaligus doa bahwa beliau mengetahui sesungguhnya banyak rintangan yang dihadapi selaku pemimpin, namun tidak ada kekuatan dahsyat selain cita-cita rakyat yang bisa memberikan beliau kekuatan dalam menghadap masalah atau tekanan sebesar apapun. Hanya dengan Ridho Allah lah beliau akan lebih kuat lagi bekerja untuk rakyatnya,” kata TGB.

Kendati demikian, TGB juga mengapresiasi Prabowo. Menurut dia, capres nomor urut 02 itu juga telah tampil lebih baik di debat kedua ini.

“Secara umum, Capres 02 pun telah tampil lebih baik. Kita berharap debat capres ini benar-benar dapat menjadi sumber referensi A1 bagi seluruh khalayak rakyat pemilih di Pilpres 17 April kelak. Kita menanti debat ketiga hingga terakhir nantinya, semoga hajatan Pemilu ini bisa menjadi ajang musyawarah kita sebagai negara bangsa untuk memilih pemimpin negeri yang paling tepat dalam membawa Republik Proklamasi 17 Agustus 1945 ini kepada kemajuan dan kesejahteraan bagi kita semua,” pungkasnya.
(mae/tor)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

TBG: Debat Capres Kedua Ibarat Balapan MotoGP

Liputan6.com, Jakarta – Mantan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) yang kini jadi politisi Golkar Muhammad Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) menilai debat capres kedua sarat informasi dan menukik secara politik.

“Ibarat balapan MotoGP, kedua pasangan capres berhasil menyajikan adu balap menegangkan yang cukup spektakuler bagi rakyat Indonesia, khususnya para calon pemilih,” ucap TGB kepada Liputan6.com, Senin (18/2/2019).

Dia memandang, jika diibaratkan jalur lurus, kedua pasangan terasa saling berkejaran ketat.

“Namun pada tiap-tiap-belokan, Pak Jokowi kerap melampaui tarikan gas capres 02 dan pada belokan-belokan tajam. Capres 01 berhasil jauh mengungguli Pak Prabowo. Sehingga menurut saya, capres 01 memenangkan kembali ajang adu gagasan para calon presiden seri kedua ini,” ungkap TGB.

Dia melihat debat capres dirasakannya betul bagaimana Jokowi bisa menjelaskan pandangan dan argumennya, tentang kebijakan-kebijakan ekonomi yang telah diikhtiarkannya selaku presiden sepanjang 4 tahun ini.

“Itu adalah sungguh-sungguh kebijakan yang keluar dari denyut nadi pikiran genuine dan hati tulusnya sebagai pemimpin rakyat Indonesia. Pak Jokowi menjelaskan dengan gaya bicara yang singkat, tegas, lugas, dan jernih,” jelas TGB.

Dia menuturkan, bahasa penyampaian Jokowi tentang upaya penguatan dan pembenahan rantai keberdayaan pangan, mulai dari petani, infrastruktur jalan distribusi hasil pertanian, pasar atau market place, hingga aspek bendungan adalah bukti seterang-terangnya.

“Bahwa Beliau memahami masalah petani dengan sepenuh hati dan akan memberikan harapan baru hingga 2024 bagi swasembada pangan yang menyeluruh, setelah kerja nyata yang dilakukannya. Termasuk pemberdayaan nelayan kita,” tutur TGB.

Mantan Politisi Demokrat ini juga memandang, untuk aspek e-commerce, Jokowi secara gamblang menjelaskan tentang prakondisi, kondisi saat ini, dan kondisi masa depan yang akan menjadi salah satu andalan kemajuan ekonomi bangsa Indonesia.

“Saat beliau menjabarkan bahwa ekosistem online tidak bisa dipisahkan dari ekosistem offline, sungguh menampakkan jelas bahwa beliau adalah seorang Presiden yang paham masalah dan jalan keluarnya,” kata TGB.

Bahkan, lanjut dia, soal perhutanan sosial dan redistribusi aset, Capres 01 juga telah nyata menjabarkan kepada masyarakat luas bahwa komitmen itu telah menjadi karya nyata. Sehingga, jika kembali terpilih maka perwujudan keadilan sosial akan semakij kian terasa.

TGB juga memuji saat Jokowi menutup debat. Yang menurutnya selalu ada doa di setiap langkah kebijakannya.

2 dari 2 halaman

Untuk Prabowo

TGB juga memandang Prabowo tak kalah fokus dalam menjelaskan apa yang ingin dibawanya ke depan. Secara umum dirinya menilai, pasangan Sandiaga itu tampil lebih baik.

“Secara umum, Capres 02 pun telah tampil lebih baik,” ujar TGB.

Dia pun berharap, debat capres ini benar-benar dapat menjadi sumber referensi A1 bagi seluruh khalayak rakyat pemilih di Pilpres 17 April kelak.

“Kita menanti debat ketiga hingga terakhir nantinya, semoga hajatan Pemilu ini bisa menjadi ajang musyawarah kita sebagai negara bangsa, untuk memilih pemimpin negeri yang paling tepat dalam membawa Republik Proklamasi 17 Agustus 1945 ini kepada kemajuan dan kesejahteraan bagi kita semua,” pungkasnya.


Saksikan video pilihan di bawah ini:

Hasto: Skor 5-0 untuk Jokowi di Debat Capres

Liputan6.com, Jakarta – Joko Widodo atau Jokowi dan Prabowo Subianto telah melaksanakan debat capres di Hotel Sultan, Jakarta dengan tema energi, pangan, infrastruktur, sumber daya alam, lingkungan hidup, Minggu 17 Februari 2019 malam. Sekretaris TKN Jokowi-Ma’ruf, Hasto Kristiyanto menilai calon petahana tampil prima dalam ajang tersebut.

“Bukan bermaksud menyombongkan diri, tapi kalau buat skor paling tidak 5-0 buat Jokowi,” kata pria yang juga Sekjen PDIP itu, Jakarta, Minggu.

Menurut dia, dalam debat tersebut terbukti rekam jejak dan pengalaman Jokowi dalam dunia politik dan pemerintahan berdasar atas niat baik.

“Itu berhasil memenangkan debat itu. Kami meyakini yang dilakukan oleh Pak Jokowi menunjukkan hal-hal positif bagi negara dan bangsa. Terlebih ketika Pak Prabowo tak bisa menjawab terkait kebijakan infrakstruktur. Ini menjadi penilaian yang sangat penting bagi generasi muda kita, milenial, bahwa dalam menjadi pemimpin yang memperjuangkan Indonesia, pemahaman terkait kebijakan informasi dan teknologi itu sangat penting,” ujar Hasto.

Dia juga menilai Prabowo tidak siap dalam debat semalam. Begitu juga dengan tim kampanye Prabowo-Sandiaga. “Sebenarnya kami berpendapat tim kampanye Prabowo-Sandi tidak mempersiapkan dengan baik, kebijakan alternatif apa yang dilakukan,” lanjut dia.

Oleh karena itu, dia optimistis Jokowi memenangkan debat semalam dan akan berlanjut pada perolehan suara pada 17 April nanti.

2 dari 3 halaman

Kata Golkar

Ketua Bidang Pemberdayaan Perempuan Partai Golkar, Hetifah Sjaifudian menilai, Jokowi unggul dari Prabowo dalam debat kedua pilpres ini di beberapa sesi debat.

“Bagi kami, Pak Jokowi saat ini betul-betul menampilkan ya kinerja yang sangat luar biasa, dan kami sangat puas. Jadi apa yang sudah dilakukan adalah bagian dari keberlanjutan program ke depan, dan Golkar tentu saja bagian dari pendukung supaya kita bisa betul-betul mewujudkannya,” kata Hetifah usai nobar debat dengan para relawan GOJO di Kantor DPD DKI Jakarta Partai Golkar, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu 17 Februari 2019 malam.

Dengan begitu, ia meyakini, hasil dari debat pilpres kedua tersebut dapat mempengaruhi elektabilitas Jokowi naik dari para swing voters terutama di kalangan milenial.

“Karena swing voters itu kebanyakan adalah generasi milenial yang cerdas, saya yakin dampak dari debat ini tentu saja akan cukup berpengaruh ya kepada mereka, saya yakin,” ucapnya.


Sekertaris Golkar Jokowi (GOJO) Elang Hidayat menyakini bahwa elektabilitas Jokowi akan naik 70 persen setelah melihat hasil debat pilpres kedua.

“Sangat yakin (elektabilitas Jokowi naik), kalau melihat debat malam ini saya merasa yakin 70 persen swing voters itu sudah condong mengarah ke 01,” ucap Elang.

Reporter: Ronald

Sumber: Merdeka

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

TKN Jokowi-Ma’ruf Amin Jenguk Dua Korban Ledakan Senayan

Liputan6.com, Jakarta – Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf menjenguk dua korban ledakan yang terjadi di area debat calon presiden (capres) yang dirawat di Rumah Sakit Angkatan Laut (Rumkital) dr Mintohardjo.

Juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf, Farhat Abbas mengatakan, kedua korban tersebut adalah Karsikin Edy Anwar dan Asma Dahlia merupakan anggota Seknas Jokowi-Ma’ruf.

“Keduanya saat kejadian berada di dekat panggung dan mengalami gangguan telinga serta gangguan perut,” kata Farhat di RSAL Mintohardjo, Jakarta, Minggu 17 Februari 2019 seperti yang dilansir Antara.

Menurut dia, keduanya tidak mengalami luka berdarah namun harus menjalani rawat inap untuk penyembuhan.

Farhat meminta aparat Kepolisian mengusut tuntas apakah ledakan tersebut akibat teror atau memang ada sejenis tabung yang meledak.

“Apakah akibat teror atau mungkin sejenis tabung meledak, itu bukan wewenang kami berbicara. Silahkan Polda Metro Jaya mengusut dan menyelidiki kasus tersebut,” ujar dia.

Dia menjelaskan, selain dua orang yang dirawat di Mintohardjo, ada tiga orang yang dirawat di RS Pelni dan dua di rumah sakit di daerah Jakarta Utara akibat ledakan itu.

Kedatangan Farhat tersebut juga bersama dengan beberapa relawan Seknas Jokowi-Ma’ruf.

2 dari 3 halaman

Bukan Ancaman

Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto mengatakan, ledakan yang terjadi di parkir timur Gelora Bung Karno, berasal dari petasan. Dia menduga pelaku hanya usil.

“Saya sudah dapat laporan Kapolda dan Pangdam. Itu ledakan dari petasan yang besar, mungkin ada yang usil,” kata Wiranto seusai menyaksikan debat capres putaran kedua di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu malam, seperti dilansir Antara.

Menurut dia, ledakan itu bukan ancaman. Dia meminta seluruh pihak tidak berspekulasi macam-macam sebelum hasil investigasi keluar.

“Enggak usah mengada-ada, enggak usah mengarang. Sementara penjelasan kapolda yang langsung di lokasi ledakan, diidentifikasi dari mercon besar. Kita dalami lagi,” ujar Wiranto.

Sementara itu, kedua capres baik Jokowi dan Prabowo secara terpisah dijumpai pascadebat, mengaku belum mengetahui ledakan itu.

Sebelumnya, sebuah ledakan terjadi di Parkir Timur GBK, di dekat Hotel Sultan yang merupakan lokasi debat capres putaran kedua, Minggu malam.

Parkir Timur GBK sendiri merupakan area yang disediakan KPU RI bagi relawan kedua pasangan capres-cawapres untuk menyaksikan debat bersama-sama.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Tonton Blak blakan Muchdi Pr soal Kasus Munir, 98 dan Pilpres 2019

Jakarta – Seperti Pilpres 2014, kali ini Mayjen (Purn) Muchdi Purwopranjono (Muchdi PR) kembali mendukung Jokowi untuk menjadi presiden periode kedua. Dia berdalih, selama empat tahun terakhir Jokowi tak cuma tetap sederhana dan tegas, tapi juga mampu membangun sejumlah proyek infrastrutur.

Pembangunan jalan tol Jakarta-Surabaya, misalnya, sudah direncanakan sejak era Presiden Soeharto. Namun hingga berganti empat presiden, proyek tersebut tak kunjung terwujud. Bahkan meski sudah dikerjakan secara kroyokan oleh swasta, Jakarta-Surabaya tak juga tersambung. Barulah di zaman Jokowi jalan tol itu tersambung.

“Jokowi melihat kenapa gak jalan. Akhirnya diambil dari swasta baru jalan,” kata Muchdi.

Di luar itu, ada spekulasi bahwa sesungguhnya Muchdi tengah mencari perlindungan politik dari Jokowi. Baik terkait kasus penculikan aktivis pada 1998 maupun pembunuhan aktivis HAM, Munir.

“Tanya kepada stafnya Jokowi apa saya minta perlindungan. Buat apa? wong secara pengadilan tidak ada satupun bukti dan saksi saya terlibat (pembunuhan) Munir,” kata Muchdi.

Pada bagian lain, mantan Komandan Jenderal Kopassus yang turut mendirikan Partai Gerindra itu mengungkapkan alasannya keluar dari partai tersebut. Juga hubungan pribadinya dengan Prabowo dan masa lalunya sebagai aktivis Muhammadiyah yang membuat dia masuk AKABRI.

Selengkapnya Tonton Blak blakan Muchdi Pr, ‘Motif Mendukung Jokowi’ di detikcom Senin, 18 Februari 2019 pukul 13.00 WIB.
(erd/jat)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Di Debat Kedua, Rakyat Diyakini Bisa Nilai Capres yang Kuasai Materi

Jakarta – Penguasaan materi masing-masing capres baik Joko Widodo (Jokowi) maupun Prabowo Subianto pada debat kedua dinilai lebih terlihat dari debat pertama. Direktur Konsultan Sosial, Ekonomi, dan Politik (Konsep) Indonesia Veri Muhlis Arifuzzaman menilai masyarakat bisa menentukan capres mana yang lebih menguasai materi.

“Saya melihat debat (kedua) ini lebih baik dari debat pertama. Pemirsa bisa menyimak detail materi debat dan segera dapat mengetahui siapa yang menguasai materi. Seperti biasa Pak Prabowo masih berpembawaan meledak-ledak, sementara Pak Jokowi terlihat lebih cool dan confident,” kata Veri dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom, Minggu (17/2/2019).

Namun, menurut Veri, beberapa pertanyaan yang dilayangkan Prabowo ke Jokowi tidak berbasis data. Veri menyebut dalam debat kedua ini Jokowi lebih unggul karena pengalamannya.

“Ada beberapa pernyataan dari Prabowo yang bombastis dan tidak berpijak pada data yang segera dipatahkan justru dengan data yang akurat dari Pak Jokowi. Secara kualitas, di debat kedua ini Jokowi unggul. Itu karena posisinya sebagai petahana dan sudah bekerja,” ujar Veri.

Veri juga menilai strategi yang diusung Prabowo dalam debat kedua sudah terbaca oleh Jokowi. Kritik-kritik seperti soal LRT Palembang, sebut dia, bisa dipatahkan oleh capres petahana.

“Dari sisi persiapan, tampak sekali kalau strategi debat Prabowo bisa dibaca Jokowi seperti saat Prabowo menyerang dengan isu LRT Palembang dan Bandara Kertajati langsung dijawab Jokowi dengan bernas dan tandas,” jelasnya.

Veri menilai debat kedua tak akan terlalu berpengaruh terhadap peningkatan elektabilitas kedua capres. Bahkan, sambung Veri, dari debat kedua ini sudah bisa diprediksi pasangan mana yang akan memenangi Pilpres 2019.

“Secara elektoral, pemenang dari Pilpres 2019 ini sudah bisa diprediksi, ini bisa dikonfirmasi dengan berbagai survei yang dirilis lembaga survei kredibel. Jokowi sejauh ini masih unggul jauh dari Prabowo. Debat kedua hanya semakin menunjukkan pendukung Jokowi makin militan mendukung, demikian juga pendukung Prabowo makin menjadi strong supporter,” papar Veri.

Diberitakan sebelumnya, terdapat beberapa momen menarik dalam debat capres kedua. Beberapa momen dimaksud di antaranya yakni saat Prabowo mengajak Jokowi menyudahi perdebatan tentang lubang-lubang menganga akibat aktivitas tambang. Bahkan ada juga momen saat Prabowo menegaskan pertanyaan soal unicorn ke Jokowi.
(zak/fai)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Yunarto: Secara Teknis Jokowi Unggul, Prabowo Seperti Orasi

Jakarta – Setelah mengamati segmen pertama debat Pilpres 2019, pakar politik Yunarto Wijaya menilai Jokowi unggul secara teknis. Seperti apa analisanya?

“Babak satu secara teknis jelas Jokowi lebih unggul dari data pencapaian, sisi emosi juga. Cuma ada slip of tongue dan ada jeda 3 detik waktu bicara soal lingkungan hidup,” kata pakar politik Universitas Paramadina Yunarto Wijaya, kepada wartawan, Minggu (18/2/2018).

Segmen pertama debat berisi penyampaian visi-misi. Dibandingkan debat pertama, keduanya dinilai lebih rileks.

Prabowo menggunakan pendekatan searah seperti sedang menggunakan orasi. Pilihan kalimatnya tidak seperti penyampaian visi-misi,tapi bicara langsung kemandirian, kekayaan yang dikuasai asing dan lain sebagainya,” kata Yunarto.

“Apakah pilihan tepat? secara debat tidak tepat tapi untuk membakar emosi pendukung cukup efektif. Jadi yang masih dipilih bahasa yang bombastis, dikotomis asing dengan Indonesia , jadi mirip gaya Prabowo selama ini,” kata direktur eksekutif Charta Politika ini.

Sementara Jokowi menurut Yunarto langsung bicara visi Indonesia maju. “Jokowi kita lihat masuk ke dalam pembicaraan visi indonesia maju langsung satu persatu yang jadi bahan pembicaraan. Jokowi menyadari incumbent dan strategi menyerang adalah pertahanan terbaik, sehingga di awal membuat benteng, sulit prabowo melakukan serangan-serangan,” ujarnya menganalisis.
(van/fjp) <!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Tagar Debat Pilpres 2019 Jadi Trending Topic di Twitter

Liputan6.com, Jakarta – Bersamaan dengan debat kedua capres 2019 yang digelar malam ini di Hotel Sultan, Jakarta, keriuhan juga terjadi di linimasa Twitter.

Berdasarkan pantauan Tekno Liputan6.com, Minggu (17/2/2019), tagar Debat Pilpres 2019 kini menduduki peringkat pertama Trending Topic di Twitter Indonesia.

Kebanyakan kicauan merupakan dukungan terhadap masing-masing calon presiden yang akan melakukan debat dengan pembahasan seputar infrastruktur, energi, pangan, sumber daya alam dan lingkungan hidup.

Ada pula kicauan berisi harapan dari warganet terhadap Indonesia ke depannya melalui debat ini. Untuk mengetahui lebih lengkap kicauan para warganet, simak beberapa twit yang sudah dihimpun berikut ini.






2 dari 2 halaman

Jelang Debat Capres, Lini Masa Mulai Dibanjiri Dukungan Kedua Kubu

Keriuhan debat kedua capres 2019 yang digelar pada malam ini di Hotel Sultan, Jakarta, sudah mulai terasa.

Berbagai dukungan dari kedua kubu pun sudah mulai meramaikan lini masa media sosial (medsos), terutama Twitter.

Berdasarkan pantauan Tekno Liputan6.com jelang sore ini, tagar yang terkait dengan debat kedua capres, seperti #PrabowoMenangDebat dan #DebatPintarJokowi bertengger di trending topic Twitter Indonesia.

Untuk mengetahui lebih lengkap kicauan para warganet, simak beberapa twit yang sudah dihimpun Tekno Liputan6.com, berikut ini.

(Dam/Ysl)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: 

4 Politikus Dunia Korban Edit Foto Gagal, Hasilnya Bikin Tepok Jidat

Liputan6.com, Jakarta – Bukan hanya orang biasa atau selebriti yang kerap melakukan proses edit foto untuk diunggah di dunia maya, sejumlah politikus dunia ternyata juga tak luput dalam aktivitas satu ini. Hasilnya, bikin geleng-geleng kepala dan bahkan ada yang terlihat kocak karena terlihat janggal atau aneh.

Siapa saja politikus dunia yang pernah jadi korban edit foto gagal dan justru di bully warganet? Berikut di antaranya yang Liputan6.com rangkum dari cracked.com, Minggu (17/2/2019):

4. Foto Pejabat China dan Seorang Wanita Tua

Di tengah banyaknya kasus korupsi dan skandal memalukan yang terkuak ke publik, sejumlah politukus China berupaya membangun citra diri sebagai pemimpin yang dekat dengan rakyat.

Mungkin dengan tujuan itu juga pihak Pemerintah Ningguo di China Timur merilis foto 4 politikus ‘turun ke bawah’, termasuk Wakil Wali kota Wang Jun, menyambangi rumah seorang nenek sepuh berusia 103 tahun, dilengkapi keterangan gambar: “Cinta dan pengertian pada orang tua adalah tradisi China yang dihargai. Mereka juga harus merasakan kehangatan partai dan pemerintah.”

Namun, aksi publisitas media demi mendongkrak cita itu justru jadi bumerang. Gara-gara foto yang ditampilkan. Saking amatirnya hasil editan photoshop, bisa bikin orang tepok jidat. Heran!

Foto empat politikus China yang terlihat diedit, namun hasilnya mengherankan. (Ningguo Civil Affairs Department)

Foto tersebut kemudian dihina ramai-ramai oleh para komentator dunia maya.

Bagaimana tidak, dalam gambar, empat pria menyeringai di atas perempuan 103 tahun, Cheng Yanchun — yang tampil dalam proporsi yang sama sekali tak seimbang. Sang nenek jadi mirip boneka mengerikan. Sementara, badan seorang politikus melayang mirip hantu. Bagian torso ke bawah hilang.

Gambar tersebut sama sekali tak membuat para pengguna situs mikroblog mirip Twitter, Weibo, terkesan.

“Staf propaganda yang tak punya otak itu mungkin dipecat bersama dengan para pejabat dalam foto,” kata salah satu pengguna, seperti dimuat Daily Mail, Kamis 31 Oktober 2013.

“Foto ini nyatanya menunjukkan jarak menganga antara para pemimpin dan rakyatnya di mata rata-rata pegawai pemerintahan. Menyedihkan,” kata pengguna lainnya.

Bahkan kantor berita milik pemerintah ikut memberitakannya. “Pejabat itu terlihat seperti melayang di udara. Ditambah lagi proporsi wanita tidak cocok dengan para pejabat. Bukti bahwa foto itu direkayasa,” demikian diberitakan Xinhua.

Sementara, para pejabat setempat kepada The Hong Kong Standard mengaku, mereka memang mengunjungi orang-orang tua selama festival China. Namun, pegawai mereka secara sembrono menggabungkan 2 foto dalam 1 frame. Dengan alasan, karena tata letak ruangan, fotografer tak bisa mengabadikan semua pejabat dan nenek Cheng dalam 1 jepretan.

“Nenek Cheng duduk di sebuah kursi di balkon, di bawah sinar matahari. Balkon tersebut sangat sempit sehingga lensa kamera tidak bisa mengabadikan semua orang di sana… Saat pegawai pemerintahan setempat menggunggah foto ke situs resmi, itu adalah gabungan 2 foto berbeda,” demikian penjelasan Pemerintah Ningguo.

“Kami menyatakan penyesalan mendalam bagi pengguna internet untuk pengaruh negatif yang diakibatkan foto tersebut… Kami akan belajar dari pengalaman, untuk meningkatkan kualitas kerja,” jelas pihak pemerintah.

Bukan kali pertamanya foto rekayasa bikin geger. Sebelumnya juga pernah dipublikasikan gambar 3 pejabat yang berdiri di atas ruas jalan baru yang mulus. Tapi, mereka tampak melayang, tidak menjejak tanah.


Simak video pilihan berikut: 

2 dari 4 halaman

3. Senator Kenya Bersama Nelson Mandela

Foto buram Nelson Mandela bersama senator dari Kenya, Mike Sonko. (Facebook/Mike Sonko)

Pada 5 Desember 2013 lalu, tokoh anti-apartheid Nelson Mandela meninggal dunia. Seluruh dunia berduka atas kepergiannya. Hampir semua politikus dunia berkabung untuknya dan mengenang jasa-jasanya.

Termasuk salah satunya seorang senator dari Kenya, Mike Sonko. Dalam momen duka tersebut, ia pun mencoba memberitahu khalayak bahwa betapa dekatnya dia dengan Nelson Mandela.

Namun cara yang dipilihnya bikin orang geleng-geleng kepala, dengan merilis foto bersama Mandela yang terlihat sekali hasil editannya.

 “Sungguh tragis, mungkin Anda akan mengatakan hal itu. Mandela menjadi orang yang begitu buram menjelang akhir hayatnya. Untungnya, jejak JPEG (format untuk mengompresi file gambar) bukan gejala penyakit Mandela, begitupun dengan “kepala besar” yang merupakan gejala kegilaan Mike Sonko,” komentar salah satu netizen.

Belakangan diketahui foto Mike Sonko adalah hasil edit dari potret asli Nelson Mandela bersama Muhammad Ali.

Setelah ulahnya diketahui warganet, bagaimana kira-kira langkah selanjutnya Mike Sonko untuk mengesankan para pemilihnya?

3 dari 4 halaman

2. Foto Rival Bersalaman dengan Obama

Foto yang diedit dan menuai hujatan netizen. (The Wire Screngrab)

Foto asli Barack Obama yang jadi korban edit. (Daily Dot).

Foto lain hasil edit yang bikin geleng-geleng kepala mengungkap anggota Kongres Texas Steve Stockman, yang saat ini tengah kampanye politik melawan sesama senator Republik John Cornyn. Ia merilis foto Cornyn dengan gembira berdiri di samping Presiden Barack Obama.

Jika diperhatikan lebih seksama, barulah disadari ada yang aneh dengen bagian kepala. Gambar aslinya bukan Obama dengan Cornyn, tetapi gubernur Florida Charlie Crist.

Gambar itu dengan cepat dihapus setelah Stockman dipanggil (meskipun tidak ada permintaan maaf setelahnya). Padahal banyak bukti yang mengarah pada aksi edit foto tersebut.

4 dari 4 halaman

1. Foto Skandal Seks Pejabat Tiongkok 

 Foto skandal seks pejabat China. (The Shanghaiist)

Tuduhan skandal seks sempat diajukan pejabat China bernama Du Weijun, yang mengklaim bahwa direktur Biro Budaya Kota Zhaoging menggelapkan dana negara untuk membantu membiayai kebiasaan judi dan membiayai sang kekasih.

Tuduhan itu disertai bukti foto yang kemudian bocor ke pers. Mungkin karena pencahayaannya, mungkin memang begitulah penampilan pria itu, tak butuh waktu lama bagi publikasi Tiongkok untuk memperhatikan bahwa kepala pria dalam foto terlihat terpotong. Sementara yang lain terlihat gradasi warna yang berbeda.

Eks Elite NATO Peringatkan Uni Eropa Soal Intervensi Rusia dalam Pemilu

Munchen – Mantan Sekretaris Jenderal Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) Anders Fogh Rasmussen memperingatkan Uni Eropa supaya mencegah intervensi Rusia dan kekuatan asing terhadap Pemilu parlemen Eropa. Pemilu akan digelar pada bulan Mei nanti.

Dilansir AFP, Minggu (17/2/2019), Pemilu itu bakal diikuti 350 juta warga 27 negara Uni Eropa. Dia menyebut ada “kekuatan jahat” yang mengintai.

“Berdasarkan pengalaman sebelumnya, sangat mungkin ada kekuatan asing yang menargetkan banyak pemilu, termasuk yang dilakukan dengan cara membobol sistem pemilihan, secara diam-diam mendukung kandidat-kandidat, atau lewat berita-berita beracun di media tradisional maupun daring (online),” kata Rasmussen.


Mantan wakil presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden memperingatkan adanya intervensi Rusia dan pelaku-pelaku lain. “Khususnya dari Rusia dan juga aktor-aktor lain, untuk menghancurkan kepercayaan orang-orang pada tiap proses demokrasi di negara-negara kita,” ujar Biden pada peluncuran bersama lembaga Komisi Transatlatik untuk Integritas Pemilu.

Dia menyebut ada ancaman serangan siber, pengaruh operasi uang gelap, dan disinformasi. Mereka memunculkan inisiatif agar parpol-parpol dan para kandidat menandatangani janji untuk tidak meminta bantuan dan bersekongkol dengan orang yang hendak menghancurkan demokrasi.

Dia juga ingin agar tak ada yang menyebarkan hasil audio atau video “deep fake”, yakni hasil manipulasi digital, serta penggunaan jejaring otomatis yang diistilahkan sebagai “bot” untuk menyebarkan pesan daring.

Inisiatif ini disebut sebagai kelompok politik bi-partisan transatlantik, berisikan pemimpin bidang politik, teknologi, bisnis, dan media. Mereka punya keinginan mencegah “gelombang baru intervensi terhadap pemilu”.

“Intervensi asing terhadap pemilu bukan hanya ancaman serius terhadap institusi demokrasi, saya percaya ini juga merupakan ancaman terhadap keamanan,” kata Biden.

Dia berbicara di sela acara Konferensi Keamanan, Munchen. Kepala intelijen dari Jerman, Prancis, dan Inggris hadir di acara ini. Kepala badan mata-mata Prancis DGSE, Bernard Emie, juga memperingatkan bahwa benua Eropa sedang menghadapi ancaman campur tangan dan agresi eksternal yang sedang bertumbuh.

“Ini datang dari pihak negara dan non-negara,” kata Bernard Emie yang memperingatkan soal serangan siber yang bertujuan mendestabilisasi proses elektoral.

Ngomong-ngomong soal intervensi Rusia, baru-baru ini ada berita soal ‘propaganda Rusia’ di khalayak publik Indonesia. Awalnya, Jokowi yang merupakan capres petahana Pilpres 2019 bicara soal hal itu. Kedutaan Besar Rusia untuk Indonesia lewat akun Twitternya membantah adanya propaganda Rusia.

“Sebagaimana diketahui istilah ‘propaganda Rusia‘ direkayasa pada tahun 2016 di Amerika Serikat dalam rangka kampanye pemilu presiden. Istilah ini sama sekali tidak berdasarkan pada realitas,” tegas Kedubes Rusia lewat akun Twitter resmi @RusEmbJakarta pada Senin (4/1/2019).

Jokowi sendiri menegaskan, istilah ‘propaganda Rusia’ hanya terminologi dari artikel yang dia baca. Itu bukanlah merujuk ke Rusia sebagai negara. “Ini kita tidak bicara mengenai negara, bukan negara Rusia tapi terminologi dari artikel di Rand Corporation,” kata Jokowi ditemui di kediaman Akbar Tandjung, Jl Purnawarman, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (5/2/2019).
(dnu/fjp)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>