Fans MU Pilih Manchester City Juara Liga Inggris Ketimbang Liverpool

Itu akan menjadi pilihan sulit untuk MU terkait penentu juara Liga Inggris musim ini. Namun, Walker mengungkapkan bahwa fans MU lebih suka City yang menjadi juara ketimbang Liverpool.

“Penggemar MU jelas berada dalam situasi yang sulit. Saat saya keluar atau berjalan-jalan dengan anjing saya, penggemar MU mendatangi saya dengan mengatakan, ‘Kami lebih suka City yang memenangkan liga daripada Liverpool’,” kata Walker kepada Telegraph.

“Aneh mendengarnya, tetapi saya bisa meyakinkan Anda bahwa para pemain United tidak akan membeberkan karpet merah dan berkata, ‘silahkan City, cetak gol ke gawang kami’.”

Mayoritas Warga Tionghoa di Perkampungan Palembang Pilih Jokowi-Amin

Liputan6.com, Palembang – Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 di Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel) diikuti juga oleh warga keturunan Tionghoa.

Salah satunya di Jalan Letda Abdul Rozak, Lorong Sukarame, Kelurahan Duku, Kecamatan Ilir Timur III Palembang. Mayoritas warga di perkampungan ini dihuni oleh warga keturunan Tionghoa.

Ternyata mereka lebih memilih mendukung calon petahana Joko Widodo (Jokowi) dan Ma’ruf Amin kembali menjadi pemimpin negara.

Seperti Kelvin Ciam (18), warga Lorong Sukarame Palembang, yang lebih tertarik dengan pasangan calon (paslon) nomor urut 1 dibanding paslon lainnya.

“Kalau saya memilih Jokowi-Amin, karena ingin Indonesia lebih bertoleransi lagi serta menjaga negara ini dari berita bohong yang berbau rasis,” ujarnya kepada Liputan6.com, Rabu (17/4/2019).

Kepemimpinan Jokowi-Amin diharapkan bisa menjadikan Indonesia lebih maju lagi dan tidak membedakan Suku, Agama dan Ras (SARA).

Sama halnya diungkapkan Fifia (20), warga keturunan Tionghoa yang memilih di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 29 Jalan Sukarame Palembang.

Meskipun tidak bergabung dalam tim sukses dan pendukung Calon Presiden (Capres) Jokowi-Amin, dia ingin Presiden Jokowi kembali memimpin Indonesia.

“Saya ingin Indonesia masih tetap punya warna, terutama beragam suku dan tidak membedakan. Karena saya orang keturunan Tionghoa, jadi dengan kepemimpinan Jokowi, kami tidak merasa kehilangan jati diri sebagai warga Indonesia juga,” ujarnya.

Dedy Thong (43) yang juga warga keturunan Tionghoa menilai meskipun sosok capres Jokowi terlihat lebih santai dibanding rivalnya, namun mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut tidak pernah melupakan rakyatnya.

“Rakyat masih terlihat di matanya dan sosoknya berwibawa. Beda dengan capres satunya, yang terlalu berambisi untuk menjadi pemimpin, sampai berapa kali mencalonkan diri,” ujar warga Palembang ini.

Pedangdut Caca Duo Molek Nyoblos di Rutan Polda Metro: Pilih Nomor 01 Dong

Jakarta – Artis-artis yang terjerat kasus narkotika dan masih mendekam di rumah tahanan Polda Metro Jaya ikut memberikan hak pilih mereka di tempat pemungutan suara (TPS) yang disediakan. Pedangdut Duo Molek, Caca Wulan Sari ikut nyoblos dan menunjukkan pilihanya, yaitu nomor 01.

“(Pilih) nomor satu dong,” kata Caca usai nyoblos di TPS, rutan narkoba Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (17/4/2019).

Caca sempat terlihat heran saat dirinya ingin mencoblos. Pasalnya sudah ada banyak awak media yang menunggu untuk mengabadikan momen artis-artis yang ditahan di rutan Polda Metro untuk mencoblos.
Usai nyoblos, Caca terlihat difoto oleh salah satu anggota polisi yang berjaga. Sempat berkelakar, Caca meminta petugas polisi itu untuk mengulang memfoto dirinya.

Pedangdut Caca Duo Molek Nyoblos di Rutan Polda Metro: Pilih Nomor 01 DongFoto: Jupiter Fortissimo (Samsudhuha Wildansyah/detikcom)

“Ah jelek muka aku, sumpah jelek banget, kurusin, Pak,” kelakar Caca.

Setelah itu, Caca nampak bergegas kembali masuk ke selnya. Namun, Caca sempat berpose satu jari dan memamerkan jari satunya lagi yang sudah tercelup tinta kepada awak media.

Selain Caca Duo Molek, pesinetron Jupiter Fortissimo juga terlihat ikut nyoblos di TPS itu. Setelah nyoblos, ia tidak mau berkomentar dan langsung bergegas masuk ke dalam sel tahanannya kembali.

Diketahui, sebanyak 538 tahanan yang mendekam di rutan Polda Metro Jaya sudah terverifikasi oleh KPU dan diperbolehkan ikut mencoblos. Pencoblosan di rutan sendiri dimulai sejak pukul 07.00 WIB hingga 13.00 WIB.

Polda Metro Jaya menyiapkan 2 TPS khusus untuk para tahanan. Personel yang berjaga mulai dari personel kepolisian yang biasa menjaga rumah tahanan, Brimob hingga Densus 88 dan semua personel berjumlah 103 personel.
(sam/gbr)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

KPU: Gunakan Hak Pilih, Jangan Terlambat ke TPS

Jakarta – KPU meminta masyarakat yang menggunakan hak pilihnya. Pemilih diminta mencermati prosedur pemungutan suara dan diminta tidak terlambat datang ke tempat pemungutan suara (TPS).

“Kepada pemilih, Anda semua yang sudah terdaftar di DPT, DPT tambahan atau pun yang sudah mengurus DPK, gunakan hak pilih Anda di TPS-TPS di mana Anda terdaftar dan perhatikan betul jadwal yang sudah ditentukan untuk pemungutan suara,” ujar Ketua KPU Arief Budiman dalam jumpa pers di Hotel Ritz-Carlton, Mega Kuningan, Jakarta, Rabu (17/4/2019) dini hari.

Pemilih diminta tidak datang terlambat ke TPS. TPS dibuka mulai pukul 07.00.

“Jangan sampai datang terlambat melampaui waktu yang telah ditentukan. Kepada semua masyarakat Indonesia, di mana pun Anda berada. Saya berharap pelaksanaan pemilu ini memerlukan peran dan dukungan kita semua. Mari sama-sama kita jaga ketenangan, kedamaian, agar pemilu ini berlangsung luber dan jurdil sebagaimana yang kita harapkan,” tutur Arief.

Arief juga mengingatkan penyelenggara Pemilu agar melaksanakan tugas dan kewajban sesuai aturan

“Bekerjalah dengan tetap transparan, profesional, berintegritas, agar kepercayaan publik terhadap penyelenggara pemilu dan proses pemilu itu tetap bisa terjaga,” katanya.

(fdn/fdn)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

ODGJ Kehilangan Hak Pilih dalam Pemilu 2019, Jika…

Selain enam pasien ODGJ, terdapat pula 10 pasien yang sedang menjalani rehabilitasi ketergantungan napza juga memberikan suaranya dalam pemilu serentak 2019.

Ahmad mengaku ini bukan pertama kalinya ODGJ memberikan hak suaranya dalam Pemilu. Menurut Ahmad, isu pasien ODGJ bisa memberikan suara dalam pemilu menjadi marak karena baru tahun ini dicantumkan dalam UU.

“Pemilu sebelumnya juga sudah ada, selalu ada yang berpartisipasi di pemilu,” ucapnya.

Ahmad menerangkan untuk pencoblosan di RSJ Ghrasia berbeda dengan rumah sakit kebanyakan. Jika di rumah sakit, bilik dan kotak suara diputar dari kamar ke kamar, namun di RSJ Ghrasia pasien bisa langsung datang ke bilik dengan didampingi perawat.

Di dalam RSJ Ghrasia terletak TPS 23 Pakembinangun Pakem dan untuk jadwal pencoblosan kemungkinan dilakukan siang hari.

“Perawat hanya mengantar sampai TPS, nanti di dalam bilik pasien sendirian mencoblos,” kata Ahmad.

Ia juga menegaskan rumah sakit tidak intervensi atau mengarahkan pilihan ODGJ. Ia beralasan, sebagai ASN netralitas harus dijaga. Terlebih, pasien ODGJ mampu pilih juga tidak bisa diarahkan karena mereka sudah mengetahui siapa yang akan mereka pilih.

“Jumat lalu, KPU lewat KPPS setempat juga sudah sosialisasi,” ucapnya. 

Simak video pilihan berikut ini:

KPU pastikan semua masyarakat dapatkan hak pilih dalam Pemilu 2019. Termasuk penderita gangguan jiwa tepatnya disabilitas mental.

Masih Bingung Pilih Calon Presiden, Coba Ikut Kuis di Situs Ini

Lebih lanjut disebutkan, kuis ini tidak berafiliasi dengan entitas manapun di dalam maupun luar negeri, baik pemerintah, partai politik, KPU, pihak swasta maupun lembaga non-pemerintah.

Kendati demikian, pengembang kuis mengaku masih memiliki keterbatasan, mengingat ada beberapa hambatan, terkait sumber daya manusia maupun isu yang diusung masing-masing calon pasangan.

“Pada akhirnya, kami menyarankan Anda tidak menjadikan kuis ini sebagai pertimbangan akhir ketika memilih, melainkan sebagai instrumen untuk mengevaluasi kembali asumsi Anda mengenai gagasan dan program kedua paslon,” tulis tim pengembang situs ini.

Oleh sebab itu, bagi kamu yang penasaran dengan situs ini dapat mencoba untuk menjajal menjawab kuis yang diajukan. Nantinya, kamu dapat membandingkan kecocokan program -program yang diusung masing-masing calon dengan pilihan jawabanmu.

Sebagai tambahan, kamu juga dapat melihat secara lengkap keterangan mengenai program yang diusung masing-masing calon pasangan. Dengan demikian, kamu secara tidak langsung dapat mengetahui program tiap pasangan calon terkait sebuah isu. 

Takut Tidak Main, Luka Jovic Diklaim Pilih Real Madrid Ketimbang Barcelona

Liputan6.com, Frankfurt- Luka Jovic dikabarkan sudah menentukan pilihan untuk gabung Real Madrid musim depan. Spekulasi itu muncul menyusul simpang siurnya ketertarikan dua klub yaitu Barcelona dan Real Madrid terhadap striker Eintracht Frankfurt tersebut.

Spekulasi mengenai masa depan Luka Jovic nampaknya akan segera usai. Sang striker diberitakan akan bergabung dengan Real Madrid pada musim panas nanti.

Jovic yang tampil tajam bersama Eintracht Frankfurt gencar digosipkan akan bergabung dengan Barcelona. Striker 21 tahun itu diproyeksikan untuk menjadi pengganti jangka panjang Luis Suarez di lini serang Barcelona.

Namun baru-baru ini, Ayah Jovic membeberkan bahwa anaknya sudah menolak pinangan Barcelona. Ia menyebut Jovic takut tidak mendapatkan jam bermain di Camp Nou sehingga ia mengabaikan tawaran menggiurkan dari Barcelona.

Namun dilansir Marca, situasi Jovic ini sudah sampai ke telinga Real Madrid. Tim asal Ibukota Spanyol itu bersiap untuk menggaet sang streiker di musim panas nanti.

5 Bintang yang Jadi Incaran Real Madrid Musim Depan

Megawati: Protes dan Adukan Kalau Tak Diberi Hak Pilih

Sementara itu Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan, pihaknya memang mendorong agar hak memilih dan dipilih yang dijamin konstitusi benar-benar dilaksanakan.

“Siapapun warga negara yang punya hak memilih harus diberikan. Bila C6 (formulir undangan) tak diberikan karena ada yang mengerahkan RT/RW melakukan demikian, maka warga bisa datang dengan hanya membawa KTP,” kata Hasto.

Dia pun menegaskan, seluruh kader PDIP diminta untuk bersatu padu dengan parpol Koalisi Indonesia Kerja untuk bersama-sama mengawasi jalannya pemungutan dan penghitungan suara di TPS pada 17 April.

“Selain itu, bagi para ibu, siap-siap membuat dapur umum, menyediakan nasi bungkus dan makanan, minuman, kepada kader kita yang bertugas sebagai saksi,” pungkasnya.

KPU: Jangan Halangi Warga Gunakan Hak Pilih di TPS

Jakarta – KPU RI mengimbau supaya masyarakat menggunakan hak pilihnya pada Pemilu 2019. KPU meminta, jangan sampai ada yang menghalangi warga ke TPS.

“Jangan ada siapa pun yang melakukan tindakan menghalangi warga negara yang punya hak pilih untuk mendatangi TPS,” kata anggota KPU RI Ilham Saputra sebagaimana dilansir Antara, Senin (15/4/2019).

Hal tersebut sudah tertuang dalam Pasal 510 UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu yang disebutkan bahwa setiap orang yang sengaja menyebabkan orang lain kehilangan hak pilihnya dapat dikenai sanksi pidana.


Sanksi pidana yang diberikan berupa penjara paling lama 2 tahun dan denda paling banyak Rp24 juta.

Ilham mengatakan, pasal itu diatur dimaksudkan guna mencegah jika ada orang-orang yang menghalangi-halangi seseorang menggunakan hak pilihnya.

“Jika ada (menghalang-halangi hak memilih), segera laporkan kepada Bawaslu atau pihak kepolisian,” kata Ilham.

Ilham mengimbau masyarakat memilih sesuai dengan hati nurani, tanpa adanya paksaan dari pihak mana pun.
(dkp/dkp)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Kisruh Pencoblosan di LN, Anggota DPR: Urusan Teknis Jangan Rampas Hak Pilih

Jakarta – Pelaksanaan pemilihan umum di luar negeri (LN) menjadi sorotan karena adanya kisruh di sejumlah negara. Anggota Komisi I DPR yang membidangi urusan luar negeri meminta panitia pelaksana benar-benar memperhatikan urusan teknis agar tidak merugikan hak suara setiap WNI.

“Mereka seharusnya sudah bisa mengantisipasi masalah-masalah yang kemarin ini timbul di beberapa TPS di LN seperti di Sydney dan di Hong Kong,” ujar anggota Komisi I DPR, Charles Honoris kepada wartawan, Senin (15/4/2019).

Charles mengimbau Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) betul-betul menganggap serius animo masyarakat di LN yang ingin memberikan hak suaranya dalam Pemilu. Sebab hal tersebut berdampak urusan teknis pelaksanaan pencoblosan.

“Kita kan bukan baru sekali ini menyelenggarakan pemilu di LN. Seharusnya PPLN sudah mengetahui animo masyarakat Indonesia di LN seperti apa,” ujar Charles.
“Saya berharap panitia penyelenggara pemilu di luar negeri bisa bekerja profesional dan imparsial. Perwakilan RI juga harus membantu pelaksanaan agar semuanya berjalan dengan baik,” lanjutnya.

Charles mengingatkan, setiap warga negara punya hak memilih yang diatur dalam UU. Untuk itu, setiap penyelenggara pemilu disebutnya wajib untuk memfasilitasi.

“Pada dasarnya setiap warga negara harus bisa menggunakan hak konstitusionalnya. Saya berharap PPS (panitia pemungutan suara) maupun perwakilan RI terus berupaya memenuhi hak WN kita di LN untuk bisa menggunakan hak pilihnya,” sebut Charles.

Menurut Charles, sangat ironi apabila urusan teknis menjadi alasan seseorang menjadi tidak bisa menyalurkan aspirasi suaranya di pemilu.

“Jangan sampai alasan yang teknis merampas hak konstitusional warga negara untuk memilih,” tuturnya.

Seperti diketahui, kisruh pencoblosan Pemilu 2019 di Sydney, Australia, menjadi sorotan. Ini lantaran TPS ditutup saat masih ada WNI yang antre untuk mencoblos.

Akibat kisruh tersebut, muncul petisi desakan agar ada pemilu ulang di Sydney. Namun KPU menyatakan bekerja berdasarkan aturan.

Pemilu ulang tak bisa hanya didasarkan karena petisi. Hanya saja jika nantinya terbukti ada pelanggaran, maka Bawaslu dapat memberikan rekomendasi kepada KPU.

“Kita ini kerja bukan berdasarkan petisi, tapi aturan. Bila ada yang dilanggar dan tidak sesuai aturan, tentu Bawaslu bisa merekomendasikan kepada KPU,” ungkap komisioner KPU Evi Novida Ginting Manik saat dimintai konfirmasi.
(elz/tor)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>