Milan yang Nyatanya Baik-Baik Saja Tiap Kali Tanpa Higuain

JakartaAC Milan tinggal sesaat lagi ditinggal Gonzalo Higuain di Januari ini. Tapi Rossoneri setidaknya punya bekal untuk melepas sang penyerang.

Kepindahan Higuain ke Chelsea diyakini tinggal menunggu waktu saja. Penyerang 31 tahun ini sudah tak dibawa Milan kala bertandang ke Genoa, Senin (22/1/2019), yang jadi pertanda bahwa kepindahan memasuki tahap akhir.

Kehilangan Higuain jelas jadi kerugian besar. Pemain pinjaman Juventus ini mencetak delapan gol di 22 penampilan semua kompetisi, dengan enam gol di 15 laga Serie A.

Dia adalah salah satu penyumbang gol terbanyak sepanjang musim ini bersama Patrick Cutrone. Cutrone sendiri mengoleksi satu gol lebih banyak.

Meski demikian, ada sebuah fakta yang setidaknya bisa membuat fans Milan sedikit lebih tenang. Bahwa Rossoneri sejauh ini tak terkalahkan saat tampil tanpa Higuain.

Total enam pertandingan telah dilalui Milan tanpa Higuain di semua kompetisi. Catatannya adalah tiga kemenangan dan tiga kali imbang.

Diavolo Rosso mencetak 11 gol dalam periode tersebut, atau dengan rata-rata 1,83 gol per laga.

Milan sendiri tengah berusaha mendapatkan pengganti Higuain, yakni Krzysztof Piatek dari Genoa. Piatek musim ini sudah bikin 13 gol di Serie A.

(raw/cas)

Tanpa Gonzalo Higuain, AC Milan Mampu Tampil Impresif

Genoa – AC Milan menang 2-0 atas Genoa pada laga pekan ke-20 Serie A, di Stadio Comunale Luigi Ferraris, Senin (21/1/2019). Kemenangan itu sekaligus memperpanjang tren apik Il Diavolo Rosso tanpa kehadiran Gonzalo Higuain.

Melawat ke markas Genoa, pelatih Milan, Gennaro Gattuso, memutuskan untuk tak mengikutsertakan Higuain. Gattuso menganggap penyerang timnas Argentina itu tidak dalam kondisi siap untuk bermain.

Pasalnya, Gonzalo Higuain santer disebut bakal angkat kaki dari San Siro dan melanjutkan kariernya ke Chelsea pada Januari 2019. Bahkan, kepindahannya ke skuat London Biru akan diumumkan dalam beberapa hari ke depan.

Meski tak diperkuat pemain pinjaman dari Juventus itu, AC Milan berhasil mengalahkan Genoa dengan skor 2-0. Sepasang gol I Rossoneri disarangkan Fabio Borini pada menit ke-72 dan Suso menit ke-83.

Kemenangan tersebut sekaligus membuktikan jika AC Milan tak masalah jika ditinggalkan Gonzalo Higuain. Sebab, Milan justru mampu memetik tiga kemenangan, tiga hasil imbang, dan belum pernah kalah dari enam laga tanpa Higuain.

AC Milan bermain imbang melawan Empoli (1-1), Lazio (1-1), dan Real Betis (1-1). Sementara itu, kemenangan didapat saat bersua Sassuolo (4-1), Parma (2-1), serta Genoa (2-0).

Andai penyerang 31 tahun benar-benar hengkang, AC Milan bakal mengincar penyerang Genoa, Krzysztof Piątek. Seperti dilansir Milannews.it, pemain timnas Polandia itu telah tiba di Kota Milan pada Senin (21/1/2019), untuk merampungkan transfernya ke skuat Merah-Hitam.

Sumber: Football Italia, Transfermarkt

Saksikan siaran langsung pertandingan-pertandingan Premier League, La Liga, Ligue 1, dan Liga Europa di sini:

Perusahaan Fintech Ini Tawarkan Skema Baru Perbaiki Manajemen Risiko Bisnis

Liputan6.com, Jakarta – Masalah pelik risiko kredit di industri keuangan berbasis internet Indonesia kelihatan akan segera teratasi dalam waktu dekat.

Perusahaan financial technology (fintech) Lumbung Dana membawa terobosan dalam skema manajemen risiko industri ini.

Perusahaan dengan bisnis Fintech Peer-to-Peer Lending (P2P) ini memberikan 100 persen transparansi soal penyaluran dana kepada para pemilik uang.

Terobosan uang itu diharapkan mampu menjadi solusi bukan hanya bagi kesehatan perusahaan fintech, tapi juga jadi nilai lebih bagi keamanan dan nasabahnya.

Rico Rustombi, salah satu pendiri Lumbung Dana Indonesia (LDI) menuturkan, kombinasi manajemen risiko lebih baik dan kemampuan pengumpulan dana yang masif akan makin menguatkan industri fintech Indonesia.

“Hal ini sangat berbeda dengan model bisnis bank konvensional karena kemampuan penyaluran dana sepenuhnya tergantung kepada bank bersangkutan,” tutur dia, seperti dikutip dari keterangan tertulis, Senin (21/1/2019).

Manajemen dari perusahaan P2P lending yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sejak 21 Desember 2018 ini yakin model bisnis yang dijalankan memberi manfaat maksimal bagi pemilik dana dan peminjam dana.

Rico mengatakan, Lumbung Dana akan mengkaji untuk mengetahui profil risiko kreditur berdasarkan acuan perbankan. Hasilnya dapat dipakai pemilik uang dalam mengambil keputusan soal pemberian pinjaman.

Melalui mekanisme itu, four eyes principles dalam review kredit yang biasanya dijalankan perbankan, jadi diperkaya dengan kajian yang dilakukan langsung oleh lender sebagai memegang kewenangan dalam pengambilan keputusan kredit.

“Yang menjadi pembeda dengan fintech P2P lending lainnya, Lumbung Dana menyediakan platform yang menyalurkan pinjaman produktif maupun konsumtif bagi pelaku UMKM dan karyawan dari perusahaan-perusahaan yang telah bekerja sama dengan LDI,” ujar Rico.

Ia menuturkan, banyak UMKM yang belum bisa mendapatkan akses pembiayaan dari lembaga-lembaga keuangan konvensional lainnya. Biasanya UMKM terhambat persyaratan dan proses yang kompleks, sementara potensi untuk berkembang secara ekonomi cukup bagus.

Dukungan keuangan menjadi sangat penting bagi UMKM seperti ini agar dapat meningkatkan skala bisnisnya.

2 dari 3 halaman

Bagian dari Inklusi Keuangan

Sementara itu, Mantan Menteri Keuangan Chatib Basri menuturkan, salah satu cara untuk mengurangi kemiskinan dan kesenjangan di Indonesia adalah inklusi keuangan.

Ia menyambut baik upaya yang dilakukan anak-anak muda dalam hal penyediaan dana pinjaman melalui fintech.

Keyakinan serupa disampaikan Mantan Menteri Perindustrian MS Hidayat. Ia menilai, inovasi pendanaan yang diciptakan fintech akan sangat membantu sektor UMKM untuk mendapatkan akses langsung dan mudah ke permodalan.

“Saya gembira dan mendukung upaya yang dilakukan Lumbung Dana dalam menciptakan inovasi dan solusi untuk membantu UMKM. Tumbuh dan berkembangnya UMKN akan mempercepat peningkatan kesejahteraan dan tarafi hidup masyarakat Indonesia,” tutur dia.

Rico menambahkan, pihaknya juga akan memberikan fasilitas pinjaman yang dikenal sebagai employee loan. Program ini untuk karyawan dari perusahaan-perusahaan yang telah bekerjasama dengan Lumbung Dana yang disebut perusahaan anchor.

“Keberadaan Anchor menjadi salah satu aspek penting bagi Lumbung Dana untuk memitigasi risiko gagal bayar. Lender pun sebagai pemilik dana terlibat secara aktif dan mutlak sejak awal,” ujar dia.

3 dari 3 halaman

Jalin Kerja Sama dengan BNI

Lumbung Dana didirikan sekitar dua tahun silam dan telah melalui proses pengkajian yang mendalam mengenai manajemen risiko.

Infrastruktur elektronik yang merupakan kunci diferensiasi perusahaan fintech dengan lembaga keuangan tradisional juga dirancang sedemikian rupa sehingga memudahkan semua pihak dalam proses pinjam meminjam tersebut.

“Hadirnya Lumbung Dana menjadi stimulan bagi inklusi keuangan di Indonesia pada era digital ini, yang mendekatkan masyarakat dengan akses jasa keuangan melalui teknologi,” kata Rico.

Dia menambahkan, dalam perjuangan mendirikan dan menyempurnakan Lumbung Dana, menyertakan dan melibatkan para ahli yang memiliki pengalaman mendalam di industri keuangan.

“Kami juga merangkul para ahli di bidang teknologi informasi, termasuk orang-orang yang sebelumnya sudah aktif dan berpengalaman dalam industri fintech peer to peer lending. Tidak hanya itu, dari aspek legal kami didukung oleh praktisi-praktisi hukum yang mumpuni, satu di antaranya dari Kantor Hukum Melli Darsa & Co (MDC), anggota jaringan global Pricewaterhouse Coopers,” ujar dia.

Untuk menopang bisnisnya, Lumbung Dana menjalin kerja sama dengan  BNI untuk menjamin kelancaran transaksi baik bagi pemilik maupun peminjam dana.

Kerja sama tersebut juga dalam rangka memenuhi ketentuan OJK yang mengharuskan setiap transaksi peer to peer lending menggunakan escrow account dan virtual account yang ada pada bank.

Lumbung Dana juga tengah menjajaki kerja sama dengan Bank BUMN dalam mengembangkan pembiayaan bagi UMKM.

“Setelah menjalani proses yang panjang, kami bersyukur menutup 2018 dengan berhasil mencatatkan Lumbung Dana di OJK. Kami optimis di 2019 ini akan memperoleh mitra bisnis yang dapat mempercepat perkembangan usaha kami,” ujar Rico.


Saksikan video pilihan di bawah ini:

Gonzalo Higuain Sudah Tak Bersemangat Bela AC Milan

Milan – Kepindahan ke Chelsea yang akan segera terealisasi membuat Gonzalo Higuain sudah tak bersemangat membela AC Milan. Bahkan, Higuain tampil kurang meyakinkan pada sesi latihan. 

Penyerang timnas Argentina itu santer disebut akan bergabung ke Chelsea pada bursa transfer Januari 2019. Gonzalo Higuain dikabarkan bakal resmi menjadi pemain anyar The Blues pada Senin (21/1/2019).

Higuain datang ke Chelsea dengan skema pinjaman selama enam bulan dari Juventus. Namun, skuat London Biru punya opsi memperpanjang masa peminjaman selama satu tahun, jika pemain berusia 31 tahun tampil bagus pada paruh kedua Premier League musim ini.

Situasi tersebut membuat Gonzalo Higuain sudah tak bersemangat untuk membela AC Milan. Alhasil, pelatih Milan, Gennaro Gattuso, tidak memasukkan nama Higuain untuk tampil menghadapi Genoa, pada laga pekan ke-20 Serie A di Stadio Comunale Luigi Ferraris, Senin.

“Saya akan jujur ​​kepada Anda, saya melihat salah satu sesi latihan terburuk sejak berada di sini. Semua pembicaraan transfer ini tidak baik untuk Higuain. Saya berbicara dengannya, kami melakukannya dengan benar,” kata Gattuso.

“Saya ingin melihat pemain yang secara mental siap melakukan pertempuran, dan Higuain pada saat ini belum siap. Saya tidak kecewa padanya, saya juga pernah menjadi pemain. Saya melakukan semua yang saya bisa dan dia berperilaku dengan cara yang benar,” lanjutnya.

Mulai membela AC Milan pada 2 Agustus 2018, Gonzalo Higuain telah mencetak delapan gol dari 22 pertandingan di seluruh ajang kompetisi musim ini.

Sumber: Football Italia/Bola.com

Saksikan siaran langsung pertandingan-pertandingan Premier League, La Liga, Ligue 1, dan Liga Europa di sini:

Higuain Segera Diperkenalkan, Chelsea Terus Berburu Pemain

Liputan6.com, London – Chelsea segera memperkenalkan Gonzalo Higuain sebagai pemain anyar mereka besok (21/1/2019). Namun, klub London Barat itu masih terus berburu pemain anyar di bursa transfer musim dingin bulan ini.

Higuain datang ke Chelsea dengan status pinjaman dari Juventus hingga akhir musim ini. Penyerang Timnas Argentina itu segera bereuni dengan mantan pelatihnya di Napoli, Maurizio Sarri, yang kini menukangi The Blues.

Jika Higuain mampu bermain gemilang hingga akhir musim ini, Chelsea dapat mengaktifkan klausul perpanjangan pinjamannya sampai satu musim berikutnya. Kehadiran Higuain diharapkan bisa menjadi solusi lini depan Chelsea.

Pada paruh pertama musim ini, Higuain membela AC Milan. Pemain berusia 31 tahun itu dikabarkan tidak betah di San Siro dan langsung menerima ketika ada tawaran dari Chelsea.

Kepindahan Higuain ke Chelsea sendiri diharapkan dapat mengulangi performa sang pemain kala dilatih Sarri di Napoli, tempat ia mencetak 36 gol pada dua musim lalu.

Direktur Chelsea Marina Granovskaia diperkirakan akan merampungkan kesepakatan untuk Higuain. Hal itu membuat Sarri yakin dapat memperkuat daya gedor skuatnya.

2 dari 3 halaman

Tingkatkan Tim

“Marina tahu pendapat saya tentang cara meningkatkan tim. Saya yakin karena saya tahu Marina bekerja sangat keras.” kata Sarri, seperti dilansir Mirror.

Pelatih asal Italia itu berharap Higuain tidak akan menjadi satu-satunya pemain yang datang ke Stamford Bridge sebelum bursa transfer ditutup pada 31 Januari.

3 dari 3 halaman

Gelandang Zenit

Chelsea berusaha mencari pengganti Cesc Fabregas, yang pindah ke Monako, dengan pemain Zenit St Petersburg Leandro Paredes menjadi sasaran utamanya.

Pemain Cagliari, Nicolo Barella, juga masuk dalam daftar beli klub London tersebut meski diperkirakan gelandang itu akan tetap berada di Serie A hingga akhir musim.

Saksikan video menarik di bawah ini

Rendahnya Produktivitas Tebu Bikin Impor Gula Melambung

Liputan6.com, Jakarta – Rendahnya produktivitas tebu memicu peningkatan impor gula. Saat ini, harga gula lokal tiga kali lebih mahal dibandingkan harga gula di pasar internasional. Tingginya harga gula lokal mengindikasikan adanya biaya produksi yang tinggi di tingkat produsen lokal.

Berdasarkan data dari United States Department of Agriculture (USDA) 2018, produktivitas perkebunan tebu di Indonesia hanya mencapai 68,29 ton per hektar di 2017. Jumlah ini lebih rendah daripada negara-negara penghasil gula lainnya, seperti Brasil yang sebesar 68,94 ton per hektar dan India yang sebesar 70,02 ton per hektar dalam periode yang sama.

Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Assyifa Szami Ilman mengatakan, salah satu penyebab rendahnya produktivitas gula lokal adalah banyak pabrik gula di Indonesia yang sudah sangat tua. Pabrik-pabrik gula ini perlu mendapatkan revitalisasi mesin produksi. Belum lagi mempertimbangkan kualitas tebu yang ditanam yang dipengaruhi oleh faktor geografis dan iklim lokal.

“Menekan impor gula bukan pekerjaan mudah. Menekan impor gula dapat dilakukan apabila produksi dalam negeri sudah mencukupi permintaan dan tersedia pada harga yang terjangkau di pasar. Tentunya dengan memiliki komoditas gula yang terjangkau dan tersedia secara lokal, baik produsen maupun konsumen sama-sama beruntung,” jelasnya pada Minggu (20/1/2019).

Berdasarkan data USDA dan BPS pada 2009-2018, harga gula yang beredar di pasaran (gula kristal putih) menunjukkan perbedaan harga dimana harga produk domestik hampir tiga kali lebih mahal dari harga internasional. Dengan kondisi ini, upaya menekan gula impor tentunya dapat berpotensi mengurangi peredaran gula di pasar, yang pada akhirnya bisa meningkatkan harga menjadi jauh lebih mahal lagi. Pada akhirnya, konsumen dan unit usaha UMKM yang menggunakan gula sebagai bahan produksinya akan menanggung kerugian.

“Mempertimbangkan penekanan impor gula bukan merupakan hal yang salah, namun sebaiknya yang patut diutamakan adalah peningkatan daya saing pabrik gula Indonesia dan kebijakan pemerintah yang mendorong modernisasi pabrik gula dapat menjadi salah satu langkah awal yang patut dipertimbangkan untuk menekan harga gula,” tandasnya.

2 dari 3 halaman

Revitalisasi Pabrik Gula Terhambat Keterbatasan Lahan Tebu

Sebelumnya, upaya revitalisasi pabrik gula di Indonesia dinilai masih terhambat oleh lahan tebu yang makin terbatas. Keberadaan pabrik gula dan perkebunan tebu saat ini tidak homogen sehingga terdapat tempat yang kelebihan pasokan, namun juga ada yang kekurangan.

“”Secara umum, kekurangan bahan baku karena terjadi penurunan luas area tanam,” kata Peneliti Agro Ekonomi dari Institut Pertanian Bogor Agus Pakpahan seperti mengutip Antara, Jumat (18/1/2019)

PT Perkebunan Nusantara III (Persero) yang juga sebagai Holding BUMN Perkebunan tengah fokus dalam upaya meningkatkan produktifitas dan kualitas gula, yang menjadi salah satu produk andalan perusahaan.

Upaya yang dilakukan dengan meningkatkan efisiensi pabrik-pabrik gula miliknya. Efisiensi dilakukan dengan cara meningkatkan kapasitas Pabrik Gula (PG) dan mengurangi PG yang dianggap sudah tak efisien.

Direktur Utama PTPN III Doly Pulungan mengatakan, dalam rangka revitalisasi PG,  dikeluarkan anggaran sekitar Rp 4,7 triliun sejak 2016. 


“Jadi kita regrouping PG ini dan kita tigkatkan kapasitas dan kualitas produksinya. Sejak 2016 sudah Rp 4,7 triliun investasi yang kita keluarkan dan sampai 2022 nanti total kita butuh Rp 13 triliun,” ungkap dia di kantornya, Kamis (6/12/2018).

Seperti diketahui, Holding BUMN Perkebunan ini memiliki roadmap program revitalisasi PG akan selesai pada 2022. Dengan demikian, ditargetkan produksi gula PTPN nanti akan menjadi 1,4 juta ton per tahun dari saat ini hanya sekitar 850 ribu ton per tahun.

Sementara EVP Gula dan Tanaman Semusim PTPN III, Aris Toharisman menjelaskan, sebesar Rp 4,7 triliun yang sudah dikeluarkan ini dialokasikan untuk revitalisasi 7 PG.

Dari 7 PG tersebut diantaranya PG Mojo di Sragen dan PG Rendeng di Kudus. Kedua PG tersebut memiliki kapasitas produksi masing-masing ditingkatkan dari 2.500 TCD menjadi 4.000 TCD.

Kemudian ada PG Gempolkrep di Mojokerto yang kapasitasnya 6.500 TCD ditingkatkan menjadi 10 ribu TCD.

“Yang kapasitas 10 ribu TCD ini akan kita integrasikan dengan pabrik etanol dan produk turunannya,” tegas Aris.

Dia menuturkan, Rp 4,7 triliun diperoleh dari Penyertaan Modal Negara (PMN) Rp 3 triliun dan sisanya berasal dari kas perusahaan.

Sementara sisa investasi sekitar Rp 8,3 triliun akan diusahakan PTPN III dari pinjaman perbankan dan juga kas perusahaan.

PTPN III saat ini tengah merevitalisasi 32 PG. Kapasitas produksi 32 PG tersebut nantinya akan ditingkatkan menjadi minimal 4.000 TCD.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Bisakah Indonesia Bangun Infrastruktur Tanpa Utang?

Liputan6.com, Jakarta – Bank Indonesia (BI) mencatat Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada akhir November 2018 sebesar USD 372,9 miliar atau setara Rp 5.258 triliun (USD 1=Rp 14.101). Rasio utang tersebut 34 persen terhadap PDB. Pemerintah pun selalu menegaskan, bertambahnya utang karena gencar melakukan pembangunan infrastruktur.

Lalu bisakah Indonesia membangun infrastruktur tanpa mengandalkan utang?

Peneliti dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira mengatakan, pembangunan infrastruktur masif di era Jokowi-JK untuk mengejar ketertinggalan yang terjadi selama berpuluh-puluh tahun. Akibatnya, untuk mencari pembiayaan, pemerintah berupaya mencari cara cepat.

“Salah satunya kan karena memang misi atau ambisi Pak Jokowi untuk membangun infrastruktur pengennya ngebut nih. Karena kita memang tertinggal cukup lama. Pak Harto 30 tahun berkuasa dengan segala kekurangannya dia bangun jalan tol memang sudah ada tuh Jagorawi segala macam tapi lambat banget,” ujarnya dalam sebuah diskusi di Kawasan Tebet, Jakarta, Sabtu (19/1/2019).

Bhima melanjutkan, pembiayaan cepat yang dikaji tentu bukan mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Sebab APBN adalah instrumen yang digunakan untuk membiayai kebutuhan operasional dalam negeri baik belanja pegawai, belanja modal, pendidikan, kesehatan dan beberapa hal lain.

“Problemnya kalau kita lihat dari nafsu atau mimpi besar Jokowi untuk membangun infrastruktur itu APBN tidak cukup. Pastinya tidak akan cukup. Apbn itu sebagian besar sudah habis 23 persen habis untuk belanja pegawai, sebagian lagi untuk belanja operasional dalam bentuk belanja barang, pengadaan itu sifatnya konsumtif,” jelasnya.

Setelah mempertimbangkan kondisi APBN, pemerintah tentu mengandalkan pos-pos lain untuk mencari pendanaan dalam rangka mewujudkan terhubungnya Indonesia dari Sabang hingga Merauke melalui pembangunan infrastruktur. Salah satu yang diandalkan adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan swasta.

Namun, karena satu dan lain hal maka swasta seiring berjalannya waktu tidak tertarik melakukan investasi. Dengan kondisi ini, maka BUMN menjadi korban untuk mencari sebanyak-banyaknya pendanaan yang tentunya dijamin oleh negara.

“Swasta bilang saya tertarik untuk masuk ke proyek infrastruktur. Problemmnya itu adalah bukan pendanaan, swasta bisa nyari dana dari bank, dana dari saham, dari utang pinjaman lain. Swasta bisa cari banyak mekanisme itu. Yang jadi pertanyaan sekarang ini kenapa swasta tidak masuk dan porsinya itu cenderung mengalami penurunan dalam kurun waktu 10 tahun terakhir. Masalah adalah pembebasan lahan. Pembebasan lahan itu butuh waktu 10 sampai 20 tahun,” tandasnya.

Reporter: Yayu Agustini Rahayu

Sumber: Merdeka.com

2 dari 3 halaman

Utang Indonesia Terus Naik dalam 10 Tahun

Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) mencatat Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada akhir November 2018 sebesar USD 372,9 miliar atau setara Rp 5.258 triliun (USD 1=Rp 14.101), rasio utang tersebut 34 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Menilik posisi 10 tahun lalu, utang Indonesia ternyata naik. Pada 2008, Indonesia memiliki utang sekitar Rp 1.636,7 triliun atau USD 149,5 miliar dengan rasio utang hampir mirip yaitu 33 persen terhadap PDB. 


Kenaikan ini bukan tanpa alasan, mengutip data Kementerian Keuangan, Kamis (17/1/2019), utang digunakan untuk menggenjot pembangunan infrastruktur, pembiayaan pendidikan, pembiayaan kesehatan, perlindungan sosial dan pembiyaan Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik dan Dana Desa.

Adapun kenaikan signifikan terjadi pada 2015 hingga 2017, dengan penambahan utang sekitar Rp 1.166 triliun.

“Apabila kita bandingkan dalam kurun waktu 2012-2014 dan 2015-2017, utang pemerintah bertambah dari Rp 609,5 triliun menjadi Rp 1.166 triliun yang mengalami kenaikan sebesar 191 persen,” demikian dikutip dari laman kemenkeu.go.id, Jakarta.

Kemenkeu menegaskan, walaupun akhir-akhir ini utang pemerintah meningkat, namun tidak melanggar amanat Undang-Undang Nomor 17 tahun 2003 tentang Keuangan Negara dimana defisit APBN masih terjaga kurang dari 3 persen terhadap PDB dan rasio utang kurang dari 60 persen dari PDB.

Terdapat 3 indikator risiko yang menunjukkan bahwa utang pemerintah dikelola dengan baik. Pertama, penurunan porsi kepemilikan asing dalam utang pemerintah.

Data menunjukkan bahwa rasio utang dalam valuta asing, terhadap total utang pemerintah terus menurun contohnya dari 2015 sebesar 44,5 persen ke 38,6 persen di 2018.

“Hal ini menunjukkan risiko utang yang berasal dari nilai tukar Rupiah terhadap mata uang asing dapat ditekan. Artinya utang Indonesia tidak terdampak apabila ada pengaruh dari luar negeri atau global,” tulis Kemenkeu.

Kedua, kenaikan rasio utang dengan tingkat bunga tetap terhadap total utang pemerintah. Hal ini berarti risiko utang pemerintah tidak terlalu terpengaruh oleh situasi pasar yang tidak stabil (floating). Ketiga, kenaikan rasio utang yang jatuh tempo lebih dari 3 tahun terhadap total utang pemerintah.

“Data menunjukkan bahwa dalam 4 tahun terakhir rasio ini meningkat dari 21,4 persen ke 26,5 persen. Hal ini berarti risiko beban pembayaran utang pemerintah dalam jangka pendek memiliki tren menurun, artinya alokasi pembayaran utang dalam APBN akan mengecil, seiring dengan meningkatnya porsi utang yang memiliki jatuh tempo menengah/panjang, sehingga setiap tahunnya APBN tidak akan terbebani oleh cicilan utang dan dapat dialokasikan untuk belanja produktif lainnya,” mengutip penjelasan Kemenkeu.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Fans Celtic Ramai-Ramai Tolak Kedatangan Gelandang MU

Liputan6.com, Jakarta – Glasgow Celtic dikabarkan ingin meminjam gelandang Manchester United (MU) Scott McTominay. Celtic ingin menambah wajah baru ke skuat mereka untuk mengalahkan rival sengit Rangers di Liga Utama Skotlandia.

Namun, fans klub telah memperingatkan pelatih Celtic Brendan Rodgers agar tidak merekrut pemain MU itu. Mereka tidak yakin dengan potensi McTominay.

“Scott McTominay sekarang sedang dikaitkan dengan peminjaman,” kata seorang pendukung di Twitter.

“Tapi, tidak, terima kasih, tidak cukup bagus menurut saya. Lebih baik memberi Ewan Henderson waktu permainan daripada itu,” tulis salah seorang fans Celtic.

Bahkan, seorang pendukung sempat mengejek McTominay. “Sangat lucu bahwa seseorang berpikir McTominay cukup baik untuk MU ketika pemain itu sendiri takut bahwa dia tidak bisa masuk ke lini tengah Celtic.”

2 dari 3 halaman

Era Mourinho

Nama McTominay muncul saat MU ditangani Mourinho musim lalu. Penampilannya membuat ia dipanggil ke tim nasional Skotlandia.

Namun, gelandang MU itu, kini sangat jarang mendapat waktu reguler. Pemain berusia 22 tahun itu, selalu berada di belakang Paul Pogba, Fred, Nemanja Matic dan Ander Herrera, dalam skuat asuhan Ole Gunnar Solskjaer.

Karena itu, McTominay akan diizinkan meninggalkan klub dengan status pinjaman bulan ini, untuk mencari sepak bola tim utama.

3 dari 3 halaman

Opsi

MU kemungkinan akan menerima tawaran dari klub peminat di divisi selain Liga Inggris. Kesempatan bermain McTominay lebih terbuka bila bermain di Championship, League One, atau di liga lain.

Jika tidak kunjung mendapat tawaran dari peminat McTominay, MU masih memiliki opsi lain. Setan Merah bisa saja meminjamkan McTominay ke klub yang berafiliasi dengan mereka.

Kebijakan Pelonggaran Likuiditas Bank Sentral China Pernah Dijalankan BI

Liputan6.com, Jakarta – Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo angkat suara terkait kebijakan Bank Sentral China (PBOC) yang berencana menyuntikkan likuiditas ke perbankan sebesar 560 miliar yuan atau USD 83 miliar. Menurutnya, upaya itu tersebut dilakukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Bank Sentral China.

“Jadi begini ya PBOC atau bank sentral di Tiongkok itu juga menganut bauran kebijakan. Di satu sisi bagaimana stabilitas mata uang yen dan di sisi lain juga bagaimana mengendorkan likuiditasnya di dalam negeri,” kata Perry saat ditemui di Kompleks Masjid BI, Jakarta, Jumat (18/1/2019).

“Kalau kita lihat kan Tiongkok, ingin menjaga juga tidaknya stabilitas eksternalnya termasuk dampak dari ketegangan, tapi juga bagaimana tetap ekonominya tumbuh,” tambahnya.

Perry memandang, upaya pelonggaran likuiditas yang dilakukan Bank Sentral China adalah suatu kewajaran. Sebab, dirinya menilai proyeksi pertumbuhan ekonomi negeri tirai bambu tersebut berada di bawah perkiraan. Sehingga, langkah tersebut cukup tepat untuk dilakukan.

“Perkiraan kami memang ada risiko ekonomi Tiongkok yang semula bisa diperkirakan tumbuh 6,5 persen tahun ini. Ada risiko-risiko turun menjadi 6,2 persen, makanya Bank Sentral Tiongkok melakukan langkah-langkah bauran kebijakan tadi itu yang mereka lakukan,” jelasnya.

Perry mengatakan, sebetulnya kondisi yang terjadi pada Bank Sentral China tidak berbeda jauh yang dilakukan oleh Bank Indonesia. Di mana, Bank Indonesia juga sempat melakukan beberapa upaya pelonggaran likuiditas untuk mengerek pertumbuhan ekonomi.

“Karena ingin juga mensupport perbaikan ekonomi seperti dikita, suku bunga kita tetep hawkish, preemtive dan forward looking untuk stabilitas eksternal. Tapi bukan berarti stance kebijakan kita likuiditas ketat. Sebab likuiditas kita longgar ya kita sudah melonggarkan tahun lalu seperti, penyangga likuiditasmakroprudensial. Kita dalam operasi moneter juga melakukan ekspansi di samping kontraksi,” jelasnya.

“Jdi secara klausal, kita pastikan bahwa likuiditas di pasar maupun diperbankan baik rupiah maupun valas itu itu berjalan sama, juga di Tiongkok di satu sisi harus menjaga stabilitas dari mata uang yen,” sambung Perry.

2 dari 3 halaman

Suntik Dana Tunai

Seperti diketahui, Bank Sentral China (PBOC) secara bertahap telah memandu stabilisasi biaya pinjaman tanpa memangkas suku bunga pinjaman antar bank, salah satunya dengan menyuntikkan uang tunai untuk kebutuhan perbankan.

PBOC menyuntikkan likuiditas ke perbankan sebesar 560 miliar yuan atau USD 83 miliar pada pertengahan pekan ini. Hal tersebut merupakan injeksi tunai terbesar melalui skema reverse repo sebagai upaya PBOC melonggarkan kebijakan ekonomi di tengah perlambatan ekonomi.

Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Strikernya Diincar Real Madrid, Presiden Genoa: Harganya Tak Murah

Liputan6.com, Genoa – Rencana beberapa klub besar mendapatkan Krzysztof Piatek dari Genoa tampaknya takkan mudah. Pasalnya, Presiden Genoa, Enrico Preziosi hanya mau menjual strikernya itu dengan harga yang mahal.

Nama Piatek tidak begitu terdengar saat Genoa mendatangkannya dari Cracovia pada bursa transfer musim panas lalu. Begitu kompetisi dimulai, ia langsung menarik perhatian dengan enam gol dari lima partai perdananya di Serie A.

Secara konsisten, pemain asal Polandia tersebut terus memberikan pundi-pundi gol kepada Genoa. Total, 19 gol yang ia cetak dari 21 laga di semua kompetisi tak ayal membuat banyak klub-klub besar saling sikut untuk mendapatkan tanda tangannya.

Piatek tidak hanya mengundang ketertarikan dari klub Serie A lainnya. Beberapa klub besar seperti Chelsea, Barcelona, hingga sang juara bertahan Liga Champions, Real Madrid, dikabarkan tertarik dengan pemain berjuluk ‘New Lewandowski’ tersebut.

Namun dalam beberapa pekan terakhir, penyerang berumur 23 tahun itu kerap dikaitkan dengan tim raksasa Italia lainnya, AC Milan. Bahkan Direktur Genoa, Giorgio Perinetti, telah mengkonfirmasi ketertarikan Rossoneri terhadap bintang klubnya itu.

Dalam beberapa laporan disebutkan bahwa Piatek akan mengisi slot penyerang yang diyakini bakal ditinggal oleh Gonzalo Higuain pada bulan Januari ini. Kabarnya, penyerang asal Argentina itu ingin bereuni dengan Maurizio Sarri di Chelsea.

Namun, jika Milan dan klub-klub lainnya tertarik untuk mendapatkan Piatek, mereka wajib menyediakan uang yang besar. Sebab Preziosi selaku presiden Genoa menyatakan bahwa dirinya hanya akan melirik proposal dengan jumlah uang yang besar.

2 dari 2 halaman

Komentar Presiden Genoa

“Masih belum ada tawaran, dan tak ada yang serius. Bila tawaran yang besar tiba, maka kami akan mempertimbangkan,” ujar Preziosi kepada Il Secolo XIX.

“Namun, untuk sekarang, saya ulangi bahwa belum ada tawaran yang datang untuk Piatek, juga kami tidak harus menjualnya,” tandas pria berumur 70 tahun itu.

Belum lama ini, Sky Sports melaporkan bahwa Il Grifone mematok harga sebesar 50 juta euro untuk bintangnya. Selain itu, Genoa juga diyakini hanya tertarik melepasnya dengan status permanen, bukan pemain pinjaman.

Sumber: Bola.net

Saksikan video pilihan di bawah ini: