Rekam Jejak Edy Rahmayadi di PSSI

Jakarta Edy Rahmayadi akhirnya memilih mundur dari jabatan sebagai Ketua Umum PSSI pada Kongres di Bali, Minggu (20/1/2019).Sejatinya, Edy masih bisa memimpin PSSI hingga 2020, tapi dia memilih keputusan lain.

Nama Edy Rahmayadi dikenal publik sepak bola Indonesia setelah terpilih sebagai Ketua Umum PSSI dalam kepengurusan periode 2016-2020 pada 10 November 2016.

Edy, yang ketika itu masih menjabat sebagai Panglima Komando Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad), terpilih menggantikan La Nyalla Mattalitti.

Pemilihan Ketua Umum PSSI diikuti 107 voter yang hadir pada Kongres PSSI 2016 di Jakarta. Edy ketika itu meraup 76 suara dan mengalahkan pesaing terberatnya, yakni mantan Panglima TNI, Moeldoko, dengan 23 suara.

Terpilih menjadi Ketua Umum PSSI, Edy kemudian langsung menggulirkan Liga 1 2017. Namun, harapan publik akan sepak bola Indonesia yang baru, mendadak sirna ketika Edy memutuskan pensiun dari karier militernya demi mencalonkan diri sebagai Gubernur Sumatra Utara pada 5 Desember 2017.

Pada awal 2018, Edy pun resmi mendeklarasikan diri sebagai calon Gubernur Sumatra Utara bersama pasangannya, Musa Rajekshah. Kesibukannya dalam kampanye Gubernur Sumut membuat fokus Edy terbelah.

Pria kelahiran 10 Maret 1961 itu makin sering menghabiskan waktu bersosialisasi keliling Sumut yang membuatnya seolah melupakan jabatan Ketua Umum PSSI. Edy akhirnya terpilih sebagai Gubernur Sumut melalui pemilukada yang digelar pada 27 Juni 2018.

Diusung 11 partai politik kemudian berhasil mengantarkan Edy Rahmayadi menuju jabatan Sumatra Utara 1 dengan jumlah suara mencapai 57,67 persen. Ini menjadi awal pertama gaung “Edy Out” bergema dengan alasan rangkap jabatan.

2 dari 2 halaman

Kasus Kematian Suporter dan Kegagalan Timnas

Desakan agar Edy Rahmayadi mundur kembali bergema ketika seorang suporter Persija Jakarta bernama Haringga Sirla tewas akibat dikeroyok oknum suporter Persib Bandung di Kompleks Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Gedebage (23/9/2018).

Insiden Haringga ibarat puncak mengingat kasus kematian suporter di Indonesia selama PSSI dipimpin Edy, sudah terjadi sebelumnya. Edy dianggap tidak becus mengurus sepak bola Indonesia karena konsentrasinya terpecah sebagai Gubernur Sumut.

Namun, ketika ditanya perihal rangkap jabatan antara Ketua Umum PSSI dan Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi justru mengeluarkan pernyataan kontroversial.

“Apa urusan Anda menanyakan itu? Bukan hak Anda juga untuk bertanya kepada saya,” kata Edy Rahmayadi ketika wawancara dengan Kompas TV.

Belum cukup sampai disitu, Edy Rahmayadi kembali dimintai pertanggungjawabannya atas kegagalan Timnas Indonesia di Piala AFF 2018. Seperti diketahui, Pasukan Bima Sakti itu hanya mampu melaju sampai babak penyisihan grup.

Namun, Edy lagi-lagi mengeluarkan pernyataan yang menimbulkan reaksi beragam dari berbagai kalangan.

“Wartawannya yang harus baik, jika wartawannya baik maka timnasnya baik,” jawab Edy.

Edy Rahmayadi akhirnya menjawab tekanan dan desakan yang diarahkan kepadanya dengan menyatakan mundur dari jabatan Ketua Umum PSSI. Saat ini, tongkat kepemimpinan induk tertinggi sepak bola Indonesia beralih ke Joko Driyono yang menjabat sebagai Wakil Ketua Umum PSSI.

KPU dan Bawaslu Tegaskan Tak Ada Surat Suara Pemilu 2019 Dicetak di China

Liputan6.com, Jakarta – Komisi Pemilihan Umum (KPU) bersama Bawaslu dan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) melakukan peninjauan langsung percetakan surat suara Pemilu 2019. Percetakan dilakukan di Gedung Kompas Gramedia dan PT Aksara Grafika Pratama.

Komisioner KPU Ilham Saputra mengatakan, hari ini merupakan pertama dimulainya pencetakan surat suara. Pencetakan dilakuakan di tiga provinsi berbeda.

“Hari ini pencetakan perdana surat suara, dan serentak kita lakukan di Jakarta, di Surabaya dan Makassar,” katanya di Gedung Kompas Gramedia, Jalan Tentara Pelajar, Palmerah, Jakarta Barat, Minggu (20/1/2019).

Lebih lanjut ia menegaskan, kalau isu adanya surat suara yang tercoblos adalah hoaks. Sebab, ia meyakini kalau ini hari pertama dilakukan percetakan bagi seluruh surat suara.

“Kami tegaskan tidak ada surat suara yang dicetak di China, enggak ada. Semua di Indonesia (cetak surat suara). Tidak ada yang di China,” tegasnya.

Sementara itu anggota DKPP Alfitra Salam mengharapkan tak ada lagi berita palsu atau hoaks dengan adanya peninjauan ini.

“Kami harap KPU dan Bawaslu bekerja sesuai aturan, prosedur, sehingga nggak ada pelanggaran administrasi. Kemudian kami harap tidak ada hoaks lagi. Kami harap setelah ini hoaks enggak ada lagi. Kalau ada semoga segara bisa dibantah,” kata Alfitra.

2 dari 3 halaman

Standar Khusus

PT Gramedia menjadi satu dari enam pemenang pada pengadaan yang diadakan KPU RI. Dari hasil penetapan pemenang tanggal 28 Desember 2018, PT Gramedia mencetak surat suara untuk lima provinsi yaitu Aceh, Sumatera Utara, Jawa Barat, DKI Jakarta dan Sulawesi Selatan.

“Penetapan pemenang ini diumumkan setelah KPU melakukan seleksi berdasarkan administrasi, penawaran harga terendah, spesinkasi teknis dan kapasitas produksi masing-masing perusahaan,” ujar Direktur PT Gramedia Haris Susanto.

Berdasarkan data pengadaan, total surat suara yang akan dicetak di PT Gramedia adalah 292.019.984 Iembar. Jumlah tersebut masih bisa menyesuaikan dengan jumlah DPT yang akan ditetapkan KPU RI.

“Surat suara yang dicetak terdapat lima model, yaitu surat suara presiden dan wakil presiden, surat suara DPR RI, surat suara DPD, surat suara DPRD provinsi dan surat suara DPRD Kabupaten atau kota. Proses produksi dan distribusi sendiri akan berlangsung selama 70 hari, terhitung sejak berlakunya kontrak kerja antara KPU dengan PT Gramedia. Surat suara nantinya akan didistribusikan oleh PT Gramedia ke KPU Kabupaten atau kota,” katanya.

Selama proses produksi, lanjutnya, PT Gramedia menerapkan standar khusus dari segi keamanan guna menjaga kerahasiaan surat suara. Area produksi akan disterilisasi di mana area tersebut hanya digunakan khusus untuk surat suara. PT Gramedia juga melakukan penjagaan penuh selama 24 jam.

“Penjagaan dilakukan oleh pihak keamanan internal Kompas Gramedia, bekerjasama dengan pihak Polri serta diawasi penuh oleh pihak KPU. Standar keamanan juga diterapkan mulai saat memasuki area produksi, segala bentuk alat perekam tidak boleh dibawa masuk. Untuk tenaga kerja PT Gramedia, hanya karyawan yang telah ditunjuk selama produksi surat suara yang diberikan akses ke area tersebut. Bagi pihak eksternal yang akan masuk ke area produksi juga harus seizin KPU Rl, dan dibuktikan dengan surat dinas dari KPU RI,” bebernya.

Tambahnya, dalam pengadaan surat suara Pemilu 2019, PT Gramedia tergabung dalam Kerja Sama Operasi atau KSO, di mana PT Gramedia sebagai leader.

“Dan anggotanya antara lain PT Medan Media Grafrkatama di Medan, PT Bawen Mediatama di Semarang, PT Antar Surya Jaya di Surabaya, PT Bosowa Media Grafika di Makassar, dan PT Pura Barutama di Kudus. Untuk rincian pembagian pencetakan, PT Gramedia akan mencetak 138 juta lembar, PT Medan Media Gratikatama mencetak 29 juta lembar, PT Bawen Mediatama mencetak 13 juta lembar, PT Antar Surya Jaya mencetak 6 juta lembar, PT Bosowa Media Grafika mencetak 12 juta lembar dan PT Pura Barutama mencetak 94 juta lembar,” pungkasnya.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

5 Pernyataan Kontroversial Edy Rahmayadi Saat Jadi Ketum PSSI

Liputan6.com, Nusa Dua – Edy Rahmayadi memutuskan mundur dari jabatan Ketua Umum PSSI saat membuka Kongres Tahunan PSSI, Minggu (20/1/2019) di Nusa Dua, Bali. Dia menegaskan, keputusan mundur bukan bentuk lari dari tanggung jawab.

Pernyataan ini tergolong mengejutkan, mengingat Edy Rahmayadi berulangkali menolak desakan mundur dari berbagai pihak. Pria yang juga menjabat sebagai Gubernur Sumatera Utara ini menyerahkan tongkat kepemimpinan PSSI kepada Joko Driyono, yang sebelumnya menjabat wakil ketua umum PSSI.

Edy Rahmayadi resmi terpilih jadi Ketua Umum PSSI pada 10 November 2016 di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta. Masa jabatan Edy Rahmayadi sebagai Ketum PSSI sesungguhnya berakhir 2020.

Semasa memimpin PSSI, pernyataan-pernyataan kontroversial kerap dia lontarkan. Selain itu, rangkap jabatan sebagai Gubernur Sumut dan Ketua Dewa Pembina PSMS Medan, yang dia jalani juga menuai kritik dari berbagai pihak.

Keputusan Edy Rahmayadi mundur dari PSSI juga seiring dengan ramainya pengungkapan kasus match fixing atau pengaturan skor di sepak bola Indonesia. Berikut deretan pernyataan kontroversial Edy Rahmayadi selama jadi Ketum PSSI

2 dari 6 halaman

1. Larang Pemain Indonesia Berkarier di Malaysia

Kejadian bermula ketika Evan Dimas Darmono dan Ilham Udin Armaiyn yang hijrah ke Liga Malaysia untuk bermain di Selangor FA. Saat itu, Edy Rahmayadi menuding keduanya tak punya jiwa nasionalisme. Edy mengecam keputusan Evan dan Ilham yang bepindah ke Selangor FA, mereka dianggap tidak pas karena peran mereka sedang dibutuhkan Timnas Indonesia U-23 untuk Asian Games 2018.

“Siapa mereka (Selangor FA)? Seenaknya saja mengontrak-ngontrak. Kalau mata duitan, ya repot juga kita. Tidak ada jiwa nasionalisme (Evan dan Ilham). Nanti akan saya kumpulkan segera,” Kata Edy

3 dari 6 halaman

2. Tampar Suporter

Saat pertandingan PSMS Medan melawan Persela Lamongan pada 21 September 2018 yang digelar di Stadion Teladan Medan, Edy Rahmayadi menyaksikan pertandingan langsung. Edy yang duduk di kursi VVIP, tiba-tiba turun dan menyambangi seorang suporter yang terlihat menyalakan flare saat pertandingan.

Saat Gubernur Edy Rahmayadi menemui suporter tersebut, sejumlah suporter lain pun merekam aksi Edy. Tak lama beredar beberapa video Edy yang terlihat menampar pipi suporter cilik tersebut. Beredarnya video penamparan tersebut membuat Edy Rahmayadi angkat bicara.

“Saya mana mungkin melakukan kekerasan kepada anak-anak, saya paling senang kepada anak-anak. Memang tangan saya keras ini, saya sehari saja push up 40 kali masih sanggup, kalau enggak percaya kalian pegang tangan saya. Tetapi saya melakukan kemarin itu memarahi anak itu, karena menggunakan flare dan itu dilarang oleh FIFA,” katanya.

4 dari 6 halaman

3. Apa Hak Anda Menanyakan Itu?

Dalam sebuah wawancara live di televisi, Edy Rahmayadi menolak ditanya wartawan senior Kompas Aiman Wicaksono tentang pengaruh kinerjanya jsebagai Ketua Umum PSSI karena merangkap Gubernur Sumatera Utara dan Dewan Pembina PSMS. Wawancara ini bersamaan dengan kasus tewasnya seorang suporter The Jak saat pertandingan Persija vs Persib di Bandung.

“Apa urusannya anda menanyakan itu?,” yang membuat Aiman mengernyitkan kepala dan kebingungan, padahal pertanyaan yang dilontarkan sebenarnya bisa saja dijawab dengan biasa. “Bukan hak anda juga bertanya kepada saya,” kata Edy yang tak mau banyak berkomentar

5 dari 6 halaman

4. Tanggapan Tuntutan #EdyOut

Saat kasus meninggalnya seorang suporter Persija Jakarta, Haringga Sarila, banyak pihak yang mengecam kinerja PSSI dalam mengawal liga dan persepakbolaan Indonesia. Kasus itu memantik dorongan agar Edy Rahmayadi mundur dari jabatan Ketua Umum PSSI. Salah satunya lewat petisi online di Charge.org.

Saat itu, sudah 60 ribu orang lebih menandatangani petisi online tersebut. Masyarakat pun menganggap, fokus Edy tidak sepenuhnya di PSSI mengingat rangkap jabatan sebagai Gubernur Sumatra Utara. Edy Rahmayadi menanggapinya dengan komentar yang keras.

“Jangankan 60 ribu, satu orang pun kalau itu memang benar adanya gara-gara saya gubernur lalu terjadi itu pembunuhan, saya akan tinggalkan ini (jabatan Ketua Umum PSSI). Karena itu berarti saya tidak becus”, kata Edy saat menjadi salah satu pembicara di stasiun televisi swasta. Ia juga menambahkan “Yang saya takutkan, dari 60 ribu ini mungkin salah satunya menginginkan jabatan PSSI ini, karena saat ini dalam dunia politik. Jadi, PSSI harus saya lindungi, karena ini amanah rakyat sampai 2020,” katanya.

6 dari 6 halaman

5. Wartawan Baik, Timnas Juga Baik

Pernyataan Edy Rahmayadi yang kontroversial selanjutnya sal penampilan Timnas Indonesia di Piala AFF 2018. Gubernur Sumatra Utara itu mengeluarkan pernytaan yang tidak substansial.

“Wartawannya yang harus baik. Kalau wartawannya baik, nanti timnasnya baik,” kata Edy Rahmayadi.

Pernyataannya dinilai tidak masuk akal oleh publik. Hal ini dijadikan nyanyian oleh suporter Indonesia di pertandingan terakhir Timnas Indonesia melawan Filipina. “Wartawan Harus Baik, Wartawan Harus Baik,” bunyi nyanyian suporter itu diakhiri teriakan ‘Edy Out’ usai pertandingan berakhir.

Saksikan video menarik di bawah ini

Nggak Tahu Soal Nikah, Ernest Sarankan Ahok Jadi Komika Saja

Jakarta – Pada 24 Januari 2019 mendatang, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) akan dapat menghirup udara bebas selepas bebas dari penjara. Sebagai salah satu artis yang terang-terangan memberikan dukungannya pada Ahok, Ernest Prakasa merasa senang dengan kabar tersebut.

“Selamat menempuh kebebasan, buat Pak Ahok, kita tunggu apakah kembali berkiprah di politik dan kembali membuat heboh. Tapi ya serulah menyambut gembira dan sukacita bebasnya Pak Ahok,” kata Ernest ditemui di Kasablanka, Jakarta Selatan.

Meski mengaku akan menyambut dengan senang hati bila Ahok bakal kembali berkiprah di pemerintahan, namun Ernest Prakasa mengerti apabila Ahok ingin beristirahat dari kancah politik. Ia bahkan menyarankan Ahok agar menjadi komika seperti dirinya.

“Gue rasa beberapa tahun terakhir cukup melelahkan buat beliau. Smeoga ketika keluar bisa istirahat, bisa menikmati hidup dululah, atau jadi stand up comedy-an ajalah” ungkapnya.

Bila bisa berandai-andai, Ernest mengungkapkan keinginannya agar Ahok dapat mendapatkan kursi di kabinet yang baru. Sebab ia melihat sosok mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut sebagai sosok yang mampu menjalankan tugas tersebut.

“Kalau Pak Ahok masih dipercaya sama Pak Jokowi, misalnya, atau siapapun presidennya nanti, sebenarnya beliau sebagai birokrat yang berpengalaman. Gue rasa ada aja posisi untuk dia karena dia pernah menjadi kepala daerah,” tutur Ernest.

“Misalnya di DKI dia terkenal membenahi birokrasi, apakah menjadi Menteri Aparatur Negara misalnya. Mungkin nanti presidennya yang lebih tahu,” sambungnya.

Disinggung mengenai isu Ahok akan menikah setelah keluar dari penjara, sutradara dan pemain ‘Cek Toko Sebelah’ ini mengaku enggan berkomentar.

“Gosip-gosipnya mau menikah juga, nggak tahulah,” ucap Ernest menanggapi kabar Ahok akan menikah 15 Februari ini dengan Puput Nastiti Devi.
(srs/kmb)

Photo Gallery

1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20

Rendahnya Produktivitas Tebu Bikin Impor Gula Melambung

Liputan6.com, Jakarta – Rendahnya produktivitas tebu memicu peningkatan impor gula. Saat ini, harga gula lokal tiga kali lebih mahal dibandingkan harga gula di pasar internasional. Tingginya harga gula lokal mengindikasikan adanya biaya produksi yang tinggi di tingkat produsen lokal.

Berdasarkan data dari United States Department of Agriculture (USDA) 2018, produktivitas perkebunan tebu di Indonesia hanya mencapai 68,29 ton per hektar di 2017. Jumlah ini lebih rendah daripada negara-negara penghasil gula lainnya, seperti Brasil yang sebesar 68,94 ton per hektar dan India yang sebesar 70,02 ton per hektar dalam periode yang sama.

Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Assyifa Szami Ilman mengatakan, salah satu penyebab rendahnya produktivitas gula lokal adalah banyak pabrik gula di Indonesia yang sudah sangat tua. Pabrik-pabrik gula ini perlu mendapatkan revitalisasi mesin produksi. Belum lagi mempertimbangkan kualitas tebu yang ditanam yang dipengaruhi oleh faktor geografis dan iklim lokal.

“Menekan impor gula bukan pekerjaan mudah. Menekan impor gula dapat dilakukan apabila produksi dalam negeri sudah mencukupi permintaan dan tersedia pada harga yang terjangkau di pasar. Tentunya dengan memiliki komoditas gula yang terjangkau dan tersedia secara lokal, baik produsen maupun konsumen sama-sama beruntung,” jelasnya pada Minggu (20/1/2019).

Berdasarkan data USDA dan BPS pada 2009-2018, harga gula yang beredar di pasaran (gula kristal putih) menunjukkan perbedaan harga dimana harga produk domestik hampir tiga kali lebih mahal dari harga internasional. Dengan kondisi ini, upaya menekan gula impor tentunya dapat berpotensi mengurangi peredaran gula di pasar, yang pada akhirnya bisa meningkatkan harga menjadi jauh lebih mahal lagi. Pada akhirnya, konsumen dan unit usaha UMKM yang menggunakan gula sebagai bahan produksinya akan menanggung kerugian.

“Mempertimbangkan penekanan impor gula bukan merupakan hal yang salah, namun sebaiknya yang patut diutamakan adalah peningkatan daya saing pabrik gula Indonesia dan kebijakan pemerintah yang mendorong modernisasi pabrik gula dapat menjadi salah satu langkah awal yang patut dipertimbangkan untuk menekan harga gula,” tandasnya.

2 dari 3 halaman

Revitalisasi Pabrik Gula Terhambat Keterbatasan Lahan Tebu

Sebelumnya, upaya revitalisasi pabrik gula di Indonesia dinilai masih terhambat oleh lahan tebu yang makin terbatas. Keberadaan pabrik gula dan perkebunan tebu saat ini tidak homogen sehingga terdapat tempat yang kelebihan pasokan, namun juga ada yang kekurangan.

“”Secara umum, kekurangan bahan baku karena terjadi penurunan luas area tanam,” kata Peneliti Agro Ekonomi dari Institut Pertanian Bogor Agus Pakpahan seperti mengutip Antara, Jumat (18/1/2019)

PT Perkebunan Nusantara III (Persero) yang juga sebagai Holding BUMN Perkebunan tengah fokus dalam upaya meningkatkan produktifitas dan kualitas gula, yang menjadi salah satu produk andalan perusahaan.

Upaya yang dilakukan dengan meningkatkan efisiensi pabrik-pabrik gula miliknya. Efisiensi dilakukan dengan cara meningkatkan kapasitas Pabrik Gula (PG) dan mengurangi PG yang dianggap sudah tak efisien.

Direktur Utama PTPN III Doly Pulungan mengatakan, dalam rangka revitalisasi PG,  dikeluarkan anggaran sekitar Rp 4,7 triliun sejak 2016. 


“Jadi kita regrouping PG ini dan kita tigkatkan kapasitas dan kualitas produksinya. Sejak 2016 sudah Rp 4,7 triliun investasi yang kita keluarkan dan sampai 2022 nanti total kita butuh Rp 13 triliun,” ungkap dia di kantornya, Kamis (6/12/2018).

Seperti diketahui, Holding BUMN Perkebunan ini memiliki roadmap program revitalisasi PG akan selesai pada 2022. Dengan demikian, ditargetkan produksi gula PTPN nanti akan menjadi 1,4 juta ton per tahun dari saat ini hanya sekitar 850 ribu ton per tahun.

Sementara EVP Gula dan Tanaman Semusim PTPN III, Aris Toharisman menjelaskan, sebesar Rp 4,7 triliun yang sudah dikeluarkan ini dialokasikan untuk revitalisasi 7 PG.

Dari 7 PG tersebut diantaranya PG Mojo di Sragen dan PG Rendeng di Kudus. Kedua PG tersebut memiliki kapasitas produksi masing-masing ditingkatkan dari 2.500 TCD menjadi 4.000 TCD.

Kemudian ada PG Gempolkrep di Mojokerto yang kapasitasnya 6.500 TCD ditingkatkan menjadi 10 ribu TCD.

“Yang kapasitas 10 ribu TCD ini akan kita integrasikan dengan pabrik etanol dan produk turunannya,” tegas Aris.

Dia menuturkan, Rp 4,7 triliun diperoleh dari Penyertaan Modal Negara (PMN) Rp 3 triliun dan sisanya berasal dari kas perusahaan.

Sementara sisa investasi sekitar Rp 8,3 triliun akan diusahakan PTPN III dari pinjaman perbankan dan juga kas perusahaan.

PTPN III saat ini tengah merevitalisasi 32 PG. Kapasitas produksi 32 PG tersebut nantinya akan ditingkatkan menjadi minimal 4.000 TCD.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Hasto Ungkap Jurus Jokowi Gaet Suara Milenial

Liputan6.com, Jakarta – Sekretaris Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf, Hasto Kristiyanto mengungkap strategi menggaet suara kaum milenial dalam pemilu 2019. Hal itu dikatakan saat bincang bersama milenial di Pasar Santa, Jakarta Selatan.

“Ya dengan inovasi dengan kreatif. Menampilkan politik bukan sesuatu yang berat-berat tetapi suatu hal yang membumi,” ujar Hasto, Sabtu (19/1/2019).

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan itu mencontohkan memberikan ruang kepada pelaku ekonomi kreatif. Misalnya, anak muda yang berkecimpung di bisnis kopi atau musik. TKN juga PDIP memberikan apresiasi tinggi terhadap anak muda kreatif.

“Maka selama itu ada titik temu maka mereka akan memberikan preferensinya kepada pemimpinannya. Dan pak Jokowi Ma’ruf Amin dalam presepsi mereka akan menjadi bagian pemimpin yang memberikan ruang itu,” jelas Hasto.

Dia menambahkan, pasangan calon presiden nomor urut 01 memberikan ruang alih generasi. Seperti disampaikan cawapres Ma’ruf Amin.

“Apalagi KH Ma’ruf Amin beliau selalu mengatakan saya ini mendampingi Pak Jokowi orang baik dan nanti umumnya kan pemimpin 2024 ini kan artinya peluang bagi generasi milenial terhadap politik,” ucapnya.

Diberitakan, Wakil Presiden dan Ketua Dewan Pengarah TKN, Jusuf Kalla (JK), menyinggung alasan Erick Thohir dipilih menjadi Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf. Ia menyebut alasan utama karena Erick dianggap mampu meraih suara generasi muda, milenial.

“Saya di luar membaca banyak pemilih milenial banyak memilih paslon 01. Ini bukan kampanye, ini baca data artinya lebih mantap generasi muda ini. Itulah kenapa tim kampanye memilih Erick,” kata JK, Sabtu (19/1).

Reporter: Ahda Bayhaqi

Sumbeer: Merdeka.com


Saksikan video pilihan berikut ini:

Datangi Pasar Santa, TKN Jokowi: Orang Muda Berkreasi, Berinovasi

Jakarta

Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin, Hasto Kristiyanto, mendatangi Pasar Santa, Kebayoran Baru, Jaksel. Hasto melihat Pasar Santa menjadi tempat milenial berkreasi.

“Kita bisa melihat di tempat ini bagaimana kaum milenial, orang muda Indonesia, dengan cirinya, lebih banyak yang berkreasi, berinovasi, bekerja daripada berbicara,” ujar Hasto di Pasar Santa, Sabtu (19/1/2019).

Dari kunjungannya berkeliling, Hasto memuji perkembangan kewirausahaan yang didorong anak muda. Hasto yang sempat mencicipi kopi di Pasar Santa, menyebut perkembangan produk Indonesia yang kini pesat di tangan anak muda.

“Karena itu lah, PDIP dan tim kampanye Pak Jokowi-Ma’ruf Amin memberikan apresiasi atas seluruh semangat anak-anak muda Indonesia dengan caranya mereka menampilkan jati dirinya sebagai sosok yang mencari hidup dan penghidupan dengan cara-cara yang kreatif tersebut,” imbuh Sekjen PDIP ini.

Anak muda menurut Hasto sering mencari terobosan lewat kreasi. Ruang kreasi ini yang disebut Hasto, dibuka lebar Jokowi-Amin

“Dan Pak Jokowi-KH Ma’ruf Amin dalam persepsi mereka adalah menjadi bagian dari pemimpin yang memberikan ruang itu. Apalagi KH Ma’ruf Amin mengatakan saya ini mendampingi Pak Jokowi orang baik, dan nanti untuk menyiapkan pemimpin 2024 yang akan datang. Ini artinya kan peluang bagi generasi milenial untuk juga punya perhatian terjadap politik,” sambungnya.


(fdn/jbr) <!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Sekjen PDIP Ziarah ke Masjid Luar Batang

Jakarta

Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, menutup safari politik PDIP dengan mengunjungi makam Habib Husein bin Abubakar Alaydrus di Masjid Luar Batang, Penjaringan, Jakarta Utara.

Hasto tiba di Masjid Luar Batang sekitar pukul 21.40 WIB, Sabtu (19/1/2019), setelah sebelumnya melakukan wisata di Kawasan Taman Fatahillah, Kawasan Kota Tua, Jakarta Barat.

Di dalam masjid, Hasto ditemani sejumlah orang Habib Soleh dari Tim Kampanye Ma’ruf Amin.

Kawasan Masjid Luar Batang yang melarang adanya atribut kampanye politik membuat para rombongan yang mengenakan atribut partai akhirnya menunggu di luar kawasan Masjid Luar Batang.

Kunjungan berlangsung sekitar 20 menit. Sekitar pukul 22.00 WIB, Hasto meninggalkan Masjid Luar Batang.

“Tadi hanya ziarah saja. Terus kami diberikan kesempatan doa di depan makam Habib Husein, berdoa di situ”, ujar Hasto.

Kunjungan ke Masjid Luar Batang ini merupakan bagian dari safari politik yang dilakukan oleh PDI Perjuangan dalam rangka kampanye pemenangan pasangan capres-cawapres Joko Widodo- Ma’ruf Amin dalam pilpres 2019.

Sebelumnya, Hasto dan rombongan sudah mengunjungi berbagai tempat di Jakarta, antara lain Makam Pangeran Jayakarta, Pasar Kalimalang Cakung, menaiki KRL di stasiun Duren Kalibata, mengunjungi Setu Babakan, Rumah KH Abdul Hayyie Na’im di Cipete Utara, Pasar Santa, dan Taman Fatahillah Kawasan Kota Tua.


(fdn/fdn) <!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Pembebasan Ba’asyir Ditentang, JK: Yang Putuskan Kita

Makassar

Pembebasan Abu Bakar Ba’asyir oleh pemerintah mendapatkan tentangan dari Australia. Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menyebut keputusan pemerintah tidak dapat diganggu pihak lain.

“Itu boleh saja. kan yang menentukan kan kita, orang boleh berpendapat gitu Tapi kita melihatnya dari sisi kemanusian,” kata JK di kediaman pribadinya, Jalan Haji Bau, Makassar, Sabtu (19/1/2019).

“Jangan lebih parah nanti, kalau dari kemanusiaan kemudian minta maaf ya kalau ada apa-apa di penjara, wah ini pemerintah bisa disalahkan. Ya tentu tidak bisa seperti dulu,” sambungnya.

JK kembali mengatakan, pemerintah membebaskan Ba’asyir dengan alasan kemanusian. Tahun ini, usia Ba’asyir mencapai 80 tahun dan kesehatannya terganggu.

“Bayangkan kalau terjadi apa-apa, di penjara itu dianggap pemerintah yang salah,” ujar dia

JK juga menegaskan pembebasan ini tidak terkait dengan tahun politik Pilpres 2019.

“Enggak saya kira tidak, itu sekarang kalau orang penjara 80 tahun kesehatannya harus berikan langkah-langkah kemanusian,” ujarnya.

(fiq/fdn) <!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Airlangga Turun Gunung Konsolidasi Pemenangan Golkar di Jabar Selatan

Liputan6.com, Sukabumi – Melihat perkembangan situasi politik dan peta perolehan suara partai menjelang pileg dan pilpres 2019. Konsolidasi pemenangan terus dilakukan oleh Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto. Titik konsolidasi pekan ini dipusatkan di Jawa Barat.

Kunjungan Ketua Umum Golkar selain bersilaturahimi dan berziarah ke makam tokoh masyarakat di TPU Ciandam, Dia juga kumpulkan dan memberi arahan kepada pengurus DPD Tingkat II, Caleg DPR RI, Caleg provinsi dan Kab/kota, serta pengurus kecamatan sampai pengurus tingkat desa se-Jabar selatan.

Ketum Golkar Airlangga menganggap wilayah Jabar bagian selatan merupakan salah satu wilayah bersejarah basis Golkar. Harapannya pada sisa 90 hari menjelang Pilpres, harus digerakkan lagi elektabilitasnya.

“Golkar Jabar selatan harus dikerek kerjanya, kita bawakan tambahan atribut. Tidak ada alasan wilayah di sini tidak menang.” kata Airlangga di Jalan Otista 135 Kota Sukabumi, sabtu (19/1/2019).

Selain itu, Airlangga juga menilai saat ini Jawa Barat membutuhkan penguatan elektoral dan formulasi baru untuk diterapkan menghadapi Pileg.

Dia mengingatkan, kader Golkar agar bekerja dengan optimisme. Tugas meraih kemenangan untuk Golkar di pileg dan memperjuangkan Jokowi lanjut dua periode menjadi keharusan kader Partai Beringin.

Golkar harus optimistis. Legislator manfaatkan strategi pemenangan, sehingga menjadi kekuatan paling depan mengawal Presiden Jokowi untuk terpilih kembali,” ujar Airlangga.

Terlihat juga yang turut menemani Airlangga dalam acara pengarahan tersebut, Sekjen Lodewijk F Paulus, Ketua DPD Jabar Dedi Mulyadi, pengurus Bappilu DPP Golkar Yahya Zaini, TGB Zainul Majdi, Dito Ganinduto, Rizal Malarangeng, Agus Silaban, dan Budhy Setiawan.

2 dari 2 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: