PKS Sebut Suara Jokowi di Jateng dan Jatim Berpotensi Beralih ke Prabowo

Liputan6.com, Jakarta – Direktur Pencapresan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Suhud Alyuddin angkat bicara terkait ucapan Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin yang mengatakan strategi capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dalam meraup suara di lumbung Jokowi gagal total.

Menurut dia, hasil Pilkada Serentak 2018 bisa dijadikan acuan bahwa Prabowo-Sandi di beberapa daerah yang didominasi oleh suara pendukung Jokowi kini telah berubah haluan.

“Di basis partai-partai pendukung Jokowi seperti di Jawa Tengah dan Jawa Timur terjadi perubahan cukup signifikan. Ini yang akan menjadi potensi perubahan dukungan pada Pemilu 2019 mendatang,” kata Suhud saat dihubungi, Jumat (9/11/2018).

Dia mengatakan, persentase kinerja pemerintah juga masih rendah. Hal ini, kata dia bisa mempengaruhi arah suara dari swing voters untuk beralih dukungan ke Prabowo-Sandi.

“Kinerja pemerintah yang rendah di bidang ekonomi dengan indikasi pertumbuhan yang mentok di angka lima persen saya kira akan menjadi pertimbangan para swing voters untuk mendukung pasangan Prabowo-Sandi,” ungkap Suhud.

Selain itu, dia juga menilai survei Jokowi terkesan stagnan dengan persentase 50 persen. Angka itu, lanjutnya, rawan untuk dikalahkan.

“Kita justru bisa melihat sejumlah survei yang memperlihatkan elektabilitas Pak Jokowi cenderung stuck di kisaran 50-an persen. Angka itu sangat rawan dan berpotensi mudah dikalahkan,” ujar Suhud.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Para relawan ini sepakat menyerahkan kewenangan pemilihan sosok bakal calon wakil presiden kepada Jokowi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *