PKB: Korupsi di Indonesia Memprihatinkan, Tapi Tak Sampai Stadium 4

JakartaPKB menilai kondisi korupsi di Indonesia memprihatinkan. Namun, kondisi korupsi belum sampai pada tahap sangat parah atau stadium 4.

“Kondisi korupsi kita masih memprihatinkan meski tidak sampai taraf stadium empat,” kata Wasekjen PKB Daniel Johan kepada detikcom, Selasa (4/12/2018) malam.

Dia mengatakan PKB sudah lama mendorong agar semua pihak duduk bersama untuk membahas pemberantasan korupsi. Tujuannya, agar tingkat korupsi bisa ditekan seminimal mungkin.

“PKB sudah lama mendorong agar para stakeholder terkait bisa kumpul bersama dan membahas secara mendalam bagaimana korupsi mampu diatasi sampai seminimal mungkin, tidak cukup hanya pencegahan apalagi penindakan,. Ini juga menyangkut sistem demokrasi yang ada saat ini. Perlu dibahas secara mendalam tentang kebijakan otonomi daerah misalnya, sejauh mana dampak baik buruk dan efektivitasnya. Menyangkut Pileg dan Pilkada secara langsung, karena saat ini Pilkada sudah menjadi ajang judi di banyak daerah dengan bandar-bandar lokal dan nasional yang besar, ini sama saja membajak demokrasi dan sebagai salah satu akar korupsi,” ujarnya.

Dia juga menyarankan perbaikan sistem pelayanan publik. Salah satunya dengan sistem online yang jangka waktu dan biayanya jelas.

Abdul Kadir KardingFoto: Abdul Kadir Karding (dok.pribadi)

Selain itu, Ketua DPP PKB Abdul Kadir Karding mengatakan pemberantasan korupsi harus dilihat dari 2 sisi, yaitu pencegahan dan penindakan. Dia mengatakan saat ini pemberantasan korupsi harus difokuskan pada pencegahan.

“Apa yang bisa kita lakukan adalah memastikan bahwa seluruh sistem khususnya di pemerintaha, penegakan hukum kita itu mengurangi peluang terjadinya penyalahgunaan kewenanganan. Bisa dilakukan dengan sinkronisasi produk hukum kita agar tidak tumpang tindih. Kedua, harus ada perbaikan dalam konteks reformasi birokrasi, semua pekerjaan, semua kegiatan harus terukur dan terkontrol serta jelas outputnya. Ketiga, harus memperbaiki sistem perizinan kita, baik untuk usaha maupun pelayanan publik,” ujarnya.

Dia mengatakan perbaikan harus dilakukan di segala tingkatan pemerintahan mulai dari pusat hingga ke desa. Karding juga mengusulkan dikuranginya penggunaan uang tunai dalam transaksi masyarakat dan pemerintah hingga perbaikan sistem perbankan serta jasa keuangan untuk menghindari pencucian uang.

Soal korupsi sudah stadium 4 atau kategori parah ini sempat disinggung oleh capres Prabowo Subianto. Saat itu dia mengatakan korupsi yang akan merusak masa depan Indonesia.

“Korupsi di Indonesia sudah sangat parah. Ini yang merusak masa depan kita,” kata Prabowo saat menjadi pembicara di The World in 2019 Gala Dinner di Grand Hyatt Hotel, Singapura, Selasa (27/11) lalu.

Seolah membantah Prabowo, Jokowi mengatakan perbaikan CPI (Corruption Perception Index) atau Indeks Persepsi Indonesia Indonesia dari 1998 hingga 2018 sangat signifikan. Jokowi pun menegaskan jangan sampai ada yang mengatakan indeks korupsi di Indonesia sudah masuk tahap stadium 4.

“Dari yang terjelek se-ASEAN, sekarang naik menjadi CPI ke angka 37, ini patut disyukuri. Jangan sampai ada yang bilang korupsi kita stadium 4, tidak ada,” kata Jokowi seusai Peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Harkodia) 2018 di Gedung Bidakara, Pancoran, Jakarta Selatan, Selasa (4/12).

(haf/haf)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *