Pochettino Sangat Bahagia di Tottenham, tapi…

London – Kontrak Mauricio Pochettino di Tottenham Hotspur masih empat tahun lagi. Manajer asal Argentina itu pun mengaku sangat bahagia, tapi…

Pochettino baru meneken kontrak berdurasi lima tahun pada tahun lalu. Artinya, masih ada empat tahun tersisa sebelum kontaknya bersama The Lilywhites habis pada 2023.

Sebelumnya, Pochettino sempat masuk dalam bursa pelatih Real Madrid. Namun, kedatangan Zinedine Zidane menutup peluangnya hijrah ke Santiago Bernabeu.

Selain Real Madrid, Pochettino juga santer dikaitkan dengan Manchester United. Saat Setan Merah memecat Jose Mourinho dan menunjuk Ole Gunnar Solskjaer sebagai manajer interim, Pochettino disebut pantas menjadi manajer utama Paul Pogba dkk.

Belakangan, Solskjaer membawa MU tampil oke dan diprediksi akan dipertahankan manajemen sebagai manajer tetap.

Pochettino menegaskan, dirinya sedianya masih sangat bahagia di Tottenham. Ia menegaskan, kendati bahagia, dirinya belum memikirkan terlalu jauh masa depannya di Tottenham, yang artinya masih sebatas menghormati kontraknya sampai 2023 mendatang.

“Saya sangat senang di Tottenham. Saya memiliki empat tahun lagi dalam kontrak saya. Mungkin 99 persen kolega saya memiliki pola pikir yang berbeda,” jelasnya.

“Saya menikmatinya hari demi hari, dan apa pun yang terjadi besok akan menjadi konsekuensi hari ini. Tapi, saya tidak melihat hal-hal yang terlalu jauh ke depannya atau berpikir jangka panjang. Ketika saya menandatangani kontrak, saya melakukannya karena bahagia,” ungkapnya.

Musim ini, Pochettino, yang melatih Tottenham sejak 2014, membawa klubnya berada di peringkat tiga klasemen sementara Liga Inggris. Harry Kane dkk juga berhasil melaju ke perempatfinal Liga Champions, dan akan menghadapi Manchester City.

(yna/rin)

Pochettino Ingin Balik ke Spanyol, Sinyal Latih Madrid?

LondonMauricio Pochettino mengutarakan keinginannya untuk kembali ke Spanyol suatu hari. Apakah ini pertanda dia siap melatih Real Madrid?

Kondisi El Real saat ini sedang buruk. Hanya dalam sepekan, Madrid kehilangan tiga kesempatan untuk meraih trofi musim ini.

Los Blancos gugur dari Copa del Rey setelah ditaklukkan Barcelona di semifinal dengan agregat 1-4. Kemudian di LaLiga, Madrid kembali takluk di El Clasico dengan skor 0-1 dan membuat tim asuhan Santiago Solari berjarak 12 poin dengan Los Cules di puncak.

Terakhir, Madrid kalah 1-4 dari Ajax Amsterdam di leg kedua 16 besar dan memastikan langkah mereka di Liga Champions terhenti. Posisi Solari pun makin kencang digoyang.

Salah satu nama yang dihubungkan dengan Madrid adalah Pochettino. Manajer asal Argentina ini sebenarnya sudah sering dihubungkan sejak Zinedine Zidane mundur sampai dipecatnya Julen Lopetegui. Sampai sekarang rumor itu masih terus bergulir dan bisa jadi makin panas.

Pasalnya, Pochettino baru saja mengakui ingin kembali melatih di Spanyol seperti saat menangani Espanyol dulu. Apakah itu artinya Pochettino siap jika sewaktu-waktu Madrid meminangnya?

“Hubungan saya dengan Spanyol selalu baik dan saya akan sangat senang untuk kembali ke sana suatu hari nanti, memainkan sepakbola yang bisa memenangi laga dan menghibur,” ujar Pochettino seperti dikutip Reuters.

“Tentu saja saya ingin kembali ke Spanyol. Saya selalu terbuka untuk proyek dan pengalaman baru. Saya terima saja (kabar ketertarikan Real Madrid) itu sebagai sesuatu yang positif. Artinya ada seseorang yang tahu kinerja kami bagus,” tambah dia.

(mrp/nds)

Adele dan James Bond Menyelamatkan Pochettino di Inggris

Jakarta – Kalau bukan karena Adele dan James Bond, Mauricio Pochettino mungkin tak akan sesukses saat ini bersama Tottenham Hotspur. Dua ikon pop Inggris itu membantunya belajar bahasa Inggris.

Mauricio Pochettino bisa dibilang sebagai salah satu manager terbaik di Liga Inggris saat ini. Walau belum pernah merengkuh gelar bergengsi, ia mampu menyulap Tottenham Hotspur manjadi kandidat kuat peraih gelar Liga Premier dalam bebarapa musim terakhir.

Pria asal Argentina ini juga punya kemampuan luar biasa dalam mengorbitkan pemain muda Inggris. Harry Kane, Delle Ali serta Kieran Tripper adalah bukti tangan dingin Pochettino.

Namun di balik itu semua, pria 46 tahun ini ternyata sempat kesulitan beradaptasi di Inggris. Terutama saat ia pertama kali tiba di Negeri Elizabeth pada 2013 untuk menangani Southampton.

Kala itu Pochettino yang datang dari Espanyol tak punya kemampuan Bahasa Inggris yang baik. Hal tersebut membuatnya kesulitan untuk berkomunikasi.

“Saya ingat malam pertama di hotel di Southampton, itu hari Jumat dan hari berikutnya akan menjadi sesi latihan pertama. Saya sangat gelisah, bolak-balik, dan tidak bisa menutup mata. Saya mengambil telepon saya, tepat sebelum jam 4 pagi, dan saya mengirim WhatsApp ke asisten pelatih, Jesus Perez: ‘Apakah kamu bangun?’ turur Pochettino dilansir dilansir dari The Sun

“Segera ada jawaban, ‘Ya’, jadi saya katakan padanya, ‘Ok, datang ke kamar saya, kita bicara’. Dia datang dan saya memandangnya dan hanya berkata ‘Yesus besok.”

“Aku tidak tahu harus berbuat apa. Aku tidak bisa mengatakan sepatah kata pun dalam bahasa Inggris dan aku harus menempatkan diriku di depan sekitar 50 orang termasuk Presiden klub. Aku gemetaran,” tuturnya menceritakan masa lalunya.

Pria kelahiran Murphy ini kemudian berusaha untuk menjalani kursus Bahasa Inggris untuk mempermudah adaptasi. Tapi pada awalnya Pochettino teramat bosan dengan motode pengajaran sang guru.

Semuanya berubah saat sang guru memberikan pelajaran bahasa Inggris dengan media lagu. Ia diminta untuk mendengarkan lagu milik Adele yang berjudul Skyfall, salah original soundtrack film James Bond dengan judul yang sama.

“Istri saya menemukan guru bahasa Inggris untuk saya dan sesi pertama – dua jam – sangat membosankan. Guru itu berkata, ‘Ok, kita akan mencoba sesuatu yang sedikit berbeda, mari kita belajar dengan sebuah lagu”, ujar mantan pelatih Espanyol ini.

“Dia memakai lagu Adele – Skyfall, yang sangat rumit – seperti yang dapat Anda bayangkan – jika Anda tidak tahu apa-apa tentang bahasa Inggris. Tapi setiap kali aku mendengar Skyfall sekarang, aku selalu memikirkan itu dan tersenyum,” ungkapnya.

“Aku hanya memiliki satu pelajaran dan kupikir itu hal yang mustahil. Aku tidak akan bisa menguasai bahasa ini.”

Perlahan dengan kemampuan Bahasa Inggris Pochettino yang mulai membaik kariernya di Southampton berjalan cukup mulus. Ia mampu mengantarkan The Saint finis di urutan ke delapan di musim perdananya.

Torehan tersebut membuat Tottenham kemudian kepincut untuk meminang Pochettino di musim panas 2014.
(din/din)

Jadwal Liga Inggris Pekan ke-29: Derby London, Tottenham Hotspur vs Arsenal

Liputan6.com, Jakarta – Setelah disibukkan dengan pertarungan tengah pekan ini dalam lanjutan pertandingan Liga Inggris pekan ke-28, tim-tim Liga Inggris sudah langsung dihadapkan kepadapekan ke-29 akhir pekan ini. Laga panas Tottenham Hotspur melawan Arsenal akan menjadi pertandingan pembuka.

Dalam Jadwal Liga Inggris, Tottenham akan menjamu Arsenal di Stadion Wembley, Sabtu (2/3/2019). Pertandingan sengit yang bertajuk derbi London ini akan memanaskan persaingan dalam perebutan posisi ketiga.

Kondisi Tottenham berbeda dengan lawannya, Arsenal. The Lily White harus menerima keunggulan tuan rumah, Chelsea dalam pertandingan lanjutan Liga Inggris pekan ke-28. Anak asuh Mauricio Pochettino harus menelan kekalahan 2-0 dari The Blues. Dua gol Chelsea dicetak oleh Pedro dimenit 57 dan gol bunuh diri Kierran Tripier dimenit ke-84.

Di laga lainnya, dalam jadwal Liga Inggris pekan ke-29, pemimpin klasemen sementara Liga Inggris, Liverpool akan menjalani laga yang juga cukup sengit. Pasalnya, The Anfield Gank akan bertandang ke Godison Park, markas Everton.

Sementara, pesaing terdekat Liverpool, Manchester City harus menyambangi markas Bournemouth. Saat ini The Citizen memilik poin 68, hanya berselisih satu poin dengan Liverpool di posisi pertama.

Berikut Jadwal Liga Inggris Pekan ke-29:

2 dari 3 halaman

Sabtu, 2 Maret

19.30 WIB Tottenham Hotspurs vs Arsenal

22.00 WIB Birghton and Hove vs Huddersfield Town

22.00 WIB Bournemouth vs Manchester City

22.00 WIB Burnley FC vs Crystal Palace

22.00 WIB Manchester United vs Southampton

22.00 WIB Wolverhampton Wanderers vs Cardiff City



3 dari 3 halaman

Minggu, 3 Maret 2019

00.30 WIB West Ham vs Newcastle United

19.00 WIB Watford vs Leicester City

21.05 WIB Fulham vs Chelsea

23.15 WIB Everton vs Liverpool

Saksikan video pilihan di bawah ini

Obat bagi Pochettino: Tottenham Mengalahkan Chelsea di Stamford bridge

LondonMauricio Pochettino mengaku terluka karena Tottenham Hotspur dikalahkan Burnley. Pochettino hanya akan gembira dengan kemenangan Tottenham di markas Chelsea.

Stamford Bridge akan memanggungkan laga antara Chelsea vs Tottenham dalam lanjutan Liga Inggris pada Kamis (28/2/2019) dinihari WIB. Kedua tim sama-sama sedang terpuruk.

Khususnya Tottenham, tim London Utara itu melewatkan kesempatan emas untuk membuat perburuan gelar juara semakin ketat. Bertamu ke markas Burnley, Tottenham justru kalah dengan skor 1-2.


Padahal seandainya menang, Spurs akan mengoleksi 63 poin cuma berjarak tiga poin dari Liverpool usai berimbang dengan Manchester United, dan dua angka dari City yang menempati peringkat kedua. Faktanya, Harry Kane cs kini tetap tertinggal enam poin dari Liverpool dan lima poin dari the Citizens.
Mengingat kompetisi tinggal menyisakan 11 pertandingan, secara matematis Tottenham masih berpeluang juara. Namun, Tottenham dilarang terpeleset lagi dimulai tengah pekan ini.

“Terasa lebih menyakitkan bagi saya! Saya perlu melihat reaksi dari para pemain besok,” ceplos Pochettino saat ditanya bagaimana perasaannya ketika tahu Liverpool kehilangan poin.

“Saya cuma bisa bahagia besok kalau kami mengalahkan Chelsea. Saya masih terluka karena kekalahan melawan Burnley. Mustahil untuk menghilangkan perasaan itu kecuali kami memperlihatkannya pada laga besok bahwa itu cuma insiden saja dan kami mengalahkan Chelsea,” kata manajer Tottenham ini.
(rin/raw)

Pochettino Terima Dakwaan FA

London – Manajer Tottenham Hotspur Mauricio Pochettino menerima dakwaan yang dijatuhkan FA kepadanya. Pochettino juga minta maaf kepada wasit Mike Dean.

Manajer asal Argentina itu didakwa setelah mengonfrontasi Dean usai Tottenham dikalahkan Burnley 1-2 dalam lanjutan Liga Inggris di Turf Moor, Sabtu (23/2/2019). Menyusul sepak pojok Burnley yang pada prosesnya membuat Tottenham kebobolan.

Dalam rekaman video memperlihatkan Pochettino berdebat hebat dengan Dean. Tindakan yang kemudian disesalinya. Meski demikian, Pochettino tidak mau mengungkapkan detail insiden tersebut.


“Saya menerima dakwaannya,” Pochettino mengatakan dilansir Sky Sports. “Saya minta maaf kepada Mike Dean. Saya tidak bisa bertindak seperti itu dan sudah pasti, saya minta maaf.”

“Melihat kelakuan saya setelah insiden di video, saya perlu menerima dakwaan dari FA. Saya perlu minta maaf kepada Mike Dean. Saya tidak bisa bertindak seperti itu. Itu bukan tindakan yang baik.”

“Tindakan saya dilihat publik dan sekarang saya ingin minta maaf secara terbuka. Saya perlu minta maaf kepada dia dan seluruh ofisial,” lanjut dia.

“Tidak. Semua yang terjadi di lapangan tetap di sana. Bagi saya tidak penting, saya tidak memasukkan dalam hati,” imbuh Pochettino tentang adu mulut dengan si wasit.

FA menyatakan bahwa ini bukan kasus standar dan karenanya tidak ada sanksi yang ditetapkan. Ini artinya, sekalipun Pochettino telah menerima dakwaan, sebuah panel independen masih akan bertemu untuk membahas hukuman apa yang akan dijatuhkan.
(rin/raw)

Konfrontasi Wasit, Pochettino Didakwa FA

London – Manajer Tottenham Hotspur Mauricio Pochettino terancam hukuman setelah mengonfrontasi wasit Mike Dean usai timnya ditekuk Burnley 1-2. Pochettino didakwa FA.

“Mauricio Pochettino didakwa karena melakukan dua pelanggaran dalam aturan FA E3 menyusul pertandingan melawan Burnley,” bunyi pernyataan FA, yang dilansir BBC Sport.

“Manajer Tottenham Hotspur mengucapkan kata-kata dan atau tindakannya di akhir pertandingan – baik di atas lapangan dan atau di area lorong pemain – dikategorikan sebagai tindakan tidak pantas.”


Di Stadion Turf Moor, Sabtu (23/2/2019), Pochettino protes keras kepada Dean usai pertandingan berakhir. Kekesalan manajer asal Argentina itu dipicu oleh sepak pojok yang dihadiahkan kepada Burnley yang pada prosesnya membuat Spurs kebobolan gol pertama.
Pada akhirnya, Pochettino menyesal dengan tindakannya tersebut. Eks manajer Espanyol itu mengindikasikan tidak akan menggugat andai dirinya dijatuhi sanksi indisipliner.

“Saya akan menerima segala yang bisa terjadi dari Badan Sepakbola (FA), tapi saya harap mereka menjatuhkan hukuman berat.”

Kekalahan dari Burnley menyusutkan kans Tottenham memenangi musim 2018/19. Sampai pekan ke-27, Spurs mengoleksi 60 poin, berjarak lima poin dari Mancester City (2), dan enam poin dari Liverpool di puncak klasemen.

(rin/rin)

Pochettino Sudah Lempar Handuk

Burnley – Mauricio Pochettino menilai peluang Tottenham Hotspur untuk memenangi Premier League sudah tertutup. Hal itu dia sampaikan setelah timnya kalah dari Burnley.

Tottenham kalah 1-2 dari Burnley di Turf Moor, Sabtu (23/2/2019) malam WIB. The Lilywhites kebobolan duluan lewat Chris Wood.

Spurs sempat menyamakan skor lewat gol Harry Kane. Tapi, tujuh menit jelang laga tuntas, Ashley Barnes berhasil merobek gawang Hugo Lloris.


Dengan kekalahan ini, Spurs tetap di posisi ketiga dengan 60 poin dari 27 laga. Tertinggal lima angka dari Manchester City dan Liverpool yang ada di atasnya.

Masih ada 11 laga yang bakal dilalui Spurs untuk bersaing gelar. Meski terhitung banyak, Pochettino sudah lempar

“Ya (peluang juara tertutup). Kami sangat kecewa karena ada 11 pertandingan, jaraknya bisa lebih besar,” kata Pochettino kepada Sky Sports.

“Tentu saja, ada banyak pertandingan untuk dimainkan tetapi hari ini, dalam pikiran saya, kami harus mendapat tiga poin untuk menekan mereka,” sambungnya.

“Kami gagal karena kesalahan kami dan hanya karena kami. Kami tidak dapat menyalahkan siapa pun, hanya diri kami sendiri karena kami tidak dapat menang,” tegasnya.

(ran/nds)

Cantona Dukung Solskjaer Jadi Manajer Tetap MU

Liputan6.com, Manchester – Eric Cantona menilai Ole Gunnar Solskjaer layak menjadi manajer permanen MU musim depan. Legenda Setan Merah itu yakin Solskjaer punya poin plus yang tak dimiliki calon manajer lain.

Sejak dipegang Solskjaer permainan MU memang meningkat. Mereka hanya menelan sekali kekalahan dalam 13 laga.

Tak heran MU pun kembali untuk berpeluang finis di posisi empat besar klasemen musim ini. Mereka hanya tertinggal 14 poin dari pemuncak klasemen, Manchester City dengan unggul satu laga di tangan.

Meski demikian manajemen MU sendiri belum mau memberikan kontrak permanen bagi Solskjaer. Mereka masih menunggu performa tim hingga akhir musim.

Selain itu manajemen Setan Merah juga masih memantau Mauricio Pochettino. Manajer Tottenham Hotspur itu memang menjadi buruan utama MU dalam beberapa musim terakhir.


2 dari 3 halaman

Komentar Cantona

“Solskjaer adalah anak spiritual dari Alex Ferguson. Sama seperti Pep Guardiola yang merupakan anak spiritual Johan Cruyff di Barcelona,” kata Cantona seperti dilansir Evening Standard.

“Penting bagi klub sebesar MU punya seseorang dengan jiwa klub. Seseorang yang mengerti klub ini luar dalam,” katanya menambahkan.

“Jadi saya pikir Solskjaer orang yang tepat. Dia bisa membawa klub ini menang dan juga mengembalikan kebahagiaan ke semua orang,” kata Cantona.

3 dari 3 halaman

Jadwal

Berikut jadwal Liga Inggris Pekan ke-27:

Sabtu, 23 Februari

19:30 WIB, Burnley vs Tottenham Hotspur

22:00 WIB, AFC Bournemouth vs Wolverhampton

22:00 WIB, Newcastle United vs Huddersfield

Minggu, 24 Februari

00:30 WIB, Leicester City vs Crystal Palace

21:05 WIB, Arsenal vs Southampton

21:05 WIB, Manchester United vs Liverpool

Saksikan video pilihan di bawah ini

Real Madrid Siap Kirim Bale Kembali ke Tottenham

Liputan6.com, Madrid – Real Madrid sudah tidak tertarik memakai jsa Gareth Bale musim depan. Winger Timnas Wales itu berpotensi dilepas kembali ke klub lamanya, Tottenham Hotspur.

Seperti dilansir Marca, rencana menjual Bale tak lain demi memberikan ruang kepada Eden Hazard. Bukan rahasia lagi, Hazard ingin meninggalkan Chelsea untuk berkostum Real Madrid musim depan.

Keputusan untuk menjual Bale sudah dipikirkan Los Blancos dengan matang. Manajemen klub ibu kota Spanyol ini frustrasi terhadap kinerja pemain berusia 29 tahun itu.

Bale dinilai gagal menutupi kekosongan yang ditinggalkan Cristiano Ronaldo di skuat Real Madrid. Padahal, setelah Ronaldo hijrah ke Juventus musim panas lalu, Bale seharusnya jadi tumpuan El Real.

Selain itu, Vinicius Junior, juga mulai membuktikan talentanya di tim utama Real Madrid. Pemain berusia 18 tahun itu beberapa kali mendapat kepercayaan dan tidak mengecewakan.

2 dari 3 halaman

Masalah Bahasa

Ini merupakan musim keenam Bale bersama Real Madrid. Namun, mantan pemain Southampton ini masih belum mempelajari bahasa Spanyol.

Hal itu dianggap jadi penyebab Bale tidak pernah benar-benar dominan di La Liga. Sementara masalah cederanya adalah alasan lain yang perlu dikhawatirkan Real Madrid.

3 dari 3 halaman

Ubah Pikiran

Namun, masih ada waktu bagi Bale untuk mengubah pikiran Real Madrid mengenai situasinya. Kabarnya, Bale ingin sekali bertahan di El Real.

Saksikan video pilihan di bawah ini