Ramai Video Bupati Kuningan Kutuk Kades yang Tak Pilih Jokowi

Kuningan – Video Bupati Kuningan Acep Purnama yang mengutuk kepala desa jika tak memilih Joko Wiodo (Jokowi) viral di media sosial. Salah satunya yang diunggah oleh akun twitter @laskar_minang.

Dalam potongan video yang berdurasi 38 detik itu, Acep Purnama membicarakan tentang Jokowi nyawer ke desa-desa melalui dana desa. Di akhir video itu, Acep juga mengutuk kepala desa yang tak memilih Jokowi.

Hingga siang ini video tersebut telah ditonton sekitar 7 ribu pengguna twitter lainnya. Tak sedikit pengguna twitter lainnya yang ikut membagikan potongan video itu.
“Jokowi nyawer ke desa-desa, sehingga desa bisa dibangun, kepala desa bisa diangkat harkat, martabat, dan derajatnya karena berhasil memimpin di desanya. Makanya sampaikan kepada kepala desa dan perangkat desanya, kalau ada yang tidak mendukung Jokowi berarti laknat,” kata Acep dalam video itu.

“Saya sebagai bupati, sama Pak Edo (Wakil Bupati Kuningan M Ridho Suganda) akan puas apabila..,” ucap kader PDIP itu di akhir video tersebut.

Komisioner Bawaslu Kuningan Abdul Jalil Hermawan membenarkan adanya kejadian itu. Jalil mengatakan potongan video Acep tersebut diambil pada saat acara deklarasi Tim Akar Tumput-Kabupaten Kuningan mendukung Jokowi-Ma-ruf Amin di Hotel Purnama Kabupaten Kuningan, Jawa Barat pada Sabtu (16/2) kemarin.

“Iya itu benar Pak Acep Bupati Kuningan. Kejadiannya itu kemarin. Kita dapat surat pemberitahuan acara itu, tapi dalam suratnya itu tak dicantumkan siapa saja yang hadir,” kata Jalil kepada detikcom melalui sambungan telepon, Minggu (17/2/2019).
(mud/mud)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

8 Curhatan ‘Aku Gampang’ ala Netizen Ini Bikin Nyesek

Liputan6.com, Jakarta Pernah enggak sih kamu mendahulukan orang lain daripada dirimu? Orang bilang itu adalah bentuk mengalah. Tidak hanya dalam sebuah hubungan asmara, namun juga dalam sebuah pertemanan ataupun keluarga, mengalah pasti pernah terjadi dalam kehidupan kita.

Sebagian besar orang menganggap bahwa mengalah adalah bentuk kekalahan. Kata-kata mengalah, biasanya diidentikkan dengan “Aku gampang”. Walaupun terlihat sepele dalam pengucapannya, sebenernya ada rasa ngilu yang tersimpan di hati.

Seperti curhatan galau netizen di Twitter ini, mereka pun turut membagikan cerita mengalah mereka yang bikin nyesek. Berikut Liputan6.com rangkum curhatan tentang ‘Aku gampang’ dari Twitter, Minggu (17/2/2019).

2 dari 9 halaman

1. Ditinggal wisuda sama temen, aku gampang kok

3 dari 9 halaman

2. Enggak apa-apa kok, aku gampang

4 dari 9 halaman

3. Rindu bertepuk sebelah tangan

5 dari 9 halaman

4. Asalkan kamu bahagia aku rela

6 dari 9 halaman

5. Sakit tapi tidak berdarah

7 dari 9 halaman

6. Ditinggal nikah temen

8 dari 9 halaman

7. Aku gampang tinggal cari yang lain

9 dari 9 halaman

8. Ketika temen suka sama orang yang sama

Pemilih Luar Negeri Bisa Pakai 3 Metode untuk Gunakan Hak Pilih

JakartaKPU mengatakan pemilih Luar Negeri dapat memilih tiga metode untuk menggunakan hak pilihnya pada pemilu 2019. Tiga metode tersebut antara lain melalui Tempat Pemungutan Suara (TPS), kotak suara keliling, dan pos surat.

“Tiga metode pemilihan, TPS, Kotak Suara Keliling dan Pos, tergantung kondisi di masing-masing negara,” ujar Ketua KPU Arief Budiman, di Gudang logistik KPU Komplek Pergudangan Zoodia, Jl Husein Sastranegara, Kota Tangerang, Minggu (17/2/2019).

Arief mengatakan bila pemilih bertempat tinggal dekat Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) maka pemilih dapat menggunakan hak pilihanya dengan mendatangi TPS di KBRI. Namun bila pemilih memiliki tempat tinggal jauh dari KBRI maka KPU akan menggunakan kotak suara keliling untuk mendatangi tempat pemilih.
“Kalau warga negaranya tinggal semua berdekatan dengan kantor KBRI, maka kita hanya gunakan TPS. Tetapi kalau ada warga negara Indonesia yang tinggal disatu komunitas tertentu jauh dari kantor KBRI, dia tidak bisa datang maka kita gunakan kotak suara keliling,” ujar Arief

Sedangkan bagi pemilih yang bertempat tinggal tersebar di banyak daerah, KPU akan mengirimkan surat suara via pos. Arief mengatakan pihaknya telah menyiapkan perlengkapan berupa perangko hingga amplop bagi pemilih tersebut.

“Tapi kalau tersebar dibanyak tempat dan jauh jauh kita kirim by pos. Nanti dikirim balik dan kita siapkan amplopnya, kita siapkan perangkonya. Pokonya dia tinggal buka pilih lalu ditutup lagi kirimkan,” ujar Arief.

Dia mengatakan opsi pemilihan ini telah ditentukan oleh masing-masing pemilih. Menurutnya, Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) telah lebih dulu mendata cara apa yang akan digunakan pemilih gunakan.

“Nah sebetulnya cara menentukan itu juga dipilih oleh mereka sendiri, jadi kita buat daftarnya kita beri opsi mau gunakan langsung ke TPS, mau by post atau bergabung di kotak suara keliling,” tuturnya.
(dwia/rna)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Jenguk Ahmad Dhani, Sandiaga: Saya Bawa Secercah Harapan Keadilan

Liputan6.com, Sidoarjo – Cawapres Sandiaga Uno menyempatkan diri menjenguk terdakwa kasus dugaan pencemaran nama baik ujaran Idiot, Ahmad Dhani Prasetyo di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I Surabaya, Medaeng Waru, Sidoarjo, Jawa Timur, Sabtu (16/2/2019).

Setiba di rutan Medaeng, Cawapres nomor urut 02 ini disambut puluhan pengunjung yang ingin berswafoto. Beberapa orang mendapatkan kesempatan tersebut, tapi banyak juga yang terhalang oleh keamanan.

“Bang Sandi, Bang Sandi,” teriak beberapa orang yang berharap mendapat kesempatan selfie bersama Sandiaga Uno.

Tak banyak kata yang terucap saat Sandiaga Uno hendak masuk ke dalam rutan Medaeng. “Nanti saja ya setelah saya ketemu sama Mas Dhani,” kata Sandi sambil berjalan menuju Rutan Medaeng.

Saat keluar dari rutan Medaeng, Sandiaga Uno menyampaikan bahwa dirinya tidak membawakan sesuatu apa pun saat menjenguk Ahmad Dhani.

“Tidak bawa apa-apa, karena diimbau untuk tidak membawa apa-apa ke sini. Akan tetapi saya membawa harapan Insyaallah, hukum dibawa Prabowo – Sandi lebih adil lagi,” ucapnya.

Sandiaga berharap, proses hukum yang dijalani Ahmad Dhani bisa berlangsung dengan penuh keadilan.

“Yang perlu kita soroti ada proses keadilan hukum. Tidak tebang pilih, tidak tajam ke satu sisi dan tumpul ke sisi yang lain. Hukum itu tidak digunakan untuk memukul lawan, akan tetapi memihak kepada kawan. Itu harapan kita,” ujar Sandiaga.

2 dari 2 halaman

Dhani Banyak Tersenyum

Selama menjalani proses penahan, Ahmad Dhani didoakan agar selalu diberikan kesehatan dan ketabahan.

“Insya Allah beliau diberikan kesehatan. Beliau diberikan ketabahan. Karena tentunya menghadapi tekanan, baik proses hukum dan prosedur hukum ini membutuhkan mental yang sangat kuat,” ucapnya.

Sandiaga juga menyampaikan bahwa Ahmad Dhani benar-benar menjalani perkara ini dengan senyuman.

“Mas Dhani lebih banyak tersenyum. Kita ngobrol beberapa menit, senyum beliau ber menit-menit,” katanya.

Selama pertemuan 15 menit, tambah Sandi, Ahmad Dhani banyak senyum. “Lima belas menit pertemuan, senyumnya 14 menit,” ucapnya.

Dalam pertemuan, tidak ada pesan yang disampaikan Ahmad Dhani ke Sandiaga. Baik pesan pribadi maupun politik. “Kita hanya ngobrol biasa,” ujarnya.

Sandiaga juga mengaku prihatin melihat kondisi Ahmad Dhani yang mendekam di rutan Medaeng. Sebab, kata dia, ruangan penjara itu sudah melebihi kapasitas atau over capasity.

“Yang perlu kita soroti adalah over capacity. Ibarat kapal, kapal yang hanya bisa mengirim 100 penumpang sekarang diisi lebih dari 500 penumpang,” katanya.

Menurutnya, saking penuhnya rutan itu, para tahanan harus tidur berdesak-desakan. “Berarti ini akan mengakibatkan kapal ini kecelakaan, karam mungkin berakibat banyak sekali masyarakat yang akan kehilangan sanak saudaranya karena keadaan di dalam lapas sendiri sangat memprihatinkan,” ujarnya.

Ahmad Dhani resmi ditetapkan menjadi tersangka oleh Polda Jawa Timur. Penetapan tersangka itu terkait dengan ucapan “idiot” yang dilontarkannya kepada warga Jawa Timur yang menolaknya dalam kampanye #2019GantiPresiden.

Dalam kasus ini, Ahmad Dhani dijerat Pasal 28 Ayat (2) Jo 45A ayat (2) dan atau 27 Ayat (3) serta Pasal 45 ayat (3) Undang undang Nomor 19 Tahun 2016 UU ITE dengan ancaman hukuman minimum enam tahun penjara.


Saksikan video pilihan berikut ini:

Kominfo dan KPU Ajak Tokoh Adat Tangkal Hoax Tingkatkan Partisipasi Pemilih

Liputan6.com, Jakarta – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dan jajaran Komisi Pemilihan Umum (KPU) daerah Kota Singkawang melakukan sosialisasi pemilu kepada masyarakat dan tokoh adat Dayak di Kalimantan Barat. Sosialisasi ini digelar sebagai upaya untuk meningkatkan partisipasi pemilih.

Direktur Informasi dan Komunikasi Polhukam Kemenkominfo, Bambang Gunawan mengatakan sosialisasi pemilu merupakan program yang sudah berjalan sejak tahun lalu. Kali ini, pihaknya turut melibatkan para tetua dan tokoh adat setempat dalam Forum Sosialisasi Pemilu 2019 Menjadi Pemilih Cerdas.

“Kali ini kita lakukan pendekatan dengan melibatkan tokoh adat. Dengan pendekatan melalui para tetua atau kepala suku, masyarakat memahami akan arti pentingnya memilih dalam pemilu serta sekaligus dapat terdorong untuk berpartisipasi aktif secara cerdas dalam memilih di pemilu mendatang,” ujarnya, Sabtu (16/2/2019).

Kominfo dan KPUD Singkawang juga mengkampanyekan penangkalan berita hoax dalam pemilu. Kampanye antihoax merupakan bagian dari upaya menjadikan pemilih cerdas dalam memilih.

Gunawan menyampaikan kepada masyarakat adat suku Dayak bahwa pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk menangkal berita hoax agar seluruh lapisan masyarakat mendapatkan informasi yang benar, terutama terkait pemilu 2019.

“Terkait berita hoax jelang pemilu, Kementerian Kominfo telah melakukan berbagai upaya seperti menerima aduan konten untuk diblokir dan terutama melakukan berbagai forum-forum literasi seperti ini agar masyarakat lebih aware terhadap informasi hoax agar menjadi pengguna handphone yang cerdas dalam menerima informasi,” tuturnya.

2 dari 2 halaman

Diminta Terlibat Aktif

Kasubdit Informasi Dan Komunikasi Pertahanan Dan Keamanan Kemenkominfo, Dikdik Sadaka menambahkan bahwa pendekatan kesukuan merupakan salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan partisipasi pada pemilu mendatang.

Kominfo telah memetakan suku-suku tertentu, melalui para tokoh dan tetua mereka untuk terlibat dalam aktif dalam kampanye peningkatan partisipasi pemilih serta menjadi masyarakat yang cerdas dalam menyalurkan hak pilih.

“Jika masyarakat adat sudah memahami pentingnya arti pemilu, maka akan mendorong partisipasi aktif secara cerdas dalam memilih di pemilu mendatang,” ujarnya.

Atas hal ini, Ketua Dewan Adat Suku Dayak Aloysius Kilim turut mengkampanyekan agar masyarakat adat memastikan diri mereka terdaftar sebagai pemilih dan hadir di TPS pada 17 April 2019 mendatang.

“Kenali baik calon (caleg dan capres), pastikan kita semua masyarakat adat hadir di TPS dan memilih sesuai hati nurani,” ujar Aloysius.

Kemudian, Ketua KPU Singkawang Riko, mengatakan pihaknya selaku penyelenggara pemilu mengimbau agar masyarakat Dayak untuk memastikan di mana lokasi mereka untuk memilih. Ia pun menegaskan bahwa Kota Singkawang telah siap menyongsong pemilu serentak pada 17 April 2019.

“Kami mengimbau agar masyarakat adat untuk memastikan ke KPU Singkawang jika ingin pindah lokasi pemilihan, untuk memastikan diri bisa memilih pada 17 April nanti. Kalau tidak memilih, maka kita akan mendapatkan wakil rakyat yang tidak kompeten,” pungkasnya.

Reporter: Muhammad Genantan Saputra

Sumber: Merdeka.com


Saksikan video pilihan berikut ini:

Ma’ruf Amin Minta Santri Tidak Golput dan Ikuti Arahan Kiai di Pilpres 2019

Liputan6.com, Purwakarta – Calon wakil presiden nomor urut 01, Ma’ruf Amin meminta para santri untuk menggunakan hak pilihnya di Pilpres 2019. Dia juga meminta para santri mengikuti arahan kiai untuk menetukan pilihan di pesta demokrasi tersebut.

“Supaya belajar sungguh-sungguh, yang sudah punya hak pilih supaya jangan tidak milih, dan pilihlah yang sesuai dengan arahan kiainya,” kata Ma’ruf di Pondok Pesantren Al Muhajirin, Purwakarta, Jawa Barat, Sabtu (16/2/2019). 

Selain itu, Ma’ruf pun meyakini bisa memenangkan Pilpres 2019. Terutama di kawasan Purwakarta, Jawa Barat.

Dia mengakui Jawa Barat adalah medan pertempuran pilpres yang paling keras. Sebab pada Pilpres 2014, capres petahana Joko Widodo atau Jokowi kalah telak dari lawannya yakni Prabowo-Hatta.

“Akhir-akhir ini memang yang harus kita konsolidasi, Jawa barat, Jakarta dan Banten. Tiga daerah ini memang daerah yang istilah pertempurannya lumayan,” ungkap Ma’ruf.

“Saya kira besar Purwakarta itu, Alhamdulillah, ada Muhajirin,” tambah dia.

2 dari 3 halaman

NU Tidak Pernah Minta Jatah

Dalam sambutannya di Ponpes Al Muhajirin, Purwakarta, cawapres Jokowi ini juga menegaskan bahwa Nahdlatul Ulama (NU) tidak pernah meminta jatah cawapres di Pilpres 2019.

“NU tuh enggak pernah meminta jatah, NU ngancem untuk dapat wakil presiden, enggak ada tuh,” kata Ma’ruf.

Dia mengakui bahwa NU hanya menawarkan kadernya sebagai cawapres. Tawaran itu, kata Ma’ruf, diberikan pada capres petahana Presiden Joko Widodo atau Jokowi. 

“Memang NU menawarkan, nah loh Bapak Jokowi mau mengambil NU sebagai calon wakil presiden, NU akan berjuang habis habisan untuk memenangkan Pak Jokowi dengan calon wakil presiden dari NU,” ungkapnya.

“Silakan pilih, ada Ketua Umum PPP, ada NU yang profesional ada juga Kiai Ma’ruf Amin, saya yang dipilih oleh Pak Jokowi,” sambungnya.



Reporter: Sania Mashabi

Sumber:Merdeka.com

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Sandiaga Prihatin Lihat Kondisi Ahmad Dhani di Lapas Medaeng

Liputan6.com, Surabaya – Cawapres Sandiaga Salahuddin Uno menjenguk Ahmad Dhani di Lapas Kelas I Surabaya Jalan Medaeng Sidoarjo, Jawa Timur, Sabtu (16/2/2019). 

Sandiaga langsung masuk ke lapas untuk bertemu Dhani yang sudah 10 di penjara Medaeng setelah dipindahkan dari Cipinang beberapa waktu lalu. 

Selama 15 menit berada di dalam lapas, Sandiaga mengaku menyatakan keprihatinannya pada pentolan grup band Dewa 19 itu. 

“Kami prihatin keadaan beliau dan Alhamdulillah hari ini senyum, jadi hadapi dengan senyuman betul- betul dilakukan. Dhani memiliki spirit sangat postitif dan memyampaikan kondisinya sehat- sehat saja,” ungkap cawapres nomor urut 1 ini. 

Kepada Sandi, Dhani mengaku diperlakukan dengan baik. Suami Mulan Jameela ini menitipkan salam kepada teman-teman seperjuangan.

“Insya Allah, berliau diberikan kesehatan dan ketabahan. Karena tentunya menghadapi tekanan, baik proses hukum dan prosedur hukum. Ini membutuhkan mental yang sangat kuat,” jelas Sandi. 

2 dari 3 halaman

Kapasitas Lapas Medaeng

Selain menjenguk Dhani, Sandiaga juga menyoroti kapasitas Lapas Medaeng. Eks Wakil Gubernur DKI Jakarta ini ingin pengelolaan lapas lebih baik.

“Di sini kapasitasnya hanya 700 napi, tapi ada 2.900 napi di sini. Delapan puluh persen lebih napi narkoba. Ini mesti jadi catatan kita. Dan ini bukan hanya terjadi di Medaeng, tapi di seluruh Lembaga Pemasyarakatan di negeri ini. Kita negara darurat narkoba,” jelas Sandi.

Sandi pun berharap proses hukum Ahmad Dhani berlangsung adil, tidak tebang pilih dan tidak tajam ke satu sisi.

“Hukum itu tidak digunakan untuk memukul lawan, tapi memihak kepada kawan. Hukum itu harus adil tanpa pandang bulu. Itu harapan kita. Insya Allah, hukum di bawah kepemimpinan Prabowo Sandi, lebih adil lagi,” tutup Sandiaga Uno.


Reporter: Muhammad Genantan Saputra

Sumber: Merdeka 

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Kirim Pesan WhatsApp Bisa Diatur Waktunya, Ini Caranya

Liputan6.com, Jakarta WhatsApp saat ini menjadi aplikasi andalan banyak orang untuk berkirim pesan. WhatsApp memungkinkan penggunanya untuk mengirim teks, gambar, suara, video atau dokumen lain secara gratis hanya dengan sambungan internet.

Namun ada kalanya Anda ingin mengirim pesan-pesan tersebut di waktu tertentu. Pesan tersebut mungkin seperti ucapan ulang tahun, ucapan Tahun Baru, ucapan hari raya dan lain sebagainya.

WhatsApp memang belum memiliki fitur untuk mengatur waktu pengiriman pesannya. Namun banyak aplikasi pihak ketiga yang memungkinkan Anda untuk mengatur waktu pengiriman pesan WhatsApp. Dengan begitu Anda tak perlu lagi cemas jika lupa untuk mengirim pesan penting di waktu yang tepat.

Aplikasi ini dapat diunduh gratis melalui Play Store dan Appstore. Aplikasi ini tak hanya mampu mengirim pesan berupa teks, namun juga foto dan video serta dokumen lain. Berikut cara mengatur waktu pengiriman WhatsApp seperti Liputan6.com lansir dari Maketecheasier, Sabtu (16/2/2019).

2 dari 3 halaman

Download Aplikasi SKEDit

Download Aplikasi SKEDit di Play Store atau Appstore ponsel Anda. Setelah terinstall, buka aplikasi tersebut. Pada langkah awal, Anda diminta untuk Login di aplikasi tersebut. Anda dapat membuat akun untuk dapat login di aplikasi tersebut atau juga dapat login menggunakan akun Facebook Anda.

Tak hanya mengatur waktu pengiriman pesan untuk WhatsApp, aplikasi ini juga memungkinkan Anda untuk mengatur pengiriman pesan untuk WhatsApp bisnis, SMS, email, menelepon, atau membuat status di Facebook.

Cara Mengatur Pengiriman Pesan WhatsApp

· Setelah berhasil login, Anda akan dibawa ke menu utama (Home). Di sini Anda dapat memilih aplikasi apa saja yang akan Anda atur waktu pengirimannya.

· Pilih WhatsApp

· Setelah itu tap pada ‘Add WhatsApp Recipient(s)’, maka Anda akan diarahkan langsung ke aplikasi WhatsApp untuk memilih kontak atau grup yang akan dikirimi pesan.

· Pilih grup atau kontak yang akan dikirimi pesan, setelah itu Anda akan otomatis diarahkan kembali pada aplikasi SKEDit.

· Setelah kontak atau grup terpilih, Anda dapat mengetik pesan yang akan dikirimkan. Anda juga dapat mengirim foto, video, suara, atau dokumen lainnya dengan men-attach file tersebut melalui ikon klip di pojok kanan bawah kolom pesan.

· Setelah itu atur waktu pengiriman pada bagian ‘scedhule’. Anda bisa mengatur tanggal dan jam yang diinginkan untuk mengirim pesan.

· Untuk dapat mengirimkan pesan pada waktu tertentu secara otomatis, Anda harus menonaktifkan lockscreen pada ponsel. Selain itu Anda juga harus menonaktifkan pengaturan optimasi baterai di ponsel.

· Setelah semua telah teratur, tap pada ikon centang di pojok kanan atas untuk mulai mengirim pesan WhatsApp pada waktu tertentu.

· Pesan Anda akan terkirim secara otomatis pada waktu yang telah ditentukan sebelumnya.

3 dari 3 halaman

Fitur-fitur Unggulan WhatsApp

1. Berkirim pesan sederhana

Dengan WhatsApp, Anda dapat mengirim pesan ke teman dan keluarga secara gratis. WhatsApp menggunakan koneksi internet telepon untuk mengirim pesan sehingga Anda tak perlu memikirkan tarif SMS.

2. Chat grup

Dengan chat grup, Anda dapat membagikan pesan, foto, dan video kepada 256 orang sekaligus di dalam grup. Anda juga dapat memberi nama grup, membisukan, atau menyesuaikan pemberitahuan, dan masih banyak lagi.

3. Panggilan suara dan video

Dengan panggilan suara, Anda dapat berbicara dengan teman dan keluarga secara gratis, bahkan jika mereka berada di negara lain. Dan dengan panggilan video gratis, Anda dapat melakukan pembicaraan tatap muka saat suara atau teks saja tidak cukup.

Panggilan suara dan video WhatsApp menggunakan koneksi Internet telepon, bukan dengan menit panggilan paket seluler Anda. Jadi Anda tidak perlu khawatir akan biaya panggilan yang mahal.

4. Whatsapp Web dan Desktop

Dengan WhatsApp di web dan desktop, Anda dapat dengan lancar menyinkronkan semua chat ke komputer agar Anda dapat chat pada perangkat apa pun yang paling nyaman untuk Anda.

Anda dapat mengunduh aplikasi desktop atau kunjungi web.whatsapp.com untuk mulai menggunakan WhatsApp Web.

5. Enkripsi End-To-End

Sebagian momen pribadi Anda dibagikan di WhatsApp, oleh karena itu WhatsApp membangun enkripsi end-to-end ke versi terbaru aplikasinya.

Ketika terenkripsi end-to-end, pesan dan panggilan Anda akan diamankan. Jadi hanya Anda dan orang yang berkomunikasi dengan Anda saja yang dapat membaca pesan atau mendengar panggilan tersebut. Tidak ada orang lain yang mengetahuinya, bahkan pihak WhatsApp sekalipun.

6. Membagikan dokumen dengan mudah

Anda dapat mengirim PDF, dokumen, spreadsheet, slideshow, dan masih banyak lagi, tanpa repot menggunakan email atau aplikasi berbagi file.

Anda dapat mengirim dokumen dengan ukuran hingga 100 MB yang akan memudahkan Anda untuk membagikan hal yang perlu dibagikan ke orang yang Anda inginkan.

Kepribadian Penyuka Dekorasi Rumah Tak Biasa, Seperti Apa?

Liputan6.com, Jakarta – Ada beragam upaya yang dapat ditempuh untuk mempercantik setiap sudut rumah. Pilihan furnitur dan dekorasi tentu menjadi faktor yang tidak kalah penting. Setiap orang tentunya bisa memilih sesuai dengan selera seperti dekorasi yang tak biasa.

Fimela.com merangkum, ahli desain interior Thom Filicia menyampaikan bahwa memajang dekorasi-dekorasi yang keluar jalur dari dekorasi inti atau bahkan tidak ada hubungannya sama sekali dengan kehidupan pemilik rumah berarti ia tidak puas dengan kehidupannya kini.

Hal tersebut seperti rumah yang didesain seakan-akan pemilik rumah memiliki hobi berburu hewan memilih pajangan tanduk rusa, senapan laras panjang, topi koboi lengkap dengan karpet imitasi kulit hewan.

Padahal pada kenyataannya, ia tak pernah pergi ke hutan, dan hal ini menimbulkan pertanyaan. Dekorasi unik dan aneh yang tidak seharusnya ada di rumah mungkin memang terlihat artistik.

Namun di balik itu, hal tersebut dapat menimbulkan gambaran kepribadiannya tidak terlalu baik. Kendati demikian, tidak semua pajangan dapat dianggap sama seperti ini.

Ada pula kemungkinan lain seperti rancangan desain interior yang menyarankan adanya pajangan tersebut. Lantas, bagaimana dengan dekorasi rumah yang Anda pilih? Apakah sudah sesuai keinginan? (Febi Anindya Kirana/Fimela.com)

Saksikan video pilihan di bawah ini:

HEADLINE: Format Beda, Akankah Debat Menguak Orisinalitas Jokowi Vs Prabowo?

Liputan6.com, Jakarta – Debat kedua Pilpres 2019 menjadi momen yang ditunggu-tunggu. Debat yang akan menghadirkan sosok dua calon presiden, Joko Widodo atau Jokowi dan Prabowo Subianto.

Harapan besar terselip pada tahapan pemilu ini. Pemilik hak suara, tentunya ingin diyakinkan dengan jawaban para calon. Bukan hanya dengan debat kusir tekstual seperti yang dikatakan publik tentang debat pertama 17 Januari 2019.

Pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Siti Zuhro mengatakan, debat pertama lalu berlangsung kaku. Masyarakat tak mampu menangkap esensi dari visi misi yang disampaikan. Justru hal remeh-temeh yang dipergunjingkan.

“Sebab, jawaban capres pada debat pertama tak mencerahkan. Kita berharap sesuatu yang menarik dan memukau, lebih ke esensi programnya dan pencerahan pada debat kali ini. Esensi dari debat itu kan transfer knowledge, pencerahan, edukasi untuk yang menonton,” kata Siti saat berbincang dengan Liputan6.com, Jakarta, Jumat (15/2/2019).

Komisi Pemilihan Umum (KPU) berusaha mengakomodasi harapan tersebut dengan merombak sejumlah aturan dalam debat capres pertama yang digelar Minggu 17 Februari 2019 di Golden Ballroom, Hotel Sultan, Jakarta. Seperti, tak akan memberikan kisi-kisi dan berjanji memperbanyak interaksi antarkandidat.

Kedua kubu sendiri optimistis akan memberikan yang terbaik pada debat kali ini. Baik Jokowi maupun Prabowo, mantap dengan persiapan dan kemampuan masing-masing calon untuk menjawab pertanyaan panelis dan beradu argumen.

Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin menyebut, pangan, energi, infrastruktur, sumber daya alam, dan lingkungan hidup merupakan tema yang paling ditunggu-tunggu calon petahana. Sebab, tema tersebut merupakan prioritas pemerintahan Jokowi bersama Jusuf Kalla.

“Terkait dengan debat, kami sudah menyiapkan dengan baik. Ada tim yang secara khusus menyiapkan bagaimana on stage-nya nanti Bapak Jokowi terkait dengan tema energi, SDA, lingkungan, pangan, infrastruktur. Itu merupakan hal yang selama ini menjadi skala prioritas bagi pemerintahan Pak Jokowi dan berkesinambungan ke depan dengan dukungan rakyat,” kata Sekretaris TKN Hasto Kristiyanto, dalam konferensi pers di Jalan Cemara, Jakarta, Jumat (15/2/2019).

Buktinya, lanjut dia, banyak kepala daerah yang memberikan dukungan kepada Jokowi pada Pilpres 2019. Dia yakin, kepala daerah tersebut merasa aspirasinya ditindaklanjuti oleh pemerintahan Jokowi-JK. 

Dia bahkan menjamin, Jokowi bakal memberi gagasan yang orisinal dalam debat nanti. “Seperti yang kami janjikan, di debat kedua ini akan menampilkan gagasan yang lebih visioner. Tetapi berdasarkan pada prestasi dan kinerja Pak Jokowi sendiri,” ujar Hasto.

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf Amin, Johnny G Plate mengatakan capres nomor urut 01 akan menekankan peta jalan atau roadmap ketahanan energi, juga soal kebijakannya. Begitupula pada permasalahan ketahanan pangan. Jokowi-Ma’ruf Amin pun akan melanjutkan pembangunan infrastruktur dengan meningkatkan nilai tambah dari hasil kebijakan itu.

Keempat, kata dia, Jokowi-Ma’ruf Amin akan mengungkap soal pembangunan yang ramah lingkungan hidup.

“Kami saat ini juga sedang menanti, katanya, akan ada pidato kebangsaan dari Prabowo. Dan berharap mudah-mudahan pidato kebangsaan ini memberi referensi dalam rangka menambah khasanah, dan informasi program, visi dan misi untuk Indonesia maju dan Indonesia yang lebih hebat. Tapi tidak ditandai dengan isu-isu paradoks serta tidak ditandai juga dengan memberikan gambaran Indonesia sebagai bangsa inferior. Indonesia adalah bangsa besar, penuh optimisme, bangsa yang setara dan sejajar dengan bangsa lainnya.

Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Priyo Budi Santoso menyebut, konsep-konsep yang ditawarkan Prabowo dalam debat kedua pilpres diyakini akan membuka mata publik. Prabowo akan memberikan kejutan besar pada debat.

“Nanti akan ada kejutan dari beliau kuasai bidang masalah pangan, energi, energi terbarukan, konsentrasi beliau yang akan bangun swasembada pangan, swasembada energi, swasembada air. Itu kata-kata kuncinya dan ada di pikiran beliau,” ucap Priyo di Kantor KPU Pusat, Kamis 14 Februari 2019.

Juru Bicara BPN Prabowo-Sandi, Ferry Juliantoro mengatakan, kesiapan Prabowo bisa dilihat dari pidato kebangsaan yang digelorakannya di Semarang kemarin. Pada bidang infrastruktur, sambung dia, Prabowo berjanji melakukan pembangunan yang berkaitan langsung dengan produksi masyarakat. Prabowo-Sandi juga akan mengurangi semaksimal mungkin impor.

“Jadi genjot pangan yang bisa diproduksi dalam negeri, energi juga harus dirintis kilang-kilang minyak yang baru, kilang dari dulu sampai sekarang tidak diperbaharui,” kata Ferry kepada Liputan6.com, Jumat 15 Februari 2019.

Tim BPN Bidang Materi Debat Ledia Hanifa menuturkan, Prabowo tinggal melakukan finalisasi persiapan debat capres.

“Beliau kan sudah punya konsep sendiri soal itu tema terkait debat, kita bisa baca di bukunya Paradoks Indonesia itu. Kita tinggal menambahkan update datanya saat ini saja, bahan-bahan juga sudah disiapkan BPN. Tapi pondasi basic-nya buku itu, dan beliau juga sudah paham tentang isu dari tema debat,” ucap Ketua DPP PKS itu kepada Liputan6.com.

Lalu, bagaimana cara menakar orisinalitas kedua calon?

Pengamat politik dari LIPI, Indria Samego mengatakan, orisinalitas ini sangat penting. Dia menilai, konten atau substansi dari gagasan memang ukuran utama dari orisinalitas kedua calon presiden.

Masyarakat bisa menilai orisinalitas seseorang dari idenya untuk menyelesaikan sebuah permasalahan. Idenya belum banyak dibahas atau tidak. Mungkin bahkan, idenya belum pernah dicetuskan oleh seseorang.

“Saya kira kalau menilai orisinalitas, dari konten, substansi. Misalnya, bagaimana Prabowo kalau terpilih jadi Presiden menyelesaikan persoalan pengangguran lapangan kerja, pendidikan, sumber daya yang berkualitas misalnya atau energi gitu, yang belum atau tidak banyak dibahas. Kalau mengulang sesuatu yang ada di dokumen-dokumen ya tidak orisinal. Memang, dia bisa jawab. Tapi itu, kayak cerdas cermat,” kata Indria kepada Liputan6.com.


Saksikan video menarik berikut ini:

2 dari 3 halaman

Diprediksi Lebih Menarik

Peneliti Departemen Politik dan Perubahan Sosial The Center for Strategic and International Studies (CSIS) Arya Fernandes memprediksi, debat capres ini bakal lebih menarik daripada debat capres cawapres 17 Januari 2019. Calon petahana, kata dia, tak akan menyerang lawannya. Tapi tidak juga bertahan.

“Petahana akan menyampaikan beberapa hal yang dianggap penting gitu ya, seperti infrastruktur, pangan segala macam untuk meyakinkan pemilih,” kata Arya ketika dihubungi Liputan6.com.

Sementara, kubu pesaing diduga akan berbalik menyerang karena ada beberapa isu yang menjadi titik celah bagi pesaing. Misalnya, soal impor, kemudian juga swasembada pangan.

“Kemungkinan yang akan lebih menyerang dari pesaing kalau kita lihat dari temanya. Misalnya soal yang swasembada pangan itu menjadi pintu masuk begitu juga dengan impor beras dan juga soal infrastruktur. Tapi soal tiga hal itu, petahana sudah menyiapkan langkah-langkah untuk mengantisipasi pertanyaan yang bertendensi serangan,” ujar Arya.

Menurut dia, debat kali ini bukan soal menang atau kalah. Pada debat kedua, lanjut dia, kedua calon dituntut benar-benar mampu memberikan kesan kepada pemilih, mereka mampu menyelesaikan tantangan di bidang yang ditemakan.

“Saya tidak tahu siapa yang akan diuntungkan ya. Tetapi ini adalah panggung yang harus dimanfaatkan oleh kedua kandidat untuk benar-benar memastikan bahwa mereka lebih baik dari pesaingnya. Dan panggung juga untuk meyakinkan pemilih untuk benar-benar tidak beralih dan bagi yang belum memilih, mereka akan menjatuhkan,” tutur Arya.

Terlebih, KPU memberikan waktu yang relatif fleksibel kepada Jokowi dan Prabowo untuk saling bertanya dan menanggapi. “Itu harus dimanfaatkan oleh kedua kandidat untuk menguji keorisinalitasan,” sambung dia.

Rektor Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) yang juga sebagai panelis debat kedua pilpres, Joni Hermana mengatakan, pihaknya akan menyusun pertanyaan-pertanyaan yang berbeda format dengan debat pertama pilpres untuk memunculkan orisinalitas kedua kandidat.

“Kita berusaha untuk memberi pertanyaan-pertanyaan yang lebih tidak normatif. Jadi, dalam hal ini kita juga menginginkan agar tidak ada jawaban yang sama dari keduanya, yang normatif,” kata Joni, di Jakarta, Jumat 8 Februari 2019.

Selain itu, model pertanyaan yang dibuat berbeda ini bertujuan agar masyarakat lebih mengetahui konsep yang dimiliki dari masing-masing paslon.

“Sehingga memberi gambaran kepada audiens dan masyarakat sejauh mana kemampuan dan konsep yang ingin mereka kembangkan secara baik. Jadi intinya sebetulnya seperti itu,” ujar Joni.

3 dari 3 halaman

Pentingnya Debat

Debat merupakan salah satu sarana penting bagi peserta Pilpres 2019 untuk memantapkan atau bahkan merebut hati pemilih. Ini terbukti pada debat perdana lalu yang dinilai cukup berpengaruh pada perubahan karakteristik calon pemilih masing-masing paslon capres-cawapres.

Terdapat perubahan angka solid voters atau pemilih mantap dan swing voters atau pemilih yang masih mungkin berubah pada pasangan Jokowi-Ma’ruf maupun Prabowo-Sandi.

Berdasarkan hasil survei terbaru Populi Center, jumlah solid voters pasangan nomor urut 1 Joko Widodo-Ma’ruf Amin meningkat dari sebelum debat sebesar 88,9 persen menjadi 90,8 persen usai debat.

Sementara solid voters pasangan nomor urut 2 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno meningkat dari 82,6 persen menjadi 85,5 persen.

Sedangkan swing voters Jokowi-Ma’ruf menurun dari angka 8,6 persen sebelum debat menjadi 6,2 persen usai debat. Penurunan juga terjadi pada swing voters untuk pasangan Prabowo-Sandi dari angka 13,3 persen menjadi 11,3 persen.

“Paslon Jokowi-Ma’ruf harus berhati-hati karena kenaikan solid voters lebih banyak terjadi pada paslon Prabowo-Sandi. Temuan ini sifatnya indikatif mengingat jumlah responden yang terbatas,” ujar peneliti Populi Center Dimas Ramadhan di kantornya, Slipi, Jakarta Barat, Kamis 7 Februari 2019.

Lebih lanjut, jumlah masyarakat yang mengetahui dan menyaksikan langsung debat perdana capres-cawapres pada 17 Januari lalu cukup banyak ketimbang yang tidak mengetahui. Namun ketertarikan mereka untuk memperbincangkan debat relatif kecil yakni 35,6 persen berbanding 64,4 persen.

Penilaian masyarakat terhadap manfaat debat capres pun beragam. Dari total 1.486 responden di seluruh Indonesia, 33,9 persen menilai manfaat debat untuk mengetahui visi, misi, dan program kerja kandidat. Sementara 10,8 persen menilai debat dapat membantu memberikan pertimbangan menentukan pilihan. Sementara 6 persen menganggap debat untuk mengetahui latar belakang kandidat.

“Sebanyak 3,7 persen menilai debat tidak atau kurang ada manfaatnya, 3,2 persen menilai debat untuk mengklarifikasi isu yang beredar, dan 42,5 persen sisanya tidak menjawab,” ucap Dimas.

Dari pemaparan visi, misi, dan program kerja kandidat pada debat perdana, yang dianggap paling realistis oleh masyarakat adalah yang disampaikan Jokowi-Ma’ruf yakni sebesar 55,7 persen. Sementara yang menilai visi, misi, dan program kerja Prabowo-Sandi paling realistis hanya sebesar 29,8 persen. Lainnya, 14,5 persen, tidak menjawab.

Sebanyak 53,1 persen responden juga menilai bahwa paslon nomor urut 1 unggul pada debat perdana capres-cawapres tersebut. Sedangkan 31,1 persen menilai paslon nomor urut 2 yang unggul. 15,8 persen sisanya tidak menjawab.

“Kemudian pilihan pascadebat, dengan pertanyaan setelah menyaksikan debat pertama, siapa pasangan yang akan anda pilih untuk menjadi Presiden dan Wakil Presiden periode 2019-2024? 62,5 persen menjawab Jokowi-Ma’ruf, 36,4 persen menjawab Prabowo-Sandi, dan 1,1 persen tidak akan memilih,” kata Dimas.

Untuk diketahui, survei tersebut dilakukan dengan metodologi wawancara tatap muka pada 20-27 Januari 2019 di 34 provinsi seluruh Indonesia. Besaran sampel adalah 1.486 responden, dipilih secara acak bertingkat (multistage random sampling).

Hasil survei memiliki margin of error sebesar 2,53 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Untuk menjamin distribusi sampel yang memadai, setiap kelurahan terpilih dialokasikan 10 responden dari dua RT.

Proporsi gender ditentukan 50:50. Besaran sampel tiap wilayah dialokasikan sesuai dengan proporsi daftar pemilih tetap (DPT) dari data Komisi Pemilihan Umum (KPU).