PKB soal Politik Genderuwo: Jokowi Ingin Rakyat Optimistis

Jakarta – Presiden Joko Widodo berbicara soal politik genderuwo, politik yang menakut-nakuti masyarakat. PKB menyebut, pernyataan soal politik genderuwo ini semata-mata agar rakyat optimistis dengan kondisi bangsa.

“Pak Jokowi itu orang Jawa, di Jawa itu genderuwo identik dengan makhluk yang menakut-nakuti, menyeramkan, membuat kondisi yang mencemaskan. Nah, siapa pun dia yang menebarkan pesimisme seolah-olah masa depan suram, menebarkan ketakutan-ketakutan dengan propaganda-propaganda yang akhirnya membuat masyarakat menjadi khawatir, cemas dan takut akan masa depan, itulah yang diwaspadai Pak Jokowi,” kata Wasekjen PKB Daniel Johan saat dihubungi, Jumat (9/11/2018).

“Sebagai Bapak bangsa hari ini, Pak Jokowi ingin mengajak semua masyarakatnya optimistis menatap masa depan,” tegas Daniel.

PKB soal Politik Genderuwo: Jokowi Ingin Rakyat OptimistisFoto: Daniel Johan (dok. pribadi)

Menurut Daniel, optimisme harus terus ditanamkan kepada masyarakat. Daniel meminta masyarakat tak takut dengan isu-isu yang berbau pesimisme.

“Masyarakat yang memiliki positif thinking tentang usaha apa pun yang dibangun oleh bangsa hingga saat ini, masyarakat yang tenang dan damai yang tidak cemas atau takut sehingga masyarakat akan mudah bersatu untuk bahu-membahu membangun bangsanya. Masyarakat yang tenang, damai dan bersatu pasti bisa fokus di bidangnya masing-masing untuk membangun bangsanya,” ucap Daniel.

Karena itu, Daniel berharap elite bangsa juga harus menanam optimisme di diri masing-masing. “Kita juga berharap para elite negeri ini memiliki visi yang sama akan kedamaian dan persatuan tersebut demi masa depan anak cucu kita, demi masa depan bangsa Indonesia,” jelas anggota DPR itu.
Sebelumnya diberitakan, Presiden Jokowi kembali mengingatkan masyarakat untuk menjaga persatuan dan kesatuan antarsesama masyarakat. Jangan sampai terpengaruh dengan politik yang suka menakut-nakuti.

“Cara-cara seperti ini adalah cara-cara politik yang tidak beretika. Masak masyarakatnya sendiri dibuat ketakutan? Nggak benar kan? itu sering saya sampaikan itu namanya politik genderuwo, nakut-nakuti,” kata Jokowi di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, hari ini.

“Jangan sampai seperti itu. Masyarakat ini senang-senang saja kok ditakut-takuti. Iya tidak? Masyarakat senang-senang kok diberi propaganda ketakutan. Berbahaya sekali. Jangan sampai propaganda ketakutan menciptakan suasana ketidakpastian, menciptakan munculnya keragu-raguan,” imbuhnya.
(gbr/bag)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *